cover
Contact Name
Ika Sartika
Contact Email
ikasartika121@gmail.com
Phone
+6282162317575
Journal Mail Official
jurnalsamudra.id@gmail.com
Editorial Address
Jl.Kapten Muslim, Komplek Griya Riatur Indah Blok A2/26, Medan, Provinsi Sumatera Utara, 20124
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Penelitian Samudra
Published by Samudra Publisher
ISSN : -     EISSN : 30317258     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Samudra adalah Jurnal kajian Multidisiplin (Journal of Multidisciplinary Studies). Penerbitan jurnal ini bertujuan untuk menyediakan sarana komunikasi dan publikasi ilmiah bagi peneliti, mahasiswa dan dosen, yang mempunyai komitmen terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 33 Documents
ANALISA KERUSAKAN FUEL OIL CIRCULATION PUMP PADA MESIN INDUK DI KAPAL Sinarjoan, Samuel
Jurnal Penelitian Samudra Vol. 1 No. 2 (2023): Article Research Juli
Publisher : Jurnal Penelitian Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fuel Oil Circulation pump merupakan permesinan yang terdapat pada sistem bahan bakar yang berfungsi mensirkulasi bahan bakar, disebut circulation pump karena sisa bahan bakar dari injector yang tidak di semprotkan ke dalam ruang bakar akan mengalir kembali ke pompa dan akan di pompakan lagi ke dalam sistem bahan bakar. Tersedianya bahan bakar merupakan hal yang mutlak bagi kelancaran operasional mesin diesel penggerak utama yang membutuhkan bahan bakar untuk dijadikan tenaga pembakaran di dalam mesin diesel penggerak utama tersebut. tekanan yang digunakan pada proses sirkulasi bahan bakar tersebut sangat berpengaruh terhadap kinerja mesin diesel penggerak utama. Adanya kerusakan circulation pump dapat mempengaruhi pengoperasian mesin diesel penggerak utama, sehingga tekanan pompa harus selalu dijaga. Tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah 1) Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kerusakan FO circulation pump pada mesin induk. 2) Untuk mengetahui cara mengatasi faktor-faktor penyebab kerusakan FO circulation pump pada mesin induk. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan penulis di kapal, dapat disimpulkan bahwa kerusakan pada circulation pump disebabkan oleh dua sebab, yaitu: a) Keausan bearing atau bushing akan berdampak banyak pada bagian circulation pump, seperti menimbulkan getaran berlebih pada pompa dan tidak lurusnya shaft pompa dengan shaft motor.sehingga mengganggu sirkulasi sistem bahan bakar mesin diesel penggerak utama. b) Mechanical seal Kerusakan mechanical seal akan menyebabkan bahan bakar mengalir keluar melalui celah pada mechanical seal yang retak atau pecah, sehingga keluar ke bagian shaft dari pada pompa tersebut membuat tekanan kerja pada pompa menurun.
PERANCANGAN SISTEM APLIKASI ARSIP DIGITAL PADA KAMPUS AKADEMI MARITIM BELAWAN MEDAN Hamidi, Muhammad; Fuadaturrahmah
Jurnal Penelitian Samudra Vol. 1 No. 2 (2023): Article Research Juli
Publisher : Jurnal Penelitian Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi saat ini sudah memasuki era digital, dimana akses penyimpanan dapat di akses dengan mudah dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Hal ini didukung perkembangan pada teknologi internet dan media penyimpanan yang semakin hari semakin murah dan terjangkau. Arsip Digital saat ini sudah menjadi standar penyimpanan di setiap perkantoran, dimana keuntungan layanan tersebut membuat pengarsipan dokumen secara digital tidak membutuhkan ruangan yang besar, biaya relatif murah dibandingkan sistem arsip manual, dan data dapat dengan mudah dicari.. Berdasarkan studi awal survey tempat penelitian pada Kampus Akademi Maritim Belawan (AMB) Medan, peneliti menemukan bahwasanya AMB Medan dalam melakukan pengarsipan surat masuk dan surat keluar sudah terorganisir dengan baik. Hal tersebut bisa dilihat dalam pengelompokan arsip surat berdasarkan jenis arsip surat tersebut. Tetapi masih terdapat beberapa kelemahan diantaranya pengolahan dan pencatatan arsip surat masuk dan surat keluar yang masih dicatat secara manual. Karena penyimpanan dan pengelolaan arsip masih menggunakan sistem manual terkadang dibutuhkan waktu yang lama, baik dalam proses pengarsipan maupun pencarian arsip, sehingga informasi yang dibutuhkan terlambat didapatkan. Sering terjadi keterlambatan penyampain data surat masuk dan keluar kepada pihak yang ditujukan. Penelitian terkait perancangan sistem aplikasi Arsip Digital pada Kampus AMB Medan menggunakan bantuan aplikasi PHP dan MySQL yang telah dibuat menunjukkan manfaat dalam pengelolaan arsip manual menjadi arsip digital yang dapat diakses dimanapun melalui jaringan internet, sehingga pihak manajemen dapat memperoleh laporan yang dibutuhkan dengan cepat tanpa melalui proses pencarian arsip secara manual.
PENERAPAN METODE BELAJAR KELOMPOK TERHADAP BANGUN DATAR DAN BANGUN RUANG PADAPESERTA DIDIK SEMESTER I PRODI NAUTIKA AKADEMI MARITIM BELAWAN (AMB MEDAN) Sartika, Ika
Jurnal Penelitian Samudra Vol. 2 No. 2 (2024): Articel Research Juli
Publisher : Jurnal Penelitian Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada dasarnya belajar adalah merupakan kebutuhan setiap insan. Kegiatan belajar dapat dilakukan di lembaga pendidikan formal dan non formal. Lembaga pendidikan memegang peranan penting terutama dalam meningkatkan pola pikir manusia sehingga dapat mandiri, cerdas dan terampil. Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras, tangguh, bertanggung jawab, mandiri, cerdas, dan terampil sehat jasmani dan rohani. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode belajar kelompok terhadap hasil menjelaskan bangun datar dan bangun ruang pada taruna semester I Akademi Maritim Belawan (AMB Medan). Berdasarkan analisis data dapat ditarik beberapa kesimpulan dari hasil penelitian ini, yaitu :Ketuntasan hasil belajar peserta didik Semester I Prodi Nautika Akademi Maritim Belawan (AMB Medan) secara klasikal meningkat yaitu 64,5% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II. Secara keseluruhan peserta didik memiliki respon yang baik terhadap pembelajaran metode belajar kelompok dengan nilai rata-rata respon peserta didik adalah 81,25 atau berada dalam kategori respon yang baik.
PENANGANAN KEGIATAN BONGKAR CURAH KERING OLEH PT. GELORA PERKASA CABANG MEDAN BELAWAN DI PELABUHAN BELAWAN Jekki Arto Marbun; Syamsuddin; Helen H.M Napitupulu
Jurnal Penelitian Samudra Vol. 2 No. 2 (2024): Articel Research Juli
Publisher : Jurnal Penelitian Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal – kapal yang dibangun untuk muatan kering dapat pula dipergunakan untuk memuat muatan curah, akan tetapi untuk memenuhi permintaan dari perniagaan muatan curah khusus, maka dibuatlah kapal – kapal khusus untuk itu, serta yang memenuhi peraturan – peraturan standar bagi ruangan muatannya yang dikenal dengan nama “bulk carrier”. Bila muatan yang dimuat di kapal tanpa bungkus, muatan demikian itu disebut muatan curah. Biji – bijian, batubara, coke, gandum, belerang, adalah muatan yang umumnya dimuat secara curah. Untuk itu ruang muat harus dipersiapkan dengan baik sebelum menerima muatan curah. Kapal pengangkut biji–bijian adalah kapal yang mengangkut muatan tanpa pembungkusan tertentu, berupa biji tumbuh–tumbuhan dicurahkan langsung kedalam palka kapal. Umumnya dibuat single deck dan sistem bongkar muatnya dilakukan dengan cara isap (grab). Bongkar muat adalah salah satu kegiatan yang dilakukan dalam proses forwarding (pengiriman) barang. Pembongkaran merupakan suatu pemindahan barang dari suatu tempat ke tempat lain dan bisa juga dikatakan suatu pembongkaran barang dari kapal ke dermaga, dari dermaga ke gudang atau sebaliknya dari gudang ke gudang atau dari gudang, ke dermaga, baru diangkut ke kapal. Dari hasil penelitian ini di dapatkan bahwa Penyebab dari lambatnya Penanganan Kegiatan Bongkar kering Curah Kering Oleh PT. Gelora Perkasa Cabang Medan Belawan disebabkan hambatan-hambatan yang terjadi pada saat pelaksanaan kegiatan bongkar curah kering disebabkan oleh faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pelayanan pengusahaan peralatan dan perlengkapan pelabuhan adalah kemampuan petugas, kemudahan sistem dan prosedur, dan keberadaan pihak- pihak yang terkait, dan Faktor penyebab idle time.Kendala yang sering terjadi dialami oleh PT. Gelora Perkasa Cabang Medan Belawan dalam proses muat/ bongkar pasir besi adalah Kurangnya armada Truck yang disediakan, sehingga memperlambat proses muat/ bongkar, Kerusakan crane kapal/ darat, Kerusakan pada alat bongkar/ muat, Cuaca yang kurang mendukung, dan Ketersediaan barang yang kurang dari kapasitas yang diinginkan.Kendala - kendala dalam proses pemuatan dapat diatasi dengan baik sehingga tidak sampai mengakibatkan kerugian besar bagi perusahaan.
ANALISIS PEMBELIAN KAPAL BEKAS (SECOND-HAND) DAN KAPAL BARU DARI PERSPEKTIF PELANGGAN Ade Irma Sagala
Jurnal Penelitian Samudra Vol. 2 No. 2 (2024): Articel Research Juli
Publisher : Jurnal Penelitian Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui secara komprehensif keefektifan pembelian kapal bekas dan kapal baru dalam prespektif pelanggan. Hasil analisis ini diharapkan dapat memberikan informasi yang bermanfaat dalam pembelian kapal bekas atau melakukan pembangunan kapal baru. Metode yang dilakukan dengan pendekatan perspektif pelanggan sehingga informasi manajemen sangat mendukung untuk penentuan keputusan yang akan dilakukan. Tingginya biaya investasi pada kapal baru menyebabkan banyaknya perusahaan pelayaran yang berinvestasi pada kapal-kapal bekas hal ini disebabkan biaya atau harga pembangunan kapal baru tiap tipe mengacu dana yang telah ditetapkan oleh owner, sehingga spesifikasi teknisnya menyesuaikan. Namun penggunaan kapal bekas juga memiliki beberapa kelemahan, seperti biaya perbaikan yang lebih tinggi dalam jangka panjang dan potensi kerusakan yang lebih besar karena usia kapal yang lebih tua sehingga dibutuhkan pendekatan perseptif pelanggan untuk memberikan input terhadap kebutuhan saat ini dan tetap memperhatikan regulasi yang ada di Indonesia.
ANALISIS KINERJA AGEN DALAM PENGURUSAN SURAT PERINTAH KERJA (SPK) PANDU PADA SAAT KEDATANGAN KAPAL OLEH PT. SEA ASIH LINES BELAWAN Sartika, Ika; M. Aprian; Rainhard Calvin H.S
Jurnal Penelitian Samudra Vol. 2 No. 2 (2024): Articel Research Juli
Publisher : Jurnal Penelitian Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jasa pemanduan yaitu kegiatan pandu dalam membantu, memberikan saran dan informasi kepada nakhoda tentang keadaan perairan setempat agar navigasi pelayaran dapat dilaksanakan dengan selamat, tertib dan lancar demi keselamatan kapal dan lingkungan pelabuhan. Jasa pelayanan pemanduan kapal merupakan pelayanan pertama dan terakhir yang diberikan kepada kapal yang akan singgah di suatu pelabuhan. Peraturan Menteri Perhubungan tentang Pemanduan dan Penundaan Kapal No. 57 Tahun 2015 Pasal 1 ayat 4, pandu adalah pelaut yang memiliki keahlian dibidang nautika yang telah memenuhi persyaratan untuk melaksanakan pemanduan kapal. Personil pandu akan membantu nakhoda dalam memberikan nasihat, informasi pelabuhan serta petunjuk kepada nakhoda tentang keadaan perairan setempat yang artinya tanggung jawab kapal sepenuhnya tetap berada pada nakhoda. Dari hasil penelitian ini di dapatkan bahwa PT. Sea Asih Lines Belawan salah satu Perusahaan pelayaran dalam bidang keagenan. Keagenan kapal yang bertugas untuk melayani kebutuhan kapal, selain itu juga PT. Sea Asih Lines Belawan juga menerima layanan pengurusan Surat Perintah Kerja (SPK) pandu. Dari uraian-uraian sebelumnya dapat diambil beberapa kesimpulan dalam pengurusan Surat Perintah Kerja (SPK) Pandu sebagai berikut: 1) Kinerja agen dalam pengurusan Surat Perintah Kerja (SPK) Pandu membuat dokumen permohonan seperti mencari nomor Rencana Pengoperasian kapal Linear atau Tramper (RPK), pengajuan warta kedatangan kapal, memasuki from data kapal seperti membuat manifest kapal,awak kapal, dan sertifikat kapal setelah itu agen membuat PKK dan SPM jika PKK dan SPM telah disetujui agen menghubungi Perusahaan bongkar muat atau PBM agar mengajukan KBM untuk diverifikasi setelah diverifikasi maka agen membuat surat permohonan penggunaan jasa pandu. 2) Hambatan-hambatan yang dihadapi agen pada saat pengurusan Surat Perintah Kerja (SPK) dikarenakan prosedur penggunaan sistem yang rumit,surut air laut diarea dermaga,dan keterbatasan pandu. 3) Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan-hambatan terjadi dalam pengurusan Surat Perintah Kerja (SPK) Pandu dikarenakan terjadinya prosedur penggunaan sistem yang rumit untuk mengatasi permasalahan menanyakan yang berpengalaman seperti kepala operasional atau opersional,untuk mengatasi permasalah surut air laut agen harus tau jam/waktu dangkal dan naiknya air laut diarea dermaga, Keterbatasan pandu mengatasi dengan cara agen melaporkan kepada
PERANAN SYAHBANDAR DALAM PENGAWASAN KESELAMATAN SARANA ANGKUTAN LAUT DI PELABUHAN SIBOLGA Veronika Saragih; Marganda L.A Sihite; Destrianus Lase
Jurnal Penelitian Samudra Vol. 2 No. 2 (2024): Articel Research Juli
Publisher : Jurnal Penelitian Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecelakaan dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti cuaca, keadaan alur pelayaran, manusia, kapal dan lain-lain yang belum dapat diduga oleh kemampuan manusia dan pada akhirnya menimbulkan gangguan pelayaran dari kapal. Kecelakaan yang diakibatkan oleh manusia atau para pekerja baik itu di kapal maupun di pelabuhan yaitu tidak mematuhi prosedur keselamatan dan kesehatan kerja, tidak melakukan perawatan terhadap alat kerja, tidak menggunakan alat pelindung diri, tidak mengikuti latihan dan sertifikasi kompetensi profesional sehingga mengakibatkan kecelakaan. Agar tidak terjadi kecelakaan baik itu di kapal maupun di pelabuhan dibutuhkan pengawasan keselamatan agar meminimalisirkan kecelakaan sehingga alur pelayaran dapat berjalan dengan baik dan aman. Kegiatan yang dilakukan di pelabuhan Sibolga yaitu pelayanan jasa kapal, pelayanan jasa penumpang, pelayanan jasa kendaraan dan pelayanan jasa kepelabuhanan lainnya. Kegiatan yang terdapat di pelabuhan Sibolga tidak dapat berjalan dengan baik jika sumber daya manusia atau pekerja yang ada di pelabuhan Sibolga tidak mengikuti pelatihan dan sertifikasi kompetensi prosfesional yang dapat menggagu keselamatan baik itu pekerja maupun lingkungan yang ada di pelabuhan Sibolga. Sehingga dapat menghambat pelayanan dan dapat mengakibatkan kecelakaan. Masalah yang dihadapi di pelabuhan Sibolga antara lain sumber daya manusia yang tidak mengikuti latihan dan sertifikasi profesional, kurangnya kesadaran hukum dan terbatasnya prasarana di pelabuhan. Hal tersebut dapat menghambat kegiatan dan mengakibatkan kecelakaan di pelabuhan Sibolga. Dengan masalah yang di hadapi tersebut peran syahbandar sangat dibutuhkan karena tugas pokok syahbandar yaitu melaksanakan pengawasan dan penegakan hukum di bidang keselamatan dan keamanan pelayaran, koordinasi kegiatan pemerintahan di pelabuhan serta pengaturan, pengendalian, dan pengawasan kegiatan kepelabuhanan pada pelabuhan yang diusahakan secara komersial. Oleh karena itu kinerja syahbandar merupakan salah satu faktor penting dalam keselamatan baik itu untuk manusia maupun sarana angkutan laut, sehingga kinerja syahbandar sangat perlu untuk di tingkatkan agar memperlancar kegiatan terutama pada kantor kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan kelas IV Sibolga. Hasil penelitian yang di dapatkan adalah 1) Kesyahbandaran mempunyai beberapa kegiatan dalam melakukan pengawasan sarana angkutan laut dengan tujuan untuk menjamin keselamatan, keamanan di pelabuhan sibolga. Syahbandar juga merupakan seorang petugas yang bertanggung jawab yang memiliki kantor dan tata usahanya menjadi tempat untuk memberlakukan peraturan di suatu pelabuhan atau pangkalan laut guna dapat memberikan rasa aman akan adanya keselamatan pelayaran, keamanan suasana di sekitar pelabuhan dan cara kinerja yang dijalankan secara baik dan tepat. 2) Syahbandar mempunyai peran penting dalam menjamin keselamatan pelayaran, keamanan untuk memberikan rasa aman akan adanya peran syahbandar dalam pengawasan keselamatan di pelabuhan Sibolga. 3) Dengan melihat adanya kendala-kendala di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan di Sibolga pihak kesyahbandaran perlu memperhatikan kendala tersebut agar kegiatan yang ada di Pelabuhan Sibolga dapat berjalan lancar dan dapat menjamin keamanan dan keselamatan dalam berlayar
PENERAPAN KEGIATAN DELIVERY PADA CONTAINER YARD (CY) SAAT PENANGANAN CONTAINER DI PT PRIMA TERMINAL PETI KEMAS BELAWAN Fuadaturrahmah; Marganda L.A Sihite; Hotman Sebastianus
Jurnal Penelitian Samudra Vol. 2 No. 1 (2024): Articel Research Februari
Publisher : Jurnal Penelitian Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayaran internasional dewasa ini telah menggunakan peti kemas karena kapal dapat termuati secara optimal (mendekati penuh), memiliki resiko kerusakan muatan yang kecil, serta dalam bongkar muat lebih cepat dan efisien. Konsekuensinya, dibutuhkan terminal peti kemas dengan segala kelengkapannya baik berupa dermaga (pelabuhan), lapangan penumpukan maupun peralatan untuk kegiatan bongkar muat. Muatan pada peti kemas membawa perubahan yang sangat baik terhadap pola perdagangan serta juga sistem operasi tranportasi laut. Pengelola pelabuhan dituntut untuk memberikan pelayanan yang maksimal terhadap proses kegiatan bongkar muat peti kemas. Terminal peti kemas yang melayani muatan dan juga kapal pengangkut peti kemas harus memiliki fasilitas terpasang yang memadai dalam menunjang kegiatan bongkar muat dan pelayanan kapal peti kemas. Pelabuhan Belawan merupakan salah satu pintu gerbang keluar masuk kapal dan barang baik secara domestik maupun ekspor impor dan telah dilengkapi dengan fasilitas bongkar muat container dari pelabuhan dan ke kapal. Pelabuhan Terminal Petikemas Belawan merupakan salah satu pelabuhan PT Prima Terminal Petikemas selanjutnya disebut PTP adalah anak perusahaan yang merupakan usaha patungan antara PT Pelabuhan Indonesia I (Persero), PT Hutama Karya (Persero) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., dengan PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) sebagai pemegang saham mayoritas. Memperoleh pengesahan Badan Hukum dengan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Azazi Manusia No. AHU-46327.AH.01.01 tanggal 3 September 2013. Sebagai pelabuhan angkutan barang, keberadaan PT Terminal Peti Kemas Belawan sangat diperlukan oleh dunia industri untuk mendukung kelancaran pengiriman (delivery) barang. Dari hasil penelitian ini di dapatkan bahwa 1) Proses kegiatan delivery, Mengupload baplie bongkaran kapal yang dikirmkan dari E-mail agar dapat pelayaran bisa meng-onlinekan Delivery Order (D/O), setelah itu Pelayaran meng-upload Delivery Order (D/O), lalu Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) membuat job DTY-Delivery Container Import melalui aplikasi/website Webacces prima TPK,lalu pihak EMKL (Ekspedisi Muatan Kapal Laut) melalukan pembayaran ke Prima TPK secara online, setelah melakukan pembayaran Ekspedisi Muatan Angkutan Laut (EMKL) dapat Mem-Print out Container Equipment Interchange Receipt (CEIR)/Surat Penarikan Peti Kemas (SP2), lalu pihak Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) menyerahkannya kepada pihak pengangkutan, lalu pihak pengangkut meyerahkannya kepada supir truk dan supir dapat melakukan Import container pada saat di Lapangan Penumpukan/Container Yard. 2) Hambatan yang dihadapi saat proses delivery, Automated Rubber Tyred Gantry (ARTG) trouble (rusak) sehingga harus menunggu perbaikan, terhadap kendala penentuan/penempatan container lokasi peti kemas yang dimana perbedaan data antara lokasi fisik dengan lokasi di sistem serta kendala hambatan truck external no Radio Frequency Identification (RFID) yang tidak dan harus diupdate secara manual. 3) Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan yang terjadi, segera menginformasikan ke tim mekanik untuk memperbaiki peralatan yang rusak dengan secepatnya agar tidak terjadi crowded (keramaian), terhadap penentuan/penempatan lokasi peti kemas operator memandu pengemudi truk mengambil sesuai rute dan urutan pengambilan karna penentuan lokasi di container akan mempengaruhi efesiensi proses discharge. Serta terhadap kendala no. RFID tdiak valid harus diupdate secara manual melalui aplikasi G-14 Gate Operation Exception di bagian Buffer. Untuk mengetahui no. RFID yang mau diupdate dilihat melalui layar monitoring Remote-Control Monitoring System (RCMS) yang menampilkan kondisi Container Yard (CY) real time dan update.
PELAKSANAAN FUNGSI PENGAWASAN KESYAHBANDARAN DALAM KEAMANAN DAN KESELAMATAN BERLAYAR DI PELABUHAN KUALA TANJUNG Ade Irma Sagala; Elvizal Rangkuti; Syahrul Saputra
Jurnal Penelitian Samudra Vol. 2 No. 1 (2024): Articel Research Februari
Publisher : Jurnal Penelitian Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena yang terjadi ialah kegagalan penerbitan SPB (Surat Persetujuan Berlayar) dipicu karena adanya indikasi kurang ketelitian pemohon dalam mempersiapkan dokumen yang di perlukan sehingga saat pemeriksaan dokumen oleh Otoritas Pelabuhan dilakukan ditemukan dokumen kadaluarsa yang menyebabkan penundaan penerbitan SPB (Surat Persetujuan Berlayar). Jika hal ini tidak di perhatikan akan terus menerus mengalami kegagalan keberangkatan kapal.Penundaan keberangkatan kapal banyak terjadi karena tidak memenuhi persyaratan persyaratan kelayaklautan kapal. Kelayaklautan kapal memiliki hubungan yang kuat dalam keamanan dan keselamatan pelayaran. Oleh karena itu,informasi tentang penerapan aspek persyaratan kapal menjadi sangat penting guna menurunkan resiko kecelakaan. Berdasarkan penelitian ini maka di dapatkan bahwa 1) Fungsi pelaksanaan pengawasan kesyahbandaran dalam meningkatkan keamanan dan keselamatan di kesyahbandaran otoritas pelabuhan kuala tanjung berjalan dengan baik, meskipun dalam pengurusan surat-surat izin sudah di penuhi namun dalam pengawasan lansung di lapangan sangat jarang dilakukan. 2) Pelaksanaan standar pengawasan kesyahbandaran dalam meningkatkan keamanan dan keselamatan masih kurang optimal karena karna kurang ketelitian pengecekan secara lansung dari pihak kesyahbandaran mengenai beberapa pihak yang tidak transparan dalam penggunaan anggaran sehingga tidak terpenuhi standar moneter yang telah di tentukan. 3) Pelaksanaan ketelitian pengawasan syahbandar dalam meningkatkan keamanan dan keselamatan di pelabuhan kuala tanjung terbilang masih kurang baik karena sering terjadi kesalahan kesalahan dalam pengimputan data maupun perubahan tak terduga sehingga membuat pihak kesyahbandaran mengerjakan yang sama berulang ulang.
ANALISIS PENGISIAN DAN PEMBUANGAN AIR BALLAST GUNA MENGATASI STABILITAS DI KAPAL KM MIN NO.2 Dustinus Laia
Jurnal Penelitian Samudra Vol. 2 No. 1 (2024): Articel Research Februari
Publisher : Jurnal Penelitian Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengisian air ballast (ballasting) maupun pembuangan air ballast (deballasting) akan selalu dilakukan saat proses bongkar muat. Saat bongkar biasanya akan melakukan ballasting sebagai pemberat dan penyeimbang kapal dan saat muat akan dilakukan deballasting agar muatan yang dimuat bisa maksimal. Saat kapal KM MI NO.02 melakukan proses muat di Barru (Makassar) Sulawesi Selatan, akan dilakukan deballasting secara bertahap, umumnya Chief Officer akan memberikan intruksi pembuangan ballast pada hari kedua atau ketiga, diawali dari ballast nomor 2 kanan kiri diakhiri pada ballast nomor 4 kanan kiri. Chief Officer akan meminta perwira jaga sebagai penanggung jawab. Mualim jaga akan melanjutkan ke AB jaga dan cadet sebagai pelaksana untuk melaksanakan sounding. Kegiatan akan dilaporkan secara bertahap agar deballasting terkontrol dan terpantau.Tetapi proses deballasting mengalami kendala. Pembuangan air ballast sangat lambat bahkan beberapa kali tetap disoundingan yang sama setelah bermenit-menit ditunggu. Saat dilakukan pengecekan ternyata ada valve yang tidak tertutup dengan maksimal, valve yang tidak tertutup dengan maksimal akan mengakibatkan kerja pompa menjadi terbebani karena ada lebih dari 1 valve yang terbuka. Dan akan membuat pompa menjadi cepat panas dan akhirnya mengalami trouble. Hal ini membuat proses deballasting terhambat sehingga proses muat menjadi terhambat. Dari hasil penelitian ini di dapatkan bahwa 1) Adanya kebocoran pada pipa ballast sehingga membuat air ballast berhamburan di palka dan AB jaga yang kurang teliti dan kurang paham bagaimana cara mengisi air ballast yang benar sehingga membuat pengisian dan pembuangan air ballast menjadi terhambat.2) Ketika tidak optimalnya pengisian dan pembuangan air ballast akan mengakibatkan stabilitas kapal tidak seimbang sehingga kapal menjadi miring dan bisa saja menimbulkan kecelakaan. 3) Upaya yang bisa di lakukan ialah mengganti pipa ballast yang bocor dan meningkatkan pengetahuan ABK dalam pengisian dan pembuangan air ballast.

Page 2 of 4 | Total Record : 33