cover
Contact Name
Sri Andayani
Contact Email
jktm@uny.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jktm@uny.ac.id
Editorial Address
Program Studi Matematika FMIPA UNY Jl. Colombo No. 1 Karangmalang, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kajian dan Terapan Matematika
ISSN : -     EISSN : 30311152     DOI : 10.21831
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Kajian dan Terapan Matematika adalah jurnal yang menyajikan hasil penelitian, pemikiran, kajian teori, pengembangan terkini, dan penerapan matematika. Ruang lingkup jurnal ini mencakup bidang: • Aljabar, • Analisis, • Geometri, • Matematika terapan, • Komputasi, dan • Statistika.
Articles 190 Documents
ANALISIS REGRESI LOGISTIK MULTINOMIAL PADA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KADAR GULA DARAH PENDERITA DIABETES MELLITUS Leila Anggi Gusniar , Endang Listyani, M.Si.
Jurnal Kajian dan Terapan Matematika Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Matematika
Publisher : Jurnal Kajian dan Terapan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis regresi logistik multinomial dan mengetahui faktor yang secara signifikan mempengaruhi kadar gula darah penderita diabetes mellitus serta mencari model regresi logistik terbaik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode maksimum likelihood dan uji parameter menggunakan uji simultan dan uji parsial. Variabel terikat yaitu kadar gula darah yang dibedakan menjadi kadar gula darah rendah (Y=1), kadar gula darah normal (Y=2) dan kadar gula darah tinggi (Y=3). Variabel bebas yaitu usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh, tekanan darah dan 5 jenis serum darah yaitu kadar kolesterol, low density lipoprotein (LDL), high density lipoprotein (HDL), thyrocalcitonin hormone (TCH) dan loss trigliserida (LTG). Hasil dari penelitian ini menunjukkan faktor-faktor yang secara signifikan mempengaruhi kadar gula darah penderita diabetes mellitus adalah usia, indeks massa tubuh, LDL, dan TCH. Kata kunci: regresi logistik multinomial, Metode maksimum likelihood, diabetes mellitus. Abstract The purpose of this study is to analyzing multinomial logistic regression and to know the factors that significantly affect blood sugar levels of people with diabetes mellitus and look for the best logistic regression model. The method used in this research is the maximum likelihood method and parameter test using simultaneous test and partial test. The dependent variable is blood sugar level which is differentiated into low blood sugar level (Y = 1), normal blood sugar level (Y = 2) and high blood sugar level (Y = 3). The independent variables are age, sex, body mass index, blood pressure and 5 types of blood serum ie cholesterol, low density lipoprotein (LDL), high density lipoprotein (HDL), thyrocalcitonin hormone (TCH) and triglyceride loss (LTG). The results of this study shows the factors that significantly affect blood sugar levels of patients with diabetes mellitus are age, body mass index, LDL, and TCH. Keywords: multinomial logistic regression, maximum likelihood method, diabetes mellitus
ANALISIS BIFURKASI PADA MODEL MATEMATIKA SIKLUS BISNIS TORRE Ika Siwi Tira Ardiyani , Dr. Hartono
Jurnal Kajian dan Terapan Matematika Vol 7, No 5 (2018): Jurnal Matematika
Publisher : Jurnal Kajian dan Terapan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMatematika memiliki peran penting terhadap bidang ilmu tertentu, misalnya ekonomi. Salah satu penerapannya yaitu digunakan untuk mengetahui keadaan pertumbuhan ekonomi yang dapat dipantau melalui kenaikan pendapatan, suku bunga, inflasi, dan stok modal. Hal  tersebut dapat dimodelkan ke dalam bentuk matematika. Beberapa model matematika pada siklus bisnis telah dikemukakan oleh Kaldor-Kalecki, Gabrisch and Lorentz, Cai dan Torre. Model matematika yang dikemukakan oleh Torre mendasarkan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat dipantau berdasarkan kenaikan pendapatan dan suku bunga. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kestabilan titik ekuilibrium dan jenis bifurkasi yang terjadi pada model matematika pada siklus bisnis Torre yang telah dimodifikasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat tiga sifat titik ekuilibrium, yaitu stable spiral saat , unstable spiral saat  dan center saat  dimana  adalah tingkat pertumbuhan simpanan terhadap pendapatan. Dengan memvariasikan parameter  terlihat terjadi bifurkasi yaitu ditandai dengan bervariasinya sifat kestabilan titik ekuilibrium. Bifurkasi yang terjadi dikategorikan sebagai unfolding jenis kedua. Kata kunci: stable spiral, unstable spiral, center, unfolding. AbstractMathematics has a significant role against specific fields, such as economics. One application that is used to find out the State of economic growth can be monitored through the increase in income, interest rates, inflation, and the stock of capital. It can be modelled into a form of mathematics. Some of the mathematical model on business cycle has put forth by Kaldor-Kalecki, Gabrisch and Lorentz, Cai and Torre. A mathematical model proposed by Torre, basing that economic growth can be monitored on the basis of the increase in income and interest rates. The purpose of this research is knowing the equilibrium point and stability of a type of bifurcation that occurs in mathematical models in the business cycle Torre have been modified. The result of the analysis show that there are three properties of the equilibrium point are stable spiral when , unstable spiral at the moment  and center at the time of  , which  is the growth rate of deposits against income. By varying the parameter bifurcation occurs i.e. visible  marked with the affordable nature of the stability of equilibrium points. Bifurcation that occurs the second type is categorized as unfolding.  Keywords: stable spiral, unstable spiral, center, unfolding.
ANALISIS BIFURKASI PADA MODEL MATEMATIS PREDATOR PREY DENGAN DUA PREDATOR Lia Listyana; Hartono .; Kus Prihantoso Krisnawan
Jurnal Kajian dan Terapan Matematika Vol 5, No 6 (2016): Jurnal Matematika
Publisher : Jurnal Kajian dan Terapan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model matematis sistem  predator prey  dengan dua predator dan  mengetahui jenis  bifurkasi  sistem  tersebut  dengan  perubahan  laju  kematian  kedua jenis  predator. Model predator  prey  dengan  dua  predator  memiliki  lima  titik  ekuilibrium  yang  keberadaan  tiga  di  antaranya bergantung pada laju kematian kedua jenis  predator  dan titik ekuilibrium yang lain tidak bergantung pada laju kematian kedua jenis  predator. Kestabilan masing-masing titik ekuilibrium ditentukan berdasarkan nilai eigen masing-masing  titik  ekuilibrium.  Perubahan  kestabilan  masing-masing  titik  ekuilibrium  dan  perubahan banyaknya  titik  ekuilibrium  sebagai  penanda  terjadinya  bifurkasi.  Hasil  perhitungan  nilai  eigen  dan  analisis secara  numerik  menunjukkan  terjadinya  bifurkasi  pada  sistem  predator  prey  dengan  dua  predator  saat  laju kematian  predator  jenis I adalah         per satuan waktu dan laju kematian  predator  jenis II adalah        per satuan waktu.Kata kunci : sistem predator prey, sistem predator prey dengan dua predator, titik ekuilibrium, bifurkasi
KAJIAN SEGIEMPAT TALI BUSUR DAN SEGIEMPAT GARIS SINGGUNG PADA SATU LINGKARAN Izza Nur Sabila , Himmawati Puji Lestari
Jurnal Kajian dan Terapan Matematika Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Matematika
Publisher : Jurnal Kajian dan Terapan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan dari skripsi ini adalah untuk menentukan syarat terbentuknya segiempat tali busur dan segiempat garis singgung, jenis segiempat tali busur dan segiempat garis singgung yang dapat terbentuk, serta jenis segiempat tali busur dan segiempat garis singgung pada satu lingkaran. Penelitian dilakukan dengan mengkaji definisi segiempat tali busur dan segiempat garis singgung serta teorema hubungan kesejajaran dan kekongruenan sisi-sisi segiempat. Kajian yang dilakukan menghasilkan: 1) Tidak terdapat syarat untuk membentuk segiempat tali busur pada lingkaran. 2) Syarat terbentuknya segiempat garis singgung yaitu dua titik yang berdekatan tidak diametral dan paling banyak ada tiga titik pada setengah lingkaran yang sama. 3) Jenis-jenis segiempat tali busur yang dapat terbentuk yaitu persegi, persegi panjang, trapesium sama kaki, dan layang-layang. 4) Jenis-jenis segiempat garis singgung yang dapat terbentuk yaitu persegi, belah ketupat, trapesium, trapesium sama kaki, trapesium siku-siku, dan layang-layang. 5) Jenis segiempat garis singgung yang terbentuk apabila diberikan segiempat tali busur istimewa pada lingkaran yang sama yaitu terbentuk persegi jika diberikan persegi, terbentuk belah ketupat jika diberikan persegi panjang, terbentuk layang-layang jika diberikan trapesium sama kaki, terbentuk trapesium sama kaki jika diberikan layang-layang. 6) Jenis segiempat tali busur yang terbentuk jika diberikan segiempat garis singgung istimewa pada lingkaran yang sama yaitu terbentuk persegi jika diberikan persegi, terbentuk persegi panjang jika diberikan belah ketupat, terbentuk layang-layang jika diberikan trapesium sama kaki, terbentuk segiempat sembarang jika diberikan trapesium siku-siku, terbentuk segiempat sembarang jika diberikan trapesium, terbentuk trapesium sama kaki jika diberikan layang-layang. Kata kunci: segiempat, lingkaran, segiempat tali busur, segiempat garis singgung Abstract The purpose of this study was to determine the requirements to form an inscribed quadrilateral and circumscribed quadrilateral, types of inscribed quadrilateral and circumscribed quadrilateral can be formed, and types of inscribed quadrilateral and circumscribed quadrilateral in one circle. The research was done by studied definition of inscribed quadrilateral and circumscribed quadrilateral also theorem of parallelism and congruence. The results of the study were: 1) There was no requirement to form an inscribed quadrilateral in circle. 2) The requirements to form a circumscribed quadrilateral were two adjacent points are not diametrical and there are at most three points on the same half of the arc. 3) The types of inscribed quadrilateral that could be formed were square, rectangle, isosceles trapezoid, and kite. 4) The types of circumscribed that could be formed were square, rhombus, trapezoid, right trapezoid, isosceles trapezoid, and kite. 5) The types of circumscribed quadrilateral formed when given special types of inscribed quadrilateral in the same circle were formed square if it was given square, formed rhombus if it was given rectangle, formed kite if it qas given isosceles trapezoid, and formed isosceles trapezoid if it was given kite. 6) The types of inscribed quadrilateral formed when given special types of circumscribed quadrilateral in the same circle were formed square if it was given square, formed rectangle if it was given rhombus, formed kite if it was given isosceles trapezoid, formed irregular quadrilateral if it was given right trapezoid, formed irregular quadrilateral if it was given trapezoid, and formed isosceles trapezoid if it was given kite. Keywords: quadrilateral, circle, inscribed quadrilateral, circumscribed quadrilateral
ANALISIS MODEL ANTRIAN DENGAN WORKING VACATION PADA POLA KEDATANGAN BERKELOMPOK (BATCH ARRIVAL) SATU SERVER Sucia Mentari Sucia Mentari; Retno Subekti Retno Subekti; Nikenasih Binatari Nikenasih Binatari
Jurnal Kajian dan Terapan Matematika Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Matematika
Publisher : Jurnal Kajian dan Terapan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

r class="Apple-interchange-newline" Tujuan dari penulisan ini adalah menjelaskan pengembangan dari model antian kedatangan berkelompok,dengan diasumsikan bahwa jika tidak ada pelanggan dalam sistem, maka server akan melakukan vacation,menurunkan formula untuk mengukur keefektifannya, serta memberikan implementasi dari model antrian tersebut.Penurunan formula untuk mengukur keefektifan sistem antrian (��/�/1 (��)) dilakukan dengan pendekatanQuasi Birth-Death Process. Sebagai dasar untuk memperoleh ukuran keefektifan model antrian tersebut yaitudengan menentukan probability generating function (PGF) dari banyaknya pelanggan dalam sistem antrian��/�/1 biasa dan pgf dari penambahan pelanggan yang terjadi karena adanya vacation. Ukuran keefektifan padamodel antrian (��/�/1 (��)) adalah nilai harapan banyaknya pelanggan dalam sistem � yang meliputibanyaknya pelanggan dalam sistem saat server sibuk tanpa vacation (��) dan banyaknya pelanggan tambahan saatserver melakukan vacation (��). Hasil dari implementasi menunjukkan bahwa nilai ukuran keefektifan pada modelantrian dengan vacation lebih besar dibandingkan dengan model antrian tanpa vacation. Hal itu menunjukkanmodel antrian dengan vacation lebih mendekati keadaan sebenarnya.
Penentuan jalur kritis pada penjadwalan proyek konstruksi menggunakan fuzzy trapezoidal critical path method Saurika Muhsinina; Sahid Sahid
Jurnal Kajian dan Terapan Matematika Vol 8, No 3 (2022): Jurnal Kajian dan Terapan Matematika
Publisher : Jurnal Kajian dan Terapan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjadwalkan proyek konstruksi dengan fuzzy trapezoidal critical path method (FCPM), mengetahui perilaku algoritma FCPM dalam menyelesaikan masalah penjadwalan proyek konstruksi, dan mengetahui hasil penyelesaian masalah penjadwalan proyek konstruksi dengan FCPM. Penelitian ini merupakan penelitian masalah penjadwalan dengan FCPM menggunakan program Python. Data penelitian diperoleh dengan teknik acak menggunakan sejumlah 12 aktivitas dan studi kasus proyek peningkatan jalan dan jembatan yang masing-masing memiliki 7 aktivitas. Data random diacak menggunakan Microsoft Excel dan data studi kasus diperoleh dari instansi pemerintah di bidang infrastruktur pembangunan di Sleman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 6 dari 12 aktivitas yaitu A-B-D-F-G-L merupakan jalur kritis pada data acak. Pada proyek peningkatan jalan, aktivitas mobilisasi, pekerjaan tanah, pekerjaan aspal, pekerjaan trotoar, dan pekerjaan lain-lain pada proyek peningkatan jalan merupakan aktivitas kritis. Durasi normal penyelesaian proyek jalan adalah 112 sampai 119 hari, dengan durasi tercepat 105 hari, dan terlama 126 hari. Hasil tersebut mendekati penyelesaian secara nyata di lapangan yang berlangsung selama 120 hari. Pada proyek peningkatan jembatan, aktivitas mobilisasi, struktur, dan pekerjaan lain-lain merupakan aktivitas kritis. Durasi normal penyelesaian proyek adalah 153 sampai 159 hari, dengan durasi tercepat 147 hari, dan terlama 166 hari. Hasil tersebut mendekati rencana penjadwalan yang akan dilaksanakan selama 150 hari.
PENERAPAN ALGORITMA SWEEP DAN ALGORITMA GENETIKA PADA PENYELESAIAN CAPACITATED VEHICLE ROUTING PROBLEM (CVRP) UNTUK OPTIMASI PENDISTRIBUSIAN GULA Septia Eva Fradina; Fitriana Yuli Saptaningtyas
Jurnal Kajian dan Terapan Matematika Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Matematika
Publisher : Jurnal Kajian dan Terapan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Capacitated  Vehicle  Routing  Problem  (CVRP)  merupakan  suatu  permasalahan  yang  berkaitan  dengan penentuan  rute  yang  optimal  dengan  memperhatikan  kendala  setiap  kendaraan  memiliki  kapasitas  tertentu  dan setiap  depot  memiliki  permintaan  tertentu.  Tujuan  dari  penelitian  ini  adalah  membangun  model  CVRP  untuk optimasi rute pendistribusian gula,   menyelesaikan masalah CVRP dengan algoritma sweep  dan algoritma  genetikayang selanjutnya dilakukan analisis perbandingan untuk melihat algoritma yang lebih baik dalam menentukan rute optimum  pendistribusian.  Proses  perhitungan  algoritma  sweep  dilakukan  dua  tahap  yaitu  clustering  dan  tahap pembentukan  rute  menggunakan  metode  Nearest  Neighbour.  Langkah-langkah  dalam  proses  algoritma  genetika adalah    mendefinisikan  populasi,  menentukan  nilai  fitness,  melakukan  proses  seleksi  menggunakan  metodeRoulette  Whell,  pindah  silang  dengan  order  crossover,  melakukan  mutasi  dengan  swapping  mutation,  dan memperoleh  individu  baru  yang  menuju  ke  penyelesaian  optimum.  Berdasarkan  perhitungan  yang  dilakukan, algoritma genetika menghasilkan jarak tempuh  5,7 %   lebih baik dibandingkan hasil yang diperoleh menggunakan algoritma sweep.Kata Kunci : Algoritma Genetika, Algoritma Sweep, CVRP, Pendistribusian Gula
ANALISIS BIFURKASI PADA MODEL MATEMATIKA KOMPETISI ANTAR DUA POPULASI Retno Ambarwati , Dr. Hartono
Jurnal Kajian dan Terapan Matematika Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Matematika
Publisher : Jurnal Kajian dan Terapan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis model matematika sistem kompetisi antar dua populasi dan mengetahui jenis bifurkasi sistem tersebut apabila parameter tingkat kematian populasi karena persaingan antar individu divariasikan. Model matematika kompetisi antar dua populasi memiliki empat titik ekuilibrium yang keberadaan tiga diantaranya bergantung pada tingkat kematian kedua populasi karena persaingan antar individu dan satu titik ekuilibrium lainnya tidak bergantung pada tingkat kematian kedua populasi karena persaingan antar individu. Kestabilan titik ekuilibrium ditentukan berdasarkan nilai eigen dari hasil linearisasi di sekitar titik ekuilibrium. Perubahan kestabilan titik ekuilibrium dan perubahan banyaknya titik ekuilibrium sebagai penanda terjadinya bifurkasi. Selain itu, simulasi dilakukan untuk beberapa pasang nilai tingkat kematian karena persaingan antar. Hasil perhitungan nilai eigen dari hasil linearisasi dan hasil analisis secara numerik dari sistem kompetisi dua populasi dengan parameter tingkat kematian kedua populasi karena persaingan antar individu yang divariasikan menunjukkan terjadinya bifurkasi pada sistem kompetisi antar dua populasi. Apabila tingkat kematian populasi jenis I kurang dari tingkat kematian populasi jenis II maka populasi jenis II akan punah dan terdapat tiga titik ekuilibrium, apabila tingkat kematian populasi jenis I sama dengan tingkat kematian populasi jenis II maka terdapat dua kondisi yaitu : 1) Populasi jenis I dan populasi jenis II hidup bersama dengan empat titik ekuilibrium atau tak hingga banyak titik ekuilibrium, 2) Populasi jenis I akan punah ketika populasi awal jenis II lebih besar dari populasi awal jenis I dan terdapat empat titik ekuilibrium sedangkan populasi jenis II akan punah ketika populasi awal jenis I lebih besar dari populasi awal jenis II dan terdapat empat titik ekuilibrium, selanjutnya apabila tingkat kematian populasi jenis I kurang dari tingkat kematian populasi jenis II maka populasi jenis I akan punah dan terdapat tiga titik ekuilibrium. Kata kunci : Sistem kompetisi, titik ekuilibrium, nilai eigen, bifurkasi AbstractThis research aims to analyze the mathematical model of competition system between two populations and to know the type of bifurcation of the system if the parameter of mortality rate the population because of the competition between individuals is varied.  The mathematical model of competition between the two populations has four equilibrium points where the existence of three points depends on the mortality rate of the two populations because the competition between individuals and one other is not dependent on the mortality rate of the two populations because of the competition between individuals. The stability of the equilibrium point is determined based on the eigen value from the result of the linearization around the equilibrium point. The change in stability of the equilibrium point and the change in the number of equilibrium points as a marker of the occurrence of bifurcation. In addition, the simulation is performed for several pairs of mortality rate because the competition between individuals.                              The results of calculating eigenvalues from the result of the linearizationand numerical results of the competition system between two populations with the parameters of the mortality rate of the two populations because the competition between individuals being varied will indicate the occurrence of bifurcation in the competition system between two populations. If the mortality rate of type I population is less than the mortality rate of population type II then the population of type II will be extinct and there are three equilibrium points, if the mortality rate of population of type I is equal to the level of mortality of population type II then there are two conditions: 1) Population type I and type II living together with four equilibrium points or infinity equilibrium points, 2) Population type I will be extinct when the initial population of type II is larger than the initial population of type I and there are four equilibrium points and population type II will become extinct when the initial population of type I is larger than the initial population of type II, if the mortality rate of the type I population is less than the mortality rate of population type II then the population of type I will become extinct and there are three equilibrium points. Keywords: Competition system, equilibrium point, eigenvalues, bifurcation
ANALISIS KESTABILAN MODEL SEIIT (SUSCEPTIBLE-EXPOSED-ILL-ILL WITH TREATMENT) PADA PENYAKIT DIABETES MELLITUS Hesti Endah Lestari; Dwi Lestari; Husna Árifah
Jurnal Kajian dan Terapan Matematika Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Matematika
Publisher : Jurnal Kajian dan Terapan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit tidak menular mematikan yang penyebaran berasal dari dalam dirisetiap individu yang gaya hidupnya pasif dan tidak sehat serta memiliki pola makan yang tidak baik. Penelitian inibertujuan untuk menjelaskan model matematika masalah penyebaran penyakit diabetes mellitus tanpa faktorgenetik dengan perawatan. Selanjutnya menganalisa kapan penyakit akan menghilang atau tetap ada dalampopulasi. Tahapan analisis yaitu menjelaskan pembentukan model SEIIT (Susceptible-Exposed-ILL-ILL withtreatment), dilanjutkan dengan menentukan titik ekuilibrium dan nilai bilangan reproduksi dasar (????????), menganalisakestabilan di sekitar titik ekuilibrium dan melakukan simulasi dengan menggunakan MAPLE berdasarkan data dariKota Yogyakarta tahun 2014. Dari hasil analisa dapat disimpulkan bahwa penyebaran penyakit diabetes mellitusdipengaruhi oleh laju kontak infektif individu yang rentan terhadap individu yang laten, laju rekrutmen, dan lajukematian alami, dengan kata lain peningkatan laju perpindahan individu laten terhadap individu sakit tanpaperawatan hanya mempengaruhi perilaku solusi dalam menuju titik ekuilibrium endemik. Selanjutnya pada kasusdi Kota Yogyakarta, populasi yang terjangkit diabetes mellitus akan semakin berkurang atau bahkan menghilangjika nilai dari laju kontak infektif individu yang rentan terhadap individu yang laten kurang dari 0.0000075,sebaliknya penyakit diabetes mellitus akan tetap ada dalam populasi jika nilai dari laju kontak infektif individuyang rentan terhadap individu yang laten lebih dari 0.0000075. Berdasarkan simulasi yang dibentuk dari modelSEIIT, diperoleh kesimpulan jika laju kontak infektif individu yang rentan menjadi individu yang laten semakinbesar, maka tingkat penyebaran penyakit diabetes mellitus semakin besar.Kata Kunci: diabetes mellitus, model SEIIT, dan analisis kestabilan.
PENERAPAN METODE BAYESIAN DALAM MODEL LATENT DIRICHLET ALLOCATION DI MEDIA SOSIAL Muh. Fajriyanto , Dr. Hartono
Jurnal Kajian dan Terapan Matematika Vol 7, No 4 (2018): Jurnal Matematika
Publisher : Jurnal Kajian dan Terapan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui berita apa yang dominan dibahas di masyarakat pada periode waktu tertentu. Model Latent Dirichlet Allocation (LDA), sebuah model probabilitas dimana akan menghasilkan beberapa macam topik yang berbeda. Diawali dengan mengambil data data tweet dari twitter. Data yang semula vektor diubah menjadi corpus lalu dilakukan pre-processing pada data agar bisa dibentuk model. Selanjutnya pembentukan model pada data dan estimasi parameter yang digunakan adalah metode Bayesian dengan estimasi Gibbs Sampling. Setelah mendapatkan model dari data training maka model tersebut digunakan pada data testing untuk mendapatkan berita yang dominan dibahas di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan nilai loglikehood paling tinggi -1759487 dengan 10 topik dan topik yang dominan dibahas di masyarakat yang diterbitkan @kompascom pada tanggal 11 Mei 2018 sampai 25 Mei 2018  adalah Menyebarkan gambar atau video lokasi bom di Surabaya dapat ikut menyebarkan teror dan ketakutan yang jadi tujuan pelaku bom dengan nilai probabilitas topik 0.10057. Kata kunci: Media Sosial, twitter, pemodelan topik, Latent Dirichlet Allocation, Bayesian, dan Gibbs Sampling AbstractThis research aims to find out what news is dominantly discussed in the community for a certain period of time. The Latent Dirichlet Allocation (LDA) model, a probability model which will produce several different topics. Beginning by taking data tweet data from twitter. The original vector data is converted into a corpus and then pre-processing the data to form a model. Furthermore, the formation of model on data and parameter estimation used is Bayesian method with Gibbs Sampling estimation. After getting the model from the training data then the model is used in data testing to get the dominant news discussed in the public. The results of this research showed that the highest loglikehood value -1759487 with 10 topics and topics dominantly discussed in the public published @kompascom on May 11, 2018 until May 25, 2018 is spread the image or video of the location of the bomb in Surabaya can participate in spreading terror and fear of the goal bombers with probability value topic 0.10057. Keywords: Social Media, twitter, topic modeling, Latent Dirichlet Allocation, Bayesian, and Gibbs Sampling

Page 4 of 19 | Total Record : 190