cover
Contact Name
Nur Aini
Contact Email
nurainipati87@gmail.com
Phone
+6285226443168
Journal Mail Official
jalsah@jurnalannur.ac.id
Editorial Address
Kantor LPPM IIQ An Nur. Gedung Timur Lt. 1 Kampus IIQ An Nur Yogyakarta. Jalan KH. Nawawi Abdul Aziz, Ngrukem Pendowoharjo Sewon Bantul DI. Yogyakarta Indonesia 55186
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jalsah: The Journal of Al-quran and As-sunnah Studies
ISSN : -     EISSN : 28090594     DOI : https://doi.org/10.37252/jqs
The focus is to provide readers with a better understanding of Quranic studies and interpretation, hadith and Prophetic tradition, religious studies, and mysticism and present developments through the publication of articles and book reviews. Jalsah specializes in Quranic and sunnah studies and interpretation, hadith and prophetic tradition, religious studies, and mysticism.
Articles 44 Documents
Tafsir Penciptaan Manusia dalam Al-Quran: Studi atas Pemikiran Maurice Bucaille Al Iman, Baiki; Ansyori, Rizal; Maulana, Adytia; Fajariyah, Lukman
Jalsah : The Journal of Al-quran and As-sunnah Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : LPPM IIQ An Nur Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/jqs.v5i2.1544

Abstract

Penelitian ini mengkaji penafsiran Maurice Bucaille terhadap ayat-ayat sains penciptaan manusia dalam Al-Qur’an. Latar belakang masalahnya adalah munculnya diskursus harmonisasi wahyu dan sains modern, dengan Bucaille sebagai tokoh sentral yang mengklaim Al-Qur’an mendahului penemuan ilmiah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pandangan Bucaille tentang sulalah min tin, nutfah, alaqah, mudghah, izham lahm dan khalqan akhar dalam Q.S. al-Mu’minun (23:12-14) serta ayat-ayat Q.S. Al-Hijr (15:26) dan Q.S. Al-Sajdah (32:7-9), menguraikan metodologi tafsir sainsnya, serta mengevaluasi relevansi dan kritik terhadap pemikirannya. Menggunakan metode kualitatif dengan studi pustaka, penelitian ini menganalisis data secara deskriptif-analitis dan kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bucaille menafsirkan ayat-ayat tersebut secara literal dengan mencari korespondensi langsung dengan temuan embriologi, menggunakan sains sebagai validasi wahyu. Metodologinya adalah konkordisme ekstrem yang bertujuan membuktikan mukjizat ilmiah Al-Qur’an. Meskipun relevan dalam memicu dialog sains-agama dan memperkuat iman, pemikirannya dikritik karena risiko pemaksaan makna, anakronisme, selektivitas data, dan pengabaian dimensi non-ilmiah Al-Qur’an. Kesimpulan menyarankan pentingnya pendekatan seimbang dalam tafsir sains.
Keragaman Qira'at dan Implikasinya terhadap Penafsiran Q.S. An-Nisa’: Kajian atas Tafsir Hada’iq ar-Ruh wa ar-Raihan Sauqi, Ryan
Jalsah : The Journal of Al-quran and As-sunnah Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : LPPM IIQ An Nur Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/jqs.v5i2.1633

Abstract

Qira’at merupakn ilmu yang mempelajari tentang kaidah pelafalan kata-kata al-Qur’an serta perbedaanya, dengan menisbatkan kepada perawi. Ragam qira’at terkadang berhubungan dengan substansi lafaz yang menimbulkan perbedaan makna dan terkadang berhubungan dengan logat bahasa yang tidak menyebabkan perbedaan makna. Berkenaan dengan qira’at yang menimbulkan perbedaan makna, penulis akan meneliti implikasinya terhadap penafsiran Muhammad Amin pada Q.S. An-Nisa’ dalam kitab Hada’iq ar-Ruh wa ar-Raihan. Ada dua persoalan yang hendak dijawab dalam penelitian ini. Pertama, bagaimana Muhammad Amin memposisikan ragam qira'at  dalam kitabnya. Kedua, bagaimana implikasi ragam qira'at terhadap penafsirannya pada Q.S. An-Nisa’. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif. Pengumpulan data yang ditempuh melalui penelitian pustaka (library research). Sedangkan metode analisi data yang digunakan adalah menggunakan pendekatan analisis deskriptif dan pendekatan ilmu morfologi (ilmu sharaf) dan sintaksis (ilmu nahwu). Penelitian menghasilkan dua temuan; pertama, Muhammad Amin tidak hanya memaparkan qira’at sab'ah saja dalam tafsirnya. Ia juga menyebutkan qira’at dla'ifah sebagai salah satu pendekatan penafsiran. Kedua, terdapat beberapa qira’at yang berimplikasi terhadap penafsiran dalam Q.S. An-Nisa’. Ragam qira’at tersebut  berpengaruh terhadap hukum fikih secara spesifik dan juga berpengaruh terhadap tafsir secara universal. Ada yang berpengaruh terhadap bidang tauhid dan juga berpengaruh terhadap bidang akhlak.
Haplologi Makna At-Tin dalam Tafsir An-Nur: Analisis Semiotika Julia Kristeva Damayanti, Natasya Alvira; Mubarok, Achmad Sofiyul
Jalsah : The Journal of Al-quran and As-sunnah Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : LPPM IIQ An Nur Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/jqs.v5i2.1859

Abstract

Artikel ini akan menyajikan pemaknaan dan penafsiran surat At-T?n ayat 1 dengan kacamata analisis Semiotika intertekstual. Bukan rahasia umum perbincangan atas tafsir surat At-T?n  ayat 1 selalu hangat. Para pemerhati studi Qur’an dan tafsir bersikukuh memahami serta menafsirkan ayat ini sebagai sumpah dan buah-buahan. Yang paling sering menjadi sorotan argumentasi Muhammad Abduh yang terhimpun dalam tafsir Juz Amma, ia memaparkan bahwa At-T?n  ayat 1 sebagai masa kenabian. Argumentasi tersebut diadopsi oleh mufassir Indonesia yakni Hasby Ash-Shiddiqi. Sehingga corak pemikiran dan penafsiran Hasby sedikit banyak terpengaruh oleh Abduh, begitupun dengan penafsiran surat At-T?n  ayat 1. Untuk mengetahui penafsiran Hasby, artikel ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Dengan mengajukan 2 pertanyaan yaitu : bagaimana biografi Hasbi Ash-Shiddieqy dan bagaimana potret model transposisi haplologi tafsir Hasbi Ash-Shiddieqy dalam menafsirkan At-T?n  ayat 1. Untuk menjawab hal tersebut, artikel ini menggunakan Semiotika intertekstualitas Julia Kristeva secara teoritis. Penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi transposisi model haplologi, teks II (Tafsir an-Nur) mengedit dan mereduksi Teks I (Tafsir Juz Amma) dengan menyederhanakan diksi serta menghilangkan beberapa bagian penjelasan, menunjukkan proses adaptasi terhadap teks hipogram. Kemudian dalam pemaknaan At-T?n  ayat 1 dengan menggunakan kajian intertekstualitas terjadi haplologi dalam teks II yakni Tafsir Al-Quran Al-Majid “Al-Nur”  terhadap teks I yakni Tafsir Juz Amma.
Hak-Hak Perempuan dalam Al-Qur'an: Larangan KDRT dan Perlindungan Keluarga Dohe, Muh. Ilham Majid; Abubakar, Achmad; Mahfuz, Muhsin
Jalsah : The Journal of Al-quran and As-sunnah Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : LPPM IIQ An Nur Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/jqs.v5i2.1943

Abstract

Penelitian ini mengkaji secara mendalam hak-hak perempuan dalam Al-Qur’an dengan fokus pada larangan kekerasan dalam rumah tangga dan perlindungan keluarga. Tujuan penelitian adalah menegaskan nilai-nilai Qur’ani sebagai dasar etis dan normatif untuk membangun relasi keluarga yang adil dan penuh kasih sayang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode hermeneutik dan analisis maq??id al-syar?‘ah, menelaah ayat-ayat tematik serta karya tafsir klasik dan kontemporer. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dari sumber primer seperti Al-Qur’an, hadis, dan tafsir, serta sumber sekunder berupa penelitian akademik terkini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip rahmah, mawaddah, dan mu‘?sharah bi al-ma‘r?f merupakan fondasi utama dalam Al-Qur’an yang menolak segala bentuk kekerasan terhadap perempuan. Tafsir modern menempatkan qiw?mah sebagai tanggung jawab moral dan ekonomi, bukan otoritas gender. Analisis komparatif dengan hukum nasional dan internasional menunjukkan keselarasan antara maq??id syariah dan prinsip perlindungan perempuan. Penelitian ini berkontribusi pada pembaruan pemahaman tafsir berbasis keadilan gender dan memberikan dasar teoritis bagi model advokasi Islam yang humanistik. Hasilnya memperkaya wacana hukum Islam kontemporer dan membuka ruang baru bagi penguatan kebijakan sosial berbasis nilai Qur’ani.