cover
Contact Name
Adit Widodo Santoso
Contact Email
adit.santoso@ukrida.ac.id
Phone
+6285171706076
Journal Mail Official
meditek@ukrida.ac.id
Editorial Address
Gedung A Lantai 5 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Krida Wacana, Jl. Arjuna Utara No. 6, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11510
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Meditek
ISSN : 26861437     EISSN : 26860201     DOI : https://doi.org/10.36452/jkdoktmeditek
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran MEDITEK merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan artikel-artikel dalam lingkup bidang kedokteran dan biomedik secara open access. Proses publikasi artikel melalui proses penelaahan oleh pakar sebidang (peer-review) secara double-blind. Jurnal Kedokteran Meditek berafiliasi pada Fakultas Kedokterandan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Krida Wacana, dengan misi mendorong penyebarluasan perkembangan ilmu kedokteran & biomedis di Indonesia maupun secara global dengan menerbitkan 3 edisi dalam setahun, yaitu: Januari, Mei dan September.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017" : 11 Documents clear
Hubungan antara Tingkat Pendidikan dengan Pengetahuan Deteksi Dini tentang Stroke di Universitas Kristen Krida Wacana Ineke Putri; Rimawati Tedjasukmana; Donna Mesina R. Pasaribu
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i63.1558

Abstract

Pada penelitian yang diterbitkan oleh American Academy of Neurology tahun 2014 dijelaskan ada 41% responden yang mengetahui tentang stroke. Penelitian ini ingin mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan deteksi dini stroke dengan metode Freamwork for Application of Systems Technology (FAST), merupakan penelitian kualitatif dengan desain cross sectional, sampel berjumlah 99 orang pegawai di Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA) berumur antara 18 - 60 tahun dengan teknik stratified random sampling. Kuesioner dikumpulkan dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini yang menduduki peringkat pertama adalah responden yang ber pendidikan terakhir SLTA dengan berpengetahuan baik yaitu 77,6%, dan posisi terendah diduduki oleh responden yang berpendidikan terakhir Sekolah Lanjut Tingkat Atas (SLTA) dengan berpengetahuan rendah yaitu sebesar 22,4%. Hasil analisis diperoleh signifikansi p = 0,711. Responden banyak yang menjawab mengetahui pertanyaan metode FAST bagian muka mencong (98,9%) tetapi sedikit menjawab mengetahui pada pertanyaan golden time (20,2%). Hasil penelitian ini diduduki peringkat atas oleh yang berpengetahuan baik dengan rentang umur 35-60 tahun (89,1%), berjenis kelamin laki-laki (77%), dan pada pekerjaan petugas kebersihan dan penjaga perpustakaan (79,2%). Disimpulkan, meskipun secara analisis statistik tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan deteksi dini stroke, tetapi hasil penelitian ini menunjukkan orang dengan pendidikan SLTA memiliki pengetahuan yang lebih baik. Diharapkan tenaga kesehatan untuk meningkatkan kegiatan promosi kesehatan deteksi dini stroke dan waktu penanganan stroke.Kata Kunci: stroke, pendidikan, metode FAST, pengetahuan, saraf
Optimalisasi Pemberian Streptozotocin Beberapa Dosis terhadap Peningkatan Kadar Gula Darah Tikus Sprague dawley Elbert Aldrin Harijanto; Anna Maria Dewajanti
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i63.1559

Abstract

Streptozotocin merupakan derivat sintetik dari nitrosourea glukopiranosa hasil fermentasi Streptomyces achromogenes. Salah satu peranannya adalah menghambat sekresi insulin dan menyebabkan terjadinya insulin-dependent diabetes mellitus (IDDM). Terdapat dua mekanisme pemberian streptozotocin yaitu multiple low dose yang dapat menginduksi inflamasi dari pulau Langerhans dengan menarik sel mononuklear terutama limfosit, sehingga terjadi dekstrusi dari sel beta dan single high dose secara langsung dapat merusak sel beta dikarenakan sitotoksisitasnya. Diabetes mellitus (DM) adalah suatu penyakit metabolik yang ditandai oleh peningkatan glukosa dalam darah dikarenakan defisiensi atau gangguan sekresi dari insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian streptozotocin dosis tunggal 40 mg/kg BB, 50 mg/kg BB, dan 60 mg/kg BB secara intravena terhadap kadar gula darah sewaktu pada tikus strain Sprague dawley. Tujuannya adalah sebagai referensi untuk peneliti lain yang ingin meneliti menggunakan tikus strain Sprague dawley dalam menentukan dosis optimal, yang paling banyak menghasilkan tikus diabetes. Pada penelitian ini, tikus dibagi menjadi empat kelompok yang terdiri atas satu kelompok kontrol dan tiga kelompok uji. Tikus kelompok uji I diinjeksi dengan streptozotocin dosis tunggal 40 mg/kg BB, tikus kelompok uji II di injeksi dengan streptozotocin dosis tunggal 50 mg/kg BB, dan tikus kelompok uji III diinjeksi dengan streptozotocin dosis tunggal 60 mg/kg BB. Gula darah tikus diukur sebelum perlakuan dan tiga hari setelah perlakuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dosis 50 mg/kg BB merupakan dosis optimal yang memiliki tingkat keberhasilan tertinggi.Kata Kunci: Sprague dawley, tikus diabetes, Streptozotocin, diabetes mellitus
Pengaruh Kopi terhadap Peningkatan Tekanan Darah pada Sekuriti di Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Muhammad Syafiq; Handy Winata
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i63.1560

Abstract

Ada banyak penelitian tentang pengaruh kopi terhadap tekanan darah. Kopi diketahui meningkatkan tekanan darah karena di dalamnya terkandung kafein. Namun ada juga beberapa penelitian yang menunjukkan mengonsumsi kopi tidak menyebabkan peningkatan tekanan darah. Penelitian ini menggunakan desain penelitian intervensi dengan pendekatan eksperimental. Subjek penelitian melibatkan 25 orang sekuriti yang bertugas di Fakultas Kedokteran Ukrida. Dari penelitian ini didapatkan rata-rata peningkatan tekanan darah sistolik sebelum dan setelah satu jam mengonsumsi kopi sebesar 5.92 mmHg, sedangkan rata-rata peningkatan tekanan darah diastolik sebesar 4.24 mmHg. Hasil dari Paired Sample T-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar p = 0,000 bagi tekanan darah sistolik dan diastolik. Kesimpulan, kopi mempunyai pengaruh terhadap peningkatan tekanan darah.Kata kunci: tekanan darah, kopi, Paired Sample T-test
Gambaran Kadar Alfa Amilase Saliva pada Stres Psikologik Saat Seleksi Calon Atlet Sepak Bola Sekolah Atlet Ragunan Tahun 2016 Fariska Fariska; Flora Rumiati
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i63.1561

Abstract

Prestasi persepakbolaan Indonesia yang kurang baik kadangkala mengecewakan para pencintanya. Dewasa ini para atlet sepak bola Indonesia sering dikatakan sudah kalah sebelum bertanding, dengan maksud bahwa bukan kalah dalam hal fisik tetapi psikologis, dimana tingkat stres para atlet sepak bola di Indonesia belum terbina dan terdeteksi dengan baik. Enzim Alfa amilase digunakan sebagai marker untuk menentukan tingkat stres. Pada penelitian ini alfa amilase didapatkan dari saliva calon atlet sepak bola. Berdasarkan hasil pemeriksaan saliva para calon atlet dalam fase awal sebelum pertandingan tidak memiliki tingkat stres yang tinggi, namun saat sebelum pertandingan menjadi sangat meningkat dan cenderung tidak baik untuk mengatasi tekanan yang didapatkan, hal itu terlihat pada hasil tes psikologi (tes Kraepelin).Kata kunci : atlet, stress, saliva, alfa amilase, tes Kraepelin
Hubungan antara Sindroma Dispepsia dengan Pola Makan dan Jenis Kelamin pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wancana Angkatan 2013 Anggela Tiana; Suryadi Susanto; Irene Maria Elena; Johannes Hudyono
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i63.1562

Abstract

Sindroma dispepsia fungsional merupakan kumpulan gejala yang terdiri atas nyeri ulu hati, mual, kembung, muntah, rasa cepat kenyang, dan sendawa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dan pola makan, mengetahui gambaran sindroma dispepsia fungsional dan menganalisis hubungan antara pola makan serta jenis kelamin dengan sindroma dispepsia fungsional. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida). Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional analitik dengan 97 responden yang diambil secara simple random sampling. Data penelitian dianalisa dengan analisis bivariat dan univariat. Hasil penelitian ini, responden terbanyak adalah perempuan 61,9%, berpola makan tidak teratur 54,6%, dan gambaran sindrom dispepsia fungsional 57,7%. Hasil analisis hubungan antara pola makan dengan sindroma dispepsia fungsional yang mengalami sindroma dispepsia fungsional diperoleh 42 (79,2%) dari 53 responden yang pola makannya tidak teratur dan 14 (31,8%) dari 44 responden yang pola makannya teratur Hasil analisis hubungan antara jenis kelamin dengan sindrom dispepsia fungsional diperoleh 11 (29,7%) dari 37 responden laki-laki dan 45 orang (75,0%) dari 60 responden perempuan. Terdapat hubungan yang bermakna antara pola makan dan jenis kelamin mahasiswa angkatan 2013 dengan sindroma dispepsia fungsional (p < 0,001).Kata kunci : sindrom dispepsia fungsional, pola makan, jenis kelamin, mahasiswa
Gambaran Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Menjaga Kebersihan Organ Genitalia Eksterna terhadap Kejadian Keputihan Abnormal pada Siswi Mts. Al-Gaotsiyah, Jakarta Barat Yudanti Abigail Tranggono; Susanty Dewi Winata; Wiwi Kertadjaya
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i63.1563

Abstract

Kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan sejahtera fisik, mental, dan sosial yang utuh, bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi, dan prosesnya. Kesehatan reproduksi berkaitan dengan kebersihan organnya. Salah satu keluhan klinis dari infeksi atau keadaan abnormal alat kelamin tersebut adalah keputihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku menjaga kebersihan organ genitalia eksterna terhadap kejadian keputihan abnormal pada siswi MTs. Al- Gaotsiyah Jakarta Barat. Hasil penelitian menunjukkan dari 120 responden terdapat 92 responden (76.7%) yang memiliki pengetahuan buruk, 75 responden (62.5%) yang memiliki sikap buruk, 84 responden (70%) memiliki perilaku buruk, sedangkan kejadian keputihan tidak normal sebanyak 65 responden (54.2%). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi pelayanan kesehatan, agar mengadakan kegiatan penyuluhan mengenai kesehatan organ reproduksi, dan bagi sekolah agar memberikan pembelajaran singkat mengenai kesehatan organ reproduksi guna meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja tentang pentingnya menjaga kebersihan daerah genital, dan memberi tahu bagaimana cara-cara membersihkan daerah genital dengan baik dan benar.Kata kunci: Kesehatan reproduksi, keputihan, pengetahuan, sikap, perilaku
Gambaran Tingkat Kapasitas Vital Paru pada Perokok dan Nonperokok Mahasiswa FK Ukrida Angkatan 2013 Muhammad Tawfiq bin Zamri; Budiman Hartono
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i63.1564

Abstract

Perilaku manusia sehari-hari banyak memberi dampak pada kesehatan tubuh mereka sendiri. Perilaku yang buruk akan memberikan pengaruh yang tidak baik pada kesehatan. Kebiasaan merokok bukan saja menimbulkan pandangan yang negatif, tetapi juga penelitian memerlihatkan bahwa merokok dapat membahayakan kesehatan dan menyebabkan berbagai macam penyakit. Namun begitu, tingkat prevalensi merokok pada remaja dan dewasa muda di Indonesia masih tinggi. Beberapa penelitian membuktikan bahwa kebiasaan merokok dapat berpengaruh pada kapasitas vital paru dan fungsi paru itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran tingkat kapasitas vital paru pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Ukrida Angkatan 2013 yang merokok dan yang tidak merokok pada November 2016 – Januari 2017. Karakteristik yang dipilih adalah berdasarkan kebiasaan merokok seseorang. Penelitian dilakukan dengan metode potong lintang dengan sampel sejumlah 65 orang. Dari hasil penelitian, didapatkan kategori kapasitas vital paru untuk setiap subjek dan rata-rata nilai kapasitas vital paru kelompok perokok dan nonperokok. Rata-rata tingkat kapasitas vital paru pada perokok adalah kategori sedang (3,52 L) sedangkan pada nonperokok adalah kategori baik (3,99 L).Kata kunci: merokok, kapasitas vital paru, fungsi paru, mahasiswa FK Ukrida
Karakteristik Penderita Kolelitiasis Berdasarkan Faktor Risiko di Rumah Sakit Umum Daerah Koja Febyan Febyan; Har R Singh Dhilion; Suzanna Ndraha; Marshell Tendean
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i63.1565

Abstract

Kolelitiasis adalah material atau kristal yang terbentuk di dalam kandung empedu. Beberapa faktor risiko yang sering ditemui pada kejadian kolelitiasis dikenal dengan “6F” (Fat, Female, Forty, Fair, Fertile, Family history). Keluhan klinis yang sering ditemukan adalah nyeri pada perut kanan atas, nyeri epigastrium, demam, ikterus, mual, muntah. Sampel sebanyak 102 orang dipilih secara purposif dari pasien yang berkunjung di bagian Penyakit Dalam RSUD Koja pada periode 5 Oktober sampai dengan 31 Desember 2015, desain penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Hasil disajikan dalam tabel dan grafik. Frekuensi tertinggi berdasarkan jenis kelamin sebanyak 64 pasien (63 %) adalah perempuan, umur ( > 40 tahun) sebanyak 88 pasien (86 %), frekuensi tertinggi berdasarkan jumlah anak didapatkan bahwa responden yang mempunyai tiga anak atau lebih sebesar 52 pasien (52 %), rata-rata nilai indeks masa tubuh (IMT) sebesar 24,80, tidak ada riwayat keluarga yang menderita kolelitiasis sebanyak 83 pasien (80%), dengan warna kulit kuning langsat sebanyak 70 pasien (69 %), keluhan klinis yang tersering adalah dispepsia 61 pasien (60%), dengan nilai rata rata kolesterol total 201 mg/dl. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa, pasien kolelitiasis di RSUD Koja terjadi lebih banyak pada pasien perempuan dengan warna kulit kuning langsat (fair) yang berusia lebih dari 40 tahun, dengan jumlah anak lebih dari tiga orang, memiliki nilai rata-rata indeks massa tubuh sebesar 24,80, sebanyak 83 pasien kolelitiasis tidak ditemukan adanya riwayat kolelitiasis dalam keluarga, dan ditemukan bahwa dari seluruh jumlah pasien kadar rata-rata kolesterol 201 mg/dl dengan keluhan utama dispepsia.Kata kunci: kolelitiasis, faktor risiko, RSUD Koja
Metode Diagnostik Trikomoniasis Vagina Monica Puspa Sari
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i63.1566

Abstract

Trichomonas vaginalis merupakan protozoa pada traktus urogenitalis dan salah satu penyebab penyakit menular seksual. Dengan mengetahui beberapa teknik laboratorium dalam diagnosis trikomoniasis, mulai dari pemeriksaan sederhana sampai pemeriksaan molekuler, termasuk kelebihan dan kekurangannya diharapkan dapat membantu menegakkan diagnosis, pengobatan, maupun kontrol penyakit ini secara lebih akurat, sehingga dapat mengurangi kejadian trikomoniasis sebagai penyakit menular seksual.Kata kunci : Trichomonas vaginalis, metode, diagnostik
Neurofibromatosis Tipe-1 / Von Recklinghausen Disease: Sebuah Laporan Kasus Jonathan Kurnia Wijaya; Wong Hendra Wijaya
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i63.1567

Abstract

Neurofibromatosis adalah salah satu penyakit genetik yang paling sering diturunkan, bersifat autosomal dominan dan dapat mengenai multiorgan. Neurofibromatosis tipe 1 (NF-1) atau dikenal juga dengan penyakit Von Recklinghausen merupakan jenis neurofibromatosis paling sering (85-90% kasus). Gejala khas pada NF-1 adalah hiperpigmentasi (lesi Café-au-lait) multipel dan tumor neuroektodermal.1 Kasus ini melaporkan seorang pria berusia 24 tahun dengan NF-1 yang gejalanya mulai muncul sejak masa kecil, ditandai dengan munculnya Lesi Café-au-lait. Seiring dengan bertambahnya usia, penyakitnya semakin progresif dan muncul tumor multipel di kulit. Empat tahun terakhir benjolan muncul semakin banyak dan ukuranya bertambah besar. Meskipun tidak ada keluhan, pasien berobat dengan alasan kosmetik. Pemeriksaan penunjang seperti CT-scan, MRI, dan histopatologi diperlukan untuk penapisan komplikasi yang dapat terjadi seperti optic glioma dan tumor susunan saraf pusat.Kata kunci: Neurofibromatosis, Neurofibromatosis tipe 1

Page 1 of 2 | Total Record : 11


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 31 No 6 (2025): November Vol 31 No 5 (2025): SEPTEMBER Vol 31 No 4 (2025): JULI Vol 31 No 3 (2025): MEI Vol 31 No 2 (2025): MARCH Vol 31 No 1 (2025): JANUARI Vol 30 No 3 (2024): SEPTEMBER Vol 30 No 2 (2024): MEI Vol 30 No 1 (2024): JANUARI Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER Vol 29 No 2 (2023): MEI Vol 29 No 1 (2023): JANUARI Vol 28 No 3 (2022): SEPTEMBER-DESEMBER Vol 28 No 2 (2022): MEI-AGUSTUS Vol 28 No 1 (2022): JANUARI-APRIL Vol 27 No 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS Vol 27 No 1 (2021): JANUARI - APRIL Vol 26 No 3 (2020): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 26 No 2 (2020): MEI-AGUSTUS Vol 26 No 1 (2020): JANUARI - APRIL Vol 25 No 3 (2019): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 25 No 2 (2019): MEI - AGUSTUS Vol 25 No 1 (2019): JANUARI - APRIL VOL. 24 NO. 68 OKTOBER-DESEMBER 2018 VOL. 24 NO. 67 JULI-SEPTEMBER 2018 VOL. 24 NO. 66 APRIL-JUNI 2018 VOL. 24 NO. 65 JANUARI-MARET 2018 VOL. 23 NO. 64 OKTOBER-DESEMBER 2017 VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017 VOL. 23 NO. 62 APRIL-JUNI 2017 VOL. 23 NO. 61 JANUARI-MARET 2017 VOL. 22 NO.60 SEPTEMBER-DESEMBER 2016 VOL. 22 NO. 59 MEI-AGUSTUS 2016 VOL. 22 NO. 58 JANUARI-APRIL 2016 Vol. 21 No. 57 September-Desember 2015 Vol. 21 No. 56 Mei-Agustus 2015 Vol. 21 No. 55 Januari - April 2015 Vol. 20 No. 54 September-Desember 2014 Vol. 20 No. 53 Mei-Agustus 2014 Vol. 20 No. 52 Januari-April 2014 Vol. 18 No. 48 September - Desember 2012 Vol. 18 No. 47 Mei - Agustus 2012 Vol. 18 No. 46 Januari - April 2012 Vol. 17 No. 45 September - Desember 2011 vol. 17 no. 44 Mei-Agustus 2011 vol. 17 no. 43 Januari-April 2011 Vol. 16 No. 43B Mei - Agustus 2010 Vol. 16 No. 42A Januari - April 2010 vol. 16 no. 42 September-Desember 2009 vol. 15 no. 40 Januari-April 2009 Vol. 15 No. 39C Januari-April 2008 Vol. 15 No. 39E September-Desember 2008 Vol. 15 No. 39A Mei-Agustus 2007 Vol. 15 No. 39B September-Desember 2007 vol. 15 no. 39 Januari-April 2007 vol. 14 no. 38 September-Desember 2006 vol. 14 no. 37 Mei-Agustus 2006 vol. 14 no. 36 Januari-April 2006 vol. 13 no. 35 September-Desember 2005 vol. 13 no. 34 Mei-Agustus 2005 vol. 13 no. 33 Januari-April 2005 vol. 12 no. 32 September-Desember 2004 vol. 12 no. 31 Mei-Agustus 2004 vol. 12 no. 30 January-April 2004 vol. 11 no. 29 Agustus-Desember 2003 vol. 11 no. 28 April-July 2003 Vol. 10 No. 27 Januari-April 2002 Vol. 9 No. 26 September - Desember 2001 Vol. 9 No. 25 Mei-Agustus 2001 Vol. 8 No. 23 September - Desember 2000 Vol. 7 No. 20 Juli-Oktober 1999 Vol. 6 No. 17 Oktober-Desember 1998 Vol. 6 No. 15 April-Juni 1998 Vol. 5 No. 13 Oktober-Desember 1997 Vol. 5 No. 12 Juli-September 1997 Vol. 5 No. 11 Juli-September 1997 Vol. 4 No. 10 September-Desember 1996 Vol. 4 No. 9 Mei-Agustus 1996 Vol. 4 No. 8 Januari-April 1996 Vol. 3 No. 7 September-Desember 1995 Vol. 3 No. 6 Mei-Agustus 1995 Vol. 3 No. 5 Januari-April 1995 More Issue