cover
Contact Name
Firdaus Annas
Contact Email
rumahjurnal@uinbukittinggi.ac.id
Phone
+6285278566869
Journal Mail Official
firdaus@uinbukittinggi.ac.id
Editorial Address
Data Center Building, 2nd floor, State Islamic University of Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Gurun Aua St, Kubang Putih, Banuhampu, Agam - West Sumatra - Indonesia Tel. 0752 33136 | Fax 0752 22871
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
SURAU : Journal of Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 30310962     DOI : 10.30983/surau
Core Subject : Education,
Surau Journal welcome papers from academicians on thoughts, concepts and theories of learning, implementation of learning, and learning outcomes of Islamic Religious Education. Journal Scope: Islamic Religious Education concepts and materials Islamic Religious Education Curriculum Islamic Religious Education Methods Islamic Religious Education Tools and Media Educators and Learners Evaluation of Islamic Religious Education Islamic Religious Education Institution Islamic Religious Education Innovation Islamic Education Thought History of Islamic Education
Articles 86 Documents
Pelaksanaan Metode Taqidy Hamidi dan Latihan Terbimbing pada Kegiatan Ekstrakurikuler Kaligrafi di SMP Quran Al-Zamriyah Payakumbuh Elisa, Melda; Rizki Pebrina
SURAU : Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/surau.v2i2.8628

Abstract

Quran Al-Zamriyah Junior High School (SMP Quran Al-Zamriyah) in Payakumbuh has an extracurricular calligraphy activity that employs a combination of the taqlidy hamidi method and guided practice, which has not been widely implemented in schools offering calligraphy extracurriculars. The aim of this research is to examine the technical implementation of the taqlidy hamidi method and guided practice at SMP Quran Al-Zamriyah Payakumbuh, including the execution process, supporting factors, and obstacles. This study is a qualitative research using a descriptive qualitative method. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. Data analysis is conducted in three stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing or verification. To ensure the validity of the data, the researcher uses data triangulation techniques. The results of this research indicate differences in the steps implemented compared to the standard taqlidy hamidi method and guided practice, as adjustments were made to various aspects to fit the situation and conditions. The supporting factors include the teachers' teaching abilities and the students' perseverance, while the obstacles include the very limited time available. SMP Quran Al-Zamriyah Payakumbuh memiliki kegiatan ekstrakurikuler kaligrafi yang menggunakan kombinasi metode taqlidy hamidi dan latihan terbimbing dalam pelaksanaannya yang mana belum banyak diterapkan di sekolah-sekolah yang menerapkan ekstrakurikuler kaligrafi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana teknis pelaksanaan metode taqlidy hamidi dan latihan terbimbing di SMP Quran Al-Zamriyah Payakumbuh yang terdiri dari pelaksanaan, faktor pendukung, dan penghambatnya. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara dan dokumentasi. Analisis data dengan 3 tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Kemudian untuk menjamin keabsahan data, peneliti menggunakan teknik triangulasi data. Hasil dari penelitian ini menunjuukan adanya perbdaan langkah-langkah yang diterapkan dengan langkah semote taqlidy hamid dan latihan terbimbing seharusnya, perbedaan ini lantaran mempertimbangkan berbagai aspek menyesuaikan situasi dan kondisi, dapaun faktor pendukung terlaksananya dalah kemampuan guru mengajar dan kegigihan siswa, sementara itu penghambatknya adalah waktu yang sangat terbatas.  
Pembinaan Karakter Siswa melalui Nilai-Nilai Profil Pelajar Pancasila dalam Pembelajaran Akidah Akhlak di MAN 2 Tanah Datar Putri Amalia Ramadani; Rizki Pebrina; Abhanda Amra; Torang Idris
SURAU : Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/surau.v2i2.8682

Abstract

Abstract This research is motivated by the application of Pancasila student profile values in Akidah Akhlak learning at MAN 2 Tanah Datar. With this application, there are many positive impacts on the character of students so that researchers want to see what kind of character development is carried out through the values of the Pancasila student profile in Akidah Akhlak learning at MAN 2 Tanah Datar. The type of research used by researchers is field research and the method used is descriptive method with a qualitative approach to research subjects found in the field and data obtained from interviews. Data collection techniques through observation and interviews. The results showed that character development through the values of the Pancasila student profile in learning akidah akhlak at MAN 2 Tanah Datar was carried out through the method of habituation, exemplary and through learning activities in the classroom, namely by applying the values of the Pancasila student profile using various methods. So that with the fostering of student character through the values of the Pancasila student profile in learning morals will foster characters that are in accordance with the values of the Pancasila student profile. The supporting factor in fostering student character through the values of the Pancasila student profile at MAN 2 Tanah Datar is a supportive environment, namely the teacher himself, Then the inhibiting factor of fostering student character through the values of the Pancasila learner profile in learning akidah akhlak is due to differences in motivation and enthusiasm for learning from each student in the learning process.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat bentuk pembinaan karakter yang dilakukan melalui nilai-nilai profil pelajar pancasila dalam pembelajaran Akidah Akhlak di MAN 2 Tanah Datar. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian lapangan (field research) dan metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif terhadap subjek penelitian yang terdapat di lapangan dan diperoleh data yang berasal dari wawancara. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Adapun analisis data dengan 3 tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Kemudian untuk menjamin keabsahan data, Peneliti menggunakan teknik pengamatan yang tekun dan teknik triangulasi data untuk menguji terhadap berbagai sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pembinaan karakter melalui nilai-nilai profil pelajar pancasila dalam pembelajaran akidah akhlak di MAN 2 Tanah datar dilakukan dengan menggunakan metode pembiasaan, keteladanan dan melalui kegiatan pembelajaran dalam kelas yaitu dengan menerapkan nilai-nilai profil pelajar pancasila dengan menggunakan metode yang bervariasi. Sehingga dengan adanya pembinaan karakter siswa melalui nilai-nilai profil pelajar pancasila dalam pembelajaran akidah akhlak akan menumbuhkan karakter-karakter yang sesuai dengan nilai-nilai profil pelajar pancasila. Faktor pendukung dalam pembinaan karakter siswa melalui nilai-nilai profil pelajar pancasila di MAN 2 Tanah datar adalah lingkungan yang mendukung yaitu guru itu sendiri. Kemudian faktor penghambat dari pembinaan karakter siswa melalui nilai-nilai profil pelajar pancasila dalam pembelajaran akidah akhlak adalah dikarenakan adanya perbedaan motivasi dan semangat belajar dari setiap peserta didik dalam proses pembelajaran
Peran Filsafat Pendidikan Islam dalam Pembentukan Karakter dan Identitas Peserta Didik: Analisis Konseptual dan Praktis Nia Ramadhani; Nur Ikhsaniyah Lubis; Herlini Puspika Sari
SURAU : Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/surau.v2i2.8696

Abstract

Islamic educational philosophy plays a crucial role in forming the character and identity of students through integrating Islamic teaching values into the educational process. The problem with this study is the less than optimal application of Islamic values in the modern education system, which has an impact on the weak character and identity of students. The formation of character and identity in the context of Islamic education requires a balance between cognitive, affective and psychomotor aspects based on the teachings of monotheism, morals and the concept of humans as caliphs on earth. The aim of this research is to analyze conceptually and practically the role of Islamic educational philosophy in forming students who have noble character and have a strong Islamic identity. This research methodology uses a qualitative approach with in-depth literature analysis. Data was obtained through a literature review of primary and secondary literature related to Islamic educational philosophy, character formation and identity from an Islamic perspective. A concept analysis approach is used to explore the relationship between the principles of Islamic educational philosophy and educational goals which are directed at the formation of complete humans (insan kamil). The results of this research show that the consistent application of Islamic educational philosophy can be a solution in dealing with identity crises and moral degradation in students as well as a solid foundation in creating a generation that has a balance between science and Islamic values. Abstrak Filsafat pendidikan Islam memainkan peran krusial dalam pembentukan karakter dan identitas peserta didik melalui pengintegrasian nilai ajaran Islam ke dalam proses pendidikan. Masalah dari kajian ini adalah kurang optimalnya penerapan nilai-nilai Islam dalam sistem pendidikan modern, yang berdampak pada lemahnya karakter dan identitas peserta didik. Pembentukan karakter dan identitas dalam konteks pendidikan Islam menuntut ada kesetaraan antar unsur afektif, kognitif serta psikomotorik yang berbasis pada ajaran tauhid, akhlak, dan konsep manusia sebagai khalifah di bumi. Maksud dari riset ini ialah agar menganalisa secara konseptual dan praktis peran filsafat pendidikan Islam untuk menciptakan murid yang mempunyai akhlak baik serta memiliki identitas keislaman yang kuat. Metodologi riset ini menggunakan pendekatan kualitatif memakai analisa literatur yang mendalam. Data diperoleh melalui kajian pustaka dari literatur primer serta sekunder yang berkaitan pada filsafat pendidikan Islam, pembentukan identitas, serta identitas pada perspektif Islam. Pendekatan analisis konsep digunakan untuk menggali keterkaitan antara prinsip-prinsip filsafat pendidikan Islam dengan tujuan pendidikan yang diarahkan pada pembentukan manusia paripurna (insan kamil). Hasil riset ini memperlihatkan bahwa penerapan filsafat pendidikan Islam yang konsisten bisa jadi solusi dalam menghadapi krisis identitas dan degradasi moral pada peserta didik serta sebagai landasan yang kokoh dalam menciptakan generasi yang memiliki keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman.    
Konsep Esensialisme Pendidikan Agama Islam Dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Ari Supriadi; Riri Novia Sari; Herlini Puspika Sari
SURAU : Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/surau.v2i2.8709

Abstract

Abstract The essentialist school of philosophy is a school of philosophy that wants humans to return to their old culture. The emergence of this ideology was a reaction to the absolute and dogmatic symbolism of the Middle Ages. In this way, a systematic and comprehensive concept regarding humans and the universe is formed that is in accordance with the needs of the times. This essentialism assumes that education based on the core belief in flexibility in all its forms can produce views that are easily changed, easily swayed, directionless, and less stable. Therefore, education must be based on values ​​that are stable, proven, long-term, and have values ​​that enable a country's education to remain stable and focused. The aim of the essentialist educational philosophy is to improve the character of society through existing cultural heritage, so that later students can contribute to improving social life in the face of changing times that can damage character values. The purpose of this paper is to examine the philosophy of essentialism from the perspective of Islamic education using library research methods. Based on the research results, it is stated that essentialist schools have a view of the field of education, namely educational goals, educational curriculum, educators, students and the environment. Apart from that, there are several views that can be used as measuring tools and should be taken seriously. These are the ontological view, epistemological view and axiomatic view. Abstrak Aliran filsafat esensialis merupakan  aliran filsafat yang menginginkan  manusia kembali pada kebudayaan lamanya. Munculnya paham ini merupakan reaksi terhadap simbolisme absolut dan dogmatis Abad Pertengahan. Dengan demikian terbentuklah konsep yang sistematis dan menyeluruh mengenai manusia dan alam semesta yang sesuai dengan kebutuhan zaman.Esensialisme ini mengandaikan bahwa pendidikan yang didasarkan pada keyakinan inti akan fleksibilitas dalam segala bentuknya dapat menghasilkan pandangan yang  mudah berubah, mudah terombang-ambing, tidak terarah, dan kurang stabil. Oleh karena itu, pendidikan harus didasarkan pada nilai-nilai yang stabil, terbukti, berjangka panjang, dan memiliki nilai-nilai yang memungkinkan pendidikan  suatu negara  tetap stabil dan terarah.Tujuan dari filsafat pendidikan esensialis adalah untuk meningkatkan karakter masyarakat melalui warisan budaya yang  ada, sehingga nantinya peserta didik dapat berkontribusi dalam perbaikan kehidupan bermasyarakat dalam menghadapi perubahan zaman yang dapat merusak nilai-nilai karakter.Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengkaji filsafat esensialisme dalam perspektif pendidikan Islam dengan menggunakan metode  penelitian kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian disebutkan bahwa sekolah esensialis mempunyai  pandangan terhadap bidang pendidikan yaitu tujuan pendidikan, kurikulum pendidikan, pendidik, peserta didik, dan lingkungan hidup. Selain itu, ada beberapa pandangan yang dapat dijadikan  alat ukur dan patut ditanggapi dengan serius.Yaitu pandangan ontologis, pandangan epistemologis, dan pandangan aksiomatik.
Peran Akhlak Dalam Pengajaran Menurut Al-Ghazali: Perspektif Filsafat Pengajaran Azzura Arum Ningtias; Sari Primayeni; Herlini Puspika Sari
SURAU : Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/surau.v2i2.8711

Abstract

This research aims to examine the role of morals in education according to Al-Ghazali from the perspective of Islamic educational philosophy, with a focus on its relevance in forming the character of students. This research uses a qualitative method with a library research approach. Data was collected through analysis of Al-Ghazali's main works, such as Ihya' Ulum al-Din and Mizan al-'Amal, as well as other supporting literature related to the concept of morals and Islamic education. Data analysis was carried out descriptively-analytically to reveal the concept of morals in education and its application in character development. The results of the research show that Al-Ghazali views morals as the core of education, which functions as a means to achieve human perfection (insan kamil). Education designed based on Al-Ghazali's philosophy emphasizes the integration of science, spirituality and the formation of noble character. This concept emphasizes that education must not only be oriented towards intellectual abilities, but also towards the formation of strong morals. Al-Ghazali's thoughts have significant relevance in the development of modern Islamic education, especially in efforts to build a generation of character, civility and high morals. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran akhlak dalam pengajaran menurut Al-Ghazali dari perspektif filsafat pengajaran Islam, dengan fokus pada relevansinya dalam pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data dikumpulkan melalui analisis terhadap karya-karya utama Al-Ghazali, seperti Ihya’ Ulum al-Din dan Mizan al-‘Amal, serta literatur pendukung lainnya yang berkaitan dengan konsep akhlak dan pengajaran Islam. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis untuk mengungkap konsep akhlak dalam pengajaran serta penerapannya dalam pengembangan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Ghazali memandang akhlak sebagai inti dari pengajaran, yang berfungsi sebagai sarana untuk mencapai kesempurnaan manusia (insan kamil). Pengajaran yang dirancang berdasarkan filsafat Al-Ghazali menekankan pada integrasi antara ilmu pengetahuan, spiritualitas, dan pembentukan karakter mulia. Konsep ini menegaskan bahwa pengajaran harus tidak hanya berorientasi pada kemampuan intelektual, tetapi juga pada pembentukan akhlak yang kokoh. Pemikiran Al-Ghazali memiliki relevansi yang signifikan dalam pengembangan pengajaran Islam modern, khususnya dalam upaya membangun generasi yang berkarakter, beradab, dan bermoral tinggi.
Wahyu Sebagai Sumber Utama Kebenaran dalam Pendidikan Islam : Kajian Kritis Terhadap Implementasinya di Era Modern Aulia Herawati; Ulil Devia Ningrum; Herlini Puspika Sari
SURAU : Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/surau.v2i2.8713

Abstract

This research examines the role of revelation as the main source of truth in Islamic education and the challenges of its implementation in the modern era. Revelation, which consists of the Qur'an and Sunnah, provides fundamental guidance for the formation of moral values, ethics, and the main goal of Islamic education, namely to produce people who not only have intellectual intelligence, but also have noble character. However, along with the rapid development of science and technology, the application of revealed values in education faces various challenges. Globalization, popular culture, and materialistic orientation in modern education often conflict with the principles of revelation, so new approaches that are relevant and adaptive are needed. Revelation as the main source of truth in Islamic education remains relevant, but faces challenges in its implementation in the modern era which is marked by the development of science, technology and the globalization of values. In this context, recent research shows that a critical approach to the implementation of revelation in Islamic education is needed to bridge traditional needs and the demands of modernity.Through critical studies, this research highlights the importance of integrating revealed values with modern science as well as learning methods based on real practice, in order to strengthen Islamic identity amidst the challenges of the times. The results of this study show that Islamic education can remain relevant if it is able to combine the essence of revelation as a guide to truth with modern approaches, thereby forming a generation that is intelligent, has morals, and is able to face global challenges wisely. The methodology used can be a qualitative approach with critical and descriptive analysis methods. Data can be obtained through literature studies of primary sources such as the Al-Qur'an and Hadith, as well as secondary sources such as books, journal articles and previous research. In-depth interviews with Islamic education experts, teachers and clerics can provide additional insight into the implementation of revealed values in various educational contexts. AbstrakPenelitian ini mengkaji peran wahyu sebagai sumber utama kebenaran dalam pendidikan Islam serta tantangan implementasinya di era modern. Wahyu, yang terdiri dari Al-Qur’an dan Sunnah, memberikan panduan mendasar bagi pembentukan nilai moral, etika, dan tujuan utama pendidikan Islam, yaitu menghasilkan insan yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga berakhlak mulia. Namun, seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat, penerapan nilai-nilai wahyu dalam pendidikan menghadapi berbagai tantangan. Globalisasi, budaya populer, dan orientasi materialistik dalam pendidikan modern sering kali bertentangan dengan prinsip-prinsip wahyu, sehingga diperlukan pendekatan baru yang relevan dan adaptif . Wahyu sebagai sumber utama kebenaran dalam pendidikan Islam tetap relevan, namun menghadapi tantangan dalam implementasinya di era modern yang ditandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan globalisasi nilai. Dalam konteks ini, penelitian-penelitian terkini menunjukkan bahwa pendekatan kritis terhadap implementasi wahyu dalam pendidikan Islam diperlukan untuk menjembatani kebutuhan tradisional dan tuntutan modernitas. Melalui kajian kritis, penelitian ini menyoroti pentingnya integrasi antara nilai-nilai wahyu dengan ilmu pengetahuan modern serta metode pembelajaran yang berbasis pada praktik nyata, guna memperkuat jati diri Islam di tengah tantangan zaman. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa pendidikan Islam dapat tetap relevan jika mampu menggabungkan esensi wahyu sebagai panduan kebenaran dengan pendekatan-pendekatan modern, sehingga membentuk generasi yang cerdas, berakhlak, dan mampu menghadapi tantangan global secara bijaksana. Metodologi yang digunakan dapat berupa pendekatan kualitatif dengan metode analisis kritis dan deskriptif. Data dapat diperoleh melalui studi literatur terhadap sumber-sumber primer seperti Al-Qur’an dan Hadis, serta sumber sekunder seperti buku, artikel jurnal, dan penelitian terdahulu. Wawancara mendalam dengan pakar pendidikan Islam, guru, dan ulama dapat memberikan wawasan tambahan mengenai implementasi nilai-nilai wahyu di berbagai konteks pendidikan.
Pemikiran Filsafat Pendidikan Rekonstruksionisme: Implikasi terhadap Pendidikan Karakter dan Pendidikan Moral Gema Adhari; Siti Nurhidayatul Marati; Herlini Puspika Sari
SURAU : Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/surau.v2i2.8714

Abstract

Reconstructionism is a school of educational philosophy that aims to reshape society through radical educational reform. Rooted in a critique of progressivism, it emerged as a response to social and economic stagnation and the desire to make education an agent of social change. Its leading figures, such as George Counts and Harold Rugg, inspired by the thought of John Dewey and Theodore Brameld, advocate for an education that is able to deal with global challenges, including moral, social and environmental issues. Reconstructionism argues that education is not only responsible for shaping individuals, but also plays a role in building a just and equal society. The principles of this school emphasize the important role of education in dealing with the global crisis, as well as the need for a relevant curriculum to foster students' character and morals. This school places teachers as agents of change who play an important role in guiding students to face the challenges of the times, as well as designing a curriculum that prioritizes social interests. Thus, reconstructionism emphasizes the importance of education in saving civilization through the formation of character, morality, and a new, more humanist culture. AbstrakRekonstruksionisme adalah aliran filsafat pendidikan yang bertujuan untuk membentuk kembali tatanan masyarakat melalui reformasi pendidikan yang radikal. Berakar dari kritik terhadap progresivisme, aliran ini muncul sebagai respons terhadap stagnasi sosial dan ekonomi serta keinginan untuk menjadikan pendidikan sebagai agen perubahan sosial. Tokoh utama aliran ini, seperti George Counts dan Harold Rugg, terinspirasi oleh pemikiran John Dewey dan Theodore Brameld, mengadvokasi pendidikan yang mampu menghadapi tantangan global, termasuk isu moral, sosial, dan lingkungan. Rekonstruksionisme berpendapat bahwa pendidikan tidak hanya bertanggung jawab untuk membentuk individu, tetapi jquga berperan dalam membangun masyarakat yang adil dan setara. Prinsip-prinsip aliran ini menekankan pentingnya peran pendidikan dalam menghadapi krisis global, serta perlunya kurikulum yang relevan untuk membina karakter dan moral siswa. Aliran ini menempatkan guru sebagai agen perubahan yang berperan penting dalam membimbing siswa menghadapi tantangan zaman, serta merancang kurikulum yang mengutamakan kepentingan sosial. Dengan demikian, rekonstruksionisme menekankan pentingnya pendidikan dalam menyelamatkan peradaban melalui pembentukan karakter, moralitas, dan budaya baru yang lebih humanis
Dakwah Kepada Orang Tua Berdasarkan Kisah Nabi Ibrahim As dalam Al-Qur’an (Studi Tafsir Tematik) Sesvia, Sesvi; Nisa, Afdilla
SURAU : Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/surau.v2i2.8847

Abstract

Islam, as a religion that conveys a message of peace and truth to humanity, has da'wah as one of the important pillars in its spread. In Islam, family and da'wah are a series that cannot be separated. In Islamic preaching, the Prophet and Apostles have played an important role in fulfilling the mission of religion, namely preaching to humans, especially to families. This research will reveal how da'wah to parents is based on the story of the Prophet Ibrahim AS in the Koran as well as the methods and materials used for da'wah. This research is a type of qualitative research by collecting data from the literature. The main sources for this thesis are Classical Tafsir and Contemporary Tafsir. The research metho is a descriptive-analytical method, using thematic interpretation theory in interpreting Al-Qur'an verses regarding the preaching of the Prophet Ibrahim AS to parents based on Classical Tafsir and Contemporary Tafsir. The results of this research found that the preaching of Prophet Ibrahim AS to parents was contained in 7 letters, namely in Q.S. Al-An'am verses 74-79, Q.S. Maryam verses 42-48, Q.S. Anbiya verses 52-56, Q.S. Ash-Shaffat verses 85-86, Q.S. Ibrahim verse 41, Q.S. Ash-Syu'ara verse 86, and Q.S. At-Taubah verse 114. Based on the results of the interpretation of Classical and Contemporary Tafsir, the preaching of Prophet Ibrahim AS to parents was delivered politely and gently. The da'wah material used by Prophet Ibrahim AS according to interpreters of Classical Tafsir and Contemporary Tafsir is monotheism, while the method used by Prophet Ibrahim AS to preach to his parents is with Hikmah and Al-Mau'idzah al-hasanah (giving advice in good language), as well as Da'wah bil hal in preaching to his parents. AbstrakIslam sebagai agama yang menyampaikan pesan kedamaian dan kebenaran kepada umat manusia, memiliki dakwah sebagai salah satu pilar penting dalam penyebarannya. Dalam Islam, keluarga dan dakwah merupakan satu rangkaian yang tidak dapat dipisahkan. Dalm dakwah islam Nabi dan Rasul telah memainkan peran penting dalam menunaikan misi agama yaitu berdakwah kepada manusia terutama kepada keluarga. Penelitian ini akan mengungkap bagaimana dakwah kepada orang tua berdasarkan kisah Nabi Ibrahim AS dalam Al-Qur’an serta metode dan materi dakwah yang digunakan.Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan mengumpulkan data secara kepustakaan. Sumber utama skripsi ini adalah Tafsir Klasik dan Tafsir Kontemporer. Metode penelitiannya adalah metode deskriptif-analitis, dengan menggunakan teori tafsir tematik dalam menafsirkan ayat Al-Qur’an terhadap dakwah Nabi Ibrahim AS kepada orang tua berdasarkan Tafsir Klasik dan Tafsir Kontemporer. Hasil penelitian ini menemukan bahwa dakwah Nabi Ibrahim AS kepada orang tua terdapat di dalam 7 surat yaitu dalam Q.S. Al-An’am ayat 74-79, Q.S. Maryam ayat 42-48, Q.S. Anbiya ayat 52-56, Q.S. Ash-Shaffat ayat 85-86, Q.S. Ibrahim ayat 41, Q.S. Asy-Syu’ara ayat 86, dan Q.S. At-Taubah ayat 114. Berdasarkan hasil penafsiran Tafsir Klasik dan Kontemporer bahwa dakwah Nabi Ibrahim AS kepada orang tua disampaikan dengan sopan dan lemah lembut. Adapun materi dakwah yang digunak Nabi Ibrahim AS menurut penafsir Tafsir Klasik dan Tafsir Kontemporer yaitu tauhid sedangkan metode yang digunakan Nabi Ibrahim AS berdakwah kepada orang tuannya yaitu dengan Hikmah dan Al-Mau’idzah al-hasanah (memberikan nasehat dengan bahasa yang baik), serta Dakwah bil hal dalam berdakwah kepada orang tuanya.
Penerapan Prinsip-Prinsip Eksistensialisme dalam Pembelajaran PAI: Membentuk Kebebasan, Tanggung Jawab, dan Makna Hidup di Sekolah M.khairul; Herlini Puspika Sari
SURAU : Journal of Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/surau.v3i1.8892

Abstract

Existentialist philosophy of education offers a profound approach to the concepts of freedom, meaning, and individual responsibility within the context of learning. This article aims to explore the main concepts of existentialism and their application in education. This research employs a literature review method by analyzing the ideas of existentialist thinkers such as Jean-Paul Sartre and Søren Kierkegaard, as well as their relevance to the learning process. The findings indicate that existentialism emphasizes the importance of self-development, encouraging students to find personal meaning in life, and exercising freedom in making educational choices. The conclusion of this study asserts that an existentialist approach to education can serve as a foundation for creating more authentic, meaningful, and responsive learning environments tailored to individual needs. The implications of this research suggest that educators should integrate values of freedom, responsibility, and meaning-seeking into their Islamic teaching practices, so that education becomes not only about knowledge transfer but also about shaping conscious, independent individuals capable of facing life's challenges.   Abstrak Filsafat pendidikan eksistensialisme menawarkan pendekatan yang mendalam terhadap kebebasan, makna, dan tanggung jawab individu dalam konteks pendidikan. Artikel ini bertujuan mengeksplorasi konsep-konsep utama dalam filsafat eksistensialisme serta penerapannya dalam dunia pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis pemikiran tokoh-tokoh eksistensialis, seperti Jean-Paul Sartre dan Søren Kierkegaard, serta relevansinya dalam proses pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa eksistensialisme menekankan pentingnya pengembangan diri peserta didik, dorongan untuk menemukan makna hidup secara personal, serta kebebasan dalam menentukan pilihan pendidikan. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan pendidikan eksistensial dapat menjadi dasar bagi terciptanya lingkungan belajar yang lebih autentik, bermakna, dan responsif terhadap kebutuhan individu. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya para pendidik mengintegrasikan nilai kebebasan, tanggung jawab, dan pencarian makna dalam praktik pembelajaran PAI, sehingga pendidikan tidak hanya bersifat transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan manusia yang sadar, mandiri, dan mampu menghadapi tantangan kehidupan.
Penerapan Hukuman Dalam Upaya Memperbaiki Ahklak Siswa di Sekolah SMPN 4 Kecamatan Guguak Kabupaten Lima Puluh Kota Qulbi, Sovia; Deswalantri
SURAU : Journal of Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/surau.v3i1.8932

Abstract

This research is based on the application of punishment in improving students' morals, this is marked by the morals of students who like to come in when the teacher is explaining the lesson and also students who like to talk to friends when the teacher is explaining in front of the class, Abstract This study is motivated by the implementation of punishment as an effort to improve students’ moral behavior at SMPN 4 Guguak, Lima Puluh Kota Regency. The observed phenomena include students frequently leaving the classroom during lessons, talking with peers while the teacher is explaining, and displaying negative attitudes such as dishonesty, arrogance, betrayal, conceit, and envy. If such behaviors are ignored, students may fail to understand the importance of developing good character. The purpose of this study is to describe the forms of punishment applied by teachers to improve students’ morals. This research employed a descriptive qualitative approach, with teachers and students as the main informants and the principal as a supporting informant. Data collection techniques included observation and interviews, while data analysis followed the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that teachers implemented a series of measures, ranging from reminders, warnings, and reprimands to punishment as the final step. These punishments were intended to foster students’ awareness of the importance of good morals. The implication of this research is that educational punishment, when applied proportionally and accompanied by guidance, can serve as an effective tool for character development. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya penerapan hukuman dalam memperbaiki akhlak siswa di SMPN 4 Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota. Fenomena yang ditemukan adalah masih banyak siswa yang keluar-masuk kelas saat guru menerangkan pelajaran, berbicara dengan teman saat pembelajaran berlangsung, serta menunjukkan perilaku yang kurang terpuji seperti berbohong, sombong, khianat, takabur, dan iri hati. Jika kondisi ini dibiarkan, siswa akan semakin jauh dari pemahaman tentang pentingnya memiliki akhlak yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk penerapan hukuman yang dilakukan guru dalam rangka memperbaiki akhlak siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan informan utama guru dan siswa, serta informan pendukung kepala sekolah. Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan wawancara, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan beberapa langkah mulai dari pemberitahuan, teguran, peringatan, hingga hukuman sebagai upaya terakhir. Hukuman tersebut digunakan untuk menumbuhkan kesadaran siswa tentang pentingnya akhlak yang baik. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa hukuman yang bersifat mendidik dapat berfungsi sebagai sarana pembinaan karakter siswa apabila diberikan secara proporsional dan disertai bimbingan. if this continues to be allowed then students will not understand the importance of having good morals, researchers feel it is very important to conduct research on the application of punishment in an effort to improve students' morals. The type of research used is descriptive qualitative, key informants are teachers and students and supporting informants are the principal. Data collection methods are observation and interview methods. Data analysis techniques used to examine all data, data reduction and data display. This study shows that students who come in and out when the teacher explains the lesson and talk when the teacher explains the lesson in the actions that the teacher will give to students are through notifications, reprimands, warnings and the last action taken by the teacher is to give punishment, and there are also forms of student morals that show the nature of lying, arrogant, betrayal, arrogance and envy with this the teacher will give punishment to students so that they can improve student morals into good morals by giving this punishment the teacher hopes that students will understand the importance of having good morals.