cover
Contact Name
Thienis
Contact Email
jik@usk.c.id
Phone
+62651 7555249.
Journal Mail Official
jim.fkep@usk.ac.id
Editorial Address
Faculty of Nursing Syiah Kuala University Jln. Teungku Tanoh Abee, Gedung petronas, Fakultas keperawatan.
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 27163555     DOI : 10.52199
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa of the Faculty of Nursing is a Student Scientific Journal which aims to communicate the results of research on student final assignments. The target readers are students, nurses, lecturers and nursing practitioners.
Articles 891 Documents
ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK HIDROSEFALUS DI RUANG PICU: STUDI KASUS Rizka Helsa Pratiwi; Nevi Hasraty Nizami; Sri Agustina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidrosefalus merupakan penyakit akibat dari penumpukan cairan serebrospinal yang berlebihan sehingga menyebabkan pembesaran sistem ventrikel serebral  dan peningkatan tekanan intrakranial. Penanganan pada kasus hidrocefalus memerlukan diagnosis dini serta penenganan cepat dengan tindakan pembedahan. Keterlambatan penanganan akan menyebabkan kecacatan dan kematian. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk mengetahui asuhan keperawatan pada anak dengan Hidrosefalus di ruang PICU. Setalah dilakukan studi kasus pada salah satu anak dengan hidrosefalus di ruang PICU. Didapatkan diagnosa keperawatan yang muncul pada kasus ini adalah gangguan pertukaran gas, gangguan ventilasi spontan, penuranan kapasitas adaptif intrakranial, defisit nutrisi, gangguan integritas kulit, dan risiko infeksi. Intervensi yang diberikan berupa pemantauan tanda-tanda vital, pernapasan, dan  tingkat kesadaran, pemantauan peningkatan TIK, pemantauan nutrisi, serta pencegahan  luka dan  resiko infeksi.  Intervensi yang diberikan sesuai dengan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI). Evaluasi menunjukkan bahwa  tiga masalah yang teratasi yaitu gangguan pertukaran gas, gangguan integritas kulit, dan risiko infeksi dan dua masalah lain yang teratasi sebagian yaitu gangguan ventilasi spontan, penurunan kapasitas adaptif intrakranial dan defisit nutrisi. Sehingga diperlukan intervensi dan pemantauan lebih lanjut pada anak oleh perawat di ruang. Sehingga diperlukan intervensi dan pemantauan lebih lanjut pada anak oleh perawat di ruang rawat.
PENERAPAN KOMUNIKASI SBAR PERAWAT SAAT HANDOVER DI RUANG RAWAT INAP Rahma Hidayati; Mayanti Mahdarsari; Andara Maurissa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 1, No 4 (2022): Karya Ilmiah Mahasiswa (KIA)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi SBAR ialah sebuah teknik menyampaikan informasi  penting yang memerlukan kepedulian dan tindakan cepat sehingga keamanan pasien dapat terjaga. Komunikasi SBAR diperlukan ketika melaksanakan handover baik antar perawat dan menyampaikan keadaan pasien kepada dokter dengan teknik komunikasi SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation). Studi kasus ini ialah studi deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui penerapan komunikasi SBAR perawat pada saat handover di Ruang Rawat Inap RSUD dr. Zainoel Abidin. Teknik dalam pengumpulan data menggunakan accidental sampling dengan jumlah 11 perawat di Ruang Rawat Inap RSUD dr. Zainoel Abidin. Data diambil menggunakan lembar observasi dan dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif. Kesimpulan dari studi ini menggambarkan bahwa pelaksanaan komunikasi SBAR perawat (67,8%) adalah  optimal, dengan menilai empat tahap yakni situation (81,8%,) sudah optimal, tahap background (45,5%) belum optimal, tahap assessment (54,6%) optimal, dan tahap recommendation (100%) optimal. Diharapkan bagi pihak manajemen rumah sakit untuk dapat merancang SOP komunikasi SBAR untuk pengoptimalan proses keperawatan dan patient safety.
HUBUNGAN SELF AWARENESS DENGAN KEPATUHAN PERAWAT DALAM PENGGUNAAN SARUNG TANGAN DI RSUD MEURAXA Ayudia Aulia Dewi; Andara Maurissa; Yullyzar Yullyzar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Self awareness merupakan faktor pendukung terhadap kepatuhan penggunaan alat pelindung diri untuk mengurangi tingkat kecelakaan kerja di rumah sakit. Pencegahan dapat dilakukan dengan meningkatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit salah satunya adalah dengan menerapkan prosedur penggunaan alat pelindung sarung tangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan self awareness dengan kepatuhan perawat dalam penggunaan sarung tangan di RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh. Metode penelitian menggunakan deskriptif korelatif dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat pelaksana di ruang rawat inap RSUD Meuraxa Banda Aceh dengan menggunakan teknik purposive sampling yang berjumlah 114 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner self awareness dan kuesioner kepatuhan penggunaan APD. Data penelitian dianalisis menggunakan analisa bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan self awareness (p-value 0,001), terhadap kepatuhan penggunaan penggunaan sarung tangan (p-value 0,001). Oleh karena itu diperlukan perhatian lebih lanjut bagi manajemen rumah sakit untuk dapat meningkatkan pengawasan dan evaluasi terhadap perawat serta menyediakan pelatihan-pelatihan terkait penerapan penggunaan APD. Hal ini diharapkan akan memberikan dampak positif terhadap pelayanan dan mutu rumah sakit.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA MYASTHENIA GRAVIS DI INTENSIVE CARE UNIT: SUATU STUDI KASUS Bazlia Husna; Marlina Marlina; Rahmalia Amni
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Myasthenia Gravis menjadi penyakit ini cukup langka terjadi, dengan jumlah insiden 4,1 hingga 30 kasus tiap satu juta orang pertahunnya di Eropa dan di Amerika mencapai 20 kasus per 100.000 populasi penduduknya. Gejala yang ditimbulkan berupa kelemahan otot dengan salah satu komplikasinya berupa crisis myatshenia yang mengakibatkan acute respiratory paralysis sehingga membutuhkan perawatan intensif dan ventilasi mekanik. Studi kasus ini bertujuan untuk menjelaskan asuhan keperawatan pada pasien yang mengalami myasthenia gravis di intensive care unit. Diagnosis keperawatan prioritas pada Tn.FF yang pertama adalah bersihan jalan napas tidak efektif dengan rencana keperawatan manajemen jalan napas dan manajemen jalan napas buatan. Diagnosis keperawatan kedua adalah gangguan penyapihan ventilator dengan rencana keperawatan penyapihan ventilasi mekanik dan manajemen asam-basa: asidosis respiratorik. Diagnosis ketiga adalah hambatan mobilitas di tempat tidur dengan rencana keperawatan terapi latihan: mobilitas sendi dan pencegahan emboli. Diagnosis Keempat adalah risiko aspirasi dengan rencana keperawatan pencegahan aspirasi. Hasil evaluasi selama 6 hari rawatan ialah bersihan jalan napas dan mobilitas di tempat tidur dapat dipertahankan secara optimal. Serta, risiko aspirasi dapat diminimalisir dengan baik. Sedangkan, penyapihan ventilator belum dapat dilakukan karena pasien masih menunjukkan hemodinamik yang tidak stabil, adanya pneumonia, asidosis respiratorik, dan hipoksemia. Oleh karena itu, asuhan keperawatan komprehensif masih perlu dilanjutkan.
RISIKO PENULARAN VIRUS COVID-19 TERHADAP MAHASISWA DI ASRAMA Adzimi Loveta Ginting Suka; Rachmalia Rachmalia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak ditemukan pada akhir Desember 2019 lalu, penyebaran virus COVID-19 terus meluas ke berbagai negara termasuk Indonesia. Tingginya penyebaran terjadi melalui droplets, berjabat tangan dan secara tidak langsung melalui benda yang terkontaminasi serta kondisi ruangan tertutup, dengan jumlah kepadatan manusia yang tinggi juga dapat meningkatkan risiko penularan termasuk di asrama mahasiswa Universitas Syiah Kuala. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat risiko penularan virus COVID-19 terhadap mahasiswa di Asrama Universitas Syiah Kuala. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Populasi yang diteliti dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang masih tinggal di asrama saat pandemi. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, yaitu jumlah sampel sama dengan jumlah populasi sebanyak 55 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan bahwa risiko penularan virus COVID-19 terhadap mahasiswa di Asrama Universitas Syiah Kuala berada di kategori sedang, dengan rincian kategori sedang sebanyak 46 orang (83,6), kategori rendah sebanyak 7 orang (12,%), dan kategori tinggi sebanyak 2 orang (3,6%). Direkomendasikan bagi mahasiswa di Asrama Universitas Syiah Kuala agar patuh terhadap protokol kesehatan dan saling mengingatkan hal-hal yang dapat menyebabkan penularan virus COVID-19 kepada mahasiswa lainnya.
FUNGSI KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI KABUPATEN ACEH BESAR sarah nadya; suryane sulistiana susanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fungsi keluarga adalah fungsi yang harus dimiliki oleh setiap anggota keluarga dalam menilai keberlangsungan dalam sebuah keluarga. Pada keluarga dengan lansia apabila fungsi keluarga sehat, maka akan meningkatkan kualitas hidup dari lansia tersebut. Lansia yang memiliki kualitas hidup tinggi, akan mencapai tingkat kesehatan dan kesejahteraan yang lebih baik. Tujuan penelitian adalah untuk melihat hubungan fungsi keluarga dengan kualitas hidup lansia di Kabupaten Aceh Besar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan desain cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah lansia yang berusia ≥ 60 tahun, tinggal bersama keluarga dan memiliki fungsi kognitif sehat di wilayah kerja Puskesmas Seulimeum Kabupaten Aceh Besar pada tahun 2019. Teknik pengambilan sampel adalah probability sampling dengan cara propotional stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 102 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terpimpin menggunakan kuesioner baku fungsi keluarga yang diadopsi dari The Family APGAR dan kuesioner kualitas hidup diadopsi dari WHOQOL-BREF. Hasil uji chi-square  menunjukkkan bahwa ada hubungan antara fungsi keluarga dengan kualitas hidup di Wilayah Kerja Puskesmas Seulimeum Kabupaten Aceh Besar dengan nilai (p-value =  0,001). Direkomendasikan agar baik dari pihak keluarga maupun pemegang program kesehatan lansia di puskesmas. Agar memperhatikan kesehatan lansia dengan cara menitikberatkan pada kegiatan yang dapat dilakukan bersama antara lansia dan keluarga serta keluarga dapat meluangkan waktu bersama lansia dalam menjaga pola hidup lansia untuk meningkatkan kualitas hidupnya.
INSOMNIA, KECEMASAN DAN HIPERTENSI PADA PEROKOK AKTIF Lismalinda Lismalinda; T Samsul Alam
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 3, No 3
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahaya merokok bagi kesehatan dapat menyebabkan terjadinya beberapa gangguan kesehatan, diantaranya insomnia, kecemasan,  dan hipertensi. Dampak negatif merokok sangat bergantung pada seberapa banyak jumlah rokok yang dihisap perhari dan berapa lama kebiasaan buruk tersebut berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui insomnia, kecemasan dan hipertensi pada perokok aktif di Kabupaten Aceh Besar. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan desain cross sectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Jumlah sampel sebanyak 47 perokok aktif usia 18 tahun. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Self Rating Anxiety Scale dan KSPBJ Insomnia Rating Scale dan pengukuran tekanan darah menggunakan sphygmomanometer. Analisa data menggunakan analisa univariat. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa sebanyak 24 orang perokok aktif (51.1%) mengalami insomnia ringan, sebanyak 28 orang perokok aktif (59.6%) mengalami kecemasan sedang dan sebanyak 26 orang (55.3%) tidak mengalami hipertensi. Diharapkan kepada perokok aktif untuk lebih memperhatikan kesehatannya karena selain menyebabkan insomnia, kecemasan juga berisiko mengalami hipertensi. Rekomendasi kepada puskesmas agar memberikan edukasi atau penyuluhan kepada masyarakat terutama perokok aktif mengenai dampak negative dari merokok yang dapat menyebabkan insomnia, kecemasan dan beresiko mengalami hipertensi. 
INDIKATOR KELUARGA SEHAT Wirdaliani Shabrina; Fithria Fithria
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 2, No 3
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah pusat dan pemerintah daerah menetapkan kebijakan pembangunan kesehatan melalui pendekatan keluarga sehat. Derajat kesehatan keluarga atau rumah tangga ditentukan oleh 12 indikator keluarga sehat sebagai upaya peningkatan Program Indonesia Sehat (PIS) dan untuk meningkatkan perilaku masyarakat dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran indikator keluarga sehat di Gampong Lampulo Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah descriptive dengan desain cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 104 Ibu dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terpimpin menggunakan kuesioner dengan 32 pernyataan menggunakan skala Guttman. Penelitian ini menggunakan analisa univariat dengan metode wawancara. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan keluarga dengan program Keluarga Berencana (KB) sebanyak 63,8%, ibu dengan persalinan fasilitas kesehatan sebanyak 98,0%, bayi dengan imunisasi dasar lengkap sebanyak 60,0%, bayi dengan ASI ekslusif sebanyak 73,3%, balita dengan pemantauan pertumbuhan sebanyak 84,6%, penderita TB Paru mendapatkan pengobatan sesuai standar sebanyak 100,0%, penderita hipertensi dengan pengobatan secara teratur sebanyak 53,7%, penderita gangguan jiwa dengan pengobatan sebanyak 100,0%, keluarga menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebanyak 97,1%, anggota keluarga merokok sebanyak 86,5%, keluarga memiliki akses sarana air bersih sebanyak 83,7%, keluarga mempunyai jamban sehat sebanyak 92,3%. Diharapkan kepada keluarga untuk dapat melakukan imunisasi kepada bayinya dan mengurangi untuk tidak merokok di dalam rumah. 
PELAKSANAAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR WILAYAH KERJA PUSKESMAS DARUSSALAM KECAMATAN DARUSSALAM ahmad najjimi; rachmalia rachmalia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 1, No 1
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya sekolah sudah membentuk usaha kesehatan sekolah tapi belum melaksanakan Usaha Kesehatan Sekolah secara terencana, terpadu dan terarah, padahal UKS sebagai sebuah bentuk implementasi promosi kesehatan di sekolah, yang berfungsi sebagai saluran utama pembinaan kesehatan terhadap peserta didik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan usaha kesehatan sekolah baik dari segi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah sehat. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif eksploratif dengan  desain cross sectional. Jumlah responden 71 dipilih dengan menggunakan proportional random sampling dari jumlah populasi 356 orang siswa. Alat yang digunakan berupa kuesioner yang dibagikan ke seluruh responden, serta lembar observasi yang diisi oleh peneliti. Waktu dan tempat penelitianinidilakukanpadatanggal 23-26 Juli 2016 di SekolahDasar WilayahkerjaPuskesmasDarussalam Aceh Besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan uks berada pada kategori baik (64,8%), pendidikan kesehatan berada pada kategori baik (47,6%), pelayanan kesehatan berada pada kategori kurang (56,3%), pembinaan lingkungan sekolah sehat berada pada kategori baik (80%). Diharapkan bagi institusi pendidikan dan kesehatan agar lebih meningkatkan pelaksanaan, serta terjalin kerjasama yang baik melalui upaya koordinasi yang lebih efektif saat pemantauan dan evaluasi program UKS.
PEMAKAIAN APD PADA PROSES PERTOLONGAN PERSALINAN DI RUANG BERSALIN RUMAH SAKIT KOTA BANDA ACEH Wirda Usrina Musthafa; Darmawati Darmawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 1, No 1
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan APD oleh petugas kesehatan saat menolong persalinan masih belum lengkap. Petugas kesehatan hanya menggunakan sarung tangan, masker, dan apron saat menolong persalinan, sedangkan kacamata/glasses dan sepatu boot tidak digunakan. Hal ini sangat beresiko bagi petugas kesehatan karena mereka dapat tertular berbagai penyakit dari cairan tubuh pasien. Sanksi bagi petugas kesehatan yang tidak menggunakan APD dengan lengkap. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemakaian APD meliputi menggunakan sarung tangan, masker, apron/celemek, kacamata/glasses dan sepatu boot pada proses pertolongan persalinan di ruang bersalin Rumah Sakit Kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini deskripstif eksploratif, dengan desain survey. Jumlah populasi 31 Petugas Kesehatan. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling sebanyak 31 orang. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi. Waktu dan tempat penelitian dilakukan pada tanggal 27 Juni – 17 Juli 2016 di BLUD RSIA dan Rumah Sakit Meuraxa Kota Banda Aceh. Hasil penelitian didapatkan dari 31 responden, sebanyak 96,8% penggunaan sarung tangan sesuai SOP, 83,9% penggunaan masker sesuai SOP, 64,5% penggunaan apron/celemek sesuai SOP, 77,4% penggunaan kacamata/glasses tidak sesuai SOP, dan 77,4% penggunaan sepatu boot tidak sesuai SOP. Diharapkan kepada petugas kesehatan untuk memakai kacamata/glasses dan sepatu boot pada saat menolong persalinan, agar dapat melindungi petugas kesehatan dari berbagai resiko penyakit yang didapat selama menolong persalinan.