cover
Contact Name
Kurnia Rahmad Dhani
Contact Email
kurniadhani@isi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
idea.jurnalisiyogyakarta@gmail.com
Editorial Address
Komplek Kampus Institut Seni Indonesia Yogyakarta Jl. Parangtritis Km. 6,5 Kotak Pos 1210, Glondong, Panggungharjo, Kec. Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55001
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
IDEA: Jurnal Seni Pertunjukan
ISSN : 14116472     EISSN : -     DOI : -
IDEA draws its contributions from academics and practitioner-researchers at the interface of the performing arts. It acts as a forum for critical study, innovative practice, and creative pedagogy, addressing themes that may be domain-specific (e.g., dance, music, theatre, puppets, karawitan, ethnomusicology, culture and arts) or situated at the convergence of two or more disciplines. The journal invites original, significant, and rigorous inquiry into all subjects within or across disciplines related to the performing arts. It encourages debate and cross-disciplinary exchange across a broad range of approaches. The spectrum of topics includes Ethnomusicology, Karawitan, Music, Music Education, Dance, Theatre, Puppet, and Arts education.
Articles 194 Documents
Strategi Aransemen Wind Section pada Lagu One Summer’s Day Karya Joe Hisaishi oleh Arranger Rumah Orkestra Jogja Fengky Prima; Umilia Rokhani; Gathut Bintarto Triprasetyo
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 20, No 1 (2026)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v20i1.20680

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi aransemen pada lagu One Summer’s Day karya Joe Hisaishi oleh arranger Rumah Orkestra Jogja yang sudah dimainkan dalam  konser Saga From Our Childhood: Land of Ghibli tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, analisa dokumen, dan materi audio, hasil penelitian menunjukkan proses penggarapan karya sesuai dengan metode lima langkah aransemen musik, yaitu konsep aransemen, menulis notasi, memodifikasi dan menciptakan ide-ide baru, menyusun materi, evaluasi dan revisi. Dengan demikian, strategi aransemen yang dilakukan oleh Raihan Aziz selaku arranger menghasilkan pendistribusian harmoni pada wind section, tekstur, counter melody, dan call and response,memodifikasi dan menciptakan ide baru dari karya klasik.
Estetika Musik Dangdut di Media Sosial TikTok: Kajian Netnografi Terhadap Praktik Representasi Digital Otniel Februyandi; Setyawan Jayantoro; Annas Fitria Sa'adah
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 20, No 1 (2026)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v20i1.20555

Abstract

Perkembangan TikTok sebagai platform video pendek telah mengubah cara musik diproduksi, didistribusikan, dan dikonsumsi, sehingga mempengaruhi bentuk representasi musik dangdut di ruang digital. Sebagai hasil dari perkembangan ini, musik dangdut di TikTok tidak hanya ditampilkan sebagai media hiburan visual tetapi juga muncul sebagai media edukasi musik melalui berbagai bentuk tutorial dan konten pembelajaran. Fenomena ini menunjukkan pergeseran cara musik direpresentasikan dalam ekosistem media digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi estetika musik dangdut dalam konten TikTok, dengan fokus pada bagaimana teknik musik direpresentasikan dan direkonstruksi dalam media digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan netnografi. Data dikumpulkan melalui observasi konten TikTok, dokumentasi visual, observasi interaksi penonton, dan wawancara mendalam dengan pencipta konten musik dangdut. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, klasifikasi tematik, dan interpretasi menggunakan teori estetika musik, mediatisasi, representasi, dramaturgi, dan perhatian ekonomi. Penelitian ini menunjukkan bahwa representasi estetika musik dangdut di TikTok dibangun melalui dua aspek utama yaitu konten hiburan dan konten edukasi. Konten hiburan lebih banyak tekanan dominasi unsur visual dan performativitas tubuh, sementara konten edukasi menonjolkan keindahan teknik musik seperti vokal cengkok dan pola permainan kendang. Studi ini menunjukkan bahwa karakteristik media digital juga mempengaruhi bagaimana estetika musik dangdut direpresentasikan kepada audiens digital.
Karakter Musikal dan Interpretasi Vocalista Harmonic Choir dalam Membawakan Lagu Hanacaraka Karya Nicholas Rio Riski Puluhulawa; Titis Setyono Adi Nugroho; Annas Fitria Sa'adah
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 20, No 1 (2026)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v20i1.20520

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pendekatan interpretasi musikal Vocalista Harmonic Choir dalam membawakan lagu Hanacaraka karya Nicholas Rio serta mengidentifikasi karakter musikal karya ditinjau dari struktur melodi, struktur harmoni, dan relasi interval pentatonis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada praktik interpretasi Vocalista Harmonic Choir terhadap lagu Hanacaraka dalam penampilan 4th Asia Choral Grand Prix 2025 di Singapura. Data diperoleh melalui wawancara semi terstruktur (in-depth interview) dengan konduktor dan empat perwakilan penyanyi yang mewakili ambitus suara SATB, studi dokumentasi, serta studi pustaka. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter musikal lagu Hanacaraka dibentuk melalui penggunaan tangga nada pentatonis pelog yang menghasilkan nuansa dramatik, misterius, dan kental dengan karakter musikal Jawa. Karakter tersebut diwujudkan melalui pengembangan motif-motif repetitif, penggunaan tekstur homofonik dan polifonik, hubungan harmoni vertikal antarsuara, serta pengolahan relasi interval yang memperkuat identitas musikal karya. Interpretasi musikal Vocalista Harmonic Choir diwujudkan melalui pendekatan intonasi berbasis prinsip just intonation, pengelolaan keseimbangan antarsuara dan warna bunyi, pengolahan artikulasi bahasa Jawa, serta pembentukan ekspresi musikal melalui pendekatan artistic singing yang didasarkan pada dramaturgi kisah Aji Saka, Dora, dan Sambada. Temuan penelitian menunjukkan bahwa karya paduan suara berbasis tangga nada pentatonis dapat diinterpretasikan melalui pendekatan paduan suara modern tanpa menghilangkan karakter musikal tradisional yang menjadi identitas karya.
EFEKTIVITAS PEMILIHAN REPERTOAR TERHADAP MOTIVASI LATIHAN PEMAIN BIOLA Khalis Prima Zulfahmi; Kustap Kustap Kustap; Ezra Deardo Purba
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 20, No 1 (2026)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v20i1.20647

Abstract

Motivasi berlatih merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi perkembangan kemampuan bermain biola. Akan tetapi, rendahnya tingkat motivasi pemain biola dalam kegiatan latihan masih menjadi tantangan dalam proses latihan musik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pemilihan repertoar yang dapat meningkatkan motivasi latihan pemain biola di Sang Surya Philharmonic Orchestra. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan pelatih dan pemain biola, observasi terhadap proses latihan, serta analisis dokumen yang meliputi silabus dan daftar repertoar yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan repertoar yang efektif perlu mempertimbangkan keselarasan antara minat pemain, tingkat kesulitan repertoar, dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Repertoar yang menarik, menantang, serta sesuai dengan kemampuan teknis pemain terbukti mampu meningkatkan motivasi mereka dalam berlatih. Selain itu, keterlibatan pemain dalam proses penentuan repertoar memberikan rasa kepemilikan terhadap materi yang dipelajari sehingga mendorong partisipasi yang lebih aktif dalam latihan. Penelitian ini juga menemukan beberapa kendala, seperti keterbatasan waktu latihan bersama dan adanya perbedaan kemampuan teknis antar pemain. Untuk mengatasi hambatan tersebut, pelatih menerapkan strategi pemilihan repertoar yang fleksibel serta memberikan pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pemain. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pemilihan repertoar tidak hanya berkontribusi pada peningkatan motivasi latihan, tetapi juga mendukung pencapaian hasil latihan yang lebih optimal dalam latihan section biola di lingkungan orkestra.Kata kunci: Pemilihan Repertoar, Motivasi Latihan, Latihan Biola, Pemain Biola.Practice motivation is an important factor influencing the development of violin performance skills. However, low levels of motivation among violinists remain a challenge in the music practice process. This study aims to examine repertoire selection strategies that can enhance the practice motivation of violinists in the Sang Surya Philharmonic Orchestra. A descriptive qualitative approach with a case study method was employed. Data were collected through semi-structured interviews with instructors and violinists, observations of rehearsal activities, and document analysis, including syllabi and repertoire lists. The findings indicate that effective repertoire selection should consider the alignment between players’ interests, the level of repertoire difficulty, and the intended learning objectives. Repertoire that is engaging, challenging, and appropriate to the players’ technical abilities was found to increase their motivation to practice. Furthermore, involving players in the repertoire selection process fosters a sense of ownership of the learning materials, thereby encouraging more active participation in rehearsals. The study also identified several challenges, including limited group rehearsal time and variations in technical proficiency among players. To address these issues, instructors adopted flexible repertoire selection strategies and provided individualized guidance based on each player’s needs. The findings suggest that repertoire selection strategies not only contribute to increased practice motivation but also support more effective learning outcomes in violin section rehearsals within an orchestral setting.Keywords: Repertoire Selection, Practice Motivation, Violin Practice, Violinist.