cover
Contact Name
Fitrianingsih
Contact Email
garuda@apji.org
Phone
+6285726173515
Journal Mail Official
Suparyati@aakpekalongan.ac.id
Editorial Address
Jl. Ade Irma Suryani No.06, Cokra Galuh, Dadirejo, Kec. Tirto, Kab. Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah, 51152
Location
Kab. pekalongan,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Medika Husada
ISSN : 28292871     EISSN : 2829288X     DOI : 10.59744
Core Subject : Health,
Jurnal ilmiah yang memuat tulisan ilmiah berkaitan dg bidang keperawatan, kebidanan, dan lainnya, Keberadaan jurnal ini memberikan ruang bagi Dosen Teknologi Laboratorium Medik (TLM) dan dosen di bidang keilmuan kesehatan lainnya
Articles 46 Documents
Gambaran Hasil Pemeriksaan HIV Pada Penghuni Lokalisasi di Kabupaten Batang Fitrianingsih; Novita Rizqiana
Jurnal Medika Husada Vol. 1 No. 2 (2021): Oktober : Jurnal Medika Husada
Publisher : Akademi Analis Kesehatan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59744/jumeha.v1i2.17

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah sejenis virus yang menyerang atau menginfeksi sel darah putih yang menyebabkan menurunnya kekebalan tubuh manusia. Penyebaran HIV ditularkan melalui darah penderita, misalnya pada waktu tranfusi darah atau penggunaan alat suntik yang dipakai bersama-sama. Penularan melalui hubungan seksual baik pada homoseksual maupun heteroseksual dan penularan pada waktu proses persalinan dari ibu yang menderita HIV/AIDS ke anak yang dilahirkannya juga merupakan penyebaran utama penyakit ini. HIV paling berisiko pada pekerja seks komersial. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran hasil pemeriksaan HIV pada penghuni lokalisasi di Kabupaten Batang.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dan jumlah sampel yang di pakai 30 sampel dengan pemeriksaan menggunakan metode pemeriksaan rapid test. Hasil penelitian ini yaitu seluruh sampel sejumlah 30 responden tidak terinfeksi HIV. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil pemeriksaan 100% negatif.
Identifikasi Fungi Penyebab Tinea Unguium pada Kuku Kaki Petani Padi di Dusun Sekarum Desa Gandarum Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan Syafiq Naqsyabandi
Jurnal Medika Husada Vol. 1 No. 2 (2021): Oktober : Jurnal Medika Husada
Publisher : Akademi Analis Kesehatan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59744/jumeha.v1i2.18

Abstract

Tinea unguium yaitu suatu keadaan secara umum yang ditandai dengan adanya kehancuran atau menguning dibagian bawah ujung kuku jari kaki. Kuku dapat menghitam dan menebal. Tinea unguium merupakan suatu infeksi pada kuku yang di sebabkan oleh jenis jamur Dermatophyta. Penyebab munculnya Tinea unguium pada kuku kaki petani padi diakibatkan oleh faktor kelembaban, suhu dan nutrisi. Dusun sekarum merupakan desa yang penduduknya bermatapencaharian sebagai petani padi. Petani bekerja tidak menggunakan alat pelindung kaki sehingga kuku para petani padi di Dusun Sekarum dapat terkena oleh infeksi jamur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis fungi penyebab Tinea unguium pada Kuku Kaki Petani Padi di Dusun Sekarum Desa Gandarum Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan populasi sebanyak 50 orang dan metode total sampling dengan toleransi kesalahan 0,2 sehingga sampel yang digunakan berjumlah 16 sampel. Hasil penelitian menunjukkan 8 sampel (50 %) terdapat jamur Trichophyton rubrum dan Trichophyton mentagrophytes, 4 sampel (25%) terdapat jamur Trichophyton mentagrophytes dan 4 sampel (25%) terdapat jamur Trichophyton rubrum. Trichophyton rubrum memiliki ciri koloni berwarna putih, memiliki tekstur seperti bludru, konsisteni lembak, berbentuk bulat. Secara mikroskopis memiliki hifa yang halus, berdinding tipis, mikrokonidia berbentuk seperti tetesan air mata. Trichophyton mentagrophytes secara makroskopis memiliki ciri koloni berwarna putih kekuningan, memiliki tekstur seperti bludru. Secara mikroskopis mikrokonidia berbentuk bulat bergerombol seperti buah anggur.
Gambaran Jumlah Leikosit Pada Perajin Batik Yang Terpapar Obat Batik di Desa Karangjompo Tahun 2021 Subur Wibowo; Nur Halimah
Jurnal Medika Husada Vol. 1 No. 2 (2021): Oktober : Jurnal Medika Husada
Publisher : Akademi Analis Kesehatan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59744/jumeha.v1i2.19

Abstract

Pewarna sintesis atau obat batik merupakan senyawa turunan dari hidrokarbon aromatic seperti benzene, toluene, naftalena, dan antrasena. Senyawa tersebut dapat melakukan kontak dengan tubuh melalui paru-paru, sistem pencernaan. Uap Benzena akan langsung diabsobsi oleh tubuh kemudian dengan cepat didistribusikan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Melalui pembuluh darah senyawa benzene di simpan di dalam sumsum tulang. Untuk mengetahui jumlah leukosit pada pengrajin batik yang terpapar obat batik di Desa Karangjompo tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif, yaitu untuk mengetahui gambaran jumlah leukosit pada pengrajin batik yang terpapar obat batik di Desa Karangjompo tahun 2021. Jumlah populasi 58 dan didapat 17 sampel berdasarkan rumus slovin dan kriteria inklusi, eksklusi. Pemeriksaan dilakukan menggnakan kamar hitung improved neubauer dengan metode manual. Hasil pemeriksaan jumlah leukosit pada pengrajin batik yang terpapar obat batik di Desa Karangjompo tahun 2021 diperoleh nilai tinggi 8 dengan presentase (47%), normal 6 dengan presentase (35,3%) dan rendah 3 dengan presentase (17,7%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 17 sampel pada pemeriksaan jumlah leukosit pada pengrajin batik yang terpapar obat batik di Desa Karangjompo tahun 2021. Jumlah leukosit Tinggi dengan presentase (47%) responden.
Analisis Cemaran Coliform Pada Sumber Air Produsen Kue Tradisional Apem Di Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan Mulia Susanti
Jurnal Medika Husada Vol. 1 No. 2 (2021): Oktober : Jurnal Medika Husada
Publisher : Akademi Analis Kesehatan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59744/jumeha.v1i2.20

Abstract

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat diperlukan dalam kehidupan. Air bersih dibutuhkan manusia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ditinjau dari segi kualitas air, terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, diantaranya kualitas fisik, kimia, dan biologi agar aman bagi kesehatan. Masalah utama yang harus dihadapi dalam penggunaan air ialah tingkat pencemaran air. Semakin tinggi tingkat pencemaran air yang berasal dari produk mikrobioologi, mengakibatkan tingginya kontaminasi mikroorganisme terutama bakteri Coliform. Pengolahan dan produksi pangan membutuhkan sumber air bersih agar menghasilkan produk yang terjamin mutunya. Salah satu produk makanan yang menggunakan air dalam pengolahannya adalah apem kesesi yang merupakan kue tradisional yang diproduksi di Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan. Apem merupakan kue tradisional yang memiliki cita rasa yang manis dengan tekstur yang kenyal. Apem terbuat dari campuran a tepung beras, gula jawa serta air. Daerah Kesesi khususnya Desa Bantul merupakan pusat produsen kue apem, para produsen apem sebagian besar menggunakan sumber air sumur untuk membuat adonan kue Apem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat bakteri Coliform pada sumber air yang digunakan produsen Apem. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriftif menggunakan metode MPN untuk mengetahui jumlah bakteri coliform dalam sampel yang diperiksa. Jenis bakteri coliform diidentifikasi menggunakan uji biokimia. Penelitian mendapatkan hasil 14 sampel yang positif tercemar bakteri Coliform. 9 sampel mengandung bakteri Coliform fecal (Escherichia coli), dan 5 sampel mengandung bakteri Coliform Non fecal ( Klebsiella). Dapat disimpulkan bahwa 14 sampel air sumur yang diperiksa mengandung bakteri Coliform.
GAMBARAN GAYA KEPEMIMPINAN DENGAN DISIPLIN KERJA KARYAWAN DI RUKITAL DR. F. X. SUHARDJO LANTAMAL IX Moh. Dahlan Sely
Jurnal Medika Husada Vol. 1 No. 1 (2021): Maret :Jurnal Medika Husada
Publisher : Akademi Analis Kesehatan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59744/jumeha.v1i1.21

Abstract

Disiplin merupakan salah satu kriteria yang dapat dijadikan sebagai landasan atau dasar bagi kelancaran proses pembentukan, pemberdayaan dan pengembangan sumber daya manusia dalam hal ini karyawan. Faktor pertama yang diidentifikasi mempengaruhi kinerja pegawai adalah kepemimpinan. Faktor kedua yang diidentifikasi mempengaruhi kinerja pegawai adalah motivasi. Motivasi merupakan usaha sadar untuk mempengaruhi perilaku seseorang agar mengarah pada tercapainya tujuan organisasi yang telah ditentukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan Gaya Kepemimpinan dengan Disiplin Kerja Karyawan di RS TNI-AL Dr F X Suhardjo Tahun 2020. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian survey analitik dengan pendekatan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan yang bekerja di Rumkital dr. F. X. Suhardjo Lantamal IX Ambon berjumlah 68 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 58 responden dengan teknik pengambilan sampelnya yaitu Proposive Random Sampling. Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner yang dan alat tulis menulis. Hasil penelitian ini menunjukan untuk kategori gaya kepemimpinan paling banyak gaya kepemimpinan yang baik berjumlah 32 orang (55,2%). Sedangkan untuk disiplin kerjanya yaitu masih tinggi kategori disiplin berjumlah 32 orang (55,2%).
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KEBIASAAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN MALARIA DI DESA KAIRATU KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Ety Dusra
Jurnal Medika Husada Vol. 1 No. 2 (2021): Oktober : Jurnal Medika Husada
Publisher : Akademi Analis Kesehatan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59744/jumeha.v1i2.22

Abstract

Malaria merupakan penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena seringkali menimbulkan kejadian luar biasa (KLB), WHO memperkirakan jumlah kasus malaria setiap tahunnya berkisar antara 300-500 juta dengan angka kematian mencapai 1 juta kasus. Di Indonesia, sekitar 35 % penduduknya tinggal di daerah berisiko malaria dan dilaporkan sebanyak 38 ribu orang meninggal setiap tahunnya karena malaria berat (Kemenkes RI, 2016) Penelitian ini bertujuan adalah untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dengan kebiasaan masyarakat dalam pencegahan malaria di Desa Waemasing Kecamatan Waesama Kabupaten Buru Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Cross Sectional. Sampel penelitian ini ditentukan dengan menggunakan metode Total Sampling yang berjumlah 86 kepala keluarga. Intrumen penelitian menggunakan kuesioner. Pengolahan data menggunakan komputer, dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian hasil uji statistik (p=0,000<0,05). Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Ada hubungan antara pengetahuan dengan kebiasaan masyarakat dalam pencegahan malaria di Desa Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat
Hasil Pemeriksaan Anti Streptolisin-O (ASTO) Pada Gejala Klinis Penyakit Tonsilitis Mahasiswa AAK Pekalongan Clara Claritta Siregar; Fitrianingsih Fitrianingsih; Suparyati Suparyati
Jurnal Medika Husada Vol. 2 No. 2 (2022): Oktober: Jurnal Medika Husada
Publisher : Akademi Analis Kesehatan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59744/jumeha.v2i2.23

Abstract

Tonsilitis adalah infeksi (virus atau bakteri) dan inflamasi pada tonsil. Faktor timbulnya tonsilitis ialah rangsangan menahun dari rokok, beberapa jenis makanan, higene mulut yang buruk, pengaruh cuaca, kelelahan fisik dan pengobatan tonsilitis akut yang tidak adekuat. Berdasarkan hasil observasi peneliti di kampus AAK Pekalongan ada beberapa pedagang yang kurang memperhatikan makanan yang dijual. Mulai dari kebersihan tempat barang dagangan sampai bahan yang digunakan untuk membuat makanan yang dijual tersebut. Biasanya mahasiswa sering mengkonsumsi makanan yang terlalu pedas seperti sambal atau saos yang tidak diketahui jelas komposisinya, konsumsi gorengan berlebihan, dan minum minuman dingin. Itu semua apabila dikonsumsi dapat mempengaruhi kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hasil dan persentase pemeriksaan Anti Streptolisin-O (ASTO) pada gejala klinis penyakit Tonsilitis Mahasiswa AAK Pekalongan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Klinik Akademi Analis Kesehatan Pekalongan. Jumlah sampel sebanyak 21 mahasiswa dan pemeriksaan metode slide aglutination test. Hasil pemeriksaan Anti Streptolisin-O dari 21 sampel mahasiswa didapatkan 76% hasil pemeriksaan Anti Streptolisin-O (ASTO) negatif dan 24% hasil pemeriksaan Anti Streptolisin-O (ASTO) positif disertai dengan mengalami gejala klinis penyakit tonsilitis. Dari 21 sampel mahasiswa sebanyak 16 mahasiswa (76%) hasil pemeriksaan Anti Streptolisin-O (ASTO) negatif dan 5 mahasiswa (24%) hasil pemeriksaan Anti Streptolisin-O (ASTO) positif.
ANALISIS CEMARAN BAKTERI Coliform fecal PADA SUMBER AIR WARGA DI SENTRA PRODUKSI TAHU KECAMATAN TARUB KABUPATEN TEGAL Mulia Susanti; Moh. Dimas Agung M
Jurnal Medika Husada Vol. 2 No. 2 (2022): Oktober: Jurnal Medika Husada
Publisher : Akademi Analis Kesehatan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59744/jumeha.v2i2.25

Abstract

Latar belakang : Tegal merupakan salah satu daerah dengan komoditas makanan yang terkenal adalah tahu aci. Makanan khas dengan bahan utama tahu ini, menjadikan banyak tumbuhnya sentra produksi tahu di Kabupaten Tegal. Banyaknya industri tahu dimasyarkat tentu saja memberikan kontribusi positif pada kenaikan tingkat ekonomi warga, namun muncul pula ancaman dampak negatif terhadap kesehatan yang dipicu oleh limbah yang dihasilkan dari produksi tahu tersebut. Sebagain besar industri tahu berskala rumah tangga, sehingga tidak dilengkapi sistem pembuangan limbah yang baik dan langsung dibuang ke lingkungan sekitar Dikhawatirkan dari pembuangan limbah tahu tersebut dapat mencemari sumber air yang digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari karena tercemar oleh bakteri pembusuk dari limbah ampas tahu. Tujuan : Untuk mengetahui cemaran bakteri Coliform fecal pada air sumur warga di salah satu sentra produksi tahu kecamatan Tarub Kabupaten Tegal. Metode : Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif, menggunakan metode MPN dan indentifikasi bakteri coliform secara biokimia. Populasi penelitian sebanyak 8 sampel yang berasal dari air sumur disekitar sentra produksi tahu Kec Tarub Kab. Tegal Hasil : Dari 8 sampel yang diperiksa didapatkan 100% sampel terkontaminasi bakteri Coliform, dengan jenis bakteri 5 sampel (62,5%) terdapat bakteri Escherichia coli dan 3 sampel (37,5%) terdapat bakteri Klebsiella Sp. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa seluruh sampel terkontaminasi bakteri Coliform, 5 dari 8 sampel yang diperiksa terkontaminasi bakteri coliform fecal Escherichia coli.
Identifikasi Jamur Piedra pada Rambut Ibu Nifas di Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan Naqsyabandi S
Jurnal Medika Husada Vol. 2 No. 2 (2022): Oktober: Jurnal Medika Husada
Publisher : Akademi Analis Kesehatan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59744/jumeha.v2i2.26

Abstract

Infeksi jamur pada rambut disebut Piedra. Piedra ditandai dengan adanya benjolan (nodus) sepanjang rambut dan disebabkan oleh Piedra hortae (Piedra hitam) atau Trichosporon beigelii (Piedra putih). Piedra dapat muncul apabila rambut dan kulit kepala tidak bersih. Ibu nifas yang tidak keramas selama masa nifas (kurang lebih 40 hari) sangat rentan ditumbuhi piedra pada rambutnya. Masa nifas dimulai sejak bayi dan plasenta bayi dilahirkan hingga keadaan kandungan kembali seperti saat sebelum hamil. Beberapa masyarakat di Kecamatan Wonokerto masih mempercayai mitos selama masa nifas kurang lebih 40 hari tidak boleh keramas. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi adanya jamur piedra pada rambut ibu nifas di Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling dengan total sampel berjumlah 27 sampel. Identifikasi jamur menggunakan metode pemeriksaan langsung dengan menggunakan KOH 10% dan diamati secara mikroskopis menggunakan mikroskop. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 13 sampel rambut ibu nifas yang terinfeksi jamur piedra putih. Pengamatan mikroskopis menunjukkan adanya nodul / benjolan berwarna putih pada rambut yang disebabkan oleh jamur Trichosporon beigelii. Kesimpulan dari penelitian ini adalah 48,15 % rambut ibu nifas di Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan terinfeksi piedra putih (Trichosporon beigelii).
PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH YANG DIKERJAKAN SECARA LANGSUNG,DITUNDA 1,3 DAN 6 JAM PADA SERUM SIMPAN DENGAN SUHU 2-8 ºC Indah Fitriyani; Subur Wibowo
Jurnal Medika Husada Vol. 2 No. 2 (2022): Oktober: Jurnal Medika Husada
Publisher : Akademi Analis Kesehatan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59744/jumeha.v2i2.27

Abstract

Pemeriksaan glukosa darah merupakan pemeriksaan rutin bagi penderita diabetes. Pemeriksaan yang cepat, tepat dan murah sudah menjadi tuntutan bagi semua laboratorium klinik. Pemberian hasil yang sesuai klinis akan membantu dokter dalam menegakkan diagnosis dan memberikan pengobatan. Jumlah pasien yang banyak terkadang membuat petugas laboratorium kewalahan dan harus menunda pemeriksaan, akan tetapi parameter tertentu akan menurun kadarnya jika ditunda pemeriksaanya tanpa penambahan zat pengawet. Glukosa darah yang diperiksa beberapa saat setelah pengambilan sampel dapat menurun kadarnya. Penurunan kadar glukosa disebabkan adanya proses glikolisis sel-sel darah. Jika glikolisis terjadi diluar tubuh sesudah sampel darah dikeluarkan tanpa zat pengawet maka akan menyebabkan penurunan kadar gula darah dengan kecepatan 7 mg/dl per satu jam. Untuk mengetahui persentase penurunan kadar glukosa darah yang dikerjakan secara langsung,ditunda 1,3 dan 6 jam pada serum simpan dengan suhu 2-8 °C. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif analitik. Pengambilan sampel menggunakan perhitungan menurut Arikunto didapat sampel sejumlah 22 mahasiswa, dikerjakan dengan metode GOD-PAP dengan spektrofotometer. Berdasarkan pemeriksaan kadar glukosa darah pada 22 mahasiswa Akademi Analis Kesehatan Pekalongan didapatkan rata-rata hasil glukosa darah dengan penundaan 1 jam adalah 102,82 mg/dl(7%), 3 jam 96,61 mg/dl (12,7%) dan 6 jam 87,97 mg/dl (18,8%). Terdapat penurunan pemeriksaan kadar gula darah setelah penundaan 1,3 dan 6 jamdengan variasi 7%, 12,7% dan 18,8%.