cover
Contact Name
Bulan Kakanita Hermasari
Contact Email
dr.bulan.kakanita@staff.uns.ac.id
Phone
+6281225381332
Journal Mail Official
pmjfkuns@gmail.com
Editorial Address
Gedung Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36A Kentingan Jebres
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Plexus Medical Journal
ISSN : 2828187x     EISSN : 28284801     DOI : https://doi.org/10.20961/plexus.v1i1.4
Core Subject : Health,
Plexus Medical journal (PMJ) publishes original research articles or article review in the basic medical sciences, clinical medical sciences, medical education and public health science. Plexus Medical journal is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, community or public health research, and medical education to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also interesting case reports. Brief communications containing short features of medicine, latest developments in diagnostic procedures, treatment, or other health issues that is important for the development of health care system are also acceptable. Letters and commentaries of our published articles are welcome.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2026): April" : 5 Documents clear
Hubungan Tekanan Teman Sebaya pada Kesiapan Belajar Mandiri Mahasiswa Kedokteran  di Universitas Sebelas Maret Surakarta Hastami, Yunia; Munawaroh, Siti; Wiyono, Nanang; Budiastuti, Veronika Ika; Hermasari, Bulan Kakanita; Ufqi, Ana Tsalitsal Futiya Roisal
Plexus Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2026): April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v5i2.2577

Abstract

Pendahuluan: Mahasiswa kedokteran dituntut untuk memiliki kemampuan belajar mandiri yang kuat sebagai bagian dari proses pembelajaran profesional yang berkesinambungan. Kesiapan dalam belajar mandiri ini dipengaruhi oleh berbagai aspek sosial, termasuk tekanan dari lingkungan sebaya atau dikenal dengan peer pressure. Tekanan teman sebaya dapat memberikan dampak positif, seperti mendorong semangat untuk mencapai prestasi, maupun dampak negatif apabila menyebabkan stres atau kebiasaan yang tidak produktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tekanan dari teman sebaya mahasiswa kedokteran dengan kesiapan mahasiswa kedokteran dalam melakukan pembelajaran secara mandiri. Metode: Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan desain deskriptif analitik. Partisipan terdiri atas mahasiswa program studi kedokteran yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Data diperoleh melalui penyebaran dua kuesioner, yaitu Peer Pressure Inventory untuk mengukur tingkat tekanan dari teman sebaya dan Self Directed Learning Readiness-NE untuk mengukur kesiapan mahasiswa dalam belajar mandiri. Data diambil dalam satu waktu secara cross sectional. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi  menggunakan SPSS untuk mengidentifikasi hubungan antara kedua variabel Hasil: Responden berjumlah 138 mahasiswa terpilih secara acak. Hasil analisis menunjukkan ada hubungan signifikan antara nilai rerata tekanan teman sebaya dengan kesiapan belajar mandiri pada mahasiswa kedokteran (p=0,001) dengan korelasi positif dan kekuatan hubungan lemah. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan nilai korelasi Pearson sebesar 0,269. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara nilai rerata tekanan teman sebaya dengan kesiapan belajar mandiri pada mahasiswa kedokteran.
Korelasi Skor Binge Eating Scale (BES) dan Kadar Gula Darah Sewaktu (GDS) pada Perempuan Obesitas di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Gita Natasya Angelica; Rusdiana; Fitri, Fasihah Irfani; Rohmawati, Lili
Plexus Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2026): April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v5i2.3046

Abstract

Pendahuluan: Obesitas merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat dan erat kaitannya dengan gangguan metabolik, termasuk hiperglikemia. Perilaku binge eating (BE) memiliki kontribusi terhadap peningkatan asupan kalori berlebih yang dapat memicu kenaikan kadar glukosa darah. Binge Eating Scale (BES) digunakan untuk menilai tingkat keparahan BE, sedangkan kadar gula darah sewaktu (GDS) digunakan untuk menilai regulasi glukosa tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik responden, skor BES, kadar GDS, mengidentifikasi serta menganalisis arah dan kekuatan hubungan antara skor BES dan kadar GDS pada perempuan obesitas di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik korelasional dengan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non probability purposive sampling. Sampel yang diperoleh terdiri dari 58 orang perempuan obesitas di FK USU angkatan 2022 sampai 2025. Data primer yang dikumpulkan mencakup tinggi badan, berat badan, kadar GDS, dan skor BES. Analisis korelasi Spearman digunakan untuk menilai hubungan antara kedua variabel. Hasil: Sebagian besar responden berada pada kategori BE minimal hingga sedang, dengan proporsi lebih kecil yang menunjukkan BE berat. Keseluruhan kadar GDS responden berada dalam rentang normal (GDS <200 mg/dL). Uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan lemah dan tidak signifikan antara skor BES dan kadar GDS (p>0.05; r=-0.057). Hal ini berarti H0 diterima dan H1 ditolak. Kesimpulan: Tidak ditemukan hubungan bermakna antara skor BES dan kadar GDS pada perempuan obesitas dalam penelitian ini. Meskipun demikian, tingginya prevalensi perilaku BE serta risiko gangguan metabolik pada kelompok obesitas menunjukkan perlunya edukasi terkait pola makan sehat dan deteksi dini risiko diabetes pada populasi berisiko.
Korelasi Derajat Sesak Napas Menurut mMRC-Q dan VAS dengan Kadar Hematokrit Pasien PPOK Eksaserbasi Akut Melinadewi, Syalsabilla; Sutanto, Yusup Subagio; Apriningsih, Hendrastutik; Nitiprodjo, Abdul Karim
Plexus Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2026): April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v5i2.3097

Abstract

Pendahuluan: Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) eksaserbasi akut ditandai dengan perburukan sesak napas yang memicu hipoksia jaringan. Secara fisiologis, hipoksia memicu kompensasi polisitemia (peningkatan hematokrit). Namun, pada fase eksaserbasi akut, hubungan antara parameter hematologis dengan derajat klinis sesak napas masih menjadi perdebatan akibat kompleksitas respon inflamasi dan intervensi medis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara derajat sesak napas dengan kadar hematokrit darah pada pasien PPOK eksaserbasi akut. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional dilakukan terhadap pasien PPOK eksaserbasi akut di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret. Metode yang digunakan adalah total sampling dengan total 31 responden. Derajat sesak napas diukur menggunakan mMRC dan VAS, sedangkan kadar hematokrit diperoleh dari data rekam medis. Analisis data menggunakan korelasi Spearman. Hasil: Profil hematokrit responden didominasi oleh kategori normal (71%) dan anemia (22,6%), sedangkan polisitemia sangat jarang ditemukan. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara skor mMRC dengan kadar hematokrit darah (p>0,05) maupun skor VAS dengan kadar hematokrit (p>0,05). Analisis tambahan menunjukkan hubungan signifikan dengan korelasi negatif yang kuat antara usia dengan kadar hematokrit (p<0,001; r=-0,627), yang mana pasien usia lanjut cenderung memiliki kadar hematokrit yang lebih rendah. Kesimpulan: Kadar hematokrit tidak dapat digunakan sebagai indikator tunggal untuk memprediksi derajat sesak napas subjektif pada pasien PPOK eksaserbasi akut. Ketiadaan korelasi ini kemungkinan dipengaruhi oleh faktor usia, di mana respons kompensasi sumsum tulang menurun seiring penuaan, serta adanya faktor inflamasi akut dan intervensi medis yang membiaskan profil hematologi.
Hubungan Obesitas pada Preeklamsia dengan APGAR Score Bayi di RSUD Dr.Moewardi Tahun 2024 Putri, Hanifa Fauzia Widya; Ridwan, Robert; Sigit Setyawan; Nutria Widya Purna Anggraini
Plexus Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2026): April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v5i2.3098

Abstract

Pendahuluan: Preeklamsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan kompleks yang dapat berdampak terhadap kesehatan ibu dan bayi, ditandai dengan hipertensi yang disertai dengan gangguan organ pada atau setelah usia kehamilan 20 minggu. Obesitas diketahui berperan dalam patofisiologi preeklamsia dan dapat meningkatkan risiko luaran neonatus yang buruk, termasuk risiko APGAR score rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara obesitas pada preeklamsia dengan APGAR score bayi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Penelitian ini melibatkan 67 pasien yang diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Data yang digunakan adalah rekam medis ibu hamil dengan diagnosis preeklamsia yang melakukan persalinan di RSUD Dr. Moewardi selama tahun 2024 dan data rekam medis bayi yang dilahirkan oleh ibu tersebut. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square dengan bantuan software SPSS. Hasil: Hasil analisis chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara obesitas pada preeklamsia dengan APGAR score bayi. Hal ini dibuktikan dengan p-value tercatat 0,172 (p>0,05) untuk obesitas pada preeklamsia dengan APGAR pada menit ke-1 dan p-value tercatat 0,170 (p>0,05) untuk obesitas pada preeklamsia dengan APGAR pada menit ke-5. Kesimpulan: Obesitas pada ibu hamil preeklamsia terbukti tidak berhubungan secara signifikan dengan APGAR score bayi.
Penatalaksanaan Holistik Demam Berdarah Dengue pada Anak melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga: Laporan Kasus Muhammad Rafli; Chandra, Apriliana Vivy; Mellisa Gani; Wardhani, Hanifiya Samha
Plexus Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2026): April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v5i2.3356

Abstract

Pendahuluan: Pendekatan kedokteran keluarga berperan penting dalam pengelolaan Demam Berdarah Dengue (DBD) karena tidak hanya berfokus pada aspek klinis, tetapi juga mempertimbangkan faktor keluarga dan lingkungan yang memengaruhi terjadinya penyakit. Keterlibatan keluarga dalam deteksi dini, pemantauan kondisi pasien, serta perbaikan perilaku dan lingkungan menjadi kunci dalam pencegahan kekambuhan. Deskripsi Kasus: An. AA, perempuan usia 5 tahun, terdiagnosis DBD pada 7 Februari 2026 setelah demam tinggi mendadak sejak 1 Februari 2026 disertai mimisan, perdarahan gusi, petekie, nyeri perut, dan mual. Suhu maksimal 39°C dengan trombosit awal 21.000/µL yang menurun menjadi 17.000/µL sehingga pasien dirawat di ICU 4 hari dan bangsal 2 hari. Riwayat paparan diduga berkaitan dengan rekreasi keluarga ke tempat wisata, serta sepupu pasien yang juga pergi ke tempat rekreasi tersebut terdiagnosis DBD dalam waktu berdekatan. Ditemukan faktor risiko lingkungan rumah berupa genangan air, kondisi lembap, ventilasi kurang, dan kebiasaan menggantung pakaian. Status gizi berada pada rentang -2 SD hingga -1 SD. Diskusi: Kasus ini menunjukkan bahwa DBD pada anak dapat berkembang cepat menjadi trombositopenia berat. Faktor paparan luar rumah dan kondisi lingkungan domestik berperan dalam transmisi. Pendekatan kedokteran keluarga memungkinkan identifikasi faktor risiko secara komprehensif, edukasi keluarga terkait tanda bahaya dan pemantauan fase kritis, serta intervensi promotif-preventif berbasis rumah tangga. Kesimpulan: Pendekatan kedokteran keluarga efektif dalam pengelolaan DBD anak secara holistik dan pencegahan kekambuhan di tingkat keluarga dan komunitas.

Page 1 of 1 | Total Record : 5