cover
Contact Name
Armanto Makmun
Contact Email
armanto.makmun@umi.ac.id
Phone
+6281312119884
Journal Mail Official
fmj@umi.ac.id
Editorial Address
Jln. Urip Sumoharjo KM.05, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Fakumi Medical Journal
ISSN : -     EISSN : 28089146     DOI : https://doi.org/10.33096/fmj.v4i1
Core Subject : Health, Science,
FAKUMI MEDICAL JOURNAL is a peer-reviewed, open-access journal that publishes original research articles, review articles, and interesting case reports. FAKUMI MEDICAL JOURNAL work in the field of health in a broad sense such as public health, nursing, midwifery, medicine, pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, medical records and so on.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 8 (2023): Agustus" : 9 Documents clear
Hubungan Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan Pengetahuan Agama yang Berkenaan dengan Kebersihan dan Kesehatan Nurul qalbi nuqa; Rasfayanah; Nur Fadhillah Khalid; Rachmat Faisal Syamsu; Armanto Makmun
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 8 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i8.208

Abstract

Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan bentuk perilaku yang dianjurkan dalam agama islam. Namun, disekitar kita masih banyak yang belum menerapkan dan menjadi penyebab berbagai penyakit. Oleh karena itu, peneliti sangat tertarik mengetahui hubungan antara pengetahuan agama dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dengan pengetahuan agama yang berkenaan dengan kebersihan dan kesehatan. Metode penelitian ini merupakan literatur review. Data bersumber dari Jurnal,artikel,textbook,electronic based. Berdasarkan hasil penelusuran literatur dan sumber bacaan lainnya, diketahui pengetahuan agama sangat penting dan berpengaruh pada kehidupan manusia baik dari segi kebersihan maupun kesehatan. Hal ini tertulis dalam Al-Quran dan Hadist yang menjadi pedoman hidup umat beragama islam agar senantiasa terhindar dari hal buruk. Dari 12 hasil penelitian terdapat 3 jurnal yang menggambarkan tingkat pengetahuan agama sangat mempengaruhi sikap mahasiswa dan masyarakat terhadap kebersihan dan kesehatan. Dari 12 hasil penelitian terdapat 9 jurnal menyatakan adanya hubungan antara pengetahuan agama dengan perilaku hidup bersih dan sehat.
Hubungan Faktor Risiko dengan Kejadian Hiperkolesterolemia Pasien Rawat Jalan Penderita Jantung Koroner di RS Ibnu Sina Makassar Tahun 2021 Sarima Safitri; Ali Aspar Mappahya; Nurhikmawati; Wisudawan; Asrini Safitri
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 8 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i8.257

Abstract

Perkembangan plak aterosklerotik di dalam arteri koroner dapat menyebabkan penyumbatan aliran darah, menghasilkan iskemia, yang dapat bersifat akut atau kronis. Salah satu indikator aterosklerosis pada pembuluh darah adalah Hiperkolesterolemia. Hiperkolesterolemia ialah total kolesterol didalam darah dengan kadar kolesterolnya yang tinggi yakni ≥ 200 mg/dl. Terbukti bahwasanya tingginya kadar kolesterol berkaitan terhadap peningkatannya risiko penyakit jantung koroner. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi terjadinya hiperkolesterolemia terhadap pasien rawat jalan yang menderita penyakit jantung koroner pada RS Ibnu Sina Makassar. Penelitian ini bersifat analitik desain Cross Sectional yang menggunakan data sekunder. Pasien dengan penyakit jantung koroner yang melakukan kunjungan ke poli jantung RS Ibnu Sina Makassar pada tahun 2021 ialah populasi didalam kegiatan penelitian ini. Pengambilan sampel dengan teknik total sampilng. Didapatkan total responden sebanyak 30 responden dengan presentasi kejadian hiperkolesterolemia didapatkan responden yang hiperkolestrolemia sebanyak 22 (73,3%) responden dan normal sebanyak 8 (26,7%) responden. Dan berdasarkan analisis faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian hiperkolesterolemia yaitu faktor usia dengan P-Value 0,001 (<0,05) serta riwayat penyakit kronis dengan P-Value 0,014 (<0,05). Disimpulkan bahwa terdapat hubungan dengan kejadian hiperkolesterolemia dengan faktor yang paling berpengaruh yaitu usia dan riwayat penyakit kronis.
Pengaruh Terapi Bekam Terhadap Kadar Kolesterol Total Pada Pasien Hiperkolesterolemia di Klinik Hamdalah Makassar Rizka uda'a; Dahliah; Edward Pandu Wiriansya; Rahmawati; Rezky Putri Indarwati
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 8 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i8.295

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan suatu kondisi yang dapat meningkatkan terjadinya risiko penyakit jantung koroner, stroke, tekanan darah tinggi, kegemukan dan masalah kesehatan lainnya. Mahalnya obat dan tingginya efek samping pengobatan farmakologis sehingga membutuhkan pengobatan alternatif penurunan kadar kolesterol total secara non farmakologis yaitu terapi bekam yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam serta seiring berjalannya waktu terapi bekam telah dimodernkan dan mengikuti kaidah ilmiah.Tujuan pada peneltian ini untuk mengetahui pengaruh terapi bekam terhadap penurunan kadar kolesterol total pada pasien hiperkolesterolemia di klinik hamdalah bekam dan ruqyah syar’iyyah kota makassar tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode eksperimen dengan teknik total sampling berdasarkan data pasien bekam riwayat hiperkolesterolemia bulan desember 2022 dengan jumlah sampel sebanyak 36 pasien. Berdasarkan Hasil penelitian didapatkan perubahan kadar kolesterol Sebanyak 30 responden (83,3%) mengalami penurunan kadar kolesterol total setelah mengikuti terapi bekam, sedangkan 6 responden (16,7%) mengalami peningkatan kadar kolesterol total. Adanya pengaruh penurunan kadar kolesterol total yang signifikan pada pasien hiperkolesterolemia di klinik hamdalah bekam dan ruqyah syar’iyyah makassar tahun 2023.
Faktor Determinan Pada Penderita Preeklampsia di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar tahun 2021 Muhammad Fakhri; Nasrudin Andi Mappaware; M. Iswan Wahab; Anna Sari Dewi; Akhmad Kadir
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 8 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i8.328

Abstract

Salah satu penyebab angka kematian ibu di Indonesia adalah preeklamsia yang dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko meliputi faktor psikososial, dan faktor mediko-obstetrik. Hal ini dapat menyebabkan gejala klinis dapat berkembang menjadi eklampsia dan berbagai komplikasinya sehingga berujung kematian baik pada ibu maupun janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan pada penderita Preeklamsia di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar tahun 2021. Metode penelitian yaitu analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional dan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yang diperoleh dari rekam medis pasien. Penelitian dilakukan di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar pada bulan Maret hingga September 2021. Pada hasil analisis data sampel menggunakan uji korelasi Chi-square pada faktor determinan mediko-obstetrik ibu hamil dengan kejadian preeklamsia didapatkan hubungan yang signifikan pada usia (0.002), status gizi (0.009), status gravida (0.034), interval kehamilan (0.001), dan riwayat penyakit komorbid hipertensi (0.019). Sedangkan, pada faktor determinan mediko-sosial ibu hamil dengan kejadian preeklamsia tidak dapatkan adanya hubungan yang signifikan meliputi tingkat pendidikan (0.514), dan pekerjaan (0.720). Berdasarkan temuan kami, terdapat hubungan beberapa faktor determinan mediko-obstetrik dengan kejadian preeklamsia seperti usia, status gizi, status gravida, interval kehamilan dan riwayat penyakit hipertensi.
Hubungan Status Gizi dengan Konsentrasi Belajar Pada Anak di SDN 427 Malewong Kecamatan Larompong Selatan Kabupaten Luwu Provinsi Sulawesi Selatan Sumarni; Muh Alfian Jafar; Irna Diyana Kartika K; Nurul Fadilah Ali Polanunu; Ida Royani; Windy Nurul Aisyah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 8 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i8.334

Abstract

Usia sekolah merupakan salah satu masa yang mengalami tumbuh kembang yang cepat. Status gizi dan kesehatan yang optimal pada usia sekolah sangat penting dijaga untuk membantu proses pertumbuhan dan perkembangan, berpikir, aktivitas fisik yang optimal serta menjaga daya tahan tubuh sehingga dapat menunjang kegiatan belajar di sekolah. Konsentrasi merupakan pemusatan pikiran dan perhatian terhadap suatu hal dengan menyampingkan semua hal lainnya yang tidak berhubungan. Kemampuan anak dalam berkonsentrasi akan mempengaruhi kecepatan dalam menangkap materi yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan konsentrasi belajar pada anak di SDN 427 Malewong. Menggunakan metode penelitian kuantitatif menggunakan desain studi cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling menggunakan uji chi square. Hasil dari 32 responden dengan menggunakan uji chi square didapatkan nilai p-value =0,024 (p < 0,05). Kesimpulan terdapat hubungan antara status gizi dengan konsentrasi belajar pada anak di SDN 427 Malewong.
Hubungan Usia dengan Mati Mendadak di Biddokkes Polda Sulsel Pada Tahun 2018-2022 Radhi Ijtihadi; Denny Mathius; Nurhikmawati; Djumadi Achmad; Muhammad Asrul Apris
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 8 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i8.335

Abstract

Kematian mendadak merupakan kematian yang terjadi 24 jam sejak timbulnya suatu gejala, pada kasus forensik, sebagian besar kematian terjadi dalam hitungan menit atau bahkan detik sejak timbulnya gejala pertama. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana hubungan antara usia dengan kejadian mati mendadak. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah observasional retrospektif dengan desain penelitian cross-sectional. Dari 355 data visum et repertum, diperoleh informasi jenis kematian tidak mati mendadak (trauma, bunuh diri, tenggelam, dan keracunan) sebanyak 223 (62.8 %), dan jenis kematian mati mendadak sebanyak 132 (37.1%). Pada kasus kematian mendadak memiliki kelompok usia balita 13 orang (9.8%), usia kanak-kanak 2 orang (1.5%), usia remaja 14 orang (10.7%), usia dewasa 41 orang (31.1%), usia lansia 49 orang (37.1%), dan usia manula 26 orang (9.8%). Hubungan usia dengan jenis kematian diperoleh nilai signifikansi sebesar 0.000 nilai tersebut < 0.05 maka semakin tinggi usia maka jenis kematian akan semakin tinggi. Sedangkan jika usia rendah maka jenis kematian juga akan semakin rendah. Dari total 132 kasus kematian mendadak yang diperiksa, angka kejadian kematian mendadak berdasarkan usia yang paling banyak adalah kelompok usia lansia (46-65 tahun) sebanyak 49 orang (37.1%). Kesimpulan yaitu terdapat hubungan yang bermakna antara usia dengan kejadian mati mendadak dimana semakin meningkatnya usia, maka prevalensi kejadian mati mendadak juga meningkat.
Hubungan OSCE (Objective Structured Clinical Examination) Terhadap Tingkat Kecemasan pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Angkatan 2020 Mutmainnah; Mochammad Erwin Rachman; Sri Wahyu; Shulhana Mokhtar; Irna Diyana Kartika K
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 8 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i8.340

Abstract

OSCE adalah ujian yang menilai pengetahuan, kemampuan komunikasi, keterampilan pemeriksaan fisik, kemampuan untuk memahami dan menganalisis hasil pemeriksaan diagnostik, dan kemampuan untuk menentukan diagnosis. Pada saat ujian, mahasiswa akan menunjukkan keterampilan yang telah mereka pelajari di setiap stasiun. Kondisi ini menyebabkan mahasiswa mengalami kecemasan yang berlebihan. Untuk mengetahui hubungan OSCE terhadap tingkat kecemasan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia angkatan 2020. Jenis penelitian analitik observasional dengan menggunakan desain studi cross-sectional. Dari 253 responden yang mengisi kuisioner didapatkan tidak cemas 17 orang (6,7%), kecemasan tingkat ringan 130 orang (51,4%), kecemasan tingkat sedang 72 orang (28,5%), dan kecemasan tingkat berat 34 orang (13,4%). Dari hasil ujian OSCE didapatkan hasil kelulusan 200 orang (79,1%). Sedangkan yang tidak lulus 53 orang (20,9%). Berdasarkan hasil uji Chi-square didapatkan nilai p (p-value) 0,770 (>0,05) menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara OSCE terhadap tingkat kecemasan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Angkatan 2020. Tidak terdapat hubungan OSCE terhadap tingkat kecemasan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Angkatan 2020.
Gambaran Penderita Amputasi Diabetes Melitus di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Tahun 2019-2023 Audiza Nur Indira Anwar Anwar; Azis Beru Gani; Armanto Makmun; Andi Dhedie Prasatia Sam; Indah Lestari Daeng Kanang
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 8 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i8.341

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit gangguan metabolisme yang diindikasikan dengan hiperglikemia karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin ataupun keduanya. Diagnosis DM dapat ditegakkan menurut pemeriksaan kadar glukosa darah, namun DM yang tidak terkontrol dengan baik dapat menyebabkan komplikasi seperti ulkus diabetikum hingga menyebabkan amputasi. Risiko amputasi adalah 15 hingga 40 kali lebih tinggi pada penderita diabetes melitus dibandingkan dengan orang tanpa diabetes. Selain itu, angka kematian setelah amputasi pada pasien diabetes bervariasi dari 39% hingga 80% dalam 5 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penderita amputasi diabetes melitus di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif analitik melalui pendekatan kualitatif. Populasi penelitian ini ialah semua penderita amputasi DM yang terdata di RS Ibnu Sina Makassar sehingga sampel penelitian diperoleh dengan total sampling yaitu keseluruhan populasi penelitian yang berjumlah 19 pasien. Perolehan sampel disesuaikan dengan kriteria inklusi, yaitu pasien DM yang menjalani amputasi dengan data rekam medik lengkap. Data diolah dengan metode univariat sehingga diperoleh hasil penelitian yang menggambarkan bahwa mayoritas pasien diabetes melitus adalah laki-laki (68,4%) dan berusia 50-60 tahun (42,1%). Kemudian pasien diabetes melitus lebih banyak mengidap DM selama < 5 tahun (63,2%). Dalam hal ini, terjadinya amputasi diabetes melitus pada pasien disebabkan oleh adanya hormon insulin yang tidak terkontrol dan perawatan luka yang tidak benar sehingga terjadi amputasi.
Peran Code Blue terhadap Penanganan Henti Napas Henti Jantung di Rumah Sakit Faisal Sommeng; Rahmi Utami; Fendy Dwimartyono; M. Iswan Wahab; Abdul Muthalib
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 8 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i8.365

Abstract

Kejadian henti napas dan henti jantung merupakan bentuk kegawat daruratan yang harus mendapatkan penanganan yang tepat dan segera. Keberadaan tenaga inilah yang selama ini menjadi masalah di rumah sakit yang banyak terdapat tenaga medis dan paramedis. Tenaga medis dan paramedis di Rumah Sakit sebenarnya sudah memiliki kemampuan dasar dalam melakukan life saving sehingga dibentuknlah tim tanggap di rumah sakit yaitu code blue. Tim Code blue dapat dipanggil dengan mengaktifkan code blue. Code blue merupakan suatu sistem aktivasi kode pada pasien yang mengalami kondisi henti jantung, henti nafas, atau situasi gawat darurat yang membutuhkan resusitasi. Penelitian ini untuk melihat dan mengetahui peran tim code blue terhadap penanganan henti napas henti jantung di Rumah Sakit. Penelitian ini menggunakan metode narrative review berdasarkan literature atau penelitian yang telah dilakukan dan dipublikasi pada jurnal internasional, internasional terkareditasi, nasional dan nasional terakreditasi. Peran tim code blue berpengaruh penting terhadap penanganan henti napas henti jantung di Rumah Sakit. Penelitian ini menunjukkan bahwa umumnya semua kasus emergency henti napas henti jantung memerlukan aktivasi tim code blue untuk mendapatkan penanganan dan bantuan segera, sehingga dengan adanya tim code blue maka akan menekan angka kematian serta meningkatkan angka pasien yang mengalami Return of Spontaneous Circulation (ROSC). Namun selain itu keberhasilan code blue juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti respon time, kelengkapan alat emergency pengetahuan dan kemampuan tim code blue. Berdasarkan hasil review dari beberapa literatur yang didaptakan, maka disimpulkan bahwa tim code blue sangat berperan penting terhadap penanganan henti napas henti jantung di Rumah Sakit.

Page 1 of 1 | Total Record : 9