cover
Contact Name
Firdaus Annas
Contact Email
rumahjurnal@uinbukittinggi.ac.id
Phone
+6285278566869
Journal Mail Official
firdaus@uinbukittinggi.ac.id
Editorial Address
Data Center Building, 2nd floor, State Islamic University of Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Gurun Aua St, Kubang Putih, Banuhampu, Agam - West Sumatra - Indonesia Tel. 0752 33136 | Fax 0752 22871
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
SURAU : Journal of Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 30310962     DOI : 10.30983/surau
Core Subject : Education,
Surau Journal welcome papers from academicians on thoughts, concepts and theories of learning, implementation of learning, and learning outcomes of Islamic Religious Education. Journal Scope: Islamic Religious Education concepts and materials Islamic Religious Education Curriculum Islamic Religious Education Methods Islamic Religious Education Tools and Media Educators and Learners Evaluation of Islamic Religious Education Islamic Religious Education Institution Islamic Religious Education Innovation Islamic Education Thought History of Islamic Education
Articles 94 Documents
Moderasi Beragama dalam Masyarakat 5.0: Analisis Konsep Berdasarkan Surat Al-Hujurat Ayat 13 Husni, Radhiatul; Utomo, Edi; Rizqa, Miftahir; Husna, Rohaniatul
SURAU : Journal of Islamic Education Vol. 1 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/surau.v1i2.7409

Abstract

AbstractThis research discusses the concept of religious moderation in the context of Society 5.0, using the analysis of Surah Al-Hujurat Verse 13 in the Quran as a foundation. Society 5.0 refers to an era where information and communication technology significantly transform social, economic, and cultural dynamics. In this context, it is important to understand how religious values, particularly in Islam, can be applied appropriately and relevantly. Surah Al-Hujurat Verse 13 is one of the verses that highlights the principles of religious moderation in Islam. The results of this research are as follows: 1) the analysis of religious moderation concept, with reference to Verse 13 of Surah Al-Hujurat, can be interpreted as doctrines that uphold values and principles aligned with the vision of Society 5.0, prioritizing diversity, inclusivity, morality, and collaboration in creating a harmonious and sustainable society. 2) religious moderation can play a crucial role in maintaining social harmony and contributing to the creation of a more harmonious society. 3) religious moderation based on Surah Al-Hujurat Verse 13 can help to form an inclusive society, where diverse perspectives and beliefs are respected and accepted. AbstrakPenelitian ini membahas konsep moderasi beragama dalam konteks masyarakat 5.0 dengan menggunakan analisis Surat Al-Hujurat Ayat 13 dalam Al-Quran sebagai landasan. Masyarakat 5.0 merujuk pada era di mana teknologi informasi dan komunikasi mengubah dinamika sosial, ekonomi, dan budaya secara signifikan. Dalam konteks ini, penting untuk memahami bagaimana nilai-nilai agama, khususnya dalam Islam, dapat diterapkan dengan tepat dan relevan. Surat Al-Hujurat Ayat 13 merupakan salah satu ayat yang menyoroti prinsip-prinsip moderasi beragama dalam Islam. Hasil dari penelitian ini adalah 1) analisis konsep moderasi beragama dengan mengacu pada ayat 13 dari Surat Al-hujurat dapat dipahami sebagai ajaran yang mendukung nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang juga relevan dengan visi masyarakat 5.0 yang mengutamakan keragaman, inklusivitas, moralitas, dan kolaborasi dalam menciptakan masyarakat yang harmonis dan berkelanjutan. 2) moderasi beragama dapat berperan penting dalam memelihara harmoni sosial dan berkonstribusi pada terciptanya masyarakat yang lebih harmonis. 3) moderasi beragama yang berlandaskan pada Surat Al-Hujurat ayat 13 dapat membantu membentuk masyarakat yang inklusif, dimana beragam pandangan dan kepercayaan dihormati dan diterima.
Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Akhlak Siswa Iqbal, M
SURAU : Journal of Islamic Education Vol. 1 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/surau.v1i2.7437

Abstract

Abstract The study of Islamic education teachers' efforts in shaping student morals at MTsN 05 West Pasaman is very important to avoid the many problems regarding student morals that occur in this increasingly sophisticated era, with games on cellphones can change a person in terms of behavior. As well as many events that occur at school about a student who fights or commits acts of violence against the teacher. One of the cases regarding the dilapidation of student morals is the deadly persecution of a fine arts teacher. Through field studies, this research was conducted at MTsN 05 West Pasaman, which is located on Pematang Sontang Street, Sungai Aur District, West Pasaman Regency, West Sumatra Province with a zip code of 26573. The data collection techniques used are observation, interviews, documentation and triangulation or combined. This article suggests how the efforts of Islamic Religious Education teachers in shaping student morals at MTsN 05 West Pasaman. The findings of this study explain that Islamic Religious Education Teachers have efforts in shaping student morals which provide examples or examples, provide advice, enforce discipline, familiarize, provide motivation. AbstrakKajian terhadap upaya guru PAI dalam membentuk akhlak siswa di MTsN 05 Pasaman Barat ini sangat penting dilakukan untuk menghindarai banyaknya permasalahan mengenai akhlak siswa yang terjadi di era zaman yang semakin canggih ini, dengan game di handphone dapat merubah seseorang dalam segi berperilaku. Seperti halnya banyak yang terjadi peristiwa di sekolah tentang seorang siswa yang melawan maupun melakukan tindakan kekerasan terhadap guru. Salah satu kasus mengenai bobroknya akhlak siswa yaitu terjadi penganiayaan berujung maut terhadap guru seni rupa. Melalui studi lapangan, penelitian ini dilakukandi MTsN 05 Pasaman Barat yang berlokasi di Jalan Pematang Sontang Kecamatan Sungai Aur Kabupaten Pasaman Barat Provinsi Sumatra Barat dengan Kode pos 26573. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah melakukan observasi, wawancara, dukumentasi dan trianggulasi atau gabungan. Artikel ini mengemukakan bagaimana upaya guru pendidikan Agama Islam dalam  membentuk akhlak siswa di MTsN 05 Pasaman Barat. Adapun temuan penelitian ini menjelaskan bahwa Guru PAI mempunyai upaya dalam membetuk akhlak siswa dimana memberikan Contoh atau Teladan, Memberikan Nasihat, Menegakkan kedisiplinan, Membiasakan,  Memberikan Motivasi.
Metode Pembelajaran Bahasa Arab di Pondok Pesantren (Studi Kasus di Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi) Aini, Khairun; Anisha, Bela Ian
SURAU : Journal of Islamic Education Vol. 1 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/surau.v1i2.7499

Abstract

Abstract This research aims to identify the Arabic language learning methods used at Pondok Madrasah Sumatera Thawalib Parbek Bukittinggi. This research uses a qualitative approach with case study and monitoring methods. The results showed similarities with other madrasahs in terms of Arabic learning methods. Arabic is considered as an important learning module in Pondok Madrasah Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi. Arabic language learning in this pondok can be divided into two parts, namely (1) learning Arabic nahu (nahwu and sharaf), and (2) learning Arabic Muhaddtsah. Learning Arabic grammar (nahwu and sharaf) in Pondok Madrasah Sumatera Thawalib Parabek is intended for students who have completed their education at the MTS level, because at this stage the students are considered mature enough to read, write, and translate Arabic. In addition, in the muhaddatsah (conversation) learning system in Arabic at Pondok Madrasah Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi, there is one meeting a week, with an emphasis on the use of Arabic in daily conversation and special days of speaking Arabic. Each student is required to speak in Arabic on a predetermined day and place, and sanctions will be applied to students who violate these rules.AbstrakRiset ini bertujuan untuk mengidentifikasi metode pembelajaran bahasa Arab yang digunakan di Pondok Madrasah Sumatera Thawalib Parbek Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan pemantauan. Hasil penelitian menunjukkan kesamaan dengan pondok madrasah lainnya dalam hal metode pembelajaran bahasa Arab. Bahasa Arab dianggap sebagai modul pembelajaran yang penting di Pondok Madrasah Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi. Pembelajaran bahasa Arab di pondok ini dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu (1) pembelajaran nahu bahasa Arab (nahwu dan sharaf), dan (2) pembelajaran Muhaddtsah bahasa Arab. Pembelajaran gramatika bahasa Arab (nahwu dan sharaf) di Pondok Madrasah Sumatera Thawalib Parabek ini ditujukan untuk santri yang telah menyelesaikan pendidikan di tingkat MTS, karena pada tahap ini santri dianggap sudah cukup matang untuk membaca, menulis, dan menerjemahkan bahasa Arab. Selain itu, dalam sistem pembelajaran muhaddatsah (percakapan) dalam bahasa Arab di Pondok Madrasah Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi, terdapat satu kali pertemuan dalam seminggu, dengan penekanan pada penggunaan bahasa Arab dalam percakapan sehari-hari dan hari khusus berbicara Arab. 
Peran Guru Al-Qur'an Hadits dalam Peningkatan Minat Hafalan Al-Qur'an Siswa di Mti Canduang Anggraini, Vinta
SURAU : Journal of Islamic Education Vol. 1 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/surau.v1i2.7543

Abstract

Abstract The Qur'an and Hadith are guidelines for every Muslim. And of course as a Muslim it is necessary to study and memorize the Al-Qur'an and Hadith. In reality, memorizing the Al-Qur'an and Hadith is still difficult to do, especially nowadays when there is very little interest in memorizing or even reading the Al-Qur'an. Therefore, it is necessary to study the Koran and Hadith. The aim of learning Al-Qur'an Hadith is: 1) by learning Al-Qur'an Hadith it can help students to study and understand the Al-Qur'an and Hadith, 2) so that students enjoy reading and memorizing the Al-Qur 'an Hadith, and 3) so that students can practice the content of the Al-Qur'an Hadith in everyday life. Of course, in realizing the smooth learning objectives of Al-Qur'an Hadith, a teacher's strategy or effort is needed. By conducting this research at MTI Canduang, the aim was to examine the strategies or efforts made by teachers in increasing interest in memorizing the Al-Qur'an, especially memorizing the Al-Qur'an among students at MTI Canduang. The method used in this research is a descriptive qualitative research method. By using this method, researchers describe and explain teachers' strategies for improving student memorization at MTI Canduang. In collecting data sources by means of observation, interviews and literature studyAbstrakAl-Qur’an dan Hadits merupakan pedoman bagi setiap muslim. Dan tentu sebagai seorang muslim diperlukan untuk mempelajari serta menghafal Al-Qur’an dan Hadits. Pada kenyataanya untuk menghafal Al-Qur’an dan Hadits masih sulit untuk dilakukan, terlebih pada masa sekarang yang minat untuk menghafal bahkan untuk membaca Al-qur’an saja sudah sangat kurang. Maka dari itu perlu adanya pembelajaran Al-Qur’an dan Hadits. Tujuan adanya pembelajaran Al-Qur’an Hadits , yaitu : 1) dengan adanya pembelajaran Al-Qur’an Hadits dapat membantu siswa untuk mempelajari dan memahami Al-Qur’an dan Hadits, 2)agar siswa gemar dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an Hadits, dan 3) agar siswa dapat mengamalkan kandungan Al-Qur’an Hadits dalam kehidupan sehari-hari. Tentu dalam mewujudkan kelancaran tujuan pembelajaran Al-Qur’an Hadits tersebut diperlukan strategi atau upaya seorang guru.   Dengan dilakukan penelitian ini di MTI Canduang bertujuan untuk menelaah strategi atau upaya yang dilakukan oleh guru dalam meningkatkan minat hafalan Al-Qur’an  terutama hafalan Al-Qur’an siswa di MTI Canduang. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Dengan menggunakan metode ini, peneliti menggambarkan serta menjelaskan strategi guru dalam peningkatan hafalan siswa di MTI Canduang. Dalam mengumpulkan sumber data dengan cara observasi, wawancara, dan studi pustaka. 
Pengembangan Vidio Animasi Menggunakan Aplikasi Macromedia Flash 8 pada Pembelajaran PAI dan Budi Pekerti Marni, Nahda Zulvia; Pebrina, Rizki; Akbar, Ali
SURAU : Journal of Islamic Education Vol. 1 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/surau.v1i2.7644

Abstract

AbstractThe development of science and technology can be used to improve the progress of the educational process through careful planning. In the learning process, for example, there are many media that can be developed by teachers by utilizing existing technology. This is a demand that PAI teachers must carry out so that learning is more effective and able to attract students' attention and motivation. Currently, there are many applications that can be used by teachers in designing interesting and technology-based learning media. Among the applications that can be used is Macromedia Flash 8. The aim of this research is to develop animated videos using the Macromedia Flash 8 application for PAI and Budi learning. Valid and practical character. This research is development research with the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implement and Evaluation). Data collection tools include validation sheets and questionnaires with data analysis techniques using the Aiken Formula. Based on the results of the validity test of animated videos using the Macromedia Flash 8 application, the overall result was 0.83 with very valid criteria, for the practicality aspect the overall result was 0.91 with the very practical category. AbstrakPerkembangan IPTEK dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemajuan proses pendidikan melalui perencanaan yang matang. Dalam proses pembelajaran misalnya, banyak media yang bisa dikembangkan oleh guru dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Ini merupakan sebuah tuntutan yang harus dilakukan oleh guru PAI agar pembelajaran lebih efektif dan mampu menarik perhatian dan motivasi siswa. Saat ini banyak sekali aplikasi yang dapat digunakan oleh guru dalam merancang sebuah media pembelajaran yang menarik dan berbasis teknologi.Di antara aplikasi yang dapat digunakan adalah macromedia flash 8. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan video animasi menggunakan aplikasi macromedia flash 8 pada pembelajaran PAI dan Budi Pekerti yang valid dan praktis. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implement, dan Evaluation). Alat pengumpulan data berupa lembar validasi dan kuesioner dengan teknik analisis data menggunakan Formula Aiken. Berdasarkan hasil uji validitas video animasi menggunakan aplikasi Macromedia flash 8 secara keseluruhan diperoleh hasil sebesar 0,83 dengan kriteria sangat valid, untuk aspek praktikalitas secara keseluruhan diperoleh sebesar 0,91 dengan kategori sangat praktis.
Pojok Baca: Optimalisasi Minat Baca Santri di Pondok Pesantren MAS Tarbiyah Islamiyyah Candung Husna, Miftahul; Sumetri, Sumetri
SURAU : Journal of Islamic Education Vol. 1 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/surau.v1i1.7745

Abstract

Abstract Students' interest in reading is still low due to a lack of literacy awareness, the lack of quality books and the high use of gadgets that distract from reading. The reading corner programme was implemented to create an interactive reading corner, but its implementation is still experiencing obstacles. The purpose of this study is to analyse the optimisation of interest in reading through the reading corner program at MAS TI Candung Islamic boarding school, by identifying obstacles and constraints and assessing the impact of the program on increasing students' interest in reading. This was done by analysing the implementation of the reading corner program at the MAS TI Candung boarding school to find out the supporting and inhibiting factors and the impact on increasing students' interest in reading. The research method used was descriptive qualitative research with the research subjects being two students of MAS TI Candung boarding school, one library staff and one homeroom teacher. Data collection techniques were conducted through field observations and individual interviews. The results showed that the reading corner programme at MAS TI Candung has been running supported by various factors such as stakeholder participation and the availability of human resources. The main inhibiting factors are book limitations and implementation time. The impact of the implementation of this programme includes an increase in students' interest in reading and literacy skills. It is concluded that the reading corner program is effective in optimising students' interest in reading. AbstrakMinat baca pelajar masih rendah disebabkan kurangnya kesadaran literasi, minimnya buku bermutu, dan tingginya penggunaan gadget yang mengalihkan perhatian dari membaca. Program pojok baca diterapkan untuk menciptakan sudut baca interaktif, namun implementasinya masih mengalami kendala. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis optimalisasi minat baca melalui program pojok baca di pondok pesantren MAS TI Candung, dengan cara mengidentifikasi hambatan dan kendala serta menilai dampak program terhadap peningkatan minat baca santri. Hal ini dilakukan dengan menganalisis pelaksanaan program pojok baca di pondok pesantren MAS TI Candung guna mengetahui faktor pendukung dan penghambat serta dampaknya terhadap peningkatan minat baca santri. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian dua santri pondok pesantren MAS TI Candung, satu staff perpustakaan dan satu wali kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan dan wawancara individual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pojok baca di MAS TI Candung telah berjalan dengan didukung oleh berbagai faktor seperti peran serta stakeholder dan ketersediaan sumber daya manusia. Adapun faktor penghambat utama adalah keterbatasan buku dan waktu pelaksanaan. Dampak dari penerapan program ini antara lain peningkatan minat baca dan kemampuan literasi siswa. Disimpulkan bahwa program pojok baca efektif dalam upaya optimalisasi minat baca santri.
Pemikiran Pendidikan Islam Ahmad Dahlan: Menjawab Tantangan Religiusitas Pendidikan Era Society 5.0 Yasmansyah, Yasmansyah
SURAU : Journal of Islamic Education Vol. 1 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/surau.v1i1.6370

Abstract

Abstract The purpose of writing this article is to describe the relevance of KH Ahmad Dahlan's thoughts on Islamic Religious Education in the 5.0 era. This research is qualitative research, data sources are obtained by conducting library research. This research includes biographical research, because it tries to conclude, analyze and make interpretations about the thoughts of figures. The purpose of this research is to find out the biography and thoughts of KH. Ahmad Dahlan on Islamic education in Indonesia. From the results and discussion it can be concluded that according to KH Ahmad Dahlan, Islamic education is a formulation of the goals of Islam so that Islamic education should be directed at efforts to form human beings who are virtuous, pious in religion, broad views and understand the problems of science. This means that Islamic religious education is an effort to foster human morals, have taqa and as a caliph on this earth. To realize this, KH Ahmad Dahlan did tajdid which combined general science and Islamic religious knowledge.AbstrakTujuan penulisan artikel ini untuk menggambarkan tentang relevansi pemikiran KH Ahmad Dahlan tentang Pendidikan Agama Islam di era 5.0. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, sumber data diperoleh dengan melakukan penelitian pustaka (library research) Penelitian ini termasuk penelitian biografi, karena berusaha menyimpulkan, menganalisis dan membuat interpretasi mengenai pemikiran tokoh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui biografi dan pemikiran KH. Ahmad Dahlan terhadappendidikan Islam di Indonesia. Dari Hasil dan pembahasan  dapat disimpulkan bahwa menurut KH Ahmad Dahlan Pendidikan Islam merupakan rumusan dari tujuan agama Islam sehingga hendaknya pendidikan Islam di arahkan pada usaha membentuk manusia yang berbudi luhur, alim dalam agama, luas pandangan dan paham masalah ilmu pengetahuan. Hal ini bermakna bahwa pendidikan agama Islam merupakan upaya pembinaan akhlak  manusia, bertaqa dan sebagai khalifah di muka bumi ini. Untuk mewujudkan itu KH Ahmad Dahlan melakukan tajdid yang memadukan antara ilmu pengetahuan umum dan ilmu pengetahuan agama Islam.
Evaluasi Program Pesantren Ramah Anak Model CIPP di Provinsi Sumatera Barat Natsir, Albert; Zulmuqim, Zulmuqim
SURAU : Journal of Islamic Education Vol. 1 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/surau.v1i1.6375

Abstract

AbstractThis study describes the results of the evaluation of the child-friendly pesantren programme in West Sumatra Province. The model used is CIPP with Mixed Method. Data collection techniques used questionnaires, observation sheets, interviews, concept mastery tests and child-friendly pesantren guidelines. Data analysis and programme evaluation procedures are described in this article.  The results of the context evaluation showed that violence, discrimination and harassment still occur in most Islamic boarding schools in West Sumatra province. The results of the input evaluation showed that the child-friendly pesantren program guidelines issued by the Ministry of Religious Affairs, the Ministry of Women's Empowerment and Child Protection of the Republic of Indonesia have not been optimally socialised and the pesantren leaders, board of asatidz, santri and the community are aware of the child-friendly pesantren program but do not understand the concept, guidelines and technical instructions for child-friendly pesantren. The results of the process evaluation, namely monitoring designed to reveal the strengths and weaknesses of the implementation of the child-friendly pesantren programme, have not been optimal. Not all pesantren have a child-friendly pesantren development team. For pesantren that already have a child-friendly pesantren team, the team members do not have relevant competencies. The evaluation of products or outputs and outcomes designed to assess programme outcomes and programme sustainability shows that the child-friendly pesantren programme launched and developed by the government and Islamic boarding schools has not run as expected.AbstrakPenelitian ini menjelaskan tentang hasil evaluasiprogram pesantren ramah anak di Provinsi Sumatera Barat.Model yang digunakanCIPP dengan metode Mixed Method. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, lembar observasi, wawancara, tespenguasaan konsep dan pedoman pesantren ramah anak. Analisis data dan prosedur evaluasi program dijelaskan dalam artikel ini.  Sampel penelitian adalah 23 pondok pesantren yang tersebar di 12 kabupaten kota di Provinsi Sumatera Barat.Hasil evaluasi konteks menunjukkan bahwa masih terjadi kekerasan, diskriminasi dan pelecehan di rata rata pondok pesantren di provinsi Sumatera Barat. Hasil evaluasi input  menunjukkan bahwa pedoman program pesantren ramah anak yang diterbitkan oleh Kementerian Agama, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia belum optimal disosialisasikan dan pimpinan pesantren,dewan asatidz,santri dan masyarakat mengetahui adanya program pesantren ramah anak tetapi belum memahami konsep, panduan dan petunjuk teknis pesantren ramah anak. Hasil evaluasi proses, yaitu monitoring yang dirancang untuk mengungkap kekuatan dan kelemahan pelaksanaan program pesantren ramah anak belum optimal. Belum semua pondok pesantren memiliki tim pengembang pesantren ramah anak. Bagi pesantren yang telah memiliki tim pesantren ramah anak, anggota tim belum memiliki kompetensi yang relevan. Evaluasi produk atau keluaran dan hasil yang dirancang untuk menilai hasil programdan keberlanjutan program menunjukkan bahwa program pesantren ramah anak yang diluncurkan dan dikembangan oleh pemerintah dan pondok pesantren belum berjalan seperti yang diharapkan.
Lembaga Pendidikan Islam Dalam Lintasan Sejarah di Indonesia (Kajian Historis Perkembangan Lembaga Pendidikan Islam) Ariza, Hidra
SURAU : Journal of Islamic Education Vol. 1 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/.v1i1.6697

Abstract

Abstract The rapid development of Islam in Indonesia since its inception until now, cannot be separated from the role of Islamic educational institutions. When viewed from the early entry of Islam into Indonesia, Islamic educational institutions experienced several changes in name and form, which were the result of changes in the social conditions of society and developments in science and technology. Starting from Islamic education which is still patterned as Hindu education to the establishment of technology-based Islamic education institutions at this time. Among the classical Islamic educational institutions that still exist today include surau, pesantren, meunasah, Islamic tertiary institutions, etc. There are some Islamic educational institutions whose existence is no longer found, some are still standing but have experienced a decline in function, some have managed to survive by adapting to the demands of the times. One of the classical Islamic educational institutions that is able to develop according to the times is the pesantren. Evidenced by the existence of Islamic boarding schools with various special sciences that are integrated with the values of Islamic education. This article was written using the library research method which utilizes various scientific literature to obtain the necessary data. AbstrakPesatnya perkembangan Islam di Indonesia sejak awal masuknya hingga saat ini, tidak terlepas dari peran lembaga pendidikan Islam. Jika dilihat dari awal masuknya Islam ke Indonesia, lembaga pendidikan Islam mengalami beberapa perubahan nama dan bentuk, yang merupakan akibat dari perubahan keadaan social masyarakat serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mulai dari pendidikan Islam yang masih bercorak pendidikan Hindu hingga berdirinya lembaga pendidikan Islam yang berbasis teknologi pada saat ini. Diantara lembaga pendidikan Islam klasik yang masih eksis bertahan hingga saat ini diantaranya adalah surau, pesantren, meunasah, perguruan tinggi Islam, dll. Ada sebagian lembaga pendidikan Islam yang sudah tidak ditemui lagi eksistensinya, ada yang masih berdiri namun mengalami penurunan fungsi, ada yang berhasil bertahan dengan menyesuaikan tuntutan zaman. Salah satu lembaga pendidikan Islam klasik yang mampu berkembang sesuai dengan perkembangan zaman adalah pesantren. Terbukti dengan adanya pesantren dengan berbagai keilmuan khusus yang diintegrasikan dengan nilai-nilai pendidikan Islam.  Artikel ini ditulis dengan memakai metode library research yang memanfaatkan berbagai literatur ilmiah untuk mendapatkan data yang diperlukan.
Sorotan Fundamentalisme Islam Terhadap Kepala Sekolah Perempuan Susilawati, Susilawati; Danil, Ilham
SURAU : Journal of Islamic Education Vol. 1 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/surau.v1i1.6770

Abstract

Abstract The creation of Siti Hawa from the ribs of the prophet Adam is a sign that women are physically weaker than men. Therefore also the background so that they often get unfair treatment or discrimination. But over time, the signal has faded, especially in Indonesia. This fact is inseparable from the services of a female emancipation warrior, RA Kartini. Today many women are as successful as men. No longer can the number of those who hold the reins of leadership be counted, one of them being the headmaster in various educational institutions, ranging from the lowest level of education to tertiary education. Whereas leadership positions in the education sector are very urgent and determine whether or not the vision, mission and goals of education are achieved or not. An in-depth study of opinions which states that "actually women have the same potential as those of men". No matter how great a woman is, she can't be released as a housewife. AbstrakTerciptanya Siti Hawa dari tulang rusuk nabi Adam merupakan satu isyarat bahwa kaum perempuan itu lebih lemah fisiknya dibanding kaum pria. Oleh karena itu pulalah yang menjadi latar sehingga mereka sering mendapat perlakuan tidak adil alias diskriminasi. Namun seiring berjalannya waktu, isyarat itu telah pudar, khususnya di Indonesia. Kenyataan ini tak lepas dari jasa seorang pejuang emansipasi wanita, RA Kartini. Hari ini banyak sudah kaum perempuan yang berhasil seperti kaum laki-laki. Tak lagi dapat dihitung jumlah mereka yang memegang tampuk-tampuk kepemimpinan, salah satunya menjadi kepala sekolah di berbagai lembaga pendidikan, mulai dari tingkat pendidikan terendah sampai perguruan tinggi. Padahal jabatan kepemimpinan di sektor pendidikan sangat urgen dan menentukan tercapai atau tidaknya visi, misi dan sasaran pendidikan. Perlu kajian mendalam tentang pendapat yang menyatakan bahwa “sebenarnya perempuan memiliki potensi yang sama sebagaimana yang dimiliki oleh laki-laki”. Karena sehebat apapun seorang perempuan, titel sebagai ibu rumahtangga tak dapat ia lepaskan.

Page 5 of 10 | Total Record : 94