cover
Contact Name
-
Contact Email
admin.journal@unika.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
admin.journal@unika.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran, Universitas Katolik Soegijapranata, Jl. Pawiyatan Luhur IV/1, Bendan Dhuwur, Semarang 50234, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pranata Biomedika
ISSN : -     EISSN : 28281233     DOI : https://doi.org/10.24167/jpb
Core Subject : Health,
Artikel yang diterbitkan adalah artikel yang mencakup semua aspek di bidang kedokteran dan ilmu kesehatan dari mahasiswa, dosen, dan praktisi yang bekerja di bidang kedokteran dan ilmu kesehatan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "vol 5, no 1: maret 2026" : 6 Documents clear
ANALISIS BESAR PENGARUH JENIS KONTRASEPSI HORMONAL PIL DAN SUNTIK TERHADAP TINGKAT KEPARAHAN MELASMA PADA PASIEN DI SKIN’S ESSENTIAL CLINIC SEMARANG TAHUN 2025 Krisnasari, Maria Adnyana Dentang; Mandagie, Aprilia Karen; Yanuarty, Maya; Ibrahim, Sugeng; Susianto, Indra Adi
Jurnal Pranata Biomedika Vol 5, No 1: Maret 2026
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jpb.v5i1.15236

Abstract

Latar Belakang: Melasma merupakan kelainan hiperpigmentasi yang dipengaruhi oleh faktor hormonal, termasuk penggunaan kontrasepsi hormonal. Kontrasepsi pil dan suntik dapat memicu melasma melalui peningkatan aktivitas melanogenesis. Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara jenis kontrasepsi dengan keparahan melasma, namun data mengenai perbedaan besar pengaruh antara pil dan suntik masih terbatas.Tujuan penelitian: Mengetahui perbedaan besar pengaruh jenis kontrasepsi hormonal pil dan suntik terhadap tingkat keparahan melasma pada pasien di Skin’s Essential Clinic Semarang Tahun 2025.Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan 37 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Jenis kontrasepsi ditentukan melalui kuesioner, sedangkan tingkat keparahan melasma diukur menggunakan skor MASI. Analisis dilakukan dengan uji Fisher’s Exact untuk menilai hubungan jenis kontrasepsi hormonal dengan tingkat keparahan melasma, serta uji Mann-Whitney untuk menilai perbedaan besar pengaruh antara kedua jenis kontrasepsi terhadap tingkat keparahan melasma.Hasil: Mayoritas pengguna kontrasepsi pil mengalami melasma derajat sedang (42,1%) dan berat (42,1%), sedangkan pengguna kontrasepsi suntik didominasi oleh derajat ringan (50%) dan sedang (44,4%). Berdasarkan uji Fisher’s Exact (p = 0,034) terdapat hubungan bermakna antara jenis kontrasepsi hormonal dengan tingkat keparahan melasma. Uji Mann Whitney menunjukkan perbedaan besar pengaruh yang signifikan antara kedua kelompok (p = 0,005), dengan mean rank pengguna pil lebih tinggi dibanding pengguna suntik, menandakan melasma lebih berat pada kelompok pil.Kesimpulan: Terdapat hubungan dan perbedaan besar pengaruh yang signifikan antara jenis kontrasepsi hormonal pil dan suntik terhadap tingkat keparahan melasma. Pengguna kontrasepsi pil menunjukkan derajat melasma lebih berat dibandingkan pengguna kontrasepsi suntik.
CORRELATION BETWEEN HEMOGLOBIN LEVEL AND LOW BIRTH WEIGHT AMONG PREGNANT WOMEN IN MANOKWARI, WEST PAPUA Tjitradinata, Cynthia; Setiawan, I Edward Kurnia; Santoso, Ferry; Susianto, Indra Adi; Maya, Tiovani; Sutanto, Eviana Budiartanti; Sebong, Perigrinus Hermin
Jurnal Pranata Biomedika Vol 5, No 1: Maret 2026
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jpb.v5i1.15238

Abstract

Introduction: Birth weight and its related maternal factors have significantly affected health throughout an individual’s life, particularly in western Indonesia. This study aims to reveal the effect of maternal anemia on low birth weight among newborns in General Hospital.Methods: A formative study was conducted from October to December 2023 in Manokwari, West Papua Province, Indonesia. We used secondary data from the birth cohort register 2022, including maternal socio-demographic information, health-related factors, antenatal visit details, and neonatal birth outcomes.Results: Pregnant women who give birth have an average gestational age of 28.80 (±1.08). The average hemoglobin level among pregnant women is 10.25 (±2.12), and the average newborn birth weight is 2932.9 (±447.1). Maternal age, educational status, employment status, infant gender, gestational age, and comorbidities do not correlate with birth weight. In contrast, hemoglobin levels with birth weight have a significant relationship between maternal hemoglobin levels and newborn birth weight.Conclusion: The study revealed that mothers with low hemoglobin levels are significantly associated with low birth weight among newborns at Manokwari Regional Hospital, West Papua. Future studies should be adjusted to explain pregnant women's iron levels and nutrition intake.
MAPPING INSOMNIA SEVERITY AMONG PROLANIS PATIENTS: A FORMATIVE STUDY IN A REMOTE AREA OF INDONESIA Bachtiar, Vania Angeline; Sebong, Perigrinus Hermin; Pratiwi, Fransiska Inka; Sutanto, Eviana Budiarti; Mandagie, Aprilia Karen; Christyana, To Lidwina Prillya Indra; Santoso, Ferry
Jurnal Pranata Biomedika Vol 5, No 1: Maret 2026
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jpb.v5i1.15239

Abstract

Background: poor sleep quality among type-2 diabetes mellitus and hypertension patients is a neglected issue in pursuing a continuum of care for the patients. Only little information is available concerning the association between hypertensive and diabetes mellitus conditions and poor quality of sleep among the Indonesian elderly in rural areas. This study aims to assess insomnia severity among PROLANIS patients.Methods: formative research was applied to map the current occurrence of insomnia severity among medical PROLANIS patients Puskesmas Pasir Sakti Lampung Timur. Data were collected through self-questionnaires (n=43). Univariate and ANOVA tests were used with significance (p-value 0.05). Results: the study included 43 participants, with a mean age of 66.02 (± 8.25). The Insomnia Severity Index mean scores were 12.26  ± 5.13 (hypertension), 8.67 ± 7.02 (type-2 diabetes mellitus), and 7.65 ± 5.84 (type-2 diabetes mellitus + hypertension). Our study showed significant differences in the insomnia severity index score between chronic conditions.Conclusions: There was a considerable difference in insomnia severity and sleep hygiene between patients with hypertension, type-2 diabetes mellitus, and type-2 diabetes mellitus + hypertension. Also, sleep hygiene significantly differed between routine and non-medical intake. Future assessment of sleep hygiene and insomnia severity should be intensive and incorporated into the PROLANIS program in Puskesmas. It is also needed for sleep quality literacy interventions among patients in rural areas.
ASOSIASI HIPERTENSI DENGAN LAJU FILTRASI GLOMERULUS Arissya, Azalea Farsya Kanya; Setyaningsih, Mayang; Trisnanto, Rezka Dian
Jurnal Pranata Biomedika Vol 5, No 1: Maret 2026
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jpb.v5i1.15233

Abstract

Latar belakang : Hipertensi merupakan faktor risiko utama terjadinya kerusakan ginjal. Salah satu parameter untuk menilai fungsi ginjal adalah laju filtrasi glomerulus (LFG). Di Indonesia, penelitian spesifik mengenai hubungan derajat hipertensi dengan LFG masih terbatas.Tujuan penelitian : Mengetahui hubungan antara derajat hipertensi dengan laju filtrasi glomerulus pada pasien rawat inap RS Panti Wilasa dr. Cipto Semarang tahun 2025.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional menggunakan data sekunder rekam medis. Sampel terdiri dari 108 pasien rawat inap hipertensi periode Januari-Maret 2025 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Derajat hipertensi ditentukan berdasarkan JNC 8 dan LFG dihitung menggunakan rumus CKD-EPI. Analisis meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Mann-Whitney, korelasi Spearman, dan Chi-square for trend.Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara derajat hipertensi dengan laju filtrasi glomerulus pada pasien rawat inap RS Panti Wilasa dr. Cipto Semarang tahun 2025. Penurunan fungsi ginjal pada pasien hipertensi bersifat multifaktorial dan tidak semata-mata ditentukan oleh derajat hipertensi. 
CORRELATION BETWEEN ANTITUBERCULOSIS MEDICATION ADHERENCE AND HEALTH-RELATED QUALITY OF LIFE AMONG TUBERCULOSIS PATIENTS IN KLATEN Suizke, Elfrida Claudia Febriene; Sutanto, Eviana Budiartanti; Sebong, Perigrinus Hermin
Jurnal Pranata Biomedika Vol 5, No 1: Maret 2026
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jpb.v5i1.15240

Abstract

Background: Tuberculosis remains a major public health challenge in Indonesia, particularly in high-burden areas such as Klaten. Beyond clinical recovery, improving Health-Related Quality of Life (HRQoL) is an essential goal in tuberculosis management. Medication adherence plays a critical role in achieving successful treatment outcomes, as it contributes to symptom resolution, prevention of complications, and overall improvement in patients’ well-being. However, previous studies examining the relationship between adherence and HRQoL have shown inconsistent results, and empirical data in high-case settings remain limited.This study aimed to analyze the relationship between adherence to antituberculosis medication and HRQoL among tuberculosis patients in Klaten.Methods: An analytic observational study with a cross-sectional design was conducted among 85 respondents from 16 Community Health Centres in Klaten Regency between August and December 2025. Medication adherence was assessed using the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8), while HRQoL was measured using the 36-Item Short Form Survey (SF-36). Data were analyzed using Spearman’s rank correlation test.Results: A significant and strong positive correlation was found between medication adherence and HRQoL (p 0.001; r = 0.625; 95% CI: 0.451–0.785). Higher adherence was associated with better quality of life.Conclusion: Strengthening adherence support is essential to improve the overall well-being of tuberculosis patients.
LEMAK JENUH DENGAN KADAR KOLESTEROL TOTAL Casey, Angelia; Christyana, To Lidwina Prillya Indra; Safitri, Nathalia
Jurnal Pranata Biomedika Vol 5, No 1: Maret 2026
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jpb.v5i1.15235

Abstract

Latar Belakang: Hiperkolesterolemia merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang berkontribusi terhadap tingginya angka morbiditas dan mortalitas di dunia. Perubahan pola makan masyarakat, khususnya peningkatan konsumsi lemak jenuh, menjadi salah satu faktor yang berperan dalam peningkatan kadar kolesterol total. Peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) merupakan kelompok dengan risiko tinggi mengalami gangguan metabolik, termasuk dislipidemia, sehingga diperlukan kajian lebih lanjut mengenai faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan lemak jenuh dengan kadar kolesterol total pada peserta Prolanis di Puskesmas Rowosari dan Puskesmas Ngaliyan Kota Semarang tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian adalah peserta Prolanis yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data asupan lemak jenuh diperoleh menggunakan Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), sedangkan kadar kolesterol total diperoleh dari data hasil pemeriksaan laboratorium. Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi p 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki asupan lemak jenuh rendah dan kadar kolesterol total 200 mg/dL. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara asupan lemak jenuh dengan kadar kolesterol total dengan arah korelasi positif dan kekuatan korelasi lemah-sedang. Kesimpulan: Hasil  penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara asupan lemak jenuh dengan kadar kolesterol total, di mana meskipun sebagian besar responden memiliki asupan lemak jenuh yang rendah dan kadar kolesterol total dalam batas normal, peningkatan asupan lemak jenuh tetap menunjukkan kecenderungan diikuti oleh peningkatan kadar kolesterol total.

Page 1 of 1 | Total Record : 6