cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
admin@jurnalistiqomah.org
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
admin@jurnalistiqomah.org
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI)
ISSN : 30264723     EISSN : 30264715     DOI : https://doi.org/10.62017/jkmi.v1i2
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) merupakan Jurnal yang diterbitkan 4 (empat) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober oleh Publikasi Inspirasi Indonesia. Jurnal ini merupakan jurnal yang dapat akses secara terbuka bagi para Peneliti, Mahasiswa dan Dosen yang ingin mempublikasikan hasil penelitiannya pada bidang kesehatan. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat mempublikasikan artikel-artikel kajian empiris dan teoritis dalam bidang Gizi, Rekam medis dan Informasi Kesehatan, Keperawatan, Kebidanan, Obat-obatan, Psikologi Kesehatan dan bidang penelitian lain yang berkaitan dalam kesehatan masyarakat. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Articles 125 Documents
Analisis Pengaruh Pola Makan dan Aktivitas Fisik Terhadap Kejadian Hipertensi Pada Masyarakat Dewasa Nofitra Khoirun Nissa; Andriyani; Nurmalia Lusida
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v2i4.4390

Abstract

Hipertensi adalah kondisi di mana tekanan darah sistolik melebihi 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Kondisi ini dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu hipertensi primer yang tidak memiliki penyebab yang jelas, dan hipertensi sekunder yang disebabkan oleh penyakit tertentu seperti gangguan ginjal, masalah endokrin, penyakit jantung, atau kelainan pada ginjal anak. Hipertensi sering disebut sebagai "pembunuh diam-diam" karena biasanya tidak menunjukkan gejala, namun jika tekanan darah tinggi berlangsung lama. Faktor risiko utama hipertensi adalah pola makan yang tidak sehat, terutama konsumsi garam dan lemak berlebih. Prevalensi hipertensi meningkat dengan bertambahnya usia, dengan angka tertinggi ditemukan pada lansia di atas 65 tahun, mencapai lebih dari 57%. Oleh karena itu, edukasi dan promosi kesehatan keluarga sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan pencegahan hipertensi guna mengurangi komplikasi dan beban penyakit di masyarakat.
HUBUNGAN ANTARA PELAYANAN INFIRMASI BPJS DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM Risma Maudi Nabillah; Andriyani; Suherman
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v2i4.4396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara pelayanan informasi BPJS dengan tingkat kepuasan pasien di rumah sakit umum melalui pendekatan systematic literature review. Berdasarkan hasil analisis terhadap berbagai literatur, ditemukan bahwa pelayanan informasi yang jelas, cepat, dan akurat berpengaruh besar dalam membentuk kepuasan pasien. Ketidakjelasan prosedur, keterlambatan informasi, dan kurangnya transparansi menyebabkan berkurangnya kepercayaan pasien terhadap layanan kesehatan. Di sisi lain, pelayanan informasi yang diberikan dengan empati, sikap ramah, dan didukung fasilitas yang memadai mampu meningkatkan kenyamanan serta rasa aman pasien. Selain aspek informasi, faktor lain seperti sikap tenaga medis, kecepatan layanan, fasilitas fisik, dan pengelolaan antrean juga menjadi determinan penting dalam membangun kepuasan pasien BPJS. Dengan memperkuat sistem komunikasi informasi dan meningkatkan mutu pelayanan secara menyeluruh, rumah sakit umum diharapkan dapat memenuhi ekspektasi pasien dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem jaminan kesehatan nasional. Penelitian ini menegaskan pentingnya pelayanan informasi sebagai kunci dalam membangun pengalaman pasien yang positif di rumah sakit.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Suci Rahayu; Suherman Jaksa; Ayunda Larasati Sekarputri
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v2i4.4431

Abstract

Di antara masalah Kesehatan yang paming umum di Indonesia adalah demam berdarah dengue (DBD). Indonesia adalah negara dengan kasus DBD tertinggi di Asia Tenggara (lebih dari 70% kasus kematian akibat DBD (WHO 2017). Lebih dari 400 ribu kasus virus Dengue meningkat setiap tahun pada 2019. Dalam penelitian ini, metode kajian literatur digunakan. Dalam metode ini, para peneliti mengumpulkan berbagai informasi dari database elektronik seperti Google Scholar, ensiklopedia, dan sebagainya untuk menemukan berbagai teori dan gagasan. Tujuan dari penelitian inikemudian dirumuskan menjadi kesimpulan. Studi ini menunjukan bahwa virus Dengue adalah penyebab penyakit menular Demam Berdarah Dengue (DBD), yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegepty atau Aedes alnopictus. Faktor lingkungan fisik, biologi, sosial,dan fisik adalah beberapa faktor lingkungan yang dapat memengaruhi penyebaran kasus DBD. Pemerintah mengeluarkan kebijakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN 3M Plus) untuk menangani kasus DBD. Karena belum ada obat atau vaksin untuk membunuh virus DBD, ini dianggap sebagai metode utama yang efektif, efisien, dan hemat biaya untuk memberantas vektor penular DBD.
Gambaran Sistem Surveilans Demam Berdarah Dengue (DBD) di Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Syahidah, Zahra Bilqis; Mediana; Analisa Salsabila; Rani Aprilia
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v2i4.4525

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit endemik yang masih menjadi masalah bagi layanan kesehatan di Tasikmalaya. Masalah ini terlihat dari jumlah kasus yang cukup besar yang dilaporkan di berbagai puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan sistem surveilans DBD di Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dengan menggunakan metode campuran, terutama kuantitatif untuk distribusi spasial dan temporal kasus, dan kualitatif untuk menilai indikator input dan hasil dari surveilans. Sesuai dengan temuan, kasus DBD dilaporkan dari semua Puskesmas, dengan lonjakan tertinggi terjadi pada bulan Juni, terutama di Puskesmas Urug. Sistem surveillance menunjukkan kinerja yang memuaskan terkait dengan kelengkapan data, pengolahan informasi, dan partisipasi fasilitas kesehatan; serta penggunaan data dalam pelaporan, akurasi informasi, dan keterbatasan sumber daya manusia. Studi ini menekankan perlunya perbaikan dalam sistem pelaporan dan penguatan kapasitas staf surveillance sebagai bagian dari langkah proaktif untuk mengendalikan DBD secara efektif. Studi ini juga menunjukkan perlunya kolaborasi lintas sektor yang strategis untuk meningkatkan sistem surveilans, terutama di daerah dengan potensi endemis tinggi.
PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS: EKSPLORASI KUALITATIF Ulfa Diya Atiqa
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v2i4.4723

Abstract

Perilaku merokok pada remaja merupakan isu kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia. Masa remaja merupakan fase yang rentan terhadap berbagai pengaruh eksternal seperti teman sebaya, keluarga, media, serta tekanan psikologis. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi perilaku merokok pada remaja melalui pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis. Informan berjumlah 13 siswa SMA di Kelurahan Sudiang, berusia 15–17 tahun, yang sedang atau pernah merokok. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi non-partisipatif, lalu dianalisis secara tematik. Hasil penelitian mengidentifikasi lima tema utama, yakni pengaruh teman sebaya, rasa ingin tahu, lingkungan keluarga, stres emosional, dan paparan media. Validitas data diperkuat melalui triangulasi sumber, member checking, dan diskusi sejawat. Temuan menunjukkan bahwa perilaku merokok pada remaja dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara faktor internal dan eksternal. Oleh karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan secara kolaboratif antara sekolah, keluarga, dan pemerintah.
LITERATUR REVIEW : HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN MEROKOK DAN PRESTASI BELAJAR DI KALANGAN PELAJAR Rina Aryana; Tasya Febriani; Nurul Azisah Sahrani; Lili Ufrianti Nirwati; Nur Aghni Abika
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v2i4.4797

Abstract

Abstrak Kebiasaan merokok di kalangan pelajar merupakan fenomena yang memprihatinkan dan berpotensi mengganggu perkembangan akademik mereka. Studi ini bertujuan untuk melakukan tinjauan literatur terhadap hubungan antara kebiasaan merokok dan prestasi belajar di kalangan pelajar. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah berbagai jurnal, artikel, dan sumber ilmiah relevan yang membahas kedua variabel tersebut. Hasil telaah menunjukkan bahwa kebiasaan merokok memiliki pengaruh negatif terhadap prestasi belajar. Merokok menyebabkan penurunan fungsi kognitif, gangguan konsentrasi, dan menurunnya daya ingat, yang berdampak pada performa akademik. Selain itu, pelajar yang merokok cenderung mengalami gangguan kesehatan, seperti gangguan pernapasan dan kelelahan, yang turut memengaruhi kehadiran dan fokus belajar di sekolah. Pembahasan dalam studi ini menekankan bahwa faktor-faktor seperti lingkungan sosial, tekanan teman sebaya, kurangnya pengawasan orang tua, dan pengaruh media turut berperan dalam membentuk kebiasaan merokok di kalangan pelajar. Kebiasaan ini tidak hanya memengaruhi aspek fisik, tetapi juga aspek psikologis dan sosial yang berdampak jangka panjang terhadap keberhasilan pendidikan. Kesimpulannya, terdapat hubungan yang erat antara kebiasaan merokok dan penurunan prestasi belajar pelajar. Oleh karena itu, diperlukan intervensi dari berbagai pihak, termasuk keluarga, sekolah, dan masyarakat, untuk mencegah dan mengurangi kebiasaan merokok pada usia sekolah.
Gambaran CT Scan Kepala Pasien Trauma Kepala di RSUP Dr. M Djamil Padang Tahun 2021 Hafizah Putri Tasyah; Avit Suchitra; Rina Gustia; Novita Ariani; Dina Arfiani Rusjdi; Aswiyanti Asri
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v2i4.4799

Abstract

Tujuan : mengetahui gambaran CT Scan kepala pasien trauma kepala di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada tahun 2021. Metode : Penelitian ini adalah penelitian deskriptif retrospektif. Pengambilan data dilakukan di bagian Radiologi RSUP Dr. M Djamil Padang pada 8 Desember – 22 Desember 2022. Data diambil dalam periode bulan Januari – Desember 2021. Data dianalisis dengan menggunakan analisis univariat. Data dinyatakan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil: Hasil penelitian ini adalah 357 sampel hasil CT Scan pasien yang memiliki diagnosis trauma kepala. sebanyak 72,5 % adalah laki-laki dan 27,5 % perempuan dari 357 sampel tersebut. Penderita trauma kepala paling banyak berusia 19-59 tahun (51,0 %). Gambaran lesi intrakranial yang terbanyak adalah lesi multipel ( 23,5 %). Kejadian fraktur maksilofasial ditemukan sebanyak 63 kejadian dari 357 pasien trauma kepala. Fraktur mandibular merupakan jenis fraktur yang banyak ditemukan yaitu 26 (7,2 %) kejadian. Fraktur calvaria ditemukan sebanyak 190 kejadian dari 357 pasien. Fraktur os frontal paling banyak ditemukan dengan 52 (14,6 5 %) kejadian Kesimpulan: penderita trauma kepala lebih banyak laki-laki dan lebih banyak pada usia 19-59 tahun. Gambaran lesi multipel paling banyak ditemukan pada gambaran Brain CT Scan. Kejadian fraktur mandibular yang paling banyak untuk fraktur maksilofasial. Fraktur frontal ditemukan paling banyak untuk fraktur calvaria.
ANALISIS SISTEMATIS FAKTOR SOSIAL DALAM PERILAKU MEROKOK REMAJA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KESEHATAN Andhika Galih Pradana; Risky Akaputra; Andriyani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v2i4.4804

Abstract

Masa remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak menuju dewasa. Pada tahap ini individu sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan sekitar seperti media, teman sebaya, dan keluarga. Salah satu perilaku yang sering ditiru adalah merokok, yang dipengaruhi oleh rasa ingin tahu, tekanan sosial, dan pencarian jati diri. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan sumber dari Google Scholar, Garuda, Sinta, dan Dimensions, mencakup literatur dari tahun 2020 s/d 2025 dan dilakukan pada April s/d Mei 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa teman sebaya dan keluarga adalah faktor utama yang memengaruhi kebiasaan merokok remaja. Sementara itu, faktor psikologis dan motivasi pribadi menjadi alasan mereka memulai. Dukungan sosial dan pembentukan karakter yang kuat sangat penting untuk mencegah remaja merokok. Pendekatan menyeluruh seperti edukasi psikososial, pengawasan keluarga dan sekolah, pembatasan iklan rokok, serta penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) akan efektif jika dilakukan sejak dini dan secara konsisten.
Evaluasi Penerapan Standar K3 di Unit Radiologi RS Karya Medika I Tahun 2025 Agnesia, Sena; Sobar, Sobar; Saputra, Fajar
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v2i4.4833

Abstract

Unit radiologi rumah sakit memiliki risiko tinggi terhadap paparan radiasi ionisasi yang dapat berdampak buruk bagi pekerja, pasien, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di unit radiologi, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta memberikan rekomendasi perbaikan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus, menggunakan wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi sebagai instrumen utama. Validitas data dijaga melalui triangulasi, member check, dan audit trail. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar penerapan K3 telah sesuai regulasi seperti PP No. 33 Tahun 2007 dan Peraturan BAPETEN No. 4 Tahun 2020. Namun, ditemukan kelemahan dalam penggunaan alat pelindung diri (APD) dan pemahaman prosedur keselamatan. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi rutin, pelatihan berkala, dan peningkatan kepatuhan terhadap prosedur untuk memperkuat budaya keselamatan kerja di unit radiologi.
PENYULUHAN FISIOTERAPI DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN NYERI LUTUT (OSTEOARTHRITIS KNEE ) DI KOMUNITAS LANSIA RW 01 KELURAHAN SUMBERSARI KOTA MALANG I Gusti Agung Yuda Paradita Cahyana; Anita Faradilla Rahim; Lina Sriyatun
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v2i4.4949

Abstract

Pendahuluan : Masalah nyeri lutut adalah salah satu keadaan yang paling sering dikeluhkan oleh kelompok lanjut usia, terutama lansia yang mengalami proses degeneratif pada persendian. Osteoarthritis lutut adalah salah satu bentuk gangguan sendi yang sering terjadi dan menimbulkan bermacam dampak negatif seperti nyeri lutut, kekakuan, penurunan fungsi sendi, dan keterbatasan aktivitas secara signifikan. Upaya untuk mengurangi nyeri sendi lutut dengan pendekatan non-farmakologis seperti knee stretching. Metode Penelitian : Pemberian penyuluhan dan penerapan terapi latihan knee stretching yang dilakukan tanggal, 11 April 2025 Pukul 09.00 WIB, bertempat di Komunitas Lansia, Balai RW 01 Kelurahan Sumbersari Kota Malang, Jawa Timur, dengan 11 responden. Promosi kesehatan pada kegiatan ini menggunakan leaflet dan pengisian kuesioner terdiri dari 4 pertanyaan. Hasil : Terdapat pada evaluasi pre-test dan post-test peningkatan pengetahuan dan pemahaman latihan mengatasi nyeri lutut yang dibuktikan dengan hasil kuesioner. Pembahasan : Peningkatan pemahaman terjadi setelah diberikan penyuluhan dan penerapan latihan knee stretching.

Page 11 of 13 | Total Record : 125