cover
Contact Name
Nur Aini
Contact Email
nurainipati87@gmail.com
Phone
+6285226443168
Journal Mail Official
jalsah@jurnalannur.ac.id
Editorial Address
Kantor LPPM IIQ An Nur. Gedung Timur Lt. 1 Kampus IIQ An Nur Yogyakarta. Jalan KH. Nawawi Abdul Aziz, Ngrukem Pendowoharjo Sewon Bantul DI. Yogyakarta Indonesia 55186
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jalsah: The Journal of Al-quran and As-sunnah Studies
ISSN : -     EISSN : 28090594     DOI : https://doi.org/10.37252/jqs
The focus is to provide readers with a better understanding of Quranic studies and interpretation, hadith and Prophetic tradition, religious studies, and mysticism and present developments through the publication of articles and book reviews. Jalsah specializes in Quranic and sunnah studies and interpretation, hadith and prophetic tradition, religious studies, and mysticism.
Articles 45 Documents
Resepsi Ayat Kursi dalam Khazinah Al-Asrar: Analisis Transmisi dan Transformasi Fastabiqul Ilmi, Muhammad
Jalsah : The Journal of Al-quran and As-sunnah Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : LPPM IIQ An Nur Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/jqs.v4i2.833

Abstract

Artikel ini berusaha menjelaskan bagaimana bentuk resepsi atau penerimaan terhadap Ayat Kursi dalam literatur keislaman yang kemudian memunculkan bentuk-bentuk respons seperti estetika, interpretasi hingga fungsionalitas. Hal ini penting untuk dikaji, di samping Ayat Kursi merupakan ayat populer dan banyak digunakan secara praktik, penelitian yang telah banyak dilakukan sebelumnya, selain berada di studi kasus, penelitian lain hanya terbatas pada salah satu sumber tertentu serta tidak menyertakan kronologis periwayatan. Penelitian ini merujuk pada kitab Khazinah al-Asrar Jalilah al-Adzkar sebagai sumber utama dan sebagai pendukung literatur lainnya, yaitu: Sahih al-Bukhari, Fadha'il al-Qur’an wa Ma Unzil min al-Qur’an bi Makkah wa Ma Anzal bi Madinah, Al-Tibyan fi Adab Hamalah al-Qur’an. Ini merupakan penelitian kualitatif dengan kajian pustaka yang bersifat deskriptif analitis. Selain itu, untuk membantu menganalisis data, penelitian ini juga menggunakan teori fungsi informatif dan performatif. Fungsi informatif akan memosisikan teks atau praktik sebagai informasi dalam struktur pernyataan, sementara performatif memosisikannya sebagai rujukan terhadap tindak laku. Dari pembacaan tersebut bisa dilihat pola transmisi dan transformasinya. Selanjutnya, persoalan yang diajukan adalah bagaimana pola transmisi dan transformasi yang berpotensi mengubah fungsi informatif menjadi performatif atas resepsi Ayat Kursi dalam Khazinah al-Asrar. Temuan dari penelitian ini yaitu: Ayat Kursi memiliki pergeseran nilai dari informatif menjadi performatif pada kitab Khazinah al-Asrar. Informasi mengenai transmisi Ayat Kursi terdapat dalam semua kitab yang dikaji antara lain: Shahih al-Bukhari, Fadhail al-Qur’an, al-Tibyan dan Khazinah al-Asrar. Semua kitab tersebut masing-masing memiliki sumber primer yakni hadis, khususnya riwayat Abu Hurairah. Sementara, transformasi resepsi Ayat Kursi cukup signifikan terdapat dalam Khazinah al-Asrar. Informasi praktik-praktik yang disertai tujuan tertentu menjadikan Ayat Kursi dalam Khazinah al-Asrar cenderung bersifat performatif.
Intertextual Analysis of Sufaha’ in Q.S. al-Baqarah [2]:13: A study of Wahbah az-Zuhaili and az-Zamakhshari’s Interpretation Pramana, M. Syarif Adi
Jalsah : The Journal of Al-quran and As-sunnah Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : LPPM IIQ An Nur Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/jqs.v4i2.972

Abstract

The purpose of this article is to find a correlation between Wahbah az-Zuhail? and az-Zamakhshar? using Julia Kristeva's intertextuality theory, and then to get an understanding of the interpretation of Sufah?’ according to both mufassir. This article is written using comparative and qualitative methods. The result of this writing is the meaning of Sufah?’ contained in Q. S. al-Baqarah: 13 is the hypocrites who do not want to believe because believers are people who are more intelligent and understand the teachings of religion which are also based on a sense of prestige, pride in the Prophet and the believers. However, they cannot prove what they say, so they are ignorant. The principle of intertextuality in tafsir al-Munir (table I) is included in the category of transposition in the form of parallel, modification, and existence. Then, the principle of intertextuality used in tafsir al-Munir (Table II) is included in the category of transposition in the form of parallel, modification, and expansion.
Kritik Hasan Al-Saqqaf terhadap Nasiruddin Al-Albani: Studi Kitab Tanaqudat al-Albani al-Wadihat Putriani, Rizki; Sapi’i, Muhammad; Ma'ruf, Ma'ruf; El Mubarak, Muhammad Rizky Ramadhan; Himmah, Sinna Izzatul
Jalsah : The Journal of Al-quran and As-sunnah Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : LPPM IIQ An Nur Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/jqs.v4i2.975

Abstract

Riset ini menganalisis kritik dari Hassan bin Ali Assaqaf, seorang ulama kontemporer asal Yordania, kepada Nashiruddin Al-Albani soal penilaiannya terhadap hadits nabi. Metode penelitian ini adalah library research dengan metode kualitatif yang disusun  secara deskriptif, komparatif, dan analitis. Kitab Tanaqudhat al-Albani al-Wadihat karya Hasan bin Ali Assaqaf merupakan kitab yang berisi tentang koreksi-koreksi atas kekeliruan Nashiruddin al-Albani dalam menilai hadis Nabi. Inkosistensi yang dilakukan al-Albani membuat hasan bin Ali Assaqaf meneliti karya-karyanya untuk lebih mengetahui letak kesalahan yang dilakukan al-Albani. Syaikh al- Albani adalah sosok cendikiawan muslim yang mencurahkan segala kemampuannya dalam meneliti hadis-hadis Nabi. Namun usaha al-Albani menuai kontra dari Hasan bin Ali Assaqaf, hal ini disebabkan karena kekeliruan dan tidak konsistennya al-Albani dalam menilai hadis, serta sikapnya tidak bertaqlid pada ulama hadis sebelumnya yang lebih mengedepankan keyakinan terhadap ijtihadnya.
Komodifikasi Fungsi Majelis Selawat sebagai Gaya Hidup Masyarakat: Studi Majelis Selawat Azzahir Pekalongan Alwy, Moh. Fazrul Azrif
Jalsah : The Journal of Al-quran and As-sunnah Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : LPPM IIQ An Nur Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/jqs.v4i2.980

Abstract

Penelitian ini berusaha menganalisis tradisi sholawat yang semula diselenggarakan sebagai kebutuhan konsumsi spiritual (fungsional), kemudian dimodifikasi fungsinya menjadi sebuah gaya hidup masyarakat Indonesia yang memengaruhi aspek-aspek sosial kemasyarakatan. Berbasis pada penelitian kualitatif terhadap majelis sholawat Azzahir dengan menggunakan metode library research yang diteliti dengan pendekatan analisis-deskriptif. Studi ini berangkat dari tiga rumusan masalah, pertama, pengemasan sholawat majelis Azzahir dalam media sosial, kedua, hadis yang menjadi landasan motivasional sholawat dan pergeseran konsep sholawat, dan ketiga, modifikasi fungsi majelis sholawat serta implikasinya dalam gaya hidup masyarakat. Menghasilkan temuan bahwa dalam perkembangannya, majelis sholawat mengalami modifikasi fungsi menjadi (1) pendidikan nasionalisme dan pereduksi radikalisme, (2) komodifikasi religius, dan (3) pembentuk perilaku remaja.
Hermeneutika Feminis: Studi Komparasi Pemikiran Tokoh Amina Wadud dan Elisabeth Schüssler Fiorenza Azzahra, Shinta Tisia
Jalsah : The Journal of Al-quran and As-sunnah Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : LPPM IIQ An Nur Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/jqs.v4i2.981

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk mengkaji metodologi hermeneutika feminis Amina Wadud dan Elisabeth Schüssler Fiorenza. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan penelitian kepustakaan melalui studi komparatif atas biografi tokoh, metodologi hermeneutika, dan gagasan feminis Amina Wadud dan Elisabeth Schüssler. Sumber primer yang digunakan dalam penulisan ini adalah karya literatur yang telah dihasilkan oleh kedua tokoh tersebut. Berdasarkan objek dan konteks ayat-ayat Al-Qur’an yang dikaji Amina Wadud, beliau memperhatikan sejarah turunnya ayat hingga konteks sosial masyarakat muslim pada masa itu. Di antara reinterpretasinya berdasar pada QS. An-Nisa [3]:24 dengan mempertimbangkan struktur bahasa, kaidah ilmu, serta weltanschauung Al-Qur’an. Sedangakan Elisabeth Schüssler melakukan kajian kritis terhadap sejarah gereja dan dominasi patriarki pada interpretasi Alkitab terdahulu. Kemudian, ia melandaskan pemikirannya pada Galatia 3:28 dengan menaruh kecurigaan, usaha pembebasan, dan mengembalikan ingatan atas posisi perempuan, serta mengaktualisasikannya pada masa kini. Kedua interpretasi tersebut memiliki misi untuk melakukan kritik terhadap bias patriarki, implementasi metodologi hermeneutika feminis, serta rekonstruksi terhadap interpretasi narasi keagamaan yang dianggap dapat mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender baik dari lingkup agama maupun sosial yang komprehensif. Meski terdapat perbedaan yang mendasar terhadap objek, konteks sejarah, dan metodologi yang disesuaikan, hasil dari pemikiran keduanya mendorong dialog antar iman dan wawasan yang luas untuk mempelajari dan menemukan solusi dari fenomena yang terjadi. Dengan demikian, melalui gagasan feminis Amina Wadud dan Elisabeth Schüssler tersebut, keduanya hendak menyuarakan keadilan bagi perempuan dan golongan tertindas baik dalam ranah akademisi, teologi, dan sosial pada setiap umat beragama di seluruh dunia.
Menimbang Kembali Kredibilitas Abu al-Zubayr: Telaah Kritis atas Pandangan Kamaruddin Amin Harizah, Fathiyatun Nurul
Jalsah : The Journal of Al-quran and As-sunnah Studies Vol. 5 No. 1 (2025): April
Publisher : LPPM IIQ An Nur Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/jqs.v5i1.1058

Abstract

Studi ini menginvestigasi kritik yang disampaikan oleh Kamaruddin Amin terhadap kredibilitas Abu Zubayr dalam periwayatan hadis. Permasalahan pokok yang dibahas meliputi evaluasi mendalam terhadap refleksi sumber hadis dan metode penilaian kredibilitas yang digunakan dalam tradisi keilmuan Islam. Penelitian ini menganalisis argumen-argumen yang disampaikan oleh Kamaruddin Amin, seorang cendekiawan terkemuka dalam studi hadis, yang mengajukan keraguan terhadap kualitas periwayatan hadis oleh Abu Zubayr. Melalui pendekatan kritis dan metodologi telah pustaka, penelitian ini menyelidiki esensi dari kritik tersebut terhadap pemahaman umum terhadap kredibilitas hadis dalam tradisi Islam. Analisis mendalam juga dilakukan terhadap metode evaluasi sumber-sumber hadis dan bagaimana kritik terhadap Abu Zubayr mempengaruhi pandangan terhadap keabsahan hadis dalam sastra hadis. Temuan penelitian menarik kompleksitas dalam menilai kredibilitas periwayat hadis dan menekankan pentingnya keterbukaan terhadap berbagai perspektif ilmiah dalam mengatasi penulis dalam warisan hadis Islam. Kajian ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana para cendekiawan hadis menanggapi kritik internal terhadap sumber-sumber hadis dan menunjukkan perlunya pendekatan yang kontekstual dan analitis dalam menilai tembusan hadis.Poin penting jawaban atas permasalahan yang dikaji adalah perlunya dialog terbuka antara cendekiawan Islam untuk memahami perbedaan pendapat dan mencari kesepahaman dalam menilai keabsahan sumber-sumber hadis. Temuan ini memiliki dampak yang luas dalam bidang kajian hadis dan memperkaya pemahaman kita tentang kompleksitas warisan intelektual dalam tradisi Islam. Dalam konteks ini, penelitian ini tidak hanya mengajukan pertanyaan kritis terhadap kredibilitas Abu Zubayr tetapi juga mengajak para akademisi untuk memikirkan kembali metode evaluasi hadis dan mengakui keragaman pendekatan akademik dalam menerima tantangan ini.
Perkembangan Studi Hadis di India pada Masa Shah Waliyullah Al-Dihlawi Waffa, Moh. Faiqul; Al-Hamdany, Lyna Syahnuriyah; Muhid, Muhid
Jalsah : The Journal of Al-quran and As-sunnah Studies Vol. 5 No. 1 (2025): April
Publisher : LPPM IIQ An Nur Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/jqs.v5i1.1078

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendalami kontribusi Shah Waliyullah al-Dihlawi dalam perkembangan studi hadis di India. Fokus penelitian mencakup biografi Shah Waliyullah, analisis kritis karya-karya terkait hadis, serta peran dan pengaruhnya dalam kajian hadis di India. Metode kualitatif dengan pendekatan historis digunakan, melalui telaah pustaka terhadap karya-karya Shah Waliyullah dan sumber-sumber sekunder relevan dengan konteks sosial-intelektual India saat itu. Analisis deskriptif-analitis dilakukan untuk memberikan gambaran komprehensif tentang peran Shah Waliyullah. Sebagai ulama dan pembaharu, ia memperkaya tradisi keilmuan Islam di India melalui karya monumental seperti Hujjatullah al-Baligha yang memadukan ilmu agama, sosial, dan politik. Shah Waliyullah berperan penting dalam memurnikan ajaran Islam, mengajarkan metodologi hadis, serta mengintegrasikan ilmu hadis dengan fiqh, tasawuf, dan filsafat. Kontribusi shah waliyullah ialah menginspirasi ulama dunia, memperkuat fondasi studi hadis serta sebagai pembaru hukum dan tradisi bagi generasi mendatang. Melalui penelitian ini, pemahaman mengenai dampak intelektual Shah Waliyullah dalam studi hadis di India tentu semakin diperdalam, menunjukkan pentingnya peran beliau dalam sejarah perkembangan ilmu Islam.
Emotion Coaching sebagai Penanganan Kasus Toxic Parents dalam Tinjauan Hadis: Studi Pendekatan Psiko-Historis-Kontekstual Wijaya, Krisna Hadi
Jalsah : The Journal of Al-quran and As-sunnah Studies Vol. 5 No. 1 (2025): April
Publisher : LPPM IIQ An Nur Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/jqs.v5i1.1247

Abstract

Toxic parents are something that every parent wants to avoid, both consciously and unconsciously. However, in reality, many of them still fall into the problem of toxic parents. One of the parenting patterns offered by psychologists is the emotion coaching pattern. Gottman as the initial initiator of the concept of this parenting pattern mentioned three main aspects: the ability to recognize children's emotions; an attitude of acceptance of children's emotions; and training in child emotional mapping. These three are intended to create a good emotional relationship between parents and children, as well as foster children's mentality and a positive sense of belonging to their parents. This article examines this by contextualizing it with the hadiths of the Prophet SAW. The study is a qualitative research whose data is taken from literature studies. The study uses a thematic hadith study model with a psycho-historical-contextual approach. From the review of the hadith, it seems that Gottman's formulation is found to be relevant between the two. The Prophet SAW. apart from being a leader of the people, he also called for the nobility of children and their virtues while practicing them. As a prophet, he also did not ignore his attitudes that might be considered 'anomalous' by people. Starting from letting a small child be pampered by him, even in a prayer position; dowrying a baby, and even being willing to clean the pee of a baby on his lap, and so on.
Analisis Term Kaum Marjinal dalam Tinjauan Tafsir Tematik Mundzir, Chaerul; Mahfudz, Muhsin; Amin, Rosmini
Jalsah : The Journal of Al-quran and As-sunnah Studies Vol. 5 No. 1 (2025): April
Publisher : LPPM IIQ An Nur Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/jqs.v5i1.1350

Abstract

Artikel ini membahas wawasan Al-Qur'an tentang kaum marjinal dalam konteks transformasi spiritual. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis terhadap sumber primer seperti Al-Qur'an dan tafsir, serta literatur sekunder. Kaum marjinal mencakup individu atau kelompok yang berada di posisi lemah dalam struktur sosial, termasuk fakir miskin, anak yatim, pengemis, dan budak. Al-Qur'an memperkenalkan konsep al-Mustadh'afin yang merujuk pada kelompok tertindas yang dipandang sebagai subjek transformasi sosial dan spiritual. Dalam QS. Al-Qasas (28):5, Al-Qur'an menegaskan bahwa kelompok ini memiliki potensi untuk memperoleh keberdayaan dan perubahan. Artikel ini juga menyoroti pendekatan Islam yang menempatkan pembebasan kaum marjinal sebagai bagian dari misi para nabi dan visi profetik untuk menegakkan keadilan dan memperbaiki tatanan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelaan terhadap kaum marjinal bukan sekadar tugas sosial, tetapi merupakan proses spiritual yang bertujuan membangkitkan kesadaran kolektif dan memperkuat peran manusia sebagai khalifah di bumi. Konsep ini relevan dalam membangun solidaritas kemanusiaan dan menciptakan masyarakat yang harmonis dan berdaya.
Memikirkan Ulang Makna Nusyuz: Tinjauan atas Pemikiran Hermeneutika Amina Wadud dan Khaleed Abou El-Fadl Anisa, Siti
Jalsah : The Journal of Al-quran and As-sunnah Studies Vol. 5 No. 1 (2025): April
Publisher : LPPM IIQ An Nur Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/jqs.v5i1.1365

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep nusyuz melalui pendekatan hermeneutika Amina Wadud dan Khaled Abou El Fadl. Dengan menyoroti penafsiran nusyuz dalam Al-Qur’an khsusunya dalam Q.S An-Nisa’ :34 dan 128, penelitian ini menegaskan perlunya pembacaan ulang terhadap tafsir patriarkal yang telah lama mendominasi tradisi. Amina Wadud melalui hermeneutikanya feminis yang memusatkan pengalaman perempuan dan mendorong pemahaman nusyuz yang kontekstual dan berkeadilan, yang menekankan relasi timbal balik dalam pernikahan.Berbeda dengan Khaled Abou El-Fadl yang menawarkan pendekatan hermeneutikanya melalui metodologi heremeneutikanya dengan menyajikan kerangka konseptual untuk membangun gagasan mengenai sebuah otoritas atau otoritarianisme dalam Islam. Adapun metodologi yang dipakai dalam tulisan ini penelitian ini adalah metode kepustakaan dengan kajian teoritis dari refrensi yang telah dikumpulkan melalui penyesuaian topik yang berkaitan secara konteks budaya, nilai serta norma yang berkembang pada situasi sosial yang diteliti.