cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
admin@jurnalistiqomah.org
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
admin@jurnalistiqomah.org
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI)
ISSN : 30264723     EISSN : 30264715     DOI : https://doi.org/10.62017/jkmi.v1i2
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) merupakan Jurnal yang diterbitkan 4 (empat) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober oleh Publikasi Inspirasi Indonesia. Jurnal ini merupakan jurnal yang dapat akses secara terbuka bagi para Peneliti, Mahasiswa dan Dosen yang ingin mempublikasikan hasil penelitiannya pada bidang kesehatan. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat mempublikasikan artikel-artikel kajian empiris dan teoritis dalam bidang Gizi, Rekam medis dan Informasi Kesehatan, Keperawatan, Kebidanan, Obat-obatan, Psikologi Kesehatan dan bidang penelitian lain yang berkaitan dalam kesehatan masyarakat. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Articles 157 Documents
Gambaran Epidemiologi dan Evaluasi Sistem Atribut Surveilans ISPA di Puskesmas Tamansari Kota Tasikmalaya Tahun 2025 Zulfa Marwatus Sa'adah; Tiara Nurul Nazmi; Putri Aulia Yasmin; Elis Amalia Yusramadhani; Wulan Tri Yutanti; Andy Krisnasatria
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i3.7277

Abstract

Tingginya prevalensi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang mendominasi angka kunjungan di Puskesmas Tamansari memerlukan sistem pemantauan yang sistematis melalui surveilans epidemiologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja sistem surveilans ISPA berdasarkan atribut-atribut standarnya. Melalui pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, data dihimpun melalui wawancara mendalam dan analisis data sekunder. Temuan penelitian menunjukkan bahwa atribut kesederhanaan, akseptabilitas, ketepatan waktu, dan stabilitas sistem telah terimplementasi dengan baik melalui platform SKDR. Namun, sistem ini masih memiliki keterbatasan pada aspek sensitivitas dan nilai prediktif positif akibat ketiadaan rekam data individu (by name by address), yang juga berimplikasi pada rendahnya derajat keterwakilan data secara geografis. Secara umum, operasional surveilans telah berjalan konsisten namun belum optimal dalam menghasilkan informasi epidemiologis yang komprehensif. Sebagai implikasi, diperlukan penguatan integrasi data individual dan pemetaan wilayah guna mendukung pengambilan kebijakan serta intervensi kesehatan masyarakat yang lebih presisi dan tepat sasaran.
Analisis Pajanan Polusi Udara Terhadap Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) : Literatur Review Fuji Ahmad Fathoni; Ernyasih; Aldo Septrianto; Anis Khairunnisa; Adisna Gita Zain; Benny Margawijaya
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i3.7312

Abstract

nfeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, dengan angka morbiditas yang tinggi pada berbagai kelompok usia. Polusi udara, baik ambien maupun domestik, diidentifikasi sebagai faktor risiko lingkungan yang dominan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pajanan polutan udara dengan kejadian ISPA melalui tinjauan literatur sistematis. Studi ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap 15 artikel ilmiah (nasional dan internasional) yang dipublikasikan dalam rentang waktu 2021–2026. Data diekstraksi berdasarkan parameter polutan, karakteristik sampel, dan hasil temuan statistik. Hasil sintesis menunjukkan hubungan signifikan antara konsentrasi Particulate Matter (PM2,5) dan (PM10) serta gas kimia (SO2, NO2, O3) dengan peningkatan kasus ISPA di kawasan urban. Di lingkup domestik, asap rokok dan penggunaan obat nyamuk bakar menjadi prediktor kuat kejadian ISPA, terutama pada balita. Selain itu, faktor meteorologi seperti curah hujan terbukti memengaruhi dinamika konsentrasi polutan di atmosfer melalui proses deposisi basah. Kejadian ISPA memiliki keterkaitan erat dengan kualitas udara lingkungan. Diperlukan strategi multisektoral yang mencakup edukasi perilaku rumah tangga, perlindungan kesehatan kerja bagi kelompok berisiko tinggi, dan kebijakan pengendalian emisi untuk menurunkan beban penyakit pernapasan di Indonesia.
Hubungan antara Usia dan Lama Kerja dengan Keluhan Muskuloskeletal pada Pekerja Batik di Jln. Al-Ghofar,Cigeureng,Kacamatan Indihiang. Elis Amalia Yusramadhani; Tazkia Ananda Fuadiya; Zioly Sampratiwi; Dilla Nurhalizah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i3.7314

Abstract

Keluhan muskuloskeletal merupakan permasalahan kesehatan kerja yang sering dialami oleh pengrajin batik akibat paparan risiko ergonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia dan lama kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada pekerja batik di Jalan Al-Ghofar, Cigeureng, Kota Tasikmalaya. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain observasional analitik melalui pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 40 orang yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Nordic Body Map untuk mengukur tingkat keluhan. Hasil analisis univariat menunjukkan mayoritas responden berusia ≥30 tahun (90%) dan memiliki masa kerja ≥5 tahun (57,5%). Tingkat keluhan muskuloskeletal pada pekerja batik didominasi oleh kategori tinggi sebesar 55%, sementara kategori rendah sebesar 45%. Hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=1,00) maupun lama kerja (p=0,923) dengan keluhan muskuloskeletal. Hal ini mengindikasikan bahwa faktor lain seperti postur kerja atau beban kerja mungkin lebih dominan memengaruhi keluhan tersebut. Meskipun tidak ditemukan hubungan signifikan, pekerja disarankan untuk melakukan peregangan otot secara rutin di sela aktivitas kerja guna mengurangi ketegangan otot dan menjaga kesehatan.
FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN PERNAFASAN PADA PEKERJA PEMBUATAN GULUNGAN KABEL KAYU (HASPEL) DI PABRIK X KECAMATAN TAMANSARI Faza Yu'thika Muslim; Siti Via Nuraviah; Raya Ghefira Azra; A.Aulliya Az-Zahra Ar-Rachman; Nurmaya Salsabila
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i3.7324

Abstract

Gangguan pernapasan merupakan masalah kesehatan kerja yang signifikan pada industri pengolahan kayu akibat paparan debu kayu yang bersifat toksik dan iritasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan pernapasan pada pekerja pembuatan gulungan kabel kayu (haspel) di Pabrik X Kecamatan Tamansari. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 50 pekerja yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan analisis data dilakukan secara univariat serta bivariat menggunakan uji chi-square (\alpha = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami keluhan gangguan pernapasan (70%). Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara masa kerja dengan keluhan pernapasan (p=0,709). Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara lama kerja per hari (p=0,004) dan penggunaan Alat Pelindung Diri/APD (p=0,015) dengan keluhan pernapasan. Disimpulkan bahwa durasi paparan harian dan kepatuhan penggunaan APD menjadi faktor risiko utama terjadinya gangguan pernapasan dibandingkan akumulasi masa kerja. Perusahaan disarankan untuk meningkatkan pengawasan penggunaan APD masker standar SNI dan menyediakan sistem ventilasi lokal (local exhaust ventilation) untuk mereduksi konsentrasi debu di area kerja. 
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Praktik Higiene Pangan Pedagang Buah di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya: Studi Cross-Sectional Putri Aulia Yasmin; Riana Raudatul Jannah; Bella Septiasari; Agniya Salsabila Sampurna; Adnan Habib
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i3.7354

Abstract

Keamanan pangan pada komoditas segar di pasar tradisional masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat akibat tingginya risiko kontaminasi biologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap dengan praktik higiene pangan pada pedagang buah di Pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya. Menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, penelitian ini melibatkan 37 pedagang buah sebagai responden. Hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan praktik higiene (p=0,117) maupun antara sikap dengan praktik higiene (p=0,306). Temuan ini mengindikasikan adanya knowledge-practice gap, di mana faktor eksternal seperti keterbatasan fasilitas sanitasi dan tekanan operasional pasar lebih dominan dalam memengaruhi perilaku pedagang dibandingkan faktor internal individu. Kesimpulannya, peningkatan keamanan pangan di pasar tradisional tidak cukup hanya melalui edukasi, tetapi memerlukan pendekatan sistemik melalui perbaikan infrastruktur pasar. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan regulasi sertifikasi kesehatan pedagang dan penyediaan fasilitas higiene yang memadai oleh pengelola pasar.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN HIGIENE SANITASI PADA PABRIK KERUPUK Y CIBEUREUM KOTA TASIKMALAYA Siti Robiatul Adawiyah; Risma Puspita; Siti Markhamah; Rifda Via Ardani; Suci Insani Dewi; Raya Ghefira Azra; Barkah Kurniawan; Nissa Noor Annashr
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i3.7400

Abstract

Keamanan pangan merupakan aspek penting dalam kesehatan masyarakat karena berkaitan dengan pencegahan penyakit bawaan makanan. Industri pangan skala kecil seperti pabrik kerupuk memiliki risiko kontaminasi apabila higiene sanitasi tidak diterapkan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan higiene sanitasi pada pekerja di Pabrik Kerupuk Y Cibereum Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif analitik dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 34 pekerja dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner untuk mengukur pengetahuan dan sikap, serta lembar observasi untuk menilai higiene sanitasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik (82,35%), sikap baik (88,24%), dan higiene sanitasi baik (94,12%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan higiene sanitasi (p=0,000) dan antara sikap dengan higiene sanitasi (p=0,000). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan higiene sanitasi pada pekerja. Peningkatan pengetahuan dan sikap melalui edukasi dan pelatihan diperlukan untuk meningkatkan praktik higiene sanitasi pada industri pangan.
Peran Manajemen Higiene Industri dalam Meningkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pangaribuan, Muhammad Husin; Shafa Kirana; Slhella Ramadhayanti; Hasibuan, Abdurrozzaq
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i3.7402

Abstract

Rapid industrial development demands a more rigorous implementation of Occupational Safety and Health (OHS) to proctect workers from potential physical,chemical,biological,and ergonomic hazards.This study aims to examine the role of industrial hygiene management in improving OHS through a desk study approach analyzing literature from the past ten years.the results indicate that industrial hygiene management plays a crucial role in early identification,risk assesment,and a hazard control through a systematic hierarchy of controls.Effective implementation of hygiene management has been proven not only to prevent occupational diseases and accidents but also directly increase workforce productivity and provide economic benefits to companies through work effeciency and reduced compensation costs,However,implementation in the field still faces challenges such as loe worker awarness,limited resources,and weak management commitment.Therefore,strong management support,adequate facilities,and on going monitoring are key to successfully creating an optimal safety culture   in the workplace.
Analisis Sistem Surveilans Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Cilembang Kota Tasikmalaya Tahun 2024 Huda, Inarotul; Dewi, Nur Haliza; Julia, Dhea; Tsani, Mutiara; Yutanti, Wulan Tri; H, Boy Santiko; Sudiana, Sabit
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i3.7282

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan kejadian yang berfluktuasi dan berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB), sehingga memerlukan sistem surveilans yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem surveilans DBD di wilayah kerja Puskesmas Cilembang Kota Tasikmalaya Tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan mix method dengan desain deskriptif eksploratif. Data kuantitatif diperoleh dari seluruh kasus DBD tahun 2025, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Analisis dilakukan berdasarkan komponen sistem surveilans (input, proses, output) dan atribut surveilans. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem surveilans telah berjalan sesuai alur, mulai dari pengamatan hingga diseminasi informasi. Jumlah kasus tercatat sebanyak 13 kasus, didominasi Kelurahan Argasari (77%), kelompok umur 5–14 tahun, dan perempuan (77%). Namun, masih ditemukan kendala berupa keterbatasan sarana dan sumber daya manusia serta belum optimalnya pengolahan data secara real-time. Kesimpulan penelitian ini adalah sistem surveilans DBD telah berjalan cukup baik namun belum optimal, sehingga diperlukan penguatan kapasitas petugas, peningkatan sarana, dan pengembangan sistem pelaporan berbasis digital untuk mendukung pengendalian DBD secara lebih efektif.
Gambaran Epidemiologi dan Surveilans Stunting di Puskesmas Sangkali Tahun 2025 Syifa Ummul Mutmainah; Aisyiah; Syafa Amalia Harsandy; Hasna Haifa Aminudin; Annisa Fauziah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i3.7336

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu masalah gizi yang cukup banyak ditemukan pada balita dan memerlukan pemantauan yang baik melalui sistem surveilans kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran epidemiologi kasus stunting serta mendeskripsikan pelaksanaan sistem surveilans stunting di wilayah kerja Puskesmas Sangkali Kota Tasikmalaya tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode metode campuran dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari laporan kasus stunting tahun 2025 dengan total 270 kasus menggunakan teknik total sampling, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan petugas surveilans gizi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus stunting lebih banyak terjadi pada anak laki-laki sebanyak 143 kasus (52,96%) dibandingkan perempuan 127 kasus (47,04%). Mayoritas kasus terjadi pada kelompok umur balita 12–59 bulan sebanyak 258 kasus (95,56%). Berdasarkan wilayah, kasus terbanyak terdapat di Kelurahan Tamanjaya sebanyak 91 kasus (33,70%). Sistem surveilans stunting di Puskesmas Sangkali sudah menggunakan aplikasi SIGIZIKESGA sehingga proses pengumpulan, pengolahan, dan penyebaran data menjadi lebih terstruktur. Namun masih terdapat kendala seperti pembaruan aplikasi dan kesadaran orang tua dalam penanganan stunting. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi serta pemanfaatan sistem surveilans secara optimal untuk mendukung upaya penurunan stunting.
Pemanfaatan Media Video dan Poster sebagai Strategi Pemasaran Sosial dalam Meningkatkan Pengetahuan Ibu Balita tentang Imunisasi Campak di Posyandu Mekarsari Kelurahan Sukahurip Kota Tasikmalaya Hafni Rahmiani; Tyara Pratama Yuniar; Tazkia Ananda Fuadiya; Hannanda Binar; Adinda Aulia; Muhammad Wilza Faturahman; Andy Muharry
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i3.7420

Abstract

Campak masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, dengan lebih dari 63.000 kasus suspek dan 11.000 kasus terkonfirmasi pada tahun 2025, yang sebagian besar disebabkan oleh rendahnya cakupan imunisasi akibat keterbatasan pengetahuan, persepsi keliru, dan pengaruh informasi yang tidak akurat di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pemanfaatan media video dan poster sebagai strategi pemasaran sosial dalam meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang imunisasi campak di Posyandu Kelurahan Sukahurip, Kota Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan pre-eksperimental melalui desain one group pre-test post-test, melibatkan 38 ibu balita yang dipilih secara purposif berdasarkan kehadiran di posyandu pada 20 April 2026. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan langsung menggunakan media video edukatif dan poster, dilanjutkan dengan penyebaran konten secara daring melalui YouTube dan WhatsApp. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan secara signifikan dari 75,26 menjadi 92,63 (p = 0,000), dengan 20 dari 38 peserta mengalami kenaikan skor individu. Studi kasus ini menunjukkan bahwa kombinasi media audio-visual dan visual dalam pendekatan pemasaran sosial terbukti efektif mengubah pengetahuan dan sikap ibu balita, serta memberikan implikasi praktis bagi pengembangan program edukasi kesehatan berbasis komunitas yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.