cover
Contact Name
Bulan Kakanita Hermasari
Contact Email
dr.bulan.kakanita@staff.uns.ac.id
Phone
+6281225381332
Journal Mail Official
pmjfkuns@gmail.com
Editorial Address
Gedung Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36A Kentingan Jebres
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Plexus Medical Journal
ISSN : 2828187x     EISSN : 28284801     DOI : https://doi.org/10.20961/plexus.v1i1.4
Core Subject : Health,
Plexus Medical journal (PMJ) publishes original research articles or article review in the basic medical sciences, clinical medical sciences, medical education and public health science. Plexus Medical journal is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, community or public health research, and medical education to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also interesting case reports. Brief communications containing short features of medicine, latest developments in diagnostic procedures, treatment, or other health issues that is important for the development of health care system are also acceptable. Letters and commentaries of our published articles are welcome.
Articles 105 Documents
Hubungan Antara Tipe Sepeda Motor dengan Nyeri Punggung Bawah di Wilayah Surakarta dan Sekitarnya Rakha Zidane Muhammad; Rivan Danuaji; Yetty Hambarsari; Rieva Ermawan
Plexus Medical Journal Vol. 4 No. 6 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v4i6.2365

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan sepeda motor sebagai moda transportasi memiliki banyak kelebihan, seperti fleksibel untuk jarak dekat maupun jauh, praktis dan mudah dibawa untuk sehari-hari, serta perawatan yang relatif mudah dan terjangkau. Namun, penggunaan sepeda motor sebagai moda transportasi memiliki resiko menimbulkan LBP. Dilansir dari studi di tahun 2023, ditemukan 43,8% dari pengendara motor yang berpartisipasi di studi tersebut mengidap low back pain. Ini dipengaruhi beberapa faktor resiko seperti postur tubuh, usia, indeks massa tubuh, durasi, dan rute berkendara. Penelitian bertujuan untuk menganalisa hubungan tipe sepeda motor dengan nyeri punggung bawah. Metode: Bentuk penelitian ini merupakan observasional analitik dengan menggunakan desain studi belah lintang (cross-sectional). Penelitian dilakukan di wilayah Surakarta dengan Google Form yang berisi pertanyaan mengenai data individu dan kuesioner terkait LBP. Hasil: Data dari penelitian menunjukkan pengaruh faktor individu dari pengendara motor terhadap keluhan LBP. Pengaruh faktor individu berdasarkan signifikansi adalah sebagai berikut: jenis kelamin, usia, indeks massa tubuh, rute berkendara, durasi berkendara, waktu istirahat ketika berkendara, dan postur berkendara.  
Hubungan Volume Iodiksanol dengan Perubahan Kadar Serum Kreatinin dan Hematokrit pada Pasien Pasca Angiografi Kalua, Karla; Putro, Prasetyo Sarwono; Irawan, Amelia Tjandra; Wujoso, Hari; Dewi, Ratih Tri Kusuma
Plexus Medical Journal Vol. 4 No. 6 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v4i6.2435

Abstract

Pendahuluan: Angiografi merupakan teknik memvisualisasikan vaskular dengan media kontras. Serum kreatinin dan hematokrit merupakan salah satu biomarker praktis dalam mendiagnosis gagal ginjal akut dan berpotensi memberikan nilai prognostik pada pasien dengan gagal ginjal akut. Namun, penelitian kejadian gagal ginjal akut pada media media kontras osmolalitas rendah (LOCM) maupun iso-osmolar (IOCM) pada angiografi jalur intraarterial masih menjadi perdebatan dan efek media kontras terhadap kadar hematokrit belum banyak dikemukakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan volume iodiksanol dengan perubahan kadar serum kreatinin dan hematokrit pada pasien pasca angiografi. Metode: Penelitian observasional analitik desain cohort prospektif pada pasien yang menjalani angiografi di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi Surakarta pada April 2024 hingga September 2024. Data didapat melalui hasil laboratorium dan rekam medis dan hubungan diantara variabelnya dianalisis dengan uji korelasi Pearson. Hasil: 31 orang ikut serta dalam penelitian ini. Terdapat signifikansi (p) sebesar 0.034 (p < 0.05) pada hubungan volume iodiksanol dengan perubahan kadar hematokrit pasca angiografi hari ke-2 dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar -0.381. Tidak terdapat signifikansi pada hubungan volume iodiksanol dengan perubahan kadar hematokrit pasca angiografi hari ke-5 (p=0,781; p>0,05), volume iodiksanol dengan perubahan kadar serum kreatinin pasca angiografi hari ke-2 (p=0,968; p>0,05) maupun hari ke-5 (p=0,914; p>0,05), serta hubungan volume iodiksanol dengan perubahan eGFR pasca angiografi hari ke-2 (p=0,820; p>0,05) maupun hari ke-5 (p=0,693; p>0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara volume iodiksanol dengan perubahan kadar hematokrit pada pasien pasca angiografi hari ke-2 di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi Surakarta.
Hubungan Tingkat Stres dan Ciri Kepribadian dengan Motivasi Penyusunan Skripsi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Faviansyah, Okta Arkana; Kusuma, Wijaya; Munawaroh, Siti
Plexus Medical Journal Vol. 4 No. 6 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v4i6.2512

Abstract

Pendahuluan: Dalam penyusunan skripsi, mahasiswa sering kali dihadapkan pada hambatan seperti kesulitan dalam memilih judul, mencari responden, keterbatasan waktu, dan interaksi dengan dosen pembimbing dapat memicu stres. Stres berdampak negatif pada motivasi mahasiswa untuk menyelesaikan skripsi. Selain itu, kepribadian mahasiswa mempengaruhi cara mereka merespons stres dan menjaga motivasi. Memahami hubungan antara stres, kepribadian, dan motivasi dapat membantu mendukung mahasiswa dalam menyelesaikan skripsinya. Penelitian mengkaji sejauh mana tingkat stres dan ciri kepribadian berkaitan dengan motivasi mahasiswa FK UNS dalam menyelesaikan skripsi. Metode: Studi ini merupakan analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional dengan  mengamati 153 mahasiswa Prodi Pendidikan Kedokteran FK UNS Angkatan 2021 yang telah memenuhi kriteria inkulsi dan eksklusi. Teknik pengambilan sampel dengan random sampling. Pengambilan data melalui kuesioner DASS-21, kuesioner BFI2-XS, dan kuesioner AMS-SILV kemudian dianalisis dengan Spearman Rank Hasil: Stres: hubungan negatif signifikan (p = 0,009; rho = -0,211). open-mindedness: hubungan positif signifikan (p = 0,009; rho = 0,212). Conscientiousness: hubungan positif signifikan (p = 0,037; rho = 0,169). Agreeableness: hubungan positif signifikan (p = 0,047; rho = 0,161). Extraversion & Neuroticism tidak ada hubungan Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat stres, open-mindedness, agreeableness, dan conscientiousness dengan motivasi menyusun skripsi mahasiswa program studi pendidikan kedokteran FK UNS
Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Peningkatan dan Status Pencapaian Target Hemoglobin Pasien Berdasarkan Rumus Kebutuhan Darah Ediansyah, Ediansyah; Pertiwi, Retno Indah; Azzhara, Fia; Nitzah, Nitzah; Aztari, Fenny; Apipi, Rahmat
Plexus Medical Journal Vol. 4 No. 6 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v4i6.2519

Abstract

Pendahuluan: Fenomena pasien yang melakukan transfusi darah, tetapi tidak menunjukkan peningkatan Hemoglobin (Hb) yang signifikan memicu untuk dilakukan penelitian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan volume darah, turnaround time (TAT) transfusi darah, dan hasil crossmatch terhadap peningkatan dan status pencapaian target Hb pasien berdasarkan rumus kebutuhan darah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif dengan mengambil data EMR meliputi kadar Hb pasien, TAT transfusi darah, hasil crossmatch, dan volume darah. Populasi penelitian ini adalah pasien pelayanan BDRS RS AN-NISA Tangerang pada periode Januari-Mei 2025. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 435 pasien. Hasil: Volume darah memiliki hubungan yang signifikan dengan perubahan kadar Hb (r=0,505; r²=0,253; p-value<0,001) dan status pencapaian target Hb berdasarkan rumus kebutuhan darah (OR=1,001; 95% CI=1,000–1,002; p-value=0,030). Hasil crossmatch menunjukkan hubungan yang tidak signifikan terhadap perubahan kadar Hb (p-value=0,237) maupun status pencapaian target Hb (p-value=0,862). Turnaround time transfusi darah tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap perubahan Hb (p-value=0,507) maupun pencapaian target kadar Hb (p-value=0,709). Kesimpulan: Volume darah menjadi faktor utama yang terbukti berpengaruh signifikan secara statistik terhadap peningkatan status pencapaian target kadar Hb berdasarkan rumus kebutuhan darah, sedangkan TAT transfusi darah dan hasil crossmatch tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.
Profil Anemia pada Pasien Chronic Kidney Disease di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret Faujiah, Rizki Amelia; Wulandari, Evi Liliek; Setyawan, Sigit; Sukmagautama, Coana
Plexus Medical Journal Vol. 4 No. 6 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v4i6.2531

Abstract

Pendahuluan: Anemia adalah komplikasi umum pada pasien Chronic Kidney Disease (CKD), terutama pada stadium lanjut, yang disebabkan oleh penurunan produksi eritropoietin dan inflamasi kronik. Identifikasi profil anemia pada CKD sangat penting untuk merancang strategi penanganan yang efektif dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru mengenai profil anemia pada pasien CKD di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif cross sectional dengan teknik total sampling pada pasien rawat inap CKD di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (RS UNS) selama tahun 2024. Data dikumpulkan dari rekam medis dan hasil laboratorium, lalu dianalisis secara deskriptif menggunakan SPSS. Hasil: Dari 161 pasien CKD, mayoritas berusia ≥60 tahun (53,09%) dan berjenis kelamin laki-laki (57,76%). Stadium terbanyak adalah stadium 5 hemodialisis (37,89%). Rerata kadar hemoglobin (Hb) sebesar 9,51 ± 2,55 g/dL. Derajat anemia sedang paling banyak ditemukan (52,8%), diikuti anemia berat (23,6%), anemia ringan (13%), dan tidak anemia (10,6%). Jenis anemia terbanyak adalah anemia normositik normokromik (68,3%), disusul mikrositik hipokromik (21,1%), sedangkan anemia makrositik tidak ditemukan. Terdapat tren penurunan kadar Hb seiring peningkatan stadium CKD. Kesimpulan: Anemia merupakan komplikasi yang umum terjadi pada pasien Chronic Kidney Disease (CKD) di RS UNS. Derajat anemia sedang merupakan bentuk yang paling banyak dijumpai, mengindikasikan adanya gangguan eritropoiesis yang signifikan namun belum mencapai kondisi kritis. Selain itu, jenis anemia yang paling dominan adalah anemia normositik normokromik, dengan stadium terbanyak pada pasien adalah stadium 5 Hemodialisis (5HD).
Hubungan Kadar Trigliserida dengan Pasien Kanker Payudara yang Telah Mendapatkan Terapi Hormonal Merrinda Putri; Soewoto, Widyanti; Pakha, Dyonisa Nasirochmi
Plexus Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v5i1.2072

Abstract

Pendahuluan: Terapi kanker payudara dilakukan dengan menggunakan terapi hormonal. Terapi hormonal diberikan untuk mencegah adanya interaksi estrogen. Ketika estrogen mengalami penurunan, maka akan terjadi peningkatan kadar trigliserida. Peningkatan kadar trigliserida di dalam darah atau yang disebut dengan hipertrigliseridemia dapat meningkatkan berbagai risiko penyakit, salah satunya adalah penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kadar Trigliserida pada pasien kanker payudara yang telah mendapatkan terapi hormonal serta mengetahui apakah terdapat hubungan antara penggunaan terapi hormonal dengan kadar serum Trigliserida. Metode: Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan jenis penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik. Cross sectional dapat diartikan sebagai salah satu penelitian yang dilakukan untuk mengetahui antara faktor risiko (penyebab) dan dampaknya yang dilakukan dalam satu waktu (point time approach). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada 186 sampel didominasi oleh pasien kanker payudara yang telah menjalani terapi hormonal > 2 tahun (52,15%), kelompok dengan kadar HDL normal (87,63%), kelompok dengan kadar LDL normal (73,66%). Tidak terdapat hubungan antara kadar HDL dengan pasien kanker payudara yang telah menjalani terapi hormonal dengan hasil signifikansi (p) = 0,523 dan tidak terdapat hubungan antara kadar LDL dengan pasien kanker payudara yang telah menjalani terapi hormonal dengan hasil signifikansi (p) = 0,865. Kesimpulan: Hasil akhir adalah tidak didapatkan adanya hubungan antara kadar serum trigliserida dengan penggunaan terapi hormonal pada pasien kanker payudara dengan nilai signifikansi (p)= 0,480.
Hubungan Endometriosis dengan Kejadian Infertilitas Wanita di Poliklinik Obstetri dan Ginekologi RSUD Dr. Moewardi Dihade, Ajeng; Hermawan Udiyanto; Teguh Prakosa
Plexus Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v5i1.2555

Abstract

Pendahuluan: Endometriosis merupakan penyakit sistemik kompleks di mana jaringan mirip endometrium tumbuh di luar rahim dan dapat mengganggu fungsi reproduksi. Salah satu komplikasi yang sering dikaitkan adalah infertilitas. Infertilitas memengaruhi sekitar 110 juta wanita di dunia dan meningkat sebesar 0,68% per tahun. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara endometriosis dan infertilitas pada pasien di RSUD Dr. Moewardi. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional ini dilakukan pada 17–19 Juni 2025. Subjek adalah wanita usia reproduktif (20–45 tahun) yang telah menikah, terdiagnosis endometriosis melalui histopatologi, dan memiliki rekam medis lengkap. Sampel diambil secara purposive sampling sebanyak 50 pasien. Analisis data menggunakan uji chi-square dan perhitungan odds ratio. Hasil: Sebanyak 20 pasien (40%) terdiagnosis endometriosis dan 30 pasien (60%) tidak. Terdapat 30 pasien (60%) mengalami infertilitas dan 20 pasien (40%) tidak. Uji chi-square menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara endometriosis dan infertilitas (p = 0,077; OR = 3,00; CI 95%: 0,869–10,363). Analisis karakteristik menunjukkan usia memiliki perbedaan signifikan yang mungkin menjadi faktor perancu Kesimpulan: Tidak ditemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara endometriosis dan infertilitas di RSUD Dr. Moewardi. Namun secara klinis, terdapat kecenderungan pasien dengan endometriosis memiliki risiko tiga kali lebih besar mengalami infertilitas dibandingkan pasien tanpa endometriosis.
Analisis Perbandingan Luasan Sadapan ST-Elevasi Precordial dengan dan tanpa High Lateral terhadap Fungsi Ventrikel Kiri pada Pasien Late Onset-STEMI Fikry, Bilal; Habibie Arifianto; Siti Munawaroh; An Aldia Asrial
Plexus Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v5i1.2571

Abstract

Pendahuluan: Infark miokard akut dengan elevasi segmen ST (STEMI) pada pasien yang datang terlambat (late onset-STEMI) berisiko mengalami penurunan fungsi ventrikel kiri. Pemeriksaan EKG merupakan alat utama untuk menilai distribusi ST-elevasi sebagai indikator luas infark. Studi ini menilai apakah keterlibatan high lateral lead (I dan aVL) pada ST-elevasi precordial berkaitan dengan penurunan fraksi ejeksi ventrikel kiri (LVEF ≤35%). Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain potong lintang pada 35 pasien STEMI anterior late onset di RS UNS dan RSUD Dr. Moewardi. Subjek diklasifikasikan berdasarkan distribusi sadapan ST-elevasi: hanya precordial lead dan precordial + high lateral. Variabel utama adalah penurunan LVEF ≤35%. Analisis statistik menggunakan uji Chi-Square, uji t independen, dan Linear-by-Linear Association. Hasil: Hanya variabel chronic kidney disease (CKD) yang memiliki hubungan signifikan dengan penurunan EF ≤35% (p=0.034, r=0.348). Variabel lain seperti usia, jenis kelamin, hipertensi, diabetes melitus tipe 2, dislipidemia, stroke, merokok, troponin, dan onset tidak menunjukkan hubungan bermakna. Perluasan ST-elevasi ke high lateral lead juga tidak menunjukkan hubungan signifikan terhadap penurunan EF ≤35% (p=0.404), dengan odds ratio 1.820 (CI95%: 0.443–7.477). Kesimpulan: Keterlibatan high lateral lead pada pasien late onset-STEMI dengan ST-elevasi di precordial lead tidak berhubungan signifikan dengan penurunan EF ≤35%. CKD merupakan satu-satunya faktor yang secara signifikan berkorelasi dengan penurunan fungsi ventrikel kiri yang berat pada poulasi penelitian.
Pengaruh Penutupan Defek Septum Ventrikel secara Transkateter Menggunakan KONAR-MFO terhadap Status Gizi Anak di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Energi Wira Pratama Adi; Bagus Artiko; Pridania Vidya
Plexus Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v5i1.2995

Abstract

Pendahuluan: Defek septum ventrikel merupakan salah satu penyakit jantung bawaan tersering yang dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan akibat peningkatan beban kerja jantung dan kebutuhan metabolik. Teknik penutupan defek septum ventrikel secara transkateter dengan perangkat KONAR-Multi Functional Occluder menawarkan pendekatan minimal invasif yang dinilai lebih aman serta berpotensi memperbaiki status gizi lebih cepat dibandingkan metode konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penutupan defek septum ventrikel menggunakan KONAR-Multi Functional Occluder terhadap status gizi anak berdasarkan indeks berat badan terhadap tinggi badan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuasi-eksperimental dengan desain pretest-posttest tanpa kelompok kontrol yang melibatkan anak usia 0-59 bulan dengan defek septum ventrikel yang menjalani penutupan defek menggunakan KONAR-Multi Functional Occluder di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Pengukuran berat badan terhadap tinggi badan dilakukan sebelum prosedur dan enam bulan setelah tindakan. Data dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed-Rank untuk menilai perbedaan status gizi sebelum dan sesudah prosedur. Hasil: Penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan nilai z-score berat badan terhadap tinggi badan enam bulan setelah penutupan defek septum ventrikel. Sebagian besar subjek mengalami perbaikan kategori gizi menuju rentang normal, mencerminkan peningkatan status gizi yang bermakna secara statistik. Perubahan ini mengindikasikan adanya pemulihan status metabolik dan penurunan beban kerja jantung setelah koreksi defek. Kesimpulan: Penutupan defek septum ventrikel secara transkateter menggunakan KONAR-Multi Functional Occluder terbukti berpengaruh positif terhadap peningkatan status gizi anak berdasarkan indeks berat badan terhadap tinggi badan enam bulan pascatindakan.
Humeral Capitellum Fracture Bryan-Morrey Type IV Performed Open Reduction Internal Fixation Treatment: A Rare Case Report Fajar Ivan Effendi; Christopher Daniel Tristan; Awalil Rifqi Kurnia Rahman; Muhammad Farid Hamka; Aininna ‘Izzah Zafira; Hikam Yanwar Pradana
Plexus Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v5i1.3242

Abstract

Introduction: Capitellum fracture is a very rare fracture with an incidence of 1% of fracture cases in the elbow area and 6% of all fracture cases in the distal humerus area. Case Report: A 41-year-old man presented to the emergency room with left elbow pain after a fall and unable to move his arm. An X-ray revealed a lateral condyle fracture (Milch type 2) with joint dislocation and soft tissue swelling. However, a CT scan showed a different fracture extending from the capitellum to the trochlear (Bryan Morrey type IV or McKee fracture). She underwent successful ORIF with K-wires, experiencing sharp pain post- procedure but recovering well overall. Discussion: The rarity of capitellum fractures is due to its protected position behind the radial head, humeral trochlea, and humeral collateral ligaments. Specific radiographic signs, like the double arc sign on lateral X-rays, are crucial for diagnosis. This sign should not be overlooked and should be confirmed by a pre-operative 3D CT scan to prevent misdiagnosis. Treatment typically involves ORIF, ideally with a Herbert screw, although K-wires can be used as an alternative in certain circumstances. Conclusion: Capitellum fracture is a very rare injury. Before surgery, a CT scan and 3D reconstruction should be conducted to evaluate the anatomy and accurately classify the fracture. The Herbert screw is considered the optimal treatment, but in emergencies or when cost is a concern, K-wires can be a suitable alternative.

Page 10 of 11 | Total Record : 105