cover
Contact Name
Adit Widodo Santoso
Contact Email
adit.santoso@ukrida.ac.id
Phone
+6285171706076
Journal Mail Official
meditek@ukrida.ac.id
Editorial Address
Gedung A Lantai 5 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Krida Wacana, Jl. Arjuna Utara No. 6, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11510
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Meditek
ISSN : 26861437     EISSN : 26860201     DOI : https://doi.org/10.36452/jkdoktmeditek
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran MEDITEK merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan artikel-artikel dalam lingkup bidang kedokteran dan biomedik secara open access. Proses publikasi artikel melalui proses penelaahan oleh pakar sebidang (peer-review) secara double-blind. Jurnal Kedokteran Meditek berafiliasi pada Fakultas Kedokterandan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Krida Wacana, dengan misi mendorong penyebarluasan perkembangan ilmu kedokteran & biomedis di Indonesia maupun secara global dengan menerbitkan 3 edisi dalam setahun, yaitu: Januari, Mei dan September.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "VOL. 24 NO. 66 APRIL-JUNI 2018" : 12 Documents clear
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pengetahuan Masyarakat tentang Stroke di RT 010 RW 03 Kelurahan Tanjung Duren Selatan Jakarta Barat Donna M.R. Pasaribu; Rimawati Tedjasukmana; H.J. Antonius Gu
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 24 NO. 66 APRIL-JUNI 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v24i66.1641

Abstract

Pengetahuan merupakan suatu hal yang penting bagi seseorang, terutama berhubungan dengan penyakit stroke, sehingga memengaruhi perilaku dalam menghadapi penyakit tersebut.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa tinggi pengetahuan masyarakat di RT 010 RW 03 Kelurahan Tanjung Duren Selatan tentang stroke, karena pada penelitian di Puskesmas Depok II pada pasien hipertensi, tingkat pengetahuan masyarakat tentang stroke tergolong tinggi, yaitu sebesar 81,6%.  Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, dengan responden  adalah warga RT 0010 RW 003 Kelurahan Tanjung Du ren Selatan yang berusia di atas 17 tahun, dengan teknik simple random sampling, menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat diikuti analisis bivariat dengan  uji Chi-Square. Hasil penelitian  pada 71 orang, didapatkan 29 orang (40,8%) yang berpengetahuan rendah-sedang, sedangkan  42 orang (59,2%) berpengetahuan tinggi. Jika dilihat jawaban responden secara detail didapatkan bahwa masyarakat yang mengetahui pola makan yang baik sebanyak 54 orang (76,05%) dan pola hidup yang baik sebanyak 50 orang (70,42%) untuk mencegah terjadinya stroke, serta terdapat 55 orang (77,46%) yang masih memercayai mitos yang salah tentang penanganan dini stroke. Faktor-faktor yang memengaruhi pengetahuan adalah usia, pendidikan akhir, dan pekerjaan. Hasil penelitian didapatkan yang berpengetahuan tinggi pada usia 17-45 tahun adalah 26 orang (61,90%),  dan pada usia >45 tahun adalah 16 orang (55,72%) (p = 0,571). Yang berpengetahuan tinggi pada kelompok  berpendidikan SD-SMP  adalah  lima orang (55,5%) dan pada  SMA-PT adalah  37 orang 59,67% (p =1,000). Yang berpengetahuan tinggi pada kelompok pekerja sebanyak  Sembilan  orang (46,36%), pada yang tidak bekerja 33 orang (63,46%) (p = 0,222).  Sehubungan dengan mitos yang salah tentang stroke, bahwa pada orang stroke harus ditusuk jari tangan dengan jarum suntik, didapatkan 55 orang (77,46%) yang memercayai mitos tersebut, sedangkan 16 orang (23,54%) tidak memercayai mitos tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat di RT 010 RW 03 Kelurahan Tanjung Duren Selatan mengetahui pola makan dan pola hidup yang baik untuk mencegah terjadinya stroke, namun masih ada yang memercayai mitos yang tidak benar tentang stroke.Kata kunci: Pengetahuan, masyarakat, stroke
Hubungan antara Polimorfisme Gen VEGF-A dengan Perkembangan Ulkus Diabetika Ika Rahayu
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 24 NO. 66 APRIL-JUNI 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v24i66.1642

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan suatu gangguan metabolik yang ditandai oleh hiperglikemia kronik. Hal ini disebabkan oleh kelainan sekresi insulin, gangguan kerja insulin atau gangguan keduanya. Sebanyak 12-25% pasien DM memunyai risiko untuk mengalami ulkus diabetika. Ulkus diabetika merupakan komplikasi yang sering terjadi pada pasien DM tipe 1 dan 2.Diabetes melitus merupakan suatu model prototopikal pada kejadian gangguan penyembuhan luka. Individu dengan DM menunjukkan kemampuan angiogenesis abnormal pada beberapa organ. Gen Vascular Endothelial Growth Factor-A (VEGF), merupakan gen yang menyandi polipeptida VEGF. Studi fungsional yang telah dilakukan mengindikasikan bahwa polimorfisme pada gen ini memengaruhi ekspresi mRNA. Ekspresi mRNA memunyai peranan penting pada proses penyembuhan luka.Kata Kunci : Diabetes melitus, ulkus diabetika, polimorfisme gen VEGF, VEGF-A
Gambaran Low Back Pain pada Karyawan Petugas Tol di PT X Periode 2014 -2017 Albert Arifin; Judin Purba Tanjung; Budiman Hartono
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 24 NO. 66 APRIL-JUNI 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v24i66.1643

Abstract

Low Back Pain (LBP) merupakan masalah kesehatan dunia yang sangat umum, yang menyebabkan pembatasan aktivitas dan juga ketidak hadiran kerja. LBP merupakan keluhan yang dialami oleh pekerja tol terutama mereka yang bekerja dengan posisi duduk lama. Tujuan penulisan naskah ini untuk mengetahui gambaran LBP berdasarkan usia, jenis kelamin, lama kerja dan lama duduk petugas tol. Penelitian ini berupa cross sectional dan pengambilan sampel dengan metode konsekutif dan didapatkan 42 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan tidak memenuhi kriteria eksklusi.Pada kasus LBP ditemukan 90% LBP merupakan LBP non spesifik, sehingga penderita yang mengalami LBP sulit untuk didiagnosis. Dari karyawan petugas tol yang mengalami keluhan LBP, sebanyak 31% berusia <45 tahun (16,66% perempuan dan 14,28% laki-laki), sedangkan yang berusia >= 45 tahun berjumlah 69% (33.33% perempuan dan 35,70% laki-laki). didapatkan pada karyawan petugas tol yang mengalami keluhan LBP, sebanyak 17% memiliki masa kerja dibawah 15 tahun (11,90% perempuan dan 4,76% laki-laki), sedangkan memiliki lama kerja diatas atau sama dengan 15 tahun sebanyak 83% (38,10% perempuan dan 45,24% laki-laki). Pada karyawan petugas tol yang mengalami keluhan LBP, semua memiliki lama duduk yang sama yaitu lebih dari 2 jam (50% perempuan dan 50% laki-laki).Kata Kunci: Low back pain, petugas tol, lama duduk.
Virus Penyebab Infeksi pada Otot Ade Dharmawan
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 24 NO. 66 APRIL-JUNI 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v24i66.1644

Abstract

Otot merupakan massa jaringan lunak terbesar didalam tubuh, yang memiliki peran utama untuk menjaga postural tubuh dan sebagai penggerak. Miositis merupakan peradangan pada otot dan biasanya terjadi nekrosis, disebabkan terutama karena penyebaran dan invasi patogen bakteri atau virus secara hematogen ke otot. Miositis merupakan penyakit yang jarang. Angka kejadian miositis diperkirakan sebesar 50.000-70.000 orang pada tahun 2011 di Amerika Serikat. Virus merupakan penyebab tersering miositis infeksi nonbakteri, miositis viral seringkali memberikan gambaran klinis berupa mialgia, miositis multifokal, dan rhabdomiolisis. Penegakkan diagnosis miositis sangat penting dalam penatalaksanaan kasus, diagnosis dapat ditegakan bila ditemukan pengumpulan cairan radang pada pemeriksaan pencitraan. Uji diagnostik dengan pewarnaan Gram dan Gomori-Grocott methenamine silver (GMS), pemeriksaan histopatologi, kultur, dan pemeriksaan standar untuk virus.Kata Kunci: infeksi virus, miositis, rhabdomiolisis
Fistula Arteriovenosa untuk Hemodialisis pada Penderita Gagal Ginjal Kronik Glenn J Sumadi; Paulus AA Pandelaki; Calysta N Wijaya; Marcel Antoni; Yanto S Tjang
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 24 NO. 66 APRIL-JUNI 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v24i66.1645

Abstract

Jumlah penderita penyakit gagal ginjal kronik (PGK) di Indonesia tampak semakin meningkat. Angka pertumbuhannya diperkirakan sekitar 20% setiap tahunnya. Kondisi  ini menjadi masalah  karena biaya pengobatannya besar sekali. Penyakit gagal ginjal kronik adalah  kerusakan  atau  gangguan  fungsi  dan struktur  ginjal  selama  tiga  bulan  atau  lebih  dengan  atau  tanpa penurunan  laju  filtrasi  glomerulus (LFG) disertai  manifestasi  kelainan patologi  ginjal  atau  kerusakan  ginjal  meliputi  komposisi  darah  atau urin  dan  kelainan  pada  uji pencitraan ginjal. Penyakit gagal ginjal kronik  terjadi  bila ginjal mengalami penurunan fungsi LFG di bawah 60 ml/menit/1.73m² dengan  atau  tanpa  kerusakan  ginjal. Intervensi berupa terapi pengganti ginjal dilakukan pada saat keadaan LFG mencapai <15 ml/menit/1.73 m2. Beberapa faktor risiko yang menjadi penyebab PGK telah diketahui seperti usia, gagal jantung, sirosis hepatis, glomerulonefritis kronik, diabetes mellitus (DM), sistemik lupus erimatosus (SLE), polikistik, pielonefritis, nefrolitiasis, nefrosklerosis, dan obstruksi traktus urinarius. Terbatasnya jumlah donor ginjal untuk transplantasi dan tingginya komplikasi yang mungkin terjadi akibat peritoneal dialisis membuat hemodialisis (HD) cenderung menjadi pilihan yang utama apabila fungsi ginjal penderita sudah sangat menurun. Prinsip dasar HD adalah mengalirkan darah dari tubuh ke ginjal buatan untuk dilakukan penyaringan darah melalui suatu membran semi-permiabel agar terjadi proses difusi dan ultrafiltrasi darah di dalamnya. Darah yang sudah disaring kemudian dikembalikan ke dalam tubuh. Hemodialisis rutin dalam jangka panjang memerlukan pemasangan akses vaskular permanen. Fistula arteriovenosa (FAV) masih dianggap sebagai akses vaskular terbaik untuk HD, terutama karena angka patensinya yang tinggi, lebih rendah insidensi infeksi dan komplikasinya dibandingkan dengan kateter vena sentral atau graft arteriovenosa. Kelebihan dan kekurangan FAV telah dibahas dalam berbagai penelitian. Angka patensinya tampak sangat bervariasi antar peneliti.Kata kunci: gagal ginjal kronik, hemodialisis, fistula arteriovenosa, patensi
Patofisiologi, Tanda dan Gejala Sindrom Dapson serta Tatalaksananya William William
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 24 NO. 66 APRIL-JUNI 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v24i66.1646

Abstract

Sindrom Dapson adalah sindrom yang jarang terjadi tetapi memiliki angka mortalitas yang tinggi. Sindrom ini merupakan reaksi hipersensitivitas tipe lambat yang timbul dengan variasi waktu antara 48 jam – 6 bulan setelah penggunaan Dapson dan tidak bersifat dose-dependant. Sindrom ini memiliki tampilan klinis berupa demam, erupsi kulit, limfadenopati, dan kelainan hati atau organ lainnya. Patofisiologi sindrom ini belum jelas tetapi diperkirakan disebabkan oleh metabolit Dapson yaitu hidroksilamin yang merupakan hapten dan memperantarai sel T untuk mengenali antigen tersebut. Tingkat keparahan sindrom ini tergantung dari keparahan organ yang terkena sehingga dapat bersifat asimptomatik sampai mengancam jiwa. Diagnosis sindrom ini ditegakkan jika terdapat minimal 2 gejala dari gejala di atas dan belum ada pemeriksaan penunjang yang spesifik. Sindrom ini merupakan bagian dari DRESS (drug reaction with eosinophilia and systemic syndrome) tetapi pada sindrom Dapson tidak selalu ada eosinofilia. Penanganan sindrom ini dilakukan dengan cara menghentikan Dapson yang merupakan obat penyebab secepatnya dan glukokortikoid serta terapi suportif. Oleh karena sindrom ini memiliki angka mortalitas yang tinggi maka perlu dikenali lebih dini dan ditangani dengan tepat.Kata kunci : Sindrom Dapson, hipersensitivitas, glukokortikoid, mortalitas, diagnosis.
Pengaruh Berbagai Fase Siklus Menstruasi terhadap Memori Jangka Pendek pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Ukrida Angkatan 2016 William William; Flora Rumiati; Linez Marze Sapulette
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 24 NO. 66 APRIL-JUNI 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v24i66.1647

Abstract

Siklus mensturasi merupakan siklus yang normal terjadi pada perempuan dengan karakteristik keluarnya darah dari vagina. Fase menstruasi dapat dibagi menjadi fase yang terjadi di ovarium yaitu fase folikular, fase ovulasi, dan fase luteal, serta fase yang terjadi di endometrium yaitu fase proliferasi, sekretori, dan menstruasi. Beberapa penelitian menemukan perbedaan fungsi tubuh perempuan di masing-masing fase mensturasi. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh siklus menstruasi dengan memori jangka pendek, menggunakan subjek penelitian mahasiswi Fakultas kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida) angkatan 2016 sebanyak 66 orang. Pengukuran memori jangka pendek dilakukan dengan metode pemeriksaan digit span. Pemeriksaan digit span dilakukan tiga kali yaitu pada fase menstruasi, fase proliferasi dan fase sekretori. Didapatkan hasil forward digit span: fase menstruasi, fase proliferasi, fase sekretori = 5,77; 6,26; 6,44. Fase menstruasi dibandingkan dengan fase proliferasi (p<0,05; p=0,002), fase mensturasi dibandingkan dengan fase sekretori (p<0,05, p=0,001), fase proliferasi dibandingkan dengan fase sekretori (p>0,05; p=0,255). Hasil backward digit span: fase menstruasi, fase proliferasi, fase sekretori = 5,08; 5,58; 5,39. Fase mensturasi dibandingkan dengan fase proliferasi (p<0,05; p=0,001), fase menstruasi dibandingkan dengan fase sekretori (p<0,05; p=0,012), fase proliferasi dibandingkan dengan fase sekretori (p>0,05; p=0,210). Kesimpulan: memori jangka pendek paling buruk pada fase menstruasi dan semakin meningkat pada fase proliferasi dan fase sekretori.Kata Kunci: siklus menstruasi, memori jangka pendek, tes digit span
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Hipertensi dalam Kehamilan di Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk Agustus 2016 Aryananda Andika; Hendrik Kurniawan; Anna Maria Dewajanti
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 24 NO. 66 APRIL-JUNI 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v24i66.1649

Abstract

Millenium Development Goals, WHO (World Health Organization) melaporkan pada tahun 2015 terdapat 830 kematian ibu setiap harinya dikarenakan komplikasi kehamilan dan proses melahirkan. Menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia, kematian terbesar pada ibu masih disebabkan oleh perdarahan lalu diikuti oleh hipertensi pada kehamilan (hipertensi gestasional) dengan angka pada tahun 2013 sebesar 27,1%. Penelitian ini menggunakan desain studi analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan pada bulan Agustus 2016 di Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk. Subjek penelitian sebanyak 102 ibu dengan teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling.Variabel tergantung berupa kejadian hipertensi pada kehamilan dan variabel bebas meliputi usia, gravida, dan riwayat hipertensi. Analisis yang digunakan adalah Chi Square dan Uji Fisher dengan taraf signifikansi 0.05%, dengan tingkat kepercayaan 95% menggunakan program SPSS v16. Uji statistik menunjukkan ada hubungan bermakna antara kejadian hipertensi dalam kehamilan dengan usia (p=0.016), jumlah kehamilan (p=0.003), dan riwayat hipertensi (p=0.002).Kata kunci: hipertensi gestasional, gravida, riwayat hipertensi, usia ibu
Identifikasi Escherichia coli pada Tangan Penjamah Makanan di Kantin Kampus FK Ukrida Tahun 2016 Donny Utama; Yosephin Sri Sutanti; Flora Rumiati
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 24 NO. 66 APRIL-JUNI 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v24i66.1651

Abstract

Kontaminasi E. coli pada makanan cukup tinggi di Indonesia terutama di Jakarta. Tingkat kontaminasi oleh E. coli adalah 65,5% . Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan makanan juga masih tinggi yaitu 31.919 kasus tahun 1997 dengan angka kematian kasus 0,15%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya bakteri Escherichia coli pada tangan penjamah makanan di kantin Kampus Fakultas Kedokteran Universitas Krida Wacana (FK Ukrida) dengan metode total purposive sampling sebanyak 17 sampel yang diteliti secara biokimia, menggunakan Analytical Profile Index Test. Pengambilan sampel dengan swab tangan hanya dilakukan satu kali saja untuk setiap penjamah makanan, menggunakan kapas lidi steril yang sudah dicelupkan ke dalam larutan NaCl 0,9% pada seluruh permukaan tangan dan sela-sela jarinya. Hasil swab tangan dibiakkan pada medium agar Eosin Methylen Blue. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa bakteri yang terdapat pada tangan penjamah makanan di kantin kampus FK Ukrida adalah koloni jamur dan bakteri gram positif, Pantoea spp, Raoultella planticola.Kata kunci: Escherichia coli, penjamah makanan, kantin kampus FK Ukrida
Hubungan Faktor Penggunaan Teknologi terhadap Kejadian Miopia pada Anak Usia Prapubertas di SD Sang Timur, Jakarta Anna Maria Dewajanti; Hendrik Kurniawan; Dewi Arista
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 24 NO. 66 APRIL-JUNI 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v24i66.1652

Abstract

Dengan semakin berkembangnya teknologi menyebabkan semakin banyak anak yang sering menghabiskan waktu dengan hal-hal yang berhubungan dengan perkembangan teknologi seperti bermain video game, bermain komputer, serta menggunakan smartphone. Berkurangnya aktivitas fisik anak di luar ruangan menjadi aktivitas di dalam ruangan yang membutuhkan penglihatan jarak dekat diduga memicu terjadinya miopia pada anak usia prapubertas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara penggunaan teknologi terhadap meningkatnya angka kejadian miopia pada anak usia prapubertas di SDK Sang Timur, Jakarta. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif analitik pendekatan cross sectional dengan kuesioner dan snellen chart untuk memeriksa tajam penglihatan. Hasil analisis hubungan antara penggunaan teknologi terhadap kejadian miopia pada 100 responden menggunakan uji statistik Chi Square yakni dengan nilai p < 0,05 (α) diperoleh adanya hubungan antara intensitas lamanya  penggunaan teknologi komputer, jarak menonton televisi, lamanya bermain (lebih dari 3 jam) dan posisi bermain video game portable terhadap kejadian miopia pada anak usia prapubertas.Kata Kunci: miopia, teknologi

Page 1 of 2 | Total Record : 12


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 31 No 6 (2025): November Vol 31 No 5 (2025): SEPTEMBER Vol 31 No 4 (2025): JULI Vol 31 No 3 (2025): MEI Vol 31 No 2 (2025): MARCH Vol 31 No 1 (2025): JANUARI Vol 30 No 3 (2024): SEPTEMBER Vol 30 No 2 (2024): MEI Vol 30 No 1 (2024): JANUARI Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER Vol 29 No 2 (2023): MEI Vol 29 No 1 (2023): JANUARI Vol 28 No 3 (2022): SEPTEMBER-DESEMBER Vol 28 No 2 (2022): MEI-AGUSTUS Vol 28 No 1 (2022): JANUARI-APRIL Vol 27 No 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS Vol 27 No 1 (2021): JANUARI - APRIL Vol 26 No 3 (2020): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 26 No 2 (2020): MEI-AGUSTUS Vol 26 No 1 (2020): JANUARI - APRIL Vol 25 No 3 (2019): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 25 No 2 (2019): MEI - AGUSTUS Vol 25 No 1 (2019): JANUARI - APRIL VOL. 24 NO. 68 OKTOBER-DESEMBER 2018 VOL. 24 NO. 67 JULI-SEPTEMBER 2018 VOL. 24 NO. 66 APRIL-JUNI 2018 VOL. 24 NO. 65 JANUARI-MARET 2018 VOL. 23 NO. 64 OKTOBER-DESEMBER 2017 VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017 VOL. 23 NO. 62 APRIL-JUNI 2017 VOL. 23 NO. 61 JANUARI-MARET 2017 VOL. 22 NO.60 SEPTEMBER-DESEMBER 2016 VOL. 22 NO. 59 MEI-AGUSTUS 2016 VOL. 22 NO. 58 JANUARI-APRIL 2016 Vol. 21 No. 57 September-Desember 2015 Vol. 21 No. 56 Mei-Agustus 2015 Vol. 21 No. 55 Januari - April 2015 Vol. 20 No. 54 September-Desember 2014 Vol. 20 No. 53 Mei-Agustus 2014 Vol. 20 No. 52 Januari-April 2014 Vol. 18 No. 48 September - Desember 2012 Vol. 18 No. 47 Mei - Agustus 2012 Vol. 18 No. 46 Januari - April 2012 Vol. 17 No. 45 September - Desember 2011 vol. 17 no. 44 Mei-Agustus 2011 vol. 17 no. 43 Januari-April 2011 Vol. 16 No. 43B Mei - Agustus 2010 Vol. 16 No. 42A Januari - April 2010 vol. 16 no. 42 September-Desember 2009 vol. 15 no. 40 Januari-April 2009 Vol. 15 No. 39E September-Desember 2008 Vol. 15 No. 39C Januari-April 2008 Vol. 15 No. 39B September-Desember 2007 vol. 15 no. 39 Januari-April 2007 Vol. 15 No. 39A Mei-Agustus 2007 vol. 14 no. 38 September-Desember 2006 vol. 14 no. 37 Mei-Agustus 2006 vol. 14 no. 36 Januari-April 2006 vol. 13 no. 35 September-Desember 2005 vol. 13 no. 34 Mei-Agustus 2005 vol. 13 no. 33 Januari-April 2005 vol. 12 no. 32 September-Desember 2004 vol. 12 no. 31 Mei-Agustus 2004 vol. 12 no. 30 January-April 2004 vol. 11 no. 29 Agustus-Desember 2003 vol. 11 no. 28 April-July 2003 Vol. 10 No. 27 Januari-April 2002 Vol. 9 No. 26 September - Desember 2001 Vol. 9 No. 25 Mei-Agustus 2001 Vol. 8 No. 23 September - Desember 2000 Vol. 7 No. 20 Juli-Oktober 1999 Vol. 6 No. 17 Oktober-Desember 1998 Vol. 6 No. 15 April-Juni 1998 Vol. 5 No. 13 Oktober-Desember 1997 Vol. 5 No. 12 Juli-September 1997 Vol. 5 No. 11 Juli-September 1997 Vol. 4 No. 10 September-Desember 1996 Vol. 4 No. 9 Mei-Agustus 1996 Vol. 4 No. 8 Januari-April 1996 Vol. 3 No. 7 September-Desember 1995 Vol. 3 No. 6 Mei-Agustus 1995 Vol. 3 No. 5 Januari-April 1995 More Issue