cover
Contact Name
Arif Murtaqi Akhmad Mutsyahidan
Contact Email
arifakhmad@ung.ac.id
Phone
+6281356422313
Journal Mail Official
laode.sahara@ung.ac.id
Editorial Address
Gedung Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo Jl. Jenderal Sudirman No. 6 Kota Gorontalo, 96128
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jambura Journal of Tropical Livestock Science
ISSN : -     EISSN : 30250870     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jambura Journal of Tropical Livestock Science contains research articles related to livestock sciences: Genetics and Breeding Production and Reproduction Nutrition and Feed Agrostology and Agrosilvopastura Food Technology Livestock Agroindustry Socioeconomic and Policy Livestock Agribusiness Health and Welfare Farming System
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2024)" : 8 Documents clear
KARAKTERISTIK FENOTIP SAPI BALI BETINA DI KECAMATAN LUWUK TIMUR Kalay, Fadli; Taha, Siswatiana Rahim; Laya, Nibras Karnain
Jambura Journal of Tropical Livestock Science Vol 2, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrackThe purpose of this study was to determine the phenotypic characteristics of female Bali cattle in Luwuk Timur District. The sampling location was in Luwuk Timur District, Banggai Regency from May to June 2024. The methods used were qualitative and quantitative methods in the form of direct observation and measurement of 50 female Bali cattle. Based on the results of the study, female Bali cattle have a prominent brick red color, namely 15, brown fur 11, dark brown 14, light brown 10. Female Bali cattle have 3 horn shapes, namely 19 curved upwards, 27 curved backwards, 4 curved downwards. The shape of the ears of female Bali cattle is upright, 50. The tail color is black, 50. And the eel line is thick, 31, thin 19. It was concluded that the body color tends to be brick red with a percentage of 30%, the shape of the horns mostly curves backwards 54%, the shape of the cow's ears is dominated by erect ears 100%, the universal tail color is black 100%, finally the eel line shows a thick line covering 62%.Keywoards : Characteristics, Female Bali Cows ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik fenotip sapi Bali betina di Kecamatan Luwuk Timur. Tempat pengambilan sampel di kecamatan luwuk timur, kabupaten banggai dari bulan mei sampai bulan juni 2024. Metode yang di gunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif berupa pengamatan dan pengukuran langsung pada sapi bali betina sebanyak 50 ekor. Berdasarkan hasil penelitian sapi bali betina memiliki warna merah bata yang menonjol yaitu 15 ekor, bulu coklat 11 ekor, Coklat tua 14 ekor, coklat terang 10 ekor. Sapi bali betina memiliki 3 bentuk tanduk yaitu melengkung ke atas 19 ekor, melengkung kebelakang 27 ekor, melengkung kebawah 4 ekor. Bentuk telinga sapi bali betina yaitu tegak sebanyak 50 ekor. Warna ekor yaitu hitam sebanyak 50 ekor. Serta garis belut yaitu tebal 31 ekor, tipis 19 ekor. Disimpulkan bahwa warna tubuh cenderung merah bata persentase sebesar 30%, bentuk tanduk mayoritas melengkung kebelakang 54%, bentuk telinga sapi di dominasi telinga tegak 100%, warna ekor universal berwarna hitam 100%, terakhir garis belut menunjukan garis yang tebal mencakup 62%.Kata Kunci : Karakteristik, Sapi Bali Betina
IDENTIFIKASI JENIS EKTOPARASIT PADA AYAM KAMPUNG SUPER DI DESA ILOHELUMA KABUPATEN BONE BOLANGO Makmur, Ainsyah Maharani; Datau, Fahria; Nugroho, Tri Ananda Erwin
Jambura Journal of Tropical Livestock Science Vol 2, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrackThe super native chicken (Gallus Gallus Domesticus) is the result of a cross between a male native chicken and a female laying breed. Not a few farmers make the maintenance of super native chickens as a livelihood as an economic necessity, besides that super native chickens are also a potential source to meet the protein and animal needs of the Indonesian people. One of the challenges in breeding is the infestation of ectoparasites in the livestock. The impact of ectoparasite infestation such as lice, ticks and mites can cause stress to livestock, reduce productivity and increase the risk of disease transmission. In addition, the impact of ectoparasite infestation often leads to a decrease in the health and quality of production in terms of both meat and eggs, which can cause significant financial losses for farmers. Not many people are familiar with the existence of ectoparasites and their types to the impact caused by ectoparasites, therefore this study aims to identify the types of ectoparasites in super native chickens. The method used was Obsevasional using a Completely Randomised Design (RAL). The samples used in this study were 80 super native chickens. Based on the results of the study, 2 species of ectoparasites were successfully found, namely Geniocotes Gigas and Argas Persicus with a total of 61 individuals.Keywords: Free-range chicken, Ectoparasites, Iloheluma ABSTRAKAyam kampung super (Gallus Gallus Domesticus) merupakan hasil persilangan antara ayam kampung jantan dan ayan ras betina jenis petelur. Tidak sedikit peternak menjadikan pemeliharaan ayam kampung super sebagai mata pencaharian sebagai kebutuhan ekonomi, selain itu ayam kampung super juga menjadi sumber yang potensial untuk memenuhi kebutuhan protein dan hewani masyarakat indonesia. Salah satu tantanngan dalam beternak adalah adanya infestasi ektoparasit pada ternaknya. Dampak dari adanya infestasi ektoparasit seperti kutu, caplak dan tungau dapat menyebabkan terjadinya stress terhadap ternak, mengurangi produktivitas dan meningkatkan resiko penularan penyakit. Selain itu, dampak dari infestasi ektoparasit sering kali menyebabkan penurunan kesehatan serta kualitas hasil produksi baik dari segi daging maupun telur sehingga dapat menyebabkan kerugian finansial yang signifikan bagi peternak. Tak banyak orang mengenal dengan adanya ektoparasit dan jenisnya hingga dampak yang ditimbulkan oleh ektoparasit, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis ektoparasit pada ayam kampung super. Metode yang digunakan yaitu Obsevasional dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini 80 ekor ayam kampung super. Berdasarkan hasil penelitian, berhasil ditemukan 2 spesies ektoparasit yaitu Geniocotes Gigas dan Argas Persicus dengan jumlah total 61 individu Kata kunci : Ayam kampung, Ektoparasit, Iloheluma
ANALISIS HEMISELULOSA, SELULOSA DAN LIGNIN ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) YANG DIFERMENTASI DENGAN BERBAGAI STARTER BERBEDA Mohammad, Arief Rahman; Mukhtar, Muhammad; Bahri, Syamsul
Jambura Journal of Tropical Livestock Science Vol 2, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan hemiselulosa, selulosa dan lignin pada eceng gondok yang difermentasi dengan berbagai starter berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulanAgustus - September 2023, bertempat di Laboratorium Agrostologi dan Pastura Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian UNG dan Analisis Van Soest di Laboratorium Kimia dan Nutrisi Makanan Universitas Hasanuddin, Makassar. Penelitian ini disusun berdasarkan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 kelompok. Perlakuan penelitian adalah P0 = fermentasi eceng gondok tanpa starter; P1 = fermentasi eceng gondok menggunakan starter SOC; P2 = fermentasi eceng gondok menggunakan SBP, P3= fermentasi eceng gondok menggunakan starter MA-11, P4= fermentasi eceng gondok menggunakan starter EM-4. Parameter penelitian adalah Kandungan Hemisellulosa, sellulosa dan lignin. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisys of Variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa eceng gondok yang difermentasi dengan berbagai bahan starter berbeda memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap kandungan hemisellulosa. Berdasarkan data yang diperoleh P4 (30,92%) lebih rendah dibandingkan dengan P0 (36,68%), P1(34,67%), P2(34,735), dan P3(35,78%). Pada Kandungan selullosa, perbedaan yang nyata (P<0,05) lebih rendah diperlihatkan pada P1 (eceng gondok + SOC), dibandingkan dengan P0 (kontrol), P2 (eceng gondok + SBP), P3 (ecenggondok + MA-11), dan P4 (eceng gondok + EM-4) dengan nilai rataan masing-masing perlakuan yaitu P1(30,50%), P0 (35,59%), P2 (31,11%), P3 (31,65), P4 (34,07%). Pada kandungan lignin, perbedaan yang nyata (P<0,05) lebih rendah diperlihatkan pada P2 (ecenggondok + SBP), dibandingkan dengan perlakuan P0 (Kontrol), P1(eceng gondok + SOC), P3 (eceng gondok + MA-11) dan P4 (eceng gondok + EM- 4) dengan nilai rataan masing-masing perlakuan yaitu P2=3,40%, P0=6,02%, P1= 3,88%, P3= 3,89%, dan P4= 5,63%. Kesimpulan penelitian adalah fermentasi eceng gondok dengan berbagai starter yang berbeda menunjukkan ada pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap kandungan hemiselullosa, selullosa, dan lignin.Kata Kunci : eceng gondok, SOC, SBP, MA-11, EM-4, Fermentasi
Studi Kasus Analisis Cemaran Mikroba Pada Jeroan Ayam Broiler Yang Berada Di Pasar Tradisional Tumbihe Kabupaten Bone Bolango Ahmad, Lisna; Male, Andriyani; Musa, Ferpin; Pakaya, Aprilia
Jambura Journal of Tropical Livestock Science Vol 2, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui kualitas mikrobiologi jeroan ayam broiler di pasar tradisional Tumbihe dan untuk mengetahui kelayakan dan kualitas jeroan  ayam broiler layak dikonsumsi secara mikrobiologis yang disediakan oleh pasar tradisional Tumbihe kecamatan Kabila kabupaten Bone Bolango. Metode penelitian ini yaitu rancangan  Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling yaitu pemilihan sampel berdasarkan pertimbangan-pertimbangan. Berdasarkan penelitian hasil TPC jeroan ayam broiler pada pedagang 1 bagian  Hati sebesar  2,75 × 106 CFU/g, dan pada bagian Ampela sebesar 2,7 × 104 CFU/g. kemudian nilai TPC pada  Pedagang 2 bagian Hati sebesar  1,5  ×105 CFU/g, dan pada bagian Ampela sebesar 8,27 × 104 CFU/g. sedangkan  pada pedagang 3 bagian. Bagian Hati sebesar  1,51 × 105 CFU/g, dan pada bagian Ampela sebesar 8,27 × 104 CFU/g. untuk ketiga pedagang tersebut masih memenuhi standar SNI mutu jeroan  ayam broiler, dan untuk nilai tertinggi kadar air ada pada pedagang A sebesar 75.43%(Hati) dan 81.1626%(Ampela), dan yang terendah ada pada pedagang B sebesar 29.60%(Hati) dan 32.80% (Ampela), Pedagang 1 untuk sampel hati dan ampela masih memenuhi syarat kadar air yang baik. Adapun pada pedagang 2 untuk sampel hati dan ampela belum memenuhi syarat kadar air yang baik. Sedangkan pada pedagang 3 untuk sampel ampela memiliki kadar air yang baik. Sedangkan untuk sampel hati belum memenuhi standar kadar air yang baik. Uji salmonela pada pedagang 1 dan pedagang 2  sampel yang diuji  positif salmonela. Sedangkan pada pedagang 3 sampel yang diuji negatif salmonela pada pedagang 1 dan pedagang 2 belum memenuhi standar SNI, pada pedagang 3 sudah memenuhi standar SNI
PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) SEBAGAI BAHAN PENGAWET TELUR AYAM RAS Sayuti, Muhammad; Bilaleya, Irda; Taha, Siswatiana R.; Syahruddin, Syahruddin; Zainudin, Srisukmawati
Jambura Journal of Tropical Livestock Science Vol 2, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK             Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan daun sirsak (Annona muricata L.) sebagai bahan pengawet telur ayam ras.  Penelitian disusun berdasarkan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan empat ulangan.  Perlakuan adalah perendaman telur ayam ras selama 24 jam dalam ekstrak daun sirsak dengan konsentrasi 0 %, 10 %, 20 %, dan 30 % dengan masing-masing lima ulangan.  Data dianalisis ragam sesuai dengan rancangan acak lengkap (RAL) dan diuji lanjut menggunakan uji beda nyata terkecil (BNT).  Parameter yang diukur adalah persentase penurunan bobot, pH, dan diameter rongga udara telur ayam ras yang disimpan pada suhu ruang selama 35 hari.  Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa telur ayam ras yang direndam selama 24 jam dalam ekstrak daun sirsak dengan konsentrasi yang berbeda dan disimpan pada suhu ruang selama 35 hari, berpengaruh tidak nyata (T>0,05) terhadap persentase penyusutan bobot dan  pH telur, tetapi berpengaruh nyata (T<0,05) terhadap diameter rongga udara telur.  Diameter rongga udara telur ayam ras yang direndam selama 24 jam dalam ekstrak daun sirsak dengan konsentrasi 30 % berbeda nyata (P<0,05) lebih rendah dari konsentrasi 0 %, 10 %, dan 20 %.  Kesimpulan adalah perendaman selama 24 jam dalam ekstrak daun sirsak dengan konsentrasi 30 % dapat memperpanjang daya simpan telur selama 35 hari berdasarkan diameter rongga udara telur. Kata kunci: telur ayam ras, ekstrak daun sirsak, konsentrasi, pengawet           ABSTRACT This research aims to determine the use of soursop leaves (Annona muricata L.) as a preservative for purebred chicken eggs.  The research was structured based on a completely randomized design (CRD) with four treatments and four replications.  The treatment was soaking chicken eggs for 24 hours in soursop leaf ekstrake with concentrations of 0 %, 10 %, 20 % and 30 % with five replications each.  Data were analyzed for variance according to a completely randomized design (CRD) and tested further using the Least Significant Difference Test (BNT).  The parameters measured were the percentage reduction in weight, pH and air cavity diameter of purebred chicken eggs stored at room temperature for 35 days.  The results of analysis of variance showed that chicken eggs soaked for 24 hours in soursop leaf ekstrake with different concentrations and stored at room temperature for 35 days had no significant effect (T>0.05) on the percentage of weight loss and pH of the eggs, but did. significant (T<0.05) on the diameter of the egg air cavity.  The diameter of the air cavity of purebred chicken eggs soaked for 24 hours in soursop leaf ekstrake with a concentration of 30 % was significantly (P<0.05) lower than concentrations of 0 %, 10 % and 20 %.  The conclusion is that soaking for 24 hours in soursop leaf ekstrake with a concentration of 30 % can extend the shelf life of eggs for 35 days based on the diameter of the eggs air cavity. Keywords: egg, soursop leaves ekstrake, concentration, preservati
KANDUNGAN NDF DAN ADF SILASE RANSUM KOMPLIT DENGAN TARAF JERAMI SORGUM (Sorghum bicolor (L) Moench) YANG BERBEDA Marup, Yasin; Syahruddin, Syahruddin; Sayuti, Muhammad; Sahara, La Ode; Bahri, Syamsul
Jambura Journal of Tropical Livestock Science Vol 2, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kandungan NDF dan ADF silase ransum komplit dengan taraf jerami sorgum yang berbeda. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 4 (empat) perlakuan dan 4 (empat) ulangan, yaitu P1: Jerami sorgum 60% + rumput alam 30% + konsentrat 10%, P2: Jerami sorgum 70% + rumput alam 20% + konsentrat 10%, P3: Jerami sorgum 80% + rumput alam 10% + konsentrat 10%, P4: Jerami sorgum 90% tanpa rumput alam + konsentrat 10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan taraf jerami sorgum dalam silase ransum komplit tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap kandungan NDF dan ADF silase. Persentase kandungan NDF dan ADF pakan silase ransum komplit, yaitu NDF (45,39% – 48,50%) dan ADF (30,92% - 36,00%). Peningkatan taraf jerami sorgum dari 60% sampai 90% dalam silase ransum komplit diperoleh kandungan NDF yang sama, demikian juga dengan kandungan ADF. Kata Kunci: Jerami Sorgum, Silase, Ransum komplit, NDF, ADF ABSTRACTThis research aims to determine and analyze the NDF and ADF content of complete rations silage at different levels of sorghum straw. This research employs a completely randomized design with 4 (four) treatments and 4 (four) replications, including P1: 60% sorghum straw + 30% natural grass + 10% concentrate, P2: 70% sorghum straw + 20% natural grass + 10% concentrate, P3: 80% sorghum straw + 10% natural grass + 10% concentrate, P4: 90% sorghum straw + 0% natural grass + 10% concentrate. Findings reveal that the increasing level of sorghum straw in complete ration silage does not exert significance (P>0.05) to the NDF and ADF content of silage. The NDF and ADF contents of complete ration silage feed are 45.39% - 48.50% and 30.92% - 36.00%, respectively. The increasing level of sorghum straw from 60% to 90% on complete ration silage obtains similar NDF content, as well as the ADF content. Keywords: Sorghum Straw, Silage, Complete ration, NDF, ADF
Pencampuran Maltodekstrin Pada Buah Nanas (Ananas comosus) Sebagai Bubuk Pengempuk Daging Mahaling, Efraim Maletu; Mutsyahidan, Arif Murtaqi Akhmad; Antuli, Zainudin
Jambura Journal of Tropical Livestock Science Vol 2, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nanas sering digunakan untuk pengempuk daging. Hal ini dilakukan agar daging menjadi lebih empuk dan waktu pemasakan menjadi lebih singkat, walaupun ada kesulitan dalam menggunakan buah nanas untuk melunakkan daging karena ketergantungan pada musim panen, akan lebih praktis jika terdapat enzim bromelin yang dapat disimpan dan digunakan kapan saja. Oleh karena itu, dibutuhkan bahan tambahan pada daging tersebut dengan tujuan untuk mendapatkan tekstur daging empuk sesuai yang diinginkan. Bahan tambahan yang dapat digunakan yaitu maltodekstrin karena sangat efektif dalam melindungi komponen-komponen penting dalam bahan pangan, terutama komponen volatilnya.  Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik fisikokimia nanas sebagai bubuk pengempuk daging. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial.
Analisis Perubahan Kandungan Nutrisi Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) Yang Difermentasi Dengan Berbagai Starter Yang Berbeda Kurniawan, Roy; Mukhtar, Muhammad; Bahri, Syamsul
Jambura Journal of Tropical Livestock Science Vol 2, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan kandungan nutrisi eceng gongok (eichhornia crassipes) yang  difermentasi dengan berbagai starter yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus - September 2022, bertempat di Laboratorium Agrostologi dan Pastura Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian UNG dan Analisis Van Soest di Laboratorium Kimia dan Nutrisi Makanan Universitas Hasanuddin, Makassar. Penelitian ini disusun berdasarkan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 Ulangan.  Perlakuan penelitian adalah P0 = fermentasi eceng gondok tanpa starter; P1 = fermentasi eceng gondok menggunakan starter SOC; P2 = fermentasi eceng gondok menggunakan SBP, P3= fermentasi eceng gondok menggunakan starter MA-11, P4= fermentasi eceng gondok menggunakan starter EM-4.  Parameter penelitian adalah Protein kasar, lemak kasar, serat kasar dan BETN. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisys of Variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa eceng gondok yang difermentasi dengan berbagai bahan starter berbeda memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap kandungan protein kasar. Berdasarkan data yang diperoleh P4 (8,29%)  lebih rendah dibandingkan dengan P0 (8,38%), P1(11,78%), P2(10,76%), dan P3(11,13%).  Pada Kandungan lemak kasar, perbedaan yang nyata (P<0,05) lebih rendah diperlihatkan pada P1 (eceng gondok + SOC), dibandingkan dengan P0 (kontrol), P2 (eceng gondok + SBP), P3 (eceng gondok + MA-11), dan P4 (eceng gondok + EM-4) dengan nilai rataan masing-masing perlakuan yaitu P1(3,32%), P0 (3,32%), P2 (3,07%), P3 (2,6%), P4 (2,44%).  Pada kandungan serat kasar, perbedaan yang nyata (P<0,05) lebih rendah diperlihatkan pada  P2 (eceng gondok + SBP), dibandingkan dengan perlakuan P0 (Kontrol), P1(eceng gondok + SOC), P3 (eceng gondok + MA-11) dan P4 (eceng gondok + EM- 4) dengan nilai rataan masing-masing perlakuan yaitu P2=24,68%, P0=24,68%, P1= 24,77%, P3= 24,2%, dan P4= 28,61%. Pada Kandungan BETN perbedaan yang nyata (P<0,05) Yaitu P0 (45,06%), P1(47,06%), P2(47,74%), P3(48,49%) dan P4(45,58%). Kesimpulan penelitian adalah fermentasi eceng gondok dengan berbagai starter yang berbeda menunjukkan ada pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap kandungan Protein kasar, lemak kasar, serat kasar, dan BETN. Kata Kunci : eceng gondok, SOC, SBP, MA-11, EM-4, Fermentasi

Page 1 of 1 | Total Record : 8