cover
Contact Name
Alfiah
Contact Email
alfiah@upgris.ac.id
Phone
+6281325581104
Journal Mail Official
alfiah@upgris.ac.id
Editorial Address
Universitas PGRI Semarang Kampus 4 UPGRIS, Jalan Gajah Raya No. 40 Sambirejo, Gayamsari, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Kaloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah
ISSN : -     EISSN : 28291123     DOI : https://doi.org/10.26877/kaloka
Core Subject : Education, Social,
Kaloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah adalah jurnal nasional yang memfasilitasi guru, mahasiswa, dosen, dan praktisi pendidikan dalam penerbitan karya ilmiah atau artikel hasil penelitian maupun studi pustaka di bidang bahasa dan sastra daerah serta pengajarannya. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni Universitas PGRI Semarang. Kaloka Terbit 2 kali setahun pada bulan Maret dan September.
Articles 89 Documents
Teks Pawarta dalam Buku Pendamping Materi Pengayaan Asah Basa Jawa untuk SMP/MTs Kelas VIII sebagai Analisis Kajian Teks Eksposisi Safarina, Reny Anindhita; Sulanjari, Bambang
Kaloka Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Vol 1, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/kaloka.v1i2.12288

Abstract

Exposition text is a text that contains information in it with the aim of providing information or knowledge for the reader. Exposition text is non-fiction so that the text must contain things such as factual and verifiable statements as well as real events. useful for readers. In learning activities, for example language subjects, students are introduced to various types of texts with the aim that students are able to distinguish and understand each type of text. As written in this study, in learning Javanese, students are presented with a Javanese news exposition text that contains information about an event in an area. The news text provides detailed information about the occurrence of these events based on the results of interviews conducted by the news writers. In order to be called an exposition text, every text that is included as an expository text must have a certain structure so that the information conveyed is really short, concise, clear and can be understood by the reader. The news text must include 5W+1H questions so that the news can be considered complete and clear. The news text which is the object of this research will be analyzed its structure according to the structure of the exposition text and described through a qualitative descriptive method that describes the analysis of the structure of the text as a whole. The news text is analyzed for the completeness of the structure of the text whether it is in accordance with the structure of the exposition text by understanding the content of the news text that is presented. This research was made as a final project for the Text Study course which aims to make students understand what has been taught during the lecture so that they can apply it in this research.
Analisis Unsur Sosial dan Konflik Sosial dalam Cerkak "Anak Lanang" Karya Dyand D. (Kajian Sosiologi Sastra) Rahmawati, Rizka Auliya; Sulanjari, Bambang
Kaloka Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Vol 1, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/kaloka.v1i1.10808

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur sosial serta konflik sosial cerkak "Anak Lanang" karya Dyand D. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini berupa cerkak dari Majalah Jayabaya, minggu IV September 2020. Data dalam penelitian ini berupa sinopsis serta kutipan kalimat pada cerkak yang mengandung permasalahan sosial yang terdapat dalam cerkak "Anak Lanang" karya Dyand D. Adapun teknik pengumpulan data meliputi membaca cerkak "Anak Lanang" secara intensif, lalu menganalisis unsur sosial dan konflik sosial dalam cerkak dan mendeskripsikannya. Metode ini merupakan suatu proses pengumpulan data untuk mendeskripsikan mengenai unsur-unsur sosial serta konflik sosial dalam cerkak "Anak Lanang" karya Dyand D menggunakan pendekatan teori sosiologi sastra. Unsur sosial yang terdapat dalam cerkak meliputi unsur sosial kebudayaan, pendidikan, religi dan moral. Konflik sosial dalam cerkak ini ditunjukkan ketika tokoh Nanang bertanya kepada Ami mengenai ia anak kandung Ami atau bukan, dan ditunjukan bahwa Nanang bukanlah anak kandung dari Ami. Setelah melalui proses penelitian analisis sosiologi sastra berupa unsur sosial serta konflik sosial yang terdapat pada cerkak, terlihat upaya pengarang yang memadukan unsur serta konflik sosial dengan baik, sehingga makna serta pesan yang terkandung dalam cerkak bisa sampai pada pembaca.Kata kunci: Analisis Sosiologi sastra, Cerkak, Karya Sastra, Konflik Sosial, Anak Lanang.
Kritik Sosial dalam Geguritan "Dunga Munggah Pangkat" Karya Budi Palopo Qothrunnada, Nur Malisa; Sulanjari, Bambang
Kaloka Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Vol 2, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/kaloka.v2i1.10850

Abstract

The purpose of making this article is to find out the incompatibility of the work of Javanese literature on Geguritan Budi Palopo with the title "Dungo Mupload Rank" to be applied in daily life practice. This research based on the theory of the sociology of literature uses qualitative research, which is in line with the opinion (Ratna, 2013: 47) in (Autoridad Nacional del Servicio Civil, 2021) that the sociology of literature focuses on social signs that have to do with society as is the general characteristic of qualitative research. . Based on the sociological theory of literature, this research is descriptive in nature, because it explains clearly what is the content of this geguritan text, as the author wants to present to the reader. In making this article using the type/approach of research in the form of library research or library research. Literature study is a study that is used to collect information and data with the help of various materials in the library such as documents, books, magazines, historical stories, etc. Library research or library search, namely research carried out through data collection or scientific writing aimed at the object of research or data. In accordance with the title of this geguritan, the poet shows a way so that his prayers or hopes for his promotion can be fulfilled. The first stanza describes how to deal with the ruler so that things run smoothly, namely by fawning. People who have a desire to increase in rank and rank are advised to be able to sort out and immediately humble themselves before the ruler, lick the ruler's feet, and make the authority of the ruler continue to grow.
Analisis Teks Deskriptif Upacara Adat Pada Buku Marsudi Basa Lan Sastra Jawa SMP Kelas IX Natalia, Kristin; Sulanjari, Bambang
Kaloka Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Vol 1, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/kaloka.v1i2.13525

Abstract

Adanya begitu banyak tempat, begitu banyak adat, sehingga membuat Mitoni dipraktekkan berbeda-beda di setiap daerah yang berbeda yang melatarbelakangi peneliti dalam mengkaji unsur kebahasaan pada teks tersebut. Masalah ini ditemukan di berbagai daerah. Banyak di antara mereka yang membuat teks deskripsi tidak sesuai materi mengenai unsur kebahasaan dalam teks deskripsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa dalam memahami teks deskripsi secara keseluruhan dan khususnya unsur kebahasaan pada teks deskripsi. Dengan menerapkan metode penelitian analisis isi, peneliti ini mengumpulkan satu sampel penelitian berupa dokumen. Hasil dari penelitian ini yaitu dalam satu paragraf ada yang terdiri satu kalimat namun dalam penulisan kalimat sudah benar dan yang mengikuti mengenai struktur kebahasaan teks deskripsi.
Gaya Bahasa dalam Geguritan "Mung Sliramu" Karya Bambang Sulanjari Mulyanti, Lisa Dewi; Alfiah, Alfiah
Kaloka Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Vol 2, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/kaloka.v2i1.10827

Abstract

The purpose of this study was to analyze the language style contained in the geguritan "Mung Sliramu" by Bambang Sulanjari. This research uses qualitative research, which is research that produces descriptive data in the form of written words. The approach used in the research of Language Style in Geguritan "Mung Sliramu" by Bambang Sulanjari uses a stylistic approach. The data used in this study is descriptive data in the form of phrases, words, and sentences. The primary data source of the study was the geguritan "Mung Sliramu" by Bambang Sulanjari. By using secondary data sources in the form of articles, documents, books that lead to stylistic studies. This analysis technique uses descriptive analysis, done by describing the style of language in Bambang Sulanjari's Mung Sliramu geguritan. Data collection techniques with read and record techniques. The results of this study showed that in the guritan "Mung Sliramu" by Bambang Sulanjari found some stylistic usage; (1) linkage language style, (2) comparative language style, (3) purwakanthi guru swara, and (4) purwakanthi basa.
Values in Modern Javanese Songs and Their Relevance to Character Education: A Cultural Semiotics Study Mardiyansyah, Mardiyansyah; Sulanjari, Bambang; Werdiningsih, Yuli Kurniati
Kaloka Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Vol 3, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/kaloka.v3i2.12319

Abstract

Modern Javanese songs (tembang Jawa modern) represent a product of cultural negotiation that combines traditional aesthetics with contemporary expressions. This study aims to analyze the semiotic values embedded in modern Javanese-language songs and their relevance to character education in the digital era. Employing Roland Barthes' cultural semiotics approach integrated with critical discourse analysis, this study decodes the signs, myths, and ideologies inscribed within song lyrics. Research data derive from a corpus of modern Javanese songs documented in prior scholarly works, encompassing compositions by musicians such as Didi Kempot, Ndarboy Genk, and Guyon Waton. The analysis proceeds through three stages: identification of denotative signs, deconstruction of connotative meanings, and reading of cultural myths. Findings reveal that modern Javanese songs encompass four principal value strata: religio-sufistic values, moral-ethical values, social-humanistic values, and cultural-identity values. These values are manifested through complex linguistic and paralinguistic sign systems, positioning modern Javanese songs as a potentially effective medium for character education when systematically integrated into educational curricula. This study contributes to the development of a contextually grounded, local-wisdom-based learning model relevant to millennial learners.
Stilistika dalam Geguritan "Mung iki Kang Dak Duweni" Karya Eka Nuranisih Sari, Pulung; Sulanjari, Bambang
Kaloka Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Vol 1, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/kaloka.v1i1.10809

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini adalah mendeskripsikan bentuk makna kajian stilistika dalam geguritan "Mung Iki Kang Dak Duweni" karya Eka Nuranisih.Metode yang digunakan untuk mengungkapkan diksi dan gaya bahasa dalam geguritan ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kata, frasa,ataupun kalimat yang diduga mengandung diksi. Stilistika (stylistic) adalah ilmu yang meneliti penggunaan bahasa dan gaya bahasa di dalam karya sastra. Adapun dalam karya sastra sendiri tentunya mempunyai sebuah makna yang tersembunyi dan disampaikan langsung oleh pengarangny. Pada pembahasan ini akan fokus menganalisis Diksi dan Gaya Bahasa dalam geguritan. Geguritan sendiri merupakan puisi dalam bentuk bahasa jawa. Dalam gegeguritan"Mung iki Kang Dak Duweni" karya Eka Nuranisihini menceritakan tentang kehidupan sosial, dimana orang tersebut berusaha untuk senantiasa meminta kesabaran, kekuatan serta keberkahan dalam menghadapi berbagai ujian dari-Nya terutama dalam menghadap konflik sosial dalam kalangan masyarakat. Hasil yangditemukan adalah terdapat diksi,dan gaya bahasa pada geguritan "Mung iki Kang Dak Duweni" karya Eka Nuranisih, yaitu pemilihan diksi pada, Kudu daktutup kupingku amarga swaramu (ingin kututup telingaku karena suaramu) Wis pirang papan olehmu adol warta (diberapa tempat kau menjual omongamu). selain itu gaya bahasa yang digunaan juga sangat bervariasi ditunjukan pada kutipan "Senajan nalaku njerit" dimana pada kutipan tersebut termasuk gaya bahasa perbandingan, karena dalam kata tersebut terdapat bahasa kiasan, yang dimana pada kata nalaku njerit. Senajan nalaku njerit sendiri memiliki arti meskipun hatiku sedang menjerit.Kata kunci: Stilistika, makna, geguritan, diksi, gaya bahasa
Analisis Teks Deskriptif "Pasemone Joged" Dalam Buku Prigel Basa Jawa Kelas XI Terbitan Erlangga Wulandari, Arum; Sulanjari, Bambang
Kaloka Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Vol 1, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/kaloka.v1i2.12283

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendiskripsikan fungsi sosial, tahapan-tahapan dan ciri kebahasaan Teks Deskriptif pada bacaan "Pasemone Joged" yang terdapat dalam buku pembelajaran Prigel Basa Jawa kanggo SMA/SMK/MA kelas XI yang diterbitkan oleh Erlangga. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode penyediaan data, yaitu metode dengan cara baca dan catat. Metode yang digunakan dalam tahap analisis data adalah metode kualitatif, sedangkan didalam tahap penyajian hasil analisis data menggunakan metode informal. Untuk menunjang metode-metode tersebut perlu digunakan beberapa teknik, yaitu: teknik pencatatan data, teknik transliterasi data, teknik terjemahan data, teknik deskriptif analitik data, dan deduktif induktif data. Hasil penelitian ini mendeskripsikan fungsi sosial, mendeskripsikan tahapan-tahapan serta mendeskripsikan ciri kebahasaan teks deskriptif dalam teks "Pasemone Joged" serta menyimpulkan apakah teks yang terdapat dalam Buku Prigel terbitan Erlangga ini layak dan sesuai untuk dijadikan bahan ajar dalam kegiatan pembelajaran.
From Degradation to Revitalization: The Existence of Macapat Songs Among Generation Z and Adaptive Strategies Based on Cultural Ecology in The Digital Era Indriarto, Feri Indriarto; Sulanjari, Bambang; Alfiah, Alfiah
Kaloka Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Vol 3, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/kaloka.v3i2.12336

Abstract

The degradation of Macapat songs' existence among Generation Z represents an urgent cultural issue that has yet to be systematically examined through an integrative cultural ecology framework. This study aims to: (1) analyze the current existence of Macapat songs among Generation Z through a cultural ecology approach; (2) identify multidimensional factors causing degradation by constructing a new theoretical model; and (3) formulate adaptive revitalization strategies based on empirical research synthesis. The method employed is a Systematic Literature Review (SLR) following the PRISMA-P protocol, involving the analysis of 27 selected primary sources from 2018-2025, analyzed using Braun Clarke's (2006) thematic analysis model and synthesized through Neville's Cultural Ecology Framework. The novelty of this research lies in three contributions: (1) the construction of the Macapat Degradation-Revitalization Model (MDRM) integrating six systemic dimensions of degradation; (2) the formulation of a tiered revitalization strategy based on cultural ecology that differentiates interventions at micro, meso, and macro levels; and (3) the identification of the digital paradox as both an opportunity and a threat not yet mapped in previous literature. The findings show that the degradation of Macapat songs is multidimensional – encompassing structural-social, pedagogical, cultural-global, technology-media, policy-institutional, and family transmission dimensions – that interact synergistically to form a cultural degradation spiral. The formulated revitalization strategies comprise six adaptive components: contextual curriculum integration, creative digitalization, creative industry collaboration, local institution strengthening, policy engineering, and family transmission revitalization. This research confirms that successful revitalization of Macapat songs requires an ecological-systemic approach that moves beyond conventional preservation toward a co-evolution of tradition and modernity.
Makna dan Fungsi Syair Pengiring Kesenian Sintren di Desa Luwijawa Kecamatan Jatinegara Nurkhayatun, Umi; Sulanjari, Bambang
Kaloka Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Vol 2, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/kaloka.v2i1.10831

Abstract

This research was motivated by the lack of knowledge of researchers about the meaning reflected in the accompaniment of the traditional art of Sintren in Luwijawa Village, Jatinegara District, Tegal Regency. The text of the tembang poem has many reflections in the form of meaning and basic functions, both implied and explicit, that exist so that it creates a certain interpretation of the tembang rhyme. The formulation of the problem in this study is how the meaning and function of the accompaniment of the traditional art of Sintren poetry in Luwijawa Village, Jatinegara District, Tegal Regency are. The purpose of this research is to explain how the meaning and function of the accompaniment of the traditional art of Sintren in Luwijawa Village, Jatinegara District, Tegal Regency. The methodology used in this study used descriptive qualitative research methods. The source of this research data is in the form of an oral text that has been transliterated into a written text of poetry that accompanies the traditional art of Sintren in Luwijawa Village, Jatinegara District, Tegal Regency with research data in the form of words, phrases, clauses, sentences and discourses in it. Data collection techniques used were observation, interviews, recording, recording and translating data derived from the traditional art accompaniment of Sintren poetry. Then the data that has been collected is analyzed using data reduction techniques, data classification, and data presentation. Based on data analysis, the results of the study can be stated that in the text of the song lyrics accompanying the traditional art of Sintren found meaning in the form of meaning and function according to the song lyrics in each part.