cover
Contact Name
Azka Muharam
Contact Email
azkamuharam30@gmail.com
Phone
+6287817753084
Journal Mail Official
rivierajmi@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Palm Asri Pasalakan Blok C Nomor 5 Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Multidisiplin Indonesia
Published by Riviera Publishing
ISSN : 29649048     EISSN : 29632900     DOI : 10.58344
Journal Multidisiplin Indonesia is an national /scientific journal, double-blind peer-reviewed, open acces journal published monthly by CV Riviera Publishing. Journal Multidisiplin Indonesia provides a means for ongoing discussion of relevant issues that fall within the focus and scope of the journal that can be empirically examined. The journal publishes research articles covering all aspects of social sciences, ranging from Management, Education, Economics, Culture, Law and Sains that belong to the social context
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 797 Documents
Analisis Tekno Ekonomi Pemasangan Variable Speed Drive pada Motor Turbine Cooling Air di PLTGU Muara Karang Muhamad Rafif Herdafa; Agus Indarto
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 9 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i9.2907

Abstract

PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Muara Karang merupakan pembangkit strategis yang memasok kebutuhan listrik vital di DKI Jakarta. Pada unit PLTGU, sistem Turbine Cooling Air (TCA) berperan menjaga temperatur udara pendingin blade turbin gas M701F. Gangguan berupa putus atau lepasnya fan belt motor TCA dapat menyebabkan fan tidak berputar meskipun motor tetap beroperasi, sehingga pendinginan blade menjadi tidak optimal dan berpotensi memicu runback pada unit. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan teknis dan ekonomi pemasangan Variable Speed Drive (VSD) pada motor TCA sebagai upaya mengurangi gangguan fan belt dan dampak kehilangan produksi. Metode penelitian meliputi analisis data operasi dan pemeliharaan selama sepuluh tahun, simulasi dinamik dilakukan dengan membandingkan pengasutan Direct on Line (DOL) dan VSD, serta analisis ekonomi menggunakan Net Present Value, Internal Rate of Return, dan Payback Period. Hasil simulasi menunjukkan bahwa VSD menurunkan arus maksimum dari 101,08 A menjadi 22,72 A atau sebesar 77,53%, serta menurunkan torsi maksimum dari 218,73 Nm menjadi 79,51 Nm atau sebesar 63,65%. VSD juga menghasilkan akselerasi yang lebih lembut dan menurunkan energi selama proses starting sebesar 80,29%. Secara ekonomi, investasi menghasilkan NPV sebesar Rp130.476.717,68, IRR sebesar 23%, dan Payback Period selama 2,53 tahun. Dengan demikian, pemasangan VSD dinilai layak secara teknis dan ekonomi untuk meningkatkan keandalan motor TCA serta mengurangi potensi kehilangan produksi.
Penerapan Value Engineering Menuju Standar American Association of Zoo and Aquarium Veterinarians pada Rumah Sakit Satwa Taman Safari Bogor Rega Hangasta Gienputra; Suryawan Murtiadi; Fitri Suryani
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 9 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i9.2912

Abstract

Pembangunan Rumah Sakit Satwa Taman Safari Bogor memerlukan standar teknis yang mampu menjamin keselamatan satwa dan efisiensi operasional. Diperlukan evaluasi terhadap kesesuaian desain bangunan dengan standar American Association of Zoo Veterinarians (AAZV) melalui pendekatan Value Engineering (VE). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi komponen pekerjaan yang berpotensi dilakukan Rekayasa Nilai, menganalisis alasan penggunaan standar AAZV dibandingkan SNI 9184:2023. VE digunakan untuk menghitung efisiensi biaya yang diperoleh tanpa mengurangi fungsi dan mutu bangunan. Melalui tahapan Value Engineering yang meliputi informasi, analisis fungsi, kreativitas, evaluasi, pengembangan, dan presentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AAZV dipilih sebagai acuan utama karena memberikan pedoman teknis yang lebih rinci terkait material, sanitasi, dan desain fasilitas veteriner. SNI 9184:2023 lebih berfokus pada aspek pelayanan dan operasional. Berdasarkan analisis Pareto, komponen yang menjadi fokus VE adalah pekerjaan dinding, keramik, kusen pintu dan jendela. Hasil analisis Life Cycle Cost menunjukkan alternatif terbaik berupa penggunaan dinding bata ringan, pelapis lantai epoxy, kusen pintu dan jendela UPVC. Implementasi alternatif tersebut menghasilkan penghematan biaya kumulatif sebesar Rp1.052.830.882 atau 12,3% dari nilai Rencana Anggaran Biaya (RAB) awal sebesar Rp8.562.045.632. Dengan tetap mempertahankan fungsi primer, mutu, dan kesesuaian terhadap standar AAZV, sehingga mampu meningkatkan nilai proyek secara teknis dan ekonomis.
Analisis Isi Komunikasi Nonverbal pada Film Mission: Impossible – Dead Reckoning Part One Zikri Maulana
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 9 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i9.2913

Abstract

Film sebagai media audiovisual menyampaikan makna melalui dialog sekaligus perilaku tubuh, ekspresi wajah, tatapan, dan gerak yang menyertai interaksi antartokoh. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk serta menafsirkan makna komunikasi nonverbal dalam film Mission: Impossible Dead Reckoning Part One dengan menggunakan kategori kinesik Paul Ekman dan Wallace V. Friesen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis isi komunikasi nonverbal. Data primer berasal dari film berdurasi 2 jam 46 menit, data sekunder diperoleh melalui buku, jurnal, dan sumber tertulis yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan berulang terhadap film, studi literatur, dan dokumentasi berupa tangkapan layar adegan. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 14 adegan yang terdokumentasi dan dapat diklasifikasikan ke dalam lima kategori komunikasi nonverbal, yaitu emblem, illustrator, penampilan afeksi, regulator, dan adaptor. Emblem digunakan sebagai pengganti pesan verbal, illustrator berfungsi memperkuat pesan yang disampaikan, penampilan afeksi menggambarkan kondisi emosional tokoh, regulator membantu mengatur jalannya interaksi, sedangkan adaptor menunjukkan respons tubuh terhadap tekanan atau ketegangan. Temuan ini menunjukkan bahwa komunikasi nonverbal memiliki peran penting dalam memperjelas pesan, membangun emosi, dan memperkuat makna adegan dalam film Mission: Impossible Dead Reckoning Part One. Penelitian ini juga memperlihatkan bahwa analisis kinesik dapat digunakan untuk memahami cara bahasa tubuh dan ekspresi tokoh mendukung penyampaian pesan dalam narasi film aksi.
Analisis Statistik dan Strategi Mitigasi Gangguan Transmisi Akibat Sambaran Petir Berbasis Data Historis UPT Bandung Tahun 2021–2025 Ega Satriyo Utomo; Widya Nita Suliyanti
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 9 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i9.2914

Abstract

Sambaran petir merupakan salah satu penyebab gangguan pada saluran transmisi yang memengaruhi keandalan sistem tenaga listrik. Penelitian ini menganalisis hubungan sambaran petir dan gangguan transmisi 150 kV PT PLN (Persero) UPT Bandung periode 2021–2025 serta mengevaluasi pengaruh karakteristik menara menggunakan Electro-Geometric Model (EGM). Analisis dilakukan berdasarkan data historis dan simulasi pada tiga tower representatif, yaitu T-047, T-032, dan T-018, dengan parameter Back Flashover Rate (BFR), Back Flashover Outage Rate (BFOR), Shielding Failure Rate (SFR), dan Shielding Failure Flashover Outage Rate (SFFOR). Hasil analisis menunjukkan rata-rata sambaran petir sebesar 158.942,8 kejadian/tahun dan gangguan sebesar 19,2 kejadian/tahun, dengan hubungan keduanya berada pada kategori sedang. Hasil simulasi menunjukkan BFR berturut-turut sebesar 141,4; 163,3; dan 121,6 gangguan/100 km/tahun untuk T-047, T-032, dan T-018, sedangkan BFOR masing-masing sebesar 74,90; 17,16; dan 4,64 gangguan/100 km/tahun. Nilai SFR sebesar 0,331; 0,942; dan 0,393, sedangkan SFFOR sebesar 0,324; 0,933; dan 0,387 gangguan/100 km/tahun. Total gangguan tertinggi terdapat pada T-047 sebesar 75,22 gangguan/100 km/tahun, sehingga menjadi prioritas mitigasi. Strategi yang direkomendasikan meliputi perbaikan sistem pentanahan dengan target tahanan <5 ?, evaluasi konfigurasi shield wire pada T-032, optimalisasi lightning arrester, serta inspeksi dan pemeliharaan berbasis kondisi, dengan prioritas inspeksi sebelum periode musim hujan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pentanahan menjadi prioritas utama karena nilai BFOR secara konsisten lebih tinggi dibandingkan SFFOR.
Karakteristik dan Potensi Terapi Regeneratif Sel Punca pada Penyakit Paru Yogi Himawan; Fenty Anggrainy; Sabrina Ermayanti
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 9 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i9.2915

Abstract

Penyakit paru seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), idiopathic pulmonary fibrosis (IPF), cystic fibrosis (CF), COVID-19, dan acute respiratory distress syndrome (ARDS) masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas secara global. Sel punca memiliki kemampuan memperbarui diri (self-renewal) dan berdiferensiasi menjadi berbagai jenis sel, sehingga berpotensi dimanfaatkan dalam terapi regeneratif paru. Tinjauan pustaka naratif ini bertujuan merangkum klasifikasi sel punca paru serta potensi dan tantangan aplikasi klinisnya pada penyakit paru. Penelusuran literatur dilakukan pada basis data PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar menggunakan kata kunci terkait sel punca paru dan penyakit paru yang relevan. Berdasarkan asalnya, sel punca terdiri atas sel punca embrionik, dewasa, dan perinatal. Pada paru, populasi utama yang berperan dalam regenerasi jaringan meliputi basal stem cells (BSC), mesenchymal stem cells (MSC), dan induced pluripotent stem cells (iPSC). Berbagai penelitian menunjukkan bahwa terapi sel punca, terutama MSC, dapat mengurangi inflamasi, memperbaiki kerusakan jaringan, dan mendukung pemulihan fungsi paru pada PPOK, CF, IPF, COVID-19, serta ARDS, meskipun mayoritas bukti masih berasal dari uji klinis fase I/II berskala kecil. Penerapan klinisnya masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya efisiensi engraftment, heterogenitas donor, serta keterbatasan bukti uji klinis fase lanjut. Diperlukan penelitian dan uji klinis berskala besar lebih lanjut sebelum terapi sel punca dapat diterapkan secara luas dalam tata laksana penyakit paru.
The Effect of the Frequency of Artificial Intelligence (AI) Use on the Critical Thinking Ability of Junior and Senior High School Students in Medan City Nadilla Fatimah Nasution; Berlin Sibarani
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 9 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i9.2918

Abstract

The development of generative artificial intelligence has transformed the way learners interact with information in educational contexts; however, its impact on critical thinking skills remains debated. This study aimed to analyze the effect of artificial intelligence (AI) use frequency on the critical thinking abilities of junior and senior high school students in Medan City. This study employed a quantitative approach with a correlation-regression survey design. The sample consisted of 50 students from 16 schools in Medan City who were selected using purposive sampling, comprising 25 junior high school students and 25 senior high school students with a balanced gender composition. The frequency of AI use was measured using the Technology Acceptance Model (TAM) framework developed by Davis (1989), consisting of six statements, while critical thinking ability was measured using Facione’s (1990) six dimensions through 18 statements on a 5-point Likert scale. Data analysis was conducted using the Shapiro–Wilk normality test, linearity test, Pearson correlation test, and simple linear regression analysis. The results showed a positive and significant effect of AI use frequency on students’ critical thinking abilities (r = 0.888, p < .001, R² = 0.789), indicating that AI use frequency explained 78.9% of the variance in students’ critical thinking abilities. Among the six dimensions of critical thinking, the explanation dimension recorded the lowest mean score (3.07), indicating that students still experienced difficulties in reinterpreting information generated by AI using their own words. This study concluded that active and reflective AI use has the potential to support the development of critical thinking abilities among students at the secondary education level.
Penentuan Prioritas Pengembangan Koridor Jalan Perkotaan di Kota Depok Berbasis Livable Street Menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP) Teguh Iswahyudi; Endang Widjajanti
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 9 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i9.2922

Abstract

Perkembangan wilayah metropolitan telah mengubah fungsi jalan perkotaan dari prasarana lalu lintas menjadi ruang kota yang memengaruhi kualitas hidup. Penelitian ini menentukan prioritas pengembangan enam koridor jalan perkotaan di Kota Depok berdasarkan konsep Livable Street. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-evaluatif dengan dukungan observasi dan studi dokumen. Validasi isi oleh 15 ahli menghasilkan Aiken's V agregat 0,858 dan seluruh 30 elemen memenuhi V > 0,80. AHP digunakan untuk membobotkan enam kriteria dan 24 subkriteria, sedangkan koridor diperingkat melalui expert rating berbobot AHP. Keamanan dan keselamatan memperoleh bobot tertinggi 0,3570. Margonda Raya menempati prioritas pertama dengan skor 0,1960, diikuti Sawangan-Dewi Sartika 0,1722 dan Ir. H. Juanda 0,1618. Hasil penelitian mendukung penyusunan program keselamatan, konektivitas pedestrian, aksesibilitas, DED, koordinasi utilitas, dan tahapan pembangunan indikatif. Hasil pemeringkatan dapat menjadi dasar awal pengembangan infrastruktur jalan dalam perspektif Manajemen Konstruksi, dengan Margonda Raya diarahkan sebagai prioritas jangka pendek, sedangkan koridor lainnya dilaksanakan secara bertahap sesuai tingkat prioritas.
Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Miniatur Tempat Pemungutan Suara untuk Meningkatkan Kesadaran Demokrasi Siswa (Studi Quasi Eksperimen Pada Siswa SMK Negeri 1 Kaligondang) Ari Budi Prihandoko; Elly Hasan Sadeli
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 9 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i9.2923

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kesadaran demokrasi siswa yang tercermin dari pemahaman, sikap, dan perilaku demokratis yang terbatas akibat pembelajaran yang masih berorientasi pada teori. Penggunaan media pembelajaran Miniatur Tempat Pemungutan Suara (TPS) dipilih sebagai inovasi pembelajaran berbasis pengalaman untuk memberikan simulasi proses demokrasi secara nyata kepada siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan media pembelajaran Miniatur TPS terhadap peningkatan kesadaran demokrasi siswa yang meliputi aspek pengetahuan, pemahaman, sikap, dan perilaku demokrasi. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen (quasi experimental) dengan desain pretest-posttest control group design. Penelitian dilaksanakan pada siswa kelas XI SMK Negeri 1 Kaligondang yang terdiri atas kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes, angket, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial melalui uji normalitas, uji paired sample t-test, serta independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran Miniatur TPS memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap peningkatan kesadaran demokrasi siswa pada seluruh aspek yang diteliti. Dibandingkan kelas kontrol, kelas eksperimen menunjukkan peningkatan yang lebih signifikan setelah memperoleh pembelajaran menggunakan media Miniatur TPS. Media ini terbukti mampu memberikan pengalaman belajar yang konkret, meningkatkan keterlibatan aktif siswa, menghubungkan konsep demokrasi dengan praktik pemilu, serta menumbuhkan sikap tanggung jawab, kerja sama, kejujuran, dan partisipasi demokratis. Disimpulkan bahwa media pembelajaran Miniatur Tempat Pemungutan Suara (TPS) efektif dalam meningkatkan kesadaran demokrasi siswa dan layak dijadikan alternatif media pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, khususnya pada materi demokrasi dan pemilu, untuk mempersiapkan siswa sebagai pemilih pemula yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.
Evaluasi Kinerja Tenaga Pemeriksa Jembatan Kereta Api Lintas Purwakarta – Padalarang Tahun 2025 Agus Erianto; Endang Widjajanti
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 9 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i9.2927

Abstract

liharaan jembatan kereta api sangat bergantung pada kecukupan dan kinerja tenaga pemeriksa di lapangan, sementara kajian yang secara kuantitatif mengevaluasi hubungan antara jumlah tenaga dan beban kerja pemeriksaan jembatan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja tenaga pemeriksa jembatan kereta api di lintas Purwakarta–Padalarang, Daerah Operasi 2 Bandung, pada tahun 2025, ditinjau dari efektivitas, produktivitas, dan efisiensi, serta membandingkan kebutuhan tenaga aktual dengan standar dalam SOP Pemeriksaan Jembatan DJKA 2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder dari dokumen resmi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi PT KAI Persero serta lembar kerja dan foto dokumentasi pemeriksaan periode Januari–Desember 2025, yang dianalisis menggunakan workload analysis dan pivot table. Objek penelitian mencakup 268 unit jembatan (45 jembatan baja, 11 jembatan beton, dan 212 jembatan kecil) yang ditangani oleh 7 tenaga pemeriksa. Hasil penelitian menunjukkan tingkat cakupan pemeriksaan sebesar 91,10% untuk jembatan baja, 86,36% untuk jembatan beton, dan 93,40% untuk jembatan kecil, dengan efisiensi kerja tim mencapai 187,43% terhadap standar OrangHari (OH) dalam SOP, mengindikasikan bahwa koefisien waktu standar pemeriksaan (7, 3, 3 OH) terlalu longgar dibandingkan kondisi aktual (1,96 OH/unit). Ditemukan pula kesenjangan kualifikasi, yaitu tidak adanya tenaga dengan sertifikasi Pemeriksa Prasarana Tingkat Pelaksana Lanjutan dalam tim. Penelitian ini merekomendasikan revisi koefisien standar waktu pemeriksaan, peningkatan kompetensi tenaga pemeriksa, dan penguatan prioritas pemeriksaan pada jembatan beton serta jembatan kecil yang belum mencapai target optimal.
The Reversibility of Global South Politics in the Contestation of World Order: A Postcolonial Critique of Eurocentrism and the Captive Mind Adrianus Lengu Wene
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 9 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i9.2928

Abstract

This article offers a critical reflection on the subordination of the Global South within a global world order constructed upon Eurocentric foundations. Employing a postcolonial approach and historiographical method, this study examines how Eurocentrism—as a representation of Global North power—operates through political, intellectual, cultural, and moral dimensions to sustain forms of hegemony over the Global South. This dynamic is manifested in the economic sphere (through institutions such as the IMF, World Bank, WTO, and trade standardization mechanisms), the security sphere (through alliance frameworks such as AUKUS), and the socio-cultural sphere (through processes of globalization and Westernization). This condition contributes to what Syed Hussein Alatas termed the "captive mind," referring to an uncritical and imitative mode of thinking that may constrain the Global South by reinforcing the perception that emulating Western models represents the primary pathway toward civilizational advancement.Building on these observations, this article proposes the concept of the reversibility of Global South politics as an effort to redirect dominant patterns of thought through five key strategies: exploring the intellectual contributions of local Global South thinkers, formulating values grounded in local cultural contexts, disseminating alternative discourses through institutionalized platforms, addressing entrenched forms of feudalism that inhibit critical thought, and internationalizing locally developed concepts. By utilizing potential resources such as cultural diversity, the emergence of China as a non-Eurocentric global actor, and structural interdependencies between the Global South and the Global North, this reversibility seeks to strengthen the intellectual autonomy of Global South perspectives and contribute to the development of a more equitable, peaceful, and pluralistic world order based on diverse worldviews.

Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 4 (2026): (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 10 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia (Issue in Progres) Vol. 5 No. 9 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 8 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 7 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 6 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 5 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 11 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 10 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 9 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 8 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 7 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 6 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 12 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 11 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Multidisiplin Indonesia More Issue