cover
Contact Name
Munawwir Hadwijaya
Contact Email
mr.awinwijaya@gmail.com
Phone
+6281333027167
Journal Mail Official
mr.awinwijaya@gmail.com
Editorial Address
Jl. Arjuno I/1172
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Published by ANFA MEDIATAMA
ISSN : -     EISSN : 29617693     DOI : https://doi.org/10.572349/relinesia
Core Subject : Religion,
Relinesia: Jurnal Studi Agama dan Multikulturalisme Indonesia diterbitkan dua kali setahun pada bulan Januari dan Juli, terdaftar dengan ISSN 2961-7693. Jurnal ini memfokuskan ruang lingkupnya pada isu-isu Agama di Indonesia dan Kajian Multikulturalisme. Jurnal ini menerbitkan penelitian empiris dan teoritis berkualitas tinggi yang mencakup semua aspek Agama dan Multikulturalisme Indonesia. Deradikalisasi Pendidikan Agama, Filsafat Pendidikan Agama, Kebijakan Pendidikan Agama, Gender dan Pendidikan Agama, Perbandingan Agama, dan Multikulturalisme.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 395 Documents
ANALISIS TEOLOGI PRAKTIK PERJUDIAN ONLINE DALAM PERSPEKTIF AMSAL 20:21 Alfitri Yanti Upa; Martha Na'lang; Rensi Nelpira
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 1 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perjudian online kian marak di era digital saat ini, menjadi permasalahan sosial yang mengkhawatirkan. Praktik ini berpotensi mengikis moral dan nilai-nilai luhur, serta menjerat generasi muda dalam kecanduan dan kerugian finansial. Hal ini bertentangan dengan ajaran agama Kristen yang melarang perjudian karena bertentangan dengan prinsip-prinsip moral dan pengelolaan harta secara benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik perjudian online dari sudut pandang teologis dengan menganalisis relevansinya terhadap Amsal 20:21 yang memperingatkan tentang tidak memberkati harta yang diperoleh dengan cara tidak semestinya, serta memberikan pemahaman utuh mengenai perjudian online dalam konteks kebenaran Alkitab sebagai pedoman hidup kekristenan. Jenis penelitian ini adalah kajian pustaka (literature review) dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber tertulis terkait perjudian online dan perspektif teologis. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik perjudian online slot bertentangan dengan prinsip-prinsip Alkitab dalam pengurusan harta, sebagaimana diingatkan dalam Amsal 20:21. Dalam konteks kebenaran Alkitab, perjudian online merupakan hal yang bertentangan dengan ajaran Kristen karena mengandung keserakahan, ketamakan, dan mencari keuntungan dengan cara yang tidak benar. Gereja dan pemimpin Kristen perlu meningkatkan kesadaran dan pendidikan tentang bahaya perjudian online, serta menyusun strategi untuk memberdayakan umat Kristen agar dapat mengenali dan menghindari kejahatan perjudian di dunia maya. Pengembangan program konseling dan kelompok dukungan juga penting, serta kolaborasi dengan pemerintah dan lembaga terkait untuk memperkuat regulasi dan kontrol terhadap industri perjudian online.
PERSPEKTIF TEOLOGIS TERHADAP BENCANA ALAM TANAH LONGSOR DI TANA TORAJA TAHUN 2024 DALAM TERANG ALKITAB Riswanto; Panarampoan, Susanti; Bunna, Marliani
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 1 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v3i1.1818

Abstract

Bencana alam tanah longsor yang melanda Tana Toraja pada tahun 2024 menimbulkan korban jiwa dan kerusakan material yang parah. Peristiwa tragis ini memunculkan pertanyaan dalam perspektif iman Kristen tentang makna teologis di balik bencana tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kemungkinan bencana tanah longsor sebagai hukuman atas dosa manusia, tanda kehadiran dan kekuasaan Allah yang agung, serta tanda akhir zaman menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Selain itu, penelitian ini juga memberikan panduan bagi umat Kristen untuk mengambil pelajaran berharga dari tragedi ini demi mendekatkan diri kepada Allah. Metodologi yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan sumber data utama yaitu Alkitab dan sumber-sumber sekunder terkait. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kajian pustaka, dan analisis data menggunakan model Huberman & Miles. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa bencana tanah longsor di Tana Toraja dapat dipandang sebagai hukuman atas dosa manusia, tanda kehadiran dan kekuasaan Allah, serta indikasi tanda-tanda akhir zaman. Selain itu, umat Kristen diimbau untuk semakin bergantung kepada Tuhan, menghadapi pencobaan dengan iman yang teguh, dan menyerahkan kekhawatiran kepada pemeliharaan-Nya. Dengan demikian, tragedi ini menjadi pelajaran berharga bagi umat Kristen untuk mendekatkan diri kepada Allah di tengah situasi sulit.
MENELUSURI ASBABUN NUZUL DALAM KEPEMIMPINAN ISLAM Al Faruq, Umar; Ramadhani, Intania Rafi’ah; Fahrozi, Fergyazicco Achmed; Humairoh, Nur
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-qur’an sebagai kitab suci dan petunjuk bagi manusia memiliki peranan yang penting di dalam setiap sendi-sendi kehidupan manusia untuk memberikan petunjuk, solusi, serta penyelesaian masalah. Al-qur’an tidak bisa dimaknai atau diartikan secara langsung dari ayatnya saja karena hal tersebut bisa jadi akan salah paham dalam memaknai isi kandungan dalam al-qur’an. Bahasa al-qur’an yang begitu indah harus dimaknai dengan menggunakan suatu ilmu salah satunya adalah asbab al-nuzul. Tujuan penelitian ini ditujukan untuk mengetahui dan memahami asbab al-nuzul baik dari segi definisi, macam-macam, ungkapan, serta urgensi pada kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan historiografi. Bagian penting dari setiap penelitian kualitatif adalah tinjauan pustaka, yang mencakup pembacaan dan analisis berbagai karya terbitan mengenai subjek tersebut. Asbab al-nuzul merupakan sebab-sebab turunnya ayat al-qur’an. Asbab al-nuzul dibagi menjadi dua yaitu ditinjau dari bentuk yang menjadi latar belakang dan jumlah sebab ayat diturunkan, seperti Ta'addud As-Sabab wa Nazil Al-Wahid dan Ta’addud an-Nazil wa al-Asbab Wahid. Asbab al-nuzul diungkapkan secara sarih (jelas) dan muhtamilah (tidak jelas/ragu-ragu). Dalam mempelajari asbab al-nuzul terdapat berbagai macam urgensi penting salah satunya untuk membantu memahami makna al-qur’an secara mendalam. Keterlibatan antara al-qur’an dan asbab al-nuzul dalam memahami ayat – ayat tentang kepemimpinan.
ANALISIS PENGARUH MEDIA SOSIAL DAN PLATFORM DIGITAL TERHADAP PEMAHAMAN AGAMA ISLAM DI KALANGAN GENERASI Z Zuhri, Saifuddin; Sakdiah, Sela Halimatus; Faizah , Farah; Kasih, Rahmatullah Annafi Titian; Pratiwi, Eka Asa Setyaning; Dewi, Mutiara Shinta
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mayoritas responden menggunakan platform Tiktok, yang menawarkan beragam konten dan pembelajaran mengenai agama Islam. Namun, meskipun media sosial memfasilitasi akses informasi tentang agama, generasi Z mengalami kesulitan membedakan informasi benar dan salah tentang agama Islam di media sosial, dan sering mendapatkan informasi yang bertentangan. Hal ini dapat menimbulkan dampak negatif seperti kesalahpahaman, keraguan, polarisasi, dan bahkan radikalisme. Generasi Z menyadari pentingnya literasi digital sebelum mengonsumsi informasi tentang agama Islam di media sosial dan platform digital. Oleh karena itu, perlu adanya edukasi literasi digital, penyediaan konten agama yang benar, dan dialog edukasi yang berkelanjutan untuk membantu generasi Z memahami agama Islam secara komprehensif dan kontekstual. Penting bagi generasi Z untuk menggunakan media sosial dan platform digital secara bertanggung jawab dan bijak dalam mempelajari agama Islam. Upaya edukasi dan penyediaan konten yang kredibel perlu dilakukan untuk membantu generasi Z memahami agama Islam dengan lebih baik.
Dakwah Video Pendek: Sebuah Analisis Peranan Dakwah Digital terhadap Pemahaman Nilai-Nilai Islam bagi Gen Z Asri Sri Rejeki; Muhammad Adam Khayla Prayoga; Muhammad Aji Al-Fauzan; Shafira Rizky Anzani; Talitha Alzena; Edi Suresman
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan digitalisasi seluruh aspek kehidupan semakin meningkat pesat pada perkembangan Industri 4.0, salah satunya terhadap penyebaran ajaran-ajaran agama islam melalui Dakwah. Dakwah digital menjadi hal yang lumrah ditemui bagi kalangan anak muda, terutama Generasi Z yang hidup ditengah tantangan zaman yang semakin rumit. Artikel ini ditulis untuk mengetahui bagaimana konten dakwah berbentuk video pendek dikalangan Generasi Z mempengaruhi pemahaman terhadap nilai-nilai islam dalam kehidupan sehari-hari. Pandangan dan peran dakwah digital yang berasal dari platform seperti TikTok, YouTube Shorts, Twitter, dan Instagram Reels bertujuan untuk dipahami dalam penelitian ini. Sampel dari penelitian ini berasal dari Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Universitas Pendidikan Indonesia berjumlah 88 orang dari angkatan 2020 hingga 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuisioner. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara dakwah digital dengan pemahaman nilai-nilai islam. Pembahasan dari penelitian ini menyoroti persepsi, kepercayaan dan partisipasi dalam konten dakwah digital secara positif memengaruhi pemahaman nilai-nilai islam dan menunjukkan pentingnya dakwah digital memberikan wawasan baru bagi generasi Z untuk menerapkan nilai-nilai agama.
HUBUNGAN ANTARA IDENTITAS ISLAM DAN AKTIVISME MAHASISWA DALAM KERANGKA DEMOKRASI: STUDI KASUS MAHASISWA FPEB UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA Suryanovianti, Elsa; Armayra , Miza; Raihan , Muhammad; Simangunsong, Naomi Oktavia; Syahidah , Nasywa; Suresman , Edi
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v3i2.1867

Abstract

Mahasiswa sering kali muncul sebagai kekuatan utama dalam memperjuangkan perubahan sosial, politik, dan ekonomi, terutama dalam masyarakat yang berdemokrasi. Hal ini tentu harus diimbangi dengan pengetahuan individu mengenai ajaran dan nilai-nilai islam agar aktivitas yang dilakukan tetap sesuai ajaran agama yang telah ditentukan. Identitas Islam tidak hanya merujuk pada keyakinan keagamaan personal, tetapi juga melibatkan pengalaman budaya, politik, dan sosial yang ditafsirkan melalui perspektif agama Islam. Bagi sebagian mahasiswa, identitas Islam memainkan peran kunci dalam membentuk sikap dan tindakan politik mereka. Konsep-konsep seperti keadilan, kebebasan, dan solidaritas sosial yang diperintahkan ajaran Islam sering menjadi sumber motivasi mahasiswa untuk terlibat aktivisme.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menjelajahi hubungan antara identitas aktivisme mahasiswa dan Islam dalam konteks kerangka demokrasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif yang menjelaskan hasil dari jawaban yang didapatkan melalui penyebaran kuisioner melalui google form dengan sampel penelitian yaitu 100 responden yang merupakan Mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan kuat antara identitas islam dengan aktivisme mahasiswa. Mahasiswa setuju bahwa identitas islam membentuk sikap, dan tindakan politik sebagai mahasiswa. Identitas islam juga menjadi sumber keberagaman dan diakui dalam aktivisme mahasiswa. Serta segala aktivisme mahasiswa yang berlandaskan identitas islam bersifat positif.
PRAKTIK SESAJEN DALAM TRADISI BUDAYA INDONESIA TERHADAP HUKUM ISLAM: BAGAIMANA PERSPEKTIF MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI Putri, Mega Renanda; Yusman , Rannisa Aliya; Farid , Reynaldi; Anggraeni , Septianesa; Ismawati , Yuliani; Suresman , Edi
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v3i2.1868

Abstract

Sesajen merupakan budaya turun temurun yang mengakar di masyarakat indonesia, banyak sekali spekulasi dari masyarakat mengenai budaya sesajen dengan hukum agama mayoritas di Indonesia. Dalam penelitian ini penulis ingin melihat perspektif mahasiswa pendidikan akuntansi universitas pendidikan akuntansi terhadap budaya sesajen dalam lingkup hukum islam, cara penulis dapat mengetahui hal tersebut adalah dengan cara dilakukannya pendekatan kualitatif serta teknik pengumpulan data berupa kuesioner dan wawancara, dengan jumlah sampel sebanyak 68 orang. Temuan dari penelitian ini adalah dimana seluruh mahasiswa pendidikan akuntansi mengetahui budaya sesajen yang ada di Indonesia, serta sebanyak 7% pernah turut berpartisipasi dalam budaya tersebut, dan sebanyak 98% mahasiswa pendidikan akuntansi tidak setuju dengan anggapan bahwa sesajen selaras dengan hukum islam.
PERAN STRATEGIS LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM DI ERA MODERN DENGAN MENJEMBATANI TRADISI INOVASI Vanya, Aprella Alivia; Fauzi, Nadhifa Azqia; Nova, Wanda Putri; Amrillah, Rizki
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The role of Islamic educational institutions in the modern era is pivotal, acting as a bridge between tradition and innovation. Through a comprehensive literature review, this study sheds light on the strategic significance of these institutions in integrating technological advancements while preserving traditional Islamic teaching methodologies. Embracing e-learning platforms, digital applications, and social media, these institutions have facilitated remote learning, particularly during the COVID-19 pandemic. However, they also uphold traditional methods like halaqah and talaqqi, which foster deep and personal learning environments. Furthermore, the curriculum has evolved to incorporate modern sciences alongside religious studies, aiming to produce graduates equipped with both religious knowledge and relevant skills for the contemporary job market. Additionally, Islamic educational institutions address contemporary social issues such as radicalism and social injustice, fostering a holistic approach to education. The study emphasizes the importance of continuous professional development for educators, active community involvement, and dynamic curriculum evaluation to ensure relevance and effectiveness in preparing students for the challenges of the modern world.
URGENSI MEMPELAJARI TAFSIR KONTEMPORER DAN HERMEUNETIKA AL-QURAN SEBAGAI BASIS PEMAHAMAN AL-QURAN Al-Faruq, Umar; Nabilatunnuha, Nabilatunnuha; Ristiyantutik, Ristiyantutik; Wijaya , Lutfiani Ratna
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur'an AL-Karim adalah sumber hukum pertama atau sebagai rujukan pertama umat islam dalam menjalani kehidupannya. Di dalam al-quran dipelajari lebih lanjut mengandung makna, rahasia, dan pengamalan apa yang terkandung di dalamnya, tapi setiap manusia memiliki kemampuan yang berbeda dalam memahami maknanya. Jika kalangan awam hanya dapat memahami makna-makna lahinya dan bersifat global ,jika kalangan cedekiawan akan memahami secara detail, dan mengulik hal yang tersembunyi didalamya. Dan itu disebut proses tafsir, metode tafsir seiring perkembangan zaman akan menyesuaikan diri dengan zaman yang terus berkembang. Dalam pembuatan jurnal ini kami memakai metode pennelitian studi literatur dan juga studi kepustakaan, dengan memanfaatkan jurnal online ilmiah dan juga buku. Dan hasil penelitian yang kami dapatkan bahwa hermenutika itu boleh digunakan dan masih diperdebatkan dan tidak serta merta asal digunakan dalam menafsirkan al-quran.
QIRA’ATUL QUR’AN Al-Faruq, Umar; Ulinnuha , Ahsin Haris; Al-Ghazy , Rafi Hara Jinan; Choliq, Adam Naufal A’mar; Alfadilah , Firda Putri
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v3i2.1878

Abstract

Qira'atul Quran, atau bacaan Al-Quran, adalah aspek fundamental dalam tradisi dan ibadah Islam. Ini mencakup seni dan ilmu membaca Al-Quran dengan mematuhi aturan-aturan tertentu dalam pengucapan, intonasi, dan ritme. Praktik ini memiliki makna yang sangat besar dalam budaya Islam, karena dipercaya dapat menyampaikan pesan ilahi Al-Quran dengan ketepatan dan keindahan, Studi Qira'atul Quran melibatkan penguasaan berbagai mode bacaan (qira'at) yang telah disampaikan melalui tradisi lisan dari Nabi Muhammad (saw) kepada para sahabatnya dan generasi-generasi berikutnya. Setiap mode bacaan memiliki serangkaian aturan dan karakteristiknya sendiri, yang dijaga dan dipelajari secara cermat oleh para ulama ilmu Al-Quran, Qira'atul Quran tidak hanya berperan dalam menjaga integritas linguistik dan estetika Al-Quran, tetapi juga sebagai praktik spiritual bagi umat Islam. Membaca Al-Quran dengan pengucapan dan gaya bacaan yang benar dianggap sebagai tindakan ibadah dan pengabdian, yang diyakini membawa penyucian spiritual dan berkah bagi pembacanya.