cover
Contact Name
Thienis
Contact Email
jik@usk.c.id
Phone
+62651 7555249.
Journal Mail Official
jim.fkep@usk.ac.id
Editorial Address
Faculty of Nursing Syiah Kuala University Jln. Teungku Tanoh Abee, Gedung petronas, Fakultas keperawatan.
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 27163555     DOI : 10.52199
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa of the Faculty of Nursing is a Student Scientific Journal which aims to communicate the results of research on student final assignments. The target readers are students, nurses, lecturers and nursing practitioners.
Articles 891 Documents
PELAKSANAAN DISCHARGE PLANNING PADA PASIEN STROKE DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. ZAIONEL ABIDIN anisah ulfah; Ahyana Ahyana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 1, No 1
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyakit yang prevalensinya tinggi di dunia. Pasien pasca stroke memerlukan perhatian khusus karena masa pemulihannya akan berlangsung lama, dan mengalami gejala sisa. Oleh karena itu discharge planning harus diberikan sejak pasien dirawat untuk meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga, sehingga mempercepat proses penyembuhan dan mengurangi kekambuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pelaksanaan discharge planning pada pasien stroke di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Jenis penelitian ini deskriptif eksploratif dengan desain cross sectional study dan menggunakan metode consecutive sampling terhadap 30 responden dengan criteria yang sesuai dengan sampel penelitian. Analisa data pada penelitian ini menggunakan analisa univariat, dan alat pengumpulan data berupa kuesioner. Hasil penelitian didapatkan gambaran pelaksanaan discharge planning pada pasien stroke berada pada kategori baik yaitu sebanyak 23 orang (76,7%). Perawat dan tim medis diharapkan dapat mempertahankan dan meningkatkan pelayanan discharge planning khususnya pada pasien stroke untuk meningkatkan kualitas asuhan keperawatan dan kualitas hidup pasien stroke. 
PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP UPAYA PENCEGAHAN FILARIASIS DI ACEH BESAR Julia Novita Astri; Rini Minar Melati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 1, No 1
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Filariasis (kaki gajah) disebabkan oleh cacing filaria jenis Wuchereria bancrofti, Brugia malayi dan Brugia timori yang ditularkan oleh gigitan nyamuk yang dapat menyebabkan cacat seumur hidup berupa pembesaran pada tangan dan kaki. Desa Blang Krueng Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar merupakan salah satu daerah yang pengetahuan, sikap dan perilaku yang diperlukan untuk mencegahan penularan filariasis karena dari data awal yang diperoleh, Desa ini  adalah desa yang paling rendah terhadap upaya pencegahan filariasis. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat di Desa Blang Krueng Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar tentang upaya pencegahan penyakit filariasis 2016. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif dengan desain cross sectional study. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara terpimpin dengan menggunakan kuesioner pada 94 responden di Desa Blang Krueng Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar. Hasil penelitian adalah tingkat pengetahuan mengenai upaya pencegahan penyakit filariasis adalah cukup (39,4%), sikap responden mengenai upaya pencegahan penyakit filariasis adalah cukup (58,5%) dan perilaku responden secara keseluruhan adalah kurang (95,7%). Kesimpulan tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku responden di Desa Blang Krueng Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar tentang upaya pencegahan filariasis adalah cukup. Disarankan kepada masyarakat Desa Blang Krueng dapat bekerja sama dengan baik untuk mencegah penyakit filariasis dengan  meminum obat anti filariasis yang diberikan dan tetap menjaga lingkungan sekitar.
MOTIVASI EKSTERNAL PERAWAT DALAM MENERAPKAN PATIENT SAFETY Annisa Renggayuni; Muhammad Yusuf
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 1, No 1
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan pasien adalah suatu sistem yang membuat asuhan keperawatan terhadap pasien menjadi lebih aman. Perawat merupakan salah satu Sumber Daya Manusia (SDM) yang sangat dibutuhkan untuk mencapai kinerja yang optimal. Salah satu faktor utama yang mempengaruhi kinerja SDM adalah motivasinya dalam bekerja. Berdasarkan hal tersebut, motivasi eksternal perawat sangat penting dalam upaya mengurangi insiden keselamatan pasien. Adapun komponen dalam motivasi eksternal adalah lingkungan kerja, hubungan antarpribadi, kebijaksanaan institusi, gaji, jabatan, dan teknik pengawasan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan motivasi eksternal perawat dengan penerapan patient safety di Ruang Rawat Inap Kelas  III  Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelatif dengan desain cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah perawat pelaksana di Ruang Rawat Inap Kelas III Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 61 responden. Teknik pengumpulan data adalah kuisioner dalam bentuk skala Likert yang terdiri dari 47 pertanyaan. Metode analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian secara umum menunjukkan p-value = 0,000, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara motivasi eksternal perawat dengan penerapan patient safety. Secara khusus terdapat hubungan yang bermakna antara faktor hubungan antar pribadi, kebijaksanaan institusi, gaji, dan teknik pengawasan dengan penerapan patient safety (P-value= 0,003, 0,000, 0,000, 0,000) dan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara faktor lingkungan kerja dan jabatan dengan penerapan patient safety (p-value= 0, 374 dan 0,712). Direkomendasikan untuk pengambil kebijakan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin dapat memfasilitasi pelatihan terkait patient safety. 
PENERAPAN ASUHAN KEPERAWATAN NEONATAL SEIZURE DAN INTRACEREBRAL HEMORRHAGE PADA BAYI : STUDI KASUS Dian Indriani; Inda Mariana Harahap; Sri Agustina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 1, No 4 (2022): Karya Ilmiah Mahasiswa (KIA)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Neonatal seizure merupakan masalah sistem saraf yang sering terjadi pada minggu awal kehidupan. Angka kematian dengan neonatal seizure mencapai 3 per 1000 kelahiran (23%). Sebanyak 9% bayi mengalami neonatal seizure yang disebabkan oleh intracerebral hemorrhage dan faktor risiko terbanyak sebesar 34% dengan HIE (Hypoxic-Ischemic Encephalopathy). Tujuan studi kasus ini adalah mengetahui penerapan asuhan keperawatan pada bayi dengan neonatal seizure dan intracerebral hemorrhage di ruang NICU RSUDZA Banda Aceh. Penulisan ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan melalui asuhan keperawatan. Diagnosa keperawatan yang diangkat adalah penurunan kapasitas adaptif intrakranial, pola napas tidak efektif, risiko termoregulasi tidak efektif, risiko defisit nutrisi, risiko tumbuh kembang, dan risiko gangguan perlekatan. Intervensi keperawatan Indonesia (SIKI) meliputi observasi monitor tanda peningkatan tekanan intrakranial, monitor pola napas dan frekuensi napas, monitor asupan nutrisi, monitor peningkatan suhu tubuh, monitor asuhan perkembangan (Developmental Care), dan monitor interaksi orangtua dengan bayi. Tindakan terapeutik yang diberikan seperti mencegah kejang berulang, pemberian oksigen, pemasangan selang OGT, mengatur suhu inkubator, berikan sentuhan seminimal mungkin, fasilitasi kunjungan keluarga. Tindakan kolaboratif seperti cairan dan obat antibiotik. Evaluasi menunjukkan bahwa masalah penurunan kapasitas adaptif intrakranial ditandai dengan tidak ada kejang berulang sudah teratasi, pola napas sudah teratasi, termoregulasi teratasi, risiko defisit nutrisi teratasi dengan peningkatan daya hisap serta masalah lainnya teratasi dan intervensi dihentikan.
Stres Hiperglikemia Pasien Sindrom Koroner Akut di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Tazkiya Aulia; Halimuddin Halimuddin; Irfanita Nurhidayah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sindrom koroner akut (SKA) menyebabkan terjadinya stres hiperglikemia. Stres hiperglikemia adalah peningkatan akut kadar gula darah tanpa menilai status diabetes melitus pasien sebelumnya yang mempengaruhi kejadian kematian dan komplikasi dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik sampel dan kejadian stres hiperglikemia pada pasien sindrom koroner akut tanpa diabetes melitus di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Jenis penelitian yaitu penelitian kuantitatif dengan desain retrospective study. Populasi adalah pasien SKA di Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin Banda Aceh dari Juni hingga November 2021 yang masuk melalui ruang Intalasi Gawat Darurat (IGD). Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode total sampling, Sampel untuk penelitian adalah 53 pasien yang masuk dalam kriteria inklusi. Alat pengumpulan data menggunakan lembar observasi dengan melihat hasil pengkajian gawat darurat pasien. Hasil penelitian  menunjukkan pasien sindrom koroner akut tanpa DM yang mengalami stres hiperglikemia berjumlah 27 pasien (50,9%) dan 26 pasien (49,1%) tidak mengalami stres hiperglikemia. Kesimpulan dari penelitian ini adalah lebih dari setengah populasi pasien SKA tanpa DM mengalami stres hiperglikemia dan paling banyak terjadi pada STEMI (ST Elevation Myocardial Infarction). Rekomendasi bagi perawat untuk dapat mengkaji kadar gula darah pasien secara berkala agar bisa lebih mudah menilai perburukan prognosis dan kemungkinan komplikasi jangka pendek maupun jangka panjang.
ASUHAN KEPERAWATAN POST OPERASI LAPARATOMI PERITONITIS PERFORASI GASTER DI ICU: SUATU STUDI KASUS Rini Mastura; Irfanita Nurhidayah; Fikriyanti Fikriyanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perforasi gaster adalah suatu keadaan dimana terjadinya kebocoran dari dinding lambung, usus halus, usus besar sehingga mengakibatkan terjadinya kebocoran ke dalam rongga perut. Kebocoran lambung itu membuat kimia asam lambung dalam rongga perut keluar dan menjadi peritonitis, sehingga perlu dilakukan operasi segera. Studi kasus ini bertujuan untuk menjelaskan asuhan keperawatan kegawat daruratan pada pasien yang mengalami peritonitis perforasi gaster. Diagnosis keperawatan yang muncul  adalah bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan efek agen farmakologis anastesi dengan rencana keperawatan manajemen jalan nafas. Diagnosis kedua adalah nyeri akut berhubungan dengan agen cedera fisik dengan rencana keperawatan manajemen manajemen nyeri. Diagnosis ketiga adalah defisit nutrisi berhubungan dengan ketidakmampuan mengabsorbsi nutrien dengan rencana keperawatan manajemen nutrisi. Diagnosis keempat adalah gangguan integritas kulit berhubungan dengan imobilisasi dengan rencana keperawatan perawatan integritas kulit. Diagnosis kelima adalah risiko infeksi berhubungan dengan tindakan invasif dengan rencana keperawatan pencegahan infeksi. Hasil evaluasi terdapat perbaikan kondisi pasien ditandai dengan gilisah berkurang, ronkhi negatif, nasal kanul 4L, tidak meringis lagi, skala nyeri 2 dari sebelumnya 7, ukuran luka menjadi 2x1 dari 3x1, tidak terkelupas lagi, dan tidak ada tanda-tanda infeksi.
PERAN INFORMAL KELUARGA DALAM MOTIVASI MELAKUKAN REHABILITASI PADA PENGGUNA METAMFETAMIN sri hartini; teuku tahlil
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 1, No 1
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlibatan peran informal keluarga sangat dibutuhkan terutama dalam meningkatkan motivasi pecandu metamfetamin yang sedang menjalani proses rehabilitasi. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi ada atau tidaknya hubungan antara peran informal keluarga dengan motivasi melakukan rehabilitasi pada pengguna metamfetamin di panti rehabilitasi narkoba Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif. Populasi dalam penelitian ini adalah para pengguna metamfetamin yang melakukan rehabilitasi di panti rehabilitasi narkoba Banda Aceh yang berjumlah 64 orang. Teknik pengumpulan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua responden merupakan laki-laki, 57.8% mempunyai peran informal keluarga kategori baik, dan hanya 53.1% mempunyai motivasi yang baik untuk melakukan rehabilitasi. Hasil uji chi square menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara peran informal keluarga dengan motivasi melakukan rehabilitasi pada pengguna metamfetamin (p = 0.000). Dapat disimpulkan bahwa semakin baik peran informal keluarga yang didapat oleh pengguna metamfetamin maka semakin baik pula motivasi untuk melakukan rehabilitasi. Perawat komunitas diharapkan dapat memberikan informasi kepada keluarga akan pentingnya keterlibatan peran keluarga bagi pengguna metamfetamin yang sedang menjalani rehabilitasi. 
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KEPATUHAN PENGOBATAN PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 PADA PANDEMI COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAITUSSALAM Kosasih, Kartika Tiaranisa; Bahri, Teuku Samsul; Ahyana, Ahyana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres merupakan ketidakmampuan seseorang dalam mengatasi ancaman berupa fisik, psikis dan emosional. Penyakit DM Tipe 2 secara tidak langsung dapat menjadi sumber stresor terhadap pasien. Stres yang terjadi pada pasien DM Tipe 2 dapat menyebabkan rendahnya kepatuhan pasien dalam menjalani terapi pengobatan. Hal ini dapat mempengaruhi lamanya pengobatan, komplikasi penyakit dan dosis obat yang kompleks. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif korelatif dengan desain cross sectional study. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan tingkat stres dengan kepatuhan pengobatan pasien DM Tipe 2 pada pandemi COVID-19 di wilayah kerja Puskesmas Baitussalam, Aceh Besar. Sampel penelitian adalah pasien DM Tipe 2 yang berjumlah 175 pasien dengan menggunakan teknik purposive sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner PSS-10 dan MARS-10. Hasil menunjukkan ada hubungan antara tingkat stres dengan kepatuhan pengobatan pasien DM Tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Baitussalam dengan hasil uji Chi-square didapatkan nilai p-value (0,020) =0,05. Tingkat stres dan tingkat kepatuhan pengobatan keduanya dipengaruhi oleh banyak faktor seperti usia, jenis kelamin, pekerjaan, penghasilan, lama didiagnosis DM Tipe 2, komplikasi, dan lama pengobatan.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA DENGAN GOUT ARTHRITIS: SUATU STUDI KASUS Ullya Humaira; Fithria Fithria; Neti Hartaty
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 7, No 1
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gout Arthritis merupakan salah satu jenis penyakit tidak menular yang terus mengalami peningkatan jumlah kasus penderita. Ketidakmampuan keluarga dalam melakukan perawatan kesehatan pada anggota keluarga dengan penyakit Gout Arthritis akan sangat berdampak pada derajat kesehatan keluarga. Studi kasus ini bertujuan untuk menjelaskan asuhan keperawatan kepada keluarga dengan Gout Arthritis. Diagnosa keperawatan yang muncul pada keluarga yaitu ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan, perilaku kesehatan cenderung berisiko, dan kesiapan peningkatan proses keluarga. Perencanaan keperawatan disusun berdasarkan lima tugas kesehatan keluarga yaitu keluarga mampu mengenal masalah kesehatan, mampu mengambil keputusan untuk tindakan kesehatan yang tepat, mampu memberikan perawatan kepada anggota keluarga yang sakit, mampu mempertahankan suasana rumah yang menguntungkan bagi kesehatan, dan mampu memanfaatkan fasilitas kesehatan. Implementasi yang diberikan yaitu pendidikan kesehatan, peningkatan latihan dan perawatan, serta pemberian dukungan kepada keluarga. Hasil evaluasi didapatkan bahwa terjadinya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi keluarga untuk mampu merawat anggota keluarga dengan Gout Arthritis. Disarankan bagi perawat puskesmas agar dapat memberikan pendidikan kesehatan terkait manajemen Gout Arthritis di Gampong Meunasah Papeun dikarenakan Gampong ini memiliki kasus terbanyak yang menderita Gout Arthritis setelah Hipertensi dan Diabetes Mellitus.
MANAJEMEN ACUTE RESPIRATORY FAILURE E.C MENINGOENSEFALITIS DI INTENSIVE CARE UNIT: STUDI KASUS Rizkia Maulida; Jufrizal Jufrizal; Fikriyanti Fikriyanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 1, No 3 (2022): Karya Ilmiah Mahasiswa (KIA)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningoensefalitis merupakan infeksi cairan otak disertai peradangan pada selaput meningen dan otak yang dapat mengakibatkan hiperventilasi dan gangguan kesimbangan asam basa sehingga pasien dapat mengalami acute respiratory failure (ARF). ARF merupakan indikasi pasien mendapat monitoring intensive dan pemasangan ventilator mekanik. Studi kasus ini bertujuan untuk menjelaskan asuhan keperawatan kegawatdaruratan pada pasien yang mengalami ARF e.c meningoensefalitis di ICU. Terdapat tiga masalah keperawatan yang menjadi fokus utama yang muncu, masalah pertama gangguan pertukaran gas dengan intervensi pemantauan respirasi; kedua gangguan penyapihan ventilator dengan intervensi penyapihan ventilasi mekanik; dan yang ketiga penurunan kapasitas adaptif intrakranial dengan intervensi manajemen peningkatan tekanan intrakranial.