cover
Contact Name
Bulan Kakanita Hermasari
Contact Email
dr.bulan.kakanita@staff.uns.ac.id
Phone
+6281225381332
Journal Mail Official
pmjfkuns@gmail.com
Editorial Address
Gedung Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36A Kentingan Jebres
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Plexus Medical Journal
ISSN : 2828187x     EISSN : 28284801     DOI : https://doi.org/10.20961/plexus.v1i1.4
Core Subject : Health,
Plexus Medical journal (PMJ) publishes original research articles or article review in the basic medical sciences, clinical medical sciences, medical education and public health science. Plexus Medical journal is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, community or public health research, and medical education to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also interesting case reports. Brief communications containing short features of medicine, latest developments in diagnostic procedures, treatment, or other health issues that is important for the development of health care system are also acceptable. Letters and commentaries of our published articles are welcome.
Articles 123 Documents
Reconstruction of Multiple Renal Arteries in Live Donor Kidney Transplantation: Moewardi Hospital Experience Muhammad Hilmy Labibi; Syaeful Agung Wibowo; Husein, Ali; Wibisono; Bimanggono Hernowo Murti; Suharto Wijanarko; Tusarawardaya , Setya Anton; Rodjani, Arry; Rasyid, Nur; Susanto , Agung; Putro , Prasetyo Sarwono
Plexus Medical Journal Vol. 4 No. 4 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v4i4.2292

Abstract

Background: Kidney transplant is the procedure for end stage renal disease (ESRD). This treatment has longer survival advantage than dialysis. Anatomical variations in the renal vasculature like multiple renal arteries, may increase surgical difficulties and influence postoperative outcomes. Case Presentation: We report a 46-year-old female living donor with two renal arteries on the left side of kidney. The recipient was her 25-year-old daughter with end stage renal disease due to systemic lupus erythematosus. A left open donor nephrectomy was completed without complications. The two renal graft arteries were side-to-side anastomosed each other, then an end-to-side anastomosis to the external iliac artery. The kidney achieved rapid reperfusion and returned to function immediately. Doppler ultrasound examination showed the normal perfusion. The creatinine level was 1.2 mg/dL on second day postoperative and stable at 0.8 mg/dL during a three-month follow-up. Conclusion: This case highlights the feasibility of transplanting a kidney from a donor with multiple renal arteries, emphasizing the critical role of comprehensive preoperative evaluation and meticulous surgical planning in achieving optimal outcomes.
Hubungan Profil Lipid dengan Lama Rawat Inap Pasien Stroke Infark di RSUD Dr. Moewardi Raditya Abyudaya; Raden Andi Ario Tedjo; Hanafi, Muchtar
Plexus Medical Journal Vol. 4 No. 4 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v4i4.2353

Abstract

Pendahuluan: Penyakit stroke merupakan penyebab kematian nomor dua dan salah satu penyebab utama disabilitas di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan salah satu komponen faktor risiko stroke, yaitu profil lipid, terhadap lama rawat inap pasien stroke infark. Metode: Penelitian dilakukan secara observasional analitik menggunakan data rekam medis 385 pasien stroke infark di RSUD dr. Moewardi periode tahun 2022 – 2023. Hasil: Ditemukan perbedaan yang signifikan antara rata-rata kadar total kolesterol, LDL-C, dan HDL-C pasien yang dirawat < 7 hari dengan ≥ 7 hari. Pasien yang dirawat < 7 hari cenderung memiliki kadar lipid yang lebih tinggi (total kolesterol = 187,12 mg/dL; LDL-C = 125,94 mg/dL; HDL-C = 41,10 mg/dL) dibandingkan pasien yang dirawat ≥ 7 hari (total kolesterol = 176,64 mg/dL; LDL-C = 117,49 mg/dL; HDL-C = 37,97 mg/dL). Pasien yang dirawat < 7 hari juga cenderung tidak memiliki komplikasi serta memiliki skor NIHSS yang lebih rendah. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kadar total kolesterol, LDL-C, dan HDL-C terhadap lama rawat inap pasien stroke infark. Selain itu, skor NIHSS dan keberadaan komplikasi juga memiliki hubungan terhadap lama rawat inap pasien.
Asesmen Kecenderungan Bunuh Diri pada Mahasiswa PPDS Ilmu Bedah: Tinjauan Berdasarkan Semester Pendidikan Murastomo, Almas Mirza; Hanifiya Samha, Wardhani
Plexus Medical Journal Vol. 4 No. 4 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v4i4.2513

Abstract

Pendahuluan: Kecenderungan bunuh diri di kalangan mahasiswa kedokteran, khususnya yang menjalani program residensi ilmu bedah, bisa disebabkan tekanan dan tantangan yang dihadapi. Tekanan dan tantangan tersebut berbeda sesuai dengan tahapan pendidikan yang dijalani. Salah satu instrumen untuk menilai risiko bunuh diri adalah skala SADPERSONS. Skala ini bertujuan mengukur efektivitas dan relevansi dalam hal klinis. Studi ini untuk menganalisis tahapan pendidikan terhadap kecenderungan bunuh diri pada mahasiswa PPDS Ilmu Bedah di Universitas Sebelas Maret (UNS). Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional yang dilakukan pada bulan Oktober 2024. Populasi adalah mahasiswa PPDS Ilmu Bedah di Universitas Sebelas Maret. Sampel diambil secara purposive sesuai dengan kriteria inklusi. Jumlah sampel yang ditargetkan adalah 90% populasi. Pengukuran kecenderungan bunuh diri menggunakan skala SADPERSONS. Hasil: Penelitian ini menunjukkan sebagian besar mahasiswa PPDS Ilmu Bedah UNS, yaitu 94,93% memiliki kecenderungan yang rendah terhadap bunuh diri, dengan skor rentang 0-5 skala SADPERSONS. Terdapat 5,06% responden dalam kategori lebih berisiko (skor 6-14) yaitu tersebar pada 50% mahasiswa semester awal, 25% mahasiswa semester tengah, dan 25% mahasiswa pada semester akhir. Kesimpulan: Meskipun hanya minoritas mahasiswa yang mengalami kecenderungan bunuh diri, namun perlu upaya untuk menurunkan kecenderungan bunuh diri tersebut dan meningkatkan kesejahteraan mahasiswa kedokteran dengan asesmen yang tepat, menciptakan lingkungan belajar yang suportif, serta penanganan tekanan yang sesuai dengan porsi pada tiap tahapan pendidikan.  Hal ini dibuktikan dengan adanya temuan mahasiswa pada seluruh tingkat semester yang mempunyai indikasi bunuh diri. Bukti tersebut menunjukkan perlunya penerapan strategi kesehatan mental yang komprehensif.
Analisis Sikap Etika dalam Menghadapi Kasus untuk Prinsip Etik Justice Hafizh Nidhar Yahya; Hari Wujoso; Wahyu Dwi Atmoko
Plexus Medical Journal Vol. 4 No. 5 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v4i5.1116

Abstract

Pendahuluan: Etika merupakan pedoman pemilihan perilaku yang benar atau salah. Etika dalam dunia kedokteran mengatur kewajiban dokter terhadap pasien, profesional kesehatan lain dan masyarakat. Etik kedokteran diatur oleh Majelis Kehormatan Etika Kedokteran dalam Kode Etik Kedokteran Indonesia. Etik kedokteran memiliki prinsip dasar yaitu beneficence, non maleficence, autonomy, dan justice. Prinsip etik justice terkait dengan keadilan dan kesamaan hak pada setiap orang dalam hal ini merupakan keadilan sumber daya perawatan kesehatan yang adil, merata, dan tepat pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran sikap etik justice pada mahasiswa kedokteran Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan survei menggunakan kuesioner sikap. Penelitian dilakukan pada bulan Juni-Agustus 2023 sebanyak 76 responden mahasiswa preklinik dan mahasiswa klinik menggunakan data primer dan dianalisis univariat  kemudian data ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik Hasil: Sebanyak 39 responden (51,3%) menunjukan sikap justice yang baik, sebanyak 37 responden (48,9%) menunjukan sikap justice sedang dan tidak terdapat responden yang menunjukan sikap justice yang kurang Kesimpulan: Mahasiswa kedokteran telah menunjukan sikap etik justice yang baik  
Ukuran Defek dan Panjang Total Septum Atrium dalam Pengambilan Keputusan Ukuran Device ASD Closure di RSUD Dr. Moewardi Tahun 2021–2023 Margaretha, Glory; Muhammad Riza; Bagus Artiko
Plexus Medical Journal Vol. 4 No. 5 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v4i5.1709

Abstract

Pendahuluan: Defek septum atrium/Atrial Septal Defect (ASD) adalah kondisi yang menyebabkan adanya pertemuan antara dua atrium yang membuat darah mengalir dari atrium kiri ke atrium kanan (left-to-right shunt). Tindakan penutupan ASD yang saat ini menjadi lini pertama adalah prosedur penutupan ASD perkutan dengan transkateter dan penentuan ukuran device yang akan digunakan harus tepat karena menjadi kunci keberhasilan dari prosedur ini.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan ukuran defek dan panjang total septum atrium dalam pengambilan keputusan ukuran device yang akan digunakan dalam prosedur ASD closure. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik observasional dengan desain penelitian lintas bagian retrospektif. Sampel pada penelitian ini sebanyak 59 individu yang diambil dengan  metode total sampling. Penelitian ini mengambil data primer dari rekam medis pasien dan diolah dengan bantuan aplikasi SPSS. Uji korelasi yang digunakan adalah Uji korelasi Pearson dan Spearman’s Rho, lalu hasil akan disajikan dalam bentuk deskriptif. Hasil: Penelitian ini menggambarkan bahwa ukuran defek dan panjang total septum atrium dalam pengambilan keputusan ukuran device ASD closure memiliki korelasi yang kuat, linear, positif, dan signifikan di mana semakin besar ukuran defek dan panjang total septum atrium maka semakin besar juga ukuran device yang dipilih. Kesimpulan: Ukuran defek dan panjang total septum atrium sudah konsisten dan sesuai dalam pengambilan keputusan ukuran device ASD closure.
Efek Smoking Cessation Terhadap Perbaikan Gejala Penyakit Gastroesophageal Reflux : Telaah Sistematis Shalih, Ahmad Sabiq; Pamungkasari, Eti Poncorini; Widyaningsih, Vitri
Plexus Medical Journal Vol. 4 No. 5 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v4i5.1819

Abstract

Pendahuluan: Merokok merupakan salah satu faktor risiko yang memicu Gastroesophageal reflux disease (GERD). Berhenti merokok dianjurkan para klinisi untuk pasien perokok dengan GERD sebagai terapi modifikasi gaya hidup disamping terapi farmakologis. Namun, sejauh ini belum ada tinjauan sistematis yang mengevaluasi efek berhenti merokok terhadap gejala GERD. Oleh karena itu, tinjauan sistematis ini bertujuan untuk mensintesis dan mengevaluasi bukti mengenai efektivitas berhenti merokok dalam memperbaiki gejala GERD dan kualitas hidup penderita. Metode: Penelitian ini merupakan tinjauan sistematis mengenai berhenti merokok dan perbaikan gejala GERD, dengan menggunakan data sekunder dari jurnal yang dipublikasikan hingga 3 Mei 2024 pada database PubMed, ScienceDirect, dan Cochrane library. Hasil yang dikumpulkan meliputi penilaian GERD dengan membandingkan antara perokok dan mantan perokok, atau sebelum dan sesudah berhenti merokok. Risiko bias dinilai menggunakan Newcastle-Ottawa scale (NOS), dan sintesis data dilakukan secara deskriptif. Hasil: Dari 573 artikel yang teridentifikasi pencarian, 13 artikel dipilih untuk analisis, yang terdiri dari studi cohort, case-control, dan cross-sectional. Hasil menunjukkan bahwa berhenti merokok secara signifikan mengurangi frekuensi refluks yang diukur dengan Frequency Scale for the Symptoms of GERD (FSSG), menurunkan risiko komplikasi GERD, dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Durasi berhenti merokok juga ditemukan sebagai faktor penting dalam menurunkan risiko komplikasi, dengan penurunan nilai OR 0.9 setiap tahunnya. Meskipun prevalensi refluks yang ditemukan tidak konsisten, pengendalian faktor risiko lain, seperti indeks massa tubuh (IMT), berperan dalam hasil tersebut. Kesimpulan: Berhenti merokok memiliki efek yang positif terhadap perbaikan gejala GERD dalam hal menurunkan frekuensi refluks, menurunkan risiko komplikasi ataupun meningkatkan kualitas hidup.
Hubungan Kadar HDL dan LDL dengan Pasien Kanker Payudara yang Telah Menjalani Terapi Hormonal Salsabil; Soewoto , Widyanti; Pakha , Dyonisa Nasirochmi
Plexus Medical Journal Vol. 4 No. 5 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v4i5.2264

Abstract

Pendahuluan: Pemberian terapi hormonal sebagai anti-estrogen pada pasien kanker payudara diduga dapat mengakibatkan perubahan profil lipid mengingat estrogen memiliki efek protektif yang dapat menurunkan kadar LDL dan meningkatkan kadar HDL. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik kadar HDL dan LDL pasien kanker payudara dan menguji apakah terdapat hubungan antara kadar HDL dan LDL dengan pasien kanker payudara yang telah menjalani terapi hormonal minimal 1 tahun. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Subjek pada penelitian ini adalah pasien perempuan dan terdiagnosis kanker payudara yang memenuhi kriteria inklusi. Penelitian ini mengukur kadar HDL dan kadar LDL pasien tersebut. Analisis data menggunakan uji bivariat korelasi spearman yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada 186 sampel didominasi oleh pasien kanker payudara yang telah menjalani terapi hormonal > 2 tahun (52,15%), kelompok dengan kadar HDL normal (87,63%), kelompok dengan kadar LDL normal (73,66%). Tidak terdapat hubungan antara kadar HDL dengan pasien kanker payudara yang telah menjalani terapi hormonal dengan hasil signifikansi (p= 0,523) dan tidak terdapat hubungan antara kadar LDL dengan pasien kanker payudara yang telah menjalani terapi hormonal dengan hasil signifikansi (p= 0,836). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara kadar HDL dengan pasien kanker payudara yang telah menjalani terapi hormonal dan tidak terdapat hubungan antara kadar LDL dengan pasien kanker payudara yang telah menjalani terapi hormonal.
Tuberkulosis Paru: Tinjauan Komprehensif dari Patogenesis hingga Tatalaksana Terkini Firmansyah, Firmansyah; Emillie Sugarcia; Muhammad Fatih Yaritsul Firdaus; Thalyta, Thalyta; Adimas Putero Negoro; Muzakiya Lailatul Karima; Muhammad Iqbal Albashiry; Hafiszah Asfahani; Brigitta Devi Anindita Hapsari
Plexus Medical Journal Vol. 4 No. 5 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v4i5.2302

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis paru (TB paru) merupakan penyakit infeksi menular dengan angka morbiditas dan mortalitas tinggi secara global. Meskipun terapi standar telah tersedia, resistensi obat, komplikasi pasca-pengobatan, dan kerusakan paru jangka panjang menjadi tantangan utama. Metode: Artikel ini merupakan tinjauan pustaka yang merangkum literatur ilmiah dari berbagai database seperti PubMed dan Google Scholar selama periode 2018–2025. Topik yang dikaji meliputi epidemiologi, patogenesis, manifestasi klinis, diagnosis, terapi, komplikasi, dan strategi pencegahan TB paru. Kesimpulan: Tinjauan ini menekankan pentingnya inovasi diagnostik dan terapi yang berkelanjutan, serta perlunya perhatian terhadap perawatan pasca-TB untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.
Hubungan Antara Tipe Sepeda Motor dengan Nyeri Punggung Bawah di Wilayah Surakarta dan Sekitarnya Rakha Zidane Muhammad; Rivan Danuaji; Yetty Hambarsari; Rieva Ermawan
Plexus Medical Journal Vol. 4 No. 6 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v4i6.2365

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan sepeda motor sebagai moda transportasi memiliki banyak kelebihan, seperti fleksibel untuk jarak dekat maupun jauh, praktis dan mudah dibawa untuk sehari-hari, serta perawatan yang relatif mudah dan terjangkau. Namun, penggunaan sepeda motor sebagai moda transportasi memiliki resiko menimbulkan LBP. Dilansir dari studi di tahun 2023, ditemukan 43,8% dari pengendara motor yang berpartisipasi di studi tersebut mengidap low back pain. Ini dipengaruhi beberapa faktor resiko seperti postur tubuh, usia, indeks massa tubuh, durasi, dan rute berkendara. Penelitian bertujuan untuk menganalisa hubungan tipe sepeda motor dengan nyeri punggung bawah. Metode: Bentuk penelitian ini merupakan observasional analitik dengan menggunakan desain studi belah lintang (cross-sectional). Penelitian dilakukan di wilayah Surakarta dengan Google Form yang berisi pertanyaan mengenai data individu dan kuesioner terkait LBP. Hasil: Data dari penelitian menunjukkan pengaruh faktor individu dari pengendara motor terhadap keluhan LBP. Pengaruh faktor individu berdasarkan signifikansi adalah sebagai berikut: jenis kelamin, usia, indeks massa tubuh, rute berkendara, durasi berkendara, waktu istirahat ketika berkendara, dan postur berkendara.  
Hubungan Volume Iodiksanol dengan Perubahan Kadar Serum Kreatinin dan Hematokrit pada Pasien Pasca Angiografi Kalua, Karla; Putro, Prasetyo Sarwono; Irawan, Amelia Tjandra; Wujoso, Hari; Dewi, Ratih Tri Kusuma
Plexus Medical Journal Vol. 4 No. 6 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v4i6.2435

Abstract

Pendahuluan: Angiografi merupakan teknik memvisualisasikan vaskular dengan media kontras. Serum kreatinin dan hematokrit merupakan salah satu biomarker praktis dalam mendiagnosis gagal ginjal akut dan berpotensi memberikan nilai prognostik pada pasien dengan gagal ginjal akut. Namun, penelitian kejadian gagal ginjal akut pada media media kontras osmolalitas rendah (LOCM) maupun iso-osmolar (IOCM) pada angiografi jalur intraarterial masih menjadi perdebatan dan efek media kontras terhadap kadar hematokrit belum banyak dikemukakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan volume iodiksanol dengan perubahan kadar serum kreatinin dan hematokrit pada pasien pasca angiografi. Metode: Penelitian observasional analitik desain cohort prospektif pada pasien yang menjalani angiografi di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi Surakarta pada April 2024 hingga September 2024. Data didapat melalui hasil laboratorium dan rekam medis dan hubungan diantara variabelnya dianalisis dengan uji korelasi Pearson. Hasil: 31 orang ikut serta dalam penelitian ini. Terdapat signifikansi (p) sebesar 0.034 (p < 0.05) pada hubungan volume iodiksanol dengan perubahan kadar hematokrit pasca angiografi hari ke-2 dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar -0.381. Tidak terdapat signifikansi pada hubungan volume iodiksanol dengan perubahan kadar hematokrit pasca angiografi hari ke-5 (p=0,781; p>0,05), volume iodiksanol dengan perubahan kadar serum kreatinin pasca angiografi hari ke-2 (p=0,968; p>0,05) maupun hari ke-5 (p=0,914; p>0,05), serta hubungan volume iodiksanol dengan perubahan eGFR pasca angiografi hari ke-2 (p=0,820; p>0,05) maupun hari ke-5 (p=0,693; p>0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara volume iodiksanol dengan perubahan kadar hematokrit pada pasien pasca angiografi hari ke-2 di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi Surakarta.

Page 12 of 13 | Total Record : 123