cover
Contact Name
Dadang Juandi
Contact Email
dadang.juandi@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
sigmadidaktika@upi.edu
Editorial Address
Ruang Publikasi, Lantai 3, Gedung FPMIPA A (JICA), Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Bandung 40154 Jawa Barat - Indonesia.
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 22527435     EISSN : 29873894     DOI : -
Core Subject : Education,
Diterbitkan sejak Juli 2012 oleh Program Studi Pendidikan Matematika - Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Pendidikan Indonesia, bekerja sama dengan Himpunan Peneliti dan Pendidik Matematika Indonesia (HiPPMI). Terbit dua kali setahun pada bulan Januari dan Juli. Dalam satu volume terdapat dua nomor berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan atau pembelajaran dalam bidang pendidikan matematika.
Articles 89 Documents
PENINGKATAN KEMAMPUAN KONEKSI SISWA SMA MELAUI MODEL PEMBELAJARAN CONNECTING, ORGANIZING, REFLECTING AND EXTENDING (CORE) Firliani - Firliani; Iik - Nurhikmayati; Nia - Kania
SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sigmadidaktika.v10i2.51448

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta dilapangan yang menunnjukkan bahwa kemampuan koneksi matematis dan kemandirian belajar siswa masih rendah. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan pemberian model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan koneksi dan kemandirian belajar siswa yaitu menggunakan model pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, and Extending (CORE). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan koneksi dan kemandirian belajar menggunakan model pembelajaran CORE. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 leuwimunding, sampel dipilih secara acak kelas, yaitu XI MIPA 4 sebagai kelas eksperimen dan XI MIPA 5 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen tes dan non tes. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (Quasy Experimental) dengan desain penelitian yaitu The Nonequivalent Pretest-posttest Control Group Design. Analisis pengujian dalam penelitian ini menggunakan analisis data statistik deskriptif dan analisis data statistic inferensial menggunakan Uji-T (Independent sample T-Test Duaa rah). Hasil penelitian yang dilakukan peneliti yaitu: (1) Terdapat perbedaan rata-rata peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa antara siswa yang memperoleh model pembelajaran CORE dengan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional (2) Respon siswa terhadap pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran CORE sebagian besar merespon baik. Berdasarkan hasil penelitian ini terlihat bahwa kemampuan koneksi dan kemandirian belajar siswa dapat ditingkatkan melalui penerapan model pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, and Extending (CORE). 
EDUGAMES PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS ANDROID UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK helsa, yullys; Maryam Rohimah, Siti; Pramudiani, Puri
SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sigmadidaktika.v9i2.54121

Abstract

This study aims to develop learning media in the form of android-based learning edugames that can encourage the improvement of students' critical thinking skills. The development of this learning media is carried out for fourth grade elementary school students on fraction material using Unity3d and Photoshop applications. The media development process includes four stages, namely the stage of problem analysis, determining requirements, designing and developing the product, and evaluating the product. After being developed, the learning media was then validated and tested to investigate the validity and practicality of the developed product. The validation results show that the media gets a score of 61 in the high category. The results of the practicality test from the teacher and student aspects respectively obtained a percentage of 79.17% (practical) and 90.7% (very practical). This shows that the android-based learning media developed is feasible and practical to use. Thus, this android-based learning media can be an alternative learning media that can be utilized by teachers at the elementary school level which encourages the improvement of students' critical thinking skills.
Peningkatan Kemampuan Komunikasi Matematis dan Disposisi Matematis Siswa Smp melalui Penerapan Strategi The Firing Line dalam Pembelajaran Matematika Hafizah Delyana; Jarnawi Afgani Dahlan; Stanley Pandu Dewanto
SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sigmadidaktika.v4i1.31967

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan mengkaji masalah peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa sebelum dan setelah memperoleh pembelajaran the firing line dan konvensional, serta peningkatan disposisi matematis. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan desain kelompok kontrol non-ekuivalen, dengan populasi siswa kelas VIII pada salah satu SMPN di Kota Padang. Satu kelas sebagai kelompok kontrol yang memperoleh pembelajaran konvensional dan satu kelas lainnya sebagai kelompok eksperimen yang memperoleh pembelajaran the firing line. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini ialah instrumen tes dan skala disposisi matematis, dengan analisis menggunakan uji perbedaan rataan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1)peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran the firing line lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional, (2) disposisi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran the firing line lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. Abstract. The purposes of this research were to improve the ability of students in mathematical communication which they get the firing line learning, and assessing the improvement of students’ mathematical disposition after apply the firing line and conventional learning. This research is a quasi experiment with design group control non-equivalent. The population of this research is class VIII SMP which one of the junior school in Padang. The class selected as a control group who obtain conventional learning and the other classes as the experimental group gained the firing line learning. The instrument used to collect data in this study consisted of test, scale mathematical disposition, and observation sheets.Then, test will be analysed with the SPSS 16. The results of this research are, (1) the ability of student’s mathematical communication who get the Firing Line learning is better than students who get conventional learning, (2) the students’s mathematical disposition who get the Firing Line is better than students who get conventional learning.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe The Power Of Two terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman Matematis dan Penurunan Kecemasan Matematika Siswa SMP Rosmanita Rosmanita; Tatang Herman; Jarnawi Afgani Dahlan
SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sigmadidaktika.v4i1.31983

Abstract

Abstrak. Salah satu kemampuan matematis yang diharapkan dapat dimiliki dengan baik oleh siswa SMP adalah kemampuan pemahaman matematis. Oleh karena itu, sangat diharapkan siswa SMP dapat memiliki kemampuan pemahaman matematis yang baik, namun tidak begitu pada kenyataannya. Salah satu faktornya adalah kecemasan matematika. Hal inilah yang mendasari pelaksanaan penelitian ini. Oleh karena itu, pembahasan pada penelitian ini terkait dengan peningkatan kemampuan pemahaman matematis dan penurunan kecemasan matematika siswa antara siswa yang mendapatkan pembelajaran kooperatif tipe the power of two dengan siswa yang mendapat pembelajaran konvensional. Selain itu, mengingat adanya keterkaitan antara kemampuan pemahaman matematis dan kecemasan matematika siswa, maka dikaji pula hubungan antara kemampuan pemahaman matematis dan kecemasan matematika siswa. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VII di salah satu SMP Negeri di Rokan Hulu Riau. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe the power two terhadap peningkatan kemampuan pemahaman matematis dan penurunan kecemasan matematika siswa SMP. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain kelompok kontrol non-ekuivalen. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa pretes, postes, lembar observasi, wawancara dan angket skala kecemasan matematika siswa. Pengolahan data ini menggunakan bantuan SPSS 16 dan Ms. Excel. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: (1) Peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa yang memperoleh pembelajaran kooperatif tipe the power of two lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran secara konvensional; (2) Kecemasan matematika siswa yang memperoleh pembelajaran kooperatif tipe the power of two lebih rendah  daripada siswa yang memperoleh pembelajaran secara konvensional; (3) Terdapat hubungan negatif antara kemampuan pemahaman matematis dan kecemasan matematika siswa. Abstract. One of mathematical ability which is hoped can be possessed well by Junior High School students is mathematical understanding ability. Therefore, it is hoped that Junior High School students can posses good mathematical understanding ability, but in reality, it is not such a case. One of factor is mathematical anxiety.  This is which underlie the implementation of this study.  Therefore, the discussion in this study related with the enhancement of student’s mathematical understanding ability and student’s mathematical anxiety reduction between students who get cooperative learning, the power of two type and students who get conventional learning. In addition, because there is relatedness between student’s mathematical understanding ability and mathematical anxiety, the relation between student’s mathematical understanding ability and mathematical anxiety is studied also.  Subject in this study are students of class VII from one of Public Junior High School in Rokan Hulu Riau. The aim of this study is to analyze the influence of cooperative learning model, the power two type toward the enhancement of mathematical understanding ability and mathematical anxiety reduction of Junior High School students.The method which is used is quasi experiment with non equivalent control group design.The sampling technique is purposive sampling. Instruments used are pretest, posttest, observation sheet, interview and questionnaire of student’s mathematical anxiety reduction.  Data processing use the aid of SPSS 16 and Ms. Excel. Results of study which are obtained are: (1) The enhancement of mathematical understanding ability of students who get cooperative learning, the power of two type is better than students who get learning conventionally; (2) Mathematical anxiety of students who get cooperative learning, the power of two type is lower than students who get learning conventionally; (3) There is negative relation between student’s mathematical understanding ability and student’s mathematical anxiety.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN SELF-EFFICACY MATEMATIS SISWA SMA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN INVESTIGASI Bety Miliyawati
SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sigmadidaktika.v1i2.49416

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan peningkatan kemampuan berpikir kritis dan self-efficacy matematis siswa antara siswa yang mendapat pembelajaran dengan menggunakan pendekatan investigasi dan siswa yang mendapat pembelajaran dengan menggunakan pendekatan konvensional. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu SMA Negeri di Cimahi. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan disain kuasi eksperimen dengan instrumen penelitian yang digunakan berupa tes kemampuan berpikir kritis dan non-tes. Dalam pelaksanaannya tes dilakukan dua kali yakni sebelum dan sesudah pembelajaran (pretes dan posttest). Analisis data dilakukan dengan metode deskiptif kuantitatif, digunakan untuk mendeskripsikan data hasil tes awal dan tes akhir untuk melihat perbedaan rerata gain score ternormalisasi dan self-efficacy antara kedua kelompok sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang pembelajarannya menggunakan pendekatan investigasi lebih baik daripada siswa yang pembelajarannya menggunakan pendekatan konvensional; Tidak terdapat perbedaan Self-efficacy matematis siswa yang pembelajarannya menggunakan pendekatan investigasi dengan self-efficacy matematis siswa yang pembelajarannya menggunakan pendekatan konvensional; Tidak terdapat asosiasi antara kemampuan berpikir kritis dengan self-efficacy siswa terhadap matematika. Abstract: This study aims to compare the enhancement of mathematical critical thinking ability and self-efficacy between students who receive learning by using investigative approaches and the learning of students who obtained using conventional approaches. The research was carried out in one of the high school in Cimahi. The study was a quantitative study with a quasi-experimental design with the research instruments used in the form of critical thinking skills test and the non-test. In practice the test has done twice before and after learning (pretest and posttest). Data analysis was performed with deskiptive quantitative method, is used to describe the initial test result data and the final test to find the difference in mean gain score normalized and self-efficacy between the two groups of samples. The results showed that the enhancement in critical thinking ability of students learning mathematical investigation approach is better than students who learned using the conventional approach. There were no differences in mathematical self-efficacy learning of students using investigative approaches mathematical self-efficacy with students who learned using the conventional approach. There is no association between critical thinking ability with students' self-efficacy toward mathematics.
Keterlibatan Mahasiswa Calon Guru Matematika dalam Perkuliahan Daring Gida Kadarisma; Aflich Yusnita Fitriana
SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sigmadidaktika.v10i1.48317

Abstract

Semenjak merebaknya Covid-19 Pembelajaran daring menjadi pilihan yang harus dilakukan pendidikan di Indonesia baik pada jenjang sekolah dasar, skolah menengah dan sekolah tinggi. Matematika merupakan matapelajaran yang sulit untuk diajarkan melalui pembelajaran daring oleh karena itu calon Guru matematika hendaknya terlibat aktif dalam pembelajaran daring selama perkuliahan, atas dasar itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterlibatan mahasiswa calon guru matematika selama perkuliahan daring baik saat pra perkuliahan, saat perkuliahan (kegiatan pendahuluan, inti dan penutup), serta pasca perkuliahan. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survey. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan angket skala likert dengan 4 pilihan (Selalu, sering, kadang-kadang, Tidak Pernah) sebanyak 31 pertanyaan untuk mengukur keterlibatan mahasiswa calon guru matematika pada perkuliahan daring, subjek penelitian ini sebanyak 107 mahasiswa pada Program Studi Pendidikan Matematika pada 5 universitas di Indonesia. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa pada saat pra perkuliahan sebesar 70,56% (Tinggi), pada saat kegiatan apersepsi sebesar 78,5% (sangat tinggi), pada saat kegiatan inti sebesar 68,25% (Tinggi), Kegiatan penutup sbeesar 70,79%(tinggi), pasca perkuliahan sebesar 58,45% (tinggi). Sedangkan pada perkuliahan Bidang matematika keterlibatan mahasiswa sebesar 72,15% (tinggi), pada bidang pedagogik sebesar 66,73% (tinggi), pada praktikum sebesar 70,09% (Tinggi). Ditinjau dari jenis kelamin tidak terdapat perbedaan keterlibatan mahasiswa calon guru laki-laki dan perempuan dalam perkuliahan daring. Implikasi dari penelitian ini yaitu dosen sebaiknya mendesain pembelajaran inovatif agar mahasiswa calon guru matematika aktif dalam perkuliahan daring.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP MELALUI MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING BERBANTUAN MACROMEDIA FLASH Asiatul Mutaaliah; Elsa Komala
SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sigmadidaktika.v8i1.52095

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP yang belajar dengan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) berbantuan macromedia flash dan untuk mengetahui bagaiman sikap siswa terhadap pembelajaran yang dilakukan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design.  Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII salah satu SMP Negeri di Cianjur tahun akademik 2018/2019. Penelitian ini melibatkan sampel sebanyak 58 siswa yang berasal dari dua kelas yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Kelas VIII-B sebagai kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran menggunakan model CPS berbantuan macromedia flash dan kelas VIII-A memperoleh pembelajaran CPS. Berdasarkan hasil penghitungan Uji Non-Parametrik Mann-Whitney U dapat disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan pemecahan masalah  matematis siswa SMP melalui model pembelajaran CPS berbantuan macromedia flash lebih baik daripada peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP dengan pembelajaran CPS dengan kategori tinggi. Sikap siswa terhadap pembelajaran dengn model CPS berbantuan macromedia flash  pada umunya adalah positif.
Analisis kemampuan representasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal matematika materi kesebangunan dan kekongruenan Mohammad Rafi Abdurahman; Dinda Ramadhia Haryadi; Sarah Inayah; Ahmad Lutfi
SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2023): July
Publisher : SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sigmadidaktika.v11i2.66158

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan representasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal pada materi kesebangunan dan kekongruenan, baik dalam bentuk verbal, gambar, maupun simbol. Penelitian ini menngunakan metode deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 32 siswa yang berasal dari kelas X-2 pada salah satu sekolah di kabupaten Cianjur. Pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis (uraian) berupa 3 soal yang memuat indikator kemampuan representasi matematis yaitu representasi gambar, representasi verbal dan representasi simbol. Teknik analisis yang digunakan untuk mengolah dan menganalisis data yaitu hasil jawaban siswa diklasifikasikan berdasarkan indikator kemampuan representasi matematis, kemudian peneliti menghitung persentase dari tiap-tiap indikator dan menyimpulkan rata-rata persentase dari keseluruhan indikator untuk mengetahui tingkat kemampuan representasi matematis siswa. Dari hasil analisis data terlihat bahwa kemampuan representasi matematis siswa kelas X secara keseluruhan tergolong pada kategori sedang. Berdasarkan tingkat kemampuan representasi matematis menunjukkan bahwa siswa dengan kategori rendah dengan persentase 31% hanya memenuhi satu indikator yakni kemampuan representasi gambar, siswa dengan kategori sedang dengan persentase 50% memenuhi dua indikator yaitu representasi gambar dan simbol, sedangkan siswa dengan kategori tinggi dengan persentase 10% mampu memenuhi tiga indikator yakni kemampuan representasi matematis gambar, verbal, dan simbol.
Penerapan Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Kuis Tim untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa SMP Reni Nuraeni; Jarnawi Afgani Dahlan; Elah Nurlaelah
SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sigmadidaktika.v4i1.31982

Abstract

Abstrak. Penelitian ini didasarkan pada permasalahan rendahnya kemampuan pemahaman matematis siswa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan penelitian dengan menggunakan strategi pembelajaran aktif tipe kuis tim (SPATKT) dalam pembelajaran. Penelitian ini mengkaji peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa yang memperoleh pembelajaran SPATKT dan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan menggunakan teknik purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII salah satu SMP di Rancaekek Kabupaten Bandung. Untuk sampel penelitiannya diambil dua kelas, satu kelas sebagai kelas kontrol dan satu kelas lainnya sebagai kelas eksperimen. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa tes kemampuan pemahaman matematis. Analisis data dilakukan dengan uji statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa yang memperoleh pembelajaran SPATKT lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional, dan kualitas peningkatan termasuk kategori sedang. Abstract. This research is based on a mathematical understanding of the problems of low ability students. To overcome these problems, the research done by using active learning strategy type quiz team (SPATKT) in learning. This study examines the increasing ability of mathematical understanding students who obtain the conventional learning and SPATKT learning. This research was quasi experimental study by using purposive sampling technique. The population in this research is the whole grade VIII one of the SMP in Rancaekek, Bandung Regency. For a sample of his research taken two classes, one class as the control class and one other class as a class experiment. The instruments used in the study of mathematical understanding ability tests. The data analysis done with test descriptive and inferential statistics. The results showed that the increased understanding of the mathematical ability of students obtaining study SPATKT better than students who get conventional learning, and quality improvement including the categories are.
PEMBELAJARAN KOLABORATIF MELALUI STRATEGI WRITING FROM A PROMPT DAN WRITING IN PERFORMANCE TASKS DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS MATEMATIS SISWA SMP Ratu Mauladaniyati
SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sigmadidaktika.v1i1.49409

Abstract

Abstrak: Matematika merupakan mata pelajaran yang sangat penting untuk dipelajari oleh siswa. Tetapi, pada kenyataannya masih banyak siswa yang hasil belajar matematikanya rendah. Salah satu penyebabnya adalah lemahnya kemampuan mengkomunikasikan ide-ide/gagasan secara tertulis pada saat diberikan soal-soal uraian yang jawabannya harus dijelaskan secara sistematis. Hal itu disebabkan oleh kemampuan menulis matematis siswa yang merupakan bagian dari aspek komunikasi belum dikembangkan secara optimal. Salah satu alternatif pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan menulis matematis siswa adalah dengan pembelajaran kolaboratif melalui strategi Writing from A Prompt (WfAP) dan strategi Writing in Performance Tasks (WiPT). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran kolaboratif melalui strategi WfAP dan strategi WiPT terhadap peningkatan kemampuan menulis matematis siswa SMP. Menurut metodenya, penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji ANOVA satu jalur dan uji Scheffe. Berdasarkan analisis data hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa ada perbedaan kemampuan menulis matematis siswa yang memperoleh pembelajaran kolaboratif melalui strategi WfAP, pembelajaran kolaboratif melalui strategi WiPT, dan pembelajaran konvensional. Kemampuan menulis matematis siswa yang memperoleh pembelajaran kolaboratif melalui strategi WfAP dan pembelajaran kolaboratif melalui strategi WiPT lebih baik dari siswa yang belajar dengan menggunakan pendekatan konvensional. Abstract: Mathematics is a very important lesson to learn by students. But, in the reality most of the students are get low result in mathematics. One of the problem is the weakness of the skill to communicate the ideas systematically. It caused by the mathematical writing skill of the students as part of communication aspects have not been developed optimally. One of teaching alternatives that can be used to increase the students’ mathematical writing skill is a collaborative teaching through Writing from A Prompt (WfAP) strategies and Writing in Performance Tasks (WiPT) strategies. The purpose of this research is to know the influence of collaborative teaching through WfAP and WiPT strategies toward the improvement of mathematical writing skill at junior high school students. This research method use experiment research and the data analysis of this research use one way ANOVA-test, and Scheffe-test. Based on the data analysis can be concluded that there are some differences between the mathematical writing skill of the students who get collaborative teaching through WfAP strategies, collaborative teaching through WiPT strategies, and convensional teaching approach. The mathematical writing skills  of the students who get collaborative teaching through WfAP strategies and collaborative teaching through WiPT strategies are better than those of students who study by using convensional teaching approach.