cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
admin@jurnalistiqomah.org
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
admin@jurnalistiqomah.org
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI)
ISSN : 30264723     EISSN : 30264715     DOI : https://doi.org/10.62017/jkmi.v1i2
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) merupakan Jurnal yang diterbitkan 4 (empat) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober oleh Publikasi Inspirasi Indonesia. Jurnal ini merupakan jurnal yang dapat akses secara terbuka bagi para Peneliti, Mahasiswa dan Dosen yang ingin mempublikasikan hasil penelitiannya pada bidang kesehatan. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat mempublikasikan artikel-artikel kajian empiris dan teoritis dalam bidang Gizi, Rekam medis dan Informasi Kesehatan, Keperawatan, Kebidanan, Obat-obatan, Psikologi Kesehatan dan bidang penelitian lain yang berkaitan dalam kesehatan masyarakat. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Articles 138 Documents
EDUKASI PUBERTAS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PADA SISWA/I DI PONDOK PESANTREN  SMP SABILUNA Deliza Febriaty; Dissa Nur Olivia; Hana Maulida Aliyah; Annisa Deliana; Shaffiya Azzahra Erwina Sari; Achmad Fitroh; Abul A’la Al Mududi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i2.6904

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan terjadinya pubertas dan berbagai perubahan fisik, psikologis, serta sosial. Kurangnya pengetahuan remaja mengenai pubertas dan kesehatan reproduksi dapat menimbulkan kesalahpahaman, perilaku berisiko, serta masalah kesehatan di kemudian hari. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang pubertas dan kesehatan reproduksi melalui edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di Yayasan Pondok Pesantren SMP Sabiluna dengan sasaran 25 siswa/siswi tingkat Sekolah Menengah Pertama. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan melalui ceramah interaktif, diskusi, serta penggunaan media PowerPoint dan poster. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test dengan instrumen berupa 12 pertanyaan untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah diberikan edukasi, ditandai dengan meningkatnya persentase kategori pengetahuan baik dari 48% pada pre-test menjadi 76% pada post-test, serta menurunnya kategori pengetahuan cukup dan kurang. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi pubertas efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai perubahan selama masa pubertas dan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Edukasi kesehatan reproduksi perlu dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya promotif dan preventif untuk membentuk sikap positif dan perilaku hidup sehat pada remaja.
DETERMINAN PERILAKU SEKS PRANIKAH PADA REMAJA MEURUT SOCIAL COGNITIVE THEORY (SCT): TINJAUAN PUSTAKA Lanina Syahdila; Luqman Effendi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i2.6981

Abstract

Perilaku seks pranikah pada remaja di Indonesia merupakan isu kesehatan masyarakat yang semakin kompleks. Fenomena ini dipengaruhi oleh faktor internal seperti self-efficacy, outcome expectancies, dan self-regulation, serta faktor eksternal seperti pengaruh teman sebaya, paparan media, religiositas, dan pengawasan orang tua. Social Cognitive Theory (SCT) memberikan kerangka teoritis yang komprehensif untuk memahami interaksi antara faktor personal, perilaku, dan lingkungan. Manuskrip ini menyajikan tinjauan pustaka dari berbagai penelitian di Indonesia, menganalisis determinan perilaku seks pranikah remaja, serta memberikan implikasi praktis untuk intervensi berbasis SCT. 
STUDI LITERATUR DETERMINAN NIAT BUNUH DIRI PADA REMAJA BERDASARKAN THEORY of PLANNED BEHAVIOR TAHUN 2020-2025 Chaerunnisa, Syaharani Laila; Luqman Effendi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i2.6983

Abstract

Bunuh diri pada remaja merupakan maslaah kesehatan masayarat yang serius dengan anka ide bunuh diri yang terus meningkat, dipengaruhi oleh kerentanan psikososial serta lemahnya mekanisme koping. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi detterminan niat bunuh diri pada remaja berdasarkan Theory of Planned Behavior (TPB) memalui studi literatur terhadap artikel yang di publikasi pada periode 2020-2025. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis dengan pendarian artikel di database Google Scholar, Garuda, dan PubMed menggunakan kata kunci terkait niat bunuh diri, remaja dan TPB, sehingga diperoleh tiga artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa niat bunuh diri pada remaja terutama ditentukan oleh psikologis, sikap negatif terhadap kehidupan, lemahnya dukungan sosial, serta kontrol perilaku yang dirasakan, sementara norma subjektif tidal selalu memberikan pengaruh yang signifikan. Depresi konsisten muncul sebagai prediktor kuat ide bunuh diri, sedangkan kontrol perilaku yang dirasakan berperan penting dalam memperkuat keyakinan bahwa tindakan bunh diri berada dalam kendali individu, sehingga meningkatkan intensi. Kesimpulannya, integrasi konstruk TPB dan faktor psikologis memberikan landasan teoritis yang kuat untuk merancang intervensi pencegahan bunuh diri berbasis peningkatann sikap posistif, dukungan sosial, efikasi diri, dankemampuan koping adaptif pada remaja.
Determinasi Faktor Risiko Penyakit ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Noyontaan Kota Pekalongan Dhiya Ayu Paramitha; Dea Amalia Alfa Syahro; Safira Imelda Sari; Jaya Maulana; Dewi Nugraheni Restu Mastuti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i2.6867

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi salah penyebab utama kesakitan pada balita, terutama di wilayah dengan kepadatan penduduk dan kualitas lingkungan rumah yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Noyontaan Kota Pekalongan. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case–control yang dipadukan dengan metode mixed methods. Subjek penelitian terdiri dari 36 balita usia 0–59 bulan yang terbagi menjadi 12 kasus ISPA dan 24 kontrol, dengan pengumpulan data kuantitatif melalui wawancara terstruktur dan observasi rumah, serta data kualitatif melalui wawancara mendalam dengan pemangku kebijakan setempat.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan hunian memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian ISPA (p = 0,020; OR = 7,00), sementara faktor lingkungan dan perilaku lainnya belum menunjukkan hubungan signifikan. Temuan kualitatif menguatkan bahwa kepadatan permukiman, perilaku merokok di dalam rumah, dan rendahnya penerapan PHBS masih menjadi permasalahan utama. Disimpulkan bahwa kepadatan hunian merupakan faktor risiko dominan ISPA pada balita, sehingga diperlukan penguatan upaya promotif dan preventif berbasis perbaikan lingkungan dan perubahan perilaku masyarakat.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Aktivitas Fisik pada Remaja berdasarkan Social Cognitive Theory: Tinjauan Pustaka Riza Elhanina Ramadhani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i2.6910

Abstract

Aktivitas fisik pada remaja adalah aspek kesehatan penting untuk mendukung pertumbuhan fisik dan mental, tetapi tingkatnya masih rendah di banyak wilayah. Berbagai faktor berinteraksi dalam mempengaruhi perilaku aktivitas fisik remaja, sehingga diperlukan pendekatan teoritis yang komprehensif. Social Cognitive Theory (SCT) adalah kerangka yang sering digunakan untuk memahami faktor-faktor ini. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas fisik remaja berdasarkan SCT melalui tinjauan pustaka. Dari pencarian literatur, ditemukan lima artikel yang sesuai, yaitu yang menggunakan SCT, melibatkan remaja, dan membahas aktivitas fisik. Hasil analisis menunjukkan bahwa self-efficacy adalah faktor yang paling dominan, diikuti oleh outcome expectations, self-regulation, dan dukungan sosial. Self-efficacy berperan penting dalam motivasi, sementara dukungan sosial membantu menciptakan lingkungan yang mendukung aktivitas fisik. Sebagai kesimpulan, SCT adalah kerangka yang relevan dalam memahami faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas fisik pada remaja, dan pendekatan berbasis SCT dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan aktivitas fisik di kelompok usia ini.
Analisis Determinan Perilaku Aktivitas Fisik pada Remaja Berdasarkan Theory of Planned Behavior Ridha Elhanina Ramadhani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i2.6911

Abstract

Rendahnya aktivitas fisik di kalangan remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius, berpotensi berdampak negatif terhadap kesehatan fisik dan mental jangka panjang. Perilaku aktivitas fisik remaja dipengaruhi oleh faktor individu, psikososial, dan lingkungan sosial, sehingga pendekatan berbasis teori perilaku sangat diperlukan untuk memahami determinan yang ada. Studi ini menganalisis determinan perilaku aktivitas fisik remaja menggunakan kerangka Theory of Planned Behavior (TPB), yang mencakup sikap terhadap aktivitas fisik, norma subjektif, kontrol perilaku yang dirasakan, dan niat berperilaku. Penelitian ini mengadopsi desain tinjauan pustaka naratif dengan mengevaluasi lima artikel riset yang relevan, yang dipilih berdasarkan penggunaan TPB. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa semua konstruk dalam TPB berperan dalam membentuk niat aktivitas fisik remaja, meski kekuatan pengaruhnya bervariasi. Kontrol perilaku yang dirasakan menjadi determinan paling konsisten berkaitan dengan niat dan perilaku fisik aktual, sementara sikap positif dan dukungan dari lingkungan sosial juga memperkuat niat untuk bergerak aktif. Penelitian menunjukkan bahwa niat berperilaku saja tidak cukup untuk memicu perubahan berkelanjutan dalam aktivitas fisik tanpa adanya dukungan dari persepsi kontrol dan lingkungan yang mendukung. Oleh karena itu, intervensi kesehatan perlu dirancang secara komprehensif dengan fokus pada penguatan sikap positif, norma sosial yang mendukung, dan kontrol perilaku yang dirasakan untuk meningkatkan tingkat aktivitas fisik remaja secara berkelanjutan.
Tinjauan Pustaka: Determinan Perilaku Kurang Tidur pada Remaja Berdasarkan Social Conogtive Theory Divya Salsabilla Vemala Putri; Luqman Effendi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i2.6961

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai oleh perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang dapat memengaruhi perilaku kesehatan, termasuk pola tidur. Saat ini, perilaku kurang tidur atau begadang menjadi masalah yang umum terjadi pada remaja, yang sering dikaitkan dengan tuntutan akademik, penggunaan gawai yang berlebiha, serta pengaruh lingkungan sosial. Kondisi ini berpotensi menimbulkan dampak negative terhadap kesejahteraan fisik mental, dan prestasi belajar. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis determinan perilaku kurang tidur pada remaja berdasarkan Social Conogtive Theory (SCT). SCT menekankan adanya interaksi antara faktor personal, lingkungan, dan perilaku dalam membentuk suatu perilaku kesehatan. Metode yang digunakan adalah studi deskripsi berbasis tinjauan literatur terhadap jurnal nasional dan internasional yang relevan dengan perilaku kurang tidur remaja dan komponen (SCT). Hasil kajian menunjukan bahwa perilaku kurang tidur pada remaja di pengaruhi oleh faktor personal seperti pengetahuan, sikap, dan seld-efficacy, serta faktor lingkungan seperti pengaruh teman sebaya, peran keluarga, dan paparan media digital. Selain itu, proses pembelajaran observasional dan penguatan pwerilaku turut berperan dalam mempertahankan kebiasaan tidur yang tidak sehat.
Impact of Balance and Fitness Training on Fall Risk Reduction in Prosthesis Users Post-Amputation: Systematic Literature Review Novtyana Ermaya, Dekana
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i2.7086

Abstract

Latar Belakang: Risiko jatuh pada pengguna prostesis pasca amputasi masih menjadi tantangan utama dalam rehabilitasi karena berkaitan dengan gangguan keseimbangan postural, asimetri gaya berjalan, serta penurunan kepercayaan diri. Tujuan: Menganalisis dampak latihan keseimbangan dan latihan kebugaran dalam menurunkan risiko jatuh pada pengguna prostesis pasca amputasi serta memetakan tren penelitian terkini. Metode: Penelitian ini menggunakan Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA dan analisis bibliometrik yang dibantu oleh VOSviewer. Proses seleksi dilakukan terhadap artikel yang diterbitkan pada periode 2020–2025 dengan kriteria inklusi yang mencakup topik keseimbangan, kebugaran, dan risiko jatuh pada amputee. Dari 205 artikel awal, sebanyak 30 artikel dinyatakan memenuhi kriteria untuk dianalisis. Hasil: Hasil analisis mengidentifikasi tiga sumbu pengetahuan utama, yaitu karakteristik amputee dan pola gaya berjalan, penilaian risiko jatuh berdasarkan parameter klinis dan teknologi, serta luaran jatuh dan cedera; yang didukung oleh tema intervensi kognitif seperti action observation therapy. Distribusi artikel menunjukkan peningkatan signifikan pada tahun 2025 (30%), yang mengindikasikan fokus penelitian terkini pada rehabilitasi yang bersifat personal, pemanfaatan teknologi sensor, serta strategi latihan dual-task. Pembahasan: Sintesis hasil penelitian menegaskan bahwa latihan keseimbangan dan kebugaran efektif dalam meningkatkan stabilitas dinamis, mengurangi variabilitas langkah, dan meningkatkan kepercayaan diri. Integrasi teknologi seperti perangkat wearable, machine learning, serta kerangka klinis ERAS memperluas pilihan dalam penilaian dan implementasi program rehabilitasi. Kesimpulan: Latihan keseimbangan dan kebugaran terbukti penting sebagai pendekatan multidimensional yang tidak hanya menargetkan aspek fisik, tetapi juga aspek psikososial dan klinis, sehingga mendukung upaya pencegahan jatuh pada pengguna prostesis pasca amputasi.