cover
Contact Name
Muhardi
Contact Email
ejurnalagrotekbis@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ejurnalagrotekbis@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian UNTAD, Jalan Soekarno Hatta No. KM. 9, Tondo Kecamatan Mantikulore, Kota Palu Sulawesi Tengah
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
AGROTEKBIS: Jurnal Ilmu Pertanian
Published by Universitas Tadulako
Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan informasi hasil-hasil penelitian dibidang pertanian, khususnya teknik pertanian (agroteknologi) dan agribisnis. Jurnal diterbitkan secara online (E-Jurnal) dengan terbit 6 edisi selama setahun. Jurnal ini juga sebagai media publikasi hasil-hasil penelitian dari ringkasan skripsi mahasiswa strata satu dan dari berbagai hasil penelitian lainnya yang belum pernah dipublikasi pada berkala yang lain sebelumnya.
Articles 1,367 Documents
EFEKTIVITAS BEBERAPA EKSTRAK TUMBUHANSEBAGAI PESTISIDA NABATI UNTUK MENGENDALIKAN HAMA ULAT BAWANG Spodoptera exigua Hubner(Lepidoptera: Noctuidae) PADA TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Vivi Delvia; Hasriyanty Hasriyanty; Burhanuddin Nasir
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 9 No 6 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas beberapa ekstrak tumbuhan sebagai pestisida baik pengujian tunggal dan campuran dalam mengendalikan hama ulat bawang S. exigua. Penelitian ini di laksanakan dilahan bawang merah milik petani di Desa Oloboju Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah dari Maret - Mei 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan yaitu kontrol (E0), ekstrak tumbuhan sidondo dosis 30 ml/L (E1), ekstrak tumbuhan sidondo + babadotan dosis 30 ml/L (E2), ekstrak tumbuhan sidondo + mengkudu dosis 30 ml/L (E3), ekstrak tumbuhan babadotan + mengkudu dosis 30 ml/L (E4). Pengambilan sampel dilakukan dengan pola diagonal yaitu dengan menetapkan 10 rumpun/petak. Pengambilan sampel dilakukan dengan interval waktu seminggu sekali sebanyak 5 kali pengamatan. Hasil penelitian menujukkan perlakuan ekstrak tumbuhan sidondo + mengkudu (E3) memperlikatkannilai terendah pada kepadatan populasi dan intensitas serangan dengan rata-rata 0,75 (ekor) dan 1,05%, dan perlakuan E1 ekstrak sidondo memperlihatkan produksi 3,25 ton/ha.
ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHATANI JAGUNG HIBRIDA DI DESA TOMPIRA KECAMATAN PETASIA TIMUR KABUPATEN MOROWALI UTARA Zulkifli Zulkifli; Saharia Kassa; Dance Tangkesalu
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 9 No 6 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghitung pendapatan dan tingkat kelayakan yang di peroleh petani Jagung Hibrida di Desa Tompira Kecamatan Petasia Timur Kabupaten Morowali Utara. Penelitian ini dilaksanankan di Desa Tompira pada bulan Desember 2016-Maret 2017. Responden dalam penelitian ini adalah petani jagung hibrida di DesaTompira. Penentuan responden menggunakan metode acak sederhana (simple random sampling) jumlah sampel sebanyak 38 petani jagung hibrida. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pendapatan dan kelayakan usahatani. Pendapatan rata-rata usahatani jagung sebesar Rp 4.155.127,37/0,65ha atau Rp 6.378.300,95/ha, rata-rata penerimaan usahatani jagung Rp. 9.629.144,74/0,65ha atau Rp.14.781.155,32/ha dengan total biaya usahatani yang di keluarkan oleh petani sebesar Rp.5.474.017,37/0,65ha atau Rp.8.402.854,37/ha. Sedangkan untuk tingkat kelayakan usahatani jagung hibrida di DesaTompira layak diusahakan yang ditunjukan dengannilai R/C>1 (1,76).
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) VARIETAS LEMBAH PALU DENGAN BERBAGAI KOMBINASI JENIS PUPUK ORGANIK Wahyu Fauzi; Muhammad Anshar; Bahrudin Bahrudin
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 9 No 6 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) adalah tanaman semusim yang berbentuk umbi lapis yang sebagian masyarakat dunia menjadikannya bumbu masakan khususnya masyarakat Indonesia. Penelitian ini disusun menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari : A = Kontrol (tanpa pupuk organik), B = Pupuk bokashi 20 t/ha, C = Pupuk bokashi 20 t/ha + Pupuk organik cair (Biourin) 30 ml/liter air, D = Pupuk bokashi 10 t/ha + Pupuk organik cair (Biourin) 60 ml/liter air, E = Pupuk bokashi 30 t/ha + Pupuk organik cair (Biourin) 60 ml/liter air. Di dalam penelitian ini terdapat 5 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga terdapat 20 unit percobaan. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada pengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan pertumbuhan dan hasil yaitu panjang daun, jumlah daun, jumlah umbi per rumpun, diameter umbi dan indeks panen.
PENGARUH PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP SERAPAN NITROGEN TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascallonicum.L) PADA ENTISOLS SIDERA Wahyuni Wahyuni; Isrun Isrun; Rully Akbar Pribudi
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 9 No 6 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini di lakukan dengan tujuan untuk menentukan dosis pupuk kandang sapi yang tepat dan pengaruhnya terhadap serapan nitrogen tanaman bawang merah pada tanah Entisols sidera. Pengambilan sampel tanah pada penelitian ini bertempat di Desa Sidera Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Analisis tanah dan jaringan tanaman dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu.Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok(RAK) Dengan 6 taraf perlakuan dan di ulang sebanyak 3 kali sehingga didapatkan 18 satuan percobaan 6 taraf dosis perlakuan tersebut antara lain : Kontrol (tanpa pemberian pupuk kandang sapi) : pupuk kandang sapi dengan dosis 5 ton ha-1(setara 12,5 g/5 kg), pupuk kandang sapi dengan dosis 10 ton ha-1(setara 25 g/5 kg g), pupuk kandang sapi dengan dosis 15 ton ha-1(setara 37,5 g/5), pupuk kandang sapi dengan dosis 20 ton ha-1(setara 50 g/5 kg), pupuk kandang sapi dengan dosis 25 ton ha-1(setara 62,5 g/5 kg). Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang sapi dengan dosis 25 ton /ha pH tanah sebesar 6,113%, N-total tanaman 0,25%,C-organik 2,46%, Konsentrasi N jaringan tanaman sebesar 0,15%, Bobot kering tanaman dengan pemberian pupuk kandang sapi 5 ton/ha sebesar 1,53%, Serapan N dengan pembeian dosis pupuk kandang sapi 20 ton/ha yaitu sebesar 0,2%.
PENGARUH KONSENTRASI PERENDAMAN AUKSIN TERHADAP PERTUMBUHAN STEK PUCUK JAMBU AIR ( Syzygium aquaeum Burn F) VARIETAS MADU DELI Wayan Agus Wijana; Sri Anjar Lasmini
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 9 No 6 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jambu air (Syzygium aquaeum Burn. F) adalah tumbuhan yang termasuk kedalam suku jambu-jambuan atau Myrtaceae. Ketidaksediaan bibit yang berkualitas menjadi salah satu kendala pada budidaya jambu madu deli skala besar Kendala yang dihadapi dalam pengembangan bibit jambu madu deli adalah proses pengadaan bibit yang membutuhkan waktu lama. Alternative yang dapa ditempuh adalah perbanyakan dengan cara stek pucuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi perendaman auksin terhadap pertumbuhan stek jambu air madu deli. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) diulang sebanyak 3 kali dengan 5 taraf ( Kontrol, Auksin 0,5 ml/liter air, Auksin 1 ml/liter air, Auksin 1,5 ml/liter air dan Auksin 2 ml/liter air). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi perendaman Auksin 1,5 m/liter air (P3) dapat mempercepat waktu muncul tunas, jumlah tunas dan menghasilkan panjang akar yang lebih banyak dibandingkan perlakuan lainnya.
PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) PADA BERBAGAI JENIS MULSA Yustika Yustika; Nuraeni Nuraeni; Jeki Jeki
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 9 No 6 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada pemberian berbagai jenis mulsa. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Gio Kecamatan Moutong Kabupaten Parigi Moutong. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-April 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan perlakuan Tanpa mulsa, mulsa jerami padi, mulsa plastik hitam, dan mulsa plastik perak. Masing-masing perlakuan diulang 6 kali sehingga semuanya terdapat 24 unit petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan mulsa plastik perak menghasilkan jumlah daun, tinggi tanaman dan berat segar tanaman, sedangkan mulsa plastik jerami padi menghasilkan jumlah umbi per rumpun, dan berat kering. Penggunaan berbagai jenis mulsa juga dapat meningkatkan kondisi lingkungan seperti kadar air tanah dibandingkan dengan tanpa mulsa.
STRATEGI MENINGKATKAN PRODUKSI BAWANG MERAH VARIETAS LEMBAH PALU (Allium wakegi Araki) MELALUI PUPUK Zulkifli Zulkifli; Maemunah Maemunah
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 9 No 6 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk untuk memperoleh dosis pupuk organik cair dan pupuk anorganik yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah lembah palu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga Juni 2019 di Desa Sidondo III Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi. Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor yaitu faktor pertama pemberian pupuk organik cair terdiri dari 3 taraf yaitu 1 = dosis 250 l/ha, 2 = 500 l/ha dan 3= 750 l/ha. Faktor kedua pemberian pupuk anorganik terdiri Urea, SP -36 dan KCL terdiri dari 3 taraf yaitu 1 = tanpa perlakuan (N, P, dan K), dosis anjuran ¼ 2 = Urea 125 kg/ha + SP-36 50 kg/ha + KCl 50 kg/ha dan dosis anjuran ½ 3 = Urea 250 kg/ha + SP-36 100 kg/ha + KCL 100 kg/ha. Dari kedua faktor tersebut diperoleh 9 kombinasi perlakuan, masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian dosis POC 750 l/ha dan pupuk Anorganik (Urea 250 kg/ha, SP-36 100 kg/ha dan KCL 100 kg/ha memberikan interaksi pada para meter pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, bobot umbi per rumpun dan bobot umbi per hektar serta meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah lembah palu.
IDENTIFIKASI LAPISAN AQUIFER AIR TANAH BAWAH PERMUKAAN MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK DENGAN TEKNIK VES DI DESA POMBEWE, KABUPATEN SIGI, PROVINSI SULAWESI TENGAH syamsul Syukur; Moh Adnan Khaliq; Ichwan S Madauna
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 9 No 6 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai pada studi ini yakni mengidentifikasi keberadaan lapisan akuifer air tanah bawah permukaan Desa Pombewe, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini dilaksanakan di Lokasi Rencana Tempat Pemboran Air Tanah di Desa Pombewe, Kabupaten. Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah yang dimulai dari bulan Juni sampai September 2020. Metode VES atau Vertical Electrical Sounding adalah salah satu dari metode geolistrik. Metode VES digunakan untuk menduga lapisan-lapisan material di bawah permukaan Bumi berdasarkan sifat resistivitasnya. Nilai resistivitas (ρ) dihitung berdasarkan data arus listrik (I) dan beda potensial (V) yang diperoleh di lapangan. Data arus listrik dan beda potensial diperoleh dari injeksi arus listrik ke bawah permukaan bumi melalui pasangan elektroda arus (C1,C2) dan elektroda potensial (P1, P2). Hasil akuisi data berupa data arus listrik dan beda potensial. Proses pengolahan data membutuhkan data resistivitas semu bukan data arus listrik (I) dan beda potensial (V). Hasil penelitian yang telah dilakukan pada lintasan GL 02 aquiver air tanah yang baik berada pada kedalaman 22 - 38 meter bmt dengan ketebalan lapisan berkisar 16 m. Lapisan Akuifer lainnya terdapat pada lapisan ke enam yang bersifat akuifer menengah sampai tinggi dengan litologi berupa batu pasiran, pasiran berbutir sedang sampai kasar.
KARAKTERISASI ASAM LEMAK DAN ASAM AMINO DENDENG DAGING SAPI YANG DIOLAH DENGAN CAMPURAN BUMBU YANG BERBEDA Sukisman Abdul Halid; Abdul Rahim; Chitra Anggriany Salingkat; Eko Priyantono; Minarny Gobel
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 9 No 6 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

masyarakat baik di dalam negeri maupun di luar negeri dan umumnya diolah dengan komposisi bumbu yang berbeda, sehingga aroma dan citarasanya juga berbeda-beda. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui sifat fisiko-kimia , jumlah dan jenis asam amino dan asam lemak dendeng daging sapi yang diolah dengan konsentrasi bumbu yang berbeda. Penggunaan rempah-rempah dalam pembuatan dendeng daging sapi umunya hanya terbatas sebagai pengawet dan anti mikroba, sementara jenis dan jumlah asam amino serta asam lemak yang terkandung dalam produk dendeng yang dihasilkan belum banyak dipelajari utamanya penggunaan bumbu dengan konsentrasi yang berbeda. Pada penelitian ini dilakukan analisis terhadap sifat fisik kimia yang meliputi kadar protein, kadar lemak, dan kadar air, serta analisis asam amino dan asam lemak dendeng daging sapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar protein tertinggi diperoleh pada sampel dendeng D2 yaitu 49,83+1,15 % dan terendah diperoleh pada sampel dendeng D5 yaitu sebesar 43,03+0,75 %, kadar lemak tertinggi diperoleh pada kode sampel D4 sebesar 47,13+2,36 % dan terendah diperoleh pada kode sampel D1 sebesar 2,50+0,84. Kadar air tertinggi diperoleh pada kode sampel D1 sebesar 26,63+5,92 %, dan terendah diperoleh pada kode sampel D3 sebesar 14,24+ 0,54 %. Kandungan asam amino pada semua sampel dendeng (D0, D1, D2, D3, D4, dan D5) mengandung 9 asam amino esensial yaitu histidin, isoleusin, leusin, lisin, metionin, fenilalanin, treonin, tiptofan, dan valin, serta mengandung 10 asam amino non esensial yaitu arginin, asparagin, asam aspartat, sitein, asam glutamat, glutamin, glisin, prolin, serin, dan tirosin. Sedangkan kandungan asam lemak pada semua sampel dendeng (D0, D1, D2, D3, D4, dan D5), yaitu asam lemak tak jenuh terdiri dari palmitoleat, linoleat, linolenat, olet (jumlah terbanyak), dan miristolet (jumlah kecil hanya ditemukan pada sampel dendeng D4), sementara asam lemak jenuh yang ditemukan pada semua sampel dendeng adalah miristat, palmitat, dan stearat, serta omega 3.
PEMBERIAN BERBAGAI SUHU DAN KONSENTRASI EKSTRAK BAWANG MERAH TERHADAP PEMATAHAN DORMANSI BENIH KOPI ARABIKA (Coffea arabica L.) Hamadi Hamadi; Enny Adelina
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 9 No 6 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditi perkebunan yang masuk dalam kategori komoditi strategis, karena banyak memberikan kontribusi pada perekonomian Indonesia. Penelitian bertujuan untuk memperoleh suhu perendaman dan konsentrasi ekstrak bawang merah yang baik terhadap pematahan dormansi benih kopi arabika. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, pada bulan Agustus sampai Oktober 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi ekstrak bawang merah yang terdiri atas tiga taraf yaitu: 40 %, 50 %, dan 60 %. Faktor kedua adalah suhu perendaman yang terdiri dari empat taraf yaitu: 60°C, 50°C, 40°C dan 30°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan suhu perendaman 60°C dan konsentrasi ekstrak bawang merah 50 % memberikan dampak yang baik terhadap tinggi hipokotil 6,42 (cm), panjang radikula kecambah 11,63 (cm), dan bobot kering kecambah 0,90 (g).

Page 68 of 137 | Total Record : 1367


Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 5 (2025): Oktober Vol 13 No 4 (2025): Agustus Vol 13 No 3 (2025): JUNI Vol 13 No 2 (2025): April Vol 13 No 1 (2025): Februari Vol 12 No 6 (2024): Desember Vol 12 No 5 (2024): Oktober Vol 12 No 4 (2024): Agustus Vol 12 No 3 (2024): Juni Vol 12 No 2 (2024): April Vol 12 No 1 (2024): Februari Vol 11 No 6 (2023): December Vol 11 No 5 (2023): Oktober Vol 11 No 4 (2023): Agustus Vol 11 No 3 (2023): Juni Vol 11 No 2 (2023): April Vol 11 No 1 (2023): Februari Vol 10 No 6 (2022): Desember Vol 10 No 5 (2022): Oktober Vol 10 No 4 (2022): Agustus Vol 10 No 3 (2022): Juni Vol 10 No 2 (2022): April Vol 10 No 1 (2022): Februari Vol 9 No 6 (2021): Desember Vol 9 No 5 (2021): Oktober Vol 9 No 4 (2021): Agustus Vol 9 No 3 (2021): Juni Vol 9 No 2 (2021): April Vol 9 No 1 (2021): Februari Vol 8 No 6 (2020): Desember Vol 8 No 5 (2020): Oktober Vol 8 No 4 (2020): Agustus Vol 8 No 3 (2020): Juni Vol 8 No 2 (2020): April Vol 8 No 1 (2020): Februari Vol 7 No 6 (2019): Desember Vol 7 No 5 (2019): Oktober Vol 7 No 4 (2019): Agustus Vol 7 No 3 (2019): Juni Vol 7 No 2 (2019): April Vol 7 No 1 (2019): Februari Vol 6 No 6 (2018): Desember Vol 6 No 5 (2018): Oktober Vol 6 No 3 (2018): Juni Vol 6 No 2 (2018): April Vol 6 No 1 (2018): Februari Vol 5 No 6 (2017): Desember Vol 5 No 5 (2017): Oktober Vol 5 No 4 (2017): Agustus Vol 5 No 3 (2017): Juni Vol 5 No 2 (2017): April Vol 5 No 1 (2017): Februari Vol 4 No 6 (2016): Desember Vol 4 No 5 (2016): Oktober Vol 4 No 4 (2016): Agustus Vol 4 No 3 (2016): Juni Vol 3 No 6 (2015): Desember Vol 3 No 5 (2015): Oktober Vol 3 No 4 (2015): Agustus More Issue