cover
Contact Name
Supawanhar
Contact Email
supawahar53@gmail.com
Phone
+6281373681370
Journal Mail Official
jurnal.jogapa.ppmi@gmail.com
Editorial Address
Perum Taman Asri 1 Blok C2 RT 31 RW 06 Gandus Palembang South Sumatra 30149
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Journal of Governance and Public Administration
ISSN : -     EISSN : 30317584     DOI : https://doi.org/10.59407/jogapa.v1i2
Journal of Governance and Public Administration (JoGaPA) is a national journal as a medium of scientific research results, thinking, and critical-analytical studies on research in the fields of public administration and governance, particularly focusing on the main problems in the development of the science of public administration and governance studies. Includes the development of Government policy, public administration, public management, the study of the autonomous region, the local government and bureaucracy, policy analysis, public service, political decentralization, fiscal, public economics and politics as well as regional planning and studies other social sciences.
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2025): Desember" : 19 Documents clear
kOLABORASI MULTIAKTOR DALAM PELAKSANAAN PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS DI KOTA MAGELANG Ardina febriyanti; Rulita Wulansari; Tsabita Zulfa Purnama; Fibria Khoirunisa
Journal of Governance and Public Administration Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jogapa.v3i1.3289

Abstract

Program makan bergizi gratis (MBG) merupakan salah satu program unggulan pemerintah dengan tujuan untuk meningkatkan kesetaraan gizi pada Masyarakat serta untuk meningkatkan pelayanan publik khususnya pada bidang Pendidikan dan Kesehatan. Penelitian ini berfokus untuk menganalisis secara mendalam dalam kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang berfokus pada program MBG di Dapur Kedungsari, Magelang Utara. Analisis berfokus pada bentuk layanan, kualitas layanan, dan efektivitas kolaborasi berbagai pihak untuk menyukseskan program serta peningkatan kualitas layanan. Permasalahan yang muncul berupa keterbatasan variasi menu, konsistensi rasa, serta pada penanganan bagi alergi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peranan pemerintah sekitar, pegawai SPPG, pihak sekolah, orang tua siswa, baik dalam proses produksi hingga pada evaluasi dan pengawasan layanan MBG. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara langsung dari pihak pegawai, ahli gizi, dan siswa. Selain itu data juga didukung dengan dokumen, jurnal, serta laporan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi telah terjalin baik dari pihak pemerintah-masyarakat khususnya dalam oengawasan. Serta kolaborasi internal pihak SPPG dan ahli gizi beserta pihak sekolah telah terjalin. Meskipun kolaborasi tersebut masih belum optimal khususnya dalam penguatan pengawasan dan peningkatan akuntabilitas, efektivitas, dan efisiensi layanan.  
PERAN TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH: TINJAUAN SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Sri Yulianti Mozin; Siti Nurcahyati Abdussamad; Saputra, I Nyoman Ade
Journal of Governance and Public Administration Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jogapa.v3i1.3316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Sebanyak berbagai literatur nasional dan internasional dianalisis berdasarkan tiga kerangka teori utama, yaitu Good Governance, Agency Theory, dan New Public Management (NPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa transparansi dan akuntabilitas merupakan pilar penting dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang efektif, efisien, dan berintegritas. Good Governance menekankan pentingnya keterbukaan dan pertanggungjawaban sebagai fondasi tata kelola publik, Agency Theory menjelaskan bagaimana transparansi dan akuntabilitas mengurangi asimetri informasi dan moral hazard antara pemerintah dan masyarakat, sedangkan NPM menunjukkan bahwa inovasi manajerial dan digitalisasi memperkuat kinerja keuangan daerah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi ketiga teori tersebut dapat meningkatkan kualitas pengelolaan APBD, memperkuat pengawasan publik, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN BERBASIS DIGITAL DI KELURAHAN MOLOSIPAT W KOTA BARAT Siti Nurcahyati Abdussamad; Sri Yulianti Mozin; Ismail, Nur Annisa
Journal of Governance and Public Administration Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jogapa.v3i1.3324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi peningkatan kualitas pelayanan berbasis digital di Kelurahan Molosipat W Kota Barat melalui implementasi sistem informasi pelayanan SI-MOLOSIPAT.W. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan dengan mengumpulkan berbagai sumber literatur terkait pelayanan publik, e-government, dan konsep kelurahan, serta dokumen pelaksanaan program digitalisasi di Kelurahan Molosipat W. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SI-MOLOSIPAT.W memberikan perubahan signifikan terhadap penyelenggaraan pelayanan publik, ditandai dengan adanya pengajuan surat secara daring, tanda tangan digital, notifikasi real-time, serta peningkatan literasi digital aparatur dan masyarakat. Analisis menggunakan lima indikator SERVQUAL menunjukkan bahwa aspek tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy mengalami peningkatan melalui penyediaan infrastruktur digital, sistem layanan yang lebih akurat, respon petugas yang lebih cepat, keamanan layanan berbasis SSL/TLS, serta pendampingan bagi masyarakat yang belum terbiasa menggunakan teknologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi optimalisasi sistem, peningkatan kapasitas aparatur, penguatan infrastruktur TI, sosialisasi berkelanjutan, evaluasi layanan, dan kolaborasi lintas-instansi merupakan kunci keberhasilan transformasi digital di tingkat kelurahan. Dengan menerapkan strategi yang tepat, pelayanan digital dapat mewujudkan layanan publik yang lebih cepat, transparan, dan responsif.
TRANSFORMASI MEDIA SOSIAL SEBAGAI ALAT PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMERINTAHAN BERBASIS DIGITAL DI PROVINSI GORONTALO Siti Nurcahyati Abdussamad; Sri Yulianti Mozin; Refais Andrean Korompo
Journal of Governance and Public Administration Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jogapa.v3i1.3327

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan signifikan dalam hubungan antara pemerintah dan masyarakat, khususnya melalui pemanfaatan media sosial sebagai sarana partisipasi publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana transformasi media sosial dimanfaatkan sebagai alat partisipasi masyarakat dalam pemerintahan berbasis digital di Provinsi Gorontalo serta mengidentifikasi bentuk partisipasi publik berdasarkan lima indikator partisipasi masyarakat menurut Oakley (1991), yaitu kontribusi, pengorganisasian, peran dan aksi, motivasi, serta tanggung jawab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur, analisis konten akun media sosial resmi pemerintah, dan observasi daring terhadap interaksi pemerintah dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan penting dalam mendorong partisipasi publik, khususnya sebagai kanal pelaporan masalah, penyampaian aspirasi, dukungan terhadap program pemerintah, serta penyebaran informasi publik. Namun demikian, partisipasi yang terbentuk masih didominasi pada level konsultatif dan informatif, dengan keterlibatan masyarakat yang belum sepenuhnya terintegrasi dalam proses perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan strategi pengelolaan media sosial dan peningkatan literasi digital guna mendorong partisipasi publik yang lebih kolaboratif, inklusif, dan berkelanjutan dalam pemerintahan berbasis digital.
HUBUNGAN TINGKAT LITERASI DIGITAL DENGAN POLA PERILAKU PADA PENGGUNA MEDIA SOSIAL TIKTOK Arum Wulandari; Syahrani Anggitasari; Aulia Wuri Nurpriyanti; Talita Putri Chansa; Nanda Rafif Alfatin
Journal of Governance and Public Administration Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jogapa.v3i1.3332

Abstract

Penelitian ini mengkaji hubungan antara tingkat literasi digital dan pola perilaku pengguna media sosial, khususnya TikTok. Pesatnya perkembangan teknologi membawa masyarakat ke era digital yang ditandai kemudahan akses informasi dan meningkatnya interaksi daring. Data APJII 2025 mencatat 229 juta pengguna internet aktif di media sosial, dengan TikTok sebagai platform berakses tertinggi, sehingga menjadi ruang utama untuk hiburan, komunikasi, dan penyebaran informasi. Namun, tingginya penggunaan TikTok tidak selalu disertai kemampuan pengguna memahami dan menilai informasi secara kritis. Literasi digital meliputi keterampilan teknis, berpikir kritis, kemampuan memilah informasi, serta pemahaman keamanan digital adalah prasyarat untuk menavigasi ruang digital secara aman dan produktif. Rendahnya literasi digital berpotensi memicu perilaku negatif seperti mudah percaya hoaks, menyebarkan informasi tanpa verifikasi, mengikuti tren tanpa pertimbangan matang, serta kecenderungan adiktif. Survei menunjukkan proporsi paparan hoaks yang signifikan di masyarakat, dan sebagian pengguna pernah ikut menyebarkan informasi palsu karena lemahnya verifikasi. Kajian literatur menunjukkan literasi digital pengguna TikTok umumnya pada tingkat sedang: keterampilan teknis relatif tinggi terutama di kalangan remaja dan mahasiswa, tetapi literasi kritis masih perlu peningkatan. Ketimpangan ini mendorong perilaku impulsif, konsumsi cepat konten, dan kerentanan terhadap konten manipulatif. Sebaliknya, pengguna dengan literasi digital tinggi cenderung lebih selektif, bertanggung jawab, dan etis. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan literasi digital merupakan kebutuhan strategis untuk membentuk pola perilaku pengguna yang lebih sehat dan mendukung terciptanya ekosistem digital yang aman dan berkualitas.    
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN KANTOR SATPAS SIM DI POLRES MAGELANG Ahmad Raihan Habiburrahman; Viola Virzandra Elyasa; Zulfa Syarifatussuroya; Septiana Wulandari; Latifa Irma Agustin; Joko Tri Nugraha
Journal of Governance and Public Administration Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jogapa.v3i1.3335

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas pelayanan di Kantor Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas SIM) Polres Magelang berdasarkan pandangan mahasiswa Universitas Tidar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner online menggunakan Google Formulir dari 55 mahasiswa aktif yang pernah menggunakan layanan Satpas SIM Kota Magelang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, pelayanan di Kantor Satpas SIM Polres Magelang dinilai baik. Sebagian besar responden memberikan penilaian positif terhadap kelima dimensi tersebut. Petugas dianggap bekerja cepat, tepat, konsisten, bersikap ramah, siap membantu, serta tidak membeda-bedakan status sosial masyarakat. Faktor pendukung utama pelayanan yang baik adalah profesionalitas petugas dan komitmen terhadap transparansi. Sementara itu, kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan fasilitas fisik seperti ruang tunggu serta kurangnya sosialisasi layanan digital. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menyarankan adanya peningkatan fasilitas fisik, pengoptimalan sistem digital, pelatihan bagi petugas, serta evaluasi rutin untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan secara berkelanjutan.    
PERAN KOMPETENSI PEGAWAI DALAM MEMEDIASI PENGARUH PROGRAM PELATIHAN TERHADAP KINERJA DI DINAS KESEHATAN KOTA BENGKULU Ditasman, Ditasman; Amrullah, Amrullah; Susilawati, Susilawati
Journal of Governance and Public Administration Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jogapa.v3i1.3470

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kompetensi pegawai dalam memediasi pengaruh program pelatihan terhadap kinerja pegawai di Dinas Kesehatan Kota Bengkulu. Peningkatan kinerja aparatur menjadi faktor penting dalam mendukung efektivitas pelayanan publik di bidang kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Populasi penelitian meliputi seluruh pegawai Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, dengan sampel sebanyak 20 pegawai yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data meliputi uji validitas, reliabilitas, statistik deskriptif, regresi linier, serta analisis mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kompetensi pegawai dan kinerja pegawai. Kompetensi pegawai terbukti berperan sebagai variabel mediasi yang memperkuat pengaruh program pelatihan terhadap kinerja pegawai. Temuan ini menegaskan pentingnya pelaksanaan program pelatihan yang terencana dan berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja aparatur pemerintah daerah.
EVALUASI KEBIJAKAN PELAYANAN FEEDER WIRA-WIRI SEBAGAI TRANSPORTASI TERINTEGRASI DI KOTA SURABAYA Putra, Ryco Tarnuwardhana; Zumroh, Alifatul Reniwati; Pramudiana, Ika Devy
Journal of Governance and Public Administration Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jogapa.v3i1.3520

Abstract

Kebijakan Feeder Wira-Wiri Suroboyo merupakan upaya Pemerintah Kota Surabaya dalam meningkatkan keterjangkauan dan integrasi sistem transportasi publik, khususnya pada aspek first mile dan last mile menuju Suroboyo Bus. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan kebijakan tersebut berdasarkan enam kriteria evaluasi kebijakan William N. Dunn, yaitu efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data sekunder berupa regulasi, laporan kinerja Dinas Perhubungan, serta literatur ilmiah terkait kebijakan transportasi perkotaan. Analisis dilakukan dengan membandingkan tujuan kebijakan dengan capaian implementasi menggunakan kerangka evaluasi Dunn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan Feeder Wira-Wiri telah cukup efektif dalam meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas antarmoda melalui pengoperasian 12 koridor dan 52 unit armada yang melayani sekitar 2.500 penumpang per hari. Dari aspek efisiensi, penggunaan armada berkapasitas kecil sesuai dengan karakteristik jalan lingkungan, meskipun frekuensi dan sinkronisasi jadwal masih perlu ditingkatkan. Aspek kecukupan dan pemerataan menunjukkan perluasan jangkauan layanan, namun distribusi armada antar koridor belum sepenuhnya seimbang. Responsivitas tercermin dari tingginya minat pengguna, sedangkan ketepatan kebijakan terlihat dari kemampuannya menjawab kebutuhan aksesibilitas kawasan permukiman menuju moda transportasi massal. Secara keseluruhan, kebijakan Feeder Wira-Wiri berkontribusi positif dalam mendukung sistem transportasi publik terintegrasi di Kota Surabaya, namun masih memerlukan penguatan integrasi operasional dan pemerataan layanan agar manfaat kebijakan dapat dirasakan secara optimal dan berkelanjutan.
MODEL SERVICE QUALITY DALAM MENGUKUR KEPUASAN PENGGUNA APLIKASI MOBILE JKN PADA RUMAH SAKIT BHAYANGKARA KOTA BENGKULU Supawanhar, Supawanhar; Hartono, Rudi; Sudriyanti, Sudriyanti; Ananda, Cindy Dwi
Journal of Governance and Public Administration Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jogapa.v3i1.3539

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan pasien peserta BPJS Kesehatan dalam penggunaan aplikasi Mobile JKN, serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dan pendukung penggunaannya. Aplikasi Mobile JKN merupakan inovasi yang dikembangkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk mempermudah masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan dan informasi administrasi secara digital dan untuk membantu kemudahan masyarakat pada Rumah Sakit Bhayangkara Kota Bengkulu, Kualitas pelayanan dipandang sebagai tingkat keunggulan yang diharapkan dan kemampuan penyelenggara layanan dalam memenuhi harapan pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien BPJS dalam penggunaan aplikasi JKN untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada masyarakat dengan mengidentifikasi harapan dan kenyataan pasien. Metode penelitian dalam analisis kepuasan penggunaan aplikasi Mobile JKN pada pasien peserta BPJS dilakukan dengan menanyakan beberapa pertanyaan berdasarkan SERVICE QUALITY dengan lima dimensi yakni dimensi Tangibles, dimensi Daya Tanggap, dimensi Jaminan, dimensi Empati, dan Reliabilitas. Dengan bentuk Fisik kepada 10 informan untuk menganalisis kepuasan dalam penggunaan aplikasi Mobile JKN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar informan merasa puas terhadap penggunaan aplikasi Mobile JKN. Kepuasan tersebut muncul karena aplikasi ini dinilai memberikan kemudahan dalam proses administrasi, pencarian informasi, perubahan data pribadi, serta memiliki fitur yang mudah diakses dan bermanfaat. Meskipun demikian, terdapat beberapa kendala yang dihadapi, antara lain gangguan jaringan (sinyal) yang menyebabkan aplikasi sulit diakses, serta kendala pada pasien lanjut usia yang tidak memiliki handphone atau kurang memahami cara penggunaan aplikasi. Adapun faktor pendukung dalam penggunaan aplikasi Mobile JKN antara lain keamanan data pasien, fitur aplikasi yang lengkap dan bermanfaat, dukungan dari pemerintah, serta kemudahan dalam pengoperasian aplikasi.

Page 2 of 2 | Total Record : 19