cover
Contact Name
Tri Suyatno
Contact Email
jurnalpatisambhida6@gmail.com
Phone
+6282242558496
Journal Mail Official
jurnalpatisambhida6@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kantil, Bulusari, Bulusulur, Kec. Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah 57615
Location
Kab. wonogiri,
Jawa tengah
INDONESIA
Patisambhida : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama
ISSN : -     EISSN : 27459268     DOI : -
PATISAMBHIDA adalah Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama yang menerbitkan artikel berbasis penelitian berbagai topik dalam ruang lingkup pembahasan mengenai Pemikiran Buddha maupun Filsafat Agama
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 57 Documents
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Pemuda Buddhis Vihara Vajra Bumi Satya Dharma Virya Temanggung Dalam Melaksanakan Puja Bakti Sore Yamiyati, Yamiyati
PATISAMBHIDA : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama Vol. 1 No. 2 (2020): PATISAMBHIDA - Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/patisambhida.v1i2.738

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi minat pemuda Buddhis Vihara Vajra Bumi Satya Dharma Virya dalam mengikuti puja bakti sore. Ketidakaktifan pemuda menunjukkan sikap yang berbeda dalam masyarakat dan berdampak terhadap pemuda vihara sekitar dalam meneladani sisi positif yang ada. Sehingga perlu diketahui faktor yang mempengaruhi hal tersebut. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus kualitatif yang dilakukan di Vihara Vajra Bumi Satya Dharma ViryaTemanggung. Teknik pengumpualan data menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa minat pemuda diVihara Vajra Bumi Satya Dharma Virya dalam mengikuti puja bakti di vihara dipengaruhi oleh faktor penghambat dan pendukung. 1). Faktor pendukung antara lain: a). Adanya kegiatan di Vihara yang menarik dan membangkitkan minat pemuda dalam mengikuti puja bakti; b). Adanya dukungan dari tokoh agama; c). Adanya dukungan dari orang tua; d). Pemahaman yang benar dari pribadi pemuda. 2). Faktor penghambat antara lain: a) Pemuda mengikuti kegiatan di luar daerah; b). Pemuda malas untuk datang ke viharadanmelaksanakan puja bakti di rumah; c). Adanya pandangan salah pada pemuda yang menyatakan tentang puja bakti; d). Aktivitas harian yang menjadikan pemuda lelah dan enggan untuk mengikuti puja bakti.
Makna Tradisi Manisan Masyarakat Umat Buddha di Dusun Legok Desa Mandiraja Wetan Kecamatan Mandiraja Kabupaten Banjarnegara Tugiman; Ngadat
PATISAMBHIDA : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama Vol. 3 No. 1 (2022): PATISAMBHIDA - Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/patisambhida.v3i1.789

Abstract

Tradisi manisan merupakan salah satu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Desa Mandiraja Wetan. Tradisi ini dilakukan secara turun temurun dari nenek moyang sebagai bentuk penghormatan pada leluhur yang dilakukan di Makam Keputihan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahu alasan mendasar mengapat tradisi manisan masih lestari sampai saat. Selain itu penelitian ini akan menguraikan proses bagaimana tradisi dilaksanakan oleh masyarakat umat Buddha di Desa Mandiraja Wetan Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatatif deskriptif. Cara pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi dan observasi. Data yang sudah diperoleh peneliti akan dinalisis dan disimpulkan. Hasil dari penelitian ini adalah tradisi manisan dilakukan oleh masyarakat umat Buddha di Desa Mandiraja Wetan karena dapat memberikan kesejahteraan dan kemakmuran. Tradisi dilakukan dengan cara memberikan sesaji yang diberikan di makan keputihan yang dilakukan bersama juri kunci makan kemudian diberi doa dan dibacakan paritta suci. Implikasi tradisi manisan bagi masyrakat umat buddha di Desa Mandiraja Wetan diterimannya kalangan masyarakat dari berbagai golongan muda dan tua. Hal tersebut dikarenakan faktor utama yang paling penting dalam membuktikan suatu ajaran adalah dengan penyelidikan atau investigasi berdasarkan Pandangan Benar (sammaditthi). Menurut Buddha, investigasi kebenaran (dhammawicaya) atau membuka pandangan merupakan dasar bagi pencerahan dan kebahagiaan sejati. Tanpa ada keinginan untuk membuka diri dan berusaha untuk membebaskan pandangan dari ketidaktahuan, seseorang pasti diliputi ketidakbahagiaan.
Keberadaan Manggalia Dalam Sejarah Kemunculan dan Perkembangan Agama Buddha Di Temanggung Surahman, Ana
PATISAMBHIDA : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama Vol. 2 No. 2 (2021): PATISAMBHIDA - Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/patisambhida.v2i2.797

Abstract

Keberadaan manggalia di Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung menjadi alasan peneliti untuk melakukan penelitian terkait sejarah terbentuknya manggalia, fungsi serta perannya, dan faktor-faktor yang menyebabkan surutnya manggalia. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui sejarah terbentuknya manggalia. (2) mengetahui fungsi dan tugas manggalia bagi umat Buddha di Kecamatan Kaloran. (3) mengetahui faktor penyebab semakin surutnya manggalia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pendekatan penelitian adalah studi kasus. Tempat penelitian dilakukan di Kecamatan Kaloran. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Februari sampai Agustus 2021. Data dalam penelitian kualitatif dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan trianggulasi. Teknik analisis data mengacu konsep Milles & Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) manggalia terbentuk pada tahun 1970 oleh para tokoh sembilan yang disebut juga sebagai tokoh dklarasi kebangkitan Agama Buddha di Kaloran. Tempat pembentukan manggalia di Vihara Dhamma Surya Dusun Janggleng, Desa Tlogowungu. (2) Fungsi dan peran manggalia meliputi tuga aspek dalam kehidupan umat Buddha yaitu aspke keagamaan, aspek adat dan tradisi, serta aspek kepemrintahan. (3) fenomena semakin surutnya manggalia disebabkan oleh faktor; umat Buddha yang semakin berkembang dalam hal pengetahuan dan ketrampilan keagamaan; semakin mudahnya askes umat Buddha untuk mengurus segala administrasi kepemrintahan; adanya peraturan desa untuk menyederhanakan perangkat.
Perubahan Sosial Umat Buddha Pada Sistem Kekerabatan Kegiatan Anjangsana Riswanto, Riswanto
PATISAMBHIDA : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama Vol. 1 No. 2 (2020): PATISAMBHIDA - Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/patisambhida.v1i2.806

Abstract

Masalah yang akan dipecahkan dalam penelititian ini adalah bentuk perubahan sosial umat Buddha pada sistem kekerabatan kegiatan anjangsana dan faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan anjangsana. Objek penelitian yang diambil dalam penelitian ini adalah umat Buddha yang mengikuti kegiatan anjangsana di Dusun Toleh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data mengunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data mengunakan teknik trianggulasi data.Hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini adalah bentuk perubahan sosial pada kegiatan anjangsana di Dusun Toleh, yaitu dalam hal kegiatan anjangsana konsep baru lebih bervariatif, dan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sosial yaitu komunikasi, geografis, dan inovasi. Serta dampak perubahan sosial yang ditimbulkan antara lain meningkatnya kualitas keyakinan, meningkatnya kesadaran umat, meningkatnya kekerabatan, meningkatnya solidaritas, meningkatnya loyalitas dan meningkatnya toleransi.
Analisis Minat Dan Motivasi Remaja Buddhis Untuk Melakukan Puja Bhakti di Vihara Dhamma Panna Dusun Krajan Desa Kalimanggis Sumadyo, Sumadyo; Subandi, Agus; Mariyono, Ari
PATISAMBHIDA : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama Vol. 3 No. 2 (2022): PATISAMBHIDA - Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/patisambhida.v3i2.813

Abstract

Remaja Buddhis adalah geneasi penerus Agama Buddha di Vihara Dhamma Panna, ketika ada puja bakti hanya sebagian remaja Buddhis yang datang. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menganalisis minat dan motivasi remaja Buddhis untuk melakukan puja bakti di Vihara Dhamma Pañña Dusun Krajan Desa Kalimangnggis 2) Mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi minat dan motivasi remaja Buddhis untuk melakukan puja bakti di Vihara Dhamma Pañña Dusun Krajan Desa Kalimanggis. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang dilakukan di Vihara Dhamma Panna Dusun Krajan Desa Kalimanggis pada bulan February-Juli. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti dapat disimpulkan bahwa minat dan motivasi remaja Buddhis untuk melakukan puja bakti di Vihara rendah. Hal itu dikarenakan kurangnya keyakinan (Saddha), minat dan motivasi pada diri remaja Buddhis dan faktor-faktor yang mempengaruhi minat dan motivasi remaja Buddhis untuk melakukan puja bakti faktor internal yang mempengaruhi minat remaja Buddhis seperti minat dan keyakinan (Saddha) dan faktor eksternal yang mempengaruhi minat yaitu lingkungan sekitar.
Fungsi Stupa Puja Luar Rumah Bagi Umat Buddha Dusun Lamuk Desa Kalimanggis Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung Setyani, Setyani
PATISAMBHIDA : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama Vol. 1 No. 2 (2020): PATISAMBHIDA - Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/patisambhida.v1i2.838

Abstract

Umat Budha Dusun Lamuk menganut Agama Buddha Tantrayana Kasogatan, salah satunya Umat Buddha sering melakukan puja di luar rumah dengan sarana dan cara yang sederhana. Namun hanya sebagian kecil umat saja yang melakukannya. Pada bulan September tahun 2017 dibangun stupa puja luar rumah. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pengertian masyarakat terhadap arti bentuk fisik stupa puja, bagaimana mereka melakukan persembahan dan ritual stupa puja serta dampak bagi peningkatan keyakinan Umat Buddha Dusun Lamuk dan dampak pada sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus kualitatif. Penelitian dilaksanakan pada Dusun Lamuk Desa Kalimanggis, Kabupaten Temanggung. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Uji keabsahan data meliputi uji credibility (validitas interbal), transferability (validitas eksternal), dependability (reliabilitas), dan confirmbility (obyektivitas). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan kesimpulan sebagai berikut: 1.Bentuk stupa puja berupa tugu dengan stupa. Dinding tugu terdapat teratai dan bijaksara Hum yang melambangkan semesta yang diselimuti dengan Bodhicitta, dan Rupang Ganesha adalah untuk perlindungan dan kemakmuran. 2. Dalam memberikan sesaji adalah dengan dupa, sayuran dan minuman dan pada waktu melaksanakan ritual adalah dengan cara membaca mantra Ganesha. 3 Setelah dibangun stupa puja luar rumah semakin menigkatkan keyakinan umat Buddha di Dusun Lamuk dalam memeluk dan menjalankan Agama Buddha.4. Dengan adanya stupa puja semakin mencirikan Dusun Lamuk sebagai Kampung Budhis namun toleransi antar umat beragama semakin baik dan meningkat.
Analisis Metode Ceramah Dharmaduta Dalam Udayi Sutta Siswoyo, Eko
PATISAMBHIDA : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama Vol. 4 No. 1 (2023): PATISAMBHIDA - Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/patisambhida.v4i1.841

Abstract

Pemeluk agama Buddha dibandingkan dengan agama yang lain jumlahnya sangat sedikit begitu pula penyebar agama buddha (bhikkhu) yang jumlahnya tidak banyak di indonesia sehingga umat buddha kurang adanya pembinaan. Selain bhikkhu sebanarnya terdapat seorang dharmaduta (penceramah) yang bertugas memberikan pembinaan terhadap umat yang perannya menggantikan seorang anggota Sangha (para bhikkhu). Namun tidak banyak dari seorang dharmadutta yang mengaplikasikan nilai-nilai Udayi Sutta dalam memberikan ceramah kepada umat Buddha. Terdapat 5 nilai yang harus dikuasai seorang dharmaduta dalam memberikan ceramah kepada masyarakat umat Buddha. Metode penulisan dalam penelitian ini menggunakan metode kaulitatif dengan pendekatan fenomonologi dari kejadian-kejadian dimasyarakat. Dengan seorang penceramah mengaplikasikan udayi sutta dalam setiap ceramahnya akan memberikan kualitas pada umat buddha serta mendorong umat buddha untuk pergi ke vihara dan meningkatkan keyakinannya pada Buddha Dhamma dan Sangha.
Kajian Folklor Tradisi Nyewu Dalam Aspek Buddhis Di Desa Hargorojo Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo Supriyanto, Heru
PATISAMBHIDA : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama Vol. 1 No. 2 (2020): PATISAMBHIDA - Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/patisambhida.v1i2.857

Abstract

Penelitian berlatar belakang pada banyaknya masyarakat dan generasi muda yang belum mengetahui makna dan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Nyewu. Penelitian ini bertujuan untuk: 1. Mengetahui proses tradisi nyewu di Desa Hargorojo. 2. Pandangan agama Buddha tentang tradisi Nyewu yang ada di Desa Hargorojo. 3. Mengetahui kajian folklore mengenai nilai-nilai tradisi Nyewu yang dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat di Desa Hargorojo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Peneliitian kualitatif deskriptif digunakan untuk menampilkan hasill data yang apa adanya tanpa proses manipulasi dan menyajikan gambaran mengenai suatu fenomena dan kenyataan sosial tentang tradisi Nyewu. Kajian penelitian tradisi Nyewu ini menggunakan kajian Folklore. Subjek penelitian ini adalah warga masyarakat desa Hargorojo. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini didapatkan: 1.Proses tradisi nyewudidesa Hargorojo yaitu antara lain: menyiapkan sesaji/ Uborampe, berdoa, genduri dan memasang kijing. 2. Pandangan agama Buddha yang ada di desa Hargorojo termasuk dalam ajaran pattidana, amisa puja dan dana. 3. Kajian folklor mengenai tradisi nyewu dan nilai yang dapat diterapkan yaitu gotong royong, toleransi
Tradisi Momongan Dan Relevansinya Dengan Nilai-Nilai Dasa Paramita Diani, Padma
PATISAMBHIDA : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama Vol. 2 No. 2 (2021): PATISAMBHIDA - Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/patisambhida.v2i2.858

Abstract

Abstrak Tradisi momongan merupakan tradisi yang dilakukan sejak nenek moyang ada, yang dilaksanakan selapan atau 35 hari sekali melalui serangkaian ritual yang penuh makna. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan makna simbol dan nlai tradisi momongan. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan pendekatan semiotika rolnad barthes. Metode pengambilan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta metode pengambilan sampel purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan simbol yang ditemukan dalam tradisi momongan memiliki dua bentuk yaitu bentuk verbal dan nonverbal. Bentuk verbal paritta dan doa Jawa. Bentuk nonverbal terdapat dua kelompok kebiasaan dan benda. Makna simbol nonverbal adalah penghormatan kepada Tiratna, perlindungan, dan kesejahteraan hidup. Makna simbol nonverbal cenderung mengartikan sifat manusia serta ajaran melakukan kebajikan dengan bersyukur, cinta kasih, memberi, dan kesejahteraan hidup. Relevansi tradisi momongan dalam Dasa Paramita adalah terdapat nilai-nilai murah hati, disiplin moral, pengunduran diri dari keduniawian, kebijaksanaan, semangat dan usaha, kesabaran, kejujuran dan kebenaran, kebulatan tekad, cinta kasih, dan keseimbangan.
Implementasi Atthanga Samanagata Uposatha Dalam Uposatha-Divasa Atau Hari Uposatha Try Purnomo , Danang; Yudhi, Yudhi
PATISAMBHIDA : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama Vol. 3 No. 1 (2022): PATISAMBHIDA - Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/patisambhida.v3i1.865

Abstract

Penelitian ini mendiskusikan mengenai pelaksanaan uposatha. Uposatha merupakan hari khusus untuk melaksanakan peraturan latihan tertentu (Sikkhapada). hari uposatha biasanya di laksanakan pada tanggal tanggal 1,8,15, dan 23 malam menurut penanggalan lunar. Penelitian ini bertujan untuk untuk mengetahui dan menjelaskan tradisi uposatha atthasila dalam agama Buddha, menjelaskan implementasi atau hal-hal yang harus dilaksanakan pada saat melaksanakan uposatha sila, menjelaskan manfaat dari tradisi uposatha atthasila dalam agama Buddha. Jenis penelitian ini adalah dekriptif kualitatif. Data diperolah dari hasil wawancara secara mendalam dan kajian kepustakaan. Berdasarkan temuan dilapangan diperoleh bahwa setiap hari uposatha banyak umat buddha yang belum mengetahui pelaksanaan atha sila atau delapan sila dan manfat dalam pelaksanaan uposatha sila.