cover
Contact Name
Ika Sartika
Contact Email
ikasartika121@gmail.com
Phone
+6282162317575
Journal Mail Official
jurnalsamudra.id@gmail.com
Editorial Address
Jl.Kapten Muslim, Komplek Griya Riatur Indah Blok A2/26, Medan, Provinsi Sumatera Utara, 20124
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Penelitian Samudra
Published by Samudra Publisher
ISSN : -     EISSN : 30317258     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Samudra adalah Jurnal kajian Multidisiplin (Journal of Multidisciplinary Studies). Penerbitan jurnal ini bertujuan untuk menyediakan sarana komunikasi dan publikasi ilmiah bagi peneliti, mahasiswa dan dosen, yang mempunyai komitmen terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 33 Documents
OPTIMALISASI PENGOPERASIAN CRANE DALAM KEGIATAN PROSES BONGKAR MUAT DI MV. FATIMA V Flianto Dachi
Jurnal Penelitian Samudra Vol. 2 No. 1 (2024): Articel Research Februari
Publisher : Jurnal Penelitian Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pembagian tugas dan tanggung jawab setiap pelaut yang disebut anak buah kapal telah disusun sesuai dengan kelas jabatan yang diatur di dalam STCW (Standart of Training Certification and Watchkeeping for Seafarers), sehingga tugas dan tanggung jawab dapat dilakukan dengan kemampuan dan keahlian masing-masing anak buah kapal tersebut. Dalam konteks ini, MV Fatima V memiliki susunan struktur jabatan yang sesuai dengan crew list, dari jabatan officer (Nakhoda, Mualim I, II dan III serta KKM, Masinis I, II, III dan IV) dan rating (Bosun, kelasi, elektican, operator crane, juru mudi, oiler dan cook) serta cadet deck. Namun, dalam pelaksanaannya terdapat fungsi jabatan yang tidak terisi oleh anak buah kapal sehingga pekerjaannya harus ditangguhkan kepada anak buah kapal lainnya. Dengan adanya hal ini maka jam jaga/jam kerja anak buah kapal jadi ditambahkan atau tidak seusai dengan peraturan dinas jaga dan sering kali membuat motivasi kerja awak kapal menurun. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa 1) Tidak adanya operator Crane akan menyebabkan tugas-tugas operasional menjadi terhambat, sehingga waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan menjadi lebih lama dan akibatnya Crane mengalami kerusakan. 2)Mendatangkan atau mengisi oprator crane yang saat itu mengalami kekosongan tenaga ahli dapat membuat operasional kapal berjalan dengan kondusif dan masalah yang dihadapi dapat ditangani dengan baik
PENINGKATAN KINERJA CREW KAPAL UNTUK MENGURANGI TERJADINYA RESIKO KECELAKAAN DI KM. BAHARI 21 Imam Ramadhan Nainggolan
Jurnal Penelitian Samudra Vol. 2 No. 1 (2024): Articel Research Februari
Publisher : Jurnal Penelitian Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semua kecelakaan kerja dapat dihindari dan keselamatan kerja dapat di tingkatkan apabila para pekerja atau team kerja mau mengikuti prosedur keselamatan kerja atau check list keselamatan kerja dengan benar sesuai kebijakan Safety Management Manual dari perusahaan sebagai wujud dari pelaksanaan International safety Management (ISM) Code, apalagi di dukung oleh Sumber Daya Manusia yang berpengalaman serta adanya kepedulian dari perusahaan pemilik kapal dan pencarter kapal itu sendiri. Dari data-data di atas sering saya jumpai kesalahan dalam penggunaan alat- alat keselamatan kerja, bahkan di kapal saya sering saya jumpai crew kapal kurang paham prosedur kerja dan penggunaan alat-alat keselamatan kerja. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa : 1) Kurangnya pengawasan pelaksanaan manajamen keselamatan kerja disebabkan karena kurangnya pengetahuan pengawas terhadap prosedur keselamatan kerja dan kurang tegasnya pengawas terhadap manajemen keselamatan kerja pada saat melaksanakan tugasnya sehingga terjadi kecelakaan kerja dan menyebabkan banyak ABK yang bekerja tidak sesuai prosedur kerja dan mengabaikan manajemen keselamatan kerja yang berakibat dapat menimbulkan resiko kecelakaan kerja saat melaksanakan pekerjaan di atas kapal. 2) Kurangnya sosialisasi manajemen keselamatan kerja pada ABK di kapal menyebabkan ABK yang kurang paham tentang tugas dan tanggung jawab dan kurangnya pengetahuan semua ABK tentang pelaksanaan prosedur keselamatan kerja. 3) Kurangnya kesadaran ABK terhadap keselamatan dalam menjalin pekerjaan di atas kapal.
OPTIMALISASI PERAWATAN UNTUK MENCEGAH KERUSAKAN LIFE BOAT Dian Susanto; Talizomboi Laia; Aditya DVS
Jurnal Penelitian Samudra Vol. 3 No. 1 (2025): Article Research Februari
Publisher : Jurnal Penelitian Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengangkutan pada pokoknya perpindahan orang maupun barang dari satu tempat ketempat yang lain. Perpindahan itu bertujuan untuk mencapai dan meningkatkan manfat serta efisiensi. Perpindahan itu dapat berwujud alat transportasi melalui darat, laut dan udara, walaupun banyak sarana transportasi namun pengangkutan dari laut masih diperlukan. Transportasi laut banyak di gunakan, karena ada daerah-daerah yang di pisahkan oleh selat-selat atau laut yang tidak bisa di tempuh menggunakan pengangkutan darat dan kurang efisien jika di angkut menggunakan transportasi udara karena beban yang terbatas. Memperhatikan realita alamiah dari kedudukan Indonesia, maka untuk tercapainya wawasan nusantara, di perlukan upaya memanfaatkan perairan Indonesia merupakan salah satu modal untuk dapat mempertahan kan kelangsungan hidup dan mengembangkan kehidupan Negara. Oleh karna itu, bangsa Indonesia harus mempunyai kekuatan laut, yaitu kekuatan yang dipandang sebagai kemampuan suatu Negara mempertahankan suatu sumber dan peluang yang disediakan oleh laut, guna untuk kepentingan rakyat dan memanfaatkan. Perairan Indonesia adalah laut teritorial beserta perairan kepulauan dan perairan pedalamanya. Transportasi merupakan pengangkutan yang memiliki peran sangan strategis dalam kehidupan manusia yang dapat mempermudah orang untuk bepergian dari suatu tempat ketempat yang lain Dari penelitian ini di dapatkan bahwa Kerusakan pada mesin fire pump itu terjadi karena tidak memperhatikan mesin dan tidak melakukan pemeriksaan secara rutinitas pada mesin, air hujan dan air laut yang bisa membuat karatan dan korosi pada pipa-pipa pemdam ebakaran dan valve sehingga mengakibatkan kerbocoran dan patah pada valve, tidak melakukan perawatan pada alat-alat pemadam kebakaran dengan benar,tidak menyimpan selang dengan baik makan akan mudah membuat kerusakan dan bocor pada selang, dan tidak menggulung selang dengan baik dan benar, tidak melakukan dan menerapkan PMS (plan maintenace system) untuk merawat dan memelihara alat-alat pemadam kebakaran diatas kapal, tidak mengkoordinir anak buahnya apabila saat menyimpan peralatan pemadam kebakaran, tidak mengolesi grease pada bagian valve yang sering terkena air hujan dan air laut sehinggan pemutar dari valve bisa cepat patah. Upaya apa yang harus dilakukan untuk mencegah kerusakan pada alat pemadam kebakaran Fire Pump diatas kapal KM.UNEI adalah Menerapkan PMS (plane maintenace system) Memperbaiki/mengganti apabila ada alat pemadam kebakaran yang rusak, Memberikan grease pada valve setiap bulan karena valve itu mudah berkarat karena sering terkena air hujan dan air laut, dengan memberikan grease juga untuk memudahkan valve itu berputar dan tidak macet, Menyimpan alat-alat pemadam kebakaran di fire box guna untuk mencegah dan hilangnya alat-alat pemadam kenbakaran diatas kapal, Menggulung selang dengan rapi setelah selesai dioperasikan demi menjaga dan memelihara alat-aalat pemadam kebakaran diatas kapal, Menyimpan nozzle dengan baik salah satu usaha atau upaya untuk mencegah kerusakan pada nozzle. Nozzle yang sudah tersimpan difire box bisa digunakan lagi, Membuat cadangan atau pengganti alat pemadam kebakaran diatas kapal, Membuat latihan atau drill diatas kapal dengan semaksimal mungkin, Perusahan juga harus memperhatikan keselamatan anak buah kapal supaya bisa berjalan dengan lancar.
OPTIMALISASI KUALITAS TUGAS JAGA KAPAL KM SERENITY 09 Dian Susanto; Joel.S
Jurnal Penelitian Samudra Vol. 3 No. 1 (2025): Article Research Februari
Publisher : Jurnal Penelitian Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sesuai aturan dinas jaga yang telah ditetapkan di kapal,semua kapal wajib melaksanakan dinas jaga tersebut tanpa terkecuali,dalam pelaksanaan dinas jaga saat kapal berlayar diperlukan konsentrasi,ketelitian,dan tanggung jawab yang tinggi saat membawa kapal serta kecakapan sebagai pelaut yang baik dalam mengambil keputusan untuk mencegah terjadinya bahaya tubrukan,karena keberhasilan pelayaran sampai pelabuhan tujuan dengan aman tanpa mengalami kecelakaan dan tepat waktu sangat tergantung pada kemampuan dan kinerja para perwira dan anak buah kapal. 1) Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa Pelaksanaan dinas jaga untuk mencegah terjadinya bahaya tubrukan adalah dengan melakukan pengamatan keliling dan memperhatikan kecepatan aman kapal yang telah sesuai dengan peraturan yang ditetapkan secara internasional. 2) Penggunaan alat-alat navigasi untuk mencegah terjadinya bahaya tubrukan harus digunakan semaksimal mungkin yaitu salah satunya dengan menggunakan radar pengamatan target yang dianggap mempunyai potensi berbahaya terhadap keselamatan dan alat-alat navigasi lainnya mencegah untuk terjadinya bahaya tubrukan serta cek secara berkala kondisi alat-alat navigasi agar siap sedia digunakan dalam kondisi darurat dinas jaga. 3) Upaya untuk mencegah terjadinya bahaya tubrukan dalam keadaan darurat serta infokan ke kapten segera dan kendali dalam bernavigasi segera diambil alih oleh kapten
ANALISIS PENYEBAB TERJADINYA KEAUSAN MAIN BEARING MOTOR INDUK KM. PUL MANDIRI Ade Irma Sagala; Lufti Arief; Boythrisen Jaya T
Jurnal Penelitian Samudra Vol. 3 No. 1 (2025): Article Research Februari
Publisher : Jurnal Penelitian Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin diesel adalah mesin pembakaran dalam, karena cara penyalaan bahan bakarnya dilakukan dengan menyemprotkan bahan bakar ke dalam udara yang bertekanan dan bertemperatur tinggi, sebagai akibat dari proses kompres (Toni. Iksan, 2023:12). Mesin diesel memiliki komponen penting yang bisa menghasilkan tenaga dan menggerakkan kendaraan. Komponen penting yang ada dalam mesin diesel yaitu, cylinder head (kepala silinder), blok silinder, piston, crankshaft (poros engkol/ Main Bearing), timing gear (roda gigi). Menurut Rudi Saman et.al, (2020:105-106), main bearing adalah bagian penting dalam sebuah mesin, minyak dan permesinan lain yang dihubungkan denganya. Tujuan dari suatu Bantalan adalah untuk menopang suatu beban tetapi tetap memberikan kemungkinan terjadinya gerakan relatif di antara dua permukaan element dalam sebuah mesin. Dia juga berpendapat bahwa pemahaman yang baik dari fungsi main bearing sangat penting untuk mempertahankan performa mesin karena main bearing berperan penting dalam kelancaran putaran dari crankshaft. Dari hasil peneltiian ini didapatkan bahwa 1) Penyebab terjadinya keausan main bearing motor induk terjadi karena kualitas oli yang buruk dikarenakan tidak rutin diganti, serta kurangnya perawatan dan pembersihan pada filter oli.2) Dampak yang terjadi bila keausan main bearing motor induk di biarkan terus menerus yaitu menurunnya kinerja mesin, keausan pada main bearing dapat menyebabkan peningkatan gesekan, yang berujung pada penurunan efesiensi operasional mesin. 3) Upaya yang dilakukan untuk mencegah keausan main bearing yaitu dengan melakukan perawatan pada filter minyak lumas, melakukan penggantian minyak lumas, serta melakukan pengawasan baik itu suara mesin maupun minyak lumas.
IDENTIFIKASI STARTING AIR SYSTEM YANG TIDAK MAKSIMAL PADA MAIN ENGINE Ediranov Kristian Laia
Jurnal Penelitian Samudra Vol. 3 No. 1 (2025): Article Research Februari
Publisher : Jurnal Penelitian Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin diesel juga di gunakan sebagai mesin penggerak utama di atas kapal. Motor diesel di atas kapal sangat penting, dimana motor diesel dalam operasinya ditujukan untuk kelancaran operasional dalam pelayaran. Salah satu penunjang untuk memulai beroperasinya mesin diesel ialah udara, Udara merupakan salah satu penunjang kelancaran operasi untuk mesin diesel, dimana udara merupakan langkah awal untuk memulai mesin beroperasi. Starting air system di atas kapal dihasilkan oleh mesin bantu yang disebut kompresor yang memakai tenaga listrik dari generator. Starting air system diatas kapal yang dihasilkan oleh kompresor diteruskan ke botol angin. Di dalam botol, udara tersebut bertekanan 25-30 kg/cm2 (duapuluh lima sampai tiga puluh kg/cm2). Bahwa untuk mesin di gerakkan langsung tanpa reduction gear atau gearbox harus dapat di start 10 (sepuluh) kali tanpa mengisi lagi, sedangkan untuk mesin-mesin dengan gear box dapat distart 6 (enam) kali. Udara dari bejana udara minimal 17 kg/cm2 (tujuh belas) karena bila tekanan udara dibawahnya, maka udara tersebut tidak mampu menekan piston kebawah. Tekanan di bejana udara dibuka penuh, maka udara akan keluar ke main starting valve. Setelah udara tersebut direduksi tekanannya hingga 9-10 (sembilan sampai sepuluh) kg/cm2. Bila handle start ditekan ke bawah, maka udara keluar dari system sebagian masuk dulu ke distributor valve dan sebagian lagi ke cylinder head. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa 1) Penyebab sistem starting air system yang tidak maksimal yaitu:tekana udara yang tidak maksimal,terjadi kebocoran pada saluran perpipaan, dan terjadi kerusakan pada komponen seperti pada kompressor, regulator, air sataring valve dan distributor.2) Dampak sistem starting air system yang tidak maksimal yaitu menghambat atau mengakibatkan kesulitan pada saat memulai atau menghidupkan mesin, kinerja mesin yang menurun, kerusakan pada komponen mesin dan konsumsi bahan bakar yang tidak efisien. 3) Sistem perawatan pada starting air system adalah: melakukan pengecekan atau perawatan terhadap komponen pendukung seperti kompressor, regulator, saluran perpipaan, air strting valve, dan distributor pada saat melakukan pengisian botol angin atau pun pada saat melakukan atau memulai mesin.
ANALISA PENERAPAN PROSEDUR KERJA DALAM PENGINPUTAN RELEASE ORDER (RO) PADA APLIKASI TANTO CONTAINER MANAGEMENT (TCM) PADA PT TANTO INTIM LINE BELAWAN M. Aprian; Fuadaturrahmah; Alfianus Laia
Jurnal Penelitian Samudra Vol. 3 No. 1 (2025): Article Research Februari
Publisher : Jurnal Penelitian Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pedoman Penginputan release order (RO) yang diberikan oleh tim pemasaran perusahaan pelayaran kepada Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL). release order (RO) adalah surat perintah pelepasan aset container kepada penyewa. Sebagai permohonan izin penjemputan container oleh pihak Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) atau pihak tertentu. Tanto Container Management (TCM) adalah aplikasi yang digunakan khusus oleh PT Tanto Intim Line Belawan untuk memberikan layanan online untuk setiap karyawan dalam menyelesaikan tugas dan tanggung jawab dalam pekerjaan masing-masing karyawan tersebut dan TCM juga digunakan untuk menyatukan data antara kantor pusat dengan kantor cabang. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa :1) Penerapan prosedur kerja dalam penginputan release order pada aplikasi Tanto container management (TCM) pada PT Tanto Intim Line Belawan a) EMKL mengambil release order atau nomor booking kepada pemasaran Setelah itu EMKL datang ke Depo untuk menyewa container dan membawa surat outobon, EMKL membeli no seal di Depo serta survei container yang di inginkannya.b) Outobon surat sewa container EMKL menyerahkan kepada admin untuk melakukan proses penginputan RO di aplikasi TCM. c) Admin input dan cetak EIR RO setelah di cetak di serahkan kepada EMKL dan container di bawa ke tujuannya. 2) Penerapan prosedur kerja dalam penginputan release order pada aplikasi Tanto container management (TCM) pada PT Tanto Intim Line Belawan. a) EMKL mengambil release order atau nomor booking kepada pemasaran, b) Setelah itu EMKL datang ke Depo untuk menyewa container dan membawa surat outobon, EMKL membeli no seal di Depo serta survei container yang di inginkannya, c) Outobon surat sewa container EMKL menyerahkan kepada admin untuk melakukan proses penginputan RO di aplikasi TCM, d) Admin input dan cetak EIR RO setelah di cetak di serahkan kepada EMKL dan container di bawa ke tujuannya, e) Dalam penerapan prosedur pelayanan penginputan data Pada PT Tanto Intim Line perlu di pertahankan untuk kemajuan perusahaan
ANALISIS MANAJEMEN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU DI PERGURUAN TINGGI Hendri Sembiring; Hendri Indra; Ika Sartika
Jurnal Penelitian Samudra Vol. 3 No. 03 (2025): Article Juli 2025
Publisher : Jurnal Penelitian Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One-Stop Integrated Services (PTSP) in higher education institutions is an effort to improve the efficiency and quality of academic and administrative services. However, the implementation of PTSP management still faces various challenges, such as procedural inefficiencies, lack of supervision, and suboptimal service to users. This study aims to analyze the implementation of PTSP management based on the classic POAC management functions (Planning, Organizing, Actuating, and Supervision) and its impact on service quality in higher education institutions. The research method used is quantitative descriptive and verification, with a survey approach through questionnaires to 2 PTSP employees and 20 students as service users. The data analysis technique uses multiple linear regression to test the influence of management variables on service quality. The novelty of this study lies in the combination of the POAC model with the SERVQUAL dimension in the context of PTSP in higher education environments, which has not been widely studied before. Previous studies generally only discuss the implementation of PTSP in the government sector or have not emphasized the direct relationship between managerial functions and perceptions of service quality.
PENGARUH KOMPENSASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI KANTOR OTORITAS PELABUHAN UTAMA BELAWAN Nikson Sitindaon; Veronika Saragih
Jurnal Penelitian Samudra Vol. 3 No. 03 (2025): Article Juli 2025
Publisher : Jurnal Penelitian Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan di Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Belawan. Kompensasi merupakan salah satu faktor penting yang dapat memotivasi karyawan dalam meningkatkan produktivitas kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada sejumlah karyawan sebagai responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear sederhana untuk menguji sejauh mana kompensasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal ini berarti semakin baik sistem kompensasi yang diberikan, maka semakin tinggi pula tingkat kinerja yang ditunjukkan oleh karyawan. Temuan ini menunjukkan pentingnya peran kompensasi dalam mendukung peningkatan kinerja pegawai di lingkungan kerja pemerintahan.
PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN KEPUASAN KERJA Yustina Evelina Derita Rumahorbo; Veronika Saragih
Jurnal Penelitian Samudra Vol. 3 No. 03 (2025): Article Juli 2025
Publisher : Jurnal Penelitian Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja pegawai serta peran kepuasan kerja sebagai variabel mediator dalam hubungan tersebut. Motivasi kerja yang tinggi diyakini dapat meningkatkan kinerja pegawai secara langsung maupun tidak langsung melalui peningkatan kepuasan kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei, dan data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 100 pegawai di sebuah instansi pemerintahan. Analisis data dilakukan menggunakan metode regresi dan uji mediasi dengan bantuan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Selain itu, kepuasan kerja terbukti menjadi variabel mediator yang memperkuat hubungan antara motivasi kerja dan kinerja pegawai. Dengan demikian, peningkatan motivasi kerja yang berdampak pada kepuasan kerja akan secara efektif meningkatkan kinerja pegawai. Implikasi penelitian ini menyarankan agar manajemen organisasi lebih fokus dalam membangun dan mempertahankan motivasi serta kepuasan kerja pegawai untuk mencapai kinerja yang optimal.

Page 3 of 4 | Total Record : 33