cover
Contact Name
Adit Widodo Santoso
Contact Email
adit.santoso@ukrida.ac.id
Phone
+6285171706076
Journal Mail Official
meditek@ukrida.ac.id
Editorial Address
Gedung A Lantai 5 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Krida Wacana, Jl. Arjuna Utara No. 6, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11510
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Meditek
ISSN : 26861437     EISSN : 26860201     DOI : https://doi.org/10.36452/jkdoktmeditek
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran MEDITEK merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan artikel-artikel dalam lingkup bidang kedokteran dan biomedik secara open access. Proses publikasi artikel melalui proses penelaahan oleh pakar sebidang (peer-review) secara double-blind. Jurnal Kedokteran Meditek berafiliasi pada Fakultas Kedokterandan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Krida Wacana, dengan misi mendorong penyebarluasan perkembangan ilmu kedokteran & biomedis di Indonesia maupun secara global dengan menerbitkan 3 edisi dalam setahun, yaitu: Januari, Mei dan September.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "VOL. 23 NO. 62 APRIL-JUNI 2017" : 12 Documents clear
Efektivitas Daun Permot (Passiflora foetida) sebagai Obat Nyamuk dan Pengaruhnya pada Sel Darah Mencit Rina Priastini Susilowati
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 62 APRIL-JUNI 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i62.1544

Abstract

Indonesia merupakan daerah yang beriklim tropis. Hal tersebut sesuai dengan habitat bagi nyamuk untuk berkembang biak, salah satunya adalah nyamuk Aedes aegypti yang merupakan vektor penyaki demam berdarah dengue (DBD). Penyakit demam berdarah adalah suatu penyakit yang hingga saat ini penanganannya dengan menggunakan insektisida. Tujuan penelitian ini adalah ingin membuktikan pengaruh paparan obat nyamuk bakar yang berbahan herbal ekstrak daun permot (Passiflora foetida)dengan dosis bertingkat pada mortalitas Ae. aegypti dan pengaruhnya pada sel darah mencit. Desain penelitian adalah randomized post test only controlled group. Hewan coba yang digunakan adalah Ae. aegypti betina dan mencit jantan yang dibagi menjadi enam kelompok yaitu kelompok kontrol tanpa paparan obat nyamuk bakar (K0), kelompok paparan obat nyamuk bakar berbahan daun permot dosis bertingkat yaitu 500 ppm (K1), dosis 1.000 ppm (K2), dosis 2.000 ppm (K3), dosis 3.000 ppm (K4) dan dosis 4.000 ppm (K5) delapan jam/hari selama 12 minggu. Dihitung mortalitas Ae. aegypti untuk mendapatkan KT50, LC50, dan LC90 serta menentukan dosis optimalnya. Pada hari terakhir dilakukan pembedahan mencit untuk mengambil darah dari jantung, dilakukan penghitungan terhadap jumlah sel darah merah dan jumlah trombosit menggunakan Haemocytometer, sedangkan untuk mengetahui kadar hemoglobin menggunakan Hemometer. Analisis statistik menggunakan uji probit untuk menentukan LC50 dan LC90 Ae. aegypti serta uji one-way Anova dan dilanjutkan dengan uji BNT bila terdapat hasil yang signifikan (p<0.05) untuk mengetahui mortalitas nyamuk Ae. aegypti (KT50), analisis hematologi mencit yang meliputi jumlah trombosit, jumlah sel darah merah, kadar hemoglobin, dan kadar hematokrit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LC50 sebesar 725 ppm dan LC90 sebesar 2.165 ppm. Paparan obat nyamuk bakar berbahan ekstrak daun permot hingga dosis 3.000 ppm tidak berpengaruh terhadap sel darah mencit yang meliputi jumlah sel darah merah,jumlah trombosit, kadar hemoglobin, dan kadar hematokrit pm, namun berpengaruh pada paparan obat nyamuk bakar berbahan ekstrak daun permot dosis 4.000 ppm.Kata kunci : efektivitas, daun permot, obat nyamuk bakar, sel darah
Gambaran Testis Mencit yang Diinduksi Karbon Tetraklorida dan Diberi Infusa Umbi Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia) Josephine Angela; Erma Mexcorry Sumbayak
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 62 APRIL-JUNI 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i62.1547

Abstract

Telah diketahui bahwa 40% dari semua kasus pasangan infertil disebabkan oleh pihak pria. Di dalam tubuh, karbon tetraklorida (CCl4) berfungsi sebagai radikal bebas dan dapat berpotensi toksik pada kualitas dan fungsi sperma, serta dapat menyebabkan kerusakan DNA spermatozoa. Bawang dayak (Eleutherine palmifolia L., Merr.) merupakan salah satu jenis tanaman yang berkhasiat bagi kesehatan. Umbinya dapat dimanfaatkan dan mengandung senyawa alkaloid, glikosida, flavonoid, fenolik, dan steroid yang bertindak sebagai antioksidan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dimana mencit dikelompokkan menjadi lima kelompok. Kelompok kontrol (K) tidak diberi perlakuan apa pun. Kelompok I (P1) diberikan CCl4 0,007 mL/20gramBB selama 10 hari berturut-turut dan tidak menerima infusa umbi bawang dayak. Kelompok perlakuan II, III, dan IV (P2, P3, dan P4) diberikan CCl4 0,007 mL/20gramBB selama 10 hari berturut-turut serta infusa umbi bawang dayak 10% dengan masing-masing volume 0,06 mL; 0,12 mL; dan 0,24 mL pada hari ke 11- 20 secara oral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian infusa umbi bawang dayak dapat memerbaiki gambaran testis mencit jantan yang diinduksi CCl4.Kata Kunci: karbon tetraklorida (CCl4), umbi bawang dayak, tubulus seminiferus
Identifkasi Staphylococcus aureus pada Tombol Elevator Gedung Baru Kampus Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Caesar Swempi Gaidaka; Donna Mesina R. Pasaribu
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 62 APRIL-JUNI 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i62.1548

Abstract

Dengan perkembangan teknologi yang pesat, penggunaan elevator sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Elevator memberikan manfaat yang sangat banyak bagi penggunanya tetapi penggunaan Elevator yang digunakan secara umum memungkinkan transfer bakteri terjadi melalui tangan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui ada tidaknya bakteri Staphylococcus aureus pada tombol elevator gedung baru kampus Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida) dan mengidentifikasi ditemukannya Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Penelitian merupakan penelitian deskriptif laboratorium dan menggunakan teknik pengambilan sampel consecutive sampling, dengan sampel yang berjumlah 10 tombol pada kedua Elevator pada gedung baru kampus FK Ukrida. Sampel pada penelitian ini diambil pada dua waktu, yakni pada pukul 08.00 dan juga pada pukul 16.00. Penelitian ini dilakukan dengan cara swab tombol Elevator dan ditanam pada media agar darah, Mannitol salt agar (MSA), uji koagulase, uji Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA), dan juga pewarnaan gram. Dari hasil penelitian ditemukan positif S. aureus pada tombol pada tombol III kanan sore, II kiri sore, III kiri sore, dan setelah dilakukan uji MRSA hasilnya ketiga tombol yang positif S. aureus masuk dalam kategori Susceptible atau masih sensitif dengan methicillin.Kata Kunci: S. aureus, tombol Elevator, kampus FK Ukrida
Pengaruh Pemakaian Sepatu Hak Tinggi terhadap Low Back Pain pada Sales Promotion Girl Di Pekan Raya Jakarta 2016 Valentine Febry Yohana; Handy Winata
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 62 APRIL-JUNI 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i62.1549

Abstract

Pendahuluan. Dalam perspektif sejarah, perempuan mulai memakai sepatu hak tinggi lebih dari 400 tahun yang lalu. Walaupun menimbulkan ketidaknyamanan yang cukup besar, untuk memenuhi kebutuhan fashion atau mendapat keuntungan terlihat menjadi lebih tinggi, sebagian besar generasi muda perempuan tidak dapat menahan diri dari penggunaan sepatu hak tinggi. Penggunaan sepatu hak tinggi berkaitan erat dengan tuntutan pekerjaan, seperti pada seorang sales promotion girl (SPG). Banyak efek samping yang dikaitkan dengan penggunaan sepatu hak tinggi, terutama ekstremitas bawah dan juga perubahan postur tubuh. Beberapa wanita mengeluh nyeri punggung bagian bawah atau yang disebut Low Back Pain (LBP) akibat pemakaian sepatu hak tinggi. Tujuan Penelitian. Menilai pengaruh sepatu hak tinggi terhadap low back pain serta mengetahui karakteristik sepatu hak tinggi yang dapat mempengaruhi low back pain. Desain Penelitian. Penelitian ini bersifat analitik deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Hasil Penelitian. Analisis korelasi gamma masingmasing karakteristik sepatu hak tinggi yang digunakan 30 responden terhadap nyeri yang dialami menunjukkan bahwa seluruh nilai p tidak bermakna (p > 0,05). Kesimpulan. Tidak terdapat pengaruh pemakaian sepatu hak tinggi terhadap low back pain. Hal tersebut sesuai dengan besarnya nilai p>0,05 yang berarti hipotesis nol yang mengatakan tidak ada pengaruh diterima.Kata Kunci: sepatu hak tinggi, low back pain, postur
Identifikasi Telur Cacing pada Kubis (Brassica oleracea) pada Pasar Swalayan Jessica Vanesa Yahyadi; Esther Sri Majawati; Adelina Simamora
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 62 APRIL-JUNI 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i62.1550

Abstract

Penyakit infeksi yang berhubungan dengan soil transmitted helminth masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia. Umumnya cacing berasal dari golongan Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, Necator americanus, Ancylostoma duodenale. Penyakit ini berhubungan erat dengan keadaan sosial ekonomi, kebersihan diri dan lingkungan. Sayuran mentah dapat menjadi salah satu agen transmisi telur cacing. Mengonsumsi sayuran mentah dapat meningkatkan kejadian infeksi parasit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ada tidaknya kontaminasi telur soil transmitted helminth pada sayuran kubis yang di jual di pasar swalayan di Jakarta. Penelitian ini bersifat deskriptif, dilakukan pada bulan Oktober hingga November 2016. Sampel diperoleh secara consequtive dari 62 pasar swalayan di sekitar Jakarta. Pemeriksaan telur cacing dilakukan secara mikroskopis di Laboratorium Parasitologi, Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana. Dari hasil penelitian ditemukan soil transmitted helminth positif pada satu sampel dari 62 (1,61%) sayuran kubis yang dijual di pasar swalayan sekitar Jakarta. Sayuran terkontaminasi oleh telur Ascaris lumbricoides, sedangkan Trichuris trichiura, Necator americanus dan Ancylostoma duodenale tidak ditemukan.Kata kunci : Soil Transmitted Helminth, Kubis, Ascaris lumbricoides, pasar swalayan
Prevalensi Faktor Risiko Konsumsi Makanan Asin dan Kopi pada Pasien Hipertensi di Bairo-Pite Clinic Timor-Leste Eva Estrelita Cardoso Gomes; Anna Maria Dewajanti
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 62 APRIL-JUNI 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i62.1551

Abstract

Hipertensi didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik maupun diastolik dari nilai normal. Hipertensi seringkali disebut sebagai pembunuh gelap (silent killer), karena termasuk penyakit yang mematikan tanpa disertai dengan gejala terlebih dahulu sebagai peringatan bagi korbannya. Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius, karena jika penyakit ini tidak terkendalikan atau tidak dikontrol, maka akan berkembang dan menimbulkan komplikasi yang berbahaya, seperti stroke, gagal ginjal, dan yang paling banyak penyakit jantung. Timor – Leste adalah sebuah pulau kecil, termasuk negara sedang berkembang dengan jumlah penduduknya sekitar 1.234.441 jiwa dan 1,43 % diantaranya menderita hipertensi. Sampai sekarang belum ada program khusus untuk penanggulangan hipertensi yang dilakukan oleh Pemerintah Timor-Leste. Penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk mengetahui prevalensi faktor risiko konsumsi makanan asin dan kopi pada pasien hipertensi di Bairo-Pite Clinic, Timor-Leste. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita hipertensi yang datang berkunjung ke Bairo-Pite Clinic untuk kontrol dengan besar sampel adalah seratus orang. Dari hasil penelitian diperoleh prevalensi faktor risiko mengkonsumsi kopi pada pasien hipertensi, yaitu sebesar 81%, dan mengkonsumsi makanan banyak garam didapatkan 76%. Petugas kesehatan sangat perlu melakukan edukasi tentang betapa pentingnya menghindari faktor risiko yang terdapat pada setiap pasien hipertensi sebagai upaya pencegahan komplikasi.Kata kunci: prevalensi faktor risiko hipertensi, penderita hipertensi, pencegahan komplikasi
Prevalensi Obesitas pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Family Medical Center, Bogor Periode Januari-Juni 2016 Nor Ameerah Binti Azmi; Gracia J.M.T Winaktu
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 62 APRIL-JUNI 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i62.1552

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi obesitas pada pasien diabetes melitus tipe 2 untuk periode Januari sampai Juni 2016. Penelitian dilaksanakan di Klinik Gizi, RS Family Medical Center (FMC), Bogor. Metode deskriptif observasional, yaitu dengan menggunakan objek penelitian yang berupa data-data yang sudah ada dalam rekam medis. Dari hasil penelitian diperoleh jumlah penderita diabetes melitus tipe 2 yang memunyai kadar gula darah sewaktu ≥ 200 mg/mol adalah sebanyak 41 orang. Dari jumlah tersebut, 17,1% adalah pasien laki-laki sedangkan perempuan sebanyak 82,9%. Jumlah pasien diabetes melitus tipe 2 yang mengalami obesitas adalah 58,5%.Kata kunci: prevalensi, obesitas, diabetes melitus
Pengaruh Durasi Jam Tidur terhadap Tekanan Darah pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Angkatan 2013 Francisca Noveliani; Indriani Kurniadi Sumadikarya; William William
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 62 APRIL-JUNI 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i62.1553

Abstract

Tidur merupakan suatu proses fisiologis yang sangat dibutuhkan tubuh. Kurang tidur dapat mengakibatkan peningkatan tonus simpati, akibatnya dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara jumlah jam tidur dengan tekanan darah. Penelitian cross sectional ini dilakukan pada bulan Agustus-September 2016 di FK Ukrida. Subjek penelitian adalah mahasiswa FK Ukrida Angkatan 2013 berjumlah 65 orang. Pengukuran tekanan darah diambil dengan menggunakan sfigmomanometer dan stetoskop dan pengukuran dilakukan tiga kali untuk mendapatkan tekanan darah basal. Analisis data yang digunakan untuk melihat hubungan antara jumlah jam tidur dengan nilai tekanan darah adalah uji statistik chi-square. Hasil penelitian antara lain lebih banyak responden perempuan (78,5%), durasi jam tidur lebih banyak pada 6-8 jam (60%), frekuensi tekanan darah terbanyak adalah <120/80 mmHg (60%), nilai p untuk hubungan antara durasi jam tidur dengan nilai tekanan darah adalah 0,753. Mahasiswa FK Ukrida Angkatan 2013 memiliki durasi jam tidur yang cukup dan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara durasi jam tidur dengan tekanan darah.Kata kunci: durasi jam tidur, tekanan darah
Kejadian Infeksi Saluran Kemih oleh Bakteri Escherichia coli dan Klebsiella pneumoniae Extended Spectrum Beta Lactamase: Studi Kasus di Rumah Sakit Swasta Periode 2012-2015 Muhammad Nazmi; Ngakan Made Ari Mahardik; Wani Devita Gunardi
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 62 APRIL-JUNI 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i62.1554

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan infeksi yang sering dijumpai, dimana terjadi invasi bakteri secara ascending dari urethra naik ke kandung kemih, ureter hingga ke ginjal. Bakteri yang sering menyebabkan ISK adalah Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, dan Proteus species. E.coli dan K.penumoniae merupakan bakteri penghasil extended-spectrum beta-lactamase (ESBL). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kejadian ISK yang disebabkan oleh E.coli dan K. pneumoniae penghasil ESBL dan kecenderungannya dalam periode tahun 2012-2015. Sampel menggunakan data sekunder dari hasil kultur urin di laboratorium mikrobiologi klinik Rumah Sakit, berupa identifikasi bakteri E.coli dan K.pneumoniae serta pola kepekaan bakterinya periode tahun 2012-2015. Identifikasi dan pola kepekaan bakteri menggunakan pemeriksaan Vitek2 compact. Angka kejadian infeksi bakteri E.coli dan K.pneumoniae ESBL pada ISK periode 2012-2015 secara berurutan sebanyak 35% dari 323 kasus dan 45% dari 69 kasus ISK. Penderita ISK perempuan ditemukan lebih banyak daripada penderita laki-laki yaitu 67% dan 59% untuk E.coli dan K.pneumoniae. Berdasarkan unit di RS maka pada unit perawatan intensif paling banyak ditemukan kasus infeksi bakteri E.coli ESBL (42%) dibandingkan dengan unit lainnya pada unit rawat inap dan rawat jalan. Sebaliknya pada infeksi bakteri K.pneumoniae ESBL banyak ditemukan pada unit perawatan inap (58%). Angka kejadian ISK disebabkan K.pneumoniae semakin meningkat dari periode 2012-2015 dan sebaliknya terlihat kecenderungan menurun pada ISK yang disebabkan oleh E.coli. Kesimpulannya ISK yang disebabkan oleh K.pneumoniae ESBL terlihat kecenderungan yang meningkat di komunitas, dibandingkan dengan yang disebabkan oleh E.coli ESBL walaupun kasus ISK lebih banyak disebabkan oleh E.coli.Kata Kunci: Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, Extended Spectrum Beta Lactamase, infeksi saluran kemih
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Nilai Apgar Persalinan per Vaginam di RS UKI 2016 Diravita CFL Marsaulina; Ernawaty Tamba; Donna Mesina Pasaribu
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 62 APRIL-JUNI 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i62.1555

Abstract

Ketuban pecah dini adalah pecahnya selaput ketuban sebelum adanya tanda persalinan. Ketuban pecah dini merupakan salah satu penyebab terjadinya asfiksia neonatorum dan infeksi yang meningkatkan mortalitas dan morbiditas perinatal. Nilai Apgar adalah cara untuk menilai kondisi bayi yang mencerminkan menurunnya fungsi-fungsi vital. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskripsi dengan pendekatan cross-sectional dengan teknik pengambilan sampel. Besar sampel dalam penelitian ini adalah 100 sampel. Dari hasil penelitian, terdapat 53 bayi (77,9%) memiliki nilai Apgar kategori baik pada persalinan normal, dan 20 bayi (74,1%) memiliki nilai Apgar kategori asfiksia sedang pada persalinan ketuban pecah dini. Pada ibu yang memiliki riwayat hipertensi, terdapat 5 bayi (18,5%) memiliki nilai Apgar kategori asfiksia sedang. Uji statistik dengan Chi square menggunakan SPSS 16 for Windows didapatkan nilai X2 dengan nilai a = 0,05, dengan demikian p value yang dimiliki 0,031, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa dalam penelitian ini terdapat hubungan antara penyakit infeksi saluran kemih ibu dengan nilai Apfar bayi.Kata kunci: persalinan, ketuban pecah dini, nilai Apgar

Page 1 of 2 | Total Record : 12


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 31 No 6 (2025): November Vol 31 No 5 (2025): SEPTEMBER Vol 31 No 4 (2025): JULI Vol 31 No 3 (2025): MEI Vol 31 No 2 (2025): MARCH Vol 31 No 1 (2025): JANUARI Vol 30 No 3 (2024): SEPTEMBER Vol 30 No 2 (2024): MEI Vol 30 No 1 (2024): JANUARI Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER Vol 29 No 2 (2023): MEI Vol 29 No 1 (2023): JANUARI Vol 28 No 3 (2022): SEPTEMBER-DESEMBER Vol 28 No 2 (2022): MEI-AGUSTUS Vol 28 No 1 (2022): JANUARI-APRIL Vol 27 No 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS Vol 27 No 1 (2021): JANUARI - APRIL Vol 26 No 3 (2020): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 26 No 2 (2020): MEI-AGUSTUS Vol 26 No 1 (2020): JANUARI - APRIL Vol 25 No 3 (2019): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 25 No 2 (2019): MEI - AGUSTUS Vol 25 No 1 (2019): JANUARI - APRIL VOL. 24 NO. 68 OKTOBER-DESEMBER 2018 VOL. 24 NO. 67 JULI-SEPTEMBER 2018 VOL. 24 NO. 66 APRIL-JUNI 2018 VOL. 24 NO. 65 JANUARI-MARET 2018 VOL. 23 NO. 64 OKTOBER-DESEMBER 2017 VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017 VOL. 23 NO. 62 APRIL-JUNI 2017 VOL. 23 NO. 61 JANUARI-MARET 2017 VOL. 22 NO.60 SEPTEMBER-DESEMBER 2016 VOL. 22 NO. 59 MEI-AGUSTUS 2016 VOL. 22 NO. 58 JANUARI-APRIL 2016 Vol. 21 No. 57 September-Desember 2015 Vol. 21 No. 56 Mei-Agustus 2015 Vol. 21 No. 55 Januari - April 2015 Vol. 20 No. 54 September-Desember 2014 Vol. 20 No. 53 Mei-Agustus 2014 Vol. 20 No. 52 Januari-April 2014 Vol. 18 No. 48 September - Desember 2012 Vol. 18 No. 47 Mei - Agustus 2012 Vol. 18 No. 46 Januari - April 2012 Vol. 17 No. 45 September - Desember 2011 vol. 17 no. 44 Mei-Agustus 2011 vol. 17 no. 43 Januari-April 2011 Vol. 16 No. 43B Mei - Agustus 2010 Vol. 16 No. 42A Januari - April 2010 vol. 16 no. 42 September-Desember 2009 vol. 15 no. 40 Januari-April 2009 Vol. 15 No. 39E September-Desember 2008 Vol. 15 No. 39C Januari-April 2008 Vol. 15 No. 39B September-Desember 2007 vol. 15 no. 39 Januari-April 2007 Vol. 15 No. 39A Mei-Agustus 2007 vol. 14 no. 38 September-Desember 2006 vol. 14 no. 37 Mei-Agustus 2006 vol. 14 no. 36 Januari-April 2006 vol. 13 no. 35 September-Desember 2005 vol. 13 no. 34 Mei-Agustus 2005 vol. 13 no. 33 Januari-April 2005 vol. 12 no. 32 September-Desember 2004 vol. 12 no. 31 Mei-Agustus 2004 vol. 12 no. 30 January-April 2004 vol. 11 no. 29 Agustus-Desember 2003 vol. 11 no. 28 April-July 2003 Vol. 10 No. 27 Januari-April 2002 Vol. 9 No. 26 September - Desember 2001 Vol. 9 No. 25 Mei-Agustus 2001 Vol. 8 No. 23 September - Desember 2000 Vol. 7 No. 20 Juli-Oktober 1999 Vol. 6 No. 17 Oktober-Desember 1998 Vol. 6 No. 15 April-Juni 1998 Vol. 5 No. 13 Oktober-Desember 1997 Vol. 5 No. 12 Juli-September 1997 Vol. 5 No. 11 Juli-September 1997 Vol. 4 No. 10 September-Desember 1996 Vol. 4 No. 9 Mei-Agustus 1996 Vol. 4 No. 8 Januari-April 1996 Vol. 3 No. 7 September-Desember 1995 Vol. 3 No. 6 Mei-Agustus 1995 Vol. 3 No. 5 Januari-April 1995 More Issue