cover
Contact Name
Iman Jauhari
Contact Email
iman.jauhari@stikesholistic.ac.id
Phone
+6281282695151
Journal Mail Official
jhcs@stikesholistic.ac.id
Editorial Address
Jl. Terusan Kapten Halim KM.9, Salammulya, Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat (41115)
Location
Kab. purwakarta,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Holistic Community Service
ISSN : -     EISSN : 30262585     DOI : https://doi.org/10.51873/jhcs
Core Subject : Health, Science,
Journal of Holistic Community Service (JHCS) berisi kumpulan artikel pengabdian kepada masyarakat dibidang kesehatan holistik dan kesehatan konvensional. Scope: - Gizi dan Kesehatan yaitu menitikberatkan pada hubungan makanan/minuman terhadap kesehatan dan penyakit, - Kesehatan Masyarakat yaitu menitikberatkan pada ilmu dan seni untuk mencegah penyakit, memperpanjang hidup, mempromosikan kesehatan dengan menggerakkan potensi seluruh masyarakat untuk meningkatkan tingkat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, - Pengembangan produk pangan fungsional, pangan lokal yang memberikan dampak Kesehatan dan nilai ekonomi bagi masyarakat, - Kesehatan Masyarakat yang menitikberatkan pada upaya promotif dan preventif bidang kefarmasian, khususnya sediaan farmasi bahan alam, - Sosialisasi dan Pelatihan pembuatan sediaan farmasi bahan alam yang memenuhi standar, - Pemberdayan ekonomi dibidang usaha sediaan farmasi bahan alam.
Articles 37 Documents
Peningkatan kapasitas pemasaran UMKM berbasis potensi lokal sebagai strategi keunggulan komparatif di Desa Cibingbin Handayani, Reti Puji; Puspariki, Jenta
Journal of Holistic Community Service Vol 3 No 2 (2026): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhcs.v3i2.85

Abstract

Latar Belakang: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini didasari ketersediaan potensi sumber daya alam lokal yang melimpah di Desa Cibingbin, Kabupaten Purwakarta, yang belum diimbangi dengan kapasitas pemasaran mumpuni bagi pelaku UMKM. Keterbatasan pemahaman strategi pemasaran menjadi hambatan utama dalam mengoptimalkan potensi tersebut sebagai keunggulan komparatif desa. Karena itu, diperlukan upaya peningkatan kapasitas pemasaran guna memperkuat daya saing ekonomi lokal. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui penguasaan strategi pemasaran produk berbasis potensi lokal guna mewujudkan keunggulan komparatif dan daya saing ekonomi di Desa Cibingbin. Metode: pelaksanaan meliputi pretest, edukasi melalui pemaparan materi, dan diskusi interaktif dengan peserta, diakhiri dengan posttest. Evaluasi kepuasan diukur menggunakan angket skala Likert. Subjek PkM melibatkan 28 peserta yang terdiri atas anggota PKK, kader, dan warga Desa Cibingbin (usia 20–50 tahun) sebagai representasi pelaku UMKM lokal. Hasil: evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta, dengan kenaikan rata-rata nilai dari 78,2 (pretest) menjadi 86,7 (posttest). Peningkatan mencakup aspek krusial seperti segmentasi pasar, standarisasi kemasan, digitalisasi pemasaran melalui media sosial, dan penguatan citra produk lokal. Selain itu, respons peserta menunjukkan tingkat kepuasan yang sangat tinggi terhadap relevansi dan kejelasan materi, yang mengonfirmasi bahwa kegiatan ini efektif dalam menjawab kebutuhan pengembangan kapasitas pelaku UMKM di Desa Cibingbin. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian ini terbukti efektif meningkatkan kapasitas pemasaran pelaku UMKM di Desa Cibingbin, yang tercermin dari peningkatan pemahaman signifikan pada aspek strategi dan digitalisasi pemasaran. Penguatan pengetahuan ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan keunggulan komparatif produk berbasis potensi lokal. Sebagai tindak lanjut, diperlukan pendampingan intensif yang berfokus pada keberlanjutan branding dan perluasan akses pasar digital guna memperkuat daya saing ekonomi desa secara berkelanjutan.
Edukasi dan demonstrasi pengolahan ubi ungu sebagai makanan selingan bergizi dalam upaya diversifikasi pangan lokal Amalia, Suci; Aisyah, Aisyah; Nadipah, Salwa Rosmia
Journal of Holistic Community Service Vol 3 No 2 (2026): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhcs.v3i2.87

Abstract

Latar belakang: Ubi ungu merupakan pangan lokal yang kaya antioksidan dan berpotensi dikembangkan menjadi makanan selingan. Namun, pemanfaatannya di masyarakat masih terbatas sehingga diperlukan edukasi diversifikasi pangan lokal berbasis olahan ubi ungu. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah ubi ungu menjadi puding sebagai makanan selingan bergizi serta mengevaluasi tingkat pemahaman peserta setelah kegiatan edukasi. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui edukasi dan demonstrasi pembuatan puding ubi ungu, disertai evaluasi menggunakan pretest dan posttest serta angket kepuasan. Kegiatan diikuti oleh 30 peserta. Hasil: Rata-rata nilai pretest peserta meningkat dari 32,00 menjadi 68,67 untuk posttest, dengan selisih rata-rata sebesar 36,67, menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta setelah intervensi edukasi. Puding ubi ungu per cup (100 ml) mengandung energi 78 kkal, protein 2,3 g, lemak 1 g, dan karbohidrat 13 g. Hasil angket menunjukkan mayoritas peserta memberikan respons positif terhadap materi dan pelaksanaan kegiatan. Kesimpulan: Edukasi dan demonstrasi pengolahan ubi ungu efektif meningkatkan pemahaman masyarakat serta mendukung diversifikasi pangan lokal berbasis makanan selingan bergizi.
Edukasi dan pelatihan pembuatan minuman Daun Kersen (Muntingia calabura L) dengan Madu sebagai upaya preventif Diabetes Mellitus di Desa Cibingbin Purwakarta Suharti, Suharti; Andriani, Susi
Journal of Holistic Community Service Vol 3 No 2 (2026): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhcs.v3i2.90

Abstract

Latar belakang: Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan bahan alam sebagai upaya preventif dan terapi penyakit mendorong penggunaan tanaman herbal di lingkungan sekitar. Tanaman kersen (Muntingia calabura L.) yang tumbuh liar di pekarangan rumah diketahui secara empiris dimanfaatkan sebagai alternatif pencegahan Diabetes Mellitus. Optimalisasi pemanfaatan tanaman ini perlu didukung melalui edukasi yang tepat kepada masyarakat. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi sekaligus pelatihan pembuatan minuman herbal daun kersen sebagai alternatif upaya pencegahan Diabetes Mellitus bagi masyarakat Desa Cibingbin, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta. Metode: Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dilaksanakan pada tanggal 8 Oktober 2025.  kegiatan yang melibatkan 23 partisipan dilakukan  melalui penyuluhan interaktif dan demonstrasi pembuatan minuman herbal .ini berupa informasi dan praktek pembuatan minuman herbal Daun kersen. Pelaksanaan  dilakukan melalui 2 tahapan utamayaitu  penyuluhan interaktif dan  praktek pembuatan minuman Herbal.Evaluasi program diukur menggunakan kuesioner post test berskala  Likert untuk mengetahui sejauh mana informasi terserap oleh warga. Hasil: Sebanyak  23 orang warga Desa Cibingbin berpartisipasi dalam penyuluhan ini dan memberikan umpan balik melelui  kuesioner  evaluasi.hasil survei menunjukan respon positif terhadap relevansi dan penyampaian materi .Secara detail ,47,8 % warga merasa sangat terbantu oleh manfaat kegiatan,sementara 78,3% lainnya menyatakan sangat puas dengan penyelenggaraan acara secara umum. Secara kolektif ,rata – rata tingkat kesetujuan responden pada kategori “sangat setuju “ berada pada angka 30,4%,yang mengindikasikan bahwa program ini diterima dengan sangat baik oleh warga setempat . Kesimpulan: Warga Desa Cibingbin memberikan respon yang  positif terhadap penyuluhan  pencegahan Diabetes Mellitus  berbasis herbal Daun Kersen,sehingga dapat memberikan informasi dan  pengetahuan  tentang Penyakit Diabetes Mellitus dan  pemanfaatan tanaman herbal untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitasi hidup.
Pelatihan pembuatan sabun cair dari ekstrak daun pala di Desa Babakan Kabupaten Purwakarta Ratnasari, Dewi; Putra, Risa Kota; Handayani, Reti Puji; Puspariki, Jenta
Journal of Holistic Community Service Vol 3 No 2 (2026): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhcs.v3i2.91

Abstract

Latar belakang: Masyarakat Desa Babakan, Kabupaten Purwakarta, telah memanfaatkan buah dan biji pala sebagai bahan pangan seperti manisan, sirup, dan minuman herbal. Namun demikian, bagian daun dari tanaman pala belum dimanfaatkan secara optimal dan umumnya dianggap sebagai limbah pertanian. Padahal beberapa penelitian menunjukkan bahwa daun pala mengandung berbagai metabolit sekunder yang berpotensi digunakan sebagai bahan aktif dalam produk kesehatan maupun kosmetik. Rendahnya pemanfaatan tersebut salah satunya disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan masyarakat mengenai potensi dan pengolahannya. Tujuan: Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam mengolah daun pala menjadi produk yang memiliki nilai tambah ekonomi. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Desa Babakan, Kabupaten Purwakarta dengan sasaran ibu-ibu kader dan masyarakat setempat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan serta demonstrasi pembuatan sabun cair yang memanfaatkan ekstrak daun pala sebagai bahan aktif Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman baru mengenai potensi pemanfaatan daun pala. Peserta terlihat antusias mengikuti penjelasan dan demonstrasi pembuatan sabun cair daun pala. Peserta bertanya tentang proses pembuatan sabun, pemilihan bahan baku, serta kemungkinan penggunaan tanaman lain sebagai bahan aktif. Kegiatan ini juga membuka wawasan masyarakat mengenai peluang pengembangan produk berbasis sumber daya alam lokal. Kesimpulan: Pelatihan pembuatan sabun cair berbahan dasar ekstrak daun pala di Desa Babakan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan potensi tanaman pala secara lebih optimal. Masyarakat menjadi lebih memahami bahwa daun pala yang sebelumnya dianggap sebagai limbah dapat dimanfaatkan sebagai bahan aktif dalam produk sabun cair antiseptik.
Pengenalan minuman beras kencur instan untuk anak-anak sebagai penambah nafsu makan Fatimah, Syaima; Purwanti, Ranti; Handayani, Reti Puji; Suharti, Suharti
Journal of Holistic Community Service Vol 3 No 1 (2025): Journal of Holistic and Community Service
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhcs.v3i1.93

Abstract

Latar belakang: Upaya meningkatkan nafsu makan anak sering dilakukan melalui pemberian suplemen atau obat penambah nafsu makan tanpa konsultasi medis. Penggunaan obat yang tidak rasional berpotensi menimbulkan efek samping dan risiko jangka panjang apabila tidak digunakan sesuai indikasi. Oleh karena itu, pendekatan promotif dan preventif berbasis pemanfaatan bahan alami menjadi alternatif yang lebih aman dan sesuai dengan kearifan lokal masyarakat Indonesia. Tanaman obat yang telah lama digunakan dalam ramuan tradisional adalah kencur (Kaempferia galanga). Tanaman ini mengandung senyawa bioaktif seperti etil p-metoksisinamat, flavonoid, dan minyak atsiri yang memiliki aktivitas antiinflamasi, antioksidan, serta efek stimulasi pada sistem pencernaan . Beras kencur sebagai minuman herbal tradisional telah dikenal luas di masyarakat sebagai penambah nafsu makan alami. Namun, pengolahan yang kurang higienis berpotensi menimbulkan kontaminasi mikroba yang dapat menurunkan kualitas dan keamanan produk. Tujuan: Memberikan edukasi pembuatan serbuk beras kencur instan kepada masyarakat Metode: Kegiatan dilaksanakan di Desa Cibuntu, Kabupaten Purwakarta, pada tahun 2025. Sasaran kegiatan adalah ibu rumah tangga dan orang tua yang memiliki anak usia balita dan sekolah dasar. Peserta diberi edukasi tentang tanaman obat keluarga, bentuk sediaan, kemudian demo pembuatan beras kencur instan. Hasil: Peningkatan skor post-test sebesar ±20–30% menunjukkan bahwa metode edukatif dan partisipatif efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat. Kesimpulan: Meskipun hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta, evaluasi masih terbatas pada aspek kognitif dan praktik pembuatan oleh peserta. Belum dilakukan pengukuran klinis terhadap perubahan nafsu makan atau status gizi anak setelah konsumsi beras kencur instan.
Penyuluhan budidaya tanaman obat keluarga (TOGA): Telang (Clitoria ternatea) Puspariki, Jenta; Handayani, Reti Puji
Journal of Holistic Community Service Vol 3 No 1 (2025): Journal of Holistic and Community Service
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhcs.v3i1.94

Abstract

Latar belakang: Menanam tanaman obat di halaman rumah dapat menjadi upaya untuk meningkatkan kesehatan di lingkungan masyarakat. Bunga telang (Clitoria ternatea) diketahui memiliki berbagai aktivitas farmakologis seperti antioksidan, antibakteri, dan antiinflamasi. Namun, pemanfaatan dan budidayanya masih belum optimal di masyarakat. Tujuan: Penyuluhan ini bertujuan untuk memberi informasi kepada masyarakat tentang budidaya tanaman telang sebagai tanaman obat dan potensi ekonominya. Metode: Metode yang digunakan adalah penyuluhan edukatif dengan pendekatan ceramah interaktif dan demonstrasi penanaman. Sasaran kegiatan adalah masyarakat dan kader Desa Cilangkap, Kabupaten Purwakarta. Evaluasi dilakukan menggunakan angket respon peserta. Hasil: Dari penyuluhan yang telah dilakukan, masyarakat Sebanyak 72,2% menyatakan materi sesuai kebutuhan, 64,7% mudah dipahami, dan 66,7% disampaikan dengan menarik. Demonstrasi langsung meningkatkan pemahaman peserta secara lebih efektif. Kesimpulan: Penyuluhan dan demonstrasi budidaya bunga telang efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat serta berpotensi mendukung peningkatan kesehatan dan ekonomi keluarga.
Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan sekolah sebagai upaya peningkatan kesadaran kesehatan siswa Puspita, Ratna Dina; Sari, Fitriyah; Handayani, Reti Puji; Suharti, Suharti
Journal of Holistic Community Service Vol 3 No 1 (2025): Journal of Holistic and Community Service
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhcs.v3i1.95

Abstract

Latar belakang: Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan sekolah merupakan salah satu strategi fundamental dalam membentuk pola kebiasaan hidup sehat pada peserta didik sejak usia dini, sekaligus berkontribusi terhadap terwujudnya suasana belajar yang kondusif dan produktif. Dalam rangka memperkuat internalisasi nilai-nilai PHBS tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta menumbuhkan kesadaran siswa sekolah dasar melalui pendekatan edukasi yang bersifat interaktif dan partisipatif. Pelaksanaan kegiatan ini berlokasi di SDN Salammulya, Kabupaten Purwakarta, dengan sasaran utama para siswa yang berada pada fase perkembangan kritis dalam pembentukan karakter dan kebiasaan hidup sehat jangka panjang. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 23 Juli 2024 dengan metode penyuluhan, diskusi, tanya jawab, ice breaking dan dokumentasi. Sasaran kegiatan ini adalah siswa-siswi SDN Salammulya dengan dukungan panitia Himpunan Mahasiswa Farmasi STIKes Holistik Purwakarta. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa materi PHBS dapat disampaikan dalam dua sesi edukasi selama total 90 menit disertai sesi diskusi 15 menit. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengabdian masyarakat berhasil dilaksanakan sesuai jadwal yang membahas kebersihan diri dan perilaku sehat di sekolah. Keterlibatan siswa didukung oleh kegiatan yang dirancang interaktif, pendekatan ini penting karena edukasi kesehatan padda anak sekolah lebih efektif bila disampaikan secara sederhana, visual dan partisipatif.  Kesimpulan: Kegiatan pengabdian Masyarakat tentang PHBS di SDN Salammulya berhasil dilaksanakan sesuai rencana dengan metode interaktif, diskusi dan tanya jawab. Kegiatan ini relevan untuk meningkatkkan kesadaran siswa terhadap PHBS dan mendukung implementasi UKS di sekolah.

Page 4 of 4 | Total Record : 37