Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Psychoeducation: Utilizing psychological first aid to prevent adolescent suicide Annas Fitria Saadah; Ainurizan Ridho Rahmatulloh; Nanda Yunika Wulandari
Community Empowerment Vol 8 No 10 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.10345

Abstract

The incidence of suicide cases among teenagers is on the rise in Indonesia. The purpose of this community service is to offer psychoeducation as a form of psychological first aid to prevent suicide cases among adolescents. The partners for this initiative are students from SMAN 1 Pengasih. Community service activities involve providing psychoeducation and training to prepare them as peer counselors. Initial assessments revealed that participants had an interest in suicide cases but lacked the initial knowledge and skills required to address suicide-related issues. The outcome of this activity is that participants have gained knowledge about recognizing signs of suicidal tendencies, an understanding of what can and cannot be done in cases of suicide, and have acquired first-aid skills to support peers with suicidal tendencies. The knowledge and skills acquired by the students in dealing with the issue of suicide can prove invaluable in preventing suicide cases among adolescents.
ACHIEVEMENT MOTIVATION AND CAREER PLANNING UNTUK SISWA SMK PGRI 1 SENTOLO Wulandari, Nanda Yunika; Rahmatulloh, Ainurizan Ridho; Fitria, Annas
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 9, No 1 (2025): Inpress
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v9i1.2252

Abstract

SMK PGRI 1 Sentolo merupakan salah satu sekolah kejuruan yang memiliki tantangan dimana sebagian besar siswa belum memiliki perencanaan karier yang matang. Ketidaktahuan terkait perencanaan karier menyebabkan siswa menjadi kurang termotivasi untuk menunjukan usaha maksimal saat kegiatan belajar berlangsung ataupun ketika menjalani praktik kerja lapangan (PKL). Berdasarkan permasalahan ini maka tim pengabdi memberikan pelatihan terkait perencanaan karir bagi siswa SMK PGRI 1 Sentolo. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan motivasi, gambaran, dan perencanaan yang matang di dunia kerja nantinya. Selain memberikan pelatihan, pengabdi juga memberi pelayanan pendampingan konsultasi bagi siswa yang ingin membuat perencanaan karir. Adapun pendekatan yang digunakan melalui 3 tahap, yaitu tahap koordinasi dan sosialisasi program, tahap asesmen dan implementasi, tahap evaluasi dan monitoring. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah siswa lebih termotivasi dalam belajar dan semakin siap untuk merencanakan karirnya setelah lulus sekolah. Hal ini terlihat dari antusias siswa dalam mengikuti kegiatan belajar di kelas maupun dalam melaksanakan PKL atau praktik kerja lapangan. Abstract. SMK PGRI 1 Sentolo is a vocational school that has challenges where most students do not have mature career plans. Ignorance regarding career planning causes students to be less motivated to show maximum effort during learning activities or when undergoing practical field work (PKL). Based on this problem, the service team provides training related to career planning for students of SMK PGRI 1 Sentolo. This service aims to provide motivation, insight and careful planning in the future world of work. Apart from providing training, the service also provides consulting assistance services for students who want to make career plans. The approach used goes through 3 stages, namely the program coordination and socialization stage, the assessment and implementation stage, the evaluation and monitoring stage. The result of this service activity is that students are more motivated in learning and more ready to plan their careers after graduating from school. This can be seen from the enthusiasm of students in participating in learning activities in class and in carrying out PKL or field work practices.
The Kreativitas Musik Campursari Grup Irama Manunggal Dalam Perspektif Filsafat Nilai Max Scheler: THE CREATIVITY OF CAMPURSARI MUSIC BY THE IRAMA MANUNGGAL GROUP FROM THE PERSPECTIVE OF MAX SCHELER’S PHILOSOPHY OF VALUES Annas Fitria Sa’adah
Jurnal Pendidikan Seni dan Industri Kreatif Vol. 6 No. 1 (2025): Sendikraf Jurnal Pendidikan Seni dan Industri
Publisher : BBPPMPV Seni dan Budaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70571/psik.v6i1.198

Abstract

Grup Irama Manunggul merupakan grup musik bergaya campursari yang disajikan dalamperibadatan Gereja Stasi Maria Assumpta Bawen, Kabupaten Semarang. Kreativitas senimusik campursari yang ditampilkan oleh grup Irama Manunggal ini memberikan warna karyaseni yang berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptifdengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancaradengan anggota grup, pengurus gereja, dan jemaat serta dokumentasi penampilan musik dalamibadah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji kreativitas musik campursari grup IramaManunggal dalam perspektif filsafat nilai Max Scheler. Teori filsafat nilai Max Schelermemberikan empat tingkatan nilai, yaitu nilai kenikmatan, nilai vitalis, nilai spiritual, dan nilaikesucian. Berdasarkan hirarki nilai tersebut, didapat hasil penelitian yang menunjukkan bahwagrup Irama Manunggal berhasil memadukan elemen-elemen musik campursari dengan lagu-lagu rohani, menciptakan bentuk liturgi yang inklusif dan berakar pada budaya setempat tanpamengurangi kekhusyukan ibadah. Penyajian musik campursari yang diterapkan oleh grupIrama Manunggal tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai saranapenghayatan spiritual yang lebih mendalam bagi jemaat. Selain itu dari hasil observasi danwawancara yang dilakukan oleh peneliti, grup Irama Manunggal ini memiliki keantusiasandari para pemain ataupun para jemaat karena adanya rasa senang bisa menikmati kreativitasgrup Irama Manunggal dalam menyajikan musik campursari dalam peribadatan di gereja.
REVITALISASI LAGU ANAK BERSAMA UNEN UNEN KLINIK MUSIK KELILING DI DESA GUNUNGMOJO Fitria, Annas; Kustap, Kustap; Nugroho, Titis Setyono Adi; Listiowati, Nensi; Hariyanto, Gabriella Charis; Nindyasmara, Ken Ruri; Ramadhani, Azzahra; Situmeang, Amos Christian
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v9i2.2690

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi dan informasi digital membawa dampak signifikan terhadap pergeseran selera musik anak di Indonesia. Lagu anak yang semula berfungsi sebagai sarana edukasi, hiburan, dan pembentukan karakter mengalami kemunduran akibat paparan konten digital yang tidak terkendali. Anak-anak usia dini hingga sekolah dasar kini lebih familiar dengan lagu orang dewasa, seperti jedag-jedug, remix, dan Kpop dibandingkan lagu daerah maupun lagu anak yang sesuai dengan kebutuhan psikologisnya. Unen Unen Klinik Musik Keliling hadir sebagai komunitas pemberdayaan yang berfokus pada pengenalan dan penciptaan lagu anak bersama anak-anak di desa-desa Yogyakarta. Tujuan pelaksanaan program ini adalah untuk merancang modul pembelajaran yang kontekstual untuk klinik musik, merevitalisasi lagu-lagu anak, serta membangun ekosistem kesenian musik desa yang lebih holistik, aplikatif, dan berkelanjutan. Adapun pendekatan yang digunakan dalam pengabdian ini melalui beberapa tahap, yaitu tahap sosialisasi, pelatihan dan pendampingan, serta evaluasi. Hasil dari kegiatan ini anak-anak desa dapat memperoleh ruang untuk berkembang, meningkatkan potensi diri, dan mengaktualisasikan dirinya secara setara.Abstract. The rapid advancement of digital technology and information systems has substantially transformed childrens musical preferences in Indonesia. Childrens songs, which traditionally served as media for education, entertainment, and character development, have undergone a marked decline as a result of uncontrolled exposure to digital content. Children from early childhood to primary school age are now more familiar with adult-oriented music, e.g., jedag-jedug (upbeat electronic dance music), remixes, and K-pop, than with local or developmentally appropriate childrens songs that align with their psychological needs. Unen-unen Klinik Musik Keliling serves as a community-based empowerment initiative dedicated to reintroducing and collaboratively composing childrens songs along with the children in rural areas of Yogyakarta. The program aims to develop a contextualized learning module for the music clinic, revitalize childrens songs, and foster a more holistic, practical, and sustainable rural music ecosystem. This community service initiative was implemented through three stages: socialization, training and mentoring, and evaluation. The results indicate that the program provided rural children with expanded opportunities to grow, enhance their individual potentials, and meaningfully actualize themselves within an equitable artistic learning environment.
APRESIASI WARGA DUSUN KARANGTENGAH KIDUL MELALUI MUSIK ANSAMBEL DALAM PERSPEKTIF NILAI MAX SCHELER Annas Fitria Sa’adah
Sanjiwani: Jurnal Filsafat Vol 16 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/sjf.v16i1.3938

Abstract

An ensemble is a group playing musical instruments. Playing music as an ensemble is useful for practicing teamwork to put on a good performance. One of the musical ensemble activities was carried out by residents of Karangtengah Kidul in Yogyakarta. This ensemble activity was held specifically in celebration of Indonesia's independence day, where this routine activity is carried out by the residents of Karangtengah Kidul as a cultural Carnival Village every year in August. The aim of this research is to analyze the musical ensemble activities carried out by the residents of Karangtengah Kidul with the perspective of Max Scheler's values. The researcher made observations and observations regarding the readiness of residents or ensemble players, trainers, and the musical equipment used, arranging songs and performing them. This research is qualitative research which begins with observations, then interviews and documentation. The results of this research are based on Max Scheler's value perspective that the innovation and creation of musical ensemble performances by the residents of Karangtengah Kidul in the Cultural Carnival event contain enjoyment and vitalist values, so it can be concluded that by participating in this ensemble music game it is able to bring happiness and satisfaction to the players. who come from various age groups.
Kreativitas Musik Campursari Grup Irama Manunggal dalam Perspektif Filsafat Keindahan DeWitt H. Parker Annas Fitria Sa’adah; Aurelia Noven Oktalila; Linda Sitinjak
PROMUSIKA Vol 14, No 1 (2026): April 2026
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/promusika.v14i1.17155

Abstract

Penelitian ini mengkaji kreativitas musik campursari oleh Grup Irama Manunggal dalam peribadatan Gereja Stasi Maria Assumpta, Bawen, Kabupaten Semarang, sebagai bentuk inkulturasi musik liturgi yang memadukan instrumen tradisional Jawa dan instrumen modern. Tujuan penelitian adalah (1) mendeskripsikan bentuk kreativitas aransemen liturgis yang dikembangkan grup, (2) menjelaskan dinamika penerimaan jemaat, serta (3) menganalisis keterpenuhan asas-asas bentuk estetis menurut DeWitt H. Parker. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi partisipatif pada latihan dan peribadatan, wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap 12 anggota grup, 2 pengurus gereja, dan 5 jemaat, serta dokumentasi (partitur, foto, dan video). Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan, disertai triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan: (a) transformasi praktik iringan dari format keroncong menuju ensambel campursari dilakukan sebagai respons atas kebutuhan musikal jemaat; (b) strategi aransemen dibedakan menurut bagian liturgi (pembukaan–ordinarium–persembahan–komuni–penutup) untuk menjaga kesesuaian suasana ibadah; (c) integrasi idiom campursari mendorong keterlibatan jemaat dalam bernyanyi tanpa mengganggu kekhidmatan, melalui pengendalian tempo, ornamentasi, dan dominasi instrumen. Pembahasan dengan teori Parker menunjukkan bahwa praktik musikal grup menampilkan kesatuan bentuk, tema dan variasinya, keseimbangan unsur tradisi–modern, perkembangan bentuk dalam konteks komunitas, serta tata jenjang peran instrumen dalam struktur musikal liturgi. Penelitian ini berimplikasi pada penguatan model inkulturasi musik liturgi berbasis budaya lokal yang tetap selaras dengan norma liturgis, serta membuka peluang kajian lanjutan berupa analisis musikal-notasional dan evaluasi dampak jangka panjang terhadap partisipasi umat.Campursari Creativity in Catholic Liturgy: A Parker Aesthetic AnalysisAbstractThis study investigates the creative use of campursari music by the Irama Manunggal Group in Catholic worship services at St. Maria Assumpta Station Church, Bawen (Semarang Regency, Indonesia), as a contemporary form of liturgical inculturation that combines Javanese musical idioms with modern instruments. The study aims to (1) describe the group's liturgical arrangement practices, (2) examine congregational reception and participation, and (3) assess how the musical practice fulfills DeWitt H. Parker's principles of aesthetic form. A descriptive, qualitative case study design was employed. Data were collected through participant observation during rehearsals and worship services, semi-structured in-depth interviews with 12 group members, 2 church administrators, and 5 congregants, and documentation (scores, photographs, and performance videos). Data were analyzed using an interactive model (data reduction, data display, and conclusion drawing), supported by source and method triangulation. The findings indicate that: (a) the ensemble evolved from a previous keroncong practice into a hybrid campursari format in response to the community's musical expectations; (b) arrangement strategies are differentiated across liturgical sections (opening, ordinary, offertory, communion, and closing) to preserve ritual appropriateness; and (c) congregational engagement is enhanced through controlled tempo, restrained ornamentation, and hierarchical instrumental roles that maintain solemnity while allowing cultural rootedness. The discussion, framed by Parker's aesthetic theory, suggests that the ensemble's practice demonstrates unity, thematic coherence and variation, balance between tradition and modernity, developmental continuity within the community context, and a clear hierarchy of musical functions. This study contributes to the discourse on Indonesian liturgical inculturation by offering an aesthetics-based analytical model and recommending further research using detailed musical transcription and longitudinal evaluation of participatory and spiritual impacts.Keywords: campursari; liturgical music; inculturation; DeWitt H. Parker aesthetics; case study.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA OLEH MASYARAKAT KALURAHAN MARGOSARI PADA ACARA PERAYAAN ULANGTAHUN SRI SULTAN HAMENGKU BUWONO X Annas Fitria Sa’adah; Kusuma Putri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Inpress Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.57421

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sosial masyarakat Kalurahan Margosari, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, melalui kegiatan perayaan ulang tahun Sri Sultan Hamengku Buwono X ke-80. Semua peserta yakni perwakilan masyarakat dari semua kalurahan di DIY membawa hasil bumi sesuai dengan ciri khas daerah masing-masing. Hasil bumi ini dibawa dengan arak-arakan atau kirab menuju Keraton Jogja untuk diserahkan kepada Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila, seperti kerukunan, gotong royong, tolerasi, persatuan, dan musyawarah, terimplementasi secara nyata dalam berbagai rangkaian acara. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat solidaritas sosial masyarakat, tetapi juga menjadi media pendidikan karakter berbasis budaya lokal. Dengan demikian, perayaan tersebut memiliki kontribusi signifikan dalam memperkuat internalisasi nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat, yang tercermin pada masyarakat Kalurahan Margosari, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Psikoedukasi Psychological Frist Aid (PFA) Pada Mahasiswa Untuk Penanganan Awal Korban Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi Ainurizan Ridho Rahmatulloh; Nanda Yunika Wulandari; Annas Fitria Saadah; Akbar Afif Wicaksono; Verdi; Ilham Jaya Kusuma
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v10i2.28509

Abstract

Kekerasan seksual di lingkungan kampus kini menjadi persoalan serius di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kasus-kasus tersebut sering kali berakar pada ketimpangan relasi kuasa, kurangnya penghormatan terhadap batasan pribadi, serta minimnya edukasi pencegahan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melaksanakan psikoedukasi psychological frist aid atau PFA bagi mahasiswa sebagai penanganan pertama terhadap kekerasan seksual. Kegiatan ini dilaksanakan melalui beberapa tahap, yakni koordinasi, asesmen lapangan, psikoedukasi, dan praktik PFA. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang bentuk dan dampak kekerasan seksual serta memperkuat kemampuan mereka dalam memberikan bantuan awal kepada korban. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam menangani kasus kekerasan seksual di kampus. Inisiatif ini diharapkan menciptakan lingkungan akademik yang lebih aman, responsif, dan empatik.
Ujub and Self-Inflation: Reconstructing The Ethical Structure of Abyān Al-Ḥawāij in Dialogue With Contemporary Moral Psychology Yayan Rubiyanto; Endang Nurhayati; Sri Harti Widyastuti; Wahid Tuftazani Rizqi; Annas Fitria Sa’adah
Dialogium: Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 1 (2026): Dialogium: Journal of Islamic Studies
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam - Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/djis.v1i1.96097

Abstract

This article examines the concept of ujub in the Nusantara Sufi manuscript Abyān al-Ḥawāij (copied in 1264 H/1848 CE) and analyzes its structural parallels with the phenomenon of self-inflation in contemporary moral psychology. Using a qualitative manuscript-based approach with philological-hermeneutic analysis and structural comparison, the study reconstructs ujub as a coherent ethical structure rather than merely a normative moral prohibition. The findings reveal that ujub in the manuscript is articulated as a condition of evaluative self-inflation characterized by exaggerated self-appraisal, asymmetrical attribution of success, moral superiority, and illusion of spiritual autonomy. These structural elements resonate with constructs in modern psychology, including self-enhancement bias, overconfidence bias, self-serving bias, and moral superiority illusion. However, while psychological theories frame these tendencies within cognitive-regulatory and adaptive functions, Abyān al-Ḥawāij situates them within a theological-ethical horizon emphasizing humility and awareness of human dependence on the Divine.This study contributes to comparative moral psychology by positioning a Nusantara Sufi manuscript as a conceptual source for interdisciplinary dialogue. It demonstrates that classical Islamic ethical texts contain systematic moral analysis compatible with contemporary theoretical discourse, while maintaining distinct epistemological foundations. The findings also offer implications for Islamic education, suggesting that moral cultivation should integrate spiritual discipline with awareness of cognitive mechanisms underlying self-inflation
Estetika Musik Dangdut di Media Sosial TikTok: Kajian Netnografi Terhadap Praktik Representasi Digital Otniel Februyandi; Setyawan Jayantoro; Annas Fitria Sa'adah
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 20, No 1 (2026)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v20i1.20555

Abstract

Perkembangan TikTok sebagai platform video pendek telah mengubah cara musik diproduksi, didistribusikan, dan dikonsumsi, sehingga mempengaruhi bentuk representasi musik dangdut di ruang digital. Sebagai hasil dari perkembangan ini, musik dangdut di TikTok tidak hanya ditampilkan sebagai media hiburan visual tetapi juga muncul sebagai media edukasi musik melalui berbagai bentuk tutorial dan konten pembelajaran. Fenomena ini menunjukkan pergeseran cara musik direpresentasikan dalam ekosistem media digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi estetika musik dangdut dalam konten TikTok, dengan fokus pada bagaimana teknik musik direpresentasikan dan direkonstruksi dalam media digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan netnografi. Data dikumpulkan melalui observasi konten TikTok, dokumentasi visual, observasi interaksi penonton, dan wawancara mendalam dengan pencipta konten musik dangdut. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, klasifikasi tematik, dan interpretasi menggunakan teori estetika musik, mediatisasi, representasi, dramaturgi, dan perhatian ekonomi. Penelitian ini menunjukkan bahwa representasi estetika musik dangdut di TikTok dibangun melalui dua aspek utama yaitu konten hiburan dan konten edukasi. Konten hiburan lebih banyak tekanan dominasi unsur visual dan performativitas tubuh, sementara konten edukasi menonjolkan keindahan teknik musik seperti vokal cengkok dan pola permainan kendang. Studi ini menunjukkan bahwa karakteristik media digital juga mempengaruhi bagaimana estetika musik dangdut direpresentasikan kepada audiens digital.