cover
Contact Name
Tri Suyatno
Contact Email
jurnalpatisambhida6@gmail.com
Phone
+6282242558496
Journal Mail Official
jurnalpatisambhida6@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kantil, Bulusari, Bulusulur, Kec. Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah 57615
Location
Kab. wonogiri,
Jawa tengah
INDONESIA
Patisambhida : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama
ISSN : -     EISSN : 27459268     DOI : -
PATISAMBHIDA adalah Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama yang menerbitkan artikel berbasis penelitian berbagai topik dalam ruang lingkup pembahasan mengenai Pemikiran Buddha maupun Filsafat Agama
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 57 Documents
Representasi Makna Simbolik Pada Tradisi Takiran Dan Relevansinya Dengan Nilai-Nilai Virati Cetasika (Studi Kasus Di Vihara Dhamma Tirta Mulia Desa Karangrejo Kecamatan Garum Kabupaten Blitar) Sutri Novia, Novi
PATISAMBHIDA : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama Vol. 1 No. 1 (2020): PATISAMBHIDA - Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/patisambhida.v1i1.132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbolik tradisi Takiran, fungsi, serta menganalisis hubungan tradisi Takiran dengan Virati Cetasika. Subjek penelitian yang digunakan adalah umat Buddha Vihara Dhamma Tirta Mulia Desa Karangrejo Kecamatan Garum Kabupaten Blitar. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi serta menggunakan instrumen wawancara. Teknik analisis data menggunakan trianggulasi data. Hasil penelitian yang diperoleh adalah makna simbolik dari Takir, doa, dan Kajad menyimbolkan persatuan, kerukunan, dan kebersamaan. Fungsi tradisi Takiran yakni: sarana mengenal, mempraktikkan, dan melestarikan budaya lokal, pattidana, peningkatan keyakinan, toleransi, dan mewujudkan Virati Cetasika. Relevansi tradisi Takiran terdapat dalam delapan tahapan yakni: pembuatan Takir, mempersiapkan isi Takir, penataan Takir di samping altar vihara, peletakan Takir di altar vihara, puja bakti perayaan hari besar keagamaan Buddha, meditasi dan dhammadesana, pembagian Takir kepada umat Buddha serta masyarakat lingkungan, dan ramah tamah yang dilakukan oleh umat Buddha.
Pembentukan Sila dan Perilaku Sosial Masyarakat Umat buddha di Desa Jatimulyo Kecamatan Girimulyo Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta ngadat, ngadat
PATISAMBHIDA : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama Vol. 1 No. 1 (2020): PATISAMBHIDA - Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/patisambhida.v1i1.167

Abstract

Pembentukan sila atau moralitas dan perilaku sosial bertujuan untuk menguraikan tentang pembentukan sila dan prilaku sosial umat buddh di Kulon progo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif lapangan. Pengumpulan data peneliti lakukan dengan melakukan wawancara secara mendalam kepada informan. Informan dalam penelitian ini tokoh umat masyarakat, pendidik, penyuluh agama buddha , dan ketua pengurus vihara.Hasil dari penelitian ini adalah Pembentukan perilaku sila atau moralitas pada masyarakat umat buddha di Kulon progo dilakukan dengan Displin dalam menjalankan moralitas yaitu dengan melakukan pengendalian diri untuk tidak melanggar pancasila buddhis dan athasila, Tanggungjawab umat harus menyadari sepenuhnya bahwa setiap tindakan akan menghasilkan sebuaah resiko dan Norma atau kaidah dalam lingkungan masyarakat harus tetap dijalankan sesuai dengn budaya dan kearifan lokal yang ada. Pembentukan prilaku sosial umat buddha di Kulon Progo dilakukan dengan perbutan baik dengan cara memanusiakan manusia, ucapan baik dengan membiasakan diri untuk berucap benar tidak menyinggung hati orang lain, pikiran benar menjadi landasan masyarakat umat buddha dalam berinteraksi dengan lingkungan masyarakat
Analisis Minat Umat Buddha Dalam Melaksanakan Aṭṭhasīla Pada Sebulan Penghayatan Dhamma Di Vihara Virya Jayaloka, Desa Gembongan, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar Ariyanto, Dwi
PATISAMBHIDA : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama Vol. 1 No. 1 (2020): PATISAMBHIDA - Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/patisambhida.v1i1.169

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan minat umat Buddha dan menganalisis faktor-faktor yang mendorong dan menghambat umat Buddha dalam melaksanakan Aṭṭhasīla pada Sebulan Penghayatan Dhamma. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskritif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini mengunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan teknik untuk menguji keabsahan data, yaitu mengunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa minat umat Buddha dalam melaksanakan Aṭṭhasīla pada sebulan penghayatan dhamma belum maksimal. Fakta yang terjadi banyak umat yang masih enggan datang ke vihara dan melaksanakan Aṭṭhasīla. Ada beberapa faktor yang mendorong dan menghambat umat Buddha dalam melaksanakn Aṭṭhasīla. Faktor pendorong dalam melaksanakan Aṭṭhasīla yaitu niat (cetana), semangat (vīrīya), kesadaran (sati), keyakinan (sadha), rasa malu (hīri), lingkungan, keluarga, dan adanya doorprize. Dengan adanya niat yang kuat mampu mendorong seseorang dalam melaksanakan Aṭṭhasīla. Sedangkan faktor yang menghambat seseorang dalam menjalankan Aṭṭhasīla adalah kemalasan, kondisi fisik, teman sebaya, dan acara televisi.
Pengaruh Komunikasi Kelompok Dan Lingkungan Keluarga Terhadap Motivasi Umat Datang Ke Vihara Majelis Nichiren Shoshu Buddha Dharma Indonesia (Mns Bdi) Eks-Karesidenan Surakarta Rosita Sari, Siti
PATISAMBHIDA : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama Vol. 1 No. 1 (2020): PATISAMBHIDA - Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/patisambhida.v1i1.170

Abstract

Eksistensi umat Buddha Majelis Nichiren Shoshu Buddha Dharma Indonesia (MNS BDI) Eks-Karesidenan Surakarta salah satunya dapat dilihat dari kegiatan di vihara. Motivasi umat Buddha MNS BDI untuk datang kevihara dipengaruhioleh beberapa faktor. Dalam penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui seberapa besar pengaruh komunikasi kelompok terhadap motivasi umat Buddha MNS BDI datang ke viharadi Eks-Karesidenan Surakarta. (2) mengetahui seberapa besar pengaruh lingkungan keluarga terhadap motivasi umat Buddha MNS BDI datang ke viharadi Eks-Karesidenan Surakarta. (3) mengetahui seberapa besar pengaruh komunikasi kelompok dan lingkungan keluarga terhadap motivasi umat Buddha MNS BDI datang ke vihara di Eks-Karesidenan Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian regresi berganda yang dilakukan di Eks-karesidenan Surakarta pada bulan Januari- Juli 2020. Populasi pada Penelitian ini adalah seluruh Umat Buddha Majelis Nichiren Shoshu Buddha Dharma Indonesia di Eks-Karesidenan Surakarta, sedangkan sampel yang digunakan adalah 80 umat Buddha Majelis Nichiren Shoshu Buddha Dharma Indonesia di Eks-Karesidenan Surakarta dengan menggunakan teknik Stratified random sampling. Teknik dan instrumen pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket. Angket digunakan untuk mengukur masing – masing variabel motivasi, komunikasi kelompok dan lingkungan keluarga. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dan analisis data menunjukan bahwa adanya pengaruh komunikasi kelompok terhadap motivasi umat datang ke vihara di Eks-Karesidenan Surakarta sebesar 0,396. Tidak terdapat pengaruh lingkungan keluarga terhadap motivasi umat datang ke vihara di Eks-Karesidenan Surakartasebesar 0,084. Sedangkan pengaruh Komunikasi Kelompok dan Lingkungan Keluarga terhadap motivasi umat datang ke vihara di Eks-Karesidenan Surakartasebesar 23,9%.
Pengaruh Ketersediaan Buku, Teman Sebaya Terhadap Minat Baca Dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Mahasiswa (Stabn) Raden Wijaya Wonogiri Cahyo, Sektiono
PATISAMBHIDA : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama Vol. 1 No. 1 (2020): PATISAMBHIDA - Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/patisambhida.v1i1.172

Abstract

Keterampilan menulis adalah keterampilan yang wajib dimiliki mahasiswa. Keterampilan menulis dipengaruhi minat baca. Minat baca dipengaruhi ketersediaan buku dan teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh langsung ketersediaan buku, teman sebaya dan minat baca terhadap keterampilan menulis, pengaruh tidak langsung ketersediaan buku, teman sebaya melalui minat baca terhadap keterampilan menulis mahasiswa STABN Raden Wijaya Wonogiri. Penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasioanal. Teknik sampel menggunakan stratified random sampling. Teknik pengumpulan data berasal dari kuisioner sebagai data primer, data sekunder diperoleh dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis jalur. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh langsung ketersediaan buku terhadap keterampilan menulis: 0,272; pengaruh langsung teman sebaya terhadap keterampilan menulis: 0,302; pengaruh minat baca terhadap keterampilan menulis: 0,439; pengaruh tidak langsung ketersediaan buku melalui minat baca terhadap keterampilan menulis: 0,212; pengaruh tidak langsung teman sebaya melalui minat baca terhadap keterampilan menulis mahasiswa STABN Raden Wijaya Wonogiri: 0,215.
Upaya Mengembangkan Moralitas Anak Melalui Praktik Brahmavihāra: Kajian Pada Sekolah Minggu Buddha Vihara Cittadhamma Dusun Purwogondo Desa Sampetan Kecamatan Ampel Giyanti, Giyanti
PATISAMBHIDA : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama Vol. 2 No. 1 (2021): PATISAMBHIDA - Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/patisambhida.v2i1.173

Abstract

Penelitian tentang pengembangan moralitas anak melalui praktik Brahmavihara. Kajian diskriptif pada Sekolah Minggu Vihara Cittadhamma Dukuh Purwogondo Desa Sampetan Kabupaten Boyolali dilatar belakangi adanya permasalahan utama yaitu masih adanya perilaku ‘kenakalan-kenakalan” dalam perkembangan moral dan agama. Brahmavihara merupakan emosi luhur, di mana keberadaannya sebagai kediaman yang memberikan kedamaian bagi yang menjadikannya sebagai pedoman dalam bertindak dan bersikap. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan Kualitatif.Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu: observasi, wawancara dan dokumentasi. Subyek penelitian meliputi siswa sekolah, guru pembina, pengelola, pengurus vihara dan orang tua siswa. Data penelitian ini dianalisis dengan tiga tahap yaitu: 1) analisa data sebelum di lapangan; 2) analisa data selama di lapangan model Miles and Huberman; dan 3) analisa data selama di lapangan model Spradley. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) karakteristik praktik Brahmavihāra di Sekolah Minggu Buddha Vihara Cittadhamma terdiri dari empat komponen dasar yang dilaksanakan oleh pengelola, guru pembina, dan siswa antara lain tumbuhnya rasa menghargai dan menyayangi kepada guru pembina, teman, orang tua, binatang, tanaman; (2) dampak atau hasil pelaksanaan praktik Brahmavihāra terbagi ke dalam beberapa domain meliputi kebijakan pengelola, sekolah minggu, keluarga, dan masyarakat. Pengelola maupun sekolah minggu berupaya merencanakan, memfasilitasi dan mengintegrasikan nilai-nilai Buddhis melalui praktik riil (nyata) dalam kehidupan sehari-hari. Dalam lingkup keluarga siswa memiliki rasa hormat dan sayang kepada orang tua dan dalam lingkup masyarakat siswa memiliki pengetahuan dasar agama Buddha yang baik, disiplin dan bertanggung jawab, serta memiliki sikap dan perilaku moral yang baik.
The Relevance Of ‘The Monkey King 3’ Film To The Buddhist Characters (A Semiotics Study) Prasetyo, Lery
PATISAMBHIDA : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama Vol. 1 No. 1 (2020): PATISAMBHIDA - Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/patisambhida.v1i1.179

Abstract

Sebuah film dapat menjadi sebuah media untuk mengekspresikan perasaan dan mewakili kehidupan atau cerita nyata. Salah satu film yang mengandung banyak pelajaran dan nilai kehidupan adalah ‘Monkey King 3’. Penelitian in bertujuan untuk (1) mengetahui makna dari tanda dan (2) mendeskripsikan kaitan film ‘Monkey King 3’ terhadap karakter umat Buddha. Penelitian ini menggunakan teknik analisis semiotika dari Ferdinand de Saussure. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tanda ditemukan dalam bentuk verbal dan non-verbal. Masing-masing tanda menyampaikan makna dan nilai yang penting seperti konsep dukkha, metta, nibbana, kejujuran, pelayanan dan juga menggambarkan kemampuan manusia mengatasi akar kejahatan. (2) Kaitan dengan karakter umat Buddha ditunjukkan melalui lima kualitas yang harus dimiliki untuk menjadi umat Buddha dan manusia
Makna Tradisi Tari Lulo Suku Tolaki Dalam Pandangan Agama Buddha: (Kajian Folklor Masyarakat Moramo, Sulawesi Tenggara) Andrini, Fitri; Paramita, Santi; Puspita Dewi, Metta
PATISAMBHIDA : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama Vol. 3 No. 2 (2022): PATISAMBHIDA - Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/patisambhida.v3i2.440

Abstract

Penelitian ini dilakukan dikarenakan pemuda Buddhis yang belum memahami pelaksanaan tradisi tari Lulo di Kecamatan Moramo dan makna-makna yang terkandung dalam pandangan agama Buddha. Tujuan penelitian yaitu: (1) untuk mendeskripsikaan pelaksanaan tradisi tari Lulo oleh masyarakat Moramo, (2) untuk mendeskripsikan makna tari Lulo dalam pandangan agama Buddha.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif guna mengetahui nilai masing-masing variabel. Penggunaan pendekatan studi kasus dilakukan untuk memahami suatu peristiwa atau kesempatan dan hubungan mereka dengan orang-orang yang berada dalam situasi tertentu. Studi kasus ini digunakan peneliti untuk melakukan penelitian tentang Makna Tradisi Tarian Lulo Suku Tolaki Dalam Pandangan Agama Buddha dalam lingkup Vihara Buddha Metta dan Vihara Sariputra di MoramoHasil penelitian menemukan bahwa: (1) tradisi tari Lulo dilaksanakan setelah panen padi sebagai ucapan rasa syukur tetapi sekarang tradisi tari Lulo dilaksanakan setiap acara besar seperti pernikahan, penyambutan tamu dan di hari memperingati kemerdekaan. Tari Lulo diturunkan dari generasi kegenerasi yang dianggap sebagai warisan budaya, (2) makna tari Lulo suku Tolaki dalam pandangan agama Buddha meliputi penghormatan, keyakinan, pluralisme, dan toleransi. Tradisi tari Lulo sudah berlangsung cukup lama yang perlu dipertahankan sebagai simbol dan identitas masyarakat moramo, folklor dalam tradisi Lulo dapat sebagai alat pendidikan bagi pemuda agar tetap menjaga hubungan baik antar masyarakat dan menjaga warisan nenek moyang yang sudah dilakukan secara turun temurun.
Nilai-Nilai Buddhisme Dalam Tradisi Wagean Masyarakat Majelis Nichiren Shoshu Buddha Dharma Indonesia Dharma Setyawan, Aris
PATISAMBHIDA : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama Vol. 2 No. 1 (2021): PATISAMBHIDA - Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/patisambhida.v2i1.735

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena ada banyak anak muda yang tidak tahu tentang nilai-nilai dan doa-doa khusus yang terkandung dalam tradisi Wagean. Ada banyak anak muda yang tidak tahu bagaimana tradisi Wagean muncul di Dusun Setoyo. Tujuan penelitian: (1) Untuk menggambarkan pelaksanaan ritual/ tradisi Wagean oleh masyarakat MNSBDI di Dusun Setoyo, (2) untuk mengetahui realisasi nilai-nilai Buddhis dalam tradisi Wagean oleh masyarakat MNSBDI di Dusun Setoyo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif guna mengetahui nilai masing-masing variabel. Penelitian independen untuk mendapatkan ide tentang variabel penelitian. Penggunaan pendekatan studi kasus dilakukan untuk memahami suatu peristiwa atau kesempatan dan hubungan mereka dengan orang- orang yang berada dalam situasi tertentu. Studi kasus ini digunakan peneliti untuk melakukan penelitian tentang nilai-nilai Buddhisme dalam Tradisi Wagean dalam lingkup Vihara Buddha MNSBDI Vimalakirti Setoyo. Hasil penelitian menemukan bahwa: (1) tradisi Wagean di Dusun Setoyo muncul pada tahun 1967 karena perdebatan antara keyakinan Abogen (non-Islam) dan Nasapon (Islam) yang kemudian didirikan oleh tokoh agama Buddha dan penyelenggara masyarakat menjadi kamis wage, (2) Realisasi nilai-nilai Buddhisme dalam tradisi Wagean ditujukan kepada Sutta Angutara Nikaya tentang Kewajiban Anak kepada Orang Tua dan Saddharma Pundarika Sutra dalam BAB Kausalya Sang Tathagata, Umat Buddha merealisasikan dengan merawat makam dan berdoa untuk mendiang.
Representasi Peningkatan Minat Dan Pemahaman Remaja Buddhis Terhadap Pelaksanaan Sekolah Minggu Buddha Di Vihara Ratna Vidya Loka Adhi Visuddha, Vivik
PATISAMBHIDA : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama Vol. 1 No. 2 (2020): PATISAMBHIDA - Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/patisambhida.v1i2.736

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Sekolah Minggu Buddha (SMB) Vihara Ratna Vidya Loka, Desa Banjarpanepen, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas. Pelaksanaan SMB dari tahun 2000 hingga 2010 berjalan dengan baik namun pada tahun 2011 terjadi penurunan peserta didik yang berangkat SMB. Penurunan ini dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk(1).Mendeskripsikan pelaksanaan SMB di Vihara Ratna Vidya Loka(2).Mendeskripsikan Minat remaja buddhis dan pemahaman terhadap pelaksanaan SMB di Vihara Ratna Vidya Loka(3). Mendeskripskan Faktor penyebab menurunnya minat remaja terhadap pelaksanaan SMB di Vihara Ratna Vidya Loka(4).Mendeskripsikan upaya yang dilakukan remaja Buddhis dalam peningkatan Pelaksanaan SMB di Vihara Ratna Vidya Loka Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validitas data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan SMB di Vihara Ratna Vidya Loka adalah sebagai berikut:(1)Pelaksanaan SMB di Vihara Ratna Vidya Loka terkesan membosankan bagi remaja karena materi pembelajaran yang monoton, yang mengajar hanya satu pendidik.(2)Minat remaja buddhis dan pemahaman terhadap pelaksanaan SMB di Vihara Ratna Vidya Loka yaitu metode yang diterapkan pendidik tidak menarik, serta adanya sistem penggabungan yang menyebabkan minat peserta didik menurun.(3)Faktor penyebab menurunnya minat remaja terhadap pelaksanaan SMB di Vihara Ratna Vidya Loka salah satunya adalah Ketidakaktifan peserta didik tidak hanya disebabkan oleh faktor eksternal dan internal dari peserta didik yaitu seperti malas, malu, bosan, dan remaja terlalu senang bermain game. (4)Upaya yang dilakukan remaja Buddhis dalam peningkatan Pelaksanaan SMB di Vihara Ratna Vidya Loka yaitu Para peserta didik SMB mengatakan akan berangkat dan mengikuti SMB dengan baik setelah adanya perbaikan mengenai metode mengajar, dan tidak diterapkan sistem penggabungan.