cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 7,735 Documents
Budaya Work From Home Dan Perlindungan Hak Pekerja Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Adilah Syadzwina R; Nur Muhamad Yasin Fadili; Imalda Syakilla
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi dan perubahan pola kerja setelah pandemi telah melahirkan budaya work from home dalam hubungan kerja di Indonesia. Perubahan tersebut menimbulkan berbagai persoalan hukum, terutama berkaitan dengan perlindungan hak pekerja, seperti jam kerja, waktu istirahat, beban kerja, serta kepastian pemenuhan hak normatif pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hak pekerja dalam sistem work from home berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 belum mengatur secara khusus sistem kerja work from home, namun ketentuan mengenai hak pekerja tetap berlaku dan wajib dipenuhi oleh pemberi kerja. Dalam praktiknya, pelaksanaan work from home masih menimbulkan ketidakjelasan batas jam kerja dan pengawasan terhadap pemenuhan hak pekerja. Oleh karena itu, diperlukan pengaturan yang lebih jelas mengenai sistem kerja jarak jauh agar tercipta kepastian hukum serta perlindungan yang seimbang bagi pekerja dan pemberi kerja.
Tinjauan Fiqih Muamalah Terhadap Sukuk Sebagai Instrumen Investasi Syariah Modern Agung Ramadhan Sutopo; Arya Ramadhan Fathurohman; M. Fadlan Al-Fahrezi; Haidar Hafizh Alramdhani; Syaeful Bahri
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri keuangan syariah di Indonesia telah mencapai pertumbuhan yang signifikan dalam satu dekade terakhir, dengan sukuk sebagai salah satu instrumen investasi yang mengalami peningkatan paling pesat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kedudukan sukuk dalam perspektif fiqih muamalah serta menganalisis kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip syariah yang berlaku. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian normatif (library research) yang mengkaji berbagai sumber hukum Islam, regulasi perundang-undangan, fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), dan literatur akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sukuk, apabila diterbitkan dan dikelola sesuai dengan ketentuan syariah, memiliki landasan hukum yang kuat dalam fiqih muamalah, baik berdasarkan Al-Qur’an, Hadis, ijma’, maupun qiyas. Akad-akad yang digunakan dalam sukuk, seperti ijarah, mudharabah, musyarakah, wakalah, dan istishna’, merupakan akad yang telah diakui keabsahannya dalam khazanah fikih Islam klasik maupun kontemporer. Meskipun demikian, terdapat sejumlah tantangan dalam implementasinya, terutama terkait potensi penyimpangan dari substansi syariah akibat rekayasa struktur keuangan yang menyerupai obligasi konvensional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kepatuhan syariah dalam penerbitan dan pengelolaan sukuk memerlukan pengawasan yang lebih ketat, peningkatan literasi keuangan syariah, serta harmonisasi regulasi antar-lembaga.
Preferensi Pariwisata Alam Generasi Z dan Peran Sektor Pariwisata dalam Struktur Pendapatan Daerah Kota Yogyakarta (2022–2025) Aurel Celia Anggraini1; Tiara Zahrotul Anja; Indra Devian Lumban Gaol
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas penelitian yang bertujuan menganalisis hubungan antara pertumbuhan sektor pariwisata dengan PAD Kota Yogyakarta, serta mengevaluasi pengaruh preferensi wisata generasi Z terhadap potensi pendapatan daerah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder pada tahun 2022-2025, serta memanfaatkan data primer dalam bentuk kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor pariwisata memberikan kontribusi pada PAD Kota Yogyakarta, meskipun bukan kontribusi langsung dan bukan dalam bentuk linier. Hal ini disebabkan adanya mekanisme tidak langsung melalui sektor pendukung seperti akomodasi, transportasi, konsumsi, serta adanya efek jeda (lag) dalam konversi aktivitas pariwisata menjadi PAD. Preferensi generasi Z dalam memilih wisata alam sebenarnya tidak menurunkan potensi PAD Kota Yogyakarta, melainkan meningkatkan kedudukan Kota Yogyakarta sebagai pusat ekonomi pariwisata (tourism service hub). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan jumlah pengunjung bukanlah cukup untuk mengoptimalkan PAD jika tidak dapat meningkatkan kontribusi terhadap PAD dengan lebih efektif.
Dekonstruksi Linearitas Model Aida Pada Industri Kuliner Viral: Analisis Kritis Terhadap Strategi Konten Sambal Bakar Indonesia Zenitha Kurnia Putri; Faris Abdillah Faiz; Ahmad Lutfi Ramadhan; Naraya Irvan Maulana; Muhammad Fikri Firdaus; Darrell Prayata Aydin
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkritisi relevansi dan linearitas model AIDA (Awareness, Interest, Desire, Action) dalam ekosistem pemasaran digital kontemporer melalui studi kasus Sambal Bakar Indonesia oleh Benjamin Master Adhisurya atau Iben MA. Model AIDA tradisional yang secara sekuensial memetakan perjalanan konsumen kini menghadapi tantangan besar akibat percepatan algoritma media sosial yang disruptif dan didukung oleh teknologi digital. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini menganalisis bagaimana strategi pemasaran kuliner yang mengandalkan viralitas mampu mendisrupsi corong pemasaran konvensional. Temuan penelitian menunjukkan bahwa di platform seperti TikTok dan Instagram Reels, tahap Awareness sering kali berujung langsung pada Action (pembelian atau kunjungan) tanpa harus melewati fase Interest dan Desire secara mendalam. Kekuatan personal branding Iben MA menjadi faktor penentu yang membangun loyalitas pelanggan secara instan melalui hubungan emosional yang kuat di media sosial. Hal ini mengindikasikan bahwa model linear AIDA perlu di dekonstruksi dan diintegrasikan dengan delapan langkah perencanaan pemasaran konten guna mempertahankan daya saing produk di pasar yang kompetitif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam industri kreatif, tahap evaluasi dan perbaikan konten secara berkala jauh lebih krusial daripada sekadar mengikuti urutan kaku dalam proses pengambilan keputusan konsumen digital. Secara keseluruhan, strategi inovatif Sambal Bakar Indonesia memberikan perspektif baru mengenai pentingnya adaptabilitas strategi pemasaran terhadap tren industri terkini.
Analisis Penerapan Service Automation Dalam Meningkatkan Efisiensi Pelayanan Pada Angkringan Monggo Pinarak Golan Hasan; Sharfina Intan; Jacky Saputra
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor kuliner untuk mengadopsi service automation guna mempercepat dan menyederhanakan proses pelayanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan service automation dalam meningkatkan efisiensi pelayanan pada Angkringan Solo Monggo Pinarak, sebuah UMKM kuliner tradisional Jawa yang berlokasi di Kota Batam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap pemilik dan pelanggan, observasi langsung, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa service automation yang diterapkan pada usaha ini baru mencakup pembayaran nontunai berbasis QRIS, sementara sistem pemesanan digital dan aplikasi kasir (point of sale) belum diterapkan karena keterbatasan modal dan kapasitas teknis. Penerapan QRIS berkontribusi pada peningkatan efisiensi pelayanan yang ditandai dengan berkurangnya waktu transaksi dari rata-rata lima menit menjadi satu hingga dua menit per pelanggan, meningkatnya kapasitas pelayanan pada jam sibuk, serta tingginya proporsi pembayaran digital yang mencapai sekitar 80 persen dari total transaksi. Kendala yang ditemukan meliputi ketergantungan pada konektivitas internet, kesenjangan literasi digital pada segmen pelanggan tertentu, dan keterbatasan modal untuk mengembangkan digitalisasi lebih lanjut. Penelitian menyimpulkan bahwa service automation secara parsial telah terbukti relevan dalam meningkatkan efisiensi pelayanan UMKM kuliner berskala mikro, dan pengembangannya ke tahap yang lebih komprehensif memerlukan pendampingan teknis serta penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Membangun Manajemen Hubungan Pelanggan Pada UMKM Laluna Tarempa Di Kota Batam Golan Hasan; Felicia Lovely; Denise Angelia
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen hubungan pelanggan digunakan sebagai strategi dalam membangun dan mempertahankan hubungan baik dengan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Laluna Tarempa dapat membangun hubungan pelanggan secara berkelanjutan melalui strategi manajemen hubungan pelanggan. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif serta menggunakan data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi Customer Relationship Management (CRM) di Laluna Tarempa masih dilakukan secara konvensional, namun memiliki potensi besar untuk ditingkatkan melalui tahapan Acquire, Enhance, dan Retain. Penggunaan media sosial, pencatatan preferensi pelanggan, dan program loyalitas direkomendasikan untuk memperkuat hubungan pelanggan. Dengan strategi CRM yang tepat, UMKM ini dapat meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan serta daya saing di pasar kuliner lokal.
Fenomena Skincare Viral dalam Perspektif Hukum: Risiko dan Perlindungan Konsumen Nurhidayah Taha; Alfina S; Verawati Verawati
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.14559

Abstract

Perkembangan media sosial telah melahirkan fenomena skincare viral yang secara signifikan memengaruhi perilaku konsumsi masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda. Produk skincare yang menjadi viral sering dipromosikan melalui influencer dan konten digital dengan klaim manfaat yang menarik, namun tidak selalu disertai informasi yang akurat mengenai keamanan, kualitas, dan legalitas produk. Kondisi ini menimbulkan berbagai risiko bagi konsumen, mulai dari risiko kesehatan akibat penggunaan produk yang tidak memenuhi standar, kerugian ekonomi, tekanan psikologis akibat standar kecantikan yang tidak realistis, hingga potensi sengketa hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena skincare viral dalam perspektif hukum perlindungan konsumen, khususnya berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen serta peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan terkait kosmetik. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi yang ada telah memberikan dasar hukum yang kuat untuk melindungi konsumen, namun tantangan utama terletak pada lemahnya kesadaran hukum masyarakat dan pengawasan terhadap promosi digital yang masif. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan literasi hukum konsumen, tanggung jawab pelaku usaha, serta penegakan hukum yang efektif guna meminimalkan risiko dan mewujudkan perlindungan konsumen yang optimal di era digital.
ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERN DANA BOS (BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH) PADA SEKOLAH DASAR NEGERI BEURINGEN KECAMATAN PEUREULAK BARAT KABUPATEN ACEH TIMUR Raudhatul Ullya; Eva Susanti; Rusnaidi Rusnaidi
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.14560

Abstract

This research aims to analyze the Internal Control System (ICS) for the management of School Operational Assistance (BOS) funds at State Elementary School (SDN) Beuringen, West Pereulak District, East Aceh Regency, based on the COSO and SPIP frameworks. The study employed a qualitative descriptive method, with data collected through observation, interviews, and documentation. The results indicate that the ICS has been implemented quite effectively, characterized by clear division of duties, routine risk assessment, proper transaction documentation, open communication, and internal monitoring. Although the ICS is deemed successful in supporting transparent and accountable BOS fund management, the research recommends the necessity of improving human resource capacity and the ability to rapidly adjust to regulatory changes to strengthen the system's future effectiveness.
Pengaruh Early Mobilization Terhadap Peningkatan SpO2 dan RR Pasien Post Operasi General Anestesi di Recovery Room Vini Anjelia Pattinaja; Maria Delviana Nurdiani; Eva Ria Sentika
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.14562

Abstract

Early mobilization merupakan intervensi keperawatan untuk mempercepat pemulihan pasien pasca operasi dengan anestesi umum, terutama dalam meningkatkan fungsi respirasi. Pasien berisiko mengalami penurunan saturasi oksigen dan perubahan frekuensi napas. Pedoman Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) merekomendasikan mobilisasi dalam 24 jam pertama setelah operasi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh early mobilization terhadap saturasi oksigen dan frekuensi napas pada pasien pasca operasi dengan anestesi umum. Metode: Desain pre-eksperimental one group pretest-posttest design. Sampel sebanyak 33 pasien melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dan pengukuran SpO2 menggunakan pulse oximeter dan RR sebelum dan sesudah intervensi. Analisis menggunakan uji Paired T-Test. Hasil penelitian menunjukan sebelum intervensi, seluruh responden memiliki SpO2 <95% dan sebanyak 57,6% mengalami takipnea. Setelah early mobilization, seluruh responden mencapai SpO2 ≥95% dan RR dalama batas normal. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p=0,000 (p<0,05). Early mobilization efektif meningkatkan saturasi oksigen dan memperbaiki frekuensi napas, sehingga direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan untuk mempercepat pemulihan fungsi respirasi.
Upaya Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Di Kabupaten Toba Pasca Event F1H2O 2025 Heri S. Simanjuntak; Ade Putera Arif Panjaitan; Apriliana Lase; Rusmauli Simbolon; Wolter Parlindungan Silalahi
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the state of sustainable tourism development in Toba Regency after the 2025 F1H2O Event, explain the efforts made by the Toba Regency Culture and Tourism Office and the Mulia Raja Napitupulu Foundation, and examine the supporting and inhibiting factors in the development process. The study used a descriptive qualitative method with data collection techniques including observation, in-depth interviews, and documentation. Data validity was tested through triangulation of sources, techniques, and time, and analyzed using an interactive analysis model. The results show three main findings. First, tourist visits in the first and second years of F1H2O experienced a significant increase, but in 2025, there was a decline due to inadequate preparation and the disruption of road access due to natural disasters that struck North Sumatra, which impacted Lake Toba. Nevertheless, this event brought positive changes in the form of increased human resource capacity, the creation of new jobs, and the increasing international recognition of Lake Toba. Second, post-event tourism development efforts were carried out through programs by the Department of Culture and Tourism, including cultural festivals, sporting events, digital promotions, and the opening of new tourist destinations; as well as efforts by venue management through facility improvements, human resource training, and the preservation of Toba Batak culture. Third, supporting factors included the natural beauty of Lake Toba, central government infrastructure support, international promotion, and local community involvement. Inhibiting factors included unresolved land disputes, low public tourism awareness, minimal ongoing training, suboptimal coordination between stakeholders, and limited post-event budgets.