cover
Contact Name
Muhamad Sidik
Contact Email
mgcn.sidik@gmail.com
Phone
+6289671418611
Journal Mail Official
jmia@kampusakademik.co.id
Editorial Address
Jl.pedurungan kidul IV rt.03/01 No.62 Kel. Pedurungan Kidul/ Kec.Pedurungan Semarang 50192
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK
ISSN : 30327385     EISSN : 30327377     DOI : https://doi.org/10.61722/jmia.v1i2
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK (JMIA) , ISSN: (cetak), ISSN: (online) adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh CV. Kampus Akademik Publising . JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK merupakan platform publikasi jurnal Karya suatu hasil penelitian orisinil atau tinjauan Pustaka yang ditulis oleh dosen atau mahasiswa. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup Multidisiplin diantaranya yaitu: Manajemen, Ekonomi, Ekonomi Syariah, Akuntansi, Kewirausahaan, Bisnis, Ilmu Sosial Humaniora, Sastra, Bahasa, Pertanian, Kesehatan, Peternakan, perikanan, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Sistem Informasi, Teknik Elektro dan Informatika, Desain Komunikasi Visual, Ilmu Komunikasi, Hukum. Jurnal ini terbit 1 tahun 6 kali (Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, Desember)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 719 Documents
Analisis Framing Pemberitaan Pengajuan Gugatan Hasil Pemilu 2024 di Media Online Jawapos.com dan Kompas.com Fahmy Fahmy; Agus Saifuddin Amin
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 2 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v2i6.6965

Abstract

The development of technology has transformed mass media, particularly online media, which plays a crucial role in various aspects of life, including politics. The 2024 Indonesian election, with issues of alleged fraud and power intervention, reflects a crisis of trust in democratic institutions. This study aims to analyze how online media, specifically JawaPos.com and Kompas.com, frame news coverage related to the lawsuit over the 2024 election results using Robert N. Entman’s framing analysis model. The research employs a qualitative method with a framing analysis approach, identifying four key elements: Define Problems, Diagnose Causes, Make Moral Judgment, and Treatment Recommendation. The findings reveal differences in framing between the two media. JawaPos.com highlights the administrative aspects of the lawsuit and the independence of the Constitutional Court, while Kompas.com focuses more on political dimensions such as power intervention, misuse of social assistance (bansos), and Gibran’s candidacy. In the Define Problems element, JawaPos.com emphasizes structured fraud, whereas Kompas.com underscores social assistance misuse and power intervention.
PERAN ZAKAT DALAM MENGURANGI KESENJANGAN PENDAPATAN DAN KEMISKINAN UMAT ISLAM DI INDONESIA Rizzky, Dava Muhammad; Naili Fadillah; Nurasyifa Ramahdani
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 2 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v2i6.6968

Abstract

Zakat is an important economic tool in Islam, helping communities overcome poverty and promote equitable welfare. In Islamic teachings, zakat is not only a ritual obligation, but also a means of distributing wealth to improve the economic conditions of the community. This study uses a qualitative method through a literature review, analyzing various references such as books, journal articles, verses from the Qur'an, and related hadiths. The results of the study show that zakat can be a powerful tool for reducing poverty by channeling funds to eligible recipients (mustahik). However, there are obstacles such as a lack of public awareness in paying zakat and weak supervision of fund distribution. Therefore, it is necessary to improve the management mechanisms and education about zakat so that its role as an economic solution for the community can be maximized in overcoming poverty in Indonesia.
Nilai Hukum dan Etika Sosial Pernikahan Adat pada Masyarakat Pugung Tanggamus Ulya Aqila; Zainudin Hasan
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 2 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v2i6.6981

Abstract

Penelitian ini membahas tentang hukum pernikahan adat dalam masyarakat Lampung dengan fokus pada nilai hukum dan etika sosial perkawinan adat Sai Batin dan Pepadun di wilayah Pugung, Kabupaten Tanggamus. Melalui wawancara dengan tokoh adat Bapak Madnuri atau yang dikenal sebagai Raja Setangkai, diperoleh pemahaman bahwa pernikahan adat Lampung memiliki nilai hukum, sosial, dan moral yang kuat. Tradisi pernikahan adat menjadi wujud nyata pelestarian identitas dan hukum adat yang telah diwariskan turun-temurun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan adat Lampung, baik pada masyarakat Sai Batin maupun Pepadun, memiliki tata cara yang hampir serupa, berakar pada prinsip keselarasan antara adat dan hukum positif. Hal ini mencerminkan hubungan harmonis antara norma adat dan hukum negara.
Relevansi Pendidikan Pancasila Dalam Menghadapi Tantangan Globalisasi Erfina Erfina; Kadek Vina Dwiyanti; Zainudin Hasan
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 2 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v2i6.6982

Abstract

This article discusses the relevance of Pancasila education in facing the increasingly complex challenges of globalization. Pancasila, as the ideology and foundation of the Indonesian state, plays a strategic role in shaping the moral character and national identity of the Indonesian people. Through Pancasila education, young generations are expected to preserve national values amid the positive and negative impacts of globalization. This study employs a normative method with a literature- based approach, analyzing various academic sources related to the significance of Pancasila as a guiding philosophy for the nation. The results of this study indicate that Pancasila education is essential in instilling moral values, strengthening national identity, and serving as a defense against foreign ideologies that may weaken the nation’s character. Strengthening Pancasila education at all levels of education is crucial in preparing the Indonesian nation to compete globally while maintaining its noble values.
PERAN KRUSIAL ODITUR DALAM MENGADILI KASUS PENIPUAN KONEKSITAS TERHADAP MILITER DAN MASYARAKAT SIPIL Suryanto, Ricky Dwi
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 2 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v2i6.6996

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pentingnya Oditurat Militer Tinggi III Surabaya (Otmilti III Surabaya) dalam menegakkan hukum bagi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang terlibat dalam tindak pidana penipuan terhadap masyarakat sipil. Anggota TNI, sebagai kekuatan pertahanan negara, seharusnya menegakkan Sapta Marga dan integritas, akan tetapi kasus penipuan yang melibatkan beberapa prajurit TNI sering kali merusak reputasi institusi, serta merugikan masyarakat sipil. Oditur Militer berperan penting sebagai Jaksa Penuntut Umum dalam yang berada dalam sistem peradilan militer, dan menjadi peranan penting dalam tahap awal mulai dari fase penyidikan tambahan (jika diperlukan) hingga proses penuntutan di Pengadilan Militer Tinggi. Tugas utama Oditur Militer Tinggi III Surabaya meliputi beberapa tahap yaitu : pengecekan kelengkapan berkas perkara, atau surat masuk dan alat bukti yang disediakan oleh Penyidik dari Polisi Militer yang terkait, membuat surat dakwaan yang tepat merujuk pada Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Militer (KUHPM) atau KUHP, dan mengajukan tuntutan Pidana yang sesuai berupa hukuman pokok (penjara) dan hukuman tambahan seperti pemecatan dari dinas militer, sebagai langkah untuk memberi pelajaran terhadap Prajurit TNI yang telah melakukan tindak pidana, kemudian memulihkan kepercayaan masyarakat. Analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa melalui penanganan kasus yang profesional dan secara terbuka atau terang-terangan, Otmilti III Surabaya tidak hanya melaksanakan perannya sebagai lembaga penuntut umum, akan tetapi juga sangat penting dalam mempertahankan hukum disiplin, dan martabat, serta citra TNI di hadapan publik sembari memastikan keadilan bagi para korban sipil yang terlibat tindak pidana dalam ruanglingkup TNI.
RELEVANSI PANCASILA SEBAGAI DASAR IDEOLOGI DAN MORAL BANGSA INDONESIA Zainudin Hasan; Fahri Reifal Setiawan; Subhan Syahrezal; M. Ihsan Putra Devary; A, Fakhry Yoga Satya; M. Maliqi Berlando
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 2 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v2i6.7003

Abstract

Pancasila as a state ideology plays an important role in shaping the nation's morals. This article aims to analyze how the development of the Pancasila ideology can contribute to building morals. The research method used is empirical normative with data collection through literature studies, semi-structured interviews. The results of the study indicate that internalization of Pancasila values through formal education, campus programs, and community service programs can strengthen the attitude of love, tolerance, and national morals. The results of the study indicate that Pancasila values remain relevant.
Peran Pancasila dalam Membentuk Karakter Pada Generasi Muda Angelica Casela Moy; Putri Falen Kinanti
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 2 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v2i6.7005

Abstract

Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak, berjiwa nasionalis, dan bertanggung jawab. Nilai-nilai Pancasila, seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial, menjadi pedoman dalam membentuk kepribadian yang sesuai dengan jati diri bangsa. Namun, di era globalisasi saat ini, pengaruh budaya asing, kemajuan teknologi, dan menurunnya rasa nasionalisme telah menyebabkan terjadinya pergeseran moral di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, penerapan nilai-nilai Pancasila perlu terus diperkuat melalui pendidikan karakter di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Pancasila diharapkan mampu menjadi dasar pembentukan karakter generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang beriman, beretika, disiplin, toleran, dan cinta tanah air. Dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila secara konsisten, generasi muda dapat menjadi penerus bangsa yang berintegritas dan mampu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN KAMPUS Zainudin Hasan; Devany Gotama; Lidya Natalia
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 2 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v2i6.7006

Abstract

Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia mengandung nilai fundamental yang menjadi pedoman hidup berbangsa dan bernegara. Mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki peran penting dalam menginternalisasi nilai Pancasila di kehidupan kampus yang multikultural. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman, implementasi, faktor pendukung dan hambatan, serta pengaruh globalisasi dan media sosial terhadap penerapan Pancasila di kalangan mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah gabungan empiris melalui kuesioner (20 responden) dan normatif melalui studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80% mahasiswa memahami makna Pancasila, tetapi hanya 55% yang aktif mengimplementasikannya dalam kegiatan nyata. Nilai gotong royong, musyawarah, dan toleransi cukup hadir, namun belum optimal. Faktor pendukung antara lain organisasi kemahasiswaan dan peran dosen, sedangkan hambatan berupa rendahnya kesadaran, kurangnya program penguatan karakter, serta pengaruh media sosial. Kesimpulan penelitian ini menegaskan perlunya strategi kampus dalam menghadirkan program aplikatif agar nilai Pancasila tidak hanya dipahami, tetapi juga dihidupi mahasiswa.
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam upaya pencegahan Korupsi di Indonesia Zainudin Hasan; Halda Dwi Marsela; Juli Septiani; Davin Ivander
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 2 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v2i6.7007

Abstract

Korupsi merupakan salah satu permasalahan serius yang masih menjadi hambatan besar dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berintegritas di Indonesia. Dampaknya tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga menimbulkan krisis moral, menurunkan kepercayaan publik, dan menghambat pembangunan nasional. Upaya pemberantasan korupsi melalui pendekatan hukum semata belum cukup efektif, karena akar masalahnya juga terkait dengan degradasi moral dan karakter bangsa. Dalam konteks ini, Pancasila memiliki peranan penting sebagai landasan moral dan ideologis dalam membentuk karakter antikorupsi melalui internalisasi nilai-nilai luhur yang dikandungnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai-nilai Pancasila sebagai strategi pencegahan korupsi di Indonesia. Setiap sila Pancasila mengandung prinsip moral yang relevan bagi tata kelola pemerintahan yang bersih. Sila pertama menegaskan pentingnya ketakwaan dan tanggung jawab moral; sila kedua menanamkan kejujuran dan keadilan; sila ketiga menumbuhkan semangat persatuan di atas kepentingan pribadi; sila keempat menekankan musyawarah dan kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan; dan sila kelima menegakkan keadilan sosial serta menolak penyalahgunaan kekuasaan. Dengan demikian, Pancasila dapat menjadi pedoman etis dalam membangun budaya antikorupsi di Indonesia.
Prinsip Prinsip Dalam Hukum Perkawinan Adat Lampung M.Hafara Fikario; Zainudin Hasan
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 2 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v2i6.7008

Abstract

The customary marriage law of Lampung is an integral part of Indonesia’s customary legal system, reflecting the social, cultural, and moral values of the Lampung people. This article aims to identify and analyze the fundamental principles underlying Lampung’s customary marriage law and to examine their relevance within the context of national legal development. The research employs a normative juridical method with a descriptive qualitative approach, utilizing literature studies and interviews with traditional leaders. The findings indicate that Lampung’s customary marriage law is based on four main principles: (1) the principle of kinship and mutual cooperation, (2) the principle of balance between rights and obligations, (3) the principle of deliberation and consensus, and (4) the principle of respect for lineage and family dignity. These principles not only serve as guidelines for regulating marital relationships but also play a vital social role in maintaining harmony among clans and preserving social order. In the context of modern law, the values embedded in Lampung’s customary marriage law remain relevant and have the potential to be integrated into the national legal system to strengthen a just and locally rooted legal framework.