cover
Contact Name
Septy
Contact Email
jurnalkesehatanyatsi@gmail.com
Phone
+6221-55725974
Journal Mail Official
jurnalkesehatanyatsi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Aria Santika No. 40A Margasari - Kec. Karawaci - Kota Tangerang
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 20869266     EISSN : 2654587X     DOI : 10.37048
Core Subject : Health,
Kesehatan Masyarakat dan lingkungan Pendidikan dan Promosi Kesehatan Manajemen Kesehatan Pencegahan Penyakit Kebidanan dan Perawatan Anak dan Maternitas Kesehatan dan Perilaku Sosial Gizi (Nutrisi Klinis dan Gizi Masyarakat) Keperawatan Medikal Bedah Keperawatan Komunitas, Gerontik, Jiwa
Articles 175 Documents
Hubungan Karakteristik Individu dan Pengetahuan dengan Stigma pada Penderita Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Pakuan Baru Selvia; Rumita Ena Sari; Adila Solida; Arnild Augina Mekarisce
Jurnal Kesehatan Vol 15 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37048/kesehatan.v15i1.755

Abstract

Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan global dengan beban kasus dan kematian yang tinggi, termasuk di Indonesia dan Provinsi Jambi. Selain faktor medis, stigma masyarakat merupakan hambatan utama dalam pengendalian tuberkulosis karena dapat menunda pencarian pengobatan. Stigma sering dipengaruhi oleh karakteristik individu dan tingkat pengetahuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan karakteristik individu dan pengetahuan dengan stigma terhadap penderita TB paru di wilayah kerja Puskesmas Pakuan Baru Kota Jambi. Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dilakukan pada November 2025–Februari 2026. Sampel berjumlah 132 responden dipilih menggunakan proportionate stratified random sampling dari tiga kelurahan. Variabel independen meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, status pernikahan, dan pengetahuan, sedangkan variabel dependen adalah stigma pada penderita tuberkulosis. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner teruji validitas dan reliabilitas, lalu dianalisis dengan uji Chi-Square dan menggunakan SPSS 25. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,000), usia (p=0,013), pendidikan (p=0,013), dan pekerjaan (p=0,008) dengan stigma pada penderita tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Pakuan Baru. Sedangkan Jenis kelamin (p=0,668) dan status pernikahan (p=0,080) tidak berhubungan signifikan dengan Stigma pada Penderita Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Pakuan Baru. Peningkatan edukasi kesehatan dan akses informasi yang tepat diperlukan sebagai strategi utama untuk menurunkan stigma masyarakat terhadap penderita TB.
Peran Biomarker Digital dan Sinyal Fisiologis dalam Pemantauan Kesehatan Mental Generasi Muda: Literature Review Yumna Nabila; Mira Wahyu Kusumawati; Zainal Arifin; MuhammadLazuardi Pradivta Komara; Afin Muhammad Nurtsani
Jurnal Kesehatan Vol 15 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37048/kesehatan.v15i1.758

Abstract

Latar Belakang: Masalah kesehatan mental di kalangan remaja meningkat di seluruh dunia, sementara metode penilaian tradisional terbatas dalam menangkap perubahan psikologis secara real-time dan objektif. Biomarker digital dan sinyal fisiologis dari perangkat wearable dan smartphone menghadirkan alternatif yang menjanjikan untuk pemantauan kesehatan mental secara berkelanjutan. Tujuan: Mengidentifikasi peran biomarker digital dan sinyal fisiologis dalam memantau kesehatan mental di kalangan remaja. Metode: Tinjauan literatur sistematis dilakukan dengan mensitesis artikel-artikel yang diperoleh dari Scopus, PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar, dengan fokus pada studi yang diterbitkan antara tahun 2020 dan 2026. Kriteria inklusi, berdasarkan kerangka kerja PICOS, populasi remaja, variabilitas detak jantung (HRV) dan aktivitas elektrodermal (EDA), dan kesehatan mental: depresi, kecemasan, dan stres. Dua puluh studi memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan pendekatan sintesis naratif. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa variabilitas detak jantung (HRV) adalah biomarker fisiologis yang paling banyak digunakan dan sangat terkait dengan hasil kesehatan mental yaitu depresi, kecemasan, dan stres. Pendekatan multimodal yang mengintegrasikan sinyal fisiologis, data perilaku, dan fenotipe digital mencapai akurasi prediksi yang lebih tinggi daripada model modalitas tunggal. AI dan metode machine learing lebih lanjut meningkatkan deteksi dan klasifikasi kondisi kesehatan mental. Kesimpulan: Biomarker digital dan sinyal fisiologis mewakili pendekatan yang menjanjikan dan inovatif untuk pemantauan kesehatan mental pada remaja. Integrasi teknologi yang dapat dikenakan dan analitik berbasis kecerdasan buatan memungkinkan penilaian yang berkelanjutan dan objektif, mendukung deteksi dan intervensi dini. Penelitian selanjutnya dapat berfokus pada pengintegrasian faktor biopsikososial, meningkatkan ketelitian metodologis, dan sistem pelayanan kesehatan mental.
Hubungan Prestasi Akademik dengan Psychological Well-being pada Dewasa Muda: A Cross-Sectional Study Mira Wahyu Kusumawati; Elok Faradisa; Amin Aji Budiman
Jurnal Kesehatan Vol 15 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37048/kesehatan.v15i1.759

Abstract

Latar Belakang: Kesejahteraan psikologis di kalangan dewasa muda merupakan masalah kesehatan masyarakat yang semakin penting, terutama di lingkungan pendidikan tinggi yang ditandai dengan tuntutan akademis yang substansial. Pprestasi akademik sering dianggap sebagai indikator keberhasilan, hubungannya dengan kesejahteraan psikologis kompleks dan belum sepenuhnya dijelaskan. Tujuan: Studi ini menganalisis hubungan antara prestasi akademik dan kesejahteraan psikologis pada dewasa muda. Metode: Desain analitik kuantitatif, cross-sectional digunakan. Tujuh puluh enam dewasa muda berusia 19 hingga 21 tahun berpartisipasi. Instrumen pengumpulan data meliputi kuesioner demografi dan kuesioner Psychological Well-Being (PWB). Prestasi akademik dikategorikan sebagai memuaskan, sangat memuaskan, atau cum laude, dan kesejahteraan psikologis diklasifikasikan sebagai rendah, sedang, atau tinggi. Statistik deskriptif dan uji korelasi peringkat Spearman digunakan untuk analisis bivariat. Hasil: Sebagian besar peserta adalah perempuan (67,1%) dan berusia 20 tahun (42,1%). Mayoritas menunjukkan prestasi akademik yang sangat memuaskan (42,1%) dan kesejahteraan psikologis yang moderat (67,1%). Analisis korelasi Spearman menunjukkan hubungan positif yang signifikan secara statistik tetapi lemah antara prestasi akademik dan kesejahteraan psikologis. Kesimpulan: Prestasi akademik secara signifikan berhubungan dengan kesejahteraan psikologis di kalangan dewasa muda, meskipun hubungannya lemah. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor-faktor di luar prestasi akademik berkontribusi terhadap kesejahteraan psikologis. Intervensi komprehensif yang membahas determinan psikososial direkomendasikan untuk meningkatkan kesejahteraan pada populasi ini. Kesejahteraan di kalangan dewasa muda.
Pengalaman Mahasiswa dalam Mengatasi Kecemasan Selama Mengikuti Praktik Klinik: Studi Kualitatif Nadya Karlina Megananda
Jurnal Kesehatan Vol 15 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37048/kesehatan.v15i1.761

Abstract

Praktik klinik keperawatan merupakan komponen penting dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi, khususnya pada program studi keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai makna pengalaman mahasiswa dalam mengatasi kecemasan selama menjalani praktik klinik. Desain penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Penelitian dilaksanakan di salah satu perguruan tinggi di Sukoharjo, Jawa Tengah. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria usia 18–21 tahun, telah mengikuti praktik klinik minimal dua kali, serta mengalami kecemasan ringan hingga sedang. Saturasi data dicapai pada informan ke-10. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur menggunakan pedoman wawancara, dan analisis data dilakukan dengan metode Colaizzi. Hasil penelitian mengidentifikasi enam tema utama, yaitu: (1) penguasaan keterampilan dan persiapan melalui latihan; (2) dukungan sosial dari teman, tim klinik, dan pembimbing; (3) penggunaan koping spiritual; (4) regulasi emosi dengan penerapan teknik relaksasi; (5) reframing dan refleksi diri serta (6) motivasi instrinsik serta empati sebagai pendorong. Mahasiswa yang mengalami kecemasan menunjukkan kemampuan menggunakan strategi koping adaptif melalui pencarian dukungan, penerapan teknik relaksasi dan spiritual, serta mempertahankan motivasi untuk menolong orang lain.
Pengaruh Media Penyuluhan dengan Metode Demonstrasi terhadap Pengetahuan ibu-ibu PKK tentang Pentalaksanaan Hipertensi dengan “TERAS” Bela Novita Amaris Susanto; Tika Indrasari; Nadya Karlina Megananda; Ratna Setiyaningsih
Jurnal Kesehatan Vol 15 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37048/kesehatan.v15i1.763

Abstract

Hipertensi adalah kondisi yang tidak menular dan prevalensinya terus meningkat di tingkat global dan nasional, yang dipengaruhi oleh perubahan epidemiologi, gaya hidup yang tidak sehat, serta tingkat pengetahuan masyarakat yang rendah. Edukasi kesehatan sangat penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, dan salah satu cara yang lebih efektif adalah melalui metode demonstrasi dibandingkan dengan metode yang biasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak penyuluhan dengan metode demonstrasi terhadap pengetahuan para ibu dalam PKK mengenai pengelolaan hipertensi dengan pendekatan “TERAS” (terapi tertawa, minuman serai, dan senam hipertensi). Desain penelitian ini menggunakan pendekatan pre-experimental dengan menggunakan satu kelompok dengan pretest dan posttest. Terdapat 22 responden dalam sampel yang diambil dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari 25 item yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya (Cronbach’s Alpha = 0,912). Analisis data dilakukan dengan uji paired sample t-test pada α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang kurang (59,1%), yang kemudian meningkat menjadi baik (77,3%) setelah intervensi dilaksanakan. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 12,95 menjadi 21,09, dengan p value = 0,000 (p < 0,05). Sebagai kesimpulan, metode demonstrasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan disarankan sebagai strategi untuk edukasi kesehatan di masyarakat.