cover
Contact Name
Adit Widodo Santoso
Contact Email
adit.santoso@ukrida.ac.id
Phone
+6285171706076
Journal Mail Official
meditek@ukrida.ac.id
Editorial Address
Gedung A Lantai 5 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Krida Wacana, Jl. Arjuna Utara No. 6, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11510
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Meditek
ISSN : 26861437     EISSN : 26860201     DOI : https://doi.org/10.36452/jkdoktmeditek
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran MEDITEK merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan artikel-artikel dalam lingkup bidang kedokteran dan biomedik secara open access. Proses publikasi artikel melalui proses penelaahan oleh pakar sebidang (peer-review) secara double-blind. Jurnal Kedokteran Meditek berafiliasi pada Fakultas Kedokterandan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Krida Wacana, dengan misi mendorong penyebarluasan perkembangan ilmu kedokteran & biomedis di Indonesia maupun secara global dengan menerbitkan 3 edisi dalam setahun, yaitu: Januari, Mei dan September.
Articles 623 Documents
Mekanisme Resistensi Acinetobacter baumannii terhadap Antibiotik Golongan Karbapenem Ade Dharmawan; Nicolas Layanto
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 24 NO. 68 OKTOBER-DESEMBER 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v24i68.1704

Abstract

Acinetobacter baumannii (A. baumanii) merupakan salah satu spesies Acinetobacter tersering diisolasi dari manusia, dan lebih sering dijumpai pada infeksi nosokomial dibandingkan dengan infeksi di komunitas. Eksistensi bakteri ini di lingkungan terkait dengan keragaman reservoir, kemampuan memperoleh gen pembawa sifat resisten antimikroba, dan sifat resisten terhadap pengeringan. Infeksi disebabkan strain A. baumannii yang resisten terhadap banyak antibiotik tidak mudah dikendalikan dan menjadi permasalahan di berbagai negara. Karbapenem merupakan antibiotik utama yang dipakai untuk mengobati pasien infeksi oleh Acinetobacter sehingga menyebabkan peningkatan resistensi bakteri ini terhadap karbapenem. Mekanisme kerja karbapenem yaitu dengan menghambat polimerisasi dan perlekatan peptidoglikan pada dinding sel. Kurangnya penetrasi obat (mutasi porin dan efflux pumps) dan atau carbapenem-hydrolyzing beta-lactamase enzymes seperti OXA carbapenamases dan metalo-beta-laktamase (MBL) memperantarai terjadinya resistensi karbapenem. Kata Kunci: karbapenem, resistensi antibiotik, Acinetobacter baumannii
Penyakit Hemolitik pada Bayi Baru Lahir Martina Rentauli Sihombing; Dominica Pita Sari
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 24 NO. 68 OKTOBER-DESEMBER 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v24i68.1705

Abstract

Penyakit hemolitik pada bayi baru lahir adalah sindrom anemia hemolitik dan ikterus yang terjadi akibat destruksi eritrosit yang sudah dilapisi oleh antibodi. Patofisiologi pada penyakit ini adalah karena adanya proses imun yang dimulai saat terjadi sensitisasi pada kehamilan pertama saat darah janin yang memasuki sirkulasi ibu. Adanya ketidakcocokan golongan darah atau rhesus tersebut memicu proses imun ibu membentuk antibodi sehingga menyebabkan penghancuran eritrosit bayi. Hal ini dapat disebabkan oleh adanya ketidakcocokan golongan darah ABO, rhesus, atau golongan darah lainnya. Perbedaan golongan darah antara ibu dan bayi terjadi saat ada faktor golongan darah janin yang diwariskan dari ayahnya tidak dimiliki oleh ibu. Gejala yang timbul antara lain hiperbilirubinemia, anemia, hepatosplenomegali, dan lainnya. Pemeriksaan laboratorium yang berfungsi sebagai pemeriksaan penyaring adalah: Uji Rossete, uji Kleihauer-Betke (KB), flowsitometri dan tes antiglobulin indirek. Pemeriksaan rutin lainnya adalah pemeriksaan darah rutin, kadar bilirubin, golongan darah dan rhesus. Penatalaksanaan saat kehamilan dapat berupa transfusi intrauterin atau imunomodulasi, sementara penatalaksanaan paska kelahiran dapat dengan transfusi tukar, fototerapi atau pemberian imunoglobulin Kata kunci : Penyakit hemolitik pada bayi baru lahir, sensitisasi, antibodi, imunoglobulin
Pemeriksaan Molekular Treponema pallidum Ida Effendi
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 24 NO. 68 OKTOBER-DESEMBER 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v24i68.1706

Abstract

Treponema pallidum adalah bakteri penyebab sifilis. Sifilis ditemukan pada abad ke XV di dataran Eropa, menyebar ke seluruh dunia dan menjadi isu global sampai saat ini. Sifilis dikenal dengan sebutan raja singa merupakan salah satu penyakit infeksi menular seksual yang penularannya tidak hanya melalui hubungan seksual. Infeksi lokal yang disebabkan oleh masuknya Treponema pallidum akan berkembang cepat menjadi sistemik dan bahkan dapat mengancam nyawa. Treponema pallidum tidak dapat dikultur secara in vitro. Pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis mengandalkan uji serologi. Saat ini, pemeriksaan standar untuk sifilis menggunakan mikroskop lapangan gelap sulit dilakukan. Pemeriksaan baru untuk mendeteksi Treponema pallidum menggunakan uji molekuler sudah mulai dikembangkan sejak abad XX. Penulisan ini mengambil ulasan dari beberapa jurnal penelitian yang menggunakan PCR sebagai alat diagnostik Treponema pallidum untuk membandingkan metode-metode pemeriksaan molekuler PCR Treponema pallidum. Spesifisitas PCR Treponema pallidum mencapai 100%. Sensitivisitas PCR bervariasi untuk setiap gen target dan jenis spesimen yang digunakan. Metode multiplex PCR banyak digunakan karena dapat mendeteksi Treponema pallidum dan patogen lain secara bersamaan. Pemeriksaan molekuler PCR Treponema pallidum masih perlu dikembangkan lebih lanjut di Indonesia. Kata kunci : Treponema pallidum, sifilis, uji serologi, mikroskop, pemeriksaan molekular
PROFIL PENDERITA HIV AIDS DI RSUD KOJA Cliff Clarence Hilman; Suzana Ndraha
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 25 No 2 (2019): MEI - AGUSTUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v25i2.1730

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) menurunkan kualitas hidup penderitasesuai dengan perkembangan penyakit dan munculnya manifestasi klinisAcquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS).Perlu diketahui profil penderita untuk menyediakan pengangan yang sesuai.Penelitiandeskriptif potong lintang inidilakukan di ruangan rawat inap Bagian Ilmu Penyakit Dalam RSUD Koja pada periode 26 Juni 2017 sampai dengan 9 Agustus 2017. Populasi sampel adalah semua pasien HIV/AIDS di Bagian Ilmu Penyakit Dalam RSUD Koja Jakarta. Dari 19 orang pasien dengan HIV/AIDS yang dirawat, didapatkan prevalensi penderita laki-laki sebanyak 57,9% dan perempuan sebanyak 42,1%. Prevalensi pada kelompok usia 20-29 tahun sebesar 10,5%, kelompok usia 30-39 tahun 57,9%, kelompok usia 40-49 tahun 26,3% dan kelompok usia 50-59 tahun 5,3%. Status gizi pada penderita HIV/AIDS didapatkan berat badan kurang 73,7%, berat badan normal 21,1%, dan berisiko obesitas 5,2%. Ditemukan 68,4% menderita kelainan pada mulut dan 36,8% menderita kelainan pada kulit.. Prevalensi faktor risiko pada pasien yang diteliti sebagai berikut: pengguna narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya (NAPZA) suntik sebanyak 36,8%, pasangan seks multipel 26,3%, risiko penularan heteroseksual 21,1% dan faktor risiko yang tidak diketahui sebanyak 21,1%.Simpulan:profil pasien HIV/ AIDS di RSUD Koja paling banyak ditemukan pada jenis kelamin laki-laki dan dalam rentang usia 30-39 tahun. Manifestasi klinis yang paling sering ditemukan pada pasien tersebut merupakan kelaninan mulut yang ditandai dengan kandidosis oral. Faktor risiko yang paling banyak ditemui pada subjek adalah penggunaan NAPZAsuntik.
Hubungan ASI eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 12-59 bulan di RSUD Wangaya Kota Denpasar Cynthia Cynthia; I Wayan Bikin Suryawan; A.A Made Widiasa
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 25 No 1 (2019): JANUARI - APRIL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v25i1.1733

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan dan Indonesia menduduki peringkat ke-5 dunia. Pada tahun 2010 dan 2013 ,insiden stunting meningkat dari 35,6% hingga 37,2% . Stunting terjadi akibat kekurangan gizi kronis sehingga tinggi badan atau panjang badan anak tidak mencapai sesuai usianya dengan nilai z-score < -2 sesuai dengan standar WHO. Stunting dapat mempengaruhi kemampuan kognitif dan pertumbuhan yang tidak optimal saat dewasa.Gangguan pertumbuhan sering terjadi mulai dari masa kehamilan hingga usia anak mencapai 2 tahun. Oleh karena itu, pemenuhan nutrisi selama 1000 hari pertama kehidupan sangatlah penting untuk masa depan. Salah satu faktor yang menyebabkan stunting adalah kurangnnya asupan gizi yang baik terutama saat bayi yaitu ASI.
HUBUNGAN ANTARA OBESITAS DAN FAKTOR – FAKTOR RISIKO HIPERTENSI DENGAN HIPERTENSI PADA PENGUNJUNG PUSKESMAS KEBON JERUK DESEMBER 2016 Gracia JMT Winaktu; Angella Mitchelle Nyangan Anak Prie; Harpini Endang Sardewi
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 25 No 1 (2019): JANUARI - APRIL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v25i1.1738

Abstract

Tekanan darah adalah tekanan yang dihasilkan oleh darah yang dipompa jantung ke seluruh tubuh terhadap arteri. Peningkatan tekanan darah atau hipertensi adalah suatu kondisi dimana terjadinya peningkatan tekanan darah arterial yang berlangsung persisten. Menurut Report from the Panel Members Appointed to the Eighth Joint National Committee (JNC 8), seseorang dewasa diatas 18 tahun adalah hipertensi bila tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg atau tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg. Salah satu faktor risiko hipertensi adalah obesitas yang terjadi bila terdapat penimbunan lemak akibat asupan kalori yang berlebihan. Indeks massa tubuh (IMT) digunakan untuk menentukan status gizi orang dewasa; dimana pada IMT > 25,0 kg/m2 seseorang dinyatakan obesitas. Selain obesitas, faktor risiko hipertensi yang lain adalah usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, merokok, lama merokok, frekuensi merokok, kebiasaan minum kopi dan minuman beralkohol, konsumsi lemak jenuh dan garam, kebiasaan olahraga, dan stress. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara obesitas dan faktor – faktor lain yaitu usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, merokok, lama merokok, frekuensi merokok, kebiasaan minum kopi dan konsumsi minuman beralkohol, konsumsi lemak jenuh dan garam, olahraga, dan stress dengan hipertensi di Puskesmas Kebon Jeruk. Jenis penelitian adalah survei deskriptif – analitik dengan desain studi potong lintang menggunakan teknik consecutive sampling untuk memilih sampel. Jumlah sampel adalah 105 orang, yaitu semua pengunjung yang merupakan pasien rawat jalan berusia 18 tahun dan keatas di Puskesmas Kebon Jeruk pada bulan Desember 2016 kecuali individu yang sedang menjalani pengobatan hipertensi atau mengkonsumsi obat anti hipertensi. Hasil analisis data dengan uji statistik Chi – square menunjukkan hubungan yang signifikan antara obesitas (p = 0,000), usia (p = 0,001), riwayat hipertensi pada keluarga (p = 0,013), merokok (p = 0,021), frekuensi merokok (p = 0,017), konsumsi minuman beralkohol (p = 0,027), dan stress (p = 0,012) dengan kejadian hipertensi. Tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara jenis kelamin (p = 0,466), lama merokok (p = 0,070), kebiasaan minum kopi (p = 0,103), konsumsi lemak (p = 0,626), konsumsi garam (p = 0,913), dan olahraga (p = 0,098) dengan hipertensi.
Penilaian Kualitas Air Minum Produk Smart Water Station Berdasarkan Parameter Mikrobiologi Menggunakan Metode Most Probable Number di Fakultas Kedokteran UKRIDA Donna Mesina Rosadini Pasaribu; Fransiska Elviana Arly; Wani Devita Gunadi
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 25 No 2 (2019): MEI - AGUSTUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v25i2.1739

Abstract

Kebutuhan air yang paling utama dalam kehidupan manusia tidak terlepas dari air bersih terutama sebagai air minum. Namun, tidak semua air yang ada di bumi dapat dikonsumsi oleh manusia karena air juga merupakan media yang baik untuk kehidupan bakteri. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang persyaratan kualitas air minum untuk seluruh penyelenggara bahwa air minum tidak boleh mengandung bakteri patogen yang dapat menyebabkan penyakit, terutama penyakit saluran pencernaan yaitu bakteri Coliform dan Escherichia coli. Kadar maksimum kandungan bakteri Coliform dan Escherichia coli dalam air minum adalah 0 per 100 ml sampel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air minum produk Smart Water Station yang ada di Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Kampus II UKRIDA pada sampel yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Jenis penelitian ini adalah eksperimental deskriptif yang diperoleh melalui observasi laboratorium berdasarkan parameter fisik dan mikrobiologi dengan menggunakan Most Probable Number (MPN) dan Total Plate Count (TPC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada satupun sampel melebihi batas maksimum yang dipersyaratkan dalam air minum, serta berdasarkan parameter fisik baik rasa, bau, maupun suhu berada dalam batas normal.
Uji Efektivitas Ekstrak Daun Maja (Aegle marmelos L.) Terhadap Ikan Mas (Cyprinus carpio Linn.) Sebagai Organisme Non-Target Rina Priastini Susilowati; Inggrid Osya Farfar
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 25 No 2 (2019): MEI - AGUSTUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v25i2.1741

Abstract

Daun maja (Aegle marmelos L.) mengandung bahan kimia aktif yang dapat digunakan untuk mengusir hama dan serangga, yang selanjutnya telah dikembangkan sebagai larvasida alami walaupun penggunaannya masih sangat terbatas. Penelitian sebelumnya telah membuktikan bahwa ekstrak daun maja hingga dosis 8% dapat digunakan untuk membunuh hampir 100% larva Aedes aegypti. Namun pengaruh bahan kimia aktif yang bersifat toksik di dalam ekstrak daun maja terhadap hewan non-target masih belum banyak diujikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui toksisitas ekstrak daun maja terhadap hewan non target yaitu ikan mas (Cyprinus carpio). Rancangan penelitian yang digunakan adalah acak lengkap, dengan 6 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol tanpa paparan, kelompok temephos 1% sebagai pembanding, kelompok ekstrak daun maja dengan dosis 1%, 2%, 4% dan 8%. Masing-masing kelompok perlakuan dengan 10 ekor ikan mas dengan berat badan antara 2,5 – 3,5 g dan 3 kali ulangan. Data yang diperoleh diuji dengan menggunakan uji probit untuk mendapatkan LC50 dan LC90. Sedangkan data uji hematologi ikan mas dilakukan dengan One Way Anova dan uji BNT. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil LC50 sebesar 3,68% dan LC90 sebesar 6,84%. Hasil penelitian pada uji hematologi ikan mas menunjukkan peningkatan total eritrosit, kadar hematocrit dan hemoglobin pada kelompok temephos 1% dan ekstrak daun maja dosis 8%. Jadi dapat disimpulkan bahwa dosis efektivitas penggunaan ekstrak daun maja sebagai larvasida pada Aedes aegypti yang aman adalah dosis 6,84%.
Hubungan Senam Tai Chi dengan Tekanan Darah dan Frekuensi Denyut Nadi pada Usia 45 Tahun Ke atas di Kelurahan Duri Kosambi Tahun 2017 Stefanie Stefanie; Flora Rumiati; Wiliam Wiliam
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 25 No 1 (2019): JANUARI - APRIL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v25i1.1742

Abstract

Prevalensi hipertensi meningkat sesuai dengan bertambahnya usia. Di Indonesia masalah hipertensi dan penyakit kardiovaskular cenderung meningkat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan senam Tai Chi dengan tekanan darah dan frekuensi denyut nadi pada usia 45 tahun ke atas. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian sebanyak 60 orang berusia 45 tahun ke atas yang terbagi dalam dua kelompok, kelompok yang mengikuti senam Tai Chi (n=30) dan kelompok yang tidak mengikuti senam Tai Chi (n=30) di kelurahan Duri Kosambi. Variabel yang diukur yaitu tekanan darah sistolik, diastolik, dan frekuensi denyut nadi. Perbedaan bermakna atau hubungan antara senam Tai Chi dengan kedua kelompok dianalisis dengan uji t tidak berpasangan dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan pada kelompok yang tidak memiliki riwayat penyakit kardiovaskular terdapat hubungan atau perbedaan bermakna (p<0,05) antara senam Tai Chi dengan tekanan darah sistolik (p=0,011), namun tidak terdapat hubungan (p>0,05) terhadap tekanan darah diastolik (p=0,362) dan frekuensi denyut nadi (p=0,525). Pada kelompok yang memiliki riwayat penyakit kardiovaskular baik konsumsi obat kardiovaskular dan tidak, didapatkan adanya hubungan antara senam Tai Chi dengan tekanan darah sistolik (p=0,009) dan frekuensi denyut nadi (p=0,002), namun tidak ditemukan adanya hubungan antara senam Tai Chi dengan tekanan darah diastolik (p=0,057). Dari penelitian ini disimpulkan bahwa senam Tai Chi memiliki hubungan atau pengaruh terhadap tekanan darah sistolik dan frekuensi denyut nadi, dan tidak berpengaruh terhadap tekanan diastolik.
PREVALENSI POLIP KOLOREKTAL DI RSUD TARAKAN TAHUN 2010-2016 Shintia Christina; Mawar Makmaker
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 25 No 1 (2019): JANUARI - APRIL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v25i1.1744

Abstract

Kejadian polip kolorektal akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Polip kolorektal berdasarkan kriteria World Health Organization (WHO) dibagi menjadi adenoma, serrated , dan hamartoma.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi polip kolorektal berdasarkan umur, jenis kelamin, lokasi, dan jenis polipnya di RSUD Tarakan Jakarta Pusat dari Januari 2010-Oktober 2016. Desain penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif. Studi yang digunakan adalah cross sectional. Teknik pengambilan sampling menggunakan total sampel. Data yang diambil berdasarkan data sekunder dari bagian patologi anatomi.Total sampel yang didapatkan ada 51 kasus. Persentase polip kolorektal pada laki laki 60.8% dan pada perempuan 39.2% Prevalensi polip kolorektal pada usia 51-60 tahun sebesar 35.3%. Lokasi polip kolorektal rektum yakni sebesar 41.2%. Jenis polip yang ditemukan adalah polip inflamatorik yaitu 47.1%, diikuti polip adenoma 39.1%. Pada polip adenoma didapati adenoma tubulo-villosum displasia keras 17.6%, adenoma tubular displasia keras 7.8% dan adenoma tubular displasia rendah 13.7%. Kejadian polip kolorektal akan meningkat pada usia >50 tahun dan lebih banyak terjadi pada laki-laki. Lokasi terseringnya kejadian polip kolorektal di rectum. Jenis polip yang sering terjadi polip inflamatorik.

Filter by Year

1995 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 2 (2026): Maret Vol 32 No 1 (2026): Januari Vol 31 No 6 (2025): November Vol 31 No 5 (2025): SEPTEMBER Vol 31 No 4 (2025): JULI Vol 31 No 3 (2025): MEI Vol 31 No 2 (2025): MARCH Vol 31 No 1 (2025): JANUARI Vol 30 No 3 (2024): SEPTEMBER Vol 30 No 2 (2024): MEI Vol 30 No 1 (2024): JANUARI Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER Vol 29 No 2 (2023): MEI Vol 29 No 1 (2023): JANUARI Vol 28 No 3 (2022): SEPTEMBER-DESEMBER Vol 28 No 2 (2022): MEI-AGUSTUS Vol 28 No 1 (2022): JANUARI-APRIL Vol 27 No 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS Vol 27 No 1 (2021): JANUARI - APRIL Vol 26 No 3 (2020): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 26 No 2 (2020): MEI-AGUSTUS Vol 26 No 1 (2020): JANUARI - APRIL Vol 25 No 3 (2019): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 25 No 2 (2019): MEI - AGUSTUS Vol 25 No 1 (2019): JANUARI - APRIL VOL. 24 NO. 68 OKTOBER-DESEMBER 2018 VOL. 24 NO. 67 JULI-SEPTEMBER 2018 VOL. 24 NO. 66 APRIL-JUNI 2018 VOL. 24 NO. 65 JANUARI-MARET 2018 VOL. 23 NO. 64 OKTOBER-DESEMBER 2017 VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017 VOL. 23 NO. 62 APRIL-JUNI 2017 VOL. 23 NO. 61 JANUARI-MARET 2017 VOL. 22 NO.60 SEPTEMBER-DESEMBER 2016 VOL. 22 NO. 59 MEI-AGUSTUS 2016 VOL. 22 NO. 58 JANUARI-APRIL 2016 Vol. 21 No. 57 September-Desember 2015 Vol. 21 No. 56 Mei-Agustus 2015 Vol. 21 No. 55 Januari - April 2015 Vol. 20 No. 54 September-Desember 2014 Vol. 20 No. 53 Mei-Agustus 2014 Vol. 20 No. 52 Januari-April 2014 Vol. 18 No. 48 September - Desember 2012 Vol. 18 No. 47 Mei - Agustus 2012 Vol. 18 No. 46 Januari - April 2012 Vol. 17 No. 45 September - Desember 2011 vol. 17 no. 44 Mei-Agustus 2011 vol. 17 no. 43 Januari-April 2011 Vol. 16 No. 43B Mei - Agustus 2010 Vol. 16 No. 42A Januari - April 2010 vol. 16 no. 42 September-Desember 2009 vol. 15 no. 40 Januari-April 2009 Vol. 15 No. 39C Januari-April 2008 Vol. 15 No. 39E September-Desember 2008 vol. 15 no. 39 Januari-April 2007 Vol. 15 No. 39A Mei-Agustus 2007 Vol. 15 No. 39B September-Desember 2007 vol. 14 no. 38 September-Desember 2006 vol. 14 no. 37 Mei-Agustus 2006 vol. 14 no. 36 Januari-April 2006 vol. 13 no. 35 September-Desember 2005 vol. 13 no. 34 Mei-Agustus 2005 vol. 13 no. 33 Januari-April 2005 vol. 12 no. 32 September-Desember 2004 vol. 12 no. 31 Mei-Agustus 2004 vol. 12 no. 30 January-April 2004 vol. 11 no. 29 Agustus-Desember 2003 vol. 11 no. 28 April-July 2003 Vol. 10 No. 27 Januari-April 2002 Vol. 9 No. 26 September - Desember 2001 Vol. 9 No. 25 Mei-Agustus 2001 Vol. 8 No. 23 September - Desember 2000 Vol. 7 No. 20 Juli-Oktober 1999 Vol. 6 No. 17 Oktober-Desember 1998 Vol. 6 No. 15 April-Juni 1998 Vol. 5 No. 13 Oktober-Desember 1997 Vol. 5 No. 12 Juli-September 1997 Vol. 5 No. 11 Juli-September 1997 Vol. 4 No. 10 September-Desember 1996 Vol. 4 No. 9 Mei-Agustus 1996 Vol. 4 No. 8 Januari-April 1996 Vol. 3 No. 7 September-Desember 1995 Vol. 3 No. 6 Mei-Agustus 1995 Vol. 3 No. 5 Januari-April 1995 More Issue