cover
Contact Name
Arif Murtaqi Akhmad Mutsyahidan
Contact Email
arifakhmad@ung.ac.id
Phone
+6281356422313
Journal Mail Official
laode.sahara@ung.ac.id
Editorial Address
Gedung Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo Jl. Jenderal Sudirman No. 6 Kota Gorontalo, 96128
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jambura Journal of Tropical Livestock Science
ISSN : -     EISSN : 30250870     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jambura Journal of Tropical Livestock Science contains research articles related to livestock sciences: Genetics and Breeding Production and Reproduction Nutrition and Feed Agrostology and Agrosilvopastura Food Technology Livestock Agroindustry Socioeconomic and Policy Livestock Agribusiness Health and Welfare Farming System
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2023)" : 7 Documents clear
Studi Kasus Kualitas Daging Ayam Broiler Di Pasar Sentral Kota Gorontalo Denada, Dinda; Mutsyahidan, Arif Murtaqi Akhmad; Lahamutu, Indriaty; Manggena, Halimanti; Murtialmira, Rifina
Jambura Journal of Tropical Livestock Science Vol 1, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sanitasi terhadap cemaran mikroba pada daging ayam broiler di pasar sentral kota Gorontalo, Nilai pH pada daging ayam broiler di pasar sentral kota Gorontalo, Nilai Asam Lemak Bebas pada daging ayam broiler di pasar sentral kota Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan sampel diambil pada 3 lokasi di Pasar Sentral Kota Gorontalo dengan metode teknik sampling acak sederhana. Hasil data pH pada daging ayam broiler yang dijual di pasar Sentral Kota Gorontalo menunjukkan dari 3 sampel daging ayam broiler memiliki nilai rata-rata pH yakni pada pedagang A yaitu 6,24, pedagang B yaitu 6,23 dan pedagang C yaitu 6,22. Semua sampel daging ayam broiler memenuhi syarat SNI 3924-2009 tentang daging ayam yang menepatkan standar pH 6-7. Sedangkan total mikroba terendah terdapat pada pedagang B yaitu sebesar 8,27 x 104 CFU/g, sedangkan total mikroba tertinggi terdapat pada pedagang A yaitu sebesar 2,21 x 107 CFU/g. Standar TPC (Total Plate Count) maksimal untuk daging ayam segar berdasarkan SNI 3924:2009 adalah 1 x 106 CFU/g atau 6,00 sehingga berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa dari 3 sampel daging ayam broiler dari Pasar Sentral Gorontalo hanya pedagang C yang sesuai dengan SNI yang telah ditetapkan sedangkan pedagang A dan B tidak sesuai dengan SNI. Dan hasil nilai dari 3 sampel daging ayam broiler dimana pada  pedagang A kadar asam lemak bebas yang ditemukan yaitu 1.79 % dan pada pedangang B menunjukan hasil 1.82 %. Sedangkan pada pedangang C menunjukan hasil 1.30 % tentunya hal ini jauh berbeda dengan pedagang A dan B. Kandungan asam lemak bebas pada daging ayam boiler diduga disebabkan oleh reaksi hidrolisis yang terjadi pada kompenen lemak dalam daging ayam.
NILAI NUTRISI ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) YANG DIFERMENTASI MENGGUNAKAN LEVEL SUPLEMEN ORGANIK CAIR BERBEDA Saud, Nur Fazri; Bahri, Syamsul; Mukhtar, Muhammad; Syahruddin, Syahruddin
Jambura Journal of Tropical Livestock Science Vol 1, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai nutrisi eceng gondok (Eichhornia crassipes) yang difermentasi dengan suplemen organik cair (SOC). Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari : P0 (Eceng gondok tanpa penambahan SOC); P1 (5 ml SOC: eceng gondok); P2 (10 ml SOC : eceng gondok) dan P3 = (15 ml SOC : eceng gondok). Parameter yang diukur adalah protein kasar, serat kasar dan lemak kasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P1 (5 ml SOC) sangat nyata (P<0,01) meningkatkan kandungan protein kasar dibandingkan dengan P0 dan perlakuan P2 dan P3 (11,73% vs 8,38%; 9,55%; 9,50). Perlakuan P1 juga sangat nyata (P<0,01) menurunkan kandungan serat kasar (P1; 24,77%) dibandingkan dengan P0 dan perlakuan P2 dan P3 (24,77% vs 28,10%; 25,77%; 25,99%). Perlakuan P2 (10 ml SOC) dapat meningkatkan lemak kasar dari 3,32% menjadi 3,56%. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan 5 ml SOC pada fermentasi eceng gondok merupakan level optimal yang dapat meningkatkan kandungan protein kasar dan menurunkan serat kasar.Kata kunci: Eceng gondok, fermentasi,
KONSUMSI PROTEIN DAN ENERGI AYAM KUB FASE STARTER YANG DIBERI TEPUNG JEROAN IKAN PADA TARAF YANG BERBEDA Zainudin, Srisukmawati; Sayuti, Muhammad; Bahri, Syamsul; Umar, Dion Saputra
Jambura Journal of Tropical Livestock Science Vol 1, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penggunaan tepung jeroan ikan pada taraf yang berbeda terhadap konsumsi protein dan energi ayam KUB. Materi penelitian yaitu tepung jeroan ikan dan ayam kampung unggul Balitnak (KUB). Metode penelitian adalah percobaan lapang menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari 1) P0 (pakan tanpa jeroan ikan cakalang); 2) P1 (2,5% tepung jeroan ikan dalam pakan) dan 3) P2 (5% tepung jeroan ikan dalam pakan.  Variabel yang diukur adalah konsumsi ransum, konsumsi protein dan konsumsi energi.  Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam (Anova) dari rancangan acak lengkap.  Perlakuan yang berpengaruh nyata diuji lanjut dengan Uji Jarak Berganda Duncan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung jeroan ikan pada taraf yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap konsumsi pakan, dan memberikan penyaruh tidak nyata terhadap (P>0,05) terhadap konsumsi protein dan konsumsi energi ayam KUB Fase Strater.
TINGKAT KEPUASAN PETERNAK SAPI POTONG PADA PELAYANAN INSEMINASI BUATAN DI KECAMATAN TILONGKABILA KABUPATEN BONE BOLANGO Hulopi, Cindri; Pateda, Sri Yenny; Sahara, La Ode
Jambura Journal of Tropical Livestock Science Vol 1, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan peternak sapi potong dalam layanan inseminasi buatan di Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah peternak sapi potong yang tersebar pada 14 desa. Sampel dalam penelitian ini adalah peternak yang telah menerapkan IB pada 6 desa sampel, yaitu Tamboo, Tunggulo, Bongoime, Moutong, Iloheluma, dan Lonuo. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu: observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistika deskriptif. Skala yang digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan peternak pada penelitian ini adalah Skala Likert. Setiap pilihan dalam penilaian mempunyai nilai skor 1 sampai dengan 5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel-variabel kepuasan peternak meliputi: karakteristik pelayanan, hubungan personal, dan pengaturan peralatan. Skor rata-rata tingkat kepuasan peternak menunjukkan bahwa peternak di Kecamatan Tilongkabila 95% puas dan 5% sangat puas terhadap layanan IB.
STRUKTUR POPULASI DAN NATURAL INCREASE KAMBING LOKAL GORONTALO DI KECAMATAN BOTUPINGGE PROVINSI GORONTALO Ilham, Fahrul; Sayuti, Muhammad; Isa, Arman; Zainudin, Srisukmawati
Jambura Journal of Tropical Livestock Science Vol 1, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to identify the population structure and natural increase of local Gorontalo goats in Botupingge District, Bone Bolango Regency, Gorontalo. The total number of local Gorontalo goats observed at the research location was 163. The research method is by survey and data collection by observation and interviews using a list of questions. The research results showed that the number of local goats at the time of the research was 126 females and 37 males. The population structure consists of 7 adult males (18.91%) and 77 adult females (61.11%), seven young males (18.91%) and 26 young females (20.63%), male offspring 23 (62.16%) and 23 (18.69%) female offspring. The population structure of unsex goats is 28.22%, young goats are 20.24%, and adult goats are 51.53%. The highest import of goat livestock into the Botupingge District area was caused by births (81.81%), and expenditure was caused by deaths and sales (43.66%). The percentage of births to adult parents is 70.12%, and to the total population is 33.12%, purchases 16.66%, and immigration 1.51%. The percentage of goat deaths in the population was 19.01%, sales were 19.01%, slaughter was 4.29%, and natural increase was 14.11%. This research concludes that adult goats with female gender dominate the population structure of local Gorontalo goats in Botupingge District. However, when they are still young, they are dominated by male goats. The natural increase in local Gorontalo goats is 14.11% and is in the small/low category, so strategic breeding efforts are needed to reduce deaths and increase births
PROSES PENGOLAHAN SUSU KAMBING MENJADI YOGHURT DAN PENGEMASANNYA Said, Multiana; Modjo, Ardiyanto Saleh; Limonu, Marleni; Antuli, Zainudin K.; Kasim, Rahmiyati
Jambura Journal of Tropical Livestock Science Vol 1, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk memahami proses pengolahan susu kambing menjadi yoghurt dan pengemasannya di Pesantren Pertanian Darul Falah Daffa, Ciampea, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Metode penelitian yang diterapkan melibatkan metode eksperimental dan wawancara langsung dengan para karyawan Darul Falah, khususnya karyawan di unit pengolahan susu kambing. Data yang dikumpulkan melibatkan beberapa variabel observasi, yakni teknik pengolahan dan teknik pengemasan. Hasil kajian ini mengindikasikan bahwa untuk mengolah susu kambing, digunakan bahan baku susu untuk menghasilkan yoghurt. Proses pengolahan dimulai dengan tahap penyediaan bahan baku, pasteurisasi, pendinginan, inokulasi, inkubasi yoghurt, penambahan perisa, dan terakhir pengemasan menggunakan plastik polietilen.Kata Kunci: Susu kambing, Pengolahan, yoghurt, pengemasan
Analisis Cemaran Mikroba Dan Kerusakan Oksidasi Lemak Pada Bakso Yang Dijual Di Kawasan Kampus 1 Universitas Negeri Gorontalo Ahmad, Lisna; Une, Suryani; Limonu, Marleni; Angelia, Ika Okhtora
Jambura Journal of Tropical Livestock Science Vol 1, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakso memiliki kandungan protein dan kadar air tinggi serta pH netral, sehingga rentan terhadap kerusakan dan daya awet maksimal 1 hari pada suhu kamar. Metode yang digunakan dalam penilitian ini adalah metode deskriptif untuk memeriksa cemaran mikroba pada jajanan di wilayah Kampus 1 Universitas Negeri Gorontalo dengan masing-masing lokasi mengambil 3 sampel menggunakan metode teknik sampling acak sederhana. Jenis sampel yang diambil yaitu bakso yang berbahan baku daging sapi. Kemudian dilanjutkan dengan uji Ph, Asam Lemak Bebas, dan TPC. Berdasarkan hasil penilitian pada sampel yang memilki nilai ph tertinggi yaitu pada sampel A2 dengan nilai 6,68 di ikuti dengan penurunan yaitu pada sampel A3 dengan nilai 6,77 serta penurunan berikutnya yaitu pada sampel A1 dengan nilai 6,67. nilai Free Fhety Acid yaitu pada sampel yang memilki nilai FFA tertinggi yaitu pada sampel A3 dengan nilai 10% di ikuti dengan penurunan yaitu pada sampel A2 dengan nilai 7% serta penurunan berikutnya yaitu pada sampel A1 dengan nilai 4%. Sedangkan jumlah mikroorganisme di setiap sampel yaitu pada sampel yang memilki jumlah mikroorganisme tertinggi yaitu pada sampel A3 dengan nilai 64000 CFU di ikuti dengan jumlah mikroorganisme yang sedikit yaitu pada sampel A1 dengan jumlah mikroorganisme 44000 CFU serta pada sampel A2 yaitu jumlah mikroorganisme paling sedikit dengan jumlah mikrobanya 27000 CFU.

Page 1 of 1 | Total Record : 7