cover
Contact Name
Setyo Nurwaini
Contact Email
sn164@ums.ac.id
Phone
+6287836559013
Journal Mail Official
usadha@ums.ac.id
Editorial Address
Faculty of Pharmacy, Universitas Muhammadiyah Surakarta jln Ahmad Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Usadha Journal of Pharmacy
ISSN : -     EISSN : 28279905     DOI : 10.23917/usadha
Core Subject : Health, Science,
The Usadha Journal of Pharmacy aims to present up-to-date research, surveys, and literature reviews encompassing various domains of pharmaceutical sciences. These domains include pharmacology, pharmacokinetics, formulation technology, optimization of excipients, standardization of extracts and herbal products, determination of pharmacological activities in natural sources, drug synthesis and development, molecular biology, antibiotic screening, metabolite profiling and quantification, clinical pharmacy, and health and environmental concerns. Each edition of the journal will cover these aspects comprehensively. The publication will encompass a wide range of topics, including chemistry, biochemistry, biotechnology, pharmacology, and many aspects of pharmaceutical research. It will feature communications, complete research papers, reports, and reviews, providing comprehensive coverage in these fields.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus" : 8 Documents clear
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAN FRAKSI JINTAN HITAM (Nigella sativa L.) TERHADAP BAKTERI Klebsiella pneumoniae DAN Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) SERTA BIOAUTOGRAFINYA Sikanaa, Arinaa Manaa; Muflihah, Cita Hanif
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i3.538

Abstract

Jintan hitam (Nigella sativa L.) adalah salah satu tanaman yang berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak dan fraksi jintan hitam terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae dan Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Biji jintan hitam diekstraksi dengan etanol 96% hingga diperoleh ekstrak cair. Ekstrak difraksinasi menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat, dan air. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode disc diffusion dengan parameter diameter zona hambat. Kandungan senyawa diuji dengan kromatografi lapis tipis (KLT) dengan fase diam silika gel GF 254 dan fase gerak metanol: sikloheksana: diklorometana (6:20:74). Uji bioautografi dilakukan dengan metode bioautografi kontak. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak Nigella sativa L. memiliki aktivitas antibakteri paling baik terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae dan Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) adalah ekstrak dengan konsentrasi 80% v/v (10 µL/disk) dengan diameter zona hambat berturut-turut adalah 11,33 dan 11,5 mm. Hasil uji KLT menunjukkan adanya senyawa alkaloid, flavonoid, dan tanin. Hasil bioautografi tidak menunjukkan adanya aktivitas antibakteri.
TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU MAHASISWA FAKULTAS GEOGRAFI DAN FAKULTAS HUKUM UMS TERHADAP ANTIBIOTIK DAN RESISTENSI ANTIBIOTIK Karimah, Izqi; Karuniawati, Hidayah
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i3.544

Abstract

Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri yang bersifat bakterisid atau bakteriostatik. Penggunaan antibiotik di Indonesia yang cukup tinggi dan kurang bijak akan meningkatkan kejadian resistensi. Dampak resitensi antibiotik adalah meningkatnya morbiditas, mortalitas, dan biaya kesehatan. Penyalahgunaan antibiotik yang paling umum terjadi adalah pengobatan sendiri yang dilakukan oleh masyarakat, termasuk mahasiswa. Kurangnya pengetahuan tentang antibiotik di kalangan masyarakat, terutama mahasiswa non-kesehatan, berperan penting dalam banyaknya kasus penyalahgunaan antibiotik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku mahasiswa Fakultas Geografi dan Fakultas Hukum di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif observasional dengan pengumpulan data melalui kuesioner. Kuesioner tersebut diuji validitas reliabilitas, dan hasilnya menunjukkan valid dan reliabel. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 174 responden dan jumlah minimum sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang cukup (40,8%), perilaku yang cukup (54,6%) dan menunjukkan sikap yang baik (53,4%) terhadap antibiotik dan resistensi antibiotik.
POTENSI INTERAKSI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DENGAN KOMPLIKASI DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT Zulfa, Farah Qanitha; Mutmainah, Nurul
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i3.731

Abstract

Interaksi obat merupakan salah satu faktor yang dapat menghambat efektivitas terapi dan meningkatkan risiko efek samping. Risiko ini meningkat pada pasien dengan penggunaan obat yang kompleks (polifarmasi) seperti pada pasien diabetes mellitus tipe2 dengan komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi interaksi obat pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan komplikasi yang dirawat inap selama periode Januari–Desember 2023. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non-eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria inklusi meliputi pasien dari semua umur yang terdiagnosis diabetes mellitus tipe 2 dengan komplikasi kronis. Komplikasi kronis terdiri dari 2 macam yaitu komplikasi mikrovaskuler (nefropati, retinopati, dan neuropati) dan komplikasi makrovaskuler (gangguan serebrovaskuler, jantung koroner, dan ulkus diabetikum) dan menjalani rawat inap. Berdasarkan hasil penelitian, dengan total 304 pasien ditemukan rentang usia terbanyak adalah 45-64 tahun sebanyak 207 orang (68,09%), mayoritas berjenis kelamin perempuan sebanyak 159 orang (52,30%), dan sebagian besar dirawat inap selama 1-5 hari sebanyak 240 orang (78,95%). Sebanyak 146 pasien (48,03%) menerima 10-14 jenis obat. Analasis pada 304 pasien tersebut dilakukan dengan menggunakan Drugs.com, Drugbank, Medscape dan Stockley, 301 pasien (99,01%) ditemukan mengalami potensi interaksi obat. Tingkat keparahan potensi interaksi obat kategori mayor sebanyak 406 kasus (6,97%), moderate sebanyak 4063 kasus (69,79%), dan minor sebanyak 1353 kasus (23,24%). Berdasarkan mekanisme, potensi interaksi obat kategori farmasetika sebanyak 2 kasus (0,03%), farmakokinetik sebanyak 1894 kasus (32,53%), farmakodinamik sebanyak 3862 (66,33%), serta yang tidak diketahui sebanyak 64 kasus (1,10%). Potensi interaksi obat paling banyak ditemukan pada penggunaan insulin aspart dengan furosemide sebanyak 112 pasien (2,75%).
HUBUNGAN RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS TERHADAP KEJADIAN INFEKSI LUKA OPERASI BEDAH SESAR DI RUMAH SAKIT KOTA SURAKARTA Putri, Farashinta Shafira; Harlianti, Mariska Sri
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i3.734

Abstract

Sectio Caesarea atau bedah sesar adalah tindakan untuk melahirkan bayi dalam keadaan utuh dengan cara proses insisi dinding rahim. Dalam pelaksanaan operasi sesar pemberian antibiotik profilaksis menjadi titik kritis, antibiotik profilaksis adalah antibiotik yang diberikan 30 – 60 menit sebelum insisi. Pemberian ini dilakukan dalam rangka mencegah kejadian infeksi luka operasi (ILO). ILO merupakan kejadian infeksi yang dapat terjadi di area sekitar atau lebih luas pada lokasi pembedahan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan rasionalitas penggunaan antibiotik profilaksis terhadap kejadian ILO pada pasien bedah sesar di RS Kota Surakarta periode Januari – Desember 2024. Rasionalitas penggunaan antibiotik profilaksis dipetakan menggunakan metode gyssens. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan metode analitik observasional. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional, data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan chi-square. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria inklusi yaitu pasien menerima antibiotik profilaksis sebelum pelaksanaan operasi sesar dengan data medik yang lengkap. Untuk pasien yang memiliki infeksi sebelum pelaksanaan operasi dieksklusikan dari penelitian ini. Terdapat 295 pasien yang melaksanakan operasi sesar di RS Kota Surakarta Surakarta pada tahun 2024, 268 pasien di antaranya dijadikan sebagai sampel pada penelitian ini. Sebanyak 115 pasien (42,91%) menerima antibiotik rasional, dengan sisanya 153 pasien (57,09%) pasien menerima antibiotik tidak rasional. Penggunaan antibiotik tidak rasional termasuk pada kategori IVA sebanyak 94 pasien (35,07%), kategori IVB sebanyak 94 pasien (35,07%), kategori IIIA sebanyak 1 pasien (0,37%), kategori IIA 61 pasien (22,76%), kategori IIB sebanyak 1 pasien (0,37%), dan kategori I sebanyak 91 pasien (33,96%). Analisis statistik menggunakan fisher exact test mendapatkan p-value sebesar 0,571 yang menunjukkan bahwa tidak terdapat adanya hubungan yang signifikan antara rasionalitas penggunaan antibiotik terhadap kejadian ILO.
OPTIMASI FORMULASI SEDIAAN NANOEMULGEL EKSTRAK ETANOL DAUN BIDARA (Ziziphus mauritiana L.) SEBAGAI ANTI JERAWAT TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes DAN Staphylococcus aureus Dwi Anggraini, Adinda; Wikantyasning, Erindyah Retno
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i3.737

Abstract

Daun bidara (Ziziphus mauritiana L.) mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, fenolik, tanin, dan saponin yang ampuh sebagai antibakteri. Penggunaan daun bidara bidara dapat dimanfaatkan menjadi sediaan gel untuk membantu mengatasi jerawat. Penelitian ini bertujuan mengetahui formula sediaan nanoemulgel dari ekstrak etanol daun bidara yang optimal serta memiliki aktivitas antibakteri. Optimasi dilakukan dengan mengkombinasikan surfaktan dan kosurfaktan menggunakan Design Expert (DE) versi 13 metode Simplex Lattice Design (SLD). Pengujian antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus menggunakan metode sumuran. Hasil formula optimal nanoemulsi yang dikembangkan menjadi nanoemulgel diperoleh pada tween 80 dengan konsentrasi 53,473% dan PEG 400 sebesar 26,527% dengan hasil nilai desirability sebesar 0,867.  Hasil uji aktivitas antibakteri nanoemulgel ekstrak etanol daun bidara pada bakteri Propionibacterium acnes menghasilkan zona hambat sebesar 16,8 mm ± 1,2 dengan kategori kuat dan Staphylococcus aureus sebesar 23,5 mm ± 2,6 dengan kategori sangat kuat.
POTENSI SITOTOKSIK EKSTRAK ETANOL DAUN DAN KULIT BATANG MAREME (Glochidion arborescens Blume.) TERHADAP SEL MCF-7 Sekarsari, Devina; Haryoto, Haryoto
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i4.695

Abstract

Kementerian Kesehatan melaporkan prevalensi kanker meningkat dalam lima tahun terakhir. Agen kemoterapi sistemik seperti 5-fluorouracil, trastuzumab, cyclophosphamide, doxorubicin, dan tamoxifen digunakan untuk mengobati penyakit kanker. Namun, antikanker ini memiliki efek samping merugikan seperti toksisitas jantung, kegagalan sumsum tulang, trombositopenia, dan mukositis. Penggunaan obat baru yang  lebih efektif dan minim efek samping, di antaranya adalah obat herbal tradisional, yang merupakan bahan alami untuk mencegah perkembangan dan progresivitas kanker. Berdasarkan penelitian sebelumnya dilakukan penelitian mengenai aktivitas antioksidan, antidiare, antiinflamasi dan antelmintik pada genus Glochidion. Genus ini memiliki potensi dalam berbagai aktivitas sehingga perlu dilakukan penyelidikan lain mengenai uji toksisitas terhadap kanker. Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi sitotoksik ekstrak  etanol daun dan kulit batang Mareme (Glochidion arborescens Blume.) terhadap sel MCF-7 serta menghitung persen sel hidup ekstrak etanol daun dan kulit batang mareme terhadap sel MCF-7. Sampel dimaserasi dengan etanol 96%. Pengujian sitotoksik menggunakan metode MTT Assay dengan seri konsentrasi 800, 700, dan 600 μg/mL. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun dan kulit batang Mareme tidak memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel MCF-7. Daun dan kulit batang memiliki persen sel hidup 35,55% dan 13,81% terhadap sel MCF-7.
SKRINING FITOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI DAUN SAMBILOTO (Andrographis paniculata) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus Rossida , Salsabilla Aulya; Indrayudha, Peni
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i3.747

Abstract

Sambiloto (Andrographis paniculate Ness) merupakan tanaman yang terkenal dengan beragam khasiat farmakologi sebagai antibakteri dengan kandungan senyawa metabolit yaitu flavonoid, alkaloid, tannin, dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa fitokimia serta aktivitas antibakteri ekstrak etanol dan fraksi daun sambiloto terhadap bakteri Escherichia coli (gram negatif) dan Staphylococcus aureus (gram positif). Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram pada media Mueller Hinton Agar (MHA). Penelitian ini menggunakan beberapa konsentrasi ekstrak etanol 96% daun sambiloto (80%, 40%, dan 20% b/v) dan fraksi daun sambiloto (20%, 10%, dan 5%) serta kontrol positif ciprofloxacin dan DMSO sebagai kontrol negatif. Hasil skrining fitokimia ekstrak etanol daun sambiloto mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tannin, dan terpenoid yang dapat memberikan daya hambat terhadap pertumbuhan mikroorganisme. Sedangkan hasil dari fraksi heksan, etil asetat, dan air terdapat tannin, saponin, dan terpenoid. Diameter hambat yang dihasilkan pada pengujian ekstrak etanol 96% dan fraksi daun sambiloto terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus yaitu 4,6 mm pada konsentrasi 80% dan 4,3 mm pada konsentrasi 40%. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol dan fraksi daun sambiloto tidak memiliki daya hambat terhadap E.coli dan S.aureus.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) TERHADAP Bacillus cereus DAN Shigella sonnei SERTA BIOAUTOGRAFINYA Hidayah, Ariesta Adriena Putri; Hidayatullah, Muhammad Haqqi
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i4.700

Abstract

Penyakit diare merupakan permasalahan yang utama di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Diare dapat disebabkan oleh infeksi bakteri seperti bakteri Bacillus cereus dan Shigella sonnei. Daun kersen memiliki potensi sebagai antibakteri, sehingga bisa mencegah penyakit diare. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri serta golongan senyawa aktif ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura L.)  terhadap bakteri Bacillus cereus dan Shigella sonnei. Ekstrak diperoleh dari hasil maserasi dengan etanol 70% kemudian dibuat seri konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%. Metode difusi disk digunakan untuk uji aktivitas antibakteri dengan kontrol positif yaitu siprofloksasin sedangkan kontrol negatif menggunakan DMSO. Seri konsentrasi 100% memiliki aktivitas antibakteri yang paling kuat  terhadap bakteri Bacillus cereus dan Shigella sonnei dengan zona hambat 10,0 mm dan 9,6 mm. Identifikasi golongan senyawa daun kersen menggunakan metode KLT dengan fase diam silika gel GF254 dan kloroform : metanol (9:1 v/v) sebagai fase gerak. Hasil identifikasi senyawa dalam ekstrak etanol daun kersen merupakan flavonoid, alkaloid, tanin, steroid. Hasil bioautografi menunjukkan senyawa flavonoid dalam ekstrak etanol daun kersen memiliki aktivitas antibakteri terhadap Bacillus cereus, sedangkan senyawa tanin dalam ekstrak etanol daun kersen memiliki aktivitas antibakteri terhadap Shigella sonnei.  

Page 1 of 1 | Total Record : 8