cover
Contact Name
Moh. Heri Hermiyanto
Contact Email
redaksipsg@gmail.com
Phone
+6281223388976
Journal Mail Official
redaksipsg@gmail.com
Editorial Address
Sekretariat Redaksi Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, Gedung A, Lantai 1 Jalan Diponegoro No. 57, Bandung, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral (Journal of Geology and Mineral Resources)
Published by Pusat Survei Geologi
ISSN : 08539634     EISSN : 25494759     DOI : https://doi.org/10.33332
Core Subject : Science,
The JGSM acts as a publication media of high quality scientific investigations resulted from various geological scientific issues. Published articles covers Geo-sciences, Geo-resources, Geo-hazards, and Geo-environments. Geo-sciences are basic earth sciences in geology, geophysics, and geochemistry. Geo-resources are applied earth sciences scoping in geological resources. Geo-hazards are applied earth sciences concerning in geological hazards. Geo-environments are applied earth sciences focusing in environmental geology.
Articles 482 Documents
Geologi Pegunungan Mendoke, Lengan Tenggara Pulau Sulawesi, Indonesia Hasria Hasria; Arifudin Idrus; I Wayan Warmada
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 22 No. 3 (2021): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v22i3.581

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Pegunungan Mendoke pada Lengan Tenggara Pulau Sulawesi Indonesia. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui geomorfologi, stratigrafi dan struktur geologi di Pegunungan Mendoke. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka, pekerjaan lapangan, analisis laboratorium berupa analisis petrografi, serta interpretasi data labororium dan  hasil pengamatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa geomorfologi di daerah penelitian terdiri atas 3 (tiga) satuan, yaitu satuan dataran rendah, satuan perbukitan rendah berlereng sangat landai hingga agak curam dan  satuan pegunungan berlereng agak curam hingga sangat curam. Adapun stratigrafi daerah penelitian dibagi menjadi 7 (tujuh) satuan, yaitu Satuan Sekis Mengkoka, Satuan Sekis Pompangeo, Satuan Intrusi Diorit, Satuan Serpentinit Harzburgit Ultramafik, Satuan Batupasir Konglomerat Langkowala, Satuan Batupasir Boepinang dan Satuan Endapan Aluvial. Daerah penelitian dikontrol oleh struktur geologi berarah tenggara-baratlaut dan  timur-barat. Katakunci: Pegunungan Mendoke, geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi.
Lingkungan Pengendapan Formasi Tanjung di Lintasan Gunungbatu, Binuang, Kalimantan Selatan Muhammad Luthfi Faturrakhman; Jamal Jamal; Sigit Maryanto; Nela P. Rattyananda
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 22 No. 3 (2021): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v22i3.583

Abstract

Pengkajian aspek lingkungan pengendapan terhadap batuan sedimen klastika penyusun Formasi Tanjung di Gunungbatu menarik karena batuan tersingkap baik di lokasi ini. Batuan ini tersingkap di tebing dan selokan jalan, perlapisan batuan miring sedang hingga curam ke arah barat-baratlaut, tebal lapisan terukur mencapai 160 m. Batuan yang dijumpai di lintasan ini secara umum berupa batupasir yang berselingan dengan batulempung, dan sisipan batubara. Batuan pada awalnya merupakan hasil endapan sungai, khususnya wilayah limpasan. Lingkungan pengendapan berkembang menjadi wilayah limpah banjir, khususnya di cekungan banjir yang sering terganggu akibat banjir. Selanjutnya, lingkungan pengendapan batuan lebih menuju ke laut, meskipun masih berada di lingkungan fluvial hingga daerah rawa pada dataran delta, dengan pengaruh laut. Batuan sumber formasi ini terangkut dan terendapkan di cekungan pengendapan di bagian timur-tenggara.Katakunci: Formasi Tanjung, klastika, limpah banjir, rawa, sedimentologi.
Geokimia Organik dan Kandungan Minyak pada Serpih Silat di Daerah Nanga Silat, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat Robet Lumban Tobing; Moh Heri Hermiyanto Z; Riecca Oktavitania; Ollybinar Rizkika
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 22 No. 2 (2021): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v22i2.592

Abstract

Abstrak-Serpih minyak merupakan salah satu sumber energi alternatif pengganti minyak bumi konvensional. Serpih minyak tersebar di Indonesia di banyak tempat, salah satunya Formasi Serpih Silat, berumur Eosen Atas. Penelitian geokimia organik dan kandungan minyak yang dilakukan pada Serpih Silat di daerah Nanga Silat, Kapuas Hulu bertujuan untuk mengetahui kelimpahan, tipe, kematangan termal, kuantitas minyak, asal mula dan lingkungan pengendapan material organik yang terkandung di dalam conto batuan. Metode yang dipakai adalah menganalisis, mengkompilasi, dan mengestimasi data hasil ujis TOC (total organic carbon), retort, pirolisis, ekstraksi dan GC (gas chromatography). Plot silang antara TOC terhadap PY, HI terhadap OI, dan Tmaks terhadap HI dan hasil uji retort memperlihatkan bahwa material organik memiliki potensi yang baik hingga sangat baik untuk menghasilkan hidrokarbon, merupakan kerogen tipe II (oil prone) dan tipe III (gas prone), berada pada tahap awal matang, dan jumlah rata-rata kandungan minyak yang dihasilkan sebesar 4,55 liter/ton batuan. Dari hasil analisis kromatografi diperoleh bentuk konfigurasi alkana normal dua puncak (bimodal), yaitu C17 dan C27, C17 dan C28, serta C17 dan C23, serta plot silang antara pristana/nC17 dan fitana/nC18 mengindikasikan adanya kontribusi material organik asal tumbuhan tinggi/darat dan alga lakustrin/laut pada kondisi oksidasi dan reduksi.Katakunci: kematangan, material organik, serpih minyak.
Karakteristik Morfotektonik Terhadap Kemunculan Manifestasi Panas Bumi di Daerah Gunung Seulawah Agam, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh Zakia Lukman; Nana Sulaksana; Dewi Gentana; Murni Sulastri
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 23 No. 2 (2022): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v23i2.593

Abstract

Subduksi antara Lempeng Samudra Indo-Australia dan Lempeng Benua Eurasia membentuk Indonesia berada di wilayah cincin api yang memiliki potensi panas bumi yang besar. Gunung Seulawah Agam dan sekitarnya, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, dipilih sebagai daerah studi dikarenakan memiliki manifestasi panas bumi di permukaan, mengindikasikan daerah tersebut memiliki potensi panas bumi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis pengindraan jauh dan perhitungan variabel morfotektonik dengan menggunakan peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) dan citra Digital Elevation Model Nasional (DEMNAS). Tujuan penelitian untuk mengetahui pola utama kelurusan geologi dan tingkat aktivitas tektonik yang menggambarkan karakteristik morfotektonik dan hubungannya terhadap kemunculan manifestasi panas bumi di daerah studi. Karakteristik morfotektonik di daerah ini menunjukkan daerah yang mengalami tingkat pengangkatan rendah hingga tinggi (nilai Vf ; 0,47 – 1,24), terdeformasi dan tidak terdeformasi (nilai Rb ; 2,98 – 6,27), memiliki tingkat aktivitas tektonik sedang hingga aktif (nilai Smf ; 1,07 – 2,07) dan kerapatan kelurusan rendah hingga tinggi (Ld ; 0 – 1,51 km-1). Kemunculan manifestasi panas bumi permukaan terdapat pada tepi dan perpotongan kelurusan-kelurusan struktur geologi (patahan) yang memiliki pola utama berarah baratlaut - tenggara. Daerah tersebut merupakan daerah yang memiliki kerapatan kelurusan sedang hingga tinggi dan tingkat aktivitas tektonik sedang hingga aktif. Katakunci: Morfotektonik, manifestasi panas bumi permukaan, pola kelurusan geologi
Delineasi Batuan Granit dan Sedimen Daerah Bintan dan Sekitarnya, Kepulauan Riau Berdasarkan Analisis Data Gayaberat Imam Setiadi; Noorcahyo D. Aryanto; Nazar Nurdin
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 22 No. 3 (2021): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v22i3.594

Abstract

Kepulauan Riau merupakan bagian dari jalur granit utama pembawa mineral dan timah, cebakan atau pengkayaan mineral diperkirakan terakumulasi sebagai endapan plaser Kuarter yang menempati lembah purba. Studi mengenai penyebaran batuan granit dan sedimen berdasarkan analisis data gayaberat di daerah ini belum pernah dilakukan. Pada eksplorasi sumberdaya mineral khususnya timah dan unsur tanah jarang, informasi mengenai keberadaan batuan granit penting dilakukan untuk mengetahui batuan sumber mineral tersebut. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pola penyebaran batuan granit dan batuan sedimen yang terdapat pada daerah Pulau Bintan dan sekitarnya. Metode yang dilakukan yaitu dengan cara melakukan analisis data gayaberat menggunakan analisis spektral dan bandpass filter, serta pemodelan 3D inversi. Hasil analisis spektral menunjukkan ketebalan batuan sedimen rata-rata diperkirakan sebesar 1,25 km, sedangkan hasil aplikasi bandpass filter menggunakan panjang gelombang cutoff dengan batas bawah 10.000 m dan batas atas 30.000 m digunakan untuk menentukan anomali regional dan residual. Hasil analisis kualitatif memperlihatkan bahwa batuan sedimen menempati bagian baratlaut, tenggara dan baratdaya daerah penelitian, sedangkan pola penyebaran batuan granit mempunyai arah relatif baratlaut-tenggara dan utara-selatan sesuai dengan penyebaran kecenderungan regional jalur granit. Hasil pemodelan inversi 3D gayaberat menunjukkan bahwa batuan granit mempunyai nilai rapat massa rata-rata sebesar 2,65 gr/cc dan batuan sedimen mempunyai nilai rapat massa sekitar 2,4 gr/cc. Batuan granit yang muncul berdasarkan model merupakan batolit dan pada bagian atas mengalami pelapukan, batuan granit yang tererosi selanjutnya terdendapkan yang mengisi lembah-lembah sebagai batuan sedimen yang kemungkinan membawa mineral-mineral ekonomis di daerah penelitianKatakunci:  Batuan granit dan sedimen, gayaberat, bandpass filter, pemodelan 3D, Pulau Bintan, Riau.
Potensi Geologi Daerah Banten dan Sekitarnya Berdasarkan Analisis Data Anomali Gayaberat M Ervan; Subagio Subagio
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 22 No. 3 (2021): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v22i3.597

Abstract

Potensi geologi daerah Banten dan sekitarnya dianalisis berdasarkan interpretasi anomali gayaberat, baik potensi positif (sumberdaya mineral) maupun potensi negatif (kebencanaan geologi). Data anomali gayaberat yang digunakan untuk analisis potensi tersebut berupa anomali Bouguer dan anomali sisa. Kedua pola anomali ini di beberapa lokasi mempunyai hubungan langsung yang dapat dianalisis keterikatannya, sehingga memberikan pemahaman tentang hubungan struktur geologinya. Beberapa contoh, seperti Cekungan Jakarta dan Cekungan Ujung Kulon (merupakan bagian dari potensi geologi yang positif) dapat dianalisis dari kedua anomali di atas. Contoh lainnya adalah struktur geologi sesar geser (merupakan bagian dari potensi geologi negatif) berarah hampir baratlaut-tenggara. Sesar ini dapat diamati dari pola anomali Bouguer dan pola anomali sisa. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa struktur geologi yang membentuk fenomena tersebut merupakan struktur dalam yang menerus hingga ke permukaanKatakunci: Anomali gayaberat, Cekungan Jakarta, Cekungan Ujung Kulon,  potensi negatif, potensi positif,   sesar geser.
Protolit Batuan Metamorf di Pegunungan Rumbia Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia Hasria Hasria; Arifudin Idrus; I Wayan Warmada
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 23 No. 1 (2022): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v23i1.638

Abstract

Penyelidikan ini dilakukan di Pegunungan Rumbia, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara. Tujuan studi ini adalah untuk menganalisis protolit batuan metamorf di daerah Pegunungan Rumbia. Metode penyelidikan yang digunakan adalah studi pustaka, pekerjaan lapangan, analisis laboratorium dengan metode petrografi dan ICP-AES (Inductively Coupled Plasma Atomic Emission Spectroscopy) serta interpretasi data. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa protolit batuan metamorf di Pegunungan Rumbia berasal dari batuan sedimen, yakni batuan pelitik dan greywacke pada fasies sekis hijau dengam derajat metamorfisme mulai sangat rendah hingga sedang.Katakunci: Batuan sedimen, greywacke, pelitik, protolit, sekis hijau.
Sedimentologi dan Tektonostratigrafi Formasi Halang di Cekungan Banyumas serta Potensinya untuk Reservoir Hidrokarbon Eko Bayu Purwasatriya; Akhmad Khahllil Gibran; Maulana Rizki Aditama; Gentur Waluyu
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 22 No. 3 (2021): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v22i3.640

Abstract

Formasi Halang merupakan formasi yang dikenal dengan struktur turbidit dan diendapkan pada lingkungan laut dalam. Penelitian tentang reservoir Formasi Halang telah ditulis oleh beberapa penulis sebelumnya menyebutkan bahwa porositas batupasir Formasi Halang cukup baik namun diragukan permeabilitasnya, sehingga permasalahan utama reservoir batupasir Formasi Halang di Cekungan Banyumas adalah permeabilitasnya. Metode penelitian yang digunakan meliputi pengukuran penampang stratigrafi di lapangan, analisis dan interpretasi data laboratorium berupa data porositas, permeabilitas dan densitas, yang diintegrasikan dengan data sekunder hasil penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasies proksimal dan medial Formasi Halang mempunyai potensi sebagai reservoir dan adanya rejim tektonik kompresi pada umur Plio-Plistosen membentuk kekar-kekar pada batupasir sehingga menambah permeabilitasnya. Data sidewall core sumur Karang Gedang-1 juga menunjukkan masih adanya permeabilitas yang bagus pada batupasir Formasi Halang di bawah permukaan. Data XRMI juga menunjukkan adanya rekahan terbuka sebagian pada kedalaman sekitar 13.000 – 14.000 kaki di bawah permukaan, sehingga kesimpulannya batupasir turbidit Formasi Halang mempunyai potensi sebagai reservoir hidrokarbon di Cekungan Banyumas.Katakunci: Batupasir, Cekungan Banyumas, Formasi Halang, Reservoir.
Fasies Sedimentasi dan Elemen Arsitektur Formasi Citalang di Desa Sidamukti, Majalengka, Provinsi Jawa Barat Abdul Fauzan Fathan Al-Hakim; Yan Rizal
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 22 No. 3 (2021): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v22i3.643

Abstract

Daerah Majalengka merupakan satu daerah di Jawa Barat yang sangat menarik untuk dilakukan kajian geologi baik yang berkaitan dengan sedimentologi, tektonik maupun paleontologi. Salah satu objek yang menarik untuk dikaji ulang adalah Formasi Citalang, dimana uraian tentang formasi ini masih banyak terdapat perbedaan tentang satuan batuan penyusunnya, umur dan lingkungan pengendapannya. Disini kajian tentang formasi Citalang ditinjau dari sedimentologinya.Formasi Citalang di daerah penelitian Desa Sidamukti, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat tersusun atas 6 satuan batuan, yaitu: perselingan batupasir dan konglomerat sisipan tuf, perselingan batupasir dan batulempung, perselingan batupasir dan konglomerat, batupasir sisipan batulanau, perselingan batupasir dan konglomerat dengan sisipan batulanau, serta perselingan batupasir dan batulanau. Dari pengukuran penampang stratigrafi lintasan terpilih didapatkan 10 litofasies yang secara keseluruhan dijumpai dalam masing-masing satuan batuan, berupa: Fine Mud  (Fm), Fine Silt Mud (Fsm), Massive Sandstone (Sm), Horizontal Sandstone (Sh), Low Angle Cross Lamination Sandstone (Sl), Ripple Cross Lamination Sandstone (Sr), Trough Cross Bed Sandstone (St), Gravel Matrix Supported Graded Bedding (Gmg), Gravel Clast Supported Graded Bedding (Gcg), Gravel Clast Supported Massive (Gcm). Elemen arsitektural yang terbentuk pada sistem pengendapan Formasi Citalang adalah  Gravel Bar and Bedforms (GB), Sandy Bedform (SB), dan Sediment Gravity Flow (SG), yang diinterpretasikan terjadi pada lingkungan pengendapan fluvial berupa sungai teranyam.Katakunci: Formasi Citalang, elemen arsitektur, fluvial, litofasies, sungai teranyam.
Studi Karakteristik Zeolit di Yogyakarta Serta Pemanfaatannya Sebagai Builder Agent Untuk Memproduksi Deterjen Ramah Lingkungan Mutiara Selvina; Aldian Fahrialam; Leonardo Anthony Wijaya; Aulia Rahmah Karunianti; I Wayan Warmada
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 22 No. 4 (2021): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v22i4.650

Abstract

Zeolit adalah sekelompok mineral aluminosilikat yang memiliki beberapa jenis mineral sebagai anggotanya. Karakteristik khusus zeolit membuat mineral ini memiliki kemampuan adsorpsi dan presipitasi permukaan yang dapat digunakan untuk membuat deterjen ramah lingkungan. Zeolit dapat berperan dalam mengganti senyawa fosfat yang biasanya digunakan sebagai agen buffer pada deterjen. Karakteristik zeolit di Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta ditentukan oleh beberapa analisis, termasuk analisis X-Ray Difraksi (XRD) X-Ray Fluoresensi (XRF), dan kapasitas pertukaran kation (CEC). Hasil identifikasinya termasuk mineral zeolit yang menyusun sampel, yaitu klinoptilolit dan mordenit; senyawa oksida utama adalah SiO2 dan Al2O3; dan memiliki kapasitas pertukaran kation yang bervariasi antara 26,50 cmol(+)/kg hingga 50,17 cmol(+)/kg. Deterjen yang dibuat dengan campuran zeolit kemudian dianalisis kualitas dan tingkat ramah lingkungannya dengan uji toksisitas, organoleptik, dan stabilitas busa. Hasil pengujian menemukan bahwa semakin tinggi konsentrasi zeolit dalam deterjen, kelangsungan hidup ikan meningkat sebesar 297,29 %. Penambahan zeolit juga mempengaruhi stabilitas busa deterjen dan bentuk fisik deterjen yang dihasilkan. Dengan demikian, dengan penambahan zeolit, deterjen yang dihasilkan menjadi lebih ramah lingkungan dan memiliki kualitas pembersihan yang lebih baik.Katakunci: Builder agent, deterjen, Gedangsari, zeolit.

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 26 No. 4 (2025) Vol. 26 No. 3 (2025): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 26 No. 2 (2025): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 26 No. 1 (2025): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 25 No. 4 (2024): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 25 No. 3 (2024): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 25 No. 2 (2024): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 25 No. 1 (2024): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 24 No. 4 (2023): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 24 No. 3 (2023): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 24 No. 2 (2023): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 24 No. 1 (2023): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 23 No. 4 (2022): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 23 No. 3 (2022): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 23 No. 2 (2022): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 23 No. 1 (2022): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 22 No. 4 (2021): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 22 No. 3 (2021): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 22 No. 2 (2021): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 22 No. 1 (2021): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 21 No. 4 (2020): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 21 No. 3 (2020): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 21 No. 2 (2020): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 21 No. 1 (2020): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 20 No. 4 (2019): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 20 No. 3 (2019): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 20 No. 2 (2019): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 20 No. 1 (2019): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 19 No. 4 (2018): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 19 No. 3 (2018): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 19 No. 2 (2018): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 19 No. 1 (2018): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 18 No. 4 (2017): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 18 No. 3 (2017): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 18 No. 2 (2017): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 18 No. 1 (2017): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 17 No. 4 (2016): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 17 No. 3 (2016): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 17 No. 2 (2016): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 17 No. 1 (2016): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 16 No. 4 (2015): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 16 No. 3 (2015): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 16 No. 2 (2015): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 16 No. 1 (2015): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 15 No. 4 (2014): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 15 No. 3 (2014): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 15 No. 2 (2014): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 15 No. 1 (2014): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 23 No. 3 (2013): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 23 No. 2 (2013): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 23 No. 1 (2013): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 14 No. 4 (2013): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 22 No. 4 (2012): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 22 No. 3 (2012): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 22 No. 2 (2012): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 22 No. 1 (2012): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 21 No. 5 (2011): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 21 No. 4 (2011): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 21 No. 3 (2011): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 21 No. 2 (2011): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 21 No. 1 (2011): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 20 No. 6 (2010): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 20 No. 5 (2010): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 20 No. 4 (2010): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 20 No. 3 (2010): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 20 No. 2 (2010): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 20 No. 1 (2010): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 19 No. 6 (2009): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 19 No. 5 (2009): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 19 No. 4 (2009): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 19 No. 3 (2009): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 19 No. 2 (2009): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 19 No. 1 (2009): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 18 No. 6 (2008): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 18 No. 5 (2008): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 18 No. 4 (2008): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 18 No. 3 (2008): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 18 No. 2 (2008): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 18 No. 1 (2008): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 17 No. 6 (2007): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 17 No. 5 (2007): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 17 No. 4 (2007): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 17 No. 3 (2007): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 17 No. 2 (2007): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 17 No. 1 (2007): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 16 No. 6 (2006): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 16 No. 5 (2006): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 16 No. 4 (2006): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 16 No. 3 (2006): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 16 No. 2 (2006): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 16 No. 1 (2006): Jurnal Sumber Daya Geologi More Issue