cover
Contact Name
Muhamad Sidik
Contact Email
mgcn.sidik@gmail.com
Phone
+6289671418611
Journal Mail Official
jmia@kampusakademik.co.id
Editorial Address
Jl.pedurungan kidul IV rt.03/01 No.62 Kel. Pedurungan Kidul/ Kec.Pedurungan Semarang 50192
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK
ISSN : 30327385     EISSN : 30327377     DOI : https://doi.org/10.61722/jmia.v1i2
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK (JMIA) , ISSN: (cetak), ISSN: (online) adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh CV. Kampus Akademik Publising . JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK merupakan platform publikasi jurnal Karya suatu hasil penelitian orisinil atau tinjauan Pustaka yang ditulis oleh dosen atau mahasiswa. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup Multidisiplin diantaranya yaitu: Manajemen, Ekonomi, Ekonomi Syariah, Akuntansi, Kewirausahaan, Bisnis, Ilmu Sosial Humaniora, Sastra, Bahasa, Pertanian, Kesehatan, Peternakan, perikanan, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Sistem Informasi, Teknik Elektro dan Informatika, Desain Komunikasi Visual, Ilmu Komunikasi, Hukum. Jurnal ini terbit 1 tahun 6 kali (Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, Desember)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 719 Documents
HAK ASASI MANUSIA DALAM KONTEKS PANCASILA Rachmat Dwiky Darmawan; Shakira Nalomrua Rihmi P
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 2 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v2i6.7013

Abstract

Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan hak mendasar yang melekat pada setiap individu sejak lahir sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa dan tidak dapat dicabut oleh siapa pun. Dalam konteks Indonesia, pelaksanaan HAM berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila yang menjadi dasar moral, etika, dan hukum kehidupan berbangsa. Setiap sila Pancasila mencerminkan prinsip-prinsip HAM: sila pertama menjamin kebebasan beragama, sila kedua menegaskan penghormatan terhadap martabat manusia, sila ketiga menumbuhkan hak untuk bersatu dalam semangat persaudaraan, sila keempat menjamin partisipasi rakyat dalam pemerintahan demokratis, dan sila kelima menegakkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Ciri khas HAM di Indonesia terletak pada keseimbangan antara hak dan kewajiban, kebebasan individu, serta tanggung jawab sosial, berbeda dengan konsep Barat yang cenderung individualistik. Namun, pelaksanaan HAM masih menghadapi tantangan seperti pelanggaran hak, ketimpangan sosial, dan lemahnya penegakan hukum. Oleh karena itu, penguatan nilai-nilai Pancasila melalui kebijakan publik, pendidikan, dan budaya hukum nasional menjadi kunci untuk mewujudkan penegakan HAM yang tidak hanya formal, tetapi juga berakar pada moralitas dan kemanusiaan yang sejati.
Analisis Sistem Pembagian Harta Waris Berdasarkan Hukum Adat Lampung Pepadun: Studi Tentang Penerapan Prinsip Mayorat Laki-Laki Dalam Masyarakat Adat Buai Nunyai Di Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara Fawwaz Nabil Arayyan Thamrin; Zainudin Hasan
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 2 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v2i6.7015

Abstract

Penelitian ini membahas sistem pembagian harta waris dalam hukum adat Lampung Pepadun, khususnya di masyarakat adat Buai Nunyai, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara. Sistem kewarisan yang diterapkan bersifat mayorat laki-laki, di mana anak laki-laki tertua menjadi ahli waris utama sekaligus pemegang tanggung jawab keluarga. Harta warisan dalam pandangan adat tidak semata-mata dianggap sebagai hak kepemilikan pribadi, tetapi sebagai amanah sosial untuk menjaga keharmonisan, kesejahteraan, dan keberlanjutan nama baik keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar masyarakat Lampung Pepadun telah memeluk agama Islam, norma adat tetap menjadi pedoman utama dalam praktik pewarisan. Hukum adat Lampung Pepadun membuktikan keberlanjutan nilai-nilai tradisional yang selaras dengan prinsip tanggung jawab, keadilan, dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat, sekaligus memperlihatkan eksistensi hukum adat sebagai bagian dari sistem hukum nasional yang hidup (living law).
HARMONISASI HUKUM ADAT DAN HUKUM POSITIF DALAM PERKAWINAN ADAT LAMPUNG Rizqullah Atala Gibran
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 2 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v2i6.7016

Abstract

Penelitian ini mengkaji harmonisasi antara hukum adat dan hukum positif dalam praktik perkawinan adat Lampung, khususnya pada masyarakat Saibatin dan Pepadun. Perkawinan adat Lampung merupakan institusi sosial yang tidak hanya mengatur aspek legal tetapi juga mencerminkan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan sebagai hukum positif nasional, muncul tantangan dalam mengharmonisasikan praktik adat dengan ketentuan hukum formal. Penelitian ini menggunakan metode library research atau studi kepustakaan dengan pendekatan yuridis normatif dan sosiologis. Data dikumpulkan melalui penelaahan literatur meliputi peraturan perundang-undangan, buku-buku hukum adat, jurnal ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan fundamental antara sistem perkawinan adat Lampung dengan hukum positif terutama dalam hal pemberian gelar adat (adok), sistem kekerabatan, dan prosesi upacara duanya dapat diharmonisasikan melalui pengakuan konstitusional terhadap hak-hak masyarakat adat sebagaimana diatur dalam Pasal 18B ayat 2 dan Pasal 32 ayat 1 UUD 1945. Harmonisasi ini penting untuk menjaga kesinambungan budaya lokal sambil tetap mematuhi kerangka hukum nasional, sehingga tercipta sistem hukum perkawinan yang pluralistik namun tetap berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945.
Cermin Falsafah Hidup Orang Lampung dalam Tradisi Perkawinan Adat Alfath Aldi Mahyuza; Zainudin Hasan
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 2 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v2i6.7024

Abstract

Artikel ini mengulas keunikan prosesi pernikahan adat Lampung dari awal hingga akhir dengan menyoroti nilai-nilai filosofis, sosial, dan religius yang terkandung di dalamnya. Tradisi pernikahan adat Lampung terbagi menjadi dua sistem utama, yaitu Pepadun dan Saibatin, yang masing-masing memiliki tahapan dan makna simbolik tersendiri. Melalui kajian pustaka dari berbagai sumber ilmiah, tulisan ini menjelaskan tahapan prosesi mulai dari nindai (peninjauan calon), mupakat (musyawarah), begawi adat (upacara puncak), hingga penutupan yang sarat dengan nilai kebersamaan dan spiritualitas. Ditemukan bahwa prosesi pernikahan adat Lampung mencerminkan prinsip Piil Pesenggiri, Sakai Sambayan, serta integrasi antara adat dan ajaran Islam. Di tengah arus globalisasi, pelestarian nilai-nilai ini menjadi penting untuk menjaga identitas budaya dan memperkuat karakter masyarakat Lampung.
PERAN MATA KULIAH PANCASILA DALAM MEMBENTUK KARAKTER MAHASISWA DI ERA GLOBALISASI Azzahra Aulia Putri; Shelma Anrika Dwiyanti2; Nayla Jasmine Sabrina
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 2 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v2i6.7025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran mata kuliah Pancasila dalam membentuk karakter mahasiswa di era globalisasi. Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa memiliki nilai-nilai moral dan sosial yang sangat penting untuk dijadikan pedoman dalam menghadapi tantangan zaman. Dalam konteks pendidikan tinggi, mata kuliah Pancasila berperan strategis sebagai sarana penanaman nilai-nilai kebangsaan, moralitas, dan tanggung jawab sosial bagi mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif dengan metode analisis literatur terhadap buku, jurnal ilmiah, dan sumber akademik terkait pendidikan karakter dan implementasi nilai-nilai Pancasila di perguruan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Pancasila yang kontekstual dan partisipatif mampu membentuk karakter mahasiswa yang berintegritas, nasionalis, dan berkepribadian luhur. Namun, masih terdapat tantangan dalam penerapan nilai-nilai Pancasila akibat pengaruh globalisasi, seperti menurunnya moralitas dan rasa nasionalisme. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang lebih reflektif dan aplikatif agar Pancasila benar-benar menjadi pedoman hidup mahasiswa.
Penerapan Nilai Al-‘Adālah dalam Good Governance Islam dalam Menjawab Tantangan Keadilan Pemerintah Modern: Analisis Konseptual Atas Integrasi Nilai Keadilan Islam dalam Tata Kelola Pemerintahan Kontemporer Tabansa, Claudya Vanessa; Aprilya, Denta Nia; Nyoman, Tania Nesa; Adisty, Fadia Ardian; Debataraja, Agnes Tio Evelyna; Baidhowi, Baidhowi
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 2 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v2i6.7035

Abstract

The purpose of this study was to examine the relevance and application of the value of al-‘adālah (justice) in building good governance from an Islamic perspective amid the challenges of modern governance. Using a qualitative approach through library research, the study explores the concept of al-‘adālah, the principles of good governance, and their application in contemporary governmental contexts. The findings show that al-‘adālah aligns with good governance principles such as justice, accountability, transparency, participation, and public responsibility. Integrating these values can strengthen the moral and spiritual legitimacy of the bureaucracy while reducing practices of corruption, collusion, and nepotism. In a pluralistic and secular state like Indonesia, good governance based on Islamic values can still be implemented inclusively by emphasizing public ethics and social welfare, making the revitalization of al-‘adālah essential for improving governance.
Upaya Pemenuhan Hak Dan Kewajiban Suami Istri Dalam Membangun Keluarga Sakinah Muhamad Hafid Khoironi; Ahmad Faruq
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 2 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v2i6.7038

Abstract

Dalam pembentukan keluarga sakinah sudah merupakan tugas dari pasangan suami istri, adapun didalamnya terdapat hak dan kewajiban yang harus sama-sama di penuhi. Suami memiliki hak dan kewajiban yang harus di penuhi hal ini juga termasuk sebagai tugas kepala keluarga. Istri juga memiliki hak dan kewajiban dalam membangun rumah tangga. Pada kasus yang terjadi di Pondok Pesantren Madrasatul Quran tentang keluarga sakinah, penilitian yang dipakai penulis dalam mangambil data metode Penelitian Lapangan (field Research), artinya data yang dijadikan rujukan dalam penelitian ini adalah fakta-fakta dilapangan atau dapat diartikan yakni metode penelitian dengan mengambil data primer dari lapangan yang dikaji secara intensif yang diseartai Analisa dan pengujian kembali pada semua data atau informasi yang telah dikumpulkan. Kesimpulan pada penelitian ini pada umumnya bahwa, pengurus pondok yang sudah berkeluarga dalam upaya pemenhuan hak dan kewajiban suami istri dengan cara mereka sendiri, terutama pada hak nafkah istri, karena penghasilan suami yang masih relatif sedikit dan istri yang ikut membantu dengan bekerja, serta komukasi yang dijalin begitu erat tantara suami dan istri agar bias menjalankan hak dan kewajibannya masing-masing. Untuk membangun keluarga sakinah para suami menjalankan hak kewajibannya dengan tidak menjatuhkan satu sama lain dan sama-sama mewujudkannya dengan senang hati
Integrasi Tradisi Adat dan Strategi Kepolisian Modern dalam Penyelesaian Konflik Sosial Kamil, Muhamad Adin
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 2 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v2i6.7042

Abstract

Social conflict is a complex phenomenon that often arises in communities amidst cultural, economic, and political differences. Effective conflict resolution requires an adaptive approach, combining local wisdom and modern practices. This article discusses the integration of customary traditions and modern police strategies in handling social conflict. Customary traditions, with their long-standing mechanisms of mediation and deliberation, play a role in maintaining harmony and building trust among residents. Meanwhile, modern police strategies offer a law-based approach, security enforcement, and systematic risk management. The integration of these two approaches provides a more comprehensive solution, minimizes conflict escalation, and increases community participation in the resolution process. The study's findings indicate that the synergy between customary values and modern police methods is not only effective in reducing conflict but also strengthens social cohesion and the legitimacy of officers within the community.
ANALISIS PENERAPAN KEADILAN SOSIAL DALAM AKSES DAN PELAYANAN KAMPUS UNIVERSITAS JEMBER Sihaloho, Alga Alwesker; Ratna Endang Widuatie; Aurellia Rahmadhina; Setya Nikita Aprilia ArumingTyas; Silva Izza Afcarina; Syava Zulfania Zahra
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 2 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v2i6.7043

Abstract

This study aims to analyze the perceptions of Jember University students regarding the implementation of social justice values on campus, including aspects of equality in academic guidance, campus facilities, and attention and support from the campus. The research method used a quantitative descriptive approach with data collection through a Likert-scale questionnaire completed by students from various faculties using a simple random sampling technique. The results showed that the majority of students assessed the implementation of social justice values as running well, with an average score of positive perception (4.1 out of 5). These findings indicate that the university has strived to implement the principle of equality without discrimination, provide adequate access to facilities, and support solidarity among students. However, several challenges such as limited disability-friendly facilities and inequality in social participation still require attention. The implementation of social justice values is strengthened by students' social awareness and an inclusive campus culture. This study provides recommendations for increasing inclusivity and strengthening social justice values through sustainable policies and programs as an actualization of Pancasila values in the higher education environment.
Relevansi Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Generasi Muda Dela Safitri; Dewi Gita Pertiwi; Sakila Setia Wati
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 2 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v2i6.7065

Abstract

relevansi Pendidikan Pancasila dalam membentuk karakter generasi muda Indonesia, terutama dalam menghadapi arus globalisasi dan modernisasi yang semakin kuat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Analisis data dilakukan dengan cara mengidentifikasi dan menganalisis tema-tema utama yang muncul dari literatur yang dikaji, seperti pentingnya pendidikan karakter, peran Pancasila dalam pembentukan moral generasi muda, serta tantangan yang dihadapi. Tantangan signifikan dalam implementasi kurikulum yang memerlukan pendekatan inovatif agar nilai-nilai Pancasila dapat terinternalisasi secara efektif di kalangan generasi muda. Pemerintah dan institusi pendidikan perlu melakukan pembaruan kurikulum Pendidikan Pancasila yang lebih aplikatif dan relevan dengan perkembangan zaman, diperlukan pelatihan bagi para pendidik agar mampu mengajarkan Pendidikan Pancasila secara interaktif dan menarik bagi siswa, media sosial dan teknologi dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda secara kreatif dan efektif.