cover
Contact Name
-
Contact Email
admin.journal@unika.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
admin.journal@unika.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran, Universitas Katolik Soegijapranata, Jl. Pawiyatan Luhur IV/1, Bendan Dhuwur, Semarang 50234, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pranata Biomedika
ISSN : -     EISSN : 28281233     DOI : https://doi.org/10.24167/jpb
Core Subject : Health,
Artikel yang diterbitkan adalah artikel yang mencakup semua aspek di bidang kedokteran dan ilmu kesehatan dari mahasiswa, dosen, dan praktisi yang bekerja di bidang kedokteran dan ilmu kesehatan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2: September 2025" : 6 Documents clear
PROFIL SINDROM DISPEPSIA PADA KARYAWAN RS WIRA SAKTI KUPANG Prawira, I Putu Tude Rangga; Sutanto, Eviana Budiartanti; Setyaningsih, Mayang
Jurnal Pranata Biomedika Vol 4, No 2: September 2025
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jpb.v4i2.15231

Abstract

Latar Belakang: Sindrom dispepsia merupakan gangguan gastrointestinal yang sering terjadi pada tenaga kesehatan dan kerap dikaitkan dengan perilaku gaya hidup tidak sehat, seperti merokok dan konsumsi kopi. Namun, hasil penelitian sebelumnya menunjukkan temuan yang tidak konsisten terkait hubungan kedua faktor tersebut dengan kejadian dispepsia, teutama pada populasi karyawan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perilaku merokok dan konsumsi kopi terhadap kejadian sindrom dispepsia pada karyawan rumah sakit.      Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 180 karyawan rumah sakit di Kota Kupang, Indonesia, yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Perilaku merokok diukur menggunakan Indeks Brinkman, sedangkan konsumsi kopi dinilai berdasarkan frekuensi konsumsi. Sindrom dispepsia ditentukan menggunakan kuesioner self-report yang diadaptasi dari kriteria Rome IV. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 32,8% responden mengalami sindrom dispepsia dan terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku merokok (p = 0,002) dan konsumsi kopi (p = 0,006) dengan kejadian sindrom dispepsia. Perilaku merokok dan konsumsi kopi memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian sindrom dispepsia pada karyawan rumah sakit. Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan pentingnya upaya promotif dan preventif untuk mendorong perubahan gaya hidup yang lebih sehat di lingkungan kerja.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KADAR HDL PADA TENAGA KERJA UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA TAHUN 2025 Legawa, Elvino; Susianto, Indra Adi; Paotiana, Monica; Safitri, Nathalia; Cynthia, Cynthia
Jurnal Pranata Biomedika Vol 4, No 2: September 2025
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jpb.v4i2.15226

Abstract

Beberapa teori menyatakan bahwa peningkatan aktivitas fisik merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan kadar HDL sebagai faktor kardioprotektif. HDL merupakan komponen kolesterol yang berfungsi dalam reverse cholesterol transport pathway untuk mencegah adanya atherosklerosis di pembuluh darah. Rendahnya kadar HDL dalam tubuh dapat menyebabkan berbagai macam penyakit yang berhubungan dengan vaskular seperti hipertensi, serangan jantung, stroke, dan lain sebagainya. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia, sebanyak 87% populasi Indonesia memiliki kadar HDL rendah dan sebanyak 37,4% populasi Indonesia kurang melakukan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kadar HDL pada tenaga kerja Universitas Katolik Soegijapranata Semarang Tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan desain penelitian cross-sectional. Sampel penelitian yang digunakan adalah sampel yang berusia 19-44 tahun, memenuhi kriteria inklusi dan bersedia mengikuti penelitian. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Skala data pada penelitian ini adalah ordinal dan analisis data penelitian menggunakan uji Spearman. Terdapat 40 responden dalam penelitian ini, dengan 26 responden perempuan, dan 14 responden laki-laki. Terdapat 7 responden (17,5%) dengan aktivitas fisik kurang, 16 responden (65%) dengan aktivitas fisik sedang, dan 7 responden (17,5%) dengan aktivitas fisik berat. Terdapat 16 responden (40%) dengan kadar HDL low, 23 responden (57,5%) desirable, dan 1 responden (2,5%) optimal. Berdasarkan uji Spearman tidak didapatkan hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar HDL (p=0,180). Pada penelitian ini tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar HDL pada tenaga kerja Universitas Katolik Soegijapranata Semarang Tahun 2025. 
ASOSIASI PROFIL LIPID TERHADAP KADAR HBA1C PADA PASIEN DMT2 DI KOTA SEMARANG Kokoh, Charlie; Cynthia, Cynthia; Patinggi, Septin Kamilia
Jurnal Pranata Biomedika Vol 4, No 2: September 2025
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jpb.v4i2.15232

Abstract

Latar Belakang:Prevalensi diabetes melitus tipe 2 (DMT2) terus meningkat, yaitu 10,5% secara global dan 638.178 kasus di Indonesia menurut SKI 2023, dengan 88.180 kasus di Jawa Tengah. Pasien DMT2 sering mengalami dislipidemia yang dapat memengaruhi kadar HbA1c sebagai indikator gold standar kontrol glikemik. Memahami hubungan profil lipid dan HbA1c penting untuk mendukung pengobatan serta pencegahan komplikasi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan profil lipid terhadap kadar HbA1c pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Mijen Kota Semarang.Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif observasional dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data sekunder hasil pemeriksaan laboratorium pasien Prolanis tahun 2024. Sampel terdiri dari 81 pasien DMT2 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dipilih dengan metode consecutive sampling. Analisis hubungan antara profil lipid dan kadar HbA1c menggunakan uji korelasi Spearman.Hasil: Analisis bivariat menunjukkan kadar kolesterol total (p=0,466) dan LDL (p=0,758) tidak memiliki hubungan signifikan dengan kadar HbA1c. Sebaliknya, kadar HDL menunjukkan hubungan signifikan negatif (p=0,016; r=-0,266), sedangkan trigliserida memiliki hubungan signifikan positif (p=0,013; r=0,276). Dengan demikian, hanya HDL dan trigliserida yang berhubungan secara signifikan dengan kadar HbA1c.Kesimpulan: Mayoritas responden perempuan berusia 45-59 tahun dengan IMT kategori obesitas tingkat 1. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara kolesterol total dan LDL dengan kadar HbA1c, sedangkan HDL berhubungan negatif dan trigliserida berhubungan positif secara signifikan dengan kadar HbA1c pada pasien diabetes melitus tipe 2.
PROFIL KELAINAN RADIOLOGI OSTEOARTRITIS LUTUT DI GROBOGAN JAWA TENGAH Ersani, Josephine Marcella Putri; Setyaningsih, Mayang; Pradnya, Matilda Stella
Jurnal Pranata Biomedika Vol 4, No 2: September 2025
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jpb.v4i2.15227

Abstract

Osteoartritis merupakan salah satu penyebab utama disabilitas dengan 595 juta kasus global dan 713.783 kasus di Indonesia. RS Panti Rahayu Grobogan mencatat peningkatan kunjungan OA lutut dari 4.993 (2021) menjadi 8.939 (2023). Karakteristik penduduk Grobogan yang mayoritas bekerja di sektor fisik berat sehingga memberikan beban mekanik berlebih pada sendi lutut dan berpotensi mempercepat terjadinya osteoartritis. Variasi IMT diduga berpengaruh terhadap derajat keparahan OA, sehingga penting diteliti hubungannya.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan indeks massa tubuh dengan gambaran kelainan radiologi osteoartritis di Rumah Sakit Panti Rahayu Grobogan.Metode : Jenis penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling dari data sekunder rekam medis pasien OA tahun 2024. Analisis data menggunakan univariat untuk menganalisis distribusi frekuensi data jenis kelamin, IMT, gambaran kelainan radiologi OA lutut, dan jenis pekerjaan, serta uji bivariat dengan uji statistik korelasi Spearman.Hasil: Sebagian besar responden OA dengan IMT obesitas (64,47%) dan overweight (23,7%). Gambaran radiologi OA lutut terbanyak adalah grade 4 (44,7%) dan grade 3 (38,2%). Individu obesitas paling banyak ditemukan pada grade 3 (31,58%) dan grade 4 (26,32%). Uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara IMT dan gambaran kelainan radiologi OA (p0,05).Kesimpulan : Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara IMT dengan gambaran kelainan radiologi OA lutut.
ASOSIASI PROFIL LIPID DENGAN HIPERTENSI PADA DI PUSKESMAS ALIAN KEBUMEN Firdaus, Jaiza Alya; Cynthia, Cynthia; Sutanto, Eviana Budiartanti
Jurnal Pranata Biomedika Vol 4, No 2: September 2025
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jpb.v4i2.15228

Abstract

Latar belakang : Hipertensi memiliki prevalensi yang tinggi, termasuk di Kabupaten Kebumen, dan sering berkaitan dengan dislipidemia yang dapat memengaruhi progresivitas tekanan darah. Penelitian sebelumnya mengenai hubungan profil lipid dengan hipertensi masih menunjukkan hasil yang bervariasi. Hingga saat ini, belum terdapat penelitian serupa di wilayah Kabupaten Kebumen, sehingga diperlukan analisis lebih lanjut untuk mengetahui hubungan profil lipid dengan derajat hipertensi pada populasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan profil lipid dengan derajat hipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Alian, Kabupaten Kebumen.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional dan desain cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 122 subjek. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari rekam medis.Hasil : Hipertensi paling banyak ditemukan pada perempuan dan kelompok usia 60–69 tahun. Analisis bivariat dengan uji Chi-square menunjukkan bahwa kolesterol total (p=0,074), HDL (p=0,090), dan trigliserida (p=0,069) tidak berhubungan signifikan dengan derajat hipertensi. Sebaliknya, kadar LDL memiliki hubungan signifikan (p=0,041).Kesimpulan :  Sebagian besar subjek memiliki profil lipid tidak normal, dengan hipertensi derajat 1 sebagai yang terbanyak. Kolesterol total, HDL, dan trigliserida tidak berhubungan signifikan, sedangkan LDL berhubungan signifikan dengan derajat hipertensi.
ASOSIASI DEVIASI SEPTUM NASI DENGAN SINUSITIS KRONIS DI RSD K.R.M.T. WONGSONEGORO Kristanto, Ivana Gavrila; Kristanti, Alberta Widya; Trisnanto, Rezka Dian
Jurnal Pranata Biomedika Vol 4, No 2: September 2025
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jpb.v4i2.15230

Abstract

Latar Belakang: Sinusitis kronis merupakan peradangan mukosa sinus yang berlangsung lebih dari 12 minggu dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor obstruktif. Salah satu faktor yang diduga berperan adalah deviasi septum nasi (DSN), yaitu penyimpangan septum hidung yang dapat menghambat aliran udara serta mengganggu drainase mukosilier. Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan antara deviasi septum nasi dengan kejadian sinusitis kronis pada usia produktif di RSD K.R.M.T. Wongsonegoro Semarang tahun 2023-2024.Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan teknik consecutive sampling terhadap pasien THT berusia 15-64 tahun yang memenuhi kriteria inklusi berdasarkan data rekam medis periode Januari 2023-Desember 2024. Penilaian deviasi septum nasi dan sinusitis kronis dilakukan melalui pemeriksaan klinis dan/atau radiologi. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan Odds Ratio (OR).Hasil: Dari 115 subjek penelitian, keluhan hidung lebih sering ditemukan pada perempuan dan kelompok usia 15-24 tahun. Sebanyak 77% subjek dengan sinusitis kronis tidak memiliki deviasi septum nasi, sedangkan 9,3% memiliki DSN. Pada kelompok tanpa sinusitis kronis, proporsi subjek dengan DSN mencapai 90,7%, sedangkan 23% tidak memiliki DSN. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara deviasi septum nasi dan sinusitis kronis (p = 0,048) dengan risiko hampir tiga kali lebih besar pada subjek dengan DSN (OR = 2,919). Hubungan paling kuat ditemukan pada sinus maksilaris dengan signifikansi tinggi (p = 0,001) dan peningkatan risiko sebesar OR = 4,258.Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa deviasi septum nasi berhubungan dengan peningkatan kejadian sinusitis kronis, terutama pada sinus maksilaris.

Page 1 of 1 | Total Record : 6