cover
Contact Name
Yakobus Adi Saingo
Contact Email
y.a.s.visi2050@gmail.com
Phone
+6281239999587
Journal Mail Official
y.a.s.visi2050@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tajoin Tuan, Sunkain, Kel. Naimata, Kec. Maulafa Kota Kupang, Nusa Tengggara Timur
Location
Kab. kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Apostolos: Journal of Theology and Christian Education
ISSN : 2777077X     EISSN : 2777076     DOI : https://doi.org/10.52960/a.v3i1
Apostolos Journal of Theology and Christian Religious Education invites scholars, researchers, and students to contribute the results of their studies and research in fields related to 1. Contemporary Theology 2. Church History 3. Christian Education a. Childrens Education b. Teenagers Education c. Contextual Education 4. Hermeneutics 5. Pastoral 6. Systematic Theology 7. Contextual Theology 8. Arts and Music
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 54 Documents
Filosofi Liang serta Sumbangsihnya bagi Keberlanjutan Ekologi dan Kaitannya dengan Kejadian 2:15: Kajian Ekoteolgi Kontekstual Paya Rombe, Ascteria; Wati, Wira; Yudistira, Vincentsius
APOSTOLOS Vol 5 No 1 (2025): May
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52960/a.v5i1.421

Abstract

Liang merupakan pekuburan orang Toraja. Pekuburan tersebut adalah tebing batu yang dipahat dan ke dalamnya ditempatkan mayat. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki filosofi Liang serta Sumbangsihnya bagi Keberlanjutan Ekologi dan Kaitannya dengan Kejadian 2:15. Urgensi dari penelitian ini adalah masalah pemanfaatan lahan yang berkontribusi dalam kerusakan lingkungan, dapat ditangani secara baik jika ada kesadaran untuk melihat kembali bagaimana kerafian lokal justru pro-alam dan bersahabat terhadap ekologi dan kaitannya dengan tanggungjawab Stewardship dalam Kej. 2:15. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif melalui penelitian lapangan dan studi kepustakaan. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu Filosofi Liang sebagai tempat pekuburan orang Toraja menggambarkan kearifan lokal yang penuh dengan nilai ekologis. Pilihan untuk menguburkan jenazah di tebing atau gua batu, mencerminkan pandangan bahwa tanah adalah sumber kehidupan yang produktif—tempat bercocok tanam untuk keberlangsungan hidup manusia. Dengan tidak menggunakan tanah sebagai lahan pemakaman, masyarakat Toraja menunjukkan kesadaran ekologis yang tinggi, yaitu menjaga tanah agar tetap berfungsi sebagai sumber daya produktif. Hal ini menunjukkan bahwa tradisi lokal mampu memberikan solusi terhadap isu keberlanjutan lingkungan.
Church planting Menurut Tim Morey dan Implementasinya Terhadap Gereja ONKP Jemaat Pinang Sebatang Timur Resort Riau Lawolo, Aprianus; Liem, Stephanus
APOSTOLOS Vol 5 No 1 (2025): May
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52960/a.v5i1.428

Abstract

Gereja merupakan salah satu karya terbesar Allah di bumi. Melalui gereja Injil dapat diberitakan kepada semua bangsa. Namun, merintis gereja dewasa ini jauh dari teladan Yesus Kristus. Banyak gembala yang terjebak dalam sikap hanya ingin mencari ketenaran dan kuantitas jemaat. Mereka tidak mempedulikan kerohanian mereka. Gembala yang memiliki pemikiran untuk diperhatikan dan dipuji; kurangnya kesabaran gembala terhadap orang-orang yang mereka gembalakan; kebutuhan gembala untuk terlihat “sukses”, kecenderungan gembala untuk mengatur para pemimpin awam secara berlebihan agar mereka tidak melakukan kesalahan. Hal ini justru akan berdampak pada gereja yang dipimpin. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah menawarkan sebuah gagasan mengenai church planting menurut Tim Morrey. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini studi literatur. Sumber utama di dalam penelitian ini adalah memakai buku Tim Morey yang berjudul “Planting a church without losing your soul.” Kemudian penulis menggunakan sumber kedua seperti jurnal, buku, pemikiran dari bapa gereja untuk mendapatkan jawaban dari permasalahan yang ada. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesehatan rohani seorang gembala harus menjadi kunci untuk merintis sebuah gereja. Kata kunci: Church planting, gembala, gereja, jemaat.
Dinamika Komitmen Mahasiswa Teologi dalam Menjalani Panggilan Pelayanan Batolu, Delpianti; Yokiman, Junni; Sopang, Oskar
APOSTOLOS Vol 5 No 2 (2025): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52960/a.v5i2.716

Abstract

The vocational commitment of theology students is not static; it evolves over time due to a variety of internal and external influences. This study aims to identify and analyze the factors that influence changes in the pastoral vocation commitment of theology students. Employing a descriptive quantitative method, data were collected through a structured questionnaire distributed to 31 theology students of Star’s Lub Theological College. The data were analyzed using descriptive statistics to obtain mean values across seven indicators. The findings show that faith conviction and family support had the highest scores, while spiritual experience and the influence of the church environment were comparatively lower. Some students expressed doubts about becoming pastors, suggesting cognitive dissonance between vocational ideals and the practical realities of ministry. It is concluded that vocational commitment is shaped by the integration of personal faith, emotional maturity, and supportive social contexts. The study recommends that theological institutions strengthen reflective spiritual formation and contextual mentoring programs to sustain students’ ministry commitment.
Kurikulum Katekisasi Trinitas Sebagai Kajian atas Kurikulum Katekisasi Kristosentris Abet Nego, Peter
APOSTOLOS Vol 5 No 2 (2025): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52960/a.v5i2.571

Abstract

This article critically evaluates the Christocentric catechetical curriculum widely used in the Indonesian Christian Church (GKI), highlighting its neglect of the Trinitarian dimension. Through a combination of literature review and quantitative survey among teenage catechumens from two congregations, this study identifies a lack of integration of the Holy Spirit's role and the relational dynamics within the Trinity. The results suggest that the current curriculum contributes to fragmented theological understanding among adolescents. Drawing from Trinitarian theology, educational theory, and adolescent development, the article proposes a renewed curriculum model that centers the doctrine of the Trinity throughout all thematic teachings. This model emphasizes relational spirituality and introduces theological reflection that resonates with the lived faith experiences of adolescents. Ultimately, the article argues that catechesis must not only convey doctrine but also foster transformative encounters with the Triune God. A standardized yet contextually flexible synodal curriculum is recommended to ensure consistency and relevance.