cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 7,735 Documents
PEMAHAMAN SISWA TERHADAP ETIKA DIGITAL DALAM PENGGUNAAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) UNTUK MENGERJAKAN TUGAS SEKOLAH PADA ANGGOTA EKSTRAKURIKULER PASKIBRA SMP NEGERI 2 PANONGAN Muniroh Intan Nuraini; Sayyid Agil Arrahman; Gunawan Gunawan
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.14613

Abstract

ABSTRAK Perkembangan Artificial Intelligence (AI) berbasis Large Language Models (LLM) membawa tantangan serius terhadap integritas akademik di tingkat sekolah menengah. Penelitian ini mengeksplorasi pemahaman siswa terhadap etika digital dalam penggunaan AI untuk menyelesaikan tugas sekolah, berfokus pada anggota Paskibra SMP Negeri 2 Panongan yang memiliki karakteristik disiplin organisasi yang kuat. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif studi kasus, sampel penelitian ini berjumlah 50 siswa aktif yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup skala Likert Modifikasi 4 poin yang telah valid () dan reliabel (). Analisis data menggunakan model reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berbasis teori kewarganegaraan digital Mike Ribble. Hasil penelitian menunjukkan pemahaman etika digital siswa berada pada kategori Tinggi/Baik dengan rata-rata total 3,01. Berpikir kritis siswa sangat menonjol dalam memvalidasi informasi AI menggunakan buku paket sekolah. Nilai-nilai kedisiplinan dan doktrin organisasi Paskibra terbukti menjadi benteng internal siswa untuk mengutamakan daya juang mandiri sebelum mengakses AI. Namun, ditemukan ethical gaps berupa goyahnya integritas pada tugas eksakta serta kecemasan psikologis untuk melakukan transparansi penggunaan AI kepada guru. ABSTRACT The development of Artificial Intelligence (AI) based on Large Language Models (LLM) poses serious challenges to academic integrity at the secondary school level. This study explores students' understanding of digital ethics in the use of AI to complete school assignments, focusing on members of the Paskibra (Flag Troops) of Panongan 2 Public Middle School, who exhibit strong organizational discipline. Using a qualitative descriptive case study approach, the sample of this study consisted of 50 active students selected through purposive sampling. Data were collected through a closed-ended questionnaire with a 4-point Modified Likert scale that was valid (r_"count" >0.361) and reliable ("Cronbach's Alpha" = 0.863). Data analysis used a data reduction, data presentation, and conclusion drawing model based on Mike Ribble's digital citizenship theory. The results showed that students' understanding of digital ethics was in the High/Good category with a total average of 3.01. Students' critical thinking was very prominent in validating AI information using school textbooks. The discipline values ​​and doctrines of the Paskibra organization proved to be an internal fortress for students to prioritize independent fighting spirit before accessing AI. However, ethical gaps were identified, including wavering integrity in exact science assignments and psychological anxiety about providing transparency regarding AI use to teachers.
Inovasi Soft Chew Marshmallow Berbasis Akar Marshmallow Dan Jahe (Zingiber Officinale) Sebagai Daily Support Tenggorokan Sehat Selama Puasa Rizky Rahmi Darwita; Salsabila Rivieka; Sella Asharianti; Serli Marlina Sari; Serly Gustanti Putri Astari; Silvi Khairani; Siti Aisyah; Siti Aisyah Rahmadani
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.14614

Abstract

ABSTRAK Perubahan pola makan dan minum selama puasa sering menimbulkan keluhan tenggorokan kering, gatal, dan tidak nyaman akibat kurangnya asupan cairan dalam waktu lama. Tujuan penelitian untuk mengembangkan produk farmasi inovatif berupa soft chew berbasis herbal yang aman, praktis, menarik, dan menyenangkan saat dikonsumsi di semua kalangan usia dan menyediakan pilihan alternatif obat herbal modern. Upaya dalam meningkatkan kesehatan tenggorokan dapat kita lakukan melalui pendekatan preventif dengan menggunaan dua kombinasi herbal, yaitu akar marshmallow (althaea officinalis) dan jahe (zingiber officinale) yang berfungsi sebagai antiinflamasi dan efek demulsan lalu diinovasikan dalam bentuk soft chew marshmallow. Metode kegiatan dilakukan melalui sosialisasi langsung di Panti Asuhan Ar-Rahim yang terletak di Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Riau. Peserta diberikan penyuluhan, pembagian produk, serta evaluasi pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan tingkat pengetahuan masyarakat tentang manfaat marshmallow. Nilai pre-test menunjukkan rata-rata tingkat pengetahuan masih rendah (27,7–72,3%), sedangkan post-test meningkat menjadi 33,3–66,7%, yang tergolong cukup hingga baik. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi dan inovasi produk berbasis bahan alam mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap konsumsi herbal dalam bentuk yang lebih menarik dan praktis. ABSTRACT Changes in eating and drinking patterns during fasting often lead to complaints of dry, itchy, and uncomfortable throats due to prolonged lack of fluid intake. The aim of this research is to develop an innovative pharmaceutical product in the form of a herbal-based soft chew that is safe, practical, attractive, and enjoyable to consume for all ages and provides an alternative choice for modern herbal medicines. Efforts to improve throat health can be carried out through a preventive approach by using two herbal combinations, namely marshmallow root (Althaea officinalis) and ginger (Zingiber officinale), which function as anti-inflammatory and demulsant effects, then innovated in the form of a marshmallow soft chew. The activity method was carried out through direct socialization at the Ar-Rahim Orphanage located in Tampan District, Pekanbaru, Riau. Participants were given counseling, product distribution, and knowledge evaluation through pre- and post-tests. The results showed a significant increase in the level of community knowledge about the benefits of marshmallow. The pre-test score showed that the average level of knowledge was still low (27.7–72.3%), while the post-test score increased to 33.3–66.7%, which is classified as sufficient to good. This activity proves that education and innovation of natural-based products can increase public awareness of herbal consumption in a more attractive and practical form.
MENINGKATKAN LITERASI SAINS SISWA SMP MELALUI EDUKASI PLANET DAN TATA SURYA DI SMP YAPIMDA PLUS LENTENG AGUNG Farsya Nurhalizah; Tazkiya Aulia Putri; Tamara Tamara; Amelia Mutiara Sani; Anggrek Mutiara Ardelia; Junias Robert Gultom
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.14615

Abstract

ABSTRAK Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan di SMP Yapimda Plus Lenteng Agung berupaya menjawab permasalahan rendahnya literasi sains siswa melalui pemanfaatan board game bertema planet dan tata surya sebagai media pembelajaran yang interaktif. Kegiatan ini melibatkan 17 siswa kelas VII-A sebagai peserta. Board game dirancang untuk membantu siswa memahami konsep planet dan tata surya melalui aktivitas tanya jawab, penyelesaian tantangan, serta kerja sama dalam kelompok. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan board game mampu meningkatkan antusiasme dan partisipasi aktif siswa selama proses pembelajaran. Selain itu, siswa juga terlatih untuk berpikir kritis, berkomunikasi secara efektif, dan bekerja sama dalam menyelesaikan berbagai tantangan yang diberikan. Dengan demikian, board game terbukti menjadi salah satu alternatif media pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan literasi sains sekaligus menumbuhkan minat siswa terhadap materi astronomi. ABSTRACT A Community Service (PKM) activity held at SMP Yapimda Plus Lenteng Agung attempted to address the problem of low student scientific literacy by utilizing a planetary and solar system-themed board game as an interactive learning medium. This activity involved 17 students in grade VII-A. The board game was designed to help students understand the concept of planets and the solar system through question-and-answer activities, solving challenges, and working collaboratively in groups. Results from the activity demonstrated that the use of board games increased student enthusiasm and active participation during the learning process. Furthermore, students were trained to think critically, communicate effectively, and collaborate in solving various challenges. Thus, board games have proven to be an effective alternative learning medium for improving scientific literacy while fostering student interest in astronomy.
DAMPAK FANATISME PENGGEMAR K-POP TERHADAP PERILAKU BULLYING ANTAR ANGGOTA KELOMPOK Santoso Santoso; Aprillia Putri Arriva; Fadhilah Annisa Fitri; Khodijatul Amiroh; Yulia Catursari
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.14616

Abstract

ABSTRAK Fenomena fanatisme di kalangan penggemar K-Pop semakin meningkat seiring dengan berkembangnya penggunaan platform media sosial. Keterikatan yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya cyberbullying di antara anggota fandom, melalui perseteruan antar penggemar, komentar kasar, penghinaan, serta penyebaran informasi negatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pengaruh fanatisme terhadap tindakan cyberbullying di komunitas K-Pop. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah penggemar K-Pop yang aktif berinteraksi di media sosial seperti X (Twitter), Instagram, dan TikTok. Data dikumpulkan melalui pengamatan aktivitas di media sosial, serta dokumentasi berupa tangkapan layar dari komentar dan percakapan yang berhubungan dengan perundungan siber. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa tingkat fanatisme yang tinggi membuat penggemar memiliki keterikatan emosional yang kuat terhadap idola mereka, sehingga kritik yang ditujukan kepada idola dilihat sebagai ancaman terhadap identitas komunitas. Hal ini kemudian memicu perilaku agresif yang berupa serangan verbal baik secara langsung maupun tidak langsung di media sosial. Cyberbullying yang terjadi membawa dampak buruk bagi korban, seperti stres, kecemasan, rasa rendah diri, serta terganggunya hubungan sosial dalam komunitas fandom. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fanatisme yang tidak terkontrol dalam komunitas K-Pop dapat memicu perilaku cyberbullying dan menciptakan konflik sosial di ruang digital. Oleh karena itu, penting untuk mengambil kesadaran dan mengendalikan diri saat berinteraksi di media sosial agar hubungan antar penggemar tetap sehat dan harmonis. ABSTRACT The phenomenon of fanaticism among K-Pop fans is increasing with the growing use of social media platforms. Excessive attachment can lead to cyberbullying among fandom members, through fan feuds, abusive comments, insults, and the spread of negative information. The purpose of this study was to explore the influence of fanaticism on cyberbullying in the K-Pop community. This study used qualitative methods with a descriptive approach. The subjects were K-Pop fans who actively interact on social media platforms such as Twitter, Instagram, and TikTok. Data were collected through observations of social media activity, and documentation in the form of screenshots of comments and conversations related to cyberbullying. The findings indicate that high levels of fanaticism lead fans to develop strong emotional attachments to their idols, so that criticism directed at them is perceived as a threat to the community's identity. This then triggers aggressive behavior in the form of verbal attacks, both direct and indirect, on social media. Cyberbullying has negative impacts on victims, such as stress, anxiety, low self-esteem, and disruption of social relationships within the fandom community. This study concludes that uncontrolled fanaticism within the K-Pop community can trigger cyberbullying and create social conflict in the digital space. Therefore, it is important to exercise awareness and self-control when interacting on social media to maintain healthy and harmonious fan relationships.
Penerapan Prinsip Akuntabilitas Dalam Pelayanan Penerbitan Paspor di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sibolga Bagus Kusmadanu
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.14617

Abstract

ABSTRAK Pelayanan penerbitan paspor merupakan salah satu bentuk pelayanan publik keimigrasian yang bersinggungan langsung dengan pemenuhan hak administratif warga negara untuk melakukan perjalanan ke luar negeri. Sebagai instansi penyelenggara pelayanan publik, Kantor Imigrasi wajib menerapkan asas-asas pelayanan publik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, salah satunya asas akuntabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan prinsip akuntabilitas dalam pelayanan penerbitan paspor di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sibolga, faktor pendukung dan penghambatnya, serta upaya penguatan yang dapat dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif-empiris dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan studi kasus, dengan data yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan atas peraturan perundang-undangan, dokumen resmi instansi, serta hasil-hasil penelitian sejenis pada kantor imigrasi lain sebagai bahan pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) prinsip akuntabilitas telah diterapkan melalui kepatuhan terhadap regulasi, standar operasional prosedur, digitalisasi layanan melalui aplikasi M-Paspor, serta mekanisme pengaduan masyarakat; (2) penerapannya masih dihadapkan pada kendala keterbatasan sumber daya manusia, stabilitas sistem informasi, dan literasi digital sebagian pemohon; dan (3) diperlukan penguatan infrastruktur digital, kapasitas pegawai, serta keterbukaan informasi pelayanan secara berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan optimalisasi sistem pelaporan kinerja dan evaluasi berkala guna memperkuat akuntabilitas pelayanan penerbitan paspor di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sibolga. ABSTRACT Passport issuance service is a form of immigration public service directly related to the fulfillment of citizens' administrative rights to travel abroad. As a public service provider, the Immigration Office is required to apply the principles of public service as regulated in Law Number 25 of 2009 concerning Public Service, one of which is the principle of accountability. This study aims to examine the application of the accountability principle in passport issuance services at the Class II TPI Sibolga Immigration Office, its supporting and inhibiting factors, and the strengthening measures that can be taken. This study uses a normative-empirical juridical method with statutory, conceptual, and case study approaches, with data collected through library research on legislation, official institutional documents, and similar research findings at other immigration offices as comparative material. The findings indicate that: (1) the principle of accountability has been applied through regulatory compliance, standard operating procedures, service digitalization through the M-Paspor application, and public complaint mechanisms; (2) its implementation still faces constraints related to limited human resources, information system stability, and the digital literacy of some applicants; and (3) strengthening of digital infrastructure, staff capacity, and continuous service information disclosure is needed. This study recommends optimizing performance reporting and periodic evaluation systems to strengthen the accountability of passport issuance services at the Class II TPI Sibolga Immigration Office.