cover
Contact Name
Safwan Kamal
Contact Email
safwankamal@iainlangsa.ac.id
Phone
+6285296667441
Journal Mail Official
asnaf@iainlangsa.ac.id
Editorial Address
Jalan Meurandeh Langsa Lama Kota Langsa Provinsi Aceh, Indonesia
Location
Kota langsa,
Aceh
INDONESIA
ASNAF
ISSN : 28286189     EISSN : 28289854     DOI : https://doi.org/10.32505/asnaf.v2i2
Economic Walfare Zakat and waqf philanthropy Islamic financial planning for walfare Islamic SMEs and microfinance for welfare Islamic financial technology for welfare Islamic social funds and crowdfunding Islamic monetary and fiscal policy for welfare Islamic development economics for welfare Islamic international economic for welfare Islamic business modeling for welfare Islamic consumer behavior for welfare Islamic marketing strategy for welfare Islamic investment and portfolio for welfare Islamic international business for welfare Halal industry for welfare
Articles 88 Documents
Wakaf Uang dalam Perspaktif Maqashid Syariah Jaser Auda: Sebuah Kajian Epistimologis Zulkifli, Zulkifli
ASNAF : Journal of Economic Welfare, Philantrophy, Zakat and Waqf Vol 4 No 2 (2025): Vol 4, No 2 (2025)
Publisher : Prodi Manajemen Zakat dan Wakaf, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/asnaf.v4i2.11253

Abstract

Abstrak Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam tentang epistemologi wakaf uang melalui lensa pemikiran maqāṣid syariah Jāsser ‘Auda, sebuah kerangka kerja yang dikembangkan untuk memahami tujuan-tujuan syariah dalam konteks yang lebih luas dan aplikatif. Metode – Metode penelitian menggunakan analisis filosofis dan studi literatur untuk memahami epistemologi wakaf uang dari perspektif pemikiran maqāṣid syariah Jāsser ‘Auda. Pendekatan ini memungkinkan pemahaman mendalam tentang bagaimana wakaf uang dapat diposisikan dalam kerangka maqāṣid, dengan mempertimbangkan nilai-nilai, tujuan, dan prinsip-prinsip yang terkandung di dalamnya. Hasil Penelitian – Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam perspektif Jāsser ‘Auda, maqāṣid syariah tidak hanya dipandang dari sudut legal-formal, melainkan sebagai kerangka dinamis yang berorientasi pada kemaslahatan (maslahah) untuk masyarakat. Perluasan maqāsid syariah yang menekankan pembangunan (development) dan hak asasi manusia (human rights) mencerminkan tujuan wakaf uang untuk memperkuat solidaritas ekonomi dan kesejahteraan sosial. Dari sudut pandang ini, wakaf uang harus dilihat sebagai instrumen yang mendukung pencapaian maqāṣid syariah, khususnya dalam menjaga harta (hifz al-māl) dan mempromosikan kesejahteraan sosial serta menjaga keseimbangan ekonomi dan memberdayakan kaum yang lemah. Keterbatasan – Pertama, fokus epistemologis yang menitikberatkan pada pemikiran Jāsser ‘Auda membuat kajian ini bersifat konseptual dan belum menyentuh aspek implementatif secara empiris di lapangan. Kedua, keterbatasan data empiris membuat generalisasi terhadap praktik pengelolaan wakaf uang di berbagai lembaga menjadi terbatas. Implikasi Praktis – Penguatan fondasi teoretis dan konseptual dalam perumusan kebijakan pengelolaan wakaf uang berbasis maqāṣid syariah kontemporer, yang berorientasi pada sistem sosial yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan umat. Penelitian ini juga memberikan kontribusi pada pengembangan pemikiran hukum Islam yang lebih terbuka terhadap pendekatan sistemik dan multidisipliner, khususnya dalam konteks ekonomi sosial Islam.
Efektivitas Pemberdayaan Infaq Produktif untuk Meningkatkan Kesejahteraan Mustahik di Baitul Mal Kota Langsa mutia sumarni, mutia; Novika Fazriati; Agustinar
ASNAF : Journal of Economic Welfare, Philantrophy, Zakat and Waqf Vol 4 No 2 (2025): Vol 4, No 2 (2025)
Publisher : Prodi Manajemen Zakat dan Wakaf, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/asnaf.v4i2.11366

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik penyaluran dana infaq produktif dan dampak pemberdayaan dana infaq produktif untuk peningkatan kesejahteraan mustahik serta ingin mengetahui efektivitas pemberdaayaan dana infaq produktif untuk peningkatan kesejahteraan mustahik di Baitul Mal Kota Langsa, Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan total 15 informan, 2 informan bersumber dari karyawan Baitul Mal Kota Langsa dan 13 lainya bersumber dari mustahik yang menerima bantuan modal dari Baitul Mal. menunjukkan bahwa praktik penyaluran dana infaq produktif di Kota Langsa diawali oleh masyarakat yang harus memenuhi beberapa persayaratan seperti proposal pengajuan bantuan, KTP, KK, surat izin usaha dari Geucik. Setelah semua syarat lengkap dan telah diserahkan kepada pihak Baitul Mal barulah Baitul Mal melakukan seleksi dan survey kepada calon mustahik apakah layak atau tidak untuk diberikan bantuan usaha tersebut. Namun pada praktiknya tedapat hal menarik yang peneliti temukan saat melakukan wawancara dimana tidak adanya konsekuensi bagi para mustahik yang tidak mampu untuk mengembalikan dana. Pemberdayaan dana infaq produktif memiliki dampak dalam peningkatan kesejahteraan mustahik di Baitul Mal Kota Langsa hal tersebut dapat terlihat dari adanya peningkatan pendapatan, pendidikan dan kesehatan dari para mustahik dan keluarga setelah diberikan bantuan modal dari Baitul Mal.Pemberdaayaan dana infaq produktif dalam peningkatan kesejahteraan mustahik di Baitul Mal Kota Langsa sudah efektiv dilakukan karena sudah memenuhi keempat indikator dari efektivitas yaitu ketepatan sasaran, sosialisasi, tujuan program dan juga pemantauan. Namun dalam pelaksanaan sosialisasi dan pemantauan masih belum dilakukan secara maksimal karena masih ada mustahik yang terlewat sehingga tidak ada sosialisasi dan pemantauan dari pihak Baitul Mal.
Sekali Haul Untuk Seumur Hidup: Studi Komparatif Konsep Haul Zakat Mal Dalam Pandangan Empat Mazhab Fikih Mustafa, Fakhrizal
ASNAF : Journal of Economic Welfare, Philantrophy, Zakat and Waqf Vol 4 No 2 (2025): Vol 4, No 2 (2025)
Publisher : Prodi Manajemen Zakat dan Wakaf, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/asnaf.v4i2.12092

Abstract

Abstrak Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbandingan konsep haul harta yang wajib zakat dalam mazhab fikih dan merumuskan konsep haul yang relevan dengan kondisi kekinian yang dapat diaplikasikan oleh seorang muslim dalam kehidupannya. Metode – Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan atau library research. Data diperoleh dari buku-buku fikih mazhab yang utama dan artikel jurnal. Analisis dilakukan dengan metode komparasi. Hasil – Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua kelompok besar dalam menyikapi haul: yang pertama bahwa haul terhitung jika harta selalu mencapai nisab sepanjang haul, jika kurang di tengah haul maka perhitungan haul berakhir dan akan dimulai lagi ketika harta mencapai nisab kembali. Yang kedua bahwa harta yang mencapai nisab hanya dihitung di waktu awal dan akhir haul, sedangkan pertengahan haul tidak dianggap, sehingga jika pada akhir haul hartanya masih lebih dari nisab maka ia tetap wajib zakat walaupun di pertengahn haul hartanya sempat berkurang di bawah nisab. Kertebatasan – Penelitian ini terbatas pada konsep haul pada zakat harta dari tinjaun fikih saja. Belum mencakup tinjaun yang lebih luas seperti maqasid syariah dan ekonomi atau sudut pandang perencanaan keuangan. Implikasi Praktis – Hasil penelitian ini dapat dijadikan pegangan bagi seorang muslim untuk menentukan haul pribadinya. Sehingga akan memudahkan bagi seorang muslim dalam merencanakan waktu dalam menunaikan zakat hartanya.
Kepuasan Masyarakat Berzakat di tengah Krisis Kemanusiaan Global Dengan Memanfaatkan Artificial Intelligence Amin, Muhammad Amin; Safwan Kamal; Norashida Othman
ASNAF : Journal of Economic Welfare, Philantrophy, Zakat and Waqf Vol 4 No 1 (2025): Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : Prodi Manajemen Zakat dan Wakaf, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/asnaf.v4i2.12574

Abstract

Penelitian ini bertujuan, Pertama; bagaimana pengaruh Sense Experience terhadap Satisfaction dalam kasus pemanfaatan artificial intelligence pada Baznas, Kedua; bagaimana pengaruh Feel Experience terhadap satisfaction dalam kasus pemanfaatan artificial intelligence pada Baznas, Ketiga; Bagaimana pengaruh Satisfaction terhadap Net Benefit dalam kasus pemanfaatan artificial intelligence pada Baznas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan melibatkan 385 sampel pada muzakki yang pernah terlibat dalam pemanfaatan AI pada Baznas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pertama, Sense Experience berpengaruh signifikan terhadap kepuasan dan dengan nilai p value 0,000 < dari 0,05. Kedua, Feel experience berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan dengan nilai p value 0,000 < 0,05. Ketiga, kepuasan berpengaruh signifikan terhadap net benefit dengan nilai p value 0,001 < 0,05.
UNPACKING THE EFFECTS OF DIGITAL TRANSFORMATION ON CUSTOMERSATISFACTION AND WELL-BEING: INSIGHTS FROM BSI’S PLATFORM TRANSITION TO BYOND Umaimah &#039;Affaf; Nanik Wahyuni; Meldona; Desi Sari Ayuni
ASNAF : Journal of economic welfare, philantrophy, zakat and waqf Vol. 5 No. 1 (2026): Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : Prodi Manajemen Zakat dan Wakaf, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/asnaf.v5i1.14357

Abstract

Abstract (English version) Objective – This study aims to evaluate user satisfaction with the BYOND by BSI application. This research not only aims to assess user satisfaction with the BYOND by BSI application but also to evaluate its contribution to customer welfare, both from a financial aspect (transaction efficiency and accessibility) and a spiritual aspect (value of blessings and ease of worship through prayer time, zakat, and charity features). Methodology – The research method used is a qualitative approach with a case study type. Data were obtained through in-depth interviews, participatory observations, and documentation studies involving eight informants consisting of active BYOND by BSI customers and internal BSI parties. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Research Results – The research results show that the majority of customers welcomed BSI's digital transformation positively due to the ease of access and the The research results show that the majority of customers responded positively to BSI's digital transformation, mainly due to the ease of access and the modern design of the application. The term modern application refers to an intuitive and user-friendly interface, faster navigation, integrated features within a single platform, and enhanced visual design that improves user experience. In addition, BYOND by BSI is considered superior due to its more comprehensive digital services, improved system performance, better security features, and its ability to provide a more seamless and efficient banking experience compared to the previous application. This study also highlights its novelty, as qualitative research exploring user experiences and perceptions of the BYOND by BSI application particularly during the transition from BSI Mobile remains limited and has not been extensively examined in previous studies.However, technical issues such as connection disruptions and slow authentication processes were still found, which impacted user satisfaction perceptions. The factors of perceived ease of use and perceived usefulness have been proven to affect customer satisfaction. Limitations – This study is limited to a qualitative approach involving eight informants, so the findings cannot be broadly generalized. The study also focuses on user experiences during the early transition period to BYOND by BSI without quantitative measurement of user satisfaction levels. Practical Implications – he implications of this research indicate that the success of Islamic banking digital transformation depends not only on technological innovation but also on system reliability and consistent user experience. Theoretically, it reinforces technology acceptance and service quality theories. Institutionally, it provides insights for BSI to enhance digital governance and service quality. Practically, it supports increased public trust and wider adoption of digital banking services. Originality/value - This study extends the Technology Acceptance Model by integrating maqashid sharia to explain digital banking adoption, trust, satisfaction, and multidimensional customer welfare.
The Role of Transparency and Accountability in Mediating the Influence of Digital Technology Utilisation on Muzakki Trust (A Study of BAZNAS in Malang City) Azizah Nur Hidayah Azizah; Eko Suprayitno; Nihayatu Aslamatis Solekah
ASNAF : Journal of economic welfare, philantrophy, zakat and waqf Vol. 5 No. 1 (2026): Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : Prodi Manajemen Zakat dan Wakaf, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/asnaf.v5i1.14405

Abstract

Abstract (English version) Objective – This study aims to analyse the role of transparency and accountability in mediating the influence of digital technology utilisation on muzakki trust. and to determine the influence between independent and dependent variables. Methodology – This study employs a quantitative approach by surveying 120 muzakki of BAZNAS in Malang City, who were selected using purposive sampling based on specific criteria, namely active contributors who have experience with zakat payment services. Data were collected through structured questionnaires designed to measure the relationships among the research variables. The sample size is considered adequate for analysis using Partial Least Squares–Structural Equation Modelling (PLS-SEM), which is applied to examine the significance of relationships between variables. The data were processed using SmartPLS version 4. Research Results – The findings indicate that digital technology has a significant impact on transparency and accountability. However, transparency does not have a significant impact on trust nor does it act as a mediator between the use of digital technology and trust, whereas accountability has a significant impact and serves as the primary mediator in the relationship between the use of digital technology and the trust of donors. Limitations – This study has limitations in terms of the relatively small number of research subjects, with the area covered being only one region and one institution. Practical Implications – As a practical implication, the results of this study contribute to Enhancing the integration of digital systems that not only focus on transaction services but also include the publication of audit reports and the distribution of funds in real time. Building digital literacy regarding zakat for Muzakki, so that the public understands the mechanisms and security of the digital zakat system, thereby increasing public trust. Strengthening internal accountability mechanisms, including Sharia audits and annual reports that are easily accessible online, to maintain the credibility of the zakat institution. Originality/value - This study advances the literature on digital zakat governance by demonstrating that accountability, rather than transparency, serves as the primary mediating mechanism through which digital technology utilization enhances muzakki trust.   Abstrak (versi bahasa) Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran transparansi dan akuntabilitas dalam memediasi pengaruh pemanfaatan teknologi digital terhadap kepercayaan muzakki, dan untuk menentukan pengaruh antara variabel independen dan dependen. Metodologi – Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mensurvei 120 muzakki BAZNAS di Kota Malang, yang dipilih menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu, yaitu kontributor aktif yang memiliki pengalaman dengan layanan pembayaran zakat. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang dirancang untuk mengukur hubungan antar variabel penelitian. Ukuran sampel dianggap memadai untuk analisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modelling (PLS-SEM), yang diterapkan untuk menguji signifikansi hubungan antar variabel. Data diolah menggunakan SmartPLS versi 4. Hasil Penelitian – Temuan menunjukkan bahwa teknologi digital memiliki dampak signifikan terhadap transparansi dan akuntabilitas. Namun, transparansi tidak memiliki dampak signifikan terhadap kepercayaan, juga tidak bertindak sebagai mediator antara penggunaan teknologi digital dan kepercayaan, sedangkan akuntabilitas memiliki dampak signifikan dan berfungsi sebagai mediator utama dalam hubungan antara penggunaan teknologi digital dan kepercayaan para donatur. Keterbatasan – Studi ini memiliki keterbatasan dalam hal jumlah subjek penelitian yang relatif kecil, dengan area yang dicakup hanya satu wilayah dan satu lembaga. Implikasi Praktis – Sebagai implikasi praktis, hasil studi ini berkontribusi pada: Meningkatkan integrasi sistem digital yang tidak hanya berfokus pada layanan transaksi tetapi juga mencakup publikasi laporan audit dan distribusi dana secara real time. Membangun literasi digital mengenai zakat bagi Muzakki, sehingga masyarakat memahami mekanisme dan keamanan sistem zakat digital, sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat. Memperkuat mekanisme akuntabilitas internal, termasuk audit Syariah dan laporan tahunan yang mudah diakses secara online, untuk menjaga kredibilitas lembaga zakat. Orisinalitas/nilai - Studi ini menawarkan perspektif baru mengenai tata kelola zakat digital dengan menunjukkan bahwa akuntabilitas merupakan jalur mediasi yang lebih efektif dibandingkan transparansi dalam mengubah pemanfaatan teknologi digital menjadi kepercayaan muzakki.
Analysis of POAC managerial functions in the management of zakat mal at LAZISMU in Langsa city Barezi Putra Sentosa; Mastura; Muhammad Uzair Zulkifly; Syamsul Rizal; Abdul Hamid
ASNAF : Journal of economic welfare, philantrophy, zakat and waqf Vol. 5 No. 1 (2026): Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : Prodi Manajemen Zakat dan Wakaf, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/asnaf.v5i1.14523

Abstract

Abstract (English version) Objective – Zakat institutions have a strategic role in distributing funds to alleviate poverty, but the management of zakat, infaq, and shadaqah funds at LAZISMU also requires good and structured management to ensure that the social activities carried out can have a real impact on people in need. The purpose of this study is to analyze the implementation of the POAC management function (Planning, Organization, Mobilization, and Control) in the management of zakat by LAZISMU Langsa City and how the strategy supports the effectiveness of distributing zakat funds to mustahiq. Methodology – This study uses a qualitative research method with a descriptive approach. The object of this research is Head, Secretary  and muzakki of LAZISMU Langsa City. Data collection techniques through interviews, observations, and documentation. Data analysis is carried out by reducing data, presenting data, and drawing conclusions based on a descriptive analytical approach. Research Results – The results of the study show that LAZISMU Langsa City has implemented the four management functions in a structured manner. Planning is carried out through the preparation of RAPBL based on six main programs, accompanied by a strategy to socialize zakat to the community. The organization of the institution is structured from the central to regional levels with a clear division of tasks. The distribution of zakat is carried out through consumptive and productive approaches. Supervision is carried out through a periodic reporting system and the involvement of community leaders to ensure transparency and accountability. LAZISMU Langsa City has a fairly clear and directed management plan so that it makes it easier to achieve the targets and goals that have been set. These results show that the implementation of POAC has been carried out, but improvements are still needed in terms of human resources and increased public understanding of the Langsa City LAZISMU Zakat Institution. Limitations – This study has limitations in terms of its scope, which is focused only on the city of Langsa, and does not describe the community's overall perception of the program's effectiveness. Further research could expand the scope of the study and involve more respondents to obtain a more comprehensive picture. Practical Implications – The implications of this study provide a practical contribution to the management of zakat institutions, especially in strengthening POAC management-based governance. The implementation of systematic planning through the RAPBL is able to increase the effectiveness of the program and ensure alignment between the objectives of the Institution and the needs of mustahiq. For the long term, it is better for zakat institutions to optimize productive zakat programs that are oriented towards economic empowerment. Originality/value - This study emphasizes the relationship between managerial functions and the effectiveness of zakat distribution, especially in increasing transparency, accountability, and program impact.   Abstrak (versi bahasa) Tujuan – Lembaga zakat memiliki peran strategis dalam mendistribusikan dana untuk mengurangi kemiskinan, namun pengelolaan dana zakat, infaq, dan syaqah di LAZISMU juga membutuhkan pengelolaan yang baik dan terstruktur untuk memastikan bahwa kegiatan sosial yang dilakukan dapat memberikan dampak nyata pada masyarakat yang membutuhkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi fungsi pengelolaan POAC (Perencanaan, Pengorganisasian, Mobilisasi, dan Pengendalian) dalam pengelolaan zakat oleh LAZISMU Kota Langsa dan bagaimana strategi tersebut mendukung efektivitas pendistribusian dana zakat kepada mustahiq. Metodologi – Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Objek penelitian ini adalah Kepala, Sekretaris, dan muzakki LAZISMU Kota Langsa. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan berdasarkan pendekatan analitis deskriptif. Hasil Penelitian – Hasil penelitian menunjukkan bahwa LAZISMU Kota Langsa telah mengimplementasikan keempat fungsi pengelolaan tersebut secara terstruktur. Perencanaan dilakukan melalui penyusunan RAPBL berdasarkan enam program utama, disertai dengan strategi sosialisasi zakat kepada masyarakat. Organisasi lembaga ini terstruktur dari tingkat pusat hingga regional dengan pembagian tugas yang jelas. Distribusi zakat dilakukan melalui pendekatan konsumtif dan produktif. Pengawasan dilakukan melalui sistem pelaporan berkala dan keterlibatan tokoh masyarakat untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas. LAZISMU Kota Langsa memiliki rencana pengelolaan yang cukup jelas dan terarah sehingga memudahkan pencapaian target dan tujuan yang telah ditetapkan. Hasil ini menunjukkan bahwa implementasi POAC telah dilakukan, tetapi masih diperlukan perbaikan dalam hal sumber daya manusia dan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap Lembaga Zakat LAZISMU Kota Langsa. Keterbatasan – Studi ini memiliki keterbatasan dalam hal cakupannya, yang hanya berfokus pada kota Langsa, dan tidak menggambarkan persepsi masyarakat secara keseluruhan tentang efektivitas program. Penelitian lebih lanjut dapat memperluas cakupan studi dan melibatkan lebih banyak responden untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif. Implikasi Praktis – Implikasi dari studi ini memberikan kontribusi praktis terhadap pengelolaan lembaga zakat, khususnya dalam memperkuat tata kelola berbasis manajemen POAC. Implementasi perencanaan sistematis melalui RAPBL mampu meningkatkan efektivitas program dan memastikan keselarasan antara tujuan Lembaga dan kebutuhan mustahiq. Untuk jangka panjang, lebih baik bagi lembaga zakat untuk mengoptimalkan program zakat produktif yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi. Orisinalitas/nilai - Studi ini menekankan hubungan antara fungsi manajerial dan efektivitas distribusi zakat, khususnya dalam meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan dampak program.
The role of nazir in entrepreneurship based waqf management: A Systematic Literature Review (SLR) Hanisah binti Muhammad Hanisah; Hendra Syahputra; Fithriady Ilyas; Suhaili Bin Sarif
ASNAF : Journal of economic welfare, philantrophy, zakat and waqf Vol. 5 No. 1 (2026): Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : Prodi Manajemen Zakat dan Wakaf, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/asnaf.v5i1.14872

Abstract

Abstract (English version) Objective – This study aims to (1) explain the contribution of nazir to the effectiveness of entrepreneurship-based waqf management and (2) map the trends, thematic evolution and position of nazir in the entrepreneurship-based waqf research landscape during the period 2015-2025. Methodology – This research uses the Systematic Literature Review (SLR) method using PRISMA framework and bibliometric analysis using Vosviewer and Biblioshiny to see the perfomance analysis, science mapping, and thematic evolution of Scopus indexed publications (2015-2025). Through PRISMA protocol, this study screened Scopus-indexed articles published between 2015-2025 and retained 26 articles for final synthesis. Research Results – The results indicate that nazir plays the role of a manager of productive assets, a designer of entrepreneurial financing schemes, a guardian of governance and accountability, a liaison between waqif, mauquf 'alaih, regulators, and business actors, as well as important actors in the creation of socio-economic impact. The bibliometric analysis also shows the growth of publications and the diversity of waqf themes, but the role of nazir does not appear to be the main focus of studies explicitly in the management and governance cluster. In addition, bibliometric findings stating that the role of nazirs have not emerged as the main focus in the management and governance cluster should be highlighted as a major contribution, not just additional information. It shows that nazir is operationally central but theoretically underrepresented in the entrepreneurship-based waqf literature. Limitations – The study is limited by its reliance on Scopus-indexed English-language articles and the absence of empirical validation of nazir practices. Practical Implications – These findings provide a basis for regulator, waqf institutions and nazir associations in designing competency standards, capacity building programs, and governance models that position nazir as professional managers in mangaing waqf assets productively. These implications, can be directed at the nazir competency framework, professional certification, governance standards, transparent reporting, and performance-based waqf asset management. Originality/value - This study extends the Technology Acceptance Model by integrating maqashid sharia to explain digital banking adoption, trust, satisfaction, and multidimensional customer welfare.   Abstrak (versi bahasa) Tujuan – enelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan kontribusi nazir terhadap efektivitas pengelolaan wakaf berbasis kewirausahaan dan (2) memetakan tren, evolusi tematik, dan posisi nazir dalam lanskap penelitian wakaf berbasis kewirausahaan selama periode 2015-2025. Metodologi – Penelitian ini menggunakan metode Tinjauan Pustaka Sistematis (SLR) dengan kerangka PRISMA dan analisis bibliometrik menggunakan Vosviewer dan Biblioshiny untuk melihat analisis kinerja, pemetaan ilmiah, dan evolusi tematik publikasi yang terindeks Scopus (2015-2025). Melalui protokol PRISMA, penelitian ini menyeleksi artikel yang terindeks Scopus yang diterbitkan antara tahun 2015-2025 dan mempertahankan 26 artikel untuk sintesis akhir. Hasil Penelitian – Hasil penelitian menunjukkan bahwa nazir berperan sebagai pengelola aset produktif, perancang skema pembiayaan kewirausahaan, penjaga tata kelola dan akuntabilitas, penghubung antara waqif, mauquf 'alaih, regulator, dan pelaku bisnis, serta aktor penting dalam penciptaan dampak sosial-ekonomi. Analisis bibliometrik juga menunjukkan pertumbuhan publikasi dan keragaman tema wakaf, tetapi peran nazir tampaknya bukan fokus utama studi secara eksplisit dalam klaster manajemen dan tata kelola. Selain itu, temuan bibliometrik yang menyatakan bahwa peran nazir belum muncul sebagai fokus utama dalam klaster manajemen dan tata kelola harus disoroti sebagai kontribusi utama, bukan hanya informasi tambahan. Hal ini menunjukkan bahwa nazir secara operasional sentral tetapi secara teoritis kurang terwakili dalam literatur wakaf berbasis kewirausahaan. Keterbatasan – Studi ini terbatas karena bergantung pada artikel berbahasa Inggris yang terindeks Scopus dan tidak adanya validasi empiris praktik nazir. Implikasi Praktis – Temuan ini memberikan dasar bagi regulator, lembaga wakaf, dan asosiasi nazir dalam merancang standar kompetensi, program peningkatan kapasitas, dan model tata kelola yang menempatkan nazir sebagai pengelola profesional dalam mengelola aset wakaf secara produktif. Implikasi ini dapat diarahkan pada kerangka kompetensi nazir, sertifikasi profesional, standar tata kelola, pelaporan transparan, dan pengelolaan aset wakaf berbasis kinerja. Orisinalitas/nilai - Studi ini memperluas Model Penerimaan Teknologi dengan mengintegrasikan maqashid syariah untuk menjelaskan adopsi perbankan digital, kepercayaan, kepuasan, dan kesejahteraan pelanggan multidimensional.