cover
Contact Name
Firdaus Annas
Contact Email
rumahjurnal@uinbukittinggi.ac.id
Phone
+6285278566869
Journal Mail Official
firdaus@uinbukittinggi.ac.id
Editorial Address
Data Center Building, 2nd floor, State Islamic University of Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Gurun Aua St, Kubang Putih, Banuhampu, Agam - West Sumatra - Indonesia Tel. 0752 33136 | Fax 0752 22871
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
SURAU : Journal of Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 30310962     DOI : 10.30983/surau
Core Subject : Education,
Surau Journal welcome papers from academicians on thoughts, concepts and theories of learning, implementation of learning, and learning outcomes of Islamic Religious Education. Journal Scope: Islamic Religious Education concepts and materials Islamic Religious Education Curriculum Islamic Religious Education Methods Islamic Religious Education Tools and Media Educators and Learners Evaluation of Islamic Religious Education Islamic Religious Education Institution Islamic Religious Education Innovation Islamic Education Thought History of Islamic Education
Articles 86 Documents
Konsep Islamisasi Ilmu Pemgetahuan : Studi Kritis Terhadap Pemikiran Ismail Raji Al Faruqi Muhammad Ersyad Anshari; Salmi Wati
SURAU : Journal of Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/surau.v3i1.8952

Abstract

Abstract This study is motivated by the growing discourse on the Islamization of knowledge, which has become a central issue in contemporary Islamic thought. The discussion arises mainly from the concept proposed by Ismail Raji al-Faruqi. The purpose of this research is to analyze al-Faruqi’s ideas on the Islamization of knowledge and to explore critiques from other scholars, particularly Ziauddin Sardar. This research employs a library study method by examining relevant primary and secondary sources, analyzed using a descriptive-critical approach. The findings reveal that al-Faruqi conceptualizes the Islamization of knowledge as an effort to Islamize modern disciplines through paradigm reconstruction, textbook development, and procedural steps aligned with Islamic values. However, his ideas are criticized by Sardar, who argues that modern disciplines are already embedded with Western values and thus cannot be simply “Islamized.” Instead, Sardar emphasizes the formulation of a contemporary Islamic epistemology grounded in Islamic paradigms. In conclusion, al-Faruqi’s project contributes significantly to the revival of Islamic thought, yet it also sparks debates that give rise to alternative perspectives, such as the notion of “Islamic science,” which is considered more relevant to contemporary realities. Abstrak Kajian ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya wacana Islamisasi ilmu yang menjadi salah satu isu penting dalam pemikiran Islam kontemporer. Isu ini memunculkan berbagai pandangan, terutama terkait konsep yang ditawarkan oleh Ismail Raji al-Faruqi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji gagasan Islamisasi ilmu al-Faruqi serta kritik yang dilontarkan oleh para pemikir lain, khususnya Ziauddin Sardar. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menelaah karya-karya primer dan sekunder yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif-kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa al-Faruqi memandang Islamisasi ilmu sebagai upaya mengislamkan disiplin-disiplin ilmu modern melalui rekonstruksi paradigma, penyusunan buku ajar, serta langkah-langkah prosedural agar sejalan dengan nilai-nilai Islam. Namun, pandangan ini dikritik oleh Sardar yang menilai bahwa disiplin ilmu modern sudah sarat dengan nilai Barat, sehingga Islamisasi tidak bisa dimulai dari kerangka tersebut. Sebaliknya, ia menekankan perlunya pembangunan epistemologi Islam kontemporer yang berangkat dari paradigma Islam sendiri. Kesimpulannya, Islamisasi ilmu al-Faruqi memberi kontribusi penting bagi kebangkitan pemikiran Islam, tetapi juga menimbulkan perdebatan yang melahirkan alternatif lain berupa konsep “sains Islam” yang lebih kontekstual dengan realitas modern.
Hubungan Pemanfaatan Perpustakaan Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Kamang Magek Firmansyah, Muhammad Rafi; Januar
SURAU : Journal of Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/surau.v3i1.9104

Abstract

This research was motivated by the results of observations by researchers who found that there were student learning outcomes in daily tests that were mostly below standard (KKM). The purpose of this research is to find out how big the relationship between the use of the school library is and the learning outcomes of Islamic religious education for class XI IPS.2 students at SMA Negeri 1 Kamang Magek. This type of research is correlational research with a quantitative approach. Research with a quantitative approach focuses on the analysis of numerical data (numbers) which are processed using statistical methods. The correlational research method with quantitative methods was chosen because it will study the relationship between two or more variables, especially the relationship between variations in one variable and other variables. Correlational research is research that aims to determine and explore whether or not there is a relationship between two or more variables. With the entire population of class XI students at SMA Negeri 1 Kamang Magek consisting of 80 students, the sample that will be taken is class The sampling technique used in this research was collecting data on students' daily scores and administering a questionnaire, after which a normality test and linearity test were carried out.Based on this research, the results show that, the research obtained = 1805, so the hypothesis is accepted which states that there is a significant correlation. So it can be concluded that there is a significant correlation or relationship between the use of the school library and the learning outcomes of Islamic education for class XI students. IPS.2 SMA Negeri 1 Kamang MagekPenelitian ini dilatarbelakangi dari hasil pengamatan peneliti yang menemukan bahwa terdapat hasil belajar siswa dalam ulangan harian yang sebagian besar dibawah standar (KKM). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar Hubungan pemanfaatan perpustakaan sekolah terhadap hasil belajar pendidikan agama Islam siswa kelas XI IPS.2 SMA Negeri 1 Kamang Magek.   Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi dari hasil pengamatan peneliti yang menemukan bahwa terdapat hasil belajar siswa dalam ulangan harian yang sebagian besar dibawah standar (KKM). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar Hubungan pemanfaatan perpustakaan sekolah terhadap hasil belajar pendidikan agama Islam siswa kelas XI IPS.2 SMA Negeri 1 Kamang Magek. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dengan pendekatan kuantitatif menitikberatkan pada analisis data numerik (angka) yang diolah menggunakan metode statistik. Metode penelitian korelasional dengan metode kuantitatif dipilih karena akan mempelajari hubungan antara dua variabel atau lebih, khususnya hubungan variasi suatu variabel dengan variabel lainnya. Penelitian korelasional adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui dan mengeksplorasi ada atau tidaknya hubungan antara dua variabel atau lebih. Dengan populasi seluruh siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Kamang Magek terdiri dari 80 orang siswa yang akan diambil sampel adalah kelas XI IPS.2 sebanyak 24 orang siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mengumpulkan data nilai harian siswa dan pemberian Angket, setelah itu dilakukan uji normalitas dan uji linearitas. Berdasarkan penelitian ini mengungkapkan hasil bahwa, penelitian diperoleh = 1805, maka hipotesis diterima yang menyatakan adanya korelasi yang signifikan, Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi atau hunungan yang signifikan pemanfaatan perpustakaan sekolah terhadap hasil belajar pendidikan nagama islam siswa kelas XI. IPS.2 SMA Negeri 1 Kamang Magek
Pengembangan Media Pemebalajaran Menggunakan Integrasi Sosial Pada Mata Pelajaran PAI & BP di SMAN SMAN 1 Situjuah Adinda, Adinda Dwi Salsabillah
SURAU : Journal of Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/surau.v3i1.9433

Abstract

This research is motivated by problems found in the field, namely that the learning media and teaching materials for the Marriage topic used by Islamic Education (PAI) teachers at SMAN 1 Situjuah Limo Nagari are mostly taken from YouTube. The media model for the marriage material is in the form of slides; however, it lacks a specific explanation related to social integration. This study employs a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE development model, which consists of five stages: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The purpose of this research is to analyze, design, validate, and assess the practicality of the developed product—learning media integrating social values into Islamic Education (PAI & BP) subjects. The results show that the validity of the learning media reached a score of 0.91, categorized as “very valid,” with overall ratings of A and B. The practicality score was 0.88, categorized as “very practical.” Therefore, the developed learning media is feasible for use in the teaching and learning process. Its implication is that this socially integrated learning media can enhance the effectiveness of Islamic Education learning, particularly in fostering students’ social awareness, tolerance, and sense of togetherness. Furthermore, it can serve as a reference for teachers to design contextual, interactive, and socially relevant learning innovations aligned with current educational needs.   Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang terjadi di lapangan, yaitu media pembelajaran dan bahan ajar materi Pernikahan yang digunakan oleh guru PAI di SMAN 1 Situjuah Limo Nagari masih diambil dari aplikasi YouTube. Model media pada materi pernikahan tersebut berbentuk slide, namun di dalamnya belum terdapat penjelasan khusus mengenai integrasi sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahap, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis, rancangan, validitas, serta praktikalitas dari produk yang dikembangkan, yaitu media pembelajaran berbasis integrasi sosial pada mata pelajaran PAI & BP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas media pembelajaran memperoleh nilai 0,91 dengan kategori “sangat valid” dan penilaian secara umum mendapatkan nilai A dan B. Hasil praktikalitas diperoleh dengan nilai 0,88 dan termasuk kategori “sangat praktis”. Dengan demikian, media pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan layak digunakan dalam proses pembelajaran.Implikasinya, pengembangan media pembelajaran berbasis integrasi sosial ini dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran PAI & BP, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai sosial, toleransi, dan kebersamaan pada peserta didik. Selain itu, media ini dapat menjadi acuan bagi guru dalam mengembangkan inovasi pembelajaran yang kontekstual, interaktif, serta relevan dengan kebutuhan sosial masyarakat saat ini.
Supervisi Pembelajaran dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru di MTsN 3 Padang Pariaman NU, Ifnu
SURAU : Journal of Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/surau.v3i1.9671

Abstract

Abstract Learning supervision is an essential effort to enhance teacher professionalism so that the teaching and learning process can run effectively and with quality. This study aims to analyze the implementation of learning supervision at MTsN 3 Padang Pariaman, which includes the stages of planning, implementation, and evaluation This research employed a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through observation and interviews with the principal and teachers, then analyzed through three stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was ensured through source triangulation. The results reveal that the supervision process begins with the establishment of a supervision team and the collection of teachers’ lesson plans to determine the supervision schedule. The implementation was carried out through classroom visits, where the principal observed teaching activities using predetermined supervision instruments. Evaluation was conducted by providing feedback in the form of reinforcement for teachers’ strengths and guidance to improve weaknesses. The main obstacle was the principal’s limited time, which was addressed by involving a supervision team. This study confirms that learning supervision plays a crucial role in improving teacher professionalism, although it requires collaborative strategies to ensure more equitable and effective implementation. Abstrak Supervisi pembelajaran merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan profesionalisme guru agar proses belajar mengajar berjalan efektif dan berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan supervisi pembelajaran di MTsN 3 Padang Pariaman, yang mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan kepala madrasah serta guru, kemudian dianalisis menggunakan tiga tahap yaitu reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi pembelajaran diawali dengan pembentukan tim supervisi dan pengumpulan RPP guru untuk menyusun jadwal supervisi. Pelaksanaan supervisi dilakukan melalui kunjungan kelas, di mana kepala madrasah mengamati kegiatan mengajar guru berdasarkan instrumen supervisi yang telah ditentukan. Evaluasi dilaksanakan dengan memberikan umpan balik berupa penguatan terhadap kelebihan guru serta arahan untuk memperbaiki kekurangan. Kendala utama supervisi adalah keterbatasan waktu kepala madrasah, yang diatasi dengan melibatkan tim supervisi. Penelitian ini menegaskan bahwa supervisi pembelajaran berperan penting dalam meningkatkan profesionalisme guru, meskipun memerlukan strategi kolaboratif agar pelaksanaannya lebih merata dan efektif.
Hakikat Tuhan, Manusia, Masyarakat, Alam, dan Ilmu Pengetahuan serta Implikasinya dalam Pendidikan Islam nia rosita, Nia
SURAU : Journal of Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrack Education is an important and fundamental pillar in the development of human civilization. However, the philosophical basis of education is often overlooked, even though a deep understanding of the nature of God, humans, society, nature, and science greatly determines the direction, objectives, and implementation of education. These five main elements are not only the objects of philosophical study, but also the foundation for building and shaping a holistic and transformative educational paradigm. This research is a literature study aimed at gaining a deep understanding of an issue by utilizing references or written sources as a basis for analysis. Islamic education must be based on a philosophical understanding of five important aspects, namely the nature of God as the main paradigm, humans as subjects and objects, society, nature, and science as means to achieve educational goals. These five elements are interrelated and form the basis for building an integral and transformative Islamic education system. The implication of examining these five main elements is that the design of the concept, implementation, and goals of education can be achieved optimally in accordance with Islamic expectations.   Abstrak Pendidikan merupakan pilar penting dan fundamental dalam perkembangan peradaban manusia. Namun, dasar filosofis pendidikan sering diabaikan, padahal pemahaman yang mendalam tentang sifat Tuhan, manusia, masyarakat, alam, dan ilmu pengetahuan sangat menentukan arah, tujuan, dan implementasi pendidikan. Kelima unsur utama ini tidak hanya menjadi objek studi filosofis, tetapi juga landasan untuk membangun dan membentuk paradigma pendidikan yang holistik dan transformatif. Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang suatu isu dengan memanfaatkan referensi atau sumber tertulis sebagai dasar analisis. Pendidikan Islam harus didasarkan pada pemahaman filosofis lima aspek penting, yaitu sifat Tuhan sebagai paradigma utama, manusia sebagai subjek dan objek, masyarakat, alam, dan ilmu pengetahuan sebagai sarana untuk mencapai tujuan pendidikan. Kelima elemen ini saling terkait dan membentuk dasar untuk membangun sistem pendidikan Islam yang integral dan transformatif. Implikasi dari mengkaji kelima elemen utama ini adalah bahwa desain konsep, implementasi, dan tujuan pendidikan dapat dicapai secara optimal sesuai dengan harapan Islam.
Peran Lembaga Pendidikan Islam Tradisional dalam Menyebarkan Ilmu Pengetahuan di Masa Kejayaan Islam Iris, Risna
SURAU : Journal of Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/surau.v3i1.9740

Abstract

Abstract This study aims to examine the contribution of traditional Islamic educational institutions such as madrasahs, pesantrens (Islamic boarding schools), and ulama councils in disseminating knowledge during the golden age of Islam and its relevance in the contemporary era. The research employed a descriptive qualitative method, collecting data through observation and interviews with relevant stakeholders to obtain a comprehensive and authentic understanding of the phenomenon. The findings reveal that in the classical period, Islamic educational institutions played a central role in fostering an advanced civilization. Their success was largely supported by strong political and economic patronage, which enabled them to flourish as centers for the dissemination of both religious and scientific knowledge. Previous studies have mostly emphasized these political and economic factors as the main drivers of Islamic educational development. However, this study identifies a significant shift in the modern context. While political and economic support was crucial in the past, the dissemination of knowledge today is increasingly sustained by the rapid development of information technology. Digital platforms such as Google, TikTok, Instagram, and other media provide broader and faster access to knowledge that transcends geographical and temporal boundaries. Therefore, this research offers a new perspective by highlighting that the transformation of knowledge dissemination is no longer solely dependent on political or economic power, but also on technological innovations that make education and information more globally accessible. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi lembaga pendidikan Islam tradisional seperti madrasah, pesantren, dan majelis ulama dalam penyebaran ilmu pengetahuan pada masa kejayaan Islam serta relevansinya di era kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terhadap pihak-pihak terkait, sehingga diperoleh gambaran yang mendalam dan autentik mengenai fenomena yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masa klasik, lembaga-lembaga pendidikan Islam memiliki peran sentral dalam mendorong lahirnya peradaban yang maju. Keberhasilan ini tidak terlepas dari adanya dukungan politik dan ekonomi yang kuat dari para penguasa, sehingga memungkinkan lembaga-lembaga tersebut berkembang menjadi pusat penyebaran ilmu pengetahuan, baik agama maupun umum. Penelitian sebelumnya banyak menekankan faktor politik dan ekonomi sebagai penopang utama berkembangnya pendidikan Islam. Namun, temuan penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada konteks masa kini. Jika pada era kejayaan Islam peran politik dan ekonomi sangat dominan, maka di era modern penyebaran ilmu pengetahuan lebih ditopang oleh perkembangan teknologi informasi. Kehadiran media digital seperti Google, TikTok, Instagram, dan berbagai platform lainnya telah memperluas akses ilmu pengetahuan tanpa batas ruang dan waktu. Dengan demikian, penelitian ini memberikan perspektif baru bahwa transformasi penyebaran ilmu pengetahuan tidak hanya dipengaruhi faktor eksternal berupa dukungan penguasa, tetapi juga oleh inovasi teknologi yang menjadikan ilmu pengetahuan semakin mudah diakses secara global.