cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
katonfath@gmail.com
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
katonfath@gmail.com
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
ISSN : -     EISSN : 30267854     DOI : https://doi.org/10.62017/merdeka.v1i1
Core Subject : Education,
MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Jurnal ini merupakan jurnal ilmiah multidisiplin yang bersifat peer-review dan terbuka. Jurnal ini terbit 6 kali dalam setahun yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Fokus dan ruang lingkupnya meliputi: Ilmu Sosial, Humaniora, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Desain Komunikasi Visual, Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis. MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,053 Documents
PERAN LINGKUNGAN SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR :  STUDI LITERATUR REVIEW Riski Meilani; Suprihatin; Vava Imam Agus Faisal
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6946

Abstract

Motivasi belajar merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan proses pembelajaran siswa sekolah dasar. Salah satu faktor eksternal yang berperan besar dalam meningkatkan motivasi belajar adalah lingkungan sekolah. Lingkungan sekolah mencakup aspek fisik, seperti kondisi ruang kelas, fasilitas, dan sarana prasarana, serta aspek sosial berupa hubungan antara guru dan siswa, interaksi antarsiswa, dan iklim belajar yang tercipta di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran lingkungan sekolah dalam meningkatkan motivasi belajar siswa sekolah dasar melalui pendekatan studi literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan menelaah berbagai artikel ilmiah, jurnal nasional, dan publikasi akademik yang relevan dengan topik lingkungan sekolah dan motivasi belajar siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa lingkungan sekolah yang kondusif, aman, bersih, dan didukung oleh interaksi sosial yang positif mampu meningkatkan minat, semangat, serta partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran. Selain itu, metode pembelajaran yang kreatif, ketersediaan fasilitas yang memadai, serta dukungan emosional dari guru berkontribusi signifikan dalam membangun motivasi belajar siswa. Dengan demikian, peningkatan motivasi belajar siswa tidak hanya bergantung pada faktor internal, tetapi juga memerlukan pengelolaan lingkungan sekolah yang optimal dan berkelanjutan  
Implementasi Asesmen Autentik Berbasis Peer Assessment dalam Model Cooperative Learning pada Pembelajaran PJOK SD/MI Era Kurikulum Merdeka: Systematic Literature Review Alfiana Agustin; Nafi Pri Nur Ratih; Adhyla Noorhafida Aulia Hakim; Roselia Puji Lestari; Najmul Laily Fitriana; Danang Isworo Wijayanto
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6947

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di SD/MI pada era Kurikulum Merdeka menuntut penerapan asesmen yang tidak hanya menilai hasil belajar, tetapi juga proses, sikap, dan keterampilan sosial peserta didik secara holistik. Salah satu pendekatan yang relevan adalah asesmen autentik berbasis peer assessment yang diintegrasikan dalam model cooperative learning. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi asesmen autentik berbasis peer assessment dalam model cooperative learning pada pembelajaran PJOK SD/MI, meliputi bentuk penerapan, kelebihan dan kekurangan, kontribusinya terhadap keterampilan sosial dan kolaborasi siswa, serta strategi implementasi yang efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah systematic literature review dengan menganalisis berbagai artikel jurnal, buku ilmiah, dan dokumen kebijakan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa asesmen autentik berbasis peer assessment mampu meningkatkan keterlibatan siswa, keterampilan sosial, kolaborasi, serta refleksi diri dalam pembelajaran PJOK. Meskipun demikian, implementasinya masih menghadapi kendala berupa potensi subjektivitas penilaian, keterbatasan pemahaman siswa terhadap kriteria penilaian, serta tuntutan kesiapan guru. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan yang matang, penggunaan rubrik yang jelas, serta pendampingan guru agar asesmen berjalan efektif dan bermakna sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka.
ANALISIS MODEL PSI TERHADAP DISIPLIN DAN KEMANDIRIAN SISWA SEKOLAH DASAR DALAM PEMBELAJARAN PJOK Umu Salamah; Salza Sabilatul Azira; Nia Natasya; Afifah Kurniawati; Danang Isworo Wijayanto
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6948

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran Personalized System of Instruction (PSI) serta pengaruhnya terhadap Sikap disiplin dan kemampuan mandiri peserta didik di jenjang sekolah dasar dalam mengikuti kegiatan pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode literature review, yaitu dengan mempelajari dan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan, seperti jurnal dan buku yang membahas model PSI dan implementasinya dalam mata pelajaran PJOK di sekolah dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan model PSI mampu mendorong berkembangnya sikap disiplin serta kemampuan belajar mandiri pada peserta didik. Melalui pembelajaran berbasis modul dan kemajuan belajar yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa, model PSI melatih siswa untuk mengatur waktu belajar, mematuhi tahapan pembelajaran, serta bertanggung jawab terhadap tugas dan kemajuan belajarnya. Selain itu, penerapan model PSI juga mendorong siswa untuk lebih mandiri, percaya diri, dan aktif dalam mengikuti aktivitas PJOK tanpa ketergantungan berlebihan pada guru. Keberhasilan penggunaan model PSI ditentukan oleh kondisi dari dalam diri peserta didik, seperti dorongan belajar, ketertarikan, dan kemampuan yang dimiliki, serta dukungan dari luar, termasuk kesiapan dan profesionalitas guru dalam pelaksanaannya, kualitas bahan ajar, sarana dan prasarana, serta pengelolaan waktu pembelajaran. Oleh karena itu, model PSI layak dipertimbangkan sebagai salah satu pilihan pendekatan pembelajaran yang efektif dalam menumbuhkan sikap disiplin dan kemandirian peserta didik sekolah dasar pada mata pelajaran PJOK.
Pencegahan Radikalisme Melalui Pendidikan Karakter di Panti Asuhan Hikmah Keisha Primastika; Marwa Nabilla; Nindi Kuriniaty; Umi Safika; Fedora Azizah
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6952

Abstract

Radikalisme merupakan paham  yang berpotensi mengancam persatuan dan keharmonisan sosial. Anak-anak yang tinggal di panti asuhan termasuk kelompok rentan karena keterbatasan pengawasan keluarga, kebutuhan akan identitas, serta pengaruh lingkungan dan media digital. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan karakter dalam mencegah radikalisme di lingkungan panti asuhan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif deskriptif melalui telaah pustaka dan analisis praktik pendidikan karakter di panti asuhan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penanaman nilai toleransi, moderasi beragama, empati, nasionalisme, dan berpikir kritis mampu menjadi benteng efektif terhadap penyebaran paham radikal. Pendidikan karakter yang terintegrasi dengan pengasuhan, keteladanan, serta kolaborasi dengan masyarakat berkontribusi signifikan dalam membentuk sikap anak yang inklusif dan damai. Artikel ini menyimpulkan bahwa pendidikan karakter merupakan strategi preventif yang penting dan berkelanjutan dalam upaya pencegahan radikalisme di panti asuhan.
STRATEGI GURU PJOK MASA KINI MENCETAK SISWA MANDIRI DAN EMPATI DENGAN MODEL TPSR Nida Khidrimatun Nuril Khoiriyah; Silva Nadia; Nafila Nuru Fatkhana; Siti Vantika; Danang Isworo Wijayanto
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6954

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) dalam menumbuhkan karakter kemandirian dan empati siswa sekolah dasar melalui model Teaching Personal and Social Responsibility (TPSR). Di era digital, peserta didik menghadapi tantangan serius seperti penurunan aktivitas fisik dan degradasi moral akibat penggunaan gawai yang berlebihan. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui studi pustaka dan observasi, penelitian ini menganalisis implementasi lima tingkat hierarki tanggung jawab TPSR: respect, effort, self-direction, caring, dan transfer. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa struktur sesi pembelajaran TPSR yang terdiri dari relational time, awareness talk, physical activity, group meeting, dan reflection time secara efektif mengintegrasikan nilai karakter ke dalam aktivitas fisik. Model ini selaras dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka, khususnya elemen Mandiri dan Gotong Royong. Bukti empiris menunjukkan bahwa penerapan TPSR yang konsisten dapat meningkatkan kemandirian siswa hingga 30% dan memperkuat keterampilan kepemimpinan serta kerja sama tim. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model TPSR merupakan solusi strategis bagi guru PJOK untuk mencetak generasi yang tidak hanya bugar secara fisik, tetapi juga memiliki tanggung jawab personal dan sosial yang kuat.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DIRECT INTRUCTIONS PADA PEMBELAJARAN PENJASKES Minhatul Atsna; Aines Nisma Zustiani; Isnaini Khusnah; Helsa Aufa Marccella; Garneta Hematala; Danang Isworo Wijayanto
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6955

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Direct Instruction (Instruksi Langsung) dalam mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (Penjaskes) di tingkat MI/SD. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research), di mana data dikumpulkan melalui analisis berbagai literatur, jurnal ilmiah, dan buku teks yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Direct Instruction sangat efektif untuk mengajarkan pengetahuan prosedural dan keterampilan gerak spesifik dalam Penjaskes melalui lima fase utama: orientasi, presentasi/demonstrasi, latihan terbimbing, umpan balik, dan latihan mandiri. Meskipun model ini berpusat pada guru, efektivitasnya sangat bergantung pada kemampuan demonstrasi guru, motivasi siswa, serta ketersediaan sarana dan prasarana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguasaan teknik dasar olahraga dapat dicapai lebih optimal dengan struktur pembelajaran yang sistematis, namun guru disarankan mengombinasikannya dengan variasi media pembelajaran untuk menjaga antusiasme siswa.
PENERAPAN METODE PEER TEACHING DALAM PEMBELAJARAN PJOK UNTUK MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN GERAK DASAR DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Bella Afrilia; Nafisa Mar’atus Sholikhah; Annisa Qurratu A’yuni; Danang Isworo Wijayato
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6956

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di sekolah dasar memiliki peran penting dalam mengembangkan keterampilan gerak dasar dan keaktifan belajar siswa. Namun, pelaksanaan pembelajaran PJOK masih sering didominasi metode konvensional yang berpusat pada guru sehingga keterlibatan siswa kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode peer teaching dalam pembelajaran PJOK serta dampaknya terhadap pengembangan keterampilan gerak dasar dan keaktifan belajar siswa kelas IV Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan refleksi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode peer teaching melalui tahapan perencanaan, pembekalan tutor sebaya, pelaksanaan pembelajaran, serta evaluasi dan refleksi mampu meningkatkan keterampilan gerak dasar siswa, meliputi keterampilan lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif. Selain itu, metode peer teaching juga berdampak positif terhadap keaktifan belajar siswa yang ditunjukkan melalui meningkatnya partisipasi, keberanian mencoba gerakan, kerja sama, dan interaksi sosial antarsiswa. Dengan demikian, metode peer teaching dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran PJOK yang efektif untuk menciptakan pembelajaran yang aktif, partisipatif, dan bermakna di Sekolah Dasar.
KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN ANAK USIA SEKOLAH TK 5 TAHUN Ramadhan Lubis; Suci Pitri Yana; Dea Azka Nadira Pohan; Amanda Malika Nasution; Wayana Anisa Damanik
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6960

Abstract

Masa anak usia dini (0–5 tahun) merupakan periode emas (golden age) yang menentukan arah perkembangan anak di masa depan. Pada tahap ini, anak mengalami pertumbuhan pesat dalam aspek fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan moral. Setiap aspek saling berhubungan dan memerlukan stimulasi yang tepat dari keluarga maupun sekolah. Pendidikan di Taman Kanak-kanak (TK) berperan penting dalam memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan sesuai tahap perkembangan anak. Pemahaman tentang karakteristik perkembangan anak usia 0–5 tahun membantu pendidik serta orang tua mendukung pertumbuhan anak secara optimal melalui kegiatan bermain edukatif dan interaksi positif. Kajian ini bertujuan mendeskripsikan ciri utama perkembangan anak TK serta implikasinya bagi pendidikan anak usia dini yang holistik.
PENGARUH MEDIA MANIPULATIF BLOK DIENES TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR KONSEP NILAI TEMPAT DAN OPERASI HITUNG BILANGAN RIBUAN SISWA KELAS IV SD Minhatul Atsna; Rohmatul Karimah; Khafifah Maulani; Isnaini Khusnah; Aryadi Nursantoso
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6962

Abstract

Penggunaan media manipulatif Block Dines merupakan Sebagian dari strategi pembelajaran yang mendukung siswa sekolah dasar menguasai konsep nilai tempat dan operasi hitung bilangan ribuan. Studi ini dilakukan untuk mengkaji peran media Block Dienes dalam meningatkan pemahaman konsep serta hasil belajar matematika siswa berdasarkan hasil-hasil penelitian terdahulu.  Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah artikel junal, buku referensi, dan karya ilmiah relevan yang dipublikasikan pada rentangtahun 2012-2025 melalui database Google Scholar dan SINTA. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatam deskriptif kualitatif dengan mensistensi temuan penelitian terkait penggunakan Block Dienes dalam pembelajaran matematika sekolah dasar. Hasil kajian menunjukan bahwamedia Block Dienes mampu memberikan representasi konkret terhadap konsep nilai tempat dan operasi hitung bilangan ribuan, sehingga membantu siswa memahami struktur bilangan secara lebih bermakna. Disamping itu, pemanfaatan media ini juga meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran dan mendukung pencapaian hasil belajar yang lebih optimal. Dengan dimikian, berdasarkan hasil kajian iteratur, media manipulatif Block Dienes memiliki peran positif dalam konteks pembelajaran matematika di sekolah dasar.
KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK ANAK SEKOLAH DASAR KELAS 1 USIA 6 TAHUN Ramadhan Lubis; Heppy Ariani Harahap; Siti Halisya Parapat; Rili Ritami Sipahutar; Azwar Siregar
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6963

Abstract

Perkembangan peserta didik usia 6 tahun merupakan tahap awal yang memiliki peranan penting dalam proses pendidikan di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik perkembangan anak pada aspek fisik, kognitif-intelektual, sosial-emosional, dan moral-spiritual, serta mengkaji perubahan yang terjadi pada karakteristik tersebut selama proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara dan observasi langsung terhadap subjek penelitian dan orang tua. Hasil pembahasan menunjukkan adanya perubahan pada karakteristik perkembangan anak, khususnya pada aspek kognitif-intelektual dan sosial-emosional, yang ditandai dengan meningkatnya kemandirian, kemampuan berinteraksi sosial, serta pemahaman terhadap nilai-nilai moral sederhana. Perubahan tersebut dipengaruhi oleh dukungan lingkungan keluarga dan penerapan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik.