cover
Contact Name
Tri Suyatno
Contact Email
jurnalpatisambhida6@gmail.com
Phone
+6282242558496
Journal Mail Official
jurnalpatisambhida6@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kantil, Bulusari, Bulusulur, Kec. Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah 57615
Location
Kab. wonogiri,
Jawa tengah
INDONESIA
Patisambhida : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama
ISSN : -     EISSN : 27459268     DOI : -
PATISAMBHIDA adalah Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama yang menerbitkan artikel berbasis penelitian berbagai topik dalam ruang lingkup pembahasan mengenai Pemikiran Buddha maupun Filsafat Agama
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 62 Documents
Ekonomi Dalam Perspektif Agama Buddha Bawono, Budhi; Vidya, Dama; Suryanto, Eko
PATISAMBHIDA : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama Vol. 4 No. 2 (2023): PATISAMBHIDA - Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/patisambhida.v4i2.1057

Abstract

Konsep ekonomi dalam agama Buddha dengan fokus pada Suttapiṭaka, filsafat ekonomi Buddha, perbandingan dengan ekonomi kapitalis, dan pandangan terhadap pengumpulan kekayaan. Agama Buddha memberikan panduan melalui konsep mata pencaharian benar, yang mencerminkan delapan unsur Jalan Mulia, dengan penekanan pada usaha yang jujur, keterampilan, dan non-eksploitasi. Metode penelitian menggunakan studi pustaka dari artikel jurnal, buku relevan, dan kitab suci Agama Buddha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep ekonomi dalam Suttapiṭaka mencerminkan nilai-nilai etika untuk menciptakan harmoni dan mengurangi penderitaan. Ajaran Buddha mendorong kesederhanaan, menolak kekerasan, dan mengedepankan kemurahan hati dalam praktik ekonomi. Dalam perbandingan dengan ekonomi kapitalis, artikel menyoroti perbedaan mendasar dalam prinsip dan tujuan. Ekonomi kapitalis menekankan pengejaran kekayaan sebagai tujuan utama, sedangkan ekonomi Buddha mengadvokasi keseimbangan antara kesejahteraan materi dan spiritual, serta pemberdayaan kesejahteraan bersama. Pandangan Buddhis terhadap pengumpulan kekayaan menekankan pada pengurangan penderitaan dan perlindungan diri dari perbuatan tercela. Implikasi penelitian ini adalah memberikan landasan bagi masyarakat dalam mengelola kekayaan dengan etika dan tanggung jawab sosial yang tinggi, serta memberikan kontribusi pada pemahaman ekonomi Buddha dalam konteks praktik sehari-hari dan dunia bisnis.
Karma Dalam Agama Buddha: Systematic Literature Review Angela, Shelfia; Partono Nyanasuryanadi; Kabri
PATISAMBHIDA : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama Vol. 5 No. 1 (2024): PATISAMBHIDA - Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/patisambhida.v5i1.1062

Abstract

The concept of Kamma (Karma) embodies the principle of causality, where every action has a corresponding consequence. Buddhism considers the theory of Kamma as a basic principle in its teachings. This research uses the System Literature Review (SLR) method to analyze relevant previous research regarding the concept of karma in Buddhism. Meta-synthesis was carried out to answer the research question, namely what is the concept of karma in Buddhism. The aim of this SLR research is to gain a deeper understanding of Kamma in Buddhism; increasing understanding through literacy studies from ten selected studies; thoroughly examine research and intensity of discussion; and provides evidence that the concept of karma exists in Buddhism. The systematic review carried out was using the PRISMA method, evaluating articles published between 2019 and 2023. Research articles related to karma were obtained by searching using the keyword "karma" together with the keyword "Buddhism" in the Google Scholar search database. Mendeley was used to compile and assess titles and abstracts, thereby identifying and eliminating duplicate articles. The methodology used in this investigation is meta-synthesis as a qualitative systematic review, specifically by analyzing 10 journals that are relevant to the research topic. The initial step involves formulating a research problem, followed by a comprehensive search for existing and related studies that align with the research title, then delving into a thorough analysis of these studies. Data collection techniques involve a non-test approach, where previous studies with similar problems are reviewed to obtain results and draw conclusions. The results of the analysis of 10 related journals concluded that there are various research methods regarding karma in Buddhism. Selected articles from 2019-2023 are in English only. Frequently used keywords according to the VOSviewer application are "Buddhism", "Karma", "Buddhist", "Buddha", and "Rebirth".
Penerapan Konsep Kesehatan Buddhis Dalam Menunjang Kesehatan Masyarakat: A Systematic Literature Review Fendy; Surya, Julia
PATISAMBHIDA : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama Vol. 5 No. 1 (2024): PATISAMBHIDA - Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/patisambhida.v5i1.1065

Abstract

Ajaran Buddha berfokus pada kesehatan jasmani, rohani, dan perpaduan keduanya. Dalam konteks rohani, salah satu pemicu sakit adalah stres, misalnya stres akademik. artikel ini bertujuan mengidentifikasi penerapan kesehatan dengan prinsip dan nilai Buddhis menggunakan pendekatan Sistematik Literatur Review (SLR) untuk mengetahui literatur yang membahas Agama Buddha untuk mendukung kesehatan, dan kesenjangan penelitian secara empiris dan kontekstual. Data dikumpulkan dan disaring dengan pedoman PRISMA menggunakan database Dimension. Setelah penyaringan, lalu data tersebut di analisa berdasarkan keterkaitan kata kunci kesehatan buddhis yang terdapat pada Judul dan Abstract Jurnal menggunakan VOSviewer, sehingga bisa diketahui adanya potensi penelitian. Selain itu data tersebut juga dituangkan ke dalam grafik berdasarkan tahun, negara asal peneliti, bidang penelitian, dan jumlah sitasi terbanyak. Data-data tersebut menghasilkan gambaran penelitian yang telah berjalan selama ini. Hasil evaluasi penelitian selama periode tahun 2019-2023 secara umum memperlihatkan kenaikan jumlah penelitian tentang kesehatan, namun keterkaitan dengan cara-cara dan nilai-nilai Buddhis belum begitu banyak dibahas. Hal ini menjadi acuan bahwa masih terbuka peluang penelitian dari segi kesehatan secara Buddhis, baik kuantitatif maupun kualitatif, untuk mendukung kesehatan yang holistik. Keterlibatan institusi pemerintah dan swasta, serta akademisi perlu ditingkatkan, agar potensi penelitian kesehatan secara Buddhis ini bisa menunjang kesehatan masyarakat pada khususnya, dan pembangunan manusia pada umumnya. Buddhism focuses on physical, spiritual health, and the combination of both. In a spiritual context, one of the triggers for illness is stress, for example academic stress. This article aims to identify the application of health with Buddhist principles and values using a Systematic Literature Review (SLR) approach to determine literature that discusses Buddhism to support health, and research gaps empirically and contextually. Data was collected and filtered according to PRISMA guidelines using the Dimension database. After filtering, the data was analyzed based on the relevance of Buddhist health keywords contained in the Journal Title and Abstract using VOSviewer, so that research potential could be identified. Apart from that, the data is also presented in graphs based on year, researcher's country of origin, research field, and the highest number of citations. These data produce a picture of research that has been ongoing so far. The results of research evaluations during the 2019-2023 period generally show an increase in the number of research on health, but the connection with Buddhist methods and values has not been widely discussed. This is a reference that there are still opportunities for research from a Buddhist health perspective, both quantitative and qualitative, to support holistic health. The involvement of government and private institutions, as well as academics, needs to be increased, so that the potential of Buddhist health research can support public health in particular, and human development in general.
Peran Bubur Abang Dalam Tradisi Duwe Gawe (Pernikahan Dan Khitanan) Pada Masyarakat Desa Dukuh Ngablak Kecamatan Cluwak Kabupaten Pati Praptiyono, Kabul; Ghana Yoga Mahardika; Viriya Efendy
PATISAMBHIDA : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama Vol. 5 No. 1 (2024): PATISAMBHIDA - Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/patisambhida.v5i1.1157

Abstract

Tradisi masyarakat Desa Ngablak Dusun Dukuh yang masih yakin dengan warisan dari leluhur hingga saat ini masyarakat terus menjalankan tradisi Duwe Gawe (pernikahan dan khitan). Terdapat fenomena saat masyarakat menyelenggarakan tradisi Duwe Gawe, sebelum masyarakat menjalankan tradisi Duwe Gawe terdapat ritual selametan Bubur Abang karena masyarakat mempunyai harapan supaya pada saat menjalankan tradisi Duwe Gawe diberikan kelancaran. Penelitian yang dilalukan di masyarakat Desa Ngablak Dusun Dukuh menggunakan metode kualitatif deskripsi dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara (terstruktur dan tidak terstruktur), observasi, dan dokumentasi. Kemudian menggunakan teknik analisis pengumpulan data, reduksi data, dan penyajian data. Dari tahapan-tahapan yang sudah dilakukan maka dapat disimpulkan dari hasil penelitian ini, Bubur abang berperan penting untuk masyarakat Desa Ngablak Dusun Dukuh karena masyarakat saat menjalankan Duwe Gawe memiliki harapan supaya diberikan kelancaran, kesehatan, dan kesejahteraan.
Tinjauan Etika Deontologi Immanuel Kant Terhadap Praktik Dāna Dalam Buddhisme: Sebuah Kajian Filosofis Atas Teks Dānamahapphala Sutta Nur Fattah, Galuh
PATISAMBHIDA : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama Vol. 5 No. 1 (2024): PATISAMBHIDA - Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/patisambhida.v5i1.1189

Abstract

Abstrak Artikel penelitian ini memberikan penjelasan mendalam mengenai makna praktik dāna dalam Buddhisme yang ditinjau berdasarkan teori etika deontologi Immanuel Kant, dengan fokus pada teks Dānamahapphala Sutta (AN 7.52) sebagai sumber dan objek analisis filosofisnya. Diketahui bahwa tindakan etis atau moral dalam etika Kant dibagi menjadi dua klasifikasi, yaitu tindakan yang bersifat imperatif hipotetis dan tindakan yang bersifat imperatif kategoris. Tindakan yang bersifat imperatif hipotetis dalam etika Kant dipandang sebagai tindakan yang tidak memenuhi syarat sebagai tindakan yang baik karena berfokus pada imbalan yang mungkin diterima, sebaliknya tindakan yang bersifat imperatif kategoris dipandang sebagai tindakan yang ideal untuk dikatakan baik karena dilakukan tanpa syarat dan hanya berbasis pada kewajiban semata. Dalam analisis etika Kant tersebut, ditemukan bahwa praktik dāna tidak dapat secara otomatis dikatakan sebagai tindakan yang bersifat imperatif kategoris. Jika praktik dāna tersebut dilakukan atas motivasi untuk mendapatkan imbalan tertentu yang secara kualitas dalam Buddhisme dapat diklasifikasikan sebagai hina dāna dan majjhima dāna maka dalam sudut pandang etika Kant, praktik dāna tersebut dapat dikategorikan sebagai imperatif hipotetis dan bukan merupakan tindakan yang secara deontologis baik. Sedangkan jika praktik tersebut dilakukan tanpa suatu motif apapun dan semata-mata dilakukan karena praktik itu baik seperti yang Buddha jelasakan pada bagian akhir Dānamahapphala Sutta (AN 7.52) dan dapat diklasifikasikan sebagai panita dāna, maka praktik dāna tersebut dapat dikategorikan sebagai imperatif kategoris yang secara deontologis baik. Kata Kunci: Praktik Dāna, Etika Deontologi, Immanuel Kant, Dānamahapphala Sutta. Abstract This research article provides an in-depth explanation of the meaning of dāna practice in Buddhism based on Immanuel Kant's theory of deontological ethics, focusing on the text of Dānamahapphala Sutta (AN 7.52) as the source and object of philosophical analysis. It is known that ethical or moral actions in Kant's ethics are divided into two classifications, namely hypothetical imperative and categorical imperative. Hypothetical imperative in Kant's ethics are seen as actions that do not qualify as good actions because they focus on the rewards that might be received, whereas categorical imperative are seen as ideal actions and to be good because they are done unconditionally and only based on obligation. In Kant's ethical analysis, it is found that the practice of dāna cannot automatically be said to be a categorical imperative action. If the practice of dāna is done for the motivation of getting certain rewards which in Buddhism can be classified as hina dāna and majjhima dāna then in Kant's ethical point of view, the practice of dāna can be categorized as a hypothetical imperative and is not a deontologically good action. On the other hand, if the practice is done without any motive and solely because it is good as the Buddha explained at the end of the Dānamahapphala Sutta (AN 7.52) and can be classified as panita dāna, then the dāna practice can be categorized as a categorical imperative that is deontologically good. Keywords: Dāna Practice, Deontological Ethics, Immanuel Kant, Dānamahapphala Sutta.
Proposisi: Diskursus Realis Dan Nominalis Dalam Metafisika Manggala Wiriya Tantra; Gede Agus Siswadi
PATISAMBHIDA : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama Vol. 5 No. 1 (2024): PATISAMBHIDA - Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/patisambhida.v5i1.1215

Abstract

Proposisi selalu menjadi perhatian penting dalam ilmu filsafat. Salah satu pembahasan yang sangat menarik tentang proposisi terdapat dalam metafisika. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyuguhkan informasi penting mengenai diskursus kaum realis dan nominalis dalam filsafat, khususnya yang erat kaitannya dengan proposisi yang melibatkan fakta dalam pembahasannya. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutik filosofis. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa filsuf yang beraliran realis sering menyangkal bahwa sifat, jenis, dan relasi menghabiskan entitas abstrak yang menjadi komitmen. Para filsuf mengklaim bahwa ada juga proposisi sebagai entitas abstrak yang tidak bergantung pada bahasa dan tidak bergantung pada pikiran yang berfungsi sebagai objek dari tindakan pernyataan/penyangkalan dan tindakan berpikir. Filsuf juga merupakan referensi dari klausa-klausa dan sekaligus menjadi pembawa utama dari nilai-nilai kebenaran. Para filsuf yang skeptis terhadap gagasan proposisi ingin menyatakan bahwa dapat mengakomodasi semua fenomena yang menarik bagi kaum realis tanpa memperkenalkan proposisi ke dalam ontologi.
Ritual Ibadah Umat Buddha Mahayana Di Kabupaten Jepara Widodo, Hadi; Sunarti
PATISAMBHIDA : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama Vol. 5 No. 2 (2024): PATISAMBHIDA - Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/patisambhida.v5i2.1216

Abstract

Ritual sangat kental sekali hubungannya dengan masyarakat Indonesia. Ritual merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh manusia untuk berkomunikasi, berterima kasih dan bersyukur kepada Pencipta. Kegiatan ritual dipercayai mampu memberikan kedamaian dan kesejukan bagi yang melaksanakan ritual. Tujuan dari artikel ini adalah memberikan informasi dan berupaya menambah wawasan pembaca tentang tata cara ritual yang dilaksanakan oleh umat Buddha Mahayana yang ada di kabupaten Jepara. Kegiatan ritual dilakukan dengan beberapa tujuan, di antaranya adalah untuk mendapatkan berkah, rezeki, jodoh dan lain-lain. Indonesia memiliki beragam ritual, mulai dari ritual adat, ritual budaya, maupun ritual agama. Agama Buddha adalah salah satu di antaranya yang melakukan praktik ritual. Agama Buddha sendiri memiliki banyak jenis praktik ritual berdasarkan alirannya, salah satu aliran Buddha yang kental dengan praktik ritual adalah aliran Mahayana. Aliran Buddha Mahayana berkembang di beberapa daerah, di antaranya yaitu Mahayana berkembang di kabupaten Jepara Jawa Tengah. Artikel ini disusun berdasarkan hasil penelitian penulis yang menggunakan metode kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data berdasarkan hasil wawancara, observasi, dokumentasi dan sumber sekunder lainnya. Berdasarkan data yang diperoleh, kemudian dinarasikan dalam bentuk pembahasan. Hasil dari penelitian ini sangat menarik karena masyarakat agama Buddha Mahayana di Jepara melaksanakan beberapa tata cara ritual yang lain selain tata cara ritual peribadatan agama Buddha Mahayana.
Filsafat Agama Dan Implementasi Moderasi Beragama Di Rumah Tahfidz Qur’an Masjid Raya At Taqwa Kota Cirebon, Jawa Barat Kirom, Syahrul Kirom
PATISAMBHIDA : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama Vol. 5 No. 2 (2024): PATISAMBHIDA - Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/patisambhida.v5i2.1308

Abstract

Abstrak Kekerasan atas nama agama dan tindakn terorisme serta radikalisme di Indonesia masih saja terjadi. Dengan berpijak pada kasus tersebut, maka diperlukan peran Filsafat agama dan moderasi beragama dalam menangkal radikalisme. Oleh karena itu, Kegiatan Penelitian ini fokus pada Santri di Rumah Tahfdz Qur;an Masjid Raya At Taqwa terhadap sikap radikalisme terhadap para santr. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah AR ( Action Research). Dengan cara turun ke Lapangan di rumah Tahfidz Qur’an masjid raya At Taqwa. Hasil dari kegiatan penelitian ini adalah bahwa Berdasarkan hasil dari survei pada santri di rumah Tahfidz tersebut, secara lebih khususnya, bahwa santri di era millinnela, yang mana santri di Rumah Tahfidz berusia 13-18 tahun, maka santri yang rata rata masih sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas,.anak anak sekolah dan santri itulah yang rawan terpapar radikalisme bisa saja melalui media online, Selama peneliti terjun ke lapangan dan memberikan sosialiasis terkait Filsafat agama dan moderasi beragama, santri tidak ada yang radikal dan setuju dengan moderasi beragama demi menjaga keharmonisan beragama. Persoalan mengenai adanya radikalisme yang sangat membahayakan bagi santri-santri di Rumah Tahfdz, Karena itu, diperlukan pendekatan Filsafat Agama, Filsafat memfungsikan akal dalam mengolah dan menerjemahkan agama, sehingga tidak muncul truth claim. Hal ini yang membahayakan nantinya, dengan demikian, perlu ditambahkan pemahaman moderasi beragama, dan penerapan moderasi beragama bagi santri dalam setiap Tindakan sikap dan lisan, sehingga dalam membangun keasadaran akan pentinganya filsafat agama dan implementasi moderasi beragama menjadi sangat penting sekali dengan tujuan untuk mencegah santri santri agar tidak terpapar radikalisme. Keywords: Filsafat Agama, Radikalisme dan Moderasi Beragama
Kajian Ketoprak Moderasi Beragama Wahyu Dwijo Aji Kemenag Kabupaten Temanggung Sebagai Media Pesan Pembangunan Keumatan Sumarmi; Purnomo, Danang Try; Sudarto
PATISAMBHIDA : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama Vol. 5 No. 2 (2024): PATISAMBHIDA - Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/patisambhida.v5i2.1342

Abstract

Kajian Ketoprak Moderasi Beragama Wahyu Dwijo Aji Kemenag Temanggung Sebagai Media Pesan Pembangunan Keumatan. Skripsi, Program Studi Kepenyuluhan Buddha Jurusan Dharmaduta, Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri Jawa Tengah. Perkembangan Iptek yang semakin canggih membawa perubahan pada tatanan kehidupan masyarakat yang serba canggih dalam teknologi tentunya ada potensi negatif yang ditimbulkannya di masyarakat. Masih minimnya daya dukung masyarakat terhadap tradisi budaya, khususnya seni ketoprak, bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Masyarakat yang kurang teredukasi atau tidak memiliki akses yang memadai terhadap informasi mengenai seni tradisional seperti ketoprak mungkin cenderung kurang mengapresiasi nilai-nilai budayanya. Tujuan yang akandicapai pada penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan peran para pemain ketoprak dalam memberikan tontonan dan tuntunan pada masyarakat, menganalisis peran para pemain dalam menyampaikan pesan tentang moderasi beragama, dan mendiskripsikan peran para pemain ketoprak dalam penyampaian pesan pembangunan dari pemerintah pada masyarakat. Jenis penelitian yang akan digunakan yaitu kualitatif penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Subjek pada penelitian ini adalah para pemain atau anggota yang tergabung dalam ketoprak moderasi Kemenag Temanggung. Anggota ketoprak Wahyu Dwijo Aji berjumlah 28 orang. Dengan memilih informan sejumlah 5 orang yang merupakan tokoh ketoprak dan anggota lintas agama dengan purphosif sampling. Peneliti menetapkan fokus penelitian, pengumpulan data, menafsirkan data, mengolah dan menarik kesimpulan atas semuannya. Alat pengumpulan data yaitu alat tulis, dan dokumen/ literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran para pemain ketoprak dalam memberikan tontonan dan tuntunan pada masyarakat dengan memberikan tuntunan yaitu lewat para pemain yang menjadi pemeran/lakon, menampilkan peranya dengan baik atau sungguh-sungguh dalam berakting, peran dengan penghayatan yang totalitas, dan menampilkan peran sesuai karakter sebenarnya. Peran para pemain dalam menyampaikan pesan tentang moderasi beragama dengan menyampaikan tentang pesan-pesan moderasi beragama, menyampaikan pesan kerukunan umat serta cerita sebagai simbol adanya kerukunan umat dalam kehidupan di masyarakat, dan menyampaikan cerita dengan bahasa agama serta bahasa ketoprak sehingga mudah dipahami oleh masyarakat. Peran para pemain ketoprak dalam penyampaian pesan pembangunan dari pemerintah pada masyarakat. Dengan menyampaikan tentang program pembangunan manusia untuk peningkatan kualitas hidup, menyampaikan pesan tentang kesehatan, pertanian, pendidikan, budaya, ekonomi, menyampaikan pesan sopan santun, kesusilaan, dan saling menghargai.
Nilai-Nilai Moderasi Beragama Dalam Tradisi Sedekah Bumi Riscaga, Metta Riscaga; Eko Siswoyo
PATISAMBHIDA : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama Vol. 5 No. 2 (2024): PATISAMBHIDA - Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/patisambhida.v5i2.1344

Abstract

Tradition is a cultural heritage that has existed since ancient times. Tradition is a legacy of the Woyang ancestors that is preserved until now. Tradition is a culture, one form of tradition is the earth alms tradition. The earth alms tradition is a cultural heritage from ancestors that is still maintained until now. The earth alms tradition is a form of gratitude from society to nature for the abundant produce of the earth. In its implementation, a tradition has good norms in the community environment. Just like the earth alms tradition, in the earth alms tradition there are various values ​​of religious moderation in it which are good norms in society. This article is compiled using a descriptive qualitative method. The results of the discussion refer to the implementation of the earth alms tradition, in which there are values ​​of religious moderation. Where the values ​​of religious moderation in the earth alms tradition create harmony. Tradisi merupakan sebuah warisan budaya yang sudah ada sejak jaman dahulu kalah. Tradisi merupakan sebuah warisan nenek woyang yang dilestarikan hingga sekarang. Tradisi adalah sebuah budaya salah satu bentuk dari tradisi ialah tradisi sedekah bumi. Tradisi sedekah bumi merupakan warisan budaya dari leluhur yang masih terus dipertahankan hingga sekarang. Tradisi sedekah bumi merupakan bentuk syukur masyarakat terhadap alam atas hasil bumi yang melimpah. Dalam pelaksanaanya sebuah tradisi memiliki suatu norma-norma baik dalam lingkungkan masyarakat. Sama seperti tradisi sedekah bumi dimana dalam tradisi sedekah bumi terdapat berbagai nilai-nilai moderasi beragama didalamnya yang dimana merupakan norma-norma baik dalam bermasyrakat. Artikel ini disusun menggunakan metode kualitatis deskritif. Hasil pembahasan merujuk pada pelaksanaan tradisi sedekah bumi yang diamana di dalamnya terdapat nilai-nilai moderasi beragama. Dimana nilai-nilai moderasi beragama dalam tradisi sedekah bumi menciptakan sebuah kerukunan.