cover
Contact Name
-
Contact Email
lppm@unan.ac.id
Phone
+62292-426455
Journal Mail Official
lppm@unan.ac.id
Editorial Address
Jl. Gajah Mada No. 07 Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah
Location
Kab. grobogan,
Jawa tengah
INDONESIA
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan
Published by Universitas An Nuur
ISSN : 25032445     EISSN : 27750345     DOI : https://doi.org/10.35720/tscs1kep
Core Subject : Health,
Merupakan jurnal dalam bidang keperawatan yang memuat hasil-hasil penelitian ataupun konsep literature review dalam bidang keperawatan ataupun kesehatan. Scope keilmuan pada jurnal ini antara lain; Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Komunitas, Keperawatan Gerontik, Keperawatan Keluarga, Menejemen keperawatan serta Kegiatan yang bersifat Promotif, Prefentif, Kuratif dan Rehabilitatif.
Articles 94 Documents
UPAYA PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN MELALUI PROGRAM DETEKSI DINI DAN PENGENDALIAN PENYAKIT HIPERTENSI DI DSN. CANTEL, DS. CANTEL, KEC. PITU WILAYAH KERJA PUSKESMAS PITU KABUPATEN NGAWI Hamidatus Daris Sa’adah; Raudhotun Nisak
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol 6, No 1 (2021): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscs1kep.v6i1.283

Abstract

Latar Belakang:. Warga menyatakan tidak pernah melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin sebagai bentuk pengendalian atau kewaspadaan terhadap penyakit hipertensi mereka. Adapun masalah yang dihadapi oleh para kader di Dusun Cantel yaitu belum mengetahui bagaimana cara melakukan pengukuran tekanan darah. Maka dari itu Salah satu solusinya adalah Melatih kader posayndu agar terampil melakukan pengukuran tekanan darah. Dengan dapat melakukan pengukuran tekanan darah seseorang akan dapat mendeteksi dirinya sendiri maupun orang lain sehingga ketrampilan pengukuran tekanan darah penting untuk bisa dilakukan oleh semua orang. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kemampuan dan kemauan kader kesehatan  dapat membantu  mendeteksi dini dan mengendalikan penyakit hipertensi.Metode: Pengabdian masyarakat yaitu pelatihan kader kesehatan meliputi pengukuran tekanan darah, Tanya jawab,dan diskusi tentang pengenalan dan tindak lanjut hipertensi di tatanan masyarakat.Hasil: Mayoritas masyarakat yang terlibat dalam pengabdian masyarakat ini adalah perempuan (72%) dengan tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg, Sebagian besar peserta penyuluhan kesehatan mempunyai sikap baik dalam menghadapi penyakit hipertensi. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan meliputi kegiatan pelatihan kader kesehatan tentang cara pemeriksaan tekanan darah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran aktif kader kesehatan dalam mendeteksi dan mengendalikan penyakit hipertensi melalui pemeriksaan rutin tekanan darah pada warga Dusun Cantel Desa Cantel Kecamatan Pitu. Sebagian warga telah hadir sesuai target sehingga tujuan dalam meningkatkan peran masyarakat, khususnya keluarga dalam mendeteksi dini dan mengendalikan penyakit hipertensi  di Dusun Cantel Desa Cantel Kecamatan Pitu. Kata Kunci: Kader Kesehatan, Hipertensi, Pengabdian Masyarakat
HUBUNGAN KECEPATAN PERTOLONGAN PERTAMA KELUARGA PENDERITA HIPERTENSI DENGAN KEJADIAN STROKE PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH UPTD PUSKESMAS PURWODADI I Sutrisno Sutrisno; Christina Nur Widayati; Ulfa Rukanah
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol 7, No 2 (2022): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscs1kep.v7i2.389

Abstract

Latar belakang ; Di dunia penderita hipertensi mencapai 1,28 miliar jiwa, Afrika 27%,  Malaysia 38%, Singapura 34,6%, Thailand 34,2%, Indonesia 34,1%, Jawa Tengah 12,9%, Jawa Timur 8,01%, Jawa Barat 9,67%, dan di Grobogan memiliki  446.996 penderita hipertensi.  Prevalensi stroke di dunia mencapai 13,7 juta, di Indonesia 10,9 per angka kejadian stroke tertinggi sebesar 14,7%, Papua 4,7% serta di Jawa Tengah 7,57%. Kejadian stroke pada penderita hipertensi dapat diminimalisir dengan kecepatan pertolongan pertama yang dilakukan oleh keluarga penderita hipertensi untuk membawa ke pelayanan kesehatan sesuai golden time periode (? 3 jam). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kecepatan pertolongan pertama keluarga penderita hipertensi dengan kejadian stroke pada penderita hipertensi.Metodologi ; Rancangan penelitian case control dengan pendekatan retrospektif. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling. Responden yang diteliti sebanyak 44 orang yaitu keluarga dari penderita hipertensi yang mengalami stroke dan yang tidak mengalami stroke. Analisis data menggunakan Chi Square Test.Hasil ; Analisis bivariat menunjukkan ada hubungan kecepatan pertolongan pertama keluarga penderita hipertensi dengan kejadian stroke pada penderita hipertensi dengan p value=0,000< ?=0,05 dengan odds ratio sebesar 0,005.Kesimpulan : Ada hubungan kecepatan pertolongan pertama keluarga penderita hipertensi dengan kejadian stroke pada penderita hipertensi dengan hasil p value = 0,000<a=0,05 serta odds ratio sebesar 0,005 artinya kecepatan keluarga dalam membawa pasien hipertensi 0,005 kali penderita hipertensi tidak mengalami stroke.Kata Kunci ; Kejadian stroke, Kecepatan pertolongan pertama, Keluarga penderita hipertensi.
EFEKTIFITAS KOMPRES AIR HANGAT TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA PASIEN ASAM URAT DI PUSKESMAS LUBUK BEGALUNG TAHUN 2016 Melti Suriya
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol 1, No 1 (2016): THE SHINE CAHAYA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscs1kep.v1i1.72

Abstract

Latar belakang; Artritis gout merupakan salah satu penyakit inflamasi sendi yang paling sering ditemukan, yang ditandai dengan penumpukan kristal monosodium urat di dalam ataupun di sekitar persendian sehingga menimbulkan nyeri. Efek panas dari kompres hangat dan kompres jahe akan menyebabkan terjadinya vasodilatasi pembuluh darah dan akan meningkatkan aliran darah ke tubuh yang mengalami nyeri sehingga terjadi penurunan nyeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas kompres air hangat terhadap penurunan skala nyeri pada pasien asam urat di Puskesmas Lubuk Begalung Tahun 2016.Metode; Penelitian ini menggunakan desain Quasy Experiment dengan rancangan Pretest-Posttestdengan menggunakan uji T-test dependent. Teknik pengambilan sampelmenggunakan Accidental sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak24orang dengan 12 kelompok kompres air hangat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari s/d Agustus 2016, pengumpulan data dilakukan pada tanggal13 s/d 30 Juni 2016 di Puskesmas Lubuk Begalung Padang.Hasil; Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan efektifitas kompres air hangat terhadap penurunan skala nyeri padapasien asam urat, dimana untuk kompres air hangat dengan p value= 0.002 penurunan rerata skala nyeri sebesar 1,167.Kesimpulan; Disimpulkan bahwa kompres air hangat berpengaruh dalam penurunan nyeri asam urat. Harapankepadapenderita asam urat di Puskesmas Lubuk Begalung agar dan mengaplikasikan kompres air hangat sebagai obat nonfarmakologi yang mampu menurunkan skala nyeri. Kata Kunci: Skala Nyeri, Asam Urat, Kompres Air Hangat, Kompres Jahe
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS GIZI PADA BALITA DI KELURAHAN KURIPAN, KECAMATAN PURWODADI, KABUPATEN GROBOGAN Fitriani Fitriani; Christina Nur Widayati
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol 1, No 1 (2016): THE SHINE CAHAYA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscs1kep.v1i1.90

Abstract

Latar belakang; Background - Masalah gizi merupakan masalah serius di sebagian besar kabupaten / kota di Indonesia. Gizi memainkan peran yang sangat penting dalam meningkatkan sumber daya manusia dan kualitas hidup. Konsumsi zat - zat berkhasiat penting untuk memenuhi kebutuhan tubuh yang akan mempengaruhi keadaan gizi seseorang (Depkes RI 2006). Nutrisi yang baik sangat penting untuk anak-anak terutama pada usia 4 hingga 5 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi status gizi pada balita di Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan.Metode; Penelitian ini berjenis descriptive analytic study dengan pendekatan cross sectional untuk 40 respondents yang memiliki anak balita di Kelurahan Kuripan Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan.Hasil;  Ada hubungan antara faktor konsumsi zat gizi dalam makanan dengan status gizi, (Asymp. Sig (2 sided) X2 (0,01) < α (0,05) dengan df 1); Tidak ada hubungan antara faktor pemberian makanan tambahan dengan status gizi, (Asymp. Sig (2 sided) X2 (0,06) > α (0,05) dengan df 1); Ada hubungan antara faktor kebiasaan makan dengan status gizi, (Asymp. Sig (2 sided) X2 (0,005) < α (0,05) dengan df 1); ada hubungan antara faktor pemeliharaan kesehatan dengan status gizi (Asymp. Sig (2 sided) X2 (0,003) < α (0,05) dengan df 1); ada hubungan antara faktor lingkungan fisik dan sosial dengan status gizi (Asymp. Sig (2 sided) X2 (0,04) < α (0,05) dengan df 1) dan tingkat status gizi balita tidak semua sama, dengan kesimpulan status gizi balita yang ada di Kelurahan Kuripan mayoritas mempunyai status gizi baik.Kesimpulan;  Faktor yang mempengaruhi status gizi balita adalah faktor konsumsi gizi seperti kebiasaan makan, faktor pemeliharaan kesehatan fisik dan lingkungan sosial. Kata Kunci; Status Gizi, Balita
PENGARUH FAKTOR GENETIK DAN POLA MAKAN TEHADAP KEJADIAN OBESITAS PADA REMAJA KELAS VII, VIII, IX DI SMP NEGERI 2 NGARINGAN Sutrisno Sutrisno
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscs1kep.v4i2.186

Abstract

LatarBelakang : Obesitas mulai menjadi masalah kesehatan yang serius di seluruh dunia. Menurut data OECD (2017) di Amerika obesitas banyak diderita oleh warga yang berumur 15 tahun, yang  tercatat sebanyak 38,2 %. Sedangkan di Indonesia obesitas banyak dialami oleh wanita yang berumur 15 tahun angka obesitas tercatat 5,7%. Obesitas dipengaruhi oleh faktor internal yaitu dari genetik atau keturunan yaitu sebanyak 45%. Dan faktor eksternal yaitu gaya hidup, gaya hidup ini meliputi pola makan sebanyak 40% dan kurang berolahraga atau aktivitas yaitu sebanyak 15%. Tujuan penelitian yaitu mengetahui ada tidaknya pengaruh faktor genetik terhadap kejadian obesitas pada remaja.Metode : Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah case control dengan menggunakan pendekatan retrospective yaitu suatu penelitian yang mencari pengaruh antara variabel independent dan dependent yang diidentifikasi pada waktu penelitian dengan melihat faktor resiko atau terjadinya pada waktu yang lalu. Teknik sampling yang digunakan adalah non probability sampling dengan metode purposive sampling, dan didapatkan 34 responden.Hasil: Berdasarkan analisis menggunakan komputerisasi dengan uji chi-square diperoleh nilai p =0,000 < alpha =0,05 untuk obesitas dengan factor genetik dengan odds ratio 21,778.Kesimpulan : Dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada factor genetik terhadap kejadian obesitas. Kata Kunci    : Genetik, Obesitas
PENGARUH PERSONAL HYGIENE TERHADAP PREVALENSI KEJADIAN SKABIES: A LITERATURE REVIEW Dian Savita; Sutrisno Sutrisno; Nurulistyawan Tri Purnanto
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol 6, No 1 (2021): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscs1kep.v6i1.279

Abstract

Latar belakang: Skabies merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei varietas hominis dengan insidensi dan prevalensi berkisar dari 0,2% - 71% sejak tahun 2017 di dunia, skabies termasuk penyakit kulit endemis di daerah tropis sehingga dimasukkan kedalam Neglected Tropical Diseases (NTDs). Skabies dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap kejadian skabies adalah personal hygiene, karena semakin buruk tingkat personal hygiene seseorang maka akan semakin besar resiko tertular penyakit skabies.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan pendekatan deskriptif dengan rancangan Literature Review. Strategi pencarian artikel atau jurnal menggunakan metode PICO, istilah pencarian artikel melalui Medical Subject Heading (MeSH) yang dikombinasikan dengan operator Boolean (AND, OR, NOT). Sumber data sekunder yang didapat berupa artikel atau jurnal yang relevan dengan topik menggunakan database Proquest, Pubmed, Science Direct, SAGE Journals dan Google Sholar.Hasil: Artikel yang didapat sebanyak 309 kemudian dinilai dan disaring menjadi 10 artikel yang akan di analisa yaitu studi cross sectional (9 artikel) dan case control (1 artikel). Berdasarkan 10 artikel tersebut menunjukkan bahwa personal hygiene yang buruk berpengaruh terhadap prevalensi kejadian skabies. Skabies dapat terjadi pada anak usia sekolah, remaja, dan dewasa muda yang memiliki personal hygiene buruk dan tinggal bersama dengan penderita skabies.Kesimpulan: Prevalensi skabies ditemukan signifikan pada personal hygiene yang buruk dan terdapat pengaruh personal hygiene terhadap prevalensi kejadian skabies. Kata Kunci: Skabies, Personal Hygiene
PENGUATAN STRUKTUR PERAN KELUARGA DALAM VAKSIN BOSTER COVID 19 MELALUI INTERPERSONAL RELATIONS DAN GENDER MAINSTREM DENGAN METODE HILDEGARD PEPLAU Sutiyono Sutiyono
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol 7, No 01 (2022): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscs1kep.v7i01.329

Abstract

Latar Belakang; Kabupaten Grobogan merupakan salah satu kabupaten yang terdampak dari pandemi Covid 19. Kasus Covid 19 di Kabupaten Grobogan yang sembuh dari covid 19 sebanyak 437 kasus. Kasus orang dengan perawatan 37 orang, 21 orang pasien dalam pelaksanaan isolasi mandiri. Salah satu upaya yang bisa dilaksanakan dengan vaksinasi. Upaya untuk meningkatkan vaksin dengan tindakan Interpersonal Relations Dan Gender Mainstream dengan Metode Hildegard Peplau dalam vaksin boster covid 19.Metodologi; Pendekatan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment), dan rancangan yang digunakan adalah pre post test design. Analisis dengan Uji T-berpasangan dengan uji Wilcoxon. Analisis Multivariat menggunakan Multivariat Analysis of Variance atau MANOVA.Hasil; berdasarkan hasil statistic didapatkan ada pengaruh tindakan Interpersonal Relations Dan Gender Mainstream dengan Metode Hildegard Peplau dalam vaksin boster dengan p value 0,0021 dan ada pengaruh Gender Mainstream dalam memberikan dukungan kegiatan vaksin boster sebesar 0,043. Sedangkan factor yang mempengaruhi dalam vaksin boster dalam Interpersonal Relations Dan Gender Mainstream komunikasi (0,0064),metode pendekatan keluarga (0,045), kepedulian keluarga (0,0001) Sedangkan dalam factor Gender Mainstream yang dilakukan yang paling mempengaruhi adalah peran keluarga dengan pvalue 0,0001.Kesimpulan; Terdapat pengaruh tindakan Interpersonal Relations Dan Gender Mainstream dengan Metode Hildegard Peplau dalam vaksin boster. Kata Kunci; Intepersonal Relations; Gender Mainstream; Peran Keluarga; Vaksin Boster Covid 19
PENGARUH BRAIN GYM TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR PADA ANAK KELAS 5-6 DI SDN 2 KENTENG KECAMATAN TOROH Monika Novia Maharani; Meity Mulya Susanti; Christina Nur Widayati
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol 8, No 02 (2023): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscs1kep.v8i02.440

Abstract

Latar Belakang; Berdasarkan data dari Departemen Kesehatan tahun 2020, di Jawa Tengah terdapat 7,4% populasi anak usia Sekolah Dasar untuk kasus penurunan konsentrasi dan minat belajar anak. Sebanyak 5,2% anak usia Sekolah Dasar mengalami penurunan konsentrasi belajar dan penurunan minat belajar pada anak, serta diperkirakan akan meningkat dua kali lipat setiap 5 tahun mencapai lebih dari 45%. Ada beberapa cara untuk mengatasi gangguan konsentrasi salah satunya adalah Brain Gym. Brain Gym merupakan gerakan sederhana yang mengoptimalkan kerja otak sehingga dapat meningkatkan konsentrasi siswa dalam belajar.Metode; Jenis penelitian ini yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif dengan desain Quasi Experimental Desain (eksperimen semu) dengan rancangan Pretest and Posttest Control Group Design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling, dan didapatkan 36 responden dengan kelompok eksperimen atau yang dilakukan brain gym 18 responden, dan kelompok kontrol atau tidak dilakukan brain gym 18 responden.Hasil; Hasil penelitian menunjukan ada pengaruh brain gym terhadap konsentrasi belajar pada anak dengan hasil Paired T-Test p value (0,090) > 0,05.Kesimpulan; Ada pengaruh brain gym terhadap konsentrasi belajar pada anak kelas 5-6 di SDN 2 Kenteng Kecamatan Toroh.  Kata Kunci; Brain Gym, Konsentrasi BelajarDaftar Pustaka; 36 (2010-2021)
KEPATUHAN PENATALAKSANAAN HIPERTENSI OLEH PERAWAT DI PUSKESMAS TOROH I KABUPATEN GROBOGAN Sulistiyarini Sulistiyarini; Muhamad Khorun Azis
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol 2, No 1 (2017): THE SHINE CAHAYA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscs1kep.v2i1.51

Abstract

Latar belakang; Lebih dari sebagaian penderita hipetensi tidak patuh terhadap program pencegahan Hipertensi di Puskesmas Toroh I Kabupaten Grobogan yang menjadikan peneliti tertarik untuk melaksanakan penelitian untuk menilai hubungan antara pengetahuan, sikap dan perilaku penderita hipertensi dengan kepatuhan dalam melaksanakan managemen hipertensi di Puskesmas Toroh I Kabupaten Grobogan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pegetahuan, sikap dan perilaku pada pasien hipertensi dengan kepatuhan penatalaksanaan hipertensi di Puskesmas Toroh 1 Kabapaten GroboganMetode: Penelitian ini berjenis Studi korelasi  dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien hypertensi yang berobat di Puskesmas Toroh I Kabupaten Grobogan dengan jumlah 213 responden yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling.Hasil; Dari analisis Spearman rank didapatkan koefisien korelasi, Gnostic zoom with compliance = 0. 793, sikap dengan kepatuhan = 0,713, perilaku dengan kepatuhan = 0,825. Karena hasil menunjukkan p <0,05 maka terdapat hubungan antar variabel independen dengan variabel dependen.Kesimpulan; Berdasarkan analisa Spearman Rank dapat disimpulkan ada hubungan antara sikap dan perilaku pasien hipertensi terhadap kepatuhan program hipertensi di Puskesmas Toroh I Kabupaten Grobogan. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Penatalaksanaan Hipertensi
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN AKTIFITAS FISIK DENGAN KEJADIAN OBESITAS DI SMPN 30 PADANG TAHUN 2018 Yuanita Ananda
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol 3, No 1 (2018): THE SHINE CAHAYA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscs1kep.v3i1.78

Abstract

Latar belakang; Menurut World Health Orgaization (WHO) tahun 2014 sekitar 3,4 juta orang dewasa meninggal setiap tahun sebagai akibat dari kelebihan berat badan atau obesitas. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Indonesia tahun 2013, angka overweight dan obesitas pada penduduk usia di atas 18 tahun tercatat sebanyak 27,1%. Data Puskesmas Andalas menyatakan siswa yang mengalami obesitas yang terbanyak di SMPN 30 Padang yaitu 32 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola makan dan aktifitas fisik dengan kejadian obesitas di SMPN 30 Padang tahun 2018Metode; Jenis penelitian analitik dengan pendekatan retrospektif desain case control. Populasi pada penelitian ini adalah siswa yang mengalami obesitas sebanyak 44 orang. Teknik pengambilan sampel total sampling. Pengambilan sampel kasus dan kontrol menggunakan 1 : 1 dengan maching jenis kelamin. Data dianalisis secara univariat menggunakan tabel distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 95% α = 0,05.Hasil; Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 50,0% mengalami obesitas, 47,7% memiliki pola makan kurang baik, 45,6% tidak melakukan aktifitas fisik. Terdapat hubungan pola makan dengan kejadian obesitas di SMPN 30 Padang (pvalue = 0,016). Terdapat hubungan aktifitas fisik dengan kejadian obesitas di SMPN 30 Padang (pvalue =0,034).Kesimpulan; Diharapkan Kepala Sekolah dan guru-guru agar dapat lebih menjelaskan pada siswa tentang pola makan yang baik dan memberi informasi pada siswa untuk melakukan olah raga setiap hari > 30 menit dan menganjurkan untuk melakukan aktifitas fisik seperti mengadakan senam setiap pagi hari. Kata kunci; Diat, Aktifivitas Fisik, Obesitas

Page 6 of 10 | Total Record : 94