cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
katonfath@gmail.com
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
katonfath@gmail.com
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
ISSN : -     EISSN : 30267854     DOI : https://doi.org/10.62017/merdeka.v1i1
Core Subject : Education,
MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Jurnal ini merupakan jurnal ilmiah multidisiplin yang bersifat peer-review dan terbuka. Jurnal ini terbit 6 kali dalam setahun yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Fokus dan ruang lingkupnya meliputi: Ilmu Sosial, Humaniora, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Desain Komunikasi Visual, Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis. MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,069 Documents
PEMBELAJARAN SPORT EDUCATION Husni Mufida; Siti Lailatul Ulya; Putri Rofi’atus S; Nugrahaning Ifa A; Danang Isworo Wijayanto
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.7017

Abstract

Pembelajaran Sport Education (SE) sebagai inovasi dalam Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) untuk mengatasi keterbatasan model konvensional yang kurang menarik dan student-centered. Dikembangkan oleh Daryl Siedentop sejak 1994, SE menekankan keterlibatan siswa dalam peran autentik seperti atlet, pelatih, dan wasit melalui struktur musim, tim tetap, kompetisi formal, puncak pertandingan, catatan hasil, serta perayaan. Penelitian kualitatif deskriptif ini mengeksplorasi implementasinya di sekolah, integrasi dengan Kurikulum Merdeka, manfaatnya dalam mengembangkan keterampilan fisik, sosial, dan karakter, serta kendala seperti keterbatasan sarana, pemahaman guru, dan motivasi siswa. Hasil menunjukkan SE efektif meningkatkan partisipasi aktif, sportivitas, dan tanggung jawab siswa, meskipun memerlukan adaptasi guru untuk mengoptimalkan penerapannya.
REVOLUSI KARAKTER: MATEMATIKA SEBAGAI TOOLBOX UNTUK MENGATASI KRISIS MORAL GENERASI Sheren Dian Prasetyowati; Dita Ayuningtyas; Jihan Choiriyah; Ismail Fikri; Aryadi Nursantoso
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.7020

Abstract

Pendidikan di era digital saat ini menghadapi tantangan kompleks, terutama terkait degradasi moral yang melanda Generasi Alpha akibat dampak negatif teknologi dan pergeseran dinamika sosial. Matematika, yang selama ini sering dipandang terbatas pada aspek kognitif, sebenarnya memiliki potensi strategis sebagai wahana pendidikan nilai. Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran signifikan pembelajaran matematika dalam pembentukan karakter siswa, serta memaparkan konstruksi integrasi antara materi matematika dengan pendidikan akhlak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur (library research). Data dikumpulkan dari berbagai sumber primer meliputi jurnal ilmiah nasional terakreditasi dan artikel akademik internasional yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa matematika memiliki kontribusi vital dalam membentuk karakter melalui empat fokus utama: (1) Interpolasi pendidikan karakter secara implisit, di mana proses penyelesaian masalah matematika melatih sikap jujur dalam proses, ketelitian berpikir, dan ketekunan; (2) Pengelolaan karakter melalui perencanaan pembelajaran (RPP dan Silabus) yang dirancang secara eksplisit memuat nilai moral; (3) Pelaksanaan pembelajaran interaktif yang menanamkan budaya disiplin waktu, kerja sama tim, dan tanggung jawab; serta (4) Integrasi nilai-nilai Islam yang memadukan konsep matematika—seperti akurasi pengukuran dan prinsip keadilan dalam persamaan—dengan nilai spiritualitas. Disimpulkan bahwa matematika bukan sekadar instrumen pengembangan logika, melainkan perangkat revolusioner untuk membangun integritas moral siswa yang kokoh.
Analisis Konsep Ittihad dan Hulul dalam Tasawuf Islam: Perspektif Historis, Teologis, dan Kontemporer Ana Nur Khikmah; Feni Nur Rani; Sakina Farah Amalia; Annisa Amalia Puspita Dewi; Lutfi Guefera
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.7058

Abstract

Tasawuf Islam menekankan penyucian jiwa untuk mendekatkan diri kepada Allah, namun beberapa konsep seperti ittihad dan hulul menimbulkan kontroversi di kalangan ulama. Ittihad merujuk pada penyatuan rohani antara manusia dan Tuhan melalui proses fana’ dan baqa’, sedangkan hulul dipahami sebagai persemayaman sifat ilahi dalam manusia, yang jika dipahami secara literal berpotensi melanggar prinsip tauhid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka (library research) dengan analisis teks dari literatur klasik tasawuf, jurnal, dan kajian kontemporer, untuk mengkaji definisi, persamaan dan perbedaan, serta posisi kedua konsep dalam teologi dan filsafat Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa ittihad diterima secara simbolik dalam kerangka tasawuf Sunni dan selaras dengan prinsip tauhid serta doktrin wahdat al-wujud, sedangkan hulul ditolak jika dipahami literal dan hanya dapat diterima secara simbolik. Persamaan keduanya terletak pada pengalaman puncak spiritual dan fenomena ekstatis, sementara perbedaannya meliputi arah proses, penerimaan teologis, dan risiko penyimpangan akidah. Kajian ini menekankan pentingnya pemahaman simbolik untuk menjaga keseimbangan antara pengalaman mistik dan akidah, serta relevansi kedua konsep bagi konteks kontemporer di Indonesia maupun dunia.
TRADISI NGAPATI DALAM BUDAYA MASYARAKAT JAWA PERSPEKTIF ISLAM Nurul Firma Aprilliani; Mufida Salsabila; Vava Imam Agus Faisal
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6880

Abstract

Artikel ini membahas tradisi Ngapati dalam budaya masyarakat Jawa dari perspektif Islam. Tradisi Ngapati merupakan ritual yang dilaksanakan pada usia kehamilan empat bulan sebagai bentuk rasa syukur dan permohonan doa atas keselamatan ibu serta janin yang dikandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna dan tujuan pelaksanaan tradisi Ngapati, prosesi serta makna filosofis yang terkandung di dalamnya, serta bentuk penyesuaian tradisi tersebut agar selaras dengan nilai-nilai dan syariat Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode penelitian lapangan dan studi kepustakaan. Data diperoleh melalui wawancara dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan perangkat desa, serta didukung oleh literatur keislaman dan budaya Jawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Ngapati mengandung nilai-nilai sosial dan spiritual, seperti rasa syukur kepada Allah SWT, kebersamaan, dan kepedulian sosial melalui doa dan sedekah. Namun, beberapa unsur tradisi mengalami penyesuaian untuk menghindari praktik yang bertentangan dengan prinsip tauhid. Penyesuaian dilakukan dengan mengganti unsur-unsur mistik dengan kegiatan ibadah, seperti pembacaan Al-Qur’an, doa, dan sedekah, tanpa menghilangkan identitas budaya lokal. Dengan demikian, tradisi Ngapati dapat tetap dilestarikan sebagai warisan budaya yang selaras dengan ajaran Islam.
PERSEPSI GURU PAI TERHADAP IMPLEMENTASI ACTIVE LEARNING DI MA I’ANATUL QUR’AN DALAM PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI ERA DIGITAL Hidayat, Rifqi; M. Asmi’ Amarullah; Muhammad Imam Bukhori
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.7074

Abstract

  Artikel ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di MA I’anatul Qur’an, mengenai implementasi Pembelajaran Aktif dalam pengajaran Aqidah Akhlak (Akidah Islam) di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui survei terhadap guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di tingkat pendidikan Aliyah. Fokus penelitian mencakup sikap, kesiapan, tantangan, dan strategi guru dalam mengintegrasikan Pembelajaran Aktif dengan teknologi digital dalam proses pengajaran Aqidah Akhlak (Akidah Islam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam (PAI) umumnya memiliki persepsi positif terhadap Pembelajaran Aktif dan mengakui manfaatnya dalam meningkatkan keterlibatan siswa. Namun, terdapat kendala signifikan berupa keterbatasan kompetensi teknologi dan infrastruktur digital di MA I’anatul Qur’an. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya peningkatan pelatihan teknologi dan kurikulum yang responsif terhadap era digital dalam pendidikan agama.
BALASAN AMAL PERBUATAN MANUSIA PERSPEKTIF  TAFSIR AL-KASYSYAF KARYA IMAM AZ-ZAMAKHSYARI Muhammad Abu Sofyan; Mohammad Imron Nawawi; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.7075

Abstract

  Penelitian ini membahas mengenai balasan amal perbuatan dalam tafsir Al-Kasysyaf, alasan penulis menggunakan penafsiran beliau adalah karena beliau seorang mufassir yang memiliki pandangan teologis Mu'tazilah yang berbeda dari mayoritas pandangan teologis lainnya. Rumusan masalah dalam pembahasan yaitu; Bagaimana penafsiran Al-Zamakhsyari tentang balasan amal perbuatan manusia dalam perspektif Tafsir Al-Kasysyaf ? dan Bagaimana perspektif Penafsiran Al-Zamakhsyari tentang balasan amal perbuatan manusia?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kajian tokoh, hasil penelitian; penafsiran al-zamakhsyari terkait balasan amal perbuatan terdapat dalam qur’an surah Al-Baqarah [2]:85, 245, 261, Ali-Imran [3]:92, An-Nisa’ [4]:40, al-an’am dan lainnya, konsep balasan meliputi; berlipat ganda, balasan amal buruk sesuai kadar amal (mis\luh), balasan di dunia bersifat sebagian, balasan akhirat, balasan dunia akhirat. relvansi penafsiran dalam kehidupan yaitu; motivasi kuat untuk berbuat baik, peringatan tegas untuk tidak berbuat jahat, peningkatan kesadaran spiritual dan penguatan iman, peningkatan kualitas hidup individu dan masyarakat.
URGENSI TES PSIKOLOGI MINAT DAN BAKAT PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR Khasanah, Ulfatul; Amelia Khodijah; Febrian Karuna; Vava Imam Agus Faisal
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.7097

Abstract

Tes psikologi minat dan bakat memiliki peran penting dalam membantu mengidentifikasi potensi, kecenderungan, serta kemampuan dasar anak sejak usia sekolah dasar. Pada tahap perkembangan ini, anak berada pada fase pembentukan karakter, minat belajar, dan arah pengembangan diri sehingga diperlukan upaya sistematis untuk mengenali potensi yang dimilikinya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji urgensi pelaksanaan tes psikologi minat dan bakat pada anak usia sekolah dasar serta implikasinya terhadap proses pembelajaran dan perkembangan peserta didik. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah berbagai sumber literatur berupa buku, jurnal ilmiah, dan hasil penelitian yang relevan dengan topik tes psikologi, minat, dan bakat anak. Hasil kajian menunjukkan bahwa tes psikologi minat dan bakat dapat membantu guru dan orang tua dalam memahami karakteristik individu anak, merancang strategi pembelajaran yang sesuai, serta mengarahkan anak pada kegiatan yang mendukung potensi optimalnya. Selain itu, tes ini berperan dalam mencegah kesalahan penempatan belajar dan mengurangi tekanan akademik yang tidak sesuai dengan kemampuan anak. Dengan demikian, tes psikologi minat dan bakat memiliki urgensi yang tinggi untuk diterapkan di tingkat sekolah dasar sebagai upaya mendukung perkembangan akademik, sosial, dan emosional anak secara optimal.
Penerapan Media Tusuk Sate untuk Meningkatkan Keterampilan Menyimak (Maharah Istima’) pada Mata Pelajaran Bahasa Arab Siti Fauziah Rahmani Rasyid; Ani Siti Anisah; Iis Komariah
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.7100

Abstract

The purpose of this study was to determine the effectiveness of the application of skewer media to improve listening skills (maharah istima') in Arabic language subjects with a sample of 27 people. This study was conducted by distributing questionnaires and completing tests in the form of questions related to the material taught using skewer media. In addition to the technique of distributing questionnaires and test questions, this study used observation, interview, and documentation techniques. This study used a quantitative research approach, the type of research used was experimental research. Experimental research is a research method used to influence certain actions or treatments carried out for certain conditions. This study involved 14 students out of a total of 27 students in class VA MIN 2 Garut. Listening skill data was collected by a listening skill test in the form of a description. The skewer media is one of the educational game techniques used to teach Arabic, especially to improve students' listening and listening skills, as well as their vocabulary. The educational game method helps students improve their vocabulary and classify different types of words. This game is very important for teaching classification and recognition. Using skewers as a medium, students can understand various types of sentences, sentence punctuation, and other components. The results indicate that using skewers to improve students' listening skills in class VA MIN 2 in Garut is quite effective. The results are based on a comparison of the average scores of students' learning tests using a t-test. This is supported by the proportion of students' classical mastery and an analysis of their post-test averages.
EFEKTIVITAS KOMUNIKASI DUA ARAH DALAM MODEL TEAM TEACHING UNTUK MENGATASI KESULITAN BELAJAR SISWA PADA MATERI SHOLAT JENAZAH Noor Aziz; Wawan Saputro; Nur lu'lu'ul Maknunah; Fita Ulinni'ma; Zahid Akhmad Surya; Kuni Ustuviana; Nova Dwi Riyani; Ishmatun Nabila; Imas Amanatu Zahro; Ahmad Rizal Muzakki; Rindiana; Denisa Amni Nabilah Amin; Ria Tri hartini
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.7105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi komunikasi dua arah dalam model team teaching pada mata pelajaran Fiqih Ibadah materi Sholat Jenazah. Penelitian ini mengidentifikasi bagaimana sinergi antara dua pengajar dapat mengatasi kesulitan belajar yang disebabkan oleh kondisi kelas yang gaduh saat simulasi praktik. Praktik microteaching ini melibatkan dua pengajar dengan pembagian peran yang spesifik: guru utama menyampaikan konsep teoretis, sementara guru kedua bertindak sebagai instruktur praktik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan refleksi kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi dua arah yang intensif antara kedua pengajar dan siswa secara efektif mampu meredam kegaduhan kelas serta mempercepat pemahaman siswa mengenai tata cara sholat jenazah. Sinergi ini membuktikan bahwa model team teaching mampu menutupi celah pengawasan yang sering terjadi pada pengaturan guru tunggal, terutama pada materi yang membutuhkan demonstrasi fisik.
ANALISIS KECEMASAN DALAM PRAKTIK MICROTEACHING SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP PERFORMA MENGAJAR MAHASISWA PGMI (STUDI PADA KELOMPOK 25) Faridatul Fuadah; Tri Dariyah; Garneta Hematala; Zakaria Aan Riyadi; Adelia Asfi Khalisa; Aryadi Nursantoso
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.7118

Abstract

Pembelajaran adalah suatu proses yang kompleks dan memerlukan berbagai keterpaduan sehingga calon guru harus memiliki keterampilan pedagogik dan profesional yang memadai. Salah satu cara untuk mempersiapkan keterampilan tersebut adalah melalui kegiatan microteaching. Namun, dalam praktiknya, microteaching seringkali menimbulkan rasa cemas pada mahasiswa yang dapat berdampak pada performa mengajar mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis kecemasan yang dialami oleh mahasiswa PGMI Kelompok 25 saat melakukan microteaching, mengidentifikasi penyebab kecemasan, meneliti dampaknya terhadap performa mengajar, serta mendeskripsikan cara mahasiswa mengatasi kecemasan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek dari mahasiswa PGMI Kelompok 25 Universitas Sains Al-Qur’an. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur secara daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan mahasiswa meliputi aspek kognitif, fisik, dan manajemen kelas. Faktor utama yang menyebabkan kecemasan adalah ketakutan untuk melakukan kesalahan, penilaian dari dosen dan teman sekelompok, dan kurangnya persiapan mengajar. Kecemasan tersebut berdampak pada penurunan kepercayaan diri, dan penyampaian materi yang kurang optimal. Upaya yang dilakukan mahasiswa untuk mengatasi kecemasan meliputi persiapan yang matang, latihan berulang, penguatan mental, serta dukungan sosial dari lingkungan belajar.